cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad
ISSN : 25284576     EISSN : 26157411     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Padjadjaran. Diterbitkan Atas Kerjasama Program Studi Agribisnis dan Departemen Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Unpad Dengan PERHEPI Komisariat Bandung Raya.
Arjuna Subject : -
Articles 234 Documents
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI MINAT GENERASI Z DALAM MEMBELI JAMU MADURA (Studi Kasus Pada Masyarakat Kabupaten Pamekasan) Ibrohim, Bob Sandi; Nugroho, Taufik Rizal Dwi Adi
Agricore Vol 9, No 1 (2024): Agricore Volume 9 Nomor 1
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v9i1.48422

Abstract

AbstrakPerkembangan zaman membuat minat masyarakat dalam mengkonsumsi jamu tradisional mulai menurun, terutama pada generasi Z. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik generasi Z dan menganalisis faktor–faktor yang memengaruhi minat beli generasi Z terhadap jamu tradisional Madura. Regresi linier berganda digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari 100 responden. Sampel penelitian ditentukan  menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan generasi Z konsumen jamu tradisional Madura di dominasi oleh perempuan dengan usia 21–25 tahun, tingkat pendidikan SMA/K yang belum menikah dengan penghasilan  <Rp.500.000 per bulan. Faktor yang berpengaruh terhadap minat beli jamu tradisional Madura generasi Z adalah faktor pengetahuan, harga, lokasi, dan pelayanan. Beberapa hal yang perlu dilakukan produsen jamu tradisional Madura yaitu memberikan informasi yang jelas tentang karakteristik, manfaat, dan kepuasan yang diperoleh konsumen dari jamu tradisional Madura. Selain itu, harga yang terjangkau, lokasi yang mudah dijangkau dan terlihat, serta pelayanan yang baik seperti fasilitas lengkap dan kehandalan pelayanan menjadi faktor penting untuk diperhatikan.Kata kunci: generasi z, jamu tradisional, pamekasan, minat beliAbstractThe evolving times have contributed to the decline of people’s interest in consuming traditional medicine, particularly among generation Z. This study aims to identify the characteristics of generation Z and analyze the factors that influence their purchasing interest in Madurese traditional medicine. Multiple linear regression were used to analyze the data from 100 respondents. The research sample was selected using a purposive sampling method. The results indicate that generation Z consumers of Madurese traditional medicine were dominated by women aged 21–25 years, unmarried, high school education level, and a monthly income <Rp. 500,000. Knowledge, price, location, and service were identified as factors that influence the purchasing interest of Madurese traditional medicine in generation Z. Producers of Madurese traditional medicine should undertake several measures, such as providing comprehensive information about the characteristics, benefits, and satisfaction that consumers get from Madurese traditional medicine. Keywords: Generation Z, Pamekasan, Purchasing interest, Traditional Herbal Remedies
ANALISIS KELAYAKAN USAHA INDUSTRI RUMAH TANGGA PRODUK BLACK GARLIC (STUDI KASUS UD RINJANI SEJAHTERA DESA SEMBALUN BUMBUNG KECAMATAN SEMBALUN) Isnaini, Novita; Prasetyowati, Rini Endang; Danasari, Idiatul Fitri
Agricore Vol 8, No 2 (2023): Agricore Volume 8 Nomor 2
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v8i2.43064

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha produk black garlic yang sedang berkembang di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan menjelaskan fenomena dan kejadian yang terjadi. Penelitian dilakukan dengan melakukan wawancara kepada pelaku usaha yaitu UD. Rinjani Sejahtera. Metode analisis yang digunakan yaitu secara kualitatif untuk menggambarkan objek penelitian dan kuantitatif untuk memperhitungkan kelayakan usaha. Berdasarkan penelitian dan analisis yang dilakukan bahwa kegiatan usaha produk black garlic yang dilakukan oleh UD. Rinjani Sejahtera dikatakan layak untuk diusahakan. Hal ini dibuktikan dengan nilai R/C ratio > 1 yaitu sebesar Rp. 5,30 dan nilai NPV > 0 sebesar Rp. 108.316.178.Kata kunci: bawang putih, black garlic, kelayakan usaha, sembalunAbstractThis study aims to analyze the business feasibility of black garlic products in Sembalun District, East Lombok Regency. This research method was descriptive by explaining the phenomena and events that occur. The research was carried out deliberately by conducting interviews with business actors, UD. Rinjani Sejahtera. Business feasibility analysis was carried out using R/C ratio and Net Present Value analysis. Based on the research and analysis, the black garlic product business activities of UD. Rinjani Sejahtera is feasible. It evidenced by the value of the R/C ratio > 1, which is Rp. 5.30 and the NPV value > 0 is Rp. 108,316,178.Keywords: black garlic, feasibility, garlic, sembalun
ANALISIS ELASTISITAS HARGA DAN PERAMALAN DINAMIS PADA KOMODITAS TOMAT DI KABUPATEN GARUT, INDONESIA Riskawati, Eka; Baladraf, Thabed Tholib
Agricore Vol 9, No 2 (2024): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v9i2.59601

Abstract

AbstrakFluktuasi harga yang tinggi dan penurunan permintaan konsumsi menjadi tantangan bagi keberlanjutan produksi tomat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi harga tomat dan menentukan model proyeksi terbaik komoditas tersebut di Kabupaten Garut, salah satu produsen tertinggi di Jawa Barat. Data sekunder dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk mengidentifikasi elastisitas harga dan faktor-faktor yang berpengaruh dan metode autoregressive integrated moving average (ARIMA) untuk memodelkan peramalan harga dinamis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel harga wortel, harga cabai merah, dan harga cabai rawit memiliki pengaruh signifikan terhadap harga tomat pada tingkat signifikansi 5%, sedangkan harga kubis berpengaruh signifikan pada tingkat 10%. Faktor produktivitas tomat, harga wortel, dan populasi memiliki efek positif, sedangkan harga cabai merah dan harga cabai rawit memiliki efek negatif terhadap harga tomat. Pemodelan ARIMA menunjukkan bahwa model terbaik untuk peramalan adalah (1,0) (1,0) dengan nilai AIC sebesar 404,375. Model mampu memproyeksikan harga dengan akurat, didukung oleh uji residual dan white noise dengan nilai p lebih dari 0,05.Kata kunci: Elastisitas, peramalan, permintaan, regresi, tomat.AbstractHigh price fluctuations and declining consumption demand pose a challenge for the sustainability of tomato production in Indonesia. This study aims to analyze the factors affecting tomato prices and determine the best projection model for the commodity in Garut Regency, one of the highest producers in West Java. Secondary data were analyzed using multiple linear regression to identify price elasticity and influential factors, while autoregressive integrated moving average (ARIMA) method to model dynamic price forecasting. The results showed that the price variables of carrots, red chili, and cayenne pepper had a significant effect on tomato prices at the 5% significance level, while cabbage prices were significant at the 10% level. The factors of tomato productivity, carrot price, and population have a positive effect, while the prices of red chili and cayenne pepper have a negative effect on tomato prices. ARIMA modeling shows that the best model for forecasting is (1,0)(1,0) with an AIC value of 404.375. This model can project prices accurately, supported by residual and white noise tests with a p-value of more than 0.05.Keywords: Demand, elasticity, forecast, regression, tomato.
POLA STRUKTUR DISTRIBUSI BIAYA INVESTASI USAHA TANI PORANG DI INDONESIA Tapsi, Syhabuddin Al
Agricore Vol 9, No 2 (2024): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v9i2.57987

Abstract

AbstrakPeningkatan nilai ekonomi komoditas porang terus meningkat. Meskipun keberlanjutan ekonomi pada usaha tani cukup baik, tantangan pengalokasian modal investasi harus dihadapi mengingat poran merupakan tanaman tahunan yang singkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola distribusi modal investasi serta kelayakan invetasi usaha tani porang di Indonesia. Pendekatan meta analisis digunakan untuk mencapai tujuan penelitian dengan mengekstrak data dari hasil penelitian yang dipublikasikan pada jurnal ilmiah dalam kurun waktu 2020 hingga 2024. Berdasarkan hasil kajian ini diketahui menunjukkan pola struktur pembiayaan usaha tani porang didominasi oleh biaya variabel, khususnya pengadaan benih yang mencapai 50% dari total biaya. Sementara biaya tetap hanya menyumbang 9% dari keseluruhan biaya. Meskipun terdapat fluktuasi dalam pendapatan, usaha tani porang memiliki potensi profitabilitas yang baik. Analisis kelayakan investasi menunjukkan bahwa usaha ini menguntungkan dengan rata-rata R/C Ratio sebesar 3,71, Net Present Value (NPV) sebesar Rp 125.567.279, dan payback period selama 7,08 bulan.Kata kunci: amorphophallus, efisiensi produksi, meta-analisis, penganggaran modalAbstractThe economic value of the porang commodity has been steadily increasing. Although the economic sustainability of porang farming is relatively good, the challenge of investment capital allocation must be addressed given that porang is a short-term perennial crop. This study aims to examine the investment capital distribution pattern and the feasibility of porang farming investment in Indonesia. A meta-analysis approach was employed to achieve the research objectives by extracting data from studies published in scientific journals between 2020 and 2024. The findings of this review indicate that the financial structure of porang farming is dominated by variable costs, particularly seed procurement, which accounts for 50% of the total costs, while fixed costs only contribute 9% of the overall expenses. Despite fluctuations in revenue, porang farming has strong profitability potential. The investment feasibility analysis shows that this business is profitable, with an average R/C Ratio of 3.71, a Net Present Value (NPV) of Rp 125,567,279, and a payback period of 7.08 months.Keywords: amorphophallus, capital budgeting, meta-analysis, production efficiency
KEBERLANJUTAN FINANSIAL TEKNOLOGI (FINTEK) SEBAGAI SUMBER PEMBIAYAAN KOMODITAS SAYURAN DI KABUPATEN GARUT Karyani, Tuti; Djuwendah, Endah; Yudha, Eka Purna; Supriyadi, Ery; Arifin, Zainal
Agricore Vol 9, No 2 (2024): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v9i2.58895

Abstract

AbstrakFinansial teknologi adalah jasa keuangan dan teknologi yang beberapa tahun ini sudah merambah  ke sektor pertanian, terutama untuk komoditas sayuran yang termasuk dalam tanaman musiman. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat keberlanjutan dari  finansial teknologi (fintek) dan usahatani yang dibiayainya. Salah satu Kabupaten yang sudah ada implementasi fintek adalah Kabupaten Garut yaitu untuk komoditas cabai. Metode penelitian yang digunakan ialah stratified random sampling sebanyak 146 orang di 2 kecamatan sentra cabai yaitu Kecamatan Pasirwangi dan Cikajang. Alat analisis yang digunakan ialah  Multi Dimensional Scaling (MDS) Rapfish yang mengukur keberlanjutan berdasarkan 5 dimensi, yaitu  dimensi ekonomi,  sosial, lingkungan dan dimensi kelembagaan yang didasarkan pada Indikator fintech dengan teknik ordinasi dari Software RAPFISH (Rapid Appraisal Technique for Fisheries). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi sosial dan ekonomi indeks keberlanjutannya termasuk pada status cukup berkelanjutan, sedangkan untuk dimensi lingkungan, teknologi dan kelembagaan masih  pada status kurang berkelanjutan. Oleh karena itu perlu diperbaiki atribut-atribut yang masih lemah untuk semua dimensi terlebih untuk dimensi lingkungan, teknologi dan kelembagaan. Selain itu yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan adalah infrastruktur, literasi digital dan pengawasan yang ketat dari pemerintah dalam mengawal fintek ini agar optimal perannya dalam mendukung keberlanjutan pembangunan pertanian di perdesaan.Kata kunci: Finansial Teknologi, Keberlanjutan,  Multi Dimensional Scalling (MDS), Rapfish. AbstractFinancial technology is a financial and technological service that has penetrated the agricultural sector in recent years, especially for seasonal vegetable commodities. This study aims to measure the level of sustainability of financial technology (fintek) and the farms it finances. One of the districts that has implemented fintech is Garut Regency, namely for chili commodities. The research method used was stratified random sampling of 146 people in 2 sub-districts of chili centers, namely Pasirwangi and Cikajang sub-districts. The analytical tool used is Multi Dimensional Scaling (MDS) Rapfish which measures sustainability based on 5 dimensions, namely economic, social, environmental and institutional dimensions based on fintech Indicators with ordination techniques from RAPFISH (Rapid Appraisal Technique for Fisheries) Software. The results show that the social and economic dimensions of the sustainability index are included in the moderately sustainable status, while the environmental, technological and institutional dimensions are still in a less sustainable status. Therefore, it’s necessary to improve the attributes that are still weak for all dimensions, especially for the environmental, technological and institutional dimensions. In addition, what needs to be improved and enhanced is infrastructure, digital literacy and strict supervision from the government in overseeing this fintech to optimize its role in supporting the sustainability of agricultural development in rural areas. Keywords: Financial Technology, Sustainability, Multi Dimensional Scaling (MDS), Rapfish.
PENGARUH PEMANFAATAN DANA DESA TERHADAP PEMBANGUNAN PERTANIAN DI DESA LOBUTO KECAMATAN BILUHU KABUPATEN GORONTALO Hasan, Trigheofani S; Bakari, Yuliana; Hippy, Muhammad Zubair
Agricore Vol 9, No 2 (2024): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v9i2.59676

Abstract

AbstrakDana desa merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Guna mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi desa dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan desa terutama pembangunan pada sektor pertanian agar tercapainya masyarakat sejahtera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemanfaatan dana desa terhadap pembangunan pertanian di Desa Lobuto Kecamatan Biluhu. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juni sampai dengan bulan Juli 2024 dengan jumlah sampel 32 responden. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dan analisis data regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dana desa memiliki peran signifikan dalam pembangunan sarana prasarana pertanian, seperti pembangunan jalan usaha tani dan penyediaan alat serta bibit. Secara simultan nilai thitung 13,382 > ttabel 2,048 dan angka signifikansi <0,05 menunjukkan bahwa dana desa berpengaruh terhadap pembangunan pertanian dan secara efektif dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di Desa Lobuto Kecamatan Biluhu Kabupaten Gorontalo.Kata kunci: Dana desa, pertanian, pemanfaatan, pembangunanAbstractVillage funds are one of the government's efforts to improve the welfare of village communities. In order to support the implementation of village tasks and functions in organizing village governance and development, especially development in the agricultural sector in order to achieve a prosperous society. This study aims to determine the effect of the use of village funds on agricultural development in Lobuto Village, Biluhu District. This study was conducted from June to July 2024 with a sample of 32 respondents. The research method used quantitative methods and simple linear regression data analysis. The results of this study indicate that village funds have a significant role in the development of agricultural infrastructure, such as the construction of farm roads and the provision of tools and seeds. Simultaneously, the t-count value of 13.382> t-table 2.048 and the significance figure <0.05 indicate that village funds have an effect on agricultural development and can effectively increase agricultural productivity and farmer welfare in Lobuto Village, Biluhu District, Gorontalo Regency.Keywords: Village Funds, agriculture, utilization, development
ANALISIS KONTRIBUSI USAHATANI PADI SAWAH TADAH HUJAN TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI DI DESA PARARAPAK KABUPATEN BARITO SELATAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Anggreini, Trisna Anggreini; Milgani, Hepycelsi; Sintha, Tri Yuliana Eka
Agricore Vol 9, No 2 (2024): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v9i2.58060

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) menganalisis pendapatan petani padi sawah tadah hujan berdasarkan luas lahan di Desa Pararapak dan (2) menganalisis kontribusi petani padi sawah tadah hujan terhadap rumah tangga petani di Desa Pararapak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penerimaan petani padi sawah tadah hujan di Desa Pararapak menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan dalam hal luas lahan yang diusahakan oleh petani. Untuk setiap musim tanam, rata-rata penerimaan sebesar Rp.8.755.337,00 untuk luas lahan antara 0,5 dan 1 ha, sedangkan peneriman sebesar Rp.16.870.360,00 untuk luas lebih dari 1 ha. Jumlah biaya yang dikeluarkan rata-rata sebesar Rp 5.411.476,00 untuk luas lahan 0,5-1 ha, dan rata-rata Rp 12.367.857,00 untuk luas lahan lebih dari 1 ha. Pendapatan rata-rata untuk luas lahan 0,5-1 ha adalah Rp 3.247.194,00, dan untuk luas lahan lebih dari 1 ha adalah Rp 4.156.253,00. Dengan kontribusi usahatani padi sawah tadah hujan di Desa Pararapak Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan sebesar 0,51% terhadap pendapatan rumah tangga petani, dibandingkan dengan pendapatan luar pertanian (Karet dan Nanas Parigi) sebesar 96,84% dan non pertanian sebesar 2,61%, dapat disimpulkan bahwa kontribusi usahatani padi sawah tadah hujan sangat rendah terhadap pendapatan rumah tangga petani.Kata kunci: Pendapatan, padi sawah tadah hujan.Abstract The objectives of this study were (1) to analyze the income of rainfed wetland rice farmers based on land area in Pararapak Village, and (2) to analyze the contribution of rainfed wetland rice farmers to farming households in Pararapak Village. The results showed that the average income of rainfed wetland rice farmers in Pararapak Village showed significant differences in terms of land area cultivated by farmers. For each growing season, the average income was Rp.8,755,337 for land areas between 0.5 and 1 ha, while the income was Rp.16,870,360 for land areas of more than 1 ha. The average cost was IDR 5,411,476 for land area of 0.5 to 1 ha, and an average of IDR 12,367,857 for land area of more than 1 ha. The average income for land area 0.5-1 ha is Rp 3,247,194 and for land area more than 1 ha is Rp 4,156,253. With the contribution of rainfed wetland rice farming in Pararapak Village, South Hamlet Subdistrict, South Barito Regency of 0.51% to farmers' household income, compared to off-farm income (rubber and Parigi pineapple) of 96.84% and non-agricultural income of 2.61%, it can be concluded that the contribution of rainfed wetland rice farming to farmers' household income is very low.Keywords: Income, Rain-fed Rice Paddy
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS KELAPA (STUDI PADA DISTRIK MUARA TAMI PERBATASAN RI-PNG) Arisandi DN, Dani; Apriani, Anita; Sari, Wahyu Kumala; Weya, Tekison
Agricore Vol 9, No 2 (2024): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v9i2.58999

Abstract

AbstrakKelapa merupakan komoditas unggulan di Distrik Muara Tami, yang terletak di perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Dengan kelimpahan kelapa di wilayah ini, penting untuk mengembangkan strategi agribisnis kelapa dan produk turunannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan agribisnis kelapa melalui analisis SWOT terhadap sistem agribisnis dari hulu hingga hilir. Hasil penelitian menunjukkan kekuatan internal yang baik pada setiap subsistem agribisnis, meskipun terdapat kelemahan pada subsistem pemasaran dan penunjang. Skor IFAS subsistem adalah: Produksi: 3,40, Pengolahan: 3,80, Pemasaran: 2,90, Penunjang: 2,75, dengan rata-rata IFAS 3,21. Peluang eksternal juga besar, dengan dukungan pemerintah, permintaan global yang meningkat, dan potensi kerjasama internasional. Skor EFAS subsistem adalah: Produksi: 3,45, Pengolahan: 3,85, Pemasaran: 3,20, Penunjang: 3,10, dengan rata-rata EFAS 3,40. Berdasarkan skor IFAS 3,21 dan EFAS 3,40 yang berada pada Kuadran I, strategi yang disarankan adalah strategi pertumbuhan agresif, yang mencakup: 1) Memperluas kapasitas produksi, 2) Mengoptimalkan infrastruktur pengolahan dan distribusi, 3) Meningkatkan keterampilan tenaga kerja, dan 4) Memanfaatkan peluang ekspor.Kata kunci: Agribisnis kelapa, perbatasan RI-PNG, subsistem agribisnis, strategi pengembangan, SWOT.AbstractCoconut is a flagship commodity in the Muara Tami District, located at the Indonesia-Papua New Guinea border. Due to the abundance of coconuts in this region, it is crucial to develop strategies for coconut agribusiness and its derivative products. This study aims to analyze the development strategies for coconut agribusiness using a SWOT analysis of the agribusiness system from upstream to downstream. The results show that the internal strengths of each agribusiness subsystem are relatively strong, although there are weaknesses in the marketing and supporting subsystems. The IFAS scores for each subsystem are as follows: Production: 3.40, Processing: 3.80, Marketing: 2.90, Supporting: 2.75, with an average IFAS of 3.21. External opportunities are also significant, with government support, increasing global demand, and the potential for international collaboration. The EFAS scores for each subsystem are: Production: 3.45, Processing: 3.85, Marketing: 3.20, Supporting: 3.10, with an average EFAS of 3.40. Based on the IFAS score of 3.21 and EFAS score of 3.40, which falls in Quadrant I, the recommended strategy is an aggressive growth strategy, including: 1) Expanding production capacity, 2) Optimizing processing and distribution infrastructure, 3) Enhancing workforce skills, and 4) Capitalizing on export opportunities.Keywords: Coconut agribusiness, RI-PNG border, agribusiness subsystem, development strategy, SWOT.
IDENTIFIKASI DAN PEMETAAN RISIKO USAHATANI JAMUR MERANG (Volvariella volvaceae) Pardian, Pandi; Hidayat, Syarif; Renaldi, Eddy
Agricore Vol 9, No 2 (2024): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v9i2.61395

Abstract

AbstrakProduksi jamur merang di Kecamatan Jatisari Kabupaten Karawang, dari tahun ke tahun mengalami penurunan padahal potensi dan peluang pengembangan usahatani jamur merang cukup tinggi dikarenakan Kabupaten Karawang memiliki sumber bahan baku media tumbuh jamur merang berupa Jerami. Banyak risiko yang dihadapi dalam usaha budidaya jamur merang yang mempengaruhi dinamika produksinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan memetakan risiko yang sering terjadi serta dihadapi petani jamur merang. Pemilihan lokasi penelitian secara sengaja (purposive), karena Jatisari merupakan salah satu sentra produksi jamur merang, dengan anggota kelompok tani budidaya jamur merang paling tinggi. Penelitian ini menggunakan metode mixed method research dan analisis data menggunakan House of Risk (HOR) fase-1. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Risiko yang paling sering muncul dihadapi petani jamur merang adalah: harga jamur merang rendah, kekurangan modal, dan harga jual jamur merang berfluktuatif. Sedangkan, risiko yang paling jarang muncul adalah: gagal panen, kurangnya akses ke lembaga keuangan, dan pinjaman bank lama cair; (2) hasil pemetaan risiko, terdapat delapan agen risiko prioritas yang harus dimitigasi yaitu: kekurangan modal, harga jual jamur merang berfluktuatif rendah, pengeluaran untuk kebutuhan hidup petani tinggi, penjualan jamur kurang lancar, pinjaman bank lama, bunga bank tinggi, dan sulitnya akses ke lembaga keuangan (bank).Kata kunci: Identifikasi risiko, jamur merang, pemetaan risiko, Karawang.AbstractStraw mushroom production in Jatisari District, Karawang Regency, has decreased yearly, even though the potential and opportunities for developing straw mushroom farming are high because Karawang Regency has a source of raw materials for straw mushroom growing media. There are many risks faced in straw mushroom cultivation that affect the dynamics of its production. This study aims to identify risks and map the risks that often occur and are faced by straw mushroom farmers. The research location was chosen intentionally (purposively) because Jatisari District is one of the centers of straw mushroom production, with the highest number of mushroom farming group members. This study uses a mixed method research and data analysis using the House of Risk (HOR) phase-1. The results of the study show: (1) the most common risks faced by straw mushroom farmers are low straw mushroom prices, lack of capital, and fluctuating straw mushroom selling prices. Meanwhile, the risks that occur least frequently are crop failure, lack of access to financial institutions, and slow bank loans to be disbursed. (2) Based on the results of risk mapping, eight priority risk agents must be mitigated, namely: lack of capital, low fluctuating selling price of straw mushrooms, high expenditure for farmers' living needs, less than smooth sales of straw mushrooms, slow disbursement of bank loans, high bank interest, and difficulty in accessing financial institutions (banks).Keywords: Risk identification, Straw mushroom, Risk mapping, Karawang.
ANALISIS KEBERLANJUTAN PERKEBUNAN TEH UNIT MALABAR DI PTPN VIII PANGALENGAN JAWA BARAT Larasati, Farah; Tangim, Ernah; Syamsiyah, Nur; Yudha, Eka Purna
Agricore Vol 9, No 2 (2024): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v9i2.58148

Abstract

AbstrakTeh merupakan salah satu komoditi unggulan perkebunan Indonesia yang dijadikan sebagai penghasil devisa negara. Tanaman teh dilestarikan mulai dari pemeliharaan hingga pengolahannya menjadi produk berdaya saing. Unit Malabar merupakan perusahaan agroindustri yang mengupayakan tanaman teh dengan berbagai aspek pendukung didalamnya, seperti aspek lingkungan, aspek ekonomi, dan aspek sosial. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi dan menganalisis status keberlanjutan perkebunan teh Unit Malabar yang terletak di Pangalengan Jawa Barat. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode Multidimensional Scalling (MDS) Rap. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data Primer diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan pengisian kuesioner yang didukung oleh 4 informan kunci dan 30 responden sebagai pelengkap sumber data yang ditentukan secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut-atribut dalam aspek lingkungan dinilai cukup berkelanjutan dengan indeks sebesar 74,63%. Atribut-atribut dalam aspek ekonomi dinilai berkelanjutan dengan indeks sebesar 77,68%. Sedangkan atribut-atribut dalam aspek sosial dinilai kurang berkelanjutan dengan indeks sebesar 57,23% pada skala 0-100. Berdasarkan status keberlanjutannya, terdapat 2 atribut sensitif pada masing-masing aspek yang berpengaruh secara positif terhadap perkebunan teh.Kata kunci: Perkebunan teh, MDS Rap, Kebun Malabar, keberlanjutan.AbstractTea is one of Indonesia's leading plantation commodities which is used as a foreign exchange earner. Tea plants are preserved from maintenance to processing into competitive products. Malabar Unit is an agro-industrial company that cultivates tea plants with various supporting aspects in them, such as environmental aspects, economic aspects, and social aspects. This study was conducted to evaluate and analyze the sustainability status of the Malabar Unit tea plantation located in Pangalengan, West Java. The research design used is qualitative with the Multidimensional Scaling (MDS) Rap method. The data used are primary data and secondary data. Primary data was obtained through observation, interviews, documentation, and filling out questionnaires supported by 4 key informants and 30 respondents as complementary data sources determined purposively. The results of the study showed that the attributes in the environmental aspect were considered quite sustainable with an index of 74.63%. The attributes in the economic aspect were considered sustainable with an index of 77.68%. While the attributes in the social aspect were considered less sustainable with an index of 57.23% on a scale of 0-100. Based on its sustainability status, there are 2 sensitive attributes in each aspect that have a positive influence on tea plantations.Keywords: Tea plantation, MDS Rap, Malabar Garden, sustainability.