cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad
ISSN : 25284576     EISSN : 26157411     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Padjadjaran. Diterbitkan Atas Kerjasama Program Studi Agribisnis dan Departemen Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Unpad Dengan PERHEPI Komisariat Bandung Raya.
Arjuna Subject : -
Articles 234 Documents
TINGKAT PENGETAHUAN PETANI PADI TERHADAP PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR PRODUKSI GABAH BERKUALITAS Wiyono, Sulistyodewi Nur; Heryanto, Mahra Arari; Utami, Hesty Nurul
Agricore Vol 9, No 1 (2024): Agricore Volume 9 Nomor 1
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v9i1.55229

Abstract

AbstrakKualitas beras dapat ditentukan dari proses pengolahan di pabrik penggilingan gabah. Pabrik penggilingan gabah akan lebih mudah mengolah gabah berkualitas standar sehingga petani diharapkan dapat memenuhi permintaan kualitas gabah berkualitas tertentu. Namun, di Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, sebagai salah satu sentra produksi beras nasional, produksi gabah berkualitas standarnya masih belum tercapai. Pada umumnya kualitas beras yang dihasilkan dari produsen beras di Indramayu memiliki kualitas medium akibat dari bahan baku gabah yang belum berkualitas premium sehingga pada penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan petani padi terhadap prosedur operasional standar produksi gabah berkualitas. Metode penelitian dilakukan dengan teknik survei yang dilakukan melalui wawancara 100 responden petani padi yang diambil secara acak di dua kecamatan dengan luas lahan padi terbesar di Kabupaten Indramayu. Analisis data menggunakan desain kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan petani padi di Kabupaten Indramayu masih termasuk “sedang”.Kata kunci: pengetahuan petani, gabah berkualitas, prosedur operasional standarAbstract The quality of rice can be determined from the processing process at the grain milling factory. Grain milling factories will more easily process standard quality grain so that farmers are expected to meet the demand quality grain. In general, the quality of rice produced from rice producers in Indramayu has medium quality due to the raw material of grain that has not been premium quality; hence, this study aims to determine the level of knowledge of rice farmers on standard operating procedures for quality grain production. The research method was conducted with a survei technique conducted through interviews with 100 rice farmer respondents taken randomly in two sub-districts with the largest rice land area in Indramayu Regency. Data analysis used a descriptive quantitative design. The results showed that the level of knowledge of rice farmers in Indramayu Regency is still included as “medium”. Keywords: farmer knowledge, quality grain, standard operating procedures
MERAPAT KE TENGKULAK: MENGUKUR RISIKO DALAM PERTANIAN TEBU Aflah, Bryan Marshal; Chuluqy, Mohammad Rafi; Prasetyo, Sigit Budi
Agricore Vol 8, No 2 (2023): Agricore Volume 8 Nomor 2
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v8i2.45001

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang resiko dalam pertanian tebu dan mekanisme pengurangan resiko melalui tengkulak. Ruang lingkup penelitian ini terdiri atas resiko dalam pertanian tebu mulai dari awal penanaman, perawatan, hingga panen. Selain itu, tengkulak akan menjadi titik aksentuasi karena peran mereka sebagai penyelamat petani tebu dengan model patron-klien. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi, dalam pendekatan fenomenologi peneliti berusaha memahami arti dari berbagai peristiwa dalam setting tertentu dengan kacamata peneliti sendiri. Penggunaan pendekatan ini dimulai dengan sikap diam, ditunjukkan untuk menelaah apa yang sedang dipelajari. Cara fenomenologi menekankan berbagai aspek subjektif dari perilaku manusia, selanjutnya peneliti berusaha memahami bagaimana subjek memberi arti terhadap peristiwa peristiwa yang terjadi di sekitar kehidupannya. Hal ini berelevansi dengan bagaimana petani disulitkan dengan resiko pada saat awal penanaman, perawatan, dan panen. Pembahasan akan meliputi tentang dinamika kehidupan petani tebu yang dimana sangat bergantung pada tengkulak. Tengkulak berperan sentral pada 3 aras, sebagai pemberi modal, pemberi pupuk, dan pembuka jaringan pemasaran. Hal ini membawa penelitian ini pada kesimpulan petani tebu mempunyai resiko yang sangat kompleks terkait dengan komoditas tebu mereka, yang dimana resiko ini dapat diminimalisir dengan merapat ke tengkulak, sebagai penyelamat mereka.Kata kunci: Petani Tebu, Tengkulak, Patron-Klien, Resiko, Dinamika Pertanian TebuAbstract The purposes of this study are the determines the risks in sugarcane farming and risk reduction mechanisms through the middleman.  Moreover, the middlemen will be the point of accentuation because of their role as saviors for the farmers of sugarcane with a patron-client model. In this study, the researcher uses a phenomenology approach that tries to understand the meaning of various events in specific settings from the researcher's own perspective. The use of this approach begins with silence, indicated to examine what is being learned. The way of phenomenology emphasizes various subjective aspects of human behavior, then the researcher tries to understand how the subject gives meaning to the events that occur around his life. This is relevant to how farmers are faced with risks at the beginning of planting, maintenance, and harvesting. The discussion will cover the dynamics of the sugarcane farmers' life who are very dependent on the middlemen. The Middlemen play a central role in three directions as providers of capital, providers of fertilizer, and opening up marketing networks. This study brings to the conclusion that sugarcane farmers have very complex risks related to their sugarcane commodities that risk can be minimized by approaching the middlemen as their saviors.Keywords: sugarcane farmer, Middleman, Patron-Client, Risk, Dynamics of Sugarcane Farming
PERKEMBANGAN DAN POLA PERTUMBUHAN SEKTOR PERTANIAN KABUPATEN TANAH DATAR PROVINSI SUMATERA BARAT Syahrial, Syahrial; Yenti, Marisa Nurma; Dermawan, Alvindo
Agricore Vol 9, No 1 (2024): Agricore Volume 9 Nomor 1
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v9i1.45663

Abstract

AbstrakSektor pertanian memiliki peranan penting dalam pembangunan ekonomi Kabupaten Tanah Datar. Pertumbuhan sektor pertanian di kabupaten ini tergolong rendah meskipun memiliki kontribusi yang tinggi terhadap pembentukan PDRB wilayahnya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis perkembangan sektor pertanian di Kabupaten Tanah Datar (2) menganalisis pola pertumbuhan komoditas pada sektor pertanian di Kabupaten Tanah Datar. Penelitian menggunakan analisis Indeks Diversitas Entropy dan Tipologi Klassen. Data yang digunakan merupakan data sekunder yaitu produksi subsektor tanaman pangan, subsektor hortikultura, subsektor perkebunan dari tahun 2016 sampai tahun 2020 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tanah Datar dan Provinsi Sumatera Barat. Hasil analisis menunjukkan bahwa perkembangan sektor pertanian di Kabupaten Tanah Datar belum merata, pola pertumbuhannya tergolong maju dan tumbuh cepat (14 komoditas), maju dan tumbuh lambat (6 komoditas), berkembang (23 komoditas), dan relatif tertinggal (5 komoditas). Dari hasil analisis diharapkan pemerintah lebih mengarahkan pembangunan pada sektor pertanian dengan fokus pada upaya meningkatkan produktivitas dan mengembangkannya.Kata kunci: Perkembangan sektor, Pola pertumbuhan, Sektor pertanian AbstractThe agricultural sector has an important role in the economic development of Tanah Datar Regency. The growth of the agricultural sector in this district is relatively low even though it has a high contribution to the formation of the regional GRDP. This study aims to (1) analyze the development of the agricultural sector in Tanah Datar Regency (2) analyze the growth pattern of the agricultural sector in Tanah Datar Regency. This study uses the analysis of the Entropy Diversity Index and Klassen Typology. The data used are secondary data, namely the production of the food crop sub-sector, horticulture sub-sector, and plantation sub-sector from 2016 to 2020 which are sourced from the Central Statistics Agency (BPS) of Tanah Datar Regency and West Sumatra Province. The results of the analysis show that the development of the agricultural sector in Tanah Datar Regency has not been evenly distributed, the growth pattern is classified as advanced and fast growing, advanced and slow growing, developing, and relatively lagging behind. From the results of the analysis, it is hoped that the government will direct the development of the agricultural sector with a focus on efforts to increase productivity and develop the agricultural sector.Keywords: Agriculture sector, Growth pattern, Sector development
PENILAIAN TERHADAP PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP) PADA UKM TEMPE TOMPO DI SUNGAI MAWANG KABUPATEN SANGGAU Hendro, Marselus; Mustangin, Ahmad; Rusiardy, Iwan; Sari, Sethyo Vieni; Lestari, Fatma Puji
Agricore Vol 8, No 2 (2023): Agricore Volume 8 Nomor 2
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v8i2.42032

Abstract

AbstrakPerkembangan industri makanan semakin meningkat, banyak dijumpai terdapat pencemaran pada makanan yang dikonsumsi. Penyebabnya adalah kontaminasi produk pangan atau makanan pada saat proses produksi. Good Manufacturing Practices (GMP) merupakan pedoman atau tata cara memproduksi olahan makanan yang baik, sehingga produsen pangan atau makanan dapat memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan untuk menghasilkan produk makanan yang bermutu. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pengusaha UKM agar dapat memproduksi pangan yang aman, bermutu dan bebas dari cemaran berbahaya. Metode penelitian dilakukan dengan tahapan pengumpulan data dan observasi. Analisa data dilakukan dalam setiap tahap proses produksi, pencatatan dan penilaian, penyusunan dokumen GMP dengan membandingkan data pengamatan secara langsung dengan literatur. Berdasarkan hasil evaluasi didapati bahwa UKM Tempe Tompo termasuk kedalam Usaha Jasaboga Golongan A3 dengan ketentuan nilai minimal 74 dan maksimal 83. Namun, hasil penilaian GMP yang diperoleh adalah 68 yang berarti penerapan GMP di UKM Tempe Tompo dikategorikan masih kurang sesuai dengan pengolahan yang benar. Aspek seperti bangunan, higiene karyawan dan sanitasi masih perlu untuk diperbaiki. Penerapan sistem pengendalian hama yang baik serta mesin dan peralatan pengolahan harus dilaksanakan sesuai standar.Kata kunci: GMP, UKM, Tempe Tompo, SanggauAbstractThe development of the food industry is on the rise, and there is a lot of contamination in the food consumed. The cause is contamination of food products or food at the time of the production process. Good Manufacturing Practices (GMP) are guidelines or procedures for producing good processed foods so that food producers can meet the requirements that have been established to produce quality food products. The research aims to enhance the competence of SME entrepreneurs to produce safe, quality, and safe foods. Research methods are carried out in stages of data collection and observation. Data analysis is carried out at every stage of the production process, from recording and evaluation to the preparation of the GMP document, by comparing the observation data directly with the literature. Based on the results of the evaluation, it was found that Tempe TompoUKM is included in the A3 category with a minimum value of 74 and a maximum of 83. However, the GMP assessment result obtained is 68, which means that the application of GMP in Tempe Tompo UKM is still classified as less in accordance with the correct processing. Aspects such as building, employee hygiene, and sanitation still need to be improved. Implementation of good pest control systems as well as machinery and processing equipment must be carried out in accordance with standards.Keywords: GMP, UKM, Tempe Tompo, Sanggau
PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENGADAAN PRODUK SEGAR DAN KINERJA LAYANAN SUPLIER DI RITEL SUPERMARKET: SEBUAH PERSPEKTIF BUSINESS-TO-BUSINESS Utami, Hesty Nurul; Wiyono, Sulistyodewi Nur; Nugraha, Adi
Agricore Vol 9, No 1 (2024): Agricore Volume 9 Nomor 1
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v9i1.55248

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana pengambilan keputusan supermarket dalam pengadaan produk segar dengan mempertimbangkan persaingan produk segar lokal dan impor dan bagaimana kinerja layanan suplier produk segar dari perspektif business-to-business (B2B). Pengambilan data dilakukan melalui metode wawancara dengan pihak manajemen sebuah ritel supermarket XYZ yang beroperasi secara nasional, dan data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Pengambilan keputusan terkait pengadaan produk segar dilakukan melalui strategi forward purchasing mechanism, sehingga pengadaan ditentukan oleh jenis produk yang dapat dipasok dan produk baru dipasarkan melalui sistem trial and error untuk melihat respon konsumen. Kinerja layanan suplier produk segar dinilai manajemen supermarket masih terkendala jaminan kepastian pasokan, kualitas produk, tingkat layanan, serta varian produk yang ditawarkan. Kebijakan supermarket yang menunjukkan keberpihakan kepada suplier lokal untuk memasok produk segar perlu didukung oleh peningkatan pengetahuan suplier mengenai product handling untuk meningkatkan tingkat layanan suplier kepada supermarket yang akan mempengaruhi keberlanjutan hubungan kerjasama bisnis. Penelitian ini berkontribusi kepada kajian tentang kualitas layanan B2B dan pengambilan keputusan B2B untuk keunggulan bersaing bisnis produk pangan di pasar ritel modern. Kata kunci: kualitas layanan, pengambilan keputusan, hubungan business-to-business, ritel pangan, agribisnis Abstract This research takes the business-to-business perspective to explore supermarket decision-making in the procurement of fresh products by considering the competition between local and imported fresh products and the service performance of the fresh product supplier. The data was collected through interviews with the store management of a nationally operating XYZ supermarket, and the data was analysed using qualitative descriptive analysis. Decision-making related to the procurement of fresh products in the XYZ supermarket is based on the forward purchasing mechanism strategy and trial and error system to sell new fresh product varieties. Thus, product procurement decision-making is determined by the type of product that can be supplied and new product trials to get consumers' responses. The performance of fresh product supplier service is assessed, and supermarket management considers that fresh product suppliers still confront several obstacles related to the guarantees of product supply certainty, product quality, service level, and product variants offered. The supermarket policy's empowerment to choose local suppliers to supply fresh products also needs to be supported by increased supplier knowledge of product handling to improve the supplier's service level to the supermarket, which will affect the sustainability of business relationships. This research contributes to the research on B2B service quality and B2B decision-making for the competitive advantage of agri-food businesses in the modern retail market.Keywords: service quality, decision-making, business-to-business relationship, food retail, agribusiness
ANALISIS POLA KONSUMSI BUMBU-BUMBUAN OLEH RUMAH TANGGA DI PROVINSI RIAU Al Walidani, Muhammad Zukri; Hadi, Syaiful; Yusri, Jumatri
Agricore Vol 8, No 2 (2023): Agricore Volume 8 Nomor 2
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v8i2.45411

Abstract

Abstrak Jumlah konsumsi bumbu-bumbuan di Provinsi Riau selalu lebih tinggi dari konsumsi rata-rata Indonesia. Rata-rata konsumsi bumbu-bumbuan di Provinsi Riau dari tahun 2014-2020 yaitu 3,15 kg/kap/tahun yang mana konsumsi tersebut diatas rata-rata konsumsi bumbu-bumbuan nasional tahun 2014-2020 yang hanya 2,55 kg/kap/tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola konsumsi bumbu-bumbuan di Provinsi Riau. Kajian ini menggunakan data Survei Sosial Ekonomi Tahun 2020 oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Riau. Penelitian ini dianalisis dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi natrium pada komoditas bumbu-bumbuan mencapai 2025 miligram per hari, lebih tinggi dibandingkan dengan anjuran konsumsi natrium dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2000 miligram per hari). Semakin tinggi pendapatan, proporsi konsumsi komoditas bumbu-bumbuan seperti garam, terasi, penyedap, dan bumbu dapur lain semakin menurun. Semakin banyak anggota rumah tangga yang mengkonsumsi bumbu-bumbu, seperti garam, kemiri, ketumbar, terasi, kecap, sambal, saus tomat, dan bumbu masak, maka proporsinya semakin meningkat. Semakin tinggi pendidikan ibu rumah tangga maka proporsi konsumsi bumbu dapur seperti garam, penyedap rasa dan bumbu dapur lainnya semakin menurun. Konsumsi garam, asam dan penyedap rasa di perkotaan lebih rendah dibandingkan konsumsi di pedesaan.Kata kunci: Rumah Tangga, Bumbu-Bumbuan, Pola KonsumsiAbstract The amount of consumption of spices in Riau Province is always higher than consumption in Indonesia. The average consumption of spices in Riau Province from 2014-2020 is 3.15 kg/cap/year, which consumption is above the average consumption of national spices for 2014-2020, which is only 2.55 kg/cap/ year. This study aims to examine consumption patterns of spices in Riau Province. This study uses data from the 2020 Socio-Economic Survey Badan Pusat Statistik for Riau Province. To answer this research, this research was analyzed with a descriptive analysis approach. The results showed that the average consumption of sodium in seasonings reached 2025 milligrams per day, higher than the recommendation for sodium consumption from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia (2000 milligrams per day). The higher the income, the proportion of consumption of spices such as salt, shrimp paste, seasonings and other spices decreases. The more household members consume spices, such as salt, candlenut, coriander, shrimp paste, soy sauce, chili sauce, tomato sauce and cooking spices, the proportion increases. The higher the education of housewives, the proportion of consumption of spices such as salt, flavoring and other seasonings decreases. Consumption of salt, acid and flavor enhancers in urban areas is lower than consumption in rural areas.Keywords: Descriptive Analysis, Spices, Consumption Pattern
STRATEGI BAURAN PEMASARAN SAYURAN ORGANIK KANGKUNG DI KURNIA KITRI AYU FARM KOTA MALANG Nafi'ah, Rima Hayyin; Maharianti, Titis Surya
Agricore Vol 9, No 1 (2024): Agricore Volume 9 Nomor 1
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v9i1.48040

Abstract

Abstrak Kurnia Kitri Ayu Farm merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang hortikultura yaitu budidaya sayuran organik. Salah satu faktor yang mempengaruhi pemasaran usaha ini adalah strategi bauran pemasaran yang meliputi produk, harga, promosi dan tempat/saluran distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi bauran pemasaran yang digunakan oleh perusahaan tersebut. Penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive) di Kurnia Kitri Ayu Farm Kota Malang. Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa tempat tersebut merupakan salah satu sentra pemasaran sayuran organik khususnya sayuran kangkung. Data diperoleh dari berbagai sumber, yaitu dari obervasi, wawancara langsung, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode  analis bauran pemasaran 4P. Hasil penelitian strategi bauran pemasaran adalah produk kangkung organik yang diproduksi memiliki kualitas produk yang baik dan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 6729. Harga yang ditetapkan sudah mampu menjangkau ke konsumen pasar yang dituju. Tempat atau saluran distribusi pemasaran sayur organik kangkung hampir 90% dipasarkan di Kota Surabaya yakni di supermarket dan 10% di Kota Malang.Kata kunci: Bauran Pemasaran, Sayuran Organik, 4PAbstract Kurnia Kitri Ayu Farm is a company operating in the field of horticulture, namely the cultivation of organic vegetables. One of the factors that influences the marketing of this business is the marketing mix strategy which includes product, price, promotion and place/distribution channels. This research aims to describe the marketing mix strategy used by the company. This research was conducted purposively at Kurnia Kitri Ayu Farm, Malang City. This is based on the consideration that this place is a marketing center for organic vegetables, especially kale. Data was obtained from various sources, namely from observation, direct interviews, and documentation. The data analysis method used is the 4P marketing mix analysis method. The results of the marketing mix strategy research are that the organic kale products produced have good product quality and are in accordance with the Indonesian National Standard (SNI) 6729. The prices set are able to reach the target market consumers. Almost 90% of the places or distribution channels for marketing organic kale vegetables are marketed in the city of Surabaya, namely in supermarkets and 10% in the city of Malang.Keywords: Marketing Mix, Organic Vegetables, 4Ps
EVALUASI PENERAPAN SISTEM PERTANIAN ORGANIK DI DESA SUKAMANAH KECAMATAN BAROS KAB.SERANG Sutisna, Dadang; Firdaus, Muhamad
Agricore Vol 8, No 2 (2023): Agricore Volume 8 Nomor 2
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v8i2.42566

Abstract

AbstrakSistem pertanian yang dilakukan dalam membudidayakan padi di Indonesia masih konvensional. Dampak negative dari sistem pertanian konvensional dapat diatasi dengan dilakukannya sistem pertanian organik. Pertanian organik merupakan suatu sistem dalam arti budidaya pertanian yang menggunakan bahan alami tanpa bahan kimia selama proses produksinya. Kelompok Tani Ranca Layung telah melakukan budidaya tanaman organik dari Tahun 2020 namun belum memperoleh sertifikasi organik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan sistem pertanian organik di Kelompok Tani Ranca Layung sudah sesuai dengan SNI 6729 : 2016 tentang sistem pertanian organik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pendekatan studi kasus dengan model analisis data Miles and Huberman. Hasil Penelitian menunjukan persentase kesesuaian sistem pertanian organik yang diterapkan oleh Kelompok Tani Ranca Layung dengan SNI 6729 : 2016 tentang sistem pertanian organik yaitu sebesar 73,94 persen (%) dan  ketidak sesuaian sistem pertanian organik yaitu sebesar 26,06 persen (%).Kata kunci: Pertanian Organik, SNI 6729 : 2016, kelompok tani AbstractThe agricultural system used in cultivating rice in Indonesia is still conventional. The negative impact of conventional farming systems can be overcome by carrying out organic farming systems. Organic farming is a system in the sense of agricultural cultivation that uses natural ingredients without chemicals during the production process. The Ranca Layung Farmers Group has been cultivating organic plants from 2020 but has not yet obtained organic certification. The purpose of this study was to determine whether the application of the organic farming system in the Ranca Layung Farmer Group was in accordance with SNI 6729: 2016 concerning organic farming systems. This study uses a qualitative descriptive method with a case study approach with a data analysis model of Miles and Huberman. The results showed that the percentage of conformity of the organic farming system applied by the Ranca Layung Farmer Group with SNI 6729: 2016 regarding the organic farming system was 73.94 percent (%) and the incompatibility of the organic farming system was 26.06 percent (%).Keywords:Organic Farming, SNI 6729 : 2016, farmer group
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN PADA UMKM BEDHAG COFFEE DI KABUPATEN JEMBER Maulidina, Niswah Saffanah; Nurayuni, Kholifa Dinda; Wicaksono, Ryan Alhafidz; Hamzah, Muhammad Ali; Ramadhan, Gilang; Prabowo, Rachmat Udhi
Agricore Vol 9, No 1 (2024): Agricore Volume 9 Nomor 1
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v9i1.55489

Abstract

AbstrakKabupaten Jember merupakan salah satu kabupaten yang memiliki potensi tumbuhnya tanaman kopi berkualitas. Rasa yang unik membuat kopi asal Jember dikenal baik secara nasional maupun internasional. Bedhag Coffee merupakan salah satu UMKM dibidang kopi. Kurang maksimalnya pemasaran dan distribusi merupakan salah satu kendala dari Bedhag Coffee. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis strategi pemasaran yang tepat untuk UMKM Bedhag Coffee. Analisis yang dilakukan adalah dengan menggunakan SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, and Threats). Bedhag Coffee belum banyak mengembangkan jangkauan pasar hal ini dikarenakan keterbatasan media pemasaran dan inovasi produk serta keterbatasan bahan baku yang menjadi penghambat untuk usaha roastery kopi ini berkembang dengan baik. Strategi yang dapat dilakukan adalah mempromosikan dan mengunggulkan cita rasa kopi, memperbanyak relasi, membangun dan memperluas branding media sosial yang baik, dan membuat inovasi produk yang menarik.Kata Kunci: kopi, bedhag coffee, strategi pemasaran, dan SWOTAbstractJember Regency is one of the regencies that has the potential to grow quality coffee plants. The unique flavor makes coffee from Jember known both nationally and internationally. Bedhag Coffee is one of the MSMEs in the coffee sector. The lack of maximization of marketing and distribution is one of the obstacles of Bedhag Coffee. This research was conducted to analyze the right marketing strategy for Bedhag Coffee. The analysis carried out is by using SWOT (strength, weakness, opportunities, and threats).  Bedhag Coffee has not developed much market reach, this is due to limited marketing media and product innovation as well as limited raw materials which are obstacles to this coffee roastery business developing well. Strategies that can be done are promoting and favoring coffee flavors, increasing relationships, building and expanding good social media branding, and making interesting product innovations.Keywords: coffee, bedhag coffee, marketing strategy, and SWOT
STUDI KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI BENIH KENTANG G0 INDUSTRI DI CV. BUMI AGRO TECHNOLOGY Siahaan, Emil Morris Gumanti; Saidah, Zumi; Karyani, Tuti; Ernah, Ernah
Agricore Vol 8, No 2 (2023): Agricore Volume 8 Nomor 2
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v8i2.53265

Abstract

AbstrakKentang merupakan jenis sayuran umbi yang tidak hanya dikonsumsi sebagai sayuran semata, namun kentang dapat diolah menjadi chips dan french fries.Tingkat konsumsi kentang di Jawa Barat terus meningkat secara signifikan seiring dengan tingkat produksinya sehingga mampu memenuhi konsumsi masyarakat di Jawa Barat. Akan tetapi, pemerintah tetap melakukan impor kentang dikarena rendahnya kualitas dan kuantitas benih kentang. Benih G0 kentang merupakan salah satu benih kentang yang mudah untuk dibudidaya daripada benih kentang lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan finansial usahatani benih G0 kentang industri di CV. Bumi Agro Technology yang berlokasi di Lembang. Metode penelitiannya adalah desain kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Pengambilan data dilakukan melalui observasi dan wawancara kemudian dianalisis penerimaan, pendapatan, dan kelayakannya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa CV. Bumi Agrotech layak secara finansial.Kata kunci: Benih G0 Kentang, Kelayakan, Finansial, UsahataniAbstractPotatoes are a type of tuber vegetable that is not only consumed as a vegetable, but potatoes can be processed into chips and French fries. The level of potato consumption in West Java continues to increase significantly along with the level of production so that it is able to meet public consumption in West Java. However, the government continues to import potatoes due to the low quality and quantity of potato seeds. G0 potato seeds are one of the potato seeds that are easier to cultivate than other potato seeds. This research aims to determine the financial feasibility of industrial G0 potato seed farming in CV. Bumi Agro Technology located in Lembang. The research method is a qualitative design using a case study approach. Data collection was carried out through observation and interviews and then analyzed for acceptance, income and feasibility. The results of this research show that CV. Bumi Agrotech is financially viable. Keywords: G0 Potato Seeds, Feasibility, Financial, Farming