cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad
ISSN : 25284576     EISSN : 26157411     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Padjadjaran. Diterbitkan Atas Kerjasama Program Studi Agribisnis dan Departemen Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Unpad Dengan PERHEPI Komisariat Bandung Raya.
Arjuna Subject : -
Articles 234 Documents
Strategi Pemasaran Kacang pukul di Bagan Siapiapi Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir ( Studi Kasus Kacang Pukul Pada Toko H.H) Ain Safika
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 7, No 1 (2022): Agricore
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v7i1.38238

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui  faktor lingkungan internal dan eksternal yang mempengaruhi pemasaran kacang pukul, merumuskan alternatif strategi pemasaran yang dapat di terapkan dalam memasarkan  kacang pukul, dan menentukan prioritas strategi yang paling tepat di terapkan oleh perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  faktor internal yang mempengaruhi pemasaran kacang pukul yaitu kualitas, citra merek, lokasi perusahaan, dan kondisi keuangan perusahaan. Sedangkan faktor eksternal yaitu popularitas kacang pukul, perkembangan teknologi dalam proses produksi, dan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat. Alternatif strategi pemasaran yang dapat diterapkan oleh industri kacang pukul yaitu meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi kacang pukul untuk pemasaran yang lebih luas, baik domestik maupun luar negeri, meningkatkan penggunaan teknologi modern memenuhi konsumsi kacang pukul yang terus meningkat, mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk guna memenangkan persaingan harga, meningkatkan kualitas produk yang cita rasa yang digemari, meningkatkan promosi melalui berbagai media guna bersaing sebagai makanan khas daerah agar memperoleh pangsa pasar yang lebih banyak, dan memperluas saluran pemasaran dengan memanfaatkan merek yang sudah dikenal. Hal ini dapat dibuktikan dengan melihat dari alternatif strateginya dimana yang menjadi prioritas strategi yaitu Kualitas Produk dan Kemasan Produk yang ada pada internal.Kata Kunci: Agroindustri, Faktor Internal dan Eksternal, Strategi, SWOT, QSPM. AbstractThis study aims to determine the internal and external environmental factors that influence the marketing of peanuts, formulate alternative marketing strategies that can be applied in marketing peanuts, and determine the strategic priorities that are most appropriate to be applied by the company. The results showed that the internal factors that influenced the marketing of peanuts, namely the quality of the peanuts, the brand image, the location of the company, and the financial condition. While external factors are the popularity of the product, the existence of technological developments in the production process, and the population growth. Alternative marketing strategies that can be applied by the peanut butter industry are increasing the quantity and quality of peanut butter production for wider marketing, both domestically and abroad, increasing the use of modern technology to meet the increasing consumption of peanuts, maintaining and improving product quality in order to win the competition. prices, improve the quality of products with a popular taste, increase promotions through various media to compete as regional specialties in order to gain more market share, and expand marketing channels by utilizing well-known brands. The strategy that can be applied in marketing peanuts is to prioritize internally. The internal ones include improving product quality and optimizing production capacity. This can be proven by looking at the alternative strategies where the strategic priorities are Product Quality and Product Packaging that is internallyKeywords: Agroidustry, Internal and External Factors, Strategy, SWOT,   QSPM
ANALISIS EFISIENSI TEKNIS DAN EKONOMIS PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR USAHATANI PADI DI DESA BURNEH, KECAMATAN BURNEH, KABUPATEN BANGKALAN Khusnatul Khomsah; Istifadatul Kamilah; T. Zhila Sheintika Alfen; Genduk Suryawati; Kurnia Firdatuz Zaifah
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 7, No 1 (2022): Agricore
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v7i1.40375

Abstract

AbstrakPenggunaan faktor produksi yang tidak efisien oleh petani padi di Desa Burneh, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan mempengaruhi kualitas dan kuantitas hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi teknis dan ekonomis pada penggunaan faktor usahatani padi di  Desa Burneh, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan. Sampel penelitian yang dipakai adalah 60 responden dengan jenis data primer. Data kemudian dianalisis menggunakan pendekatan fungsi produksi Cobb Douglass  dengan SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benih dan luas lahan berpengaruh signifikan terhadap produksi dengan asumsi cateris paribus. Sedangkan pupuk phonska, pupuk urea, dan tenaga kerja tidak berpengaruh terhadap produksi. Dari persamaan CobbDouglas diperoleh nilai elastisitas 1.216>1 sehingga berada pada tahap increasing return to scale. Benih, tenaga kerja dan luas lahan memiliki nilai NPM>1 yang berarti belum mencapai efisiensi ekonomis, sedangkan pupuk phonska dan pupuk urea memiliki nilai NPM<1 yang berarti tidak efisien secaraekonomis.Kata Kunci:  Faktor Produksi, Efisiensi Teknis, Efisiensi Ekonomis.AbstractThe use of inefficient production factors by rice farmers in Burneh Village, Burneh District, Bangkalan Regency affects the quality and quantity of the yields obtained. This study aims to analyze the technical and economic efficiency of the use of rice farming factors in Burneh Village, Burneh District, Bangkalan Regency. The research sample used was 60 respondents with primary data types. The data were then analyzed using the Cobb Douglass production function approach with SPSS 16.0. The results showed that seeds and land area partially had a significant effect on production with the assumption of cateris paribus, while phonska fertilizer, urea fertilizer, and labor partially had no effect on production. From the Cobb Douglas equation, the elasticity value is 1.216>1 so that it is at the stage of increasing return to scale. Seeds, labor and land area have NPM values> 1 which means that they have not achieved economic efficiency, while phonska fertilizers and urea fertilizers have NPM values < 1 which means that they have not achieved economic efficiency.Keywords: Production Factors, Technical Efficiency, Economic Efficiency.
STRATEGI MENINGKATKAN PENDAPATAN PETERNAK UNGGAS DI SAAT PEMULIHAN PENDEMI COVID-19 Jati Widagdo; M. Rifky Roosdihani
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 7, No 1 (2022): Agricore
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v7i1.37742

Abstract

AbstrakKelesuan sektor ekonomi tetap terlihat pada tahun ketiga wabah covid 19 ini. Salah satu sector usaha yang terpengaruh adalah bidang usaha ternak unggas. Banyak peternak unggas mengalami dampak operasional yang mengakibatkan turunnya omset penjualan. Berkurangnya omset dikarenakan terbatasnya ruang gerak bagi bidang peternak, meningkatnya biaya operasional dan menurunnya permintaan dipasar akibat banyaknya pembatasan dimasa pandemic. Perlu ada langkah setrategis yang mampu meningkatkan peternakan unggas agar bisa mempertahankan serta meningkatkan lagi jumlah pendapatannya. Metode penelitian yang dipakai yaitu analisis kualitatif mengunakan tahapan-tahapan eksplorasi, metode observasi partispatif ialah upaya yang dipakai. Penelitian menghasilkan beberapa strategi alternative supaya mampu digunakan bagi peternak unggas untuk meningktakan daya jual hasil peternakannya yang diselaraskan kepada perubahan kondisi serta diharapkan industri ternak unggas bisa bertahan bahkan berkembang.Kata kunci: Covid-19, Strategi penikatan ekonomi, Peternak unggas AbstractThe sluggishness of the economic sector is still visible in the third year of the COVID-19 outbreak. One of the affected business sectors is the poultry business sector. Many poultry farmers experienced operational impacts which resulted in a decrease in sales turnover. The reduced turnover is due to the limited space for movement in the livestock sector, increased operational costs and decreased demand in the market due to the many restrictions during the pandemic. There needs to be a strategic step that is able to increase poultry farms in order to maintain and increase their income. The research method used is qualitative analysis using the stages of exploration, participatory observation method is the effort used. The research resulted in several alternative strategies so that they could be used for poultry farmers to increase the marketability of their livestock products which were aligned with changing conditions and it was hoped that the poultry industry could survive and even develop.Keywords: Covid-19, Strategy for economic engagement, Poultry farmers
MEMAHAMI PELIBATAN PELANGGAN DI DALAM PROSES BISNIS DAN PEMASARAN PRODUK SEGAR PADA RITEL ONLINE Hesty Nurul Utami; Adi Nugraha
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 7, No 1 (2022): Agricore
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v7i1.40420

Abstract

AbstrakSemakin berkembangnya penggunaan teknologi digital dan internet telah mentransformasi model keterlibatan konsumen di dalam bisnis online akibat perubahan pola perilaku belanja konsumen dan munculnya model bisnis baru yang dilakukan oleh perusahaan. Perkembangan platform digital juga mempengaruhi jenis bisnis ritel yang dijalankan secara online, seperti penjualan bahan pangan produk segar untuk kebutuhan sehari – hari. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pelibatan konsumen sebagai bagian dari proses bisnis yang dijalankan oleh pebisnis ritel online yang menjual produk segar. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam dengan para pelaku usaha yang terlibat di dalam jaringan usaha ritel online yang menjual produk segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelibatan konsumen menjadi salah satu hal penting di dalam proses bisnis ritel online yang menjual produk segar dengan menjadikan konsumen sebagai pihak yang berpotensi mempengaruhi model bisnis. Pelibatan konsumen dilakukan melalui interaksi yang dekat dengan setiap konsumen dan penciptaan pengalaman berbelanja yang berbeda dibandingkan dengan berbelanja produk segar di ritel konvensional. Pengalaman berbelanja online diterjemakan ke dalam berbagai aktivitas pemasaran kreatif dan inovatif sebagai diferensiasi bisnis. Hal ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kepuasan konsumen, penyebarluasan informasi positif mengenai perusahaan, pembelian berulang, penciptaan permintaan baru, serta menciptakan diferensiasi pengalaman berbelanja secara online untuk produk segar.Kata kunci: platform digital, bisnis digital, pelibatan personal, pengalaman pelanggan, agribisnis AbstractThe increase of digital technology and internet usage has transformed consumer engagement models in online businesses due to the changes in consumer purchase behaviour and the emergence of new business models implemented by companies. Digital platform development has also influenced online retailing business types, such as selling food products categorised as fresh produce for daily consumer needs. This study investigates consumer engagement as part of online food retailing business processes. The study employed a qualitative research approach with in-depth interviews with various business actors involved in the online food business retail that sold fresh produce. The results show that consumer engagement has become one of the essential parts of the business process of food online retailing by putting consumers as the party that potentially influences the company's business model. Consumer engagement is developed through close interactions with every consumer and creates an exceptional consumer experience distinct from conventional food retails. The online purchase experience is interpreted in various creative and innovative marketing activities used as business differentiation. These activities are expected to positively impact increasing consumer satisfaction, spreading positive information about the company, repeat purchase, creating new demands, and creating differentiation for fresh produce online purchase experience. Keywords: digital platforms, digital business, personal engagement, customer experience, agribusiness
Analisis Manajemen Rantai Pasok Benih Padi Lokal di PT Saprotan Benih Utama, Kabupaten Sragen Lisa Aprilianingsih; Titik Ekowati; Suryani Nurfadillah
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 7, No 1 (2022): Agricore
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v7i1.39335

Abstract

AbstrakManajemen rantai pasok merupakan konsep pengelolaan manajemen perusahaan mulai dari proses pengadaan sampai produk siap untuk dikirim. Penerapan manajemen rantai pasok di perusahaan mengalami kendala yaitu kurangnya strategi yang tepat. Kurangnya strategi yang tepat khususnya dalam kegiatan produksi menyebabkan terkendalanya proses distribusi. Oleh karena itu, diperlukan beberapa strategi untuk mengatasi permasalahan manajemen rantai pasok tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Pengukuran kinerja manajemen rantai pasok menggunakan metode analisis supply chain operation reference (SCOR). Hasil penerapan manajemen rantai pasok benih padi di PT Saprotan Benih Utama sudah dilaksanakan dengan baik. Aliran rantai pasok benih padi baik aliran produk, aliran keuangan dan aliran informasi sudah dapat dikatakan baik. Tahun 2021, produk benih padi yang terjual sebanyak 4.633,66 ton/th hampir mendekati target sebanyak 5.000 ton/th. Nilai kinerja manajemen rantai pasok benih padi sebesar 74,63% dan termasuk kedalam kategori good dengan atribut prioritas tertinggi yaitu reliability, kriteria pemenuhan pesanan (PP). Hasil analisis efisiensi pemasaran menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara nilai margin dan efisiensi pemasaran pola 1 dan 2. Nilai total margin pemasaran pola 1 sebesar Rp 34.500,00, pola 2 sebesar Rp 42.500,00. Rata – rata nilai efisiensi pemasaran pola 1 yaitu 89,4%, pola 2 sebesar 87%. Pola 1 lebih efisien dibandingkan pola 2.Kata kunci: benih padi, manajemen rantai pasok, kinerja, SCOR, efisien.AbstractSupply chain management is company management concept starting from the procurement process until the product ready shipped. The implementation of supply chain management is experiencing problems, namely the lack of the right strategy. The lack of the right strategy, especially in production activities, causes distribution problems. Therefore, several strategies are needed to overcome them. The research method used is the survey method. The supply chain management performance measurement uses the supply chain operation reference (SCOR) analysis method. The result of the implementation of rice seed supply chain management have been carried well. The flow of the rice seed suplly chain both product flow, financial flow, and information flow can be good. The value of rice seed supply chain management performance is 74,63% and included in the good category with the highest priority attribute, namely reliability, order fulfillment criteria (PP). The result of marketing efficiency analysis show that there is significant difference between margin dan marketing efficiency of pattern 1 and 2. The total value of margins for pattern 1 is Rp 34,500.00 and pattern 2 Rp 42,500.00. The average value of marketing efficiency for pattern 1 is 89,4% and pattern 2 87%. Pattern 1 is more efficient than pattern 2.Keywords: rice seeds, supply chain management, performance, SCOR, efficient.
ANALISIS DAYA SAING BUAH MANGGIS INDONESIA DI NEGARA THAILAND, HONG KONG, DAN MALAYSIA Eka Purna Yudha; Adi Nugraha
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 7, No 1 (2022): Agricore
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v7i1.40432

Abstract

AbstrakManggis adalah komoditas unggulan ekspor Negara Indonesia. Tiga Negara yang menjadi Negara tujuan ekspor manggis Indonesia adalah Thailand, Hongkong dan Malaysia. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan metode analisis data Revealed Comparative Advantage (RCA) dan Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP). Jenis data berupa nilai ekspor total dan komoditas manggis (HS 080450) Indonesia , nilai ekspor dan impor komoditas manggis Indonesia, volume ekspor manggis Indonesia, dengan data time series tahun 2014-2018. Hasil dari analisis daya saing ekspor manggis Indonesia menunjukkan rata-rata nilai RCA Indonesia di Negara Thailand (0,63) artinya berdaya saing lemah dan tidak memiliki keunggulan komparatif. Pada Negara Hongkong dan Malaysia yaitu masing-masing (28,16 ) dan (12,69). Menunjukkan bahwa Indonesia memiliki daya saing kuat dan keunggulan komparatif di Negara Hongkong dan Malaysia. Sedangkan, rata-rata hasil ISP Indonesia (0,973) menyatakan bahwa Indonesia berdaya saing kuat dan dalam tahap kemandirian. Negara India dan Kenya sebagai pengeskpor buah manggis memiliki ISP (0,989) untuk India dan (0,949) untuk Kenya.Kata kunci : Manggis, Daya saing, RCA, ISPAbstractMangosteen is a leading export commodity of the Indonesian State. The three countries that become Indonesia's mangosteen export destinations are Thailand, Hong Kong and Malaysia. This study uses quantitative analysis with the data analysis method Revealed Comparative Excellence (RCA) and the Trade Specialization Index (ISP). The types of data consist of the total export value and mangosteen commodity (HS 080450) of Indonesia, the export and import value of Indonesian mangosteen commodities, the volume of Indonesian mangosteen exports, with 2014-2018 time series data. The results of the analysis of Indonesia's mangosteen export competitiveness show the average value of Indonesia's RCA in Thailand (0.63) means that it is weakly competitive and has no comparative advantage. In Hong Kong and Malaysia, respectively (28.16) and (12.69). Supporting that Indonesia has strong competitiveness and comparative advantage in Hong Kong and Malaysia. Meanwhile, the average Indonesian ISP results (0.973) state that Indonesia is highly competitive and in a condition of independence. India and Kenya as exporters of mangosteen fruit have ISPs (0.989) for India and (0.949) for Kenya.Key source : Mangosteen, Competitiveness, RCA, ISP
KAJIAN PERILAKU KONSUMEN TERHADAP PERMINTAAN GULA KELAPA DI KAB. PANGANDARAN Intan Triani; Dedi Sufyadi; D Yadi Heryadi
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 7, No 2 (2022): Agricore Vol. 7 No. 2
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v7i2.40984

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku konsumen gula kelapa di Kabupaten Pangandaran, mengetahui permintaan gula kelapa, dan menganalisis pengaruh perilaku konsumen terhadap permintaan gula kelapa. Metode penelitian yang digunakan adalah survey, pengambilan data dilakukan secara accidental sampling dengan kriteria faktor spontanitas pembeli yang secara tidak sengaja bertemu dengan peneliti dan sesuai dengan karakteristik penelitian dan melakukan sampling pada 96 responden. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui perilaku konsumen gula kelapa dan mengetahui permintaan gula kelapa. Sedangkan untuk mengetahui pengaruh perilaku konsumen terhadap permintaan gula kelapa dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil dari penelitian ini yaitu Perilaku konsumen gula kelapa di Kabupaten Pangandaran secara keseluruhan termasuk kategori tinggi dengan nilai rata-rata 3,89. Permintaan gula kelapa di kabupaten pangandaran secara keseluruhan termasuk kedalam kategori cukup dengan nilai rata-rata 3,27. Secara serempak, variabel rasa (X1), warna (X2), daya tahan (X3), tempat (X4) dan bentuk (X5) berpengaruh terhadap permintaan gula kelapa (Y). Secara parsial variabel warna (X2), tempat (X4) dan bentuk (X5) berpengaruh signifikan terhadap permintaan gula kelapa (Y) sedangkan variabel rasa (X1) dan daya tahan (X3) tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan gula kelapa (Y).Kata Kunci: Gula Kelapa, Perilaku Konsumen, Permintaan.AbstractThis study aims to determine the consumer behavior of coconut sugar in Pangandaran Regency, determine the demand for coconut sugar, and analyze the influence of consumer behavior on the demand for coconut sugar. The research method used is a survey, data collection is carried out by accidental sampling with the criteria of the buyer's spontaneity factor accidentally meeting the researcher and in accordance with the characteristics of the study and sampling 96 respondents. The data were analyzed descriptively to determine the consumer behavior of coconut sugar and to determine the demand for coconut sugar. Meanwhile, to determine the effect of consumer behavior on the demand for coconut sugar, it was analyzed using multiple linear regression analysis with the help of the SPSS program. The results of this study are the behavior of coconut sugar consumers in Pangandaran Regency as a whole including the high category with an average value of 3.89. The demand for coconut sugar in Pangandaran district as a whole is included in the sufficient category with an average value of 3.27. Simultaneously, the variables of taste (X1), color (X2), durability (X3), place (X4) and shape (X5) affect the demand for coconut sugar (Y). Partially, the color (X2), place (X4) and shape (X5) variables have a significant effect on the demand for coconut sugar (Y) while the taste (X1) and durability (X3) variables have no significant effect on the demand for coconut sugar (Y). Keywords: Coconut Sugar, Cunsumer Behavior, Demand.
KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHA PEMBUATAN TAPAI KETAN DI DESA PEMATANG PANJANG KECAMATAN GAMBUT KABUPATEN BANJAR Gusti Khairun Ni&#039;mah; Inda Ilma Ifada; Munawarah Munawarah
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 7, No 2 (2022): Agricore Vol. 7 No. 2
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v7i2.40381

Abstract

AbstrakUsaha tapai ketan merupakan usaha yang ditekuni oleh masyakarat Desa Pematang Panjang secara turun temurun dan masih ada hingga sekarang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui teknis pembuatan, prospek finansial, dan kontribusi pendapatan usaha tapai ketan. Metode penelitian yang digunakan yaitu teknik purposive sampling dan sampel sebanyak 30 orang dari 50 pengusaha tapai ketan di Desa Pematang Panjang yang merupakan sentral usaha tapai ketan. Analisis data yang digunakan ialah analisis kualitatif untuk mendapatkan gambaran pembuatan dan kontribusi pendapatan usaha tapai ketan secara deskriptif. Analisis kuantitatif menggunakan analisis rata-rata biaya, penerimaan dan pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan teknis pembuatan tapai ketan sudah sesuai ketentuan. Total biaya rata-rata yang dikeluarkan yaitu Rp 46,550,805/tahun. Penerimaan rata-rata yang diterima yaitu Rp 64,140,800/tahun. Pendapatan rata-rata yang diperoleh yaitu Rp 33,585,995/tahun. Jumlah pendapatan di luar usaha pembuatan tapai ketan rata-rata yaitu Rp 41,578,000/tahun. Total pendapatan rumah tangga pengusaha tapai ketan rata-rata yaitu Rp 76,608,905/tahun. Nilai kontribusi untuk usaha tapai ketan yaitu sebesar 49% dan dikategorikan baik.Kata kunci: Kontribusi Pendapatan; Tapai Ketan;AbstractThe business of tapai ketan is a business that has been occupied by the people of Desa Pematang Panjang for generations and still exists. This study is to find out technical aspects, financial prospects, and the income contribution. The research method used was purposive sampling technique and a sample of 30 people from 50 entrepreneurs in Desa Pematang Panjang which is the center of business. The data analysis used was qualitative analysis to get a description of production and contribution of the tapai ketan descriptively. Quantitative analysis uses average cost, acceptance and income analysis. The results showed that technique for making tapai ketan was in accordance with the provisions. The average total cost incurred is Rp 46,550,805/year. The average income received is Rp 64,140,800/year. The average income earned is Rp 33,585,995/year. The average amount of income outside the business is Rp 41,578,000/year. The average total household income of entrepreneurs is Rp 76,608,905/year. The contribution value is 49% and is categorized as good.Keywords: Revenue Contribution; Tapai Ketan;
ANALISIS RISIKO OPERASIONAL PADA UMKM LAMORA DI KECAMATAN SOCAH KABUPATEN BANGKALAN Samsukdin Samsukdin; Muhammad Shofi Hasbullah; Musyafak Musyafak; Ach. Ubaidillah
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 7, No 2 (2022): Agricore Vol. 7 No. 2
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v7i2.40997

Abstract

AbstrakUMKM Lamora merupakan unit usaha yang memproduksi olahan kerupuk ikan dan telah memiliki ijin usaha. Risiko operasional yang dihadapi oleh usaha Lamora adalah kecelakaan kerja karyawan dan faktor cuaca yang tidak menentu sehingga mempengaruhi produksi kerupuk ikan. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) mengidentifikasi sumber-sumber risiko operasional, 2) menganalisis tingkat risiko operasional, dan 3) mendeskripsikan strategi penanganan risiko operasional yang dapat dilakukan oleh UMKM Lamora. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber risiko operasional terdiri dari risiko produksi, risiko penggunaan teknologi dan risiko pemasaran. Risiko yang tergolong tinggi yaitu risiko bahan baku kurang bagus dan risiko pendidikan tenaga kerja rendah tergolong risiko rendah. Strategi penanganan yang dapat dilakukan yaitu melakukan pengecekan bahan baku produksi sebelum melakukan transaksi pembelian, penetapan standar bahan baku, memanfaatkan aplikasi pencatatan keuangan dan memisahkan uang usaha dan uang pribadi, dan pengolahan adonan menggunakan teknologi modern, serta menambah peralatan produksiKata kunci: Risiko Operasional, UMKM Lamora, FMEA.Abstract Lamora UMKM is a business that produces fish crackers and already has a business license. One of the operational risks faced by Lamora's business is employee work accidents and erratic weather factors that affect the production of fish crackers. The objectives of this study are 1) to find sources of operational risk, 2) to analyze operational risk, and 3) to describe operational risk management strategies that can be carried out by Lamora SMEs. The results show that the sources of operational risk are production, technology use, and marketing. The risk that is classified as high is the risk of good raw materials and the risk of low-risk labor education. Handling strategies that can be carried out are checking raw materials before making purchase transactions, setting standards for raw materials, using financial records and separating business and personal money, and processing the use of modern technology, andipment.Keywords: Operational Risk, UMKM Lamora, FMEA.
PASCAPANEN DAN PEMASARAN KOPI ARABIKA DI PT. SINAR MAYANG LESTARI, KECAMATAN PANGALENGAN, KABUPATEN BANDUNG Luthfi Kasyfillah; Indah Setiawati
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 7, No 2 (2022): Agricore Vol. 7 No. 2
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v7i2.40433

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian adalah: 1) Mengetahui mengenai proses penaganan pascapanen  kopi arabika di PT. Sinar Mayang Lestari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 2) Mengetahui strategi pemasaran kopi arabika di PT. Sinar Mayang Lestari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif melalui kegiatan wawancara pakar dan observasi partisipasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kegiatan pascapanen  secara baik dan benar/GHP (Good Handling Practices) kopi harus dilakukan secara tepat waktu untuk menghindari penurunan kualitas kopi yang dihasilkan dan dengan didukung penerapan teknologi tepat guna serta sarana prasarana yang memadai, seperti pengadaan mesin berpenggerak listik, bensin ataupun diesel dan fasilitas penunjang. Penerapan strategi pemasaran jika dilakukan secara terencana akan memberikan dampak positif bagi produsen dan menciptakan kosumen tetap yang melakukan pembelian secara berulang dan mampu bersaing di pasar.Kata kunci: Good Handling Process Kopi, Bauran Pemasaran, Strategi STP.AbstractThe objectives of the study were: 1) knowing about the post-harvest handling process for Arabica coffee at PT. Sinar Mayang Lestari, Pangalengan District, Bandung Regency, West Java, 2) Knowing the Arabica coffee marketing strategy at PT. Sinar Mayang Lestari, Pangalengan District, Bandung Regency, West Java. The analytical method used is descriptive analysis through expert interviews and participatory observation. The results of this study indicate that post-harvest activities for properly / GHP (Good Handling Practices) coffee must be carried out in a timely manner to avoid a decrease in the quality of the coffee produced, supported by the application of appropriate technology and adequate infrastructure such as the procurement of electric-driven machines, gasoline. or diesel engines, and supporting facilities. The implementation of marketing strategies, if carried out in a planned manner, will have a positive impact on producers and create permanent consumers who make repeated purchases and are able to compete in the market.Keywords: Good Handling Process Coffee, Marketing Mix, STP Strategy.