cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad
ISSN : 25284576     EISSN : 26157411     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Padjadjaran. Diterbitkan Atas Kerjasama Program Studi Agribisnis dan Departemen Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Unpad Dengan PERHEPI Komisariat Bandung Raya.
Arjuna Subject : -
Articles 234 Documents
FAKTOR YANG MEMENGARUHI MINAT WANITA TANI UNTUK BERGABUNG DALAM KELOMPOK WANITA TANI DI KECAMATAN HARAU Zendato, Christyn Frizz; Putra, Vicka Pramudya; Afrizal, Roni
Agricore Vol 10, No 1 (2025): Volume 10 No 1, Juni 2025
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i1.62848

Abstract

AbstrakKelompok wanita tani terbentuk dengan dilandasi oleh kesamaan kondisi sosial ekonomi dan tujuan bersama anggotanya yang bertekad untuk mengubah kehidupan yang lebih sejahtera dengan semangat utamanya adalah menaikkan derajat dan kualitas hidup. Akan tetapi di lokasi penelitian masih banyak masyarakat khususnya wanita tani yang tidak bergabung dalam suatu kelompok tani, dan mengakibatkan keadaan ekonomi mereka masih berada pada taraf rendah tanpa ada peningkatan. Adapun maksud dari penelitian ini adalah mengkaji faktor yang memengaruhi minat wanita tani untuk bergabung dalam Kelompok Wanita Tani. Untuk mengumpulkan sampel dengan total 100 responden yang sudah memenuhi kriteria, penelitian ini menerapkan metode Simple Random Sampling dan pendekatan analisis data yang dipilih adalah Regresi Logistik Biner. Perhitungan analisis menghasilkan 3 dari 7 faktor memiliki nilai sig. > 0,05 yaitu usia, kepercayaan diri, dan aset yang dimiliki. Sedangkan 4 lainnya yaitu faktor lama pendidikan, jaringan sosial, akses terhadap informasi, dan kesehatan memiliki nilai sig.< 0,05. Sehingga disimpulkan 3 faktor tersebut berpengaruh terhadap 66% minat wanita tani untuk bergabung dalam Kelompok Wanita Tani di Kecamatan Harau, dan faktor 4 faktor lain tidak berpengaruh. Dari hasil ini diharapkan pemerintah dan organisasi terkait memastikan setiap program yang ada dapat terserap dengan tepat dan baik.Kata kunci: Minat bergabung, kelompok wanita tani, regresi logistik biner.AbstractFarmer groups are created based on the similarity of socio-economic conditions and the common goals of its members who are determined to change a more prosperous life with the main spirit is to raise the degree and quality of life. However, in the research location there are still many people, especially farm women, who do not join a farmer group, and as a result their economic situation is still at a low level without any improvement. The aim of this study is to investigate the factors that influence the interest of women farmers to join the Women Farmers Group. In order to collect samples with a total of 100 respondents who met the criteria, this study applies the method of Simple Random Sampling. The data analysis approach chosen is Binary Logistic Regression. The results of the analysis indicated that 3 out of 7 factors had a sig. > 0.05, namely age, self-confidence and wealth. While the other 4 factors, duration of education, social network, access to information, and health have a sig value <0.05. It is concluded that these 3 factors influence 66% of farmer women's interest to join the women farmers group in Harau district, while the other 4 factors have no effect. On the basis of these results, it is expected that the government and related organizations can ensure that each existing program can be properly and well absorbed.Keywords: Joining interest, women farmers group, binary logistic regression.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN (STUDI KASUS DI FIANDA COFFEE AND EATERY) Berliana, Shinta; Afrizal, Roni; Veronice, Veronice
Agricore Vol 10, No 1 (2025): Volume 10 No 1, Juni 2025
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i1.63393

Abstract

AbstrakGenerasi muda kini menjadikan kopi sebagai bagian dari gaya hidup sosial, di mana keputusan memilih kedai tak hanya didorong oleh rasa, tetapi juga oleh suasana, kenyamanan, dan estetika tempat yang mendukung momen kebersamaan. Fianda Coffee and Eatery sebagai salah satu usaha di sektor ini menghadapi tantangan dalam mempertahankan daya saing. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh kualitas produk, harga, promosi, lokasi, dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian konsumen. Penelitian dilakukan di Fianda Coffee and Eatery Payakumbuh berbasis angka dan pengukuran atau biasa disebut kuantitatif, dengan data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner oleh 100 responden melalui simple random sampling. Regresi linear digunakan untuk analisis data. Penelitian menunjukkan bahwasannya secara parsial, dari 5 faktor hanya 2 faktor yaitu kualitas produk dengan promosi saja yang memiliki pengaruh terhadap keputusan konsumen untuk membeli produk. Secara simultan, terdapat pengaruh sebanyak 38,9% secara bersamaan. Kualitas produk, harga, promosi, lokasi dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian produk di Fianda Coffee and Eatery. Peneliti berikutnya diharapkan dapat melanjutkan dan mengembangkan penelitian ini. Mengingat penelitian ini hanya memfokuskan analisis pada lima variabel bebas, yang terdiri dari kualitas produk, harga, promosi, lokasi, serta kualitas pelayanan dalam hubungannya dengan keputusan dalam pembelian, maka disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk mempertimbangkan penambahan atau pengembangan variabel lain yang relevan. Hal ini bertujuan agar keputusan pembelian konsumen dapat dianalisis secara lebih komprehensif dan mendalam.Kata kunci: Keputusan pembelian, kualitas produk, promosi.AbstractYounger generations are now making coffee a part of their social lifestyle, where the decision to choose a shop is driven not only by taste, but also by the ambience, comfort, and aesthetics of the place that support moments of togetherness. Fianda Coffee and Eatery as one of the business actors in this sector faces challenges in maintaining competitiveness. The purpose of this study was to analyze the effect of product quality, price, promotion, location, and service quality on consumer purchasing decisions. The research was conducted at Fianda Coffee and Eatery Payakumbuh using a quantitative approach through a survey method of 100 respondents through accidental sampling. Linear regression was used for data analysis. The study shows that partially, of the 5 factors, only product quality and promotion have an effect on product purchasing decisions. Simultaneously, there is an influence of 38.9% together. Product quality, price, promotion, location and service quality on product purchasing decisions at Fianda Coffee and Eatery. Future researchers are expected to continue and develop this research. Given that this study only focuses on analyzing five independent variables, namely product quality, price, promotion, location, and service quality in relation to purchasing decisions, it is recommended that future researchers consider adding or developing other relevant variables. It is intended that consumer purchasing decisions can be analyzed more comprehensively and deeply.Keywords: Purchase decision, product quality, promotion.
Analisis Pengaruh Harga Bahan Pokok Penting Terhadap Inflasi di Kota Samarinda (Studi Kasus: Toko Siap Jaga Harga dan Pasokan Pasar Segiri) Handayani, Tiara Dwina; Imang, Ndan; Mariyah, Mariyah
Agricore Vol 10, No 1 (2025): Volume 10 No 1, Juni 2025
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i1.62091

Abstract

AbstrakSektor pertanian berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), salah satunya subsektor tanaman pangan yang menghasilkan komoditas beras. Tingkat konsumsi komoditas beras memiliki jumlah yang cukup tinggi yang diikuti dengan beberapa bahan makanan tambahan lain seperti gula dan minyak goreng sehingga ketiganya tergolong ke dalam bahan pokok penting (bapokting). Pemerintah berupaya menstabilkan harga dan pasokan melalui inisiatif seperti Toko Siap Jaga Harga dan Pasokan (Sigap) di Pasar Segiri. Penelitian ini dilakukan pada Oktober-Desember 2024 di Kota Samarinda. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perkembangan harga bahan pokok penting dan inflasi dan menganalisis pengaruh harga bahan pokok penting terhadap inflasi. Data bulanan yang digunakan yaitu dari bulan April 2022-September 2024 diperoleh dari PIHPS Nasional dan BPS Kota Samarinda yang dianalisis menggunakan metode deskriptif dan regresi linear berganda. Harga beras menunjukkan Rp12,450/kg-Rp17,300/kg, harga gula menunjukkan Rp14,750/kg-Rp18,600/kg, dan minyak goreng menunjukkan Rp19,200/L-Rp30,500/L. Inflasi tertinggi di Samarinda mencapai 1,05%, sementara deflasi sebesar -0,2% yang dipengaruhi oleh efek dasar dari inflasi rendah pada tahun sebelumnya dan pelaksanaan operasi pasar. Secara keseluruhan, harga gula, minyak goreng, dan keberadaan Toko Sigap tidak signifikan memengaruhi inflasi di Kota Samarinda. Namun, secara parsial, harga minyak goreng memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap inflasi.Kata kunci: Beras, gula, harga, inflasi, minyak goreng.AbstractThe agricultural sector contributes to Gross Domestic Product (GDP), including the food crop subsector that produces rice. Level of consumption of rice is quite high, followed by several other additional foodstuffs such as sugar and cooking oil, so that all classified as essential goods (bapokting). The government aims to stabilize prices and supply through initiatives like the Ready-to-Guard Price and Supply Store (Sigap) at Segiri Market. The research aims to analyze the price developments of essential goods, inflation and the influence of important essential goods prices on inflation. The research was conducted from October to December 2024 in Samarinda City. Monthly data from April 2022 to September 2024 was obtained from the National Strategic Food Price Information Center and Statistics of Samarinda Municipality to be using descriptive methods and multiple linear regression. The prices for rice ranged from Rp12.450/kg to Rp17.300/kg, sugar from Rp14.750/kg to Rp18.600/kg, and cooking oil from Rp19.200/L to Rp30.500/L. The highest inflation in Samarinda reached 1.05%, while deflation was recorded at -0.2%, influenced by low inflation effects from the previous year and market operations. Overall, the prices of sugar and cooking oil and the presence of Toko Sigap, did not significantly affect inflation in Samarinda. However, cooking oil prices partially had a positive and significant impact on inflation.Keywords: Cooking oil, inflation, price, rice, sugar.
PENERAPAN PRINSIP PEMBIAYAAN DALAM PENILAIAN KREDIT KEPADA PETANI CABAI DI KECAMATAN PARAKANSALAK KABUPATEN SUKABUMI Putri, Anggi Aulia; Milla, Amalia Nur; Meilani, Ema Hilma
Agricore Vol 10, No 1 (2025): Volume 10 No 1, Juni 2025
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i1.63095

Abstract

AbstrakAkses permodalan menjadi aspek penting guna mendukung keberlanjutan usaha tani, khususnya bagi petani hortikultura seperti petani cabai. Namun, tidak semua petani memiliki akses yang mudah dalam memperoleh kredit karena berbagai persyaratan dan mekanisme yang diterapkan oleh lembaga pembiayaan. Penelitian ini berfokus pada bagaimana petani cabai di Kecamatan Parakansalak memandang dan mengalami penerapan prinsip pembiayaan dalam proses pengajuan dan penilaian kredit. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana prinsip pembiayaan diterapkan, melalui prinsip 5C (character, capacity, capital, collateral, dan condition) sebagai indikator utama akses permodaln. Hasil penelitiann menunjukkan bahwa prinsip pembiayaan ini masih secara aktif di praktikkan baik oleh lembaga keuangan formal maupun nonformal. Namun petani masih menghadapi berbagai tantangan dalam mengakses kredit seperti kendala ekonomi, sosial, dan risiko alam yang mempengaruhi produksi. Sumber pembiayaan yang dimanfaatkan berasal dari berbagai saluran baik lembaga formal maupun nonformal.Kata kunci: Petani cabai, permodalan pertanian, akses kredit, prinsip pembiayaan.AbstractAccess to capital is an important aspect to support the sustainability of farming, especially for horticultural farmers such as chili farmers. However, not all farmers have easy access to credit due to various requirements and mechanisms applied by financing institutions. This research focuses on how chili farmers in Parakansalak Sub-district perceive and experience the application of financing principles in the process of applying for and assessing credit. The main objective of this research is to identify how financing principles are applied, particularly the 5C principles (character, capacity, capital, collateral, and condition) as a key indicator of access to capital. The results show that these financing principles are still actively practiced by both formal and non-formal financial institutions. However, farmers still face various challenges in accessing credit such as economic, social, and natural risks that affect production. The sources of financing utilized come from various channels both formal and non-formal institutions.Keywords: Chili farmers, agricultural capital, credit access, financing principles.
KARAKTERISTIK KONSUMEN DAN POLA PERILAKU BERBELANJA PANGAN PREMIUM: STUDI KASUS PADA PEMASARAN PRODUK BERLABEL SEHAT Utami, Hesty Nurul; Pratiwi, Putri Gita; Wiyono, Sulistyodewi Nur
Agricore Vol 10, No 1 (2025): Volume 10 No 1, Juni 2025
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i1.63512

Abstract

Konsumsi produk pangan semakin meningkat di kalangan konsumen saat ini karena berbagai alasan terutama kesehatan dan keamanan pangan. Perusahaan produk pangan memperoleh peluang untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan pasar ini dengan menciptakan bebagai inovasi produk pangan berlabel pangan sehat yang dijual dengan harga premium. Penelitian ini melakukan survei kepada konsumen produk pangan tempe premium yang sudah tersertifikasi menunjukkan hasil bahwa target pasar produk tempe sehat ini adalah kelompok dewasa yang sebagian besar secara rutin berbelanja produk ini sebanyak tiga kali dalam satu minggu sehingga dikategorikan sebagai pelanggan setia. Alasan terbanyak pembelian produk tempe premium berlabel sehat ini adalah karena produk dan harga produk tempe ini dinilai berkualitas yang dianggap dapat memberikan manfaat kesehatan saat dikonsumsi, dan harga yang dibayarkan sepadan dengan kualitas yang diterima konsumen. Keputusan pembelian konsumen juga dinilai strategis dan dekat secara lokasi pembelian dengan lokasi pelanggan. Promosi pemasaran yang banyak diterima konsumen adalah karena pemasar memberikan persuasi yang tepat kepada pelanggan membeli produk serta informasi mulut-ke-mulut yang dilakukan pelanggan lain. Penelitian ini memberikan kontribusi keilmuan terkait pemahaman pola perilaku berbelanja produk pangan berlabel premium dan kontribusi praktis terkait strategi bauran pemasaran produk pangan premium berdasarkan karakteristik target pasar.
PENGARUH INFLASI DAN PDRB TERHADAP NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI JAWA BARAT Syafa'at, Iin Aulia Syafira
Agricore Vol 10, No 1 (2025): Volume 10 No 1, Juni 2025
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i1.59907

Abstract

AbstrakPenelitian ini mengkaji pengaruh inflasi dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Jawa Barat selama periode 2018 hingga 2022. Menggunakan data time series dan teknik analisis regresi linear berganda, penelitian ini bertujuan untuk mengisi kekosongan dalam literatur yang sebelumnya belum menyelidiki variabel inflasi dan PDRB secara simultan terhadap NTP Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi memiliki arah hubungan negatif, walaupun tidak berpengaruh secara parsial terhadap NTP, mengindikasikan penurunan daya beli dan kesejahteraan petani. Selain itu, PDRB sektor pertanian menunjukkan arah hubungan positif namun tidak berpengaruh signifikan terhadap NTP, menunjukkan bahwa peningkatan ekonomi regional tidak secara langsung mengangkat kesejahteraan petani. Uji koefisien determinasi mengindikasikan bahwa model ini menjelaskan 46,7% variabilitas NTP, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Temuan ini menyarankan perlunya kebijakan yang lebih terfokus pada stabilitas harga dan redistribusi keuntungan ekonomi yang lebih adil di antara petani untuk meningkatkan kondisi hidup mereka.Kata kunci: Ekonomi pertanian, inflasi, nilai tukar petani, Jawa Barat, PDRB.AbstractThis study analyzes the impact of inflation and Gross Regional Domestic Product (GRDP) on the Farmer's Exchange Rate (FER) in West Java Province from 2018 to 2022. This study employs time series data and multiple linear regression analysis to address the literature gap regarding the concurrent impacts of inflation and Gross Regional Domestic Product (GRDP) on the Farmer's Exchange Rate (FER) in West Java Province. The research findings demonstrate that inflation exhibits a negative correlation, however it does not exert a partial influence on the NTP, signifying a decline in purchasing power and the welfare of farmers. Furthermore, the GDP of the agricultural sector exhibits a positive correlation yet does not substantially influence the NTP, suggesting that regional economic expansion does not directly enhance farmers' welfare. The coefficient of determination reveals that this model accounts for 46.7% of the NTP variability, with the remainder affected by external factors not included in the model. The findings indicate a necessity for policies that prioritize price stability and equitable allocation of economic benefits among farmers to enhance their living conditions.Keywords: Agricultural economy, inflation, farmer exchange rate, West Java, GRDP.
PENGEMBANGAN DAYA TARIK EKOWISATA KAMPOENG CIHERANG BERDASARKAN PREFERENSI WISATAWAN Djuwendah, Endah; Saidah, Zumi; Yudha, Eka Purna; Rahmah, Ulya
Agricore Vol 10, No 1 (2025): Volume 10 No 1, Juni 2025
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i1.62832

Abstract

AbstrakEkowisata Kampoeng Ciherang, yang terletak di Desa Cijambu, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi wisatawan terhadap daya tarik Ekowisata Kampoeng Ciherang dan memberikan rekomendasi pengembangan berdasarkan hasil analisis. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan survei yang melibatkan 30 responden wisatawan. Responden dipilih secara purposive sampling, yakni wisatawan yang ditemui di lokasi dan bersedia mengisi kuesioner atau diwawancarai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisatawan memberikan penilaian baik terhadap daya tarik yang ada di destinasi ini, seperti keunikan alam dan fasilitas daya tarik buatan. Namun, aspek fasilitas pendukung dan aksesibilitas masih perlu diperbaiki, terutama kondisi jalan dan ketersediaan transportasi umum. Berdasarkan temuan ini, disarankan untuk meningkatkan promosi digital, memperbaiki fasilitas umum, dan meningkatkan kualitas prasarana. Pengelola juga diharapkan dapat berkolaborasi dengan masyarakat lokal dan menyusun paket wisata tematik guna meningkatkan daya tarik dan kontribusi ekonomi destinasi ini. Penelitian ini diharapkan memberikan wawasan bagi pengelola destinasi dalam mengoptimalkan potensi ekowisata yang ada.Kata kunci: Ekowisata, Kampoeng Ciherang, preferensi wisatawan.AbstractKampoeng Ciherang Ecotourism, located in Cijambu Village, Tanjungsari District, Sumedang Regency, holds great potential for development as a nature-based tourist destination. This study aims to analyze tourist preferences towards the attractions of Kampoeng Ciherang Ecotourism and provide development recommendations based on the analysis results. The research adopts a descriptive quantitative approach through a survey involving 30 tourist respondents. Respondents were selected through purposive sampling, namely tourists encountered on-site who agreed to complete the questionnaire or participate in an interview. The findings indicate that tourists give positive evaluations of the attractions at this destination, such as the unique natural landscapes and man-made attraction facilities. However, aspects of supporting facilities and accessibility still require improvement, particularly the road conditions and the availability of public transportation. Based on these findings, it is recommended to enhance digital promotion, improve public facilities, and upgrade infrastructure quality. The management is also encouraged to collaborate with the local community and develop thematic tour packages to increase the destination's appeal and economic contribution. This study is expected to provide insights for destination managers to optimize the existing ecotourism potential.Keywords: Ecotourism, Kampoeng Ciherang, tourist preferences.
TINGKAT KEBERDAYAAN PETANI PADI SAWAH DI KECAMATAN TRIMURJO KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Arianti, Dwi; 'Afni, Nur; Pujiana, Tri; Rahmah, Karina
Agricore Vol 10, No 1 (2025): Volume 10 No 1, Juni 2025
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPangan merupakan komoditas penting karena sangat diminati dan merupakan kebutuhan pokok manusia. Berbagai upaya terus digiatkan demi terciptanya ketahanan pangan, salah satunya peningkatan kemampuan petani dengan peningkatan pemberdayaan petani dalam memanagemen kegiatan usahataninya khususnya di komoditas padi sawah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat keberdayaan petani padi sawah di kecamattan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Lampung Tengah sebagai sentral penghasil padi tertinggi di Provinsi Lampung. Pelaksanaanya dilakukan pada bulan Mei-Juli 2024. Metode penelitian ini dilaksanakan dengan teknik survey yang dilakukan melalui wawancara 98 responden petani. Analisis data menggunakan desain kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian yaitu tingkat keberdayaan petani padi sawah di Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah memiliki modus 3 atau klasifikasi tinggi.Kata kunci: Keberdayaan petani, penyuluh, sawah.AbstractFood is an important commodity because it is in great demand and is a basic human need. Various efforts continue to be intensified to create food security, one of which is increasing the ability of farmers by increasing farmer empowerment in managing their farming activities, especially in the lowland rice commodity. This study aims to describe the level of empowerment of lowland rice farmers in Trimurjo District, Central Lampung Regency. This research was conducted in Central Lampung Regency as the highest rice producing center in Lampung Province. It was implemented in May - July 2024. This research method was carried out using a survey technique conducted through interviews with 98 farmer respondents. Data analysis used a descriptive quantitative design. The results of the study were that the level of farmer empowerment had a mode of 3 or high classification.Keywords: Extention worker, empowertment farmer, rice field.
RESPON WANITA TANI TERHADAP KEGIATAN PENYULUHAN PERTANIAN DALAM PROGRAM PEKARANGAN PANGAN LESTARI (P2L) DI KOTA PALEMBANG Sunjaya, Sunjaya; Oktarina, Selly; Saefudin, Akbar
Agricore Vol 10, No 1 (2025): Volume 10 No 1, Juni 2025
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i1.62054

Abstract

AbstrakSebuah respon dapat diartikan sebagai reaksi terhadap pengamatan suatu objek. Dalam konteks ini, respon perempuan tani mencerminkan persepsi dan perilaku mereka, meliputi pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam menanggapi peran penyuluh pertanian. Penelitian ini dilaksanakan untuk mendeskripsikan respon wanita tani terhadap program penyuluhan pertanian P2L di Palembang. Studi deskriptif kuantitatif ini dilakukan di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian serta Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di empat kecamatan Palembang, dengan pengumpulan data pada Juni-Juli 2024. Data primer dan sekunder diperoleh dari subjek yang dipilih melalui purposive sampling, kemudian dianalisis menggunakan Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon wanita tani yang dianalisis melalui aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan, mengalami peningkatan signifikan setelah mengikuti kegiatan penyuluhan dalam program P2L, sehingga mereka kini mampu melakukan kegiatan budidaya tanaman hortikultura secara mandiri mulai dari penyemaian samapai panen, mengatasi kendala selama budidaya, serta memanfaatan lahan pekarangan secara optimal.Kata kunci: Wanita tani, pekarangan pangan lestari, respon.AbstractA response can be interpreted as a reaction to the observation of an object. In this context, farm women's responses reflect their perceptions and behaviors, including knowledge, attitudes, and skills in responding to the role of agricultural extension workers. This study was conducted to describe farm women's responses to the P2L agricultural extension program in Palembang. This descriptive quantitative study was conducted at the Food Security and Agriculture Office and Agricultural Extension Centers (AEC) in four sub-districts of Palembang, with data collection in June-July 2024. Primary and secondary data were obtained from subjects selected through purposive sampling, then analyzed using the Likert Scale. The results showed that the responses of farm women, which were analyzed through aspects of knowledge, attitudes, and skills, experienced a significant increase after participating in extension activities in the P2L program, so that they are now able to carry out horticultural cultivation activities independently from seeding to harvesting, overcoming obstacles during cultivation, and making optimal use of yard land.Keywords: Farm women, response, sustainable food yard.
Analisis Risiko Produksi Anggrek di Estie’s Orchid Desa Meruyung Kecamatan Limo Kota Depok Annas, Fathia Utami; Azzahra, Fatimah; Mahatmayana, I Ketut Manu
Agricore Vol 10, No 1 (2025): Volume 10 No 1, Juni 2025
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i1.63087

Abstract

AbstrakIndonesia memiliki keanekaragaman hayati tinggi, termasuk dalam sektor florikultura yang berkontribusi besar terhadap perekonomian. Tanaman anggrek menjadi salah satu komoditas unggulan, namun produksinya mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, baik di tingkat nasional maupun di Kota Depok. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya perhatian pemerintah dan teknologi yang masih sederhana dalam perbanyakan anggrek. Kebun Anggrek Estie’s Orchid, yang sudah berdiri sejak 1998, menjadi pelaku utama dalam budidaya anggrek di Kecamatan Limo, namun menghadapi risiko produksi tinggi, terutama pada fase pembibitan dengan tingkat kegagalan hingga 30%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko produksi anggrek di Kebun Anggrek Estie’s Orchid, dengan fokus pada identifikasi risiko utama, akar penyebabnya, pengukuran tingkat risiko, serta penentuan prioritas risiko dan strategi mitigasinya. Metode yang digunakan adalah gabungan pendekatan kuantitatif dan kualitatif (mixed methods), dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Analisis risiko dilakukan menggunakan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) dan Diagram Pareto untuk menentukan prioritas risiko. Hasil penelitian mengidentifikasi 28 risiko produksi, dengan 10 di antaranya masuk dalam kategori prioritas, termasuk kerusakan bibit akibat kesalahan dalam kultur jaringan dan serangan virus. Strategi mitigasi disusun berdasarkan masukan ahli dan mencakup peningkatan pelatihan, perbaikan SOP, dan pengendalian lingkungan budidaya.Kata kunci: Anggrek, diagram pareto, FMEA, produksi, risiko.AbstractIndonesia has high biodiversity, including in the floriculture sector, which contributes significantly to the economy. Orchids have become one of the leading commodities; however, their production has experienced a significant decline in recent years, both nationally and in Depok City. One of the causes is the lack of government attention and the use of simple technology in orchid propagation. Estie’s Orchid Garden, established in 1998, is a key player in orchid cultivation in Limo District but faces high production risks, especially during the seedling phase, with failure rates reaching up to 30%. This study aims to analyze the production risks of orchids at Estie’s Orchid Garden, focusing on identifying the main risks, their root causes, measuring risk levels, determining risk priorities, and formulating mitigation strategies. The research uses a mixed-methods approach, combining both quantitative and qualitative methods, with data collection techniques including interviews, observations, documentation, and literature review. Risk analysis is performed using Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) and Pareto Diagram to prioritize risks. The study identifies 28 production risks, with 10 of them falling into the priority category, including seedling damage due to errors in tissue culture and virus attacks. Mitigation strategies are formulated based on expert input, including improved training, refining standard operating procedures (SOPs), and better environmental control in cultivation.Keywords: Orchids, pareto diagram, FMEA, production, risk.