cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad
ISSN : 25284576     EISSN : 26157411     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Padjadjaran. Diterbitkan Atas Kerjasama Program Studi Agribisnis dan Departemen Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Unpad Dengan PERHEPI Komisariat Bandung Raya.
Arjuna Subject : -
Articles 234 Documents
PENDAPATAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI JAGUNG (Zea Mays l.) DI KECAMATAN KINALI KABUPATEN PASAMAN BARAT Nelfi Nurul Istiqomah; Angelia Leovita; Alvindo Dermawan
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 7, No 2 (2022): Agricore Vol. 7 No. 2
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v7i2.41214

Abstract

AbstrakJagung saat ini menjadi komoditas nasional yang cukup strategis. Jagung dominan digunakan sebagai bahan baku pakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menganalisis karakteristik petani jagung 2) Menghitung berapa besar pendapatan usahatani jagung 3) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani jagung di Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Proportional Random Sampling. Metode analisis data yang digunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisis kuantitatif dengan menggunakan analisis pendapatan dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karakteristik petani di Kecamatan Kinali dominasi oleh laki-laki, rentang umur 37-42 tahun, tingkat pendidikan SD dan SMA, dan jumlah tanggungan  keluarga 4-5 orang. Sebagian besar petani responden memiliki luas lahan sebesar 1,4 ha, dengan status kepemilikan lahan yaitu milik sendiri dan pengalaman berusahatani 7-10 tahun. Besar pendapatan Rp 18.148.202,69/rata-rata luas lahan/MT dengan R/C 2,14 sehingga usahatani tersebut layak dan menguntungkan. Variabel luas lahan, pupuk anorganik, pestisida, dan tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap produksi jagung, sedangkan variabel bibit tidak berpengaruh nyata terhadap produksi jagung.Kata kunci: jagung, pendapatan, usahatani.Abstract Corn is currently a strategic national commodity. Corn is predominantly used as raw material for animal feed. This study aims to 1) Analyze the characteristics of corn farmers 2) Calculate how much corn farming income is 3) Analyze the factors that affect corn farming production in Kinali District, West Pasaman Regency. The sample determination technique in this study used Proportional Random Sampling. The data analysis method used qualitative descriptive analysis and quantitative analysis using multiple linear regression analysis. The results showed that the characteristics of farmers in Kinali Subdistrict were dominated by men, and the number of family dependents 5-7 people. Most of the respondent farmers have a land area of 1.4 ha, with land ownership status of their own and 3-9 years of farming experience. The amount of income is Rp 18.148.202,69/average land area / with an R/C of 2.14 so that the business is feasible and profitable. The variables of land area, inorganic fertilizers, pesticides, and labor have a real effect on corn production, while the seed variables have no real effect on corn production.Keywords: corn, income, farming.
KONTRIBUSI PENDAPATAN PEREMPUAN PEDAGANG SAYUR DI PASAR PAGI KOTA PANGKALPINANG TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA Indah Pratami; Evahelda Evahelda; Rufti Puji Astuti
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 7, No 2 (2022): Agricore Vol. 7 No. 2
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v7i2.40760

Abstract

AbstrakPeran perempuan dalam membantu perekonomi keluarga semakin meningkat pada saat ini, baik di sektor formal maupun informal, seiring dengan semakin meningkatnya kebutuhan yang diakibatkan peningkatan harga bahan pokok. Salah satu jenis pekerjaan di sektor informal adalah pedagang sayur yang dianggap relatif mudah karena tidak menuntut keahlian khusus, dapat dilakukan dengan modal kecil dan jumlah jam kerja yang tidak terlalu lama. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan kontribusi perempuan pedagang sayur terhadap pendapatan keluarga serta mengetahui hubungan antara variabel curahan waktu dengan variabel pendapatan perempuan sebagai pedagang sayuran di Pasar Pagi Kota Pangkalpinang. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan teknik sampling yaitu simple random sampling, sampel yang diambil sebanyak 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata perempuan pedagang sayur yang sewa lapak dan tidak sewa lapak di Pasar Pagi Kota Pangkalpinang yaitu sebesar Rp8.718.924,16 dan Rp3.386.139,28 per bulan. Kontribusi perempuan pedagang sayur yang sewa lapak dan tidak sewa lapak di Pasar Pagi Kota Pangkalpinang terhadap pendapatan keluarga dikatakan berkontribusi tinggi, yaitu sebesar 79% dan 72%, serta terdapat hubungan tidak signifikan atau tidak berarti antara tingkat curahan waktu kerja dengan pendapatan perempuan pedagang sayur di Pasar Pagi Kota Pangkalpinang.Kata kunci: kontribusi, perempuan, pedagang sayuran.AbstractThe phenomenon of women playing a role in helping the family's economy is currently increasing, one of which is developing, namely women who are vegetable traders at the Morning Market in Pangkalpinang City. This study aims to determine the income and contribution of women vegetable traders to family income. And to find out the relationship between the time allocation variable and the income variable of women as vegetable traders in the Morning Market of Pangkalpinang City. The method used in this research is a survey method with a sampling technique that is simple random sampling, the sample is taken as many as 30 respondents. Data analysis techniques used are income analysis, descriptive statistical analysis and Spearman rank correlation analysis. Based on the results of the study, it was found that the average income of female vegetable traders who rented stalls and did not rent stalls at the Morning Market in Pangkalpinang City was Rp. 8,718,924.16 and Rp. 3,386,139.28 per month. The contribution of women vegetable traders who rent stalls and do not rent stalls in Pasar Pagi Pangkalpinang City to family income is said to have a high contribution of 79% and 72%, respectively. The results also found that there was an insignificant or insignificant relationship between the level of working time and the income of women vegetable traders at the Morning Market, Pangkalpinang City.Keywords: contribution, woman, vegetable trader.
PERKEMBANGAN DAN POLA STRUKTUR PERTUMBUHAN EKONOMI SEKTOR PERTANIAN KABUPATEN SOLOK SELATAN Olga Yuliana Putri; Syahrial Syahrial; Angelia Leovita
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 7, No 2 (2022): Agricore Vol. 7 No. 2
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v7i2.41572

Abstract

AbstrakMenentukan pembangunan pertanian yang strategis dalam pemulihan ekonomi memerlukan penetapan sektor pertanian yang menjadi komoditas unggulan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis perkembangan sektor pertanian di Kabupaten Solok Selatan dan 2) menganalisis pola struktur perekonomian sektor pertanian Kabupaten Solok Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif  kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah Indeks Diversitas Entropi dan Tipologi Klassen. Hasil penelitian menunjukkan komoditas sektor pertanian di Kabupaten Solok Selatan tidak merata dan tidak berkembang. Ditinjau dari pola strukturnya, terdapat 36% komoditas sektor pertanian masuk pada Kuadaran I, 10% masuk pada Kuadran II, serta 29% komoditas masuk Kudran III dan 25% pada Kuadran IV. Perlu adanya penelitian lebih lanjut agar bisa memutuskan komoditas sektor pertanian sehingga membantu pemerintah dalam memilih upaya pengembangan komoditas sektor pertanian yang lebih unggul.Kata kunci: Perkembangan Wilayah, Sektor Pertanian.AbstractDetermining strategic agricultural development in economic recovery requires the determination of the agricultural sector as a leading commodity. This study aims to 1) analyze the development of the agricultural sector in South Solok Regency 2) analyze the pattern of the economic structure of the agricultural sector in South Solok Regency. The method used in this research is descriptive quantitative. The data analysis technique used is the Entropy Diversity Index and the Klassen Typology. The results showed that the agricultural sector commodities in South Solok Regency were not evenly distributed and did not develop. Judging from the structural pattern, there are 36 percent of agricultural sector commodities in Quadrant I, 10 percent commodities in Quadrant II, and 29 percent of commodities in Quadrant III and 25 commodities percent in Quadrant IV. So that further research is needed in order to be able to decide on agricultural sector commodities so as to assist the government in choosing efforts to develop superior agricultural sector commodities.Keywords: Agricultural Sector, Regional Development.
STUDI KELAYAKAN USAHA WEDANG UWUH MAZEDO HERBAL DI KECAMATAN SINGOSARI KABUPATEN MALANG JAWA TIMUR Arsy Syuyufil Qilbi; Dio Faramah; Khairunnisa Khairunnisa; Rafikri Haikal Haaq; Bambang Yudi Ariadi; Faulicia Taurudzi Nirwanarti
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 7, No 2 (2022): Agricore Vol. 7 No. 2
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v7i2.40944

Abstract

AbstrakWedang uwuh merupakan salah satu minuman herbal yang memiliki peluang dijadikan sebagai usaha di bidang makanan dan minuman. Dalam membangun sebuah usaha, diperlukan perencanaan usaha agar usaha yang dikelola dapat mencapai tujuan perusahaan, serta berkembang dengan cepat. Selain itu, dalam sebuah kegiatan bisnis juga dibutuhkan studi kelayakan pada bisnis yang sedang dijalankan. Tujuan penelitan ini adalah menganalisis kelayakan usaha minuman Wedang Uwuh Mazedo Herbal ditinjau dari aspek keuangan dan mengetahui kendala pada usaha minuman Wedang Uwuh Mazedo Herbal ditinjau dari segi produksi dan penjualan. Penelitian ini menggunakan data primer yang diambil mengggunakan metode observasi. Teknik analisis yang digunakan adalah kriteria investasi yaitu Net Present Value (NPV), Net B/C, Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP), serta juga membandingkan nilai produksi dengan penjualan. Hasil Analisis menunjukkan nilai NPV 115.617 > 0, nilai IRR 9,17%, Net B/C Ratio 1,004 > 1, dan nilai PP 0,34. Artinya, usaha minuman Wedang Uwuh Mazedo herbal dilihat dari segi ekonomi menjanjikan keuntungan yang besar dan jumlah masa waktu atau periode pengembalian investasi yang telah ditanamkan bisa didapatkan pada bulan ke-4. Akan tetapi, pada usaha minuman Wedang Uwuh Mazedo Herbal mengalami kendala pada penjualan sehingga keuntungan yang didapatkan tidak maksimal. Berdasarkan kendala usaha minuman Wedang Uwuh Mazedo Herbal yaitu pada segi penjualan, maka disarankan untuk lebih ditingkatkan dalam mempromosikan produknya sehingga tidak hanya segi produksi yang berjalan dengan lancar, demikian juga dengan segi penjualannya.Kata kunci: Kelayakan Usaha, Tanaman Herbal, Keuntungan.Abstract Wedang uwuh is one of the herbal drinks that has the opportunity to be used as a business in the food and beverage sector. In building a business, a business plan is needed so that the managed business can achieve company goals, and develop quickly. In addition, a business activity also requires a feasibility study on the business being run. The purpose of this research is to analyze the feasibility of the Wedang Uwuh Mazedo Herbal beverage business in terms of financial aspects and to find out the constraints on the Wedang Uwuh Mazedo Herbal beverage business in terms of production and sales. This study uses primary data taken using the observation method. The analysis technique used is the investment criteria, namely Net Present Value (NPV), Net B/C, Internal Rate of Return (IRR), and Payback Period (PP), as well as comparing production values with sales. The results of the analysis show that the NPV value is 115,617 > 0, the IRR value is 9.17%, the Net B/C Ratio is 1.004 > 1, and the PP value is 0.34. That is, the Wedang Uwuh Mazedo herbal beverage business from an economic perspective promises big profits and the amount of time or investment return period that has been invested can be obtained in the 4th month. However, the Wedang Uwuh Mazedo Herbal beverage business experienced sales problems so that the profits were not maximized. Based on the constraints of the Wedang Uwuh Mazedo Herbal beverage business, namely in terms of sales, it is suggested to further improve the promotion of its products so that not only the production side runs smoothly, so does the sales side.Keywords: Business Feasibility, Herbal Plants, Profit.
DAMPAK PENINGKATAN HARGA INPUT DAN KOMBINASI KEBIJAKAN TERHADAP KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA PETANI DATARAN RENDAH DAN TINGGI DI NUSA TENGGARA TIMUR Ferdy Adif I. Fallo; Gregorius Gehi Batafor
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 7, No 2 (2022): Agricore Vol. 7 No. 2
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v7i2.43633

Abstract

AbstrakHarga input usaha tani merupakan salah satu faktor yang berdampak terhadap kesejahteraan rumah tangga petani. Peningkatan harga input usaha tani akan berdampak terhadap kesejahteraan rumah tangga petani. Penelitian bertujuan untuk menganalisis dampak peningkatan harga input usaha tani dan kombinasi kebijakan terhadap kesejahteraan rumah tangga petani pada daerah agroekosistem dataran rendah dan dataran tinggi di Nusa Tenggara Timur. Sampel rumah tangga petani yang diwawancarai sebanyak 118. Metode estimasi yang digunakan adalah Two Stage Least Squares (2SLS). Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan harga input usaha tani menurunkan kesejahteraan rumah tangga petani dataran rendah dan tinggi. Kombinasi kebijakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi dampak peningkatan harga input usaha tani pada daerah agroekosistem dataran rendah dan dataran tinggi adalah peningkatan harga input usaha tani dan peningkatan harga output usaha tani. Alternatif kombinasi kedua yang dapat dilakukan adalah peningkatan harga input usaha tani dan peningkatan alokasi tenaga kerja keluarga untuk usaha non pertanian. Berdasarkan hasil analisis, dapat direkomendasikan bahwa untuk mengatasi dampak peningkatan harga input usaha tani yang menurunkan kesejahteraan rumah tangga petani dataran rendah dan tinggi, kebijakan yang dapat dilakukan adalah peningkatan harga output usaha tani dan peningkatan alokasi tenaga kerja keluarga petani untuk usaha non pertanian.Kata kunci: dampak, harga input, harga output, alokasi tenaga kerja keluarga, usaha nonpertanian, kesejahteraan, rumah tangga petani, dataran rendah, dataran tinggiAbstractThe price of farm inputs is one of the factors that have an impact on the welfare of farmer households. An increase in farm input prices will have an impact on the welfare of farmer households. This study aims to analyze the impact of increasing farm input prices and policy combinations on the welfare of farmer households in lowland and highland agro-ecosystem areas in East Nusa Tenggara. The sample of farmer households interviewed was 118. The estimation method used was Two Stage Least Squares (2SLS). The results of the analysis show that an increase in farm input prices reduces the welfare of lowland and highland farmer households. The combination of policies that can be done to overcome the impact of increasing farm input prices in lowland and highland agro-ecosystem areas is an increase in farm input prices and an increase in farm output prices. The second alternative combination that can be done is to increase the price of farm inputs and increase the allocation of family labor for non-agricultural businesses. Based on the results of the analysis, it can be recommended that to overcome the impact of increasing farm input prices that reduce the welfare of lowland and highland farmer households, policies that can be carried out are increasing farm output prices and increasing the allocation of farm family workers for non-agricultural businesses.Keywords: impact, input price, output price, family labor allocation, non-agricultural business, welfare, farmer household, lowland, highland
IMPLEMENTASI SAPTA PESONA DAN KINERJA AGROEDUWISATA KAMPUNG PASIR ANGLING DESA SUNTENJAYA LEMBANG Djuwendah, Endah; Junawinata, M. Gunardi; Ernah, Ernah; Hasbiansyah, O.
Agricore Vol 9, No 1 (2024): Agricore Volume 9 Nomor 1
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v9i1.56657

Abstract

AbstrakAgroeduwisata  sebagai bentuk  pariwisata berkelanjutan  yang dapat terlaksana apabila berkineja baik  dan masyarakat berpartisipasi aktif dalam melaksanakan sapta pesona. Sapta pesona   harus diwujudkan di setiap destinasi wisata, baik  destinasi  alam, budaya, buatan maupun minаt khusus agar  menciptаkаn kenyаmаnаn  bagi  wisаtаwаn. Kampung Pasir Angling merupakan sаlаh sаtu destinаsi wisаtа yаng   menerapkan  konsep agroeduwisata berbasis  mаsyаrаkаt.  Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis implementasi sapta pesona dan Kinerja agroeduwisata di Kampung Pasir Angling Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan metode survei.  Data yang digunakan berasal dari data  primer dan sekunder. Data Primer diperoleh melalui  wawancara dengan 42 orang masyarakat dan wisatawan, obervasi dan studi literatur.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat dan wisatawan terhadap implementasi sapta pesona termasuk kategori baik dengan rataan skor 3,86. Aspek kesejukan, keindahan dan kenangan termasuk kategori sangat baik sedangkan aspek keamanan masuk kategori cukup baik.   Kinerja agroeduwisata Kampung Pasir Angling dilihat dari aspek  kelamiahan dan optimalisasi penggunaan lahan  temasuk kategori sangat baik sedangkan pendidikan termasuk kategori baik. Penataan kawasan, pelibatan masyarakat dan keunikan  temasuk kategori  cukup baik. Kata kunci: Sapta pesona, Kinerja,  Agroeduwisata,  Kampung Pasir AnglingAbstractAgro-tourism is a form of sustainable tourism that can be implemented if it performs well and the community actively participates in implementing Sapta Pesona. Seven charms must be realized in every tourist destination, whether natural, cultural, artificial or special interest destinations in order to create comfort for tourists. Kampung Pasir Angling is one of the tourist destinations that applies the concept of community-based agro-education.  This research was conducted to analyze the implementation of Sapta Pesona and the performance of agro-tourism in Pasir Angling Village, Lembang District, West Bandung Regency. The research design used is quantitative descriptive, with a survey method.  The data used comes from primary and secondary data. Primary data was obtained through interviews with 42 local people and tourists, observations and literature studies.  The research results show that the perception of the public and tourists regarding the implementation of Sapta Pesona is in the good category with an average score of 3.86. The coolness, beauty and memories aspects are in the very good category, while the security aspect is in the quite good category.   The performance of Kampung Pasir Angling agro-tourism, seen from the aspects of nature and optimization of land use, is in the very good category, while education is in the good category. Area planning, community involvement and uniqueness are categorized as quite good.Keywords: Sapta Pesona, Performance, Agro-edutourism, Pasir Angling Village
ADOPSI DAN DIS-ADOPSI TEKNOLOGI KONSERVASI TANAH DAN AIR DI DAS CITARUM JAWA BARAT Qanti, Sara Ratna; Syamsiyah, Nur; Sadeli, Agriani Hermita
Agricore Vol 8, No 2 (2023): Agricore Volume 8 Nomor 2
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v8i2.53376

Abstract

AbstrakKonservasi tanah dan air (KTA) memegang peranan penting dalam sistem produksi pertanian. DAS Citarum merupakan DAS terbesar dan terpanjang di Jawa Barat yang mengalami penurunan kualitas tanah dan air terparah di Indonesia. Berbagai intervensi pemerintah telah dilakukan untuk pemulihan DAS Citarum, namun intervensi ini belum memperlihatkan hasil yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat adopsi dan dis-adopsi KTA dan mengidentifikasi karakteristik petani yang melakukan adopsi dan dis-adopsi untuk tujuh kegiatan KTA. Dengan menggunakan analisis deskriptif dari 438 rumah tangga petani di DAS Citarum Bandung Jawa Barat, ditemukan bahwa tingkat adopsi KTA di DAS Citarum masih rendah, baik untuk petani marginal maupun petani dengan kepemilikan lahan yang luas. Akan tetapi, tingkat dis-adopsi KTA cenderung lebih rendah dibandingkan tingkat dis-adopsi KTA pada petani sedang atau besar. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa petani marginal cenderung lebih konsisten dalam menerapkan KTA.  Kata kunci: konservasi tanah dan air, petani marginal, adopsi, disadopsiAbstractSoil and water conservation (SWC) play a crucial role in agricultural production systems. The Citarum Watershed is the largest watershed in West Java, experiencing the most severe decline in soil and water quality in Indonesia. Various government interventions have been implemented to restore the Citarum Watershed, but these interventions have not shown significant results. This research aims to analyze the adoption and dis-adoption levels of SWC and identify the characteristics of farmers who adopt and dis-adopt seven SWC practices. Using descriptive analysis of 438 farmer households in the Citarum Watershed, Bandung, West Java, it was found that the adoption level of SWC in the Citarum Watershed is still low, both for marginal farmers and those with extensive land ownership. However, the dis-adoption level of SWC tends to be smaller compared to the adoption level among medium or large-scale farmers. This may indicate that marginal farmers tend to be more consistent in implementing SWC.Keywords: soil and water conservation, marginal farmers, adoption, dis-adoption
ANALISIS BIAYA TRANSAKSI PADA DISTRIBUSI DAN PENJUALAN PUPUK BERSUBSIDI (NPK DAN UREA) DI KECAMATAN JATINANGOR Alawi, Muhammad Ridwan; Souw, Antonius; Puteri, Arneta Fergiane; Salsabila, Dinia Athaya; Maritza, Aurelia Claressa
Agricore Vol 9, No 1 (2024): Agricore Volume 9 Nomor 1
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v9i1.54089

Abstract

AbstrakBiaya transaksi yang tinggi merupakan suatu ciri-ciri dari imperfect market, yang mana biaya transaksi dapat ditekan namun tidak dapat dihilangkan. Biaya transaksi pada distribusi dan penjualan pupuk bersubsidi akan berpengaruh terhadap pendapatan usaha pedagang pupuk bersubsidi karena terjadinya pengurangan surplus yang cukup besar dari pedagang ke pihak lain. Oleh sebab itu penelitian ini berusaha untuk menganalisis saluran distribusi pupuk bersubsidi, pendapatan pedagang, dan biaya transaksi pada distribusi dan penjualan pupuk bersubsidi di Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang, Jawa Barat dengan metode analisis pendapatan dan analisis rasio biaya transaksi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa berdasarkan analisis pendapatan pedagang, dapat dikatakan bahwa usaha pupuk toko WG Tani dan Tani Berkah Jaya masih mengalami keuntungan. Sementara analisis biaya transaksi menunjukan biaya terbesar yang harus ditanggung oleh pedagang adalah biaya pelaksanaan dalam proses penjualan dan distribusi pupuk bersubsidi, serta biaya koordinasi.Kata kunci: Biaya Transaksi, Pupuk bersubsidi, Pendapatan, Distribusi.AbstractHigh transaction costs are a characteristic of imperfect markets, where transaction costs can be suppressed but cannot be eliminated. The transaction costs on the distribution and sale of subsidized fertilizers will have an impact on the business income of the subsidised fertilizer trader due to the significant reduction of surpluses from the trader to the other party. Therefore, the study aims to analyze the distribution channels, the traders' revenue, and the transaction cost on distribution and sales of subsidised fertilizer in Jatinangor District, Sumedang Regency, West Java. The results of this study show that based on the analysis of traders' income, it can be said that the business of WG Tani and Tani Berkah Jaya's fertilizer stores is still profitable. Whereas the transaction cost analysis shows that the largest costs to be borne by traders are implementation costs in the process of sale and distribution of subsidized fertilizers, as well as coordination costs.Keywords: Transaction Costs, Subsidized Fertilizer, Income, Distribution.
KAJIAN PENGEMBANGAN INDUSTRI GULA KRISTAL PUTIH INDONESIA Fikri, Rasheeda; Ernah, Ernah
Agricore Vol 8, No 2 (2023): Agricore Volume 8 Nomor 2
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v8i2.44984

Abstract

AbstrakGula merupakan salah satu bahan pokok yang diperdagangkan di seluruh dunia yang berbahan dasar tanaman tebu. Namun, saat ini produksi gula yang dihasilkan cenderung menurun setiap tahunnya dan tidak dapat memenuhi permintaan Gula Kristal Putih (GKP) masyarakat Indonesia sehingga pemerintah melakukan impor gula kristal mentah atau raw sugar untuk menutup kekurangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keragaan dan strategi pengembangan industri GKP Indonesia berdasarkan analisis matriks IFAS, EFAS, IE, dan analisis SWOT. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kepada informan dan studi literatur yang akan dibahas secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri GKP Indonesia masih aman karena berada pada sel V, yaitu posisi hold and maintain. Faktor yang dapat dipertahankan pada industri GKP adalah sumber daya lahan yang tersedia di luar Pulau Jawa, kapasitas produksi yang besar, kebutuhan pasar gula tinggi, dan investasi pabrik gula terbuka. Sementara faktor yang harus dipelihara adalah produksi tebu, laju konversi lahan, penggunaan teknologi, serta adopsi teknologi modern. Berdasarkan posisi tersebut, industri GKP Indonesia dapat berkembang dengan menerapkan strategi W – T yaitu pembenahan sistem pendanaan dan memperbaiki sistem tata niaga gula.Kata Kunci: produktivitas, strategi, gula kristal putih, pabrik gula, produksi.AbstractSugar is one of the main commodities traded worldwide which is made from sugar cane. However, currently the production of sugar produced tends to decrease every year and cannot meet the demand for white crystal sugar for the Indonesian people, so the government closes the shortage of sugar by importing raw crystal sugar or raw sugar. This study aims to analyze the performance and development strategy of the Indonesian white crystal sugar industry (GKP) based on matrix analysis of IFAS, EFAS, IE, and SWOT analysis. The data collection method was carried out through interviews with informants and literature studies which will be discussed in a qualitative descriptive manner. Based on the results of the research, it shows that the Indonesian white crystal sugar industry is still safe because it is in cell V, namely the hold and maintain position. Factors that can be maintained in the GKP industry are available land resources outside Java Island, large production capacity, high demand for sugar market, and investment in open sugar mills. While the factors that must be maintained are sugar cane production, land conversion rate, use of technology, and the adoption of modern technology. Based on this position, Indonesia's white crystal sugar industry can develop by implementing the W-T strategy, namely improving the funding system and improving the sugar trading system.Keywords: productivity, strategy, white crystal sugar, sugar factory, production.
ANALISIS SOSIO-TEKNIS USAHATANI PADI SAWAH MENGGUNAKAN PRAKTEK PERTANIAN LOKAL DAN MODERN (STUDI KASUS KECAMATAN KIARAPEDES, DESA MEKARJAYA, KABUPATEN PURWAKARTA) Arrachman, Nirwan; Heryanto, Mahra Arari
Agricore Vol 8, No 2 (2023): Agricore Volume 8 Nomor 2
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v8i2.53406

Abstract

AbstrakUsahatani berdasar pada pengetahuan lokal dan kebiasaan para leluhur saat ini masih dilakukan oleh beberapa petani yang ada di Desa Mekarjaya. Seiring dengan berkembangnya teknologi, usahatani lokal tersebut mulai berangsur-angsur ditinggalkan dan beralih ke usahatani modern. Perubahan usahatani tersebut memicu adanya perubahan aspek sosial dan aspek teknis yang menunjang kegiatan usahatani padi sawah di Desa mekarjaya. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi aspek sosial dan aspek teknis pada usahatani lokal, transisi, dan modern, dan mengetahui interaksi struktur sosio-teknis pada usahatani lokal, transisi, dan modern yang ada di Desa Mekarjaya. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang memberikan gambaran mengenai interaksi diantara unsur-unsur yang terlibat dalam usahatani padi sawah dengan menggunakan pendekatan Actor-Network Theory (ANT). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pada struktur sosio-teknis usahatani lokal, petani memiliki interaksi yang kuat dengan sesajen dan ritual. Hal ini menandakan petani lokal memiliki interaksi dengan pekarangan desa atau lingkungan alam di sekitarnya. Namun, interaksi ini mengalami pelemahan pada usahatani transisi karena petani transisi mulai meninggalkan ritual tersebut, sehingga interaksi petani dengan lingkungan alam melemah. Pada interaksi struktur sosio-teknis usahatani modern, terjadi pemutusan interaksi antara petani modern dengan lingkungan alam.Kata kunci: usahatani lokal, usahatani modern, sosio-teknis, padi sawahAbstractSome farmers in Mekarjaya Village still practice farming based on local knowledge and customs of their ancestors. This change in farming has also led to changes in the social and technical aspects that support wet-rice farming activities in Mekarjaya Village. The aim of this study is to identify the social and technical aspects of local, transitional, and modern farming, and to determine the interaction of socio-technical structures on local, transitional, and modern farming in Mekarjaya Village. The research design used is descriptive qualitative, which provides an overview of the interactions between the elements involved in wet-rice farming using the Actor-Network Theory (ANT) approach. The study found that in the socio-technical structure of local farming, farmers have strong interactions with offerings and rituals. This suggests that local farmers have a connection with the village yard or the surrounding natural environment. However, this interaction weakened in transitional farming as farmers began to abandon these rituals, resulting in a weakened connection with the natural environment. The modern farming socio-technical structure exhibits a disconnection between farmers and the natural environment.Keywords: local farming, modern farming, socio technique, paddy