cover
Contact Name
AHMAD SYAUQI
Contact Email
syauqiberbakti@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.empati@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 95, (Gedung Fak. Dakwah dan Ilmu Komunikasi Lt. III), Cempaka Putih, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten 1541
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
EMPATI : JURNAL ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL
ISSN : 23014261     EISSN : 26216418     DOI : 10.15408/empati
Core Subject : Social,
Empati: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial is a peer-reviewed journal on social welfare and social work, offering access to a better understanding of social welfare in Indonesia and developments through the publication of articles and research reports. EMPATI emphasizes on social welfare and social work practice in Indonesia, and intended to communicate original researches and current issues on various subjects such as on human service organizations, children, elderly, disability, economy, policy, health, gender, age, class, mental health, etc. The Journal provides an interdisciplinary forum to which academics and professionals working in the fields of social welfare.
Arjuna Subject : -
Articles 304 Documents
KAJIAN TEORI DAN PRAKTIK INTERVENSI PEKERJA SOSIAL DALAM MELAKUKAN DUKUNGAN PSIKOSOSIAL KEPADA KORBAN KEKERASAN SEKSUAL Ahmad Zaky; Yulianti Yulianti
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 11, No 2 (2022): Empati Edisi Desember 2022
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v11i2.27795

Abstract

Abstract. Sexual violence that occurs in Indonesia is increasingly prevalent and the victims of sexual violence are women. Sexual violence also occurs in educational institutions such as universities. The phenomenon of sexual violence in college can occur due to several factors and can be done by anyone if any opportunity. Sexual violence experienced by women resulting in prolonged trauma and requires social and psychological assistance to heal their trauma. This study aims to see how social worker interventions to carry out psychosocial support to victims of female sexual violence. The research method uses descriptive qualitative research to be able to explain the research results comprehensively. Data collection techniques using observation, interviews and documentation studies. Interviews were conducted with the academy and social worker profession at LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. The results showed that sexual violence to students who had received assistance from LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta was caused by several factors, namely factors of proximity, attachment, and helplessness, as for the services of social workers LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta based on knowledge, skills and values and ethics applied in social worker practices. In this study, it was found that the theory used by social workers at LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta used Strength Based Perspective. The stages of services carried out by social workers at LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta to clients of victims of sexual violence are relationship building, assessment (problem digging), intervention planning (planning), implementation of interventions, evaluation, termination and follow-up.Keywords: Sexual Violence, Intervention, Social Worker. Abstrak. Kekerasan seksual yang terjadi di Indonesia semakin marak dan korbannya adalah perempuan. Kekerasan seksual juga terjadi di lembaga pendidikan seperti perguruan tinggi. Fenomena kekerasan seksual di perguruan tinggi bisa terjadi karena beberapa faktor dan bisa dilakukan oleh siapa pun. Kekerasan seksual yang dialami oleh perempuan berakibat trauma berkepanjangan dan membutuhkan pendampingan sosial dan psikologi untuk menyembuhkan traumanya. Penelitian ini bertujuan melihat bagaimana intervensi pekerja sosial melakukan dukungan psikososial kepada korban kekerasan seksual perempuan. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif deskriptif untuk dapat menjelaskan hasil penelitian secara komprehensif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada akademi dan profesi pekerja sosial di LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Hasil penelitian menunjukan bahwa kekerasan seksual pada mahasiswa yang sudah mendapatkan pendampingan dari LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor kedekatan, kelekatan, dan ketidakberdayaan, Adapun pelayanan pekerja sosial LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berdasarkan pengetahuan, keterampilan serta nilai dan etika yang diterapkan dalam praktik pekerja sosial. Dalam penelitian ini, teori yang digunakan oleh pekerja sosial di LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta adalah Strength Based Perspektif. Adapun tahapan pelayanan yang dilakukan oleh pekerja sosial di LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kepada klien korban kekerasan seksual yaitu, penjalinan relasi, assesment (penggalian masalah), perencanaan intervensi(planning), pelaksanaan intervensi, evaluasi, terminasi dan follow-up.Kata kunci: Kekerasan Seksual, Intervensi, Pekerja Sosial.
EVALUASI FORMATIF PROGRAM BANTUAN SEMBAKO PANGAN DI KECAMATAN CILINCING KOTA JAKARTA UTARA Ayi Fakhrotun Nisa; Indra Lestari Fawzi
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 11, No 1 (2022): Empati Edisi Juni 2022
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v11i1.22862

Abstract

Abstract. This research study the program of the Non Cash Food Assistance Program (BSP) in Cilincing District, North Jakarta Administration City. This research is a formative evaluation study with an approach that aims to describe the implementation process of the Non Cash Food Assistance Program (BSP) in Cilincing District, Central Jakarta City. The results of this study indicate that in general, the implementation of the Non Cash Food Assistance Program (BSP) in Cilincing District, North Jakarta is exceptional, this is shown by collecting data on potential beneficiaries through surveys, implementing education and outreach to all stakeholders, implementing Prosperous Family Cards (KKS) through the door to door method, assistance provided through e-warong as well as the use of assistance provided by Beneficiary Families (KPM) such as processing basic necessities to meet daily needs. Meanwhile, there are some problems that need to adressed by the authorities such as deception from e-warong in the transaction of the BSP which sell item to KPM outside the guidelines book. In addition, there is time delay on the fund transfer to the KPM and also "Zero Balance" problem that haunted KPM. This is caused by the assitant program who update data KPM behind time every month. Based on these results, the implementation of the BSP program in Cilincing District is good, five steps of program have been carried out according to the guidelines but one step namely the provision of assistance has not been carried out according to the general guidelines of the existing BSP program properly. The researcher suggests that the Ministry of Social Affairs and BNI should coordinate intensively and structured. Keywords: Formative Evaluation, Non Cash Food Assistance Program (BSP), Beneficiary Families (KPM) Abstrak. Penelitian ini membahas tentang evaluasi Program Bantuan Sembako Pangan (BSP) di Kecamatan Cilincing Kota Administrasi Jakarta Utara, yang secara umum bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program BSP di Kecamatan Cilincing Kota Jakarta Utara. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi formatif dengan pendekatan kualitatif yang difokuskan untuk menggambarkan proses implementasi Program BSP di Kecamatan Cilincing Kota Jakarta Pusat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada umumnya, pelaksanaan Program BSP di Kecamatan Cilincing Kota Jakarta Utara sudah baik, hal tersebut ditunjukkan dengan pendataan calon penerima manfaat melalui survei, pelaksanaan edukasi dan sosialisasi kepada seluruh pemangku kepentingan, pelaksanaan penyaluran Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) melalui metode door to door,  penyaluran bantuan yang dilakukan melalui e-warong serta pemanfaatan bantuan yang dilakukan oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) seperti mengolah sembako untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Sedangkan dalam pelaksanaannya, masih ditemukan e-warong yang melakukan kecurangan pada saat transaksi pemanfaatan dana bantuan program dengan memberikan komoditas kepada KPM yang tidak sesuai dengan pedoman umum program BSP. Selain itu, adanya keterlambatan waktu penyaluran dana bantuan (tidak tepat waktu) dan masih ditemukan KPM yang saldonya Rp0,- pada saat pencairan dana tiba. Hal tersebut disebabkan oleh pendamping yang tidak melakukan pembaruan data KPM setiap bulannya. Atas hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan program BSP di Kecamatan Cilincing sudah baik, yang mana 5 tahapan sudah dilaksanakan sesuai pedoman dan 1 tahapan yaitu penyaluran bantuan belum dilakukan sesuai pedoman umum program BSP yang ditunjukkan dengan adanya keterlambatan. Peneliti menyarankan agar Kementerian Sosial dan pihak BNI melakukan koordinasi secara intens dan terstruktur.    Kata kunci: Evaluasi Formatif, Program Bantuan Sembako Pangan (BSP), Keluarga Penerima Manfaat.
THE RESILIENCE OF URBAN REFUGEES THROUGH A LIVELIHOOD PROGRAM AT THE JESUIT REFUGEE SERVICE Bazlin Fadilah; Lisma Dyawati Fuaida
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 11, No 1 (2022): Empati Edisi Juni 2022
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v11i1.28397

Abstract

Abstract. Asian countries have often been the targets of the mobilization of refugees who migrate to seek protection, including Indonesia. Most refugees live independently in populated areas and alongside local urban residents in the country. These urban refugees who come to Indonesia experience serious difficulties, especially from the limited work opportunity that affects their resilience. Their existence encourages a non-profit community organization, Jesuit Refugee Service (JRS), located in Bogor, Indonesia, with its livelihood program to help refugees support their life survival. This study aims to explore and understand how a livelihood program supports the resiliency of urban refugees. The subjects in this study were four urban refugees who lived independently and participated in the livelihood program. The research is descriptive qualitative research. Data collection techniques in this study consist of interviews, observation, and documentation studies. The research results conclude that the four urban refugees have better resilience obtained from the support and benefits of the livelihood program. The four urban refugees have resilient individual traits ranging from social competence, autonomy, problem-solving skills, and awareness of goals and the future that are obtained through the stages of resilience (succumbing, surviving, recovering, thriving) and the supporting factors of resilience (I Am, I Have, and I Can). Keywords: Resilience; Urban Refugees; Livelihood Program. Abstrak. Negara-negara Asia sering menjadi sasaran mobilisasi para pengungsi yang bermigrasi untuk mencari perlindungan, termasuk Indonesia. Sebagian besar pengungsi tinggal secara mandiri di daerah berpenduduk dan bersama penduduk perkotaan lokal di negara ini. Pengungsi perkotaan yang datang ke Indonesia ini mengalami kesulitan yang serius, terutama dari terbatasnya kesempatan kerja yang mempengaruhi ketahanan mereka. Keberadaan mereka mendorong sebuah organisasi masyarakat nirlaba, Jesuit Refugee Service (JRS), yang berlokasi di Bogor, Indonesia, dengan program mata pencaharian untuk membantu para pengungsi mendukung kelangsungan hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan memahami bagaimana program mata pencaharian mendukung ketahanan pengungsi perkotaan. Subjek dalam penelitian ini adalah empat pengungsi perkotaan yang hidup mandiri dan mengikuti program mata pencaharian. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa keempat pengungsi perkotaan memiliki ketahanan yang lebih baik yang diperoleh dari dukungan dan manfaat dari program mata pencaharian. Keempat pengungsi perkotaan memiliki ciri-ciri individu resilien mulai dari kompetensi sosial, otonomi, keterampilan memecahkan masalah, dan kesadaran akan tujuan dan masa depan yang diperoleh melalui tahapan resiliensi (succumbing, survival, recovery, thriving) dan faktor pendukung resiliensi. (Saya Ada, Saya Punya, dan Saya Bisa). Kata kunci: Resiliensi; Urban Refugees; Program Livelihood.
MUKOP SAGAI: MENAKAR KADAULATAN PANGAN ORANG SAREREIKET DI SIBERUT SELATAN, KEPULAUAN MENTAWAI Erwin Erwin; Ade Irwandi; Robi Mitra
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 11, No 2 (2022): Empati Edisi Desember 2022
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v11i2.29282

Abstract

Abstract. The problem of food is indeed a very complicated problem to discuss and is a fundamental matter for humans. Because it involves survival and survival and is related to other problems. As a result of the Covid-19 pandemic, the government is again planning to re-utilize sago as a staple food that needs to be developed through the Nusantara Sago Week 2020. Sago contributes to the fulfillment of food in Indonesia, not only rice and can provide economic opportunities. In the Mentawai Islands, is an area that has a lot of land and sago plants. However, this has not been ignored for a long time because many programs from the government are contradictory and have resulted in sago land and the Sarereiket community being pressured. So that their access to food, which is mainly sago, has begun to be disrupted. This study uses an ethnographic approach with interpretation analysis. So that they can question and answer doubts about the phenomenon of food problems in South Siberut, especially for the Sarereiket people. Government intervention through policies and programs that lead to food causes harm and duality to the Sarereiket people. So they are in a dilemma and trapped in the simalakama trap of "eating or not eating sago" which is still being felt. Therefore, food sovereignty in South Siberut needs to be reviewed and measured according to the current situation in South Siberut.Keywords: Food Sovereignty, Food security, Mentawai, Sarereiket. Abstrak. Masalah pangan memang menjadi masalah yang sangat pelik untuk dibahas dan merupakan perkara yang fundamental bagi manusia. Karena menyangkut hanyat hidup dan keberlangsungan hidup serta terkait dengan masalah lainnya. Akibat pandemi Covid-19, pemerintah kembali menggadangkan untuk kembali mendayagunakan sagu sebagai pangan pokok yang perlu dikembangkan melalui Pekan Sagu Nusantara tahun 2020. Sagu turut andil dalam pemenuhan pangan di Indonesia bukan hanya beras dan dapat memberikan peluang ekonomi. Di Kepualauan Mentawai, merupakan wilayah yang banyak memiliki lahan dan tanaman sagu. Namun hal ini sudah lama tidak diabaikan karena banyak program-program dari pemeirntah yang bertentangan dan mengakibatkan lahan sagu dan masyarakat Sarereiket terdesak. Sehingga akses pangan mereka yang utama sagu mulai terganggu. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi dengan analisis interpretasi. Sehingga dapat mempertanyakan dan menjawab keraguan terhadap fenomena masalah pangan di Siberut Selatan khususnya bagi orang Sarereiket. Intervensi pemerintah melalaui kebijakan dan program yang bermuara pada pangan menyebabkan kerugian dan dualitas bagi orang Sarereiket. Sehingga mereka berada dalam sebuah dilema dan terjebak dalam perangkap simalakama “memakan atau tidak memakan sagu” yang hingga saat ini masih dirasakan. Oleh sebab itu, kedaulatan pangan di Siberut Selatan perlu ditinjau ulang dan ditakar sesuai keadaan yang terjadi di Siberut Selatan saat ini.Kata kunci: Kedaulatan Pangan, Ketahanan Pangan, Mentawai, Sarereiket.
THE MODEL OF SOCIAL SUPPORT OF PEOPLE IN THE EMPOWERMENT OF YOUTH AS AN EFFORT TO INCREASE SOCIAL FUNCTION Juli Astutik; Aan Sugiharto; Zaenal Abidin
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 11, No 2 (2022): Empati Edisi Desember 2022
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v11i2.29755

Abstract

Abstract. This research was conducted to produce findings of peer social support models in adolescent empowerment to improve the social functioning of adolescent victims of drug abuse in Jabung District, Malang Regency. This research was conducted with a qualitative approach, descriptive type. The research subjects were determined purposively. Primary data is obtained through interviews, while secondary data is obtained from journals, print media, documents, articles, and literature. Data analysis is done by text analysis, analyzing what is implied in the data from both primary and secondary data collection results. Peer social support in empowering adolescents as an effort to improve the social functioning of adolescent victims of narcotics abuse in Jabung District, Malang Regency, includes (1) Emotional Support through activities of giving attention, caring, support, and empathy, (2) Award Support: giving appreciation in the form praise, giving rewards, (3) Instrumental Support: providing direct facilities and performance needs, (4) Information Support: Providing knowledge about the health and dangers of narcotics abuse, religious spirituality, (5) Social Network Support: building togetherness, cohesiveness, and mutual sharing. Peer social Support results in social functioning for adolescent victims of narcotics abuse so that: they 1) can fulfill their own daily needs, 2) can overcome their problems, 3) can carry out social roles both in the family and in the surrounding community, and 4) can develop self.Keywords: social Support, Narcotics Abuse, Social functioning Abstrak. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan temuan model dukungan sosial teman sebaya dalam pemberdayaan remaja sebagai upaya meningkatkan keberfungsian sosial remaja korban penyalahgunaan narkotika di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, jenis deskriptif. Subyek penelitian ditentukan secara purporsive. Data primer diperoleh melalui wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari jurnal, media cetak, dokumen, artikel, maupun literatur. Sedangkan analisis data dilakukan dengan analisis teks, dengan cara menganalisis hal yang tersirat dan tersurat dalam data hasil pengumpulan data baik secara primer maupun sekunder. Dukungan sosial teman sebaya dalam pemberdayaan remaja sebagai upaya meningkatkan keberfungsian sosial remaja korban penyalahgunaan narkotika di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, meliputi: (1) Dukungan Emosional, melalui aktivitas pemberian perhatian, kepedulian, dukungan, empati (2) Dukungan Penghargaan: memberi apresiasi berupa pujian, pemberian reward, (3) Dukungan Instrumental: penyediaan kebutuhan fasilitas dan kinerja langsung, (4) Dukungan Informasi: Memberi pengetahuan tentang kesehatan dan bahaya penyalahgunaan narkotika, spiritual keagamaan, (5) Dukungan Jaringan Sosial: membangun kebersamaan, kekompakan dan saling sharing. Dari dukungan sosial teman sebaya ini menghasilkan keberfungsian sosial bagi remaja korban penyalahgunaan narkotika sehingga: 1) mampu memenuhi sendiri kebutuhannya sehari-hari, 2) mampu mengatasi masalahnya, 3) mampu melaksanakan peran sosial baik dalam keluarga maupun masyarakat sekitarnya dan 4) memiliki kemampuan mengembangkan diri sendiri.Kata kunci: Dukungan sosial, korban penyalahgunaan Narkotika, Keberfungsian sosial.
INTEGRASI KOMPETENSI KEBAHAGIAAN DALAM PENGEMBANGAN SIKAP SPIRITUAL DAN SOSIAL SISWA Muthia Fadhila Khairunnisa; Tiara Salsabilla; Nurliana Cipta Apsari
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 12, No 1 (2023): Empati Edisi Juni 2023
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v12i1.29192

Abstract

Abstract. Education curriculum is one of the most important aspects in the learning process. In Indonesia’s 2013 Curriculum (K13), spiritual and social traits become one of the three graduation competencies for students. However, character development and planting a sense of joy in learning for students have not become the main focus in Indonesian education. The government of Delhi, India, developed an innovation called Happiness Curriculum, where it includes three Happiness Competencies, which are: mindfulness, critical thinking and reflection, and social-emotional skills. This study is important because developing the character of critical, mindfulness and able to self-reflection will assist the Indonesian young generation to be more prepared to address challenges and issues of the future. This research aims to identify the urgency and how can the Happiness Competencies be integrated into the curriculum in Indonesia to increase the spiritual and social traits competency for students at school. The method used is literature review. The result shows that the Happiness Competencies based on the Happiness Curriculum from Delhi, India, can be integrated starting from the teacher and the surrounding environment that supports the said transformation, considering that mental health at school is one of the issues that should become the concern of actors in the education sector. Keyword: Education, curriculum, happiness competency, spiritual traits, social traits. Abstrak. Kurikulum pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembelajaran. Dalam Kurikulum 2013 (K13) di Indonesia, sikap spiritual dan sosial menjadi salah satu dari tiga standar kompetensi kelulusan siswa. Namun, pengembangan karakter dan penanaman rasa senang belajar kepada siswa belum menjadi fokus utama dalam pendidikan Indonesia. Pemerintah Delhi, India, mengembangkan inovasi bertajuk Happiness Curriculum yang mencakup tiga Kompetensi Kebahagiaan, yakni: mindfulness, critical thinking, and reflection, serta social-emotional skills. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi urgensi serta bagaimana Kompetensi Kebahagiaan tersebut dapat diintegrasikan kedalam kurikulum di Indonesia guna meningkatkan kompetensi sikap spiritual dan sosial siswa di sekolah. Penelitian ini penting karena pengembangan karakter siswa yang kritis, mampu merefleksikan diri dan memiliki kemampuan mindfulness dapat membantu generasi muda Indonesia menjadi generasi yang lebih siap menatap tantangan di masa depan. Metode yang digunakan ialah studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan kompetensi kebahagiaan berdasarkan Happiness Curriculum dari Delhi, India, dapat diintegrasikan dimulai dengan guru dan lingkungan sekitar yang mendukung perubahan tersebut, menimbang bagaimana kesehatan mental di lingkungan sekolah juga menjadi salah satu isu yang menjadi perhatian pelaku pendidikan termasuk pekerja sosial di sekolah. Kata kunci: Pendidikan, kurikulum, kompetensi kebahagiaan, sikap spiritual, sikap sosial.
KONTROL SOSIAL DAN PERILAKU CYBERBULLYING DI KALANGAN REMAJA Mukhlish Muhammad Maududi; Zulfahmi Yasir Yunan
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 12, No 1 (2023): Empati Edisi Juni 2023
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v12i1.31130

Abstract

Abstract. Cyberbullying in Indonesia has been a growing problem in recent years. Many cases of cyberbullying on social media have impacted the victims, both emotionally and psychologically. Some of the causes include technological advances that facilitate internet access and social media use, lack of public awareness and understanding of the impact of cyberbullying, lack of supervision from families, schools and communities, and lack of attention from authorities in handling cyberbullying cases. This study aims to analyze how to overcome cyberbullying behavior among adolescents through social control. This research uses a qualitative research model, with data entirely derived from literature studies, secondary data sources in the form of documents, literature both books and articles related to cyberbullying. The researcher used the Miles model of data analysis. The results of this study show that social control is based on norms and religion. Religion can make a positive contribution in overcoming cyberbullying cases by emphasizing the importance of religious values such as tolerance, compassion, and brotherhood. Structurally, the government has made various efforts to overcome cyberbullying, such as providing facilities and infrastructure such as laws and regulations. The government has an important role in overcoming cyberbullying by making regulations and policies to protect victims of cyberbullying. Keywords: Cyberbullying, social control, handling. Abstrak. Cyberbullying di Indonesia merupakan masalah yang semakin berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Banyak kasus cyberbullying di media sosial dan berdampak pada korban, baik secara emosional maupun psikologis. Beberapa penyebabnya antara lain kemajuan teknologi yang memudahkan akses internet dan penggunaan media sosial, kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang dampak cyberbullying, kurangnya pengawasan dari pihak keluarga, sekolah dan masyarakat, serta kurangnya perhatian dari pihak berwenang dalam menangani kasus-kasus cyberbullying. Penelitian ini bertujuan menganalisis cara mengatasi perilaku cyberbullying di kalangan remaja melalui kontrol sosial. Penelitian ini menggunakan model penelitian kualitatif, dengan data sepenuhnya berasal dari studi kepustakaan, sumber data sekunder berupa dokumen-dokumen, literatur baik buku-buku maupun artikel terkait cyberbullying. Peneliti menggunakan menggunakan analisis data model Miles. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontrol sosial berbasis pada norma dan agama. Agama dapat memberikan kontribusi positif dalam mengatasi kasus cyberbullying dengan menekankan pentingnya nilai-nilai keagamaan seperti toleransi, kasih sayang, dan persaudaraan. Secara struktural pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi cyberbullying, seperti penyediaan sarana dan prasarana seperti perangkat peraturan perundang-undangan. Pemerintah memiliki peran penting dalam mengatasi cyberbullying dengan membuat regulasi dan kebijakan untuk melindungi korban cyberbullying. Kata Kunci: Cyberbullying, kontrol social, penanganan.
THE PHENOMENON OF LABOR EXPLOITATION: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Andi Khafifah Nurul Isnaini A. Tagunu; Salahudin Salahudin
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 12, No 1 (2023): Empati Edisi Juni 2023
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v12i1.29514

Abstract

Abstract. This research aims to find out the issues of labor exploitation through the perspective of Marxism theory as Karl Marx's criticism of the development of capitalism and the impact of injustice in the distribution of wealth and social inequality. Labor exploitation raises the concept of division of labor on an international scale which in practice results in underdevelopment and dependence of poor countries on rich countries. This research uses the Systematic Literature Review method with 144 scientific articles sourced from the Scopus database. This article review uses the VOS viewer application. The results of this study reveal that the development of research related to the phenomenon of labor exploitation is very diverse as evidenced by workers who experience various exploitation in the workplace which can be classified in several schemes, namely criminal violations, human rights, denial of labor rights, labor trafficking, security violations and discrimination against economic violations. The research also shows that it is not only those with power who are responsible for exploitation, but also state authorities themselves. All research results contribute to the development of a research roadmap on labor exploitation as well as the development of science, especially socio-political science related to issues of labor exploitation, and the development of policies to deal with the phenomenon of labor exploitation in the world. The limitation of this research is that the articles used are only sourced from the Scopus database so that the research findings cannot describe the overall issue of labor exploitation in the world. Future research needs to use scientific articles sourced from other reputable international databases, such as Web of Science from Dimensions Scholars.  Keywords: Labor exploitation, labor, global capitalism, social inequality. Abstrak. Studi ini bertujuan mengetahui isu-isu eksploitasi tenaga kerja melalui perspektif teori Marxisme sebagai kritik Karl Marx atas perkembangan kapitalisme dan dampak ketidakadilan pada distribusi kekayaan serta kesenjangan sosial. Eksploitasi tenaga kerja memunculkan konsep pembagian kerja pada skala internasional yang pada praktiknya mengakibatkan keterbelakangan serta ketergantungan negara miskin terhadap negara kaya. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review dengan 144 artikel ilmiah bersumber dari database scopus. Review artikel ini menggunakan aplikasi VOS viewer. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa perkembangan penelitian terkait fenomena eksploitasi tenaga kerja sangat beragam terbukti dengan para tenaga kerja yang mengalami berbagai eksploitasi di tempat kerja yang dapat diklasifikasikan dalam beberapa skema yakni pelanggaran pidana, hak asasi manusia, penolakan hak tenaga kerja, perdagangan tenaga kerja, pelanggaran keamanan dan diskriminasi terhadap pelanggaran ekonomi. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa bukan hanya yang memiliki kekuasaan yang bertanggung jawab atas eksploitasi, tetapi juga otoritas negara itu sendiri. Semua hasil penelitian berkontribusi pada pengembangan roadmap penelitian tentang eksploitasi tenaga kerja serta pengembangan ilmu khususnya ilmu sosial politik terkait isu-isu eksploitasi tenaga kerja, dan pengembangan kebijakan penanganan terhadap fenomena eksploitasi tenaga kerja di dunia. Keterbatasan penelitian ini adalah artikel yang digunakan hanya bersumber dari database scopus sehingga temuan penelitian tidak dapat menggambarkan secara keseluruhan tentang isu eksploitasi tenaga kerja di dunia. Penelitian berikutnya perlu menggunakan artikel ilmiah bersumber dari database internasional bereputasi lainnya, seperti Web of Science dari Dimensions Scholars. Kata Kunci: Eksploitasi tenaga kerja, buruh, kapitalisme global, kesenjangan sosial.
KETAHANAN KELUARGA DAN PENCEGAHAN KEKAMBUHAN ADIKSI NARKOTIKA PADA REMAJA Christiana Christiana; Arthur Josias Simon Runturambi; Benny Jozua Mamoto
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 12, No 1 (2023): Empati Edisi Juni 2023
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v12i1.31303

Abstract

Abstract. Drug abuse among adolescents is a worrying public health problem in the world and in Indonesia. More than 2 million students have abused drugs and their first age was in their teens (Puslitdatin, 2019; Puslitdatin BNN, 2020). Drug abuse in adolescents affects individuals, families and communities and causes health, legal, social and economic losses (Chakravarthy et al., 2021; Sweatt, S.K, Gower, B.A, Chieh, A.Y, Liu, Y, Li, 2016). Adolescent drug abuse requires professional treatment in the form of rehabilitation, but the recurrence rate is high, even reaching 80% (Becker et al., 2021; Moos & Bernice, 2006; National Institute on Drug Abuse, 2020). Various studies mention the role of family and family resilience as important and influential in adolescent drug relapse rates (Becker et al., 2021; Ronel & Haimoff-Ayali, 2018; Zerbetto et al., 2017). Based on these data, this study intends to examine the role of the family in helping adolescents prevent relapse. The research in this paper uses research methods with the theoretical focus being Bandura's social learning theory and Shutherland's differential association theory. The theory holds up with family resilience in relapse. The novelty in this study specifically discusses the role of the family in adolescents by referring to Bandura and Shutterland's learning theory related to drug relapse and offers suggestions for solving it. Keyword: Addiction; drug abuse; family resilience. Abstrak. Penyalahguna narkoba di kalangan remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang mengkhawatirkan di dunia dan Indonesia. Lebih dari 2 juta pelajar pernah menyalahgunakan narkoba dan usia pertama penyalahgunaan pada usia remaja (Puslitdatin, 2019; Puslitdatin BNN, 2020). Penyalahgunaan narkoba pada remaja berdampak bagi individu, keluarga dan masyarakat serta menimbulkan kerugian kesehatan, hukum, sosial dan ekonomi (Chakravarthy et al., 2021; Sweatt,S.K, Gower, B.A, Chieh, A.Y, Liu, Y, Li, 2016). Penyalahgunaan narkoba remaja memerlukan penanganan secara profesional berupa rehabilitasi, tetapi angka kekambuhan tinggi bahkan mencapai 80% (Becker et al., 2021; Moos & Bernice, 2006; National Institute on Drug Abuse, 2020).  Berbagai studi menyebutkan peran keluarga dan ketahanan keluarga penting dan berpengaruh pada angka kekambuhan penyalahgunaan narkoba remaja (Becker et al., 2021; Ronel & Haimoff-Ayali, 2018; Zerbetto et al., 2017). Berdasarkan data tersebut maka penelitian ini bermaksud untuk mengkaji peran keluarga dalam membantu remaja mencegah kekambuhan. Penelitian dalam tulisan ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan fokus teori yang digunakan adalah social learning theory Bandura dan differential association theory Shutherland. Teori tersebut dikaitkan dengan ketahanan keluarga dalam kekambuhan. Kebaharuan penelitian ini secara spesifik membahas peran keluarga pada remaja dengan mengacu pada teori pembelajaran Bandura dan Shutterland yang berkaitan dengan kekambuhan penyalahgunaan narkobanya serta menawarkan saran penyelesaiiannya. Kata kunci: Adiksi; ketahanan keluarga; penyalahgunaan narkoba.
LOCAL CULTURE-BASED COMMUNITY DEVELOPMENT IN SUBANG REGENCY, WEST JAVA Abu Huraerah; Riany Laila Nurwulan; Peter Voo
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 12, No 1 (2023): Empati Edisi Juni 2023
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v12i1.31786

Abstract

Abstract. The purpose of this study are to describe the elements that influence local culture and local culture that supports community development at Banceuy, Sanca Village, Ciater District, Subang Regency, West Java Province. This study uses a qualitative descriptive research method with a case study approach. Primary data collection techniques include interviews, observation, document study and focus group discussions. Meanwhile, secondary data sources were obtained through searching various references such as books and journals. The informant selection technique was carried out through purposive sampling. The validity of the data using triangulation of sources and data analysis techniques through data reduction, data display and conclusion/verification. In detail, data analysis uses the coding manual consists of open coding, axial coding, and selective coding. The main factors influencing local culture at Banceuy, Sanca Village, Ciater District, Subang Regency, West Java Province are geography, natural charm, history, and economy. Meanwhile, the local culture for community development are ritual, art, environmental tourism, mutual cooperation, and cultural tourism. Local culture can be a driving force in community development and should be considered in making development policies in the region. Local culture is a community cultural heritage that can support the community's economy. Local culture can be used as a participatory approach in community development. Keywords: Model, local cultur, community development. Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan unsur-unsur yang mempengaruhi budaya lokal dan mendeskripsikan budaya lokal yang mendukung pengembangan masyarakat di Banceuy, Desa Sanca, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data primer meliputi wawancara, observasi, studi dokumen dan diskusi kelompok terarah. Sementara, sumber data sekunder diperoleh dengan mencari berbagai referensi seperti buku dan jurnal. Teknik pemilihan informan dilakukan melalui purposive sampling. Validitas datas menggunakan triangulasi sumber dan teknik analisis data melalui reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Secara rinci, analisis data menggunakan koding secara manual, yaitu open coding, axial coding dan selective coding. Faktor utama yang mempengaruhi budaya lokal di Banceuy, Desa Sanca, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat adalah geografi, pesona alam, sejarah dan ekonomi. Sementara, budaya lokal untuk pengembangan masyarakat adalah ritual, kesenian, wisata lingkungan, gotong-royong dan wisata budaya. Budaya lokal dapat menjadi pendorong dalam pengembangan masyarakat dan hendaknya menjadi pertimbangan dalam pembuatan kebijakan pembangunan di daerah. Budaya lokal merupakan warisan budaya masyarakat yang dapat menunjang ekonomi masyarakat. Budaya lokal dapat digunakan sebagai pendekatan partisipatif dalam pengembangan masyarakat. Kata kunci: model, budaya lokal, pengembangan masyarakat.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2025): Empati Edisi Juni 2025 Vol 13, No 2 (2024): Empati Edisi Desember 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Empati Edisi Desember 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Empati Edisi Juni 2024 Vol 13, No 1 (2024): Empati Edisi Juni 2024 Vol. 12 No. 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023 Vol 12, No 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023 Vol 12, No 1 (2023): Empati Edisi Juni 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Empati Edisi Juni 2023 Vol 11, No 2 (2022): Empati Edisi Desember 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Empati Edisi Desember 2022 Vol 11, No 1 (2022): Empati Edisi Juni 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Empati Edisi Juni 2022 Vol 10, No 2 (2021): Empati Edisi Desember 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Empati Edisi Desember 2021 Vol 10, No 1 (2021): Empati Edisi Juni 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Empati Edisi Juni 2021 Vol 9, No 2 (2020): Empati Edisi Desember 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Empati Edisi Desember 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Empati Edisi Juni 2020 Vol 9, No 1 (2020): Empati Edisi Juni 2020 Vol 8, No 2 (2019): Empati Edisi Desember 2019 Vol. 8 No. 2 (2019): Empati Edisi Desember 2019 Vol 8, No 1 (2019): Empati Edisi Juni 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): Empati Edisi Juni 2019 Vol 7, No 2 (2018): Empati Edisi Desember 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): Empati Edisi Desember 2018 Vol 7, No 1 (2018): Empati Edisi Juni 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): Empati Edisi Juni 2018 Vol 6, No 1 (2017): Empati Edisi Juni 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Empati Edisi Juni 2017 Vol. 5 No. 1 (2016): Empati Edisi Juni 2016 Vol 5, No 1 (2016): Empati Edisi Juni 2016 Vol. 4 No. 1 (2015): Empati Edisi Juni 2015 Vol 4, No 1 (2015): Empati Edisi Juni 2015 Vol 3, No 1 (2014): Empati Edisi Juni 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Empati Edisi Juni 2014 Vol. 2 No. 1 (2013): Empati Edisi Juni 2013 Vol 2, No 1 (2013): Empati Edisi Juni 2013 Vol 1, No 1 (2012): Empati Edisi Juni 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): Empati Edisi Juni 2012 More Issue