cover
Contact Name
AHMAD SYAUQI
Contact Email
syauqiberbakti@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.empati@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 95, (Gedung Fak. Dakwah dan Ilmu Komunikasi Lt. III), Cempaka Putih, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten 1541
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
EMPATI : JURNAL ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL
ISSN : 23014261     EISSN : 26216418     DOI : 10.15408/empati
Core Subject : Social,
Empati: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial is a peer-reviewed journal on social welfare and social work, offering access to a better understanding of social welfare in Indonesia and developments through the publication of articles and research reports. EMPATI emphasizes on social welfare and social work practice in Indonesia, and intended to communicate original researches and current issues on various subjects such as on human service organizations, children, elderly, disability, economy, policy, health, gender, age, class, mental health, etc. The Journal provides an interdisciplinary forum to which academics and professionals working in the fields of social welfare.
Arjuna Subject : -
Articles 304 Documents
THE IMPORTANCE OF CHILDREN CORRECTIONAL INSTITUTION PROGRAM EVALUATION: AN EFFORT TO FULFILL CHILDREN'S RIGHTS Adlia Rahma Maulida; Hadiyanto Abdul Rachim; Eva Nuriyah Hidayat
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 12, No 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v12i2.35808

Abstract

Abstract. The process of evaluating the quality of a program is essential in a service organization. This research aims to evaluate the service program process for correctional students at LPKA Class II Jakarta. This research is based on the evaluation concept according to Pietrzak et al which consists of four dimensions of service process evaluation: best practice standards, agency policies, process goals, and client satisfaction. This research method uses a qualitative approach using non-participatory observation techniques, in-depth interviews and a literature study. The research results show that the quality of the Development Program services at LPKA Class II Jakarta in the best practice standard dimension is under the SOP, institutional policies are running according to provisions, and long-term and short-term process goals have been implemented. In client satisfaction, service quality has been met, and LPKA Class II Jakarta has implemented a sound education service management system by implementing fair and non-discriminatory coaching. It can be concluded that the ongoing coaching program has been run by applicable provisions and standards with the implementation of process objectives and the fulfilment of inclusive education services. In the absence of social workers in the correctional sector at LPKA Class II Jakarta, some roles are not being carried out. This research further recommends the application of social welfare science and the part of correctional social workers in the practice of developing students in correctional institutions.Keywords: Program evaluation; correctional;  children against the law Abstrak. Proses evaluasi kualitas suatu program sangat penting dalam suatu organisai pelayanan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi proses program layanan kepada correctional students pemasyarakatan di LPKA Kelas II Jakarta. Kajian ini didasarkan atas konsep evaluasi menurut Pietrzak, dkk yang terdiri dari empat dimensi evaluasi proses pelayanan; standar praktik terbaik, kebijakan lembaga, tujuan proses, dan kepuasan klien. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik observasi non partisipatif, wawancara mendalam dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan Program Pembinaan di LPKA Kelas II Jakarta dalam dimensi standar praktik terbaik berjalan sesuai SOP, kebijakan lembaga berjalan sesuai ketentuan, pada tujuan proses jangka panjang dan jangka pendek sudah terlaksana. Dalam dimensi kepuasan klien kualitas layanan sudah terpenuhi dan pihak LPKA Kelas II Jakarta sudah menerapkan sistem manajemen pelayanan pendidikan yang baik dengan memberlakukan pembinaan yang adil dan tidak membeda-bedakan. Dapat disimpulkan bahwa program pembinaan yang berlangsung sudah berjalan sesuai ketentuan dan standar yang berlaku dengan terlaksananya tujuan proses serta terpenuhinya pelayanan pendidikan yang inklusif. Dengan tidak adanya pekerja sosial di bidang koreksional pada LPKA Kelas II Jakarta, ada peran-peran yang tidak terlaksana. Penelitian ini selanjutnya merekomendasikan penerapan ilmu kesejahteraan sosial dan peran pekerja sosial koreksional dalam praktik pembinaan terhadap correctional students di lembaga pemasyarakatan. Kata Kunci: Evaluasi program, Pembinaan, Anak berhadapan dengan hukum
STUDENTS PERSPECTIVES ON STUDYING AT UNIVERSITY: A QUALITATIVE STUDY USING SELF-DETERMINATION AND PLANNED BEHAVIOR THEORIES Ahmad Azmi Abdel Hamid Esmaeil; Ismail Maakip; Peter Voo; Abu Huraerah
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 13, No 1 (2024): Empati Edisi Juni 2024
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v13i1.39917

Abstract

Abstract. This research attempts to explore students' perceptions about continuing their studies at university. As well as understanding why they continue their studies and why they choose a particular study program. This study has used a qualitative method for the purpose of deepening the perceptions conveyed by the respondents of this study. This study has interviewed a total of 15 students from one of the IPTA in Malaysia, thematic analysis has been used in the data analysis. The results of the study found that many students consider studying at university as a place to develop their minds and personalities. In addition, the findings of the study also found that students gain specialized knowledge especially in the field or program they choose. Universities must also provide a conducive environment and ensure development especially for academic staff to facilitate student learning. The findings of the study also found that students enter university for various reasons, such as pursuing interests or worrying about their future jobs. While other respondents stated that they entered the university to meet the demands of their families or to follow their friends. Finally, respondents chose a university based on a particular program because they found it easy or because it was the only option available to them. Although most of the respondents are more focused on self-improvement, most of those who come to university are based on their own future and limited options.Keywords: Self determination, Planned behavior, Qualitative Method, University Student, Higher Education in Malaysia. Abstrak. Penelitian ini coba untuk mengeksplorasi persepsi mahasiswa tentang melanjutkan studi di universitas. Serta memahami alasan mereka melanjutkan studi dan alasan memilih program studi tertentu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tujuan untuk memperdalam persepsi yang disampaikan oleh responden penelitian ini. Penelitian ini telah mewawancarai total 15 mahasiswa salah satu IPTA di Malaysia, analisis tematik digunakan dalam analisis data. Hasil penelitian menemukan bahwa banyak mahasiswa yang menganggap kuliah di universitas sebagai tempat untuk mengembangkan pikiran dan kepribadiannya. Selain itu, temuan penelitian juga menemukan bahwa mahasiswa memperoleh pengetahuan khusus terutama pada bidang atau program yang mereka pilih. Perguruan tinggi juga harus menyediakan lingkungan yang kondusif dan menjamin pengembangan khususnya bagi tenaga akademik untuk memfasilitasi pembelajaran mahasiswa. Temuan penelitian ini juga menemukan bahwa mahasiswa masuk universitas karena berbagai alasan, seperti mengejar minat atau khawatir akan pekerjaan masa depan mereka. Sedangkan responden lainnya menyatakan masuk perguruan tinggi karena memenuhi tuntutan keluarga atau mengikuti teman-temannya. Terakhir, responden memilih universitas berdasarkan program tertentu karena mereka merasa mudah atau karena itu adalah satu-satunya pilihan yang tersedia bagi mereka. Meskipun sebagian besar responden lebih fokus pada pengembangan diri, sebagian besar dari mereka yang masuk universitas didasarkan pada masa depan mereka sendiri dan pilihan yang terbatas.Kata Kunci: Determinasi diri, perilaku terencana, studi kualitatif, mahasiswa, perguruan tinggi Malaysia.
PENCEGAHAN KEKERASAN BERBASIS GENDER OLEH KONSELOR SPIRITUAL DI LK3 UIN JAKARTA Nadya Kharima; Ahmad Zaky
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 12, No 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v12i2.35532

Abstract

Abstract. This study investigates gender-based violence prevention by spiritual counselors at LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, a state Islamic university. In response to the alarming rates of gender-based violence in universities, the study delves into LK3's efforts to address this issue. Utilizing qualitative methods, including interviews, observations, and literature analysis, the research sheds light on the spiritual counselors' role. Findings highlight a lack of student awareness regarding gender-based violence, including prevalent instances of bullying and derogatory remarks. Spiritual counselors bridge this gap by imparting religious knowledge and supporting vulnerable students. Their proactive strategies involve religious education and emotional assistance, fostering a safer and more respectful university environment. Keywords: Gender-Based Violence, Spiritual Counselors, Prevention Strategies, Higher Education Institutions, Religious Education. Abstrak. Penelitian ini menggali upaya pencegahan Kekerasan Berbasis Gender (KBG) oleh konselor spiritual di Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menghadapi angka KBG yang tinggi di perguruan tinggi. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan wawancara, observasi, dan literatur, penelitian ini memberikan gambaran pencegahan KBG dari perspektif spiritual konselor LK3. Temuan menyoroti minimnya pemahaman mahasiswa mengenai KBG, termasuk kasus perundungan dan penghinaan seksis. Konselor spiritual memainkan peran kunci dalam mengisi kesenjangan ini melalui pengetahuan agama dan dukungan emosional. Strategi pencegahan melibatkan edukasi agama dan pendampingan mahasiswa yang rentan terhadap KBG. Penelitian ini menekankan pentingnya bimbingan spiritual dalam menciptakan lingkungan kampus yang lebih aman dan hormat bagi semua mahasiswa. Kata Kunci: Kekerasan, Gender, Spiritual.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGOLAHAN ECENG GONDOK DI BENDUNGAN JATILUHUR Yudhistira Anugerah Pratama; Risna Resnawaty; Santoso Tri Raharjo
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 13, No 1 (2024): Empati Edisi Juni 2024
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v13i1.36350

Abstract

Abstract. One of the strategic locations in West Java, the Jatiluhur Dam, has an impact on increasing the amount of pollution contained in it, including excessive water hyacinths. To deal with this problem, Presidential Regulation Number 60 of 2021 has also been issued. The purpose of this study is to explain community participation based on the four dimensions of participation described by Wilson & Wilde, namely influence, inclusivity, communication, and capacity. Qualitative descriptive methods are used. The results showed that the community participated in the processing of water hyacinths at the Jatiluhur Dam. Capacity is the most dominant dimension, but other factors, such as influence, inclusion, and communication, are still important to develop in capacity development. In addition, the researchers also suggest conducting further research by considering the latest obstacles and potentials to see the effect of statistical participation on community welfare.Keywords: Influence; inclusivity; communication; capacity; water hyacinth. Abstrak. Salah satu lokasi strategis di Jawa Barat, Bendungan Jatiluhur, berdampak pada peningkatan jumlah polusi yang tertampung di dalamnya, termasuk eceng gondok yang berlebihan. Untuk menangani masalah ini, Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2021 juga telah dikeluarkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan partisipasi masyarakat berdasarkan empat dimensi partisipasi yang dijelaskan oleh Wilson & Wilde, yaitu pengaruh, inklusivitas, komunikasi, dan kapasitas. Metode deskriptif kualitatif digunakan. Penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat berpartisipasi dalam pengolahan eceng gondok di Bendungan Jatiluhur. Kapasitas adalah dimensi yang paling dominan, tetapi faktor lain, seperti pengaruh, inklusi, dan komunikasi, masih penting untuk dikembangkan dalam pengembangan kapasitas. Selain itu, peneliti juga menyarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan mempertimbangkan hambatan dan potensi terbaru guna melihat pengaruh partisipasi secara statistik terhadap kesejahteraan masyarakat.Kata Kunci: Pengaruh; inklusivitas; komunikasi; kapasitas; eceng gondok.
POLICY EVALUATION IN WASTE BANK IN SUKARAME VILLAGE, PACET DISTRICT, BANDUNG REGENCY Yudhistira Anugerah Pratama; Santoso Tri Raharjo; Risna Resnawaty
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 12, No 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v12i2.35370

Abstract

Abstract. Waste bank is one of the efforts based on policies to preserve the environment. Similarly, Sukarame Village, Pacet District, Bandung Regency began to establish a waste bank with the same goal. This study aims to evaluate policies through four dimensions which include legislation, background and objectives, member participation, and source system support. Qualitative descriptive methods are used, supported by observation, interviews, and literature reviews. The results showed that although the available source system has played an active role, most of the dimensions of policy evaluation in the waste bank in Sukarame Village have not been implemented optimally. Based on these findings, researchers suggest several efforts to optimize policies in waste banks in Sukarame Village, such as increasing socialization and education, increasing social campaigns, providing facilities, regulations, and resources, providing incentives and rewards, and forming a strong network. Keywords: legislation; member participation; sourcing system support; waste bank. Abstrak: Bank sampah merupakan salah satu upaya yang dilandasi oleh kebijakan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Begitu pula dengan Desa Sukarame, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung yang mulai mendirikan bank sampah dengan tujuan yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan melalui empat dimensi yang meliputi peraturan perundang-undangan, latar belakang dan tujuan, partisipasi anggota, dan dukungan sistem sumber. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif yang didukung dengan observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sistem sumber yang tersedia telah berperan aktif, namun sebagian besar dimensi evaluasi kebijakan pada bank sampah di Kelurahan Sukarame belum terlaksana secara optimal. Berdasarkan temuan tersebut, peneliti menyarankan beberapa upaya untuk mengoptimalkan kebijakan di bank sampah di Kelurahan Sukarame, seperti meningkatkan sosialisasi dan edukasi, meningkatkan kampanye sosial, menyediakan fasilitas, peraturan, dan sumber daya, memberikan insentif dan penghargaan, serta membentuk jaringan yang kuat. Kata kunci: legislasi, partisipasi anggota, dukungan sistem sumber, bank sampah.
IMPLEMENTASI PROGRAM RANTANG KANYAAH DI DESA KALAPADUA KECAMATAN LEMAHSUGIH KABUPATEN MAJALENGKA M. Kholis Hamdy; Hikma Rizkia
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 12, No 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v12i2.37035

Abstract

Abstract. Lanjut usia (lansia) merupakan salah satu tantangan penting di masa depan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi, mendeskripsikan, dan melihat sejauh mana implementasi kebijakan program Rantang Kanyaah di Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan kesejahteraan lansia sebagai salah satu kebijakan sosial. Selain itu, tulisan ini juga berfungsi sebagai evaluasi kebijakan secara sederhana yang bisa dijadikan bahan tambahan dalam perbaikan kebijakan lansia pada khususnya dan kebijakan sosial pada umumnya. Berdasarkan Susenas 2021, Jawa Barat termasuk ke dalam delapan provinsi dengan struktur penduduk usia tua, yaitu mencapai 10,18% (sekitar 4,9 juta jiwa dari 48.220.094 jiwa) dengan 73% penduduk usia produktif. Sebanyak 140.019 penduduk tua tersebut ada di Kabupaten Majalengka. Program ini telah dilakukan Pemkab Majalengka dan merupakan penyelenggaraan kesejahteraan sosial sebagai perlindungan sosial bagi lanjut usia yang sudah tidak potensial dan tidak produktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi di lingkungan program, dan studi dokumentasi dari sumber data lembaga terkait dan dokumentasi pribadi. Aspek-aspek implementasi kebijakan Edward III dan teori kebutuhan Maslow digunakan sebagai alat analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program sudah berjalan cukup baik. Namun, terdapat beberapa hal yang dianggap belum berjalan maksimal, seperti komunikasi kurang efektif yang ditunjukkan oleh adanya beberapa ketidaksinkronan informasi antar implementor serta antara implementor dan penerima. Selain itu, tidak ada pengawasan dan evaluasi dari pemerintah desa dan daerah sehingga perbaikan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan dan lapangan tidak bisa dilaksanakan secara maksimal.  Kata Kunci: Implementasi kebijakan, aspek-aspek implementasi kebijakan, lanjut usia lansia Abstract. Elderly is one of the future's significant challenges in social policy in Indonesia. This study aims to investigate and describe the extent to which the Rantang Kanyaah program was implemented in Majalengka Regency, West Java Province to promote the welfare of senior citizens. Furthermore, this writing can serve as an additional basic policy evaluation portrait that can be utilized to improve social policies of the elderly in particular and social policies in general. West Java is included in 8 (eight) provinces with an old age population structure, which reaches 10.18% (roughly 4.9 million people out of 48,220,094 people) with 73% of the productive age population, according to the 2021 National Surveys. Majalengka Regency has a total of 140,019 elderly residents. In a form of food assistance, the District Government of Majalengka carried out this initiative, which is the implementation of social welfare as social protection for the aged considered vulnerable. This study employs a descriptive qualitative methodology, data collected by interviews, program observations, and studies on documentation from associated institutional data sources and personal documentation. The data obtained is analyzed using aspects of Edward III's policy execution and Maslow's. The study's findings suggest that the program could be regarded as a success. However, there are a number of significant issues, such as inefficient communication as evidenced by knowledge asymmetry among implementers and the implementer with the recipients. Furthermore, there is no supervision and assessment mechanism in place from the village and regional governments, preventing efforts to develop science-based and field-based policies from being implemented adequately.  Keywords: policy implementation, policy aspects of implementation, elderly.
PEREMPUAN SEBAGAI PELAKU DALAM SUBSISTEN SOSIAL DAN EKONOMI Oktanta Tri Hatmoko
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 13, No 1 (2024): Empati Edisi Juni 2024
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v13i1.39911

Abstract

Abstract. Women play a crucial role in maintaining autonomous subsistence bases. This is because women worldwide are often marginalized and face challenges in benefiting from modernization. As a result, women must act as agents of change for themselves and their communities, especially in economic, social, and ecological systems dominated by patriarchal paradigms. This study delves into the role of women as key actors in the subsistence projects undertaken by KCD Wahid. It focuses on economic, social, and environmental sustainability programs, as well as women's perceptions, beliefs, and attitudes toward their participation in these initiatives. Using a qualitative approach, the research explores the experiences of women activists in KCD Wahid, sheds light on women's empowerment, and applies the subsistence theory introduced by Mies & Bennholdt-Thomsen (1999). Additionally, case studies deepen the analysis of specific instances, such as the role of women in various aspects of subsistence. The findings reveal that KCD Wahid aims not only to improve women's well-being through economic empowerment but also to promote values of tolerance and diversity, aligning with Gus Dur's principles. Moreover, women are actively involved in social and environmental spheres, contributing to decision-making, leading projects, and initiating activities that positively impact their families and communities. This active involvement portrays women as catalysts for societal progress, offering alternatives to patriarchal viewpoints that disregard environmental concerns. This study demonstrates how KCD Wahid plays a role in economically empowering women, achieving financial independence, and reducing dependency, which is important for improving the welfare of women and their families.Keywords: Subsistence, Women Empowerment, Economic Sustainability, Social Sustainability. Abstrak. Peran perempuan sangat penting dalam mempertahankan basis subsisten yang otonom. Hal ini karena perempuan di seluruh dunia menjadi bagian dari kelompok terpinggirkan dan seringkali menghadapi kesulitan untuk mendapatkan manfaat dari proses modernisasi, sehingga perempuan harus menjadi agen perubahan bagi diri dan komunitasnya dalam berhadapan dengan sistem ekonomi, sosial, dan ekologis yang didominasi oleh paradigma patriakhis. Penelitian ini menganalisis peran perempuan sebagai aktor dalam projek subsisten yang dilakukan KCD Wahid. Oleh karena, penelitian ini fokus pada program keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan serta persepsi keyakinan, dan sikap perempuan terkait keterlibatannya dalam program tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang digunakan untuk eksplorasi pengalaman perempuan penggerak dalam KCD Wahid, menjelaskan fenomena pemberdayaan perempuan, dan mengembangkan teori subsisten yang dikenalkan oleh Mies & Bennholdt-Thomsen (1999). Selain itu, studi kasus digunakan untuk memperdalam analisis terhadap suatu kasus unik, yang dalam hal ini adalah peran perempuan dalam konteks subsistenai berbagai aspek kehidupan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KCD Wahid bukan hanya didirikan untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan melalui pemberdayaan ekonomi, tetapi juga untuk mempromosikan nilai-nilai toleransi dan keberagaman, sejalan dengan pemikiran Gus Dur. Selain itu, peran perempuan meluas ke aspek sosial dan lingkungan, termasuk dalam pengambilan keputusan, kepemimpinan proyek, dan kegiatan yang membawa perubahan positif bagi keluarga dan lingkungan mereka. Peran ini mencerminkan perempuan sebagai agen perubahan dalam memajukan masyarakat secara keseluruhan dan menyediakan alternatif bagi pandangan patriarki yang mengabaikan lingkungan. Penelitian ini menunjukkan bagaimana KCD Wahid berperan dalam memberdayakan perempuan secara ekonomi, mencapai kemandirian finansial, dan mengurangi ketergantungan, yang penting untuk peningkatan kesejahteraan perempuan dan keluarganya.Kata Kunci: Subsisten, Perempuan Pemberdayaan, Keberlanjutan Ekonomi, Keberlanjutan Sosial.
PENERAPAN TEKNOLOGI AUGMENTATIF ALTERNATIVE COMMUNICATION/AAC PADA DISABILITAS NETRA GANDA: TANTANGAN KETERLIBATAN SAUDARA KANDUNG Hastin Trustisari; Mahatir Muhammad
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 12, No 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v12i2.32157

Abstract

Abstract. This study aims to provide an overview of the implementation of augmentative alternative communication (AAC) technology to support communication skills for multiple disability with visual impairment in the family. A qualitative descriptive approach was used to describe the involvement of adult siblings in the daily activities of individuals with multiple disability with visual impairment using AAC technology at home. The researcher conducted a literature review, in-depth interviews, and observations with four adult siblings, consisting of two siblings living in families with visually impaired parents and two other siblings in non-disabled families. The results of this study showed that there were differences in the roles played by adult siblings in disabled and non-disabled families in the implementation of AAC technology at home. This study suggests that the involvement of adult siblings is influenced by role allocation, family-school connections, parental limitations, parental roles and autonomy, and the presence of caregivers at home. The lack of school programs designed to prepare families to assist students in applying AAC technology at home has led to inconsistencies in the use of communication aids. The implications of this study suggest the possibility of further research to encourage collaborative programs between schools and parents, including the role of social workers in schools to promote the involvement of family members in improving communication skills for individuals with multiple disability with visual impairment.Top of Form Keywords: Commnucation technology, AAC, alternative communication, multiple disabilities, sibling involvement. Abstrak. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran penerapan teknologi augmentative alternative communication/AAC untuk mendukung keterampilan komunikasi bagi penyandang disabilitas netra ganda di keluarga. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan untuk menggambarkan keterlibatan saudara kandung dewasa pada aktivitas keseharian disabilitas netra ganda menggunakan teknologi AAC di rumah. Peneliti melakukan studi literatur, wawancara mendalam dan observasi pada 4 sibling dewasa yang terdiri dari 2 sibling di keluarga dengan orang tua tunanetra dan 2 sibling lainnya di keluarga non-disabilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara peran yang ditunjukkan sibling dewasa pada keluarga disabilitas dan nondisabilitas pada penerapan teknologi AAC di keluarga. Penelitian ini menegaskan bahwa keterlibatan sibling dewasa dipengaruhi oleh pembagian peran, keterhubungan keluarga dengan sekolah, keterbatasan orang tua, peran dan otonomi orang tua, serta keberadaan pengasuh di rumah. Minimnya program sekolah yang direncanakan untuk mempersiapkan keluarga mendampingi siswa dalam menerapkan teknologi AAC di rumah, ternyata memicu adanya ketidakkonsistenan dalam penggunaan alat bantu komunikasi. Penelitian ini mengharuskan penelitian lanjutan untuk mendorong program kolaborasi antara sekolah dan orang tua termasuk peran pekerja sosial di sekolah untuk mendorong keterlibatan anggota keluarga dalam peningkatan keterampilan komunikasi disabilitas netra ganda.  Kata Kunci: Teknologi komunikasi, AAC, komunikasi alternative, disabilitas ganda, keterlibatan sibling.
EVALUASI PROGRAM PEKARANGAN PANGAN LESTARI (P2L) KELOMPOK WANITA TANI DI KOTA BOGOR Ellies Sukmawati; Siti Syamsiah
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 13, No 1 (2024): Empati Edisi Juni 2024
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v13i1.28391

Abstract

Abstract. P2L is a productive activity that empowers the community, especially housewives so that they are able to meet the availability of family food while supporting the household economy, but in its implementation, there are obstacles that prevent P2L from achieving its goals. The purpose of the study was to evaluate the performance of the P2L program based on aspects of inputs, outputs and outcomes in the Mekar Saluyu Farmer Women's Group (KWT) located in Bogor City. The evaluation of this P2L program uses a logic model with a quantitative approach and descriptive analysis of research data. The evaluation results stated that KWT Mekar Saluyu has implemented the P2L program well, this is indicated by an increase in knowledge, skills and attitudes of KWT members to optimize yard land management for P2L activities so that it has an impact on reducing spending on vegetables because it has been fulfilled from P2L results, but limited arable land area results in vegetable production capacity is not optimal.Keywords: P2L, KWT, evaluation of logic model. Abstrak. P2L merupakan kegiatan produktif yang memberdayakan masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga agar mereka mampu mencukupi ketersediaan pangan keluarga sekaligus menunjang ekonomi rumah tangga, namun dalam pelaksanaannya terdapat kendala yang menghambat P2L mencapai tujuannya. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi kinerja program P2L berdasarkan aspek input, output dan outcome di Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Saluyu yang berada di Kota Bogor. Evaluasi program P2L ini menggunakan logic model dengan pendekatan kuantitatif dan analisis deskriptif terhadap data penelitian. Hasil evaluasi menyebutkan KWT Mekar Saluyu telah melaksanakan program P2L dengan baik, ditandai dengan peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap anggota KWT mengoptimalkan pengelolaan lahan pekarangan untuk kegiatan P2L sehingga berdampak kepada berkurangnya pengeluaran belanja untuk sayuran karena telah terpenuhi dari hasil P2L, namun keterbatasan luas lahan garapan mengakibatkan kapasitas produksi sayuran belum optimal.  Kata Kunci: P2L, KWT, evaluasi logic model.
REHABILITATION INTERVENTION FOR NEGLECTED CASES OF MULTIPLE DISABILITIES IN CEREBRAL PALSY AND MENTAL RETARDATION Suryati, Nanik; Nurjannah, Nurjannah
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 13, No 2 (2024): Empati Edisi Desember 2024
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v13i2.43939

Abstract

Abstract. Neglected children with multiple disabilities require continuous special attention and fulfillment of both basic and supplementary rights to help them develop their potential. Therefore, Sayap Ibu Foundation exists to meet the needs of society, specifically to support neglected children with multiple disabilities, aiming to improve their well-being. This foundation focuses on rehabilitation and intervention in areas such as basic needs, health, independence, and therapeutic interventions tailored to the needs of people with disabilities. This research uses a qualitative approach with a case study method. Data were collected through documentation, observation, and direct field interviews. The purpose of this study is to determine the interventions provided to individuals with multiple disabilities, specifically those with cerebral palsy and intellectual disability. The results show that Sayap Ibu Foundation at Panti 2 has implemented and fulfilled the necessary rights for neglected children with multiple disabilities. Specifically, individuals with cerebral palsy and intellectual disability who are capable of learning or training are able to participate in independence activities and receive special treatment from physiotherapists using AFO (Ankle Foot Orthosis) shoes. It has been stated that AFO shoes positively impact individual development. However, significant supervision is required to achieve better progress. Keyword: Rehabilitation; Cerebral palsy; Mental Retardation. Abstrak. Anak disabilitas majemuk terlantar sangat perlu untuk terus diberikan perhatian khusus dan pemenuhan hak-hak dasar serta penunjang dalam mengembangkan potensi yang dimiliki. Oleh sebab itu, yayasan Sayap Ibu hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terkhususnya anak penyandang disabilitas majemuk terlantar agar dapat terciptanya kesejahteraan pada anak. Yayasan ini berfokus pada rehabilitasi dan intervensi pada kebutuhan dasar, kesehatan, kemandirian, dan intervensi terapi sesuai kebutuhan penyandang disabilitas. Penelitian ini dalam bentuk kualitatif. Pendekatan yang diterapkan adalah metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui beberapa hal yang terdiri dari dokumentasi, observasi, wawancara di lapangan secara langsung. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan intervensi yang d, dan iberikan kepada individu penyandang disabilitas majemuk dengan cerebral palsy dan retardasi mental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yayasan Sayap Ibu di panti 2 telah menerapkan dan memenuhi hak-hak yang dibutuhkan oleh anak-anak penyandang disabilitas majemuk terlantar. Terkhususnya individu penyandang disabilitas dengan cerebral palsy dan retardasi mental dengan mampu didik atau latih mampu mengikuti kegiatan aktivitas kemandirian dan juga diberikan treatment khusus oleh fisioterapi yaitu dengan menggunakan sepatu AFO (Ankle Foot Orthosis). Dinyatakan bahwa sepatu AFO mampu memberikan dampak baik pada perkembangan individu. Namun, perlu pengawasan yang signifikan untuk menghasilkan perkembangan  yang lebih baik. Kata Kunci: Rehabilitasi; Cereberal Palsy; Retardasi Mental.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2025): Empati Edisi Juni 2025 Vol 13, No 2 (2024): Empati Edisi Desember 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Empati Edisi Desember 2024 Vol 13, No 1 (2024): Empati Edisi Juni 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Empati Edisi Juni 2024 Vol. 12 No. 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023 Vol 12, No 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023 Vol 12, No 1 (2023): Empati Edisi Juni 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Empati Edisi Juni 2023 Vol 11, No 2 (2022): Empati Edisi Desember 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Empati Edisi Desember 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Empati Edisi Juni 2022 Vol 11, No 1 (2022): Empati Edisi Juni 2022 Vol 10, No 2 (2021): Empati Edisi Desember 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Empati Edisi Desember 2021 Vol 10, No 1 (2021): Empati Edisi Juni 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Empati Edisi Juni 2021 Vol 9, No 2 (2020): Empati Edisi Desember 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Empati Edisi Desember 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Empati Edisi Juni 2020 Vol 9, No 1 (2020): Empati Edisi Juni 2020 Vol 8, No 2 (2019): Empati Edisi Desember 2019 Vol. 8 No. 2 (2019): Empati Edisi Desember 2019 Vol 8, No 1 (2019): Empati Edisi Juni 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): Empati Edisi Juni 2019 Vol 7, No 2 (2018): Empati Edisi Desember 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): Empati Edisi Desember 2018 Vol 7, No 1 (2018): Empati Edisi Juni 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): Empati Edisi Juni 2018 Vol 6, No 1 (2017): Empati Edisi Juni 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Empati Edisi Juni 2017 Vol. 5 No. 1 (2016): Empati Edisi Juni 2016 Vol 5, No 1 (2016): Empati Edisi Juni 2016 Vol 4, No 1 (2015): Empati Edisi Juni 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Empati Edisi Juni 2015 Vol. 3 No. 1 (2014): Empati Edisi Juni 2014 Vol 3, No 1 (2014): Empati Edisi Juni 2014 Vol. 2 No. 1 (2013): Empati Edisi Juni 2013 Vol 2, No 1 (2013): Empati Edisi Juni 2013 Vol 1, No 1 (2012): Empati Edisi Juni 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): Empati Edisi Juni 2012 More Issue