cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 8 (2) 2019" : 15 Documents clear
Titer Antibodi Pada Anjing Ras dan Persilangan 6 Bulan Pasca Vaksinasi Rabies Dewi, Desak Made Wiga Puspita; Suardana, Ida Bagus Kade; Suartha, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (2) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.659 KB)

Abstract

Cakupan vaksinasi terus ditingkatkan untuk memberantas penyakit rabies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui titer antibodi 20 ekor anjing ras dan persilangan, 6 bulan pasca vaksinasi Rabisin Merial Prancis yang dilakukan di Desa Buduk, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Darah diambil dari vena cephalica kemudian dibiarkan agar terjadi pemisahan serum dan darah. Serum dipindahkan ke dalam eppendorf dan disentrifugasi kemudian diuji ELISA dengan metode Pusvetma, Surabaya. Hasil penelitian didapatkan bahwa 19/20 sampel (95%) memiliki antibodi protektif dengan rata-rata nilai OD 0,9 IU (nilai OD > 0,5 IU), sedangkan sisanya tidak memiliki antibodi protektif dengan nilai OD 0,4 IU. Tingginya persentase antibodi protektif, menunjukkan bahwa pelaksanaan vaksinasi telah memberikan respon imun yang baik.
Pemberian Tepung Cacing Tanah (Lumbricus rubellus) dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan, Morbiditas, dan Mortalitas Anak Babi Landrace Jantan Lepas Sapih Apsari, Ni Wayan Diah; Ardana, Ida Bagus Komang; Kartini, Ni Luh
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (2) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1443.392 KB)

Abstract

Faktor penting yang harus diperhatikan dalam pemeliharaan ternak babi adalah masalah pakan. Cacing tanah (Lumbricus rubellus) memiliki kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh anak babi lepas sapih, sehingga dapat digunakan sebagai campuran ransum dengan diolah menjadi tepung terlebih dahulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung cacing tanah dalam pakan terhadap pertumbuhan, morbiditas, dan mortalitas anak babi setelah sapih. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini menggunakan 24 ekor anak babi landrace jantan lepas sapih dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan, yaitu P0 (tanpa pemberian tepung cacing tanah pada pakan), P1, P2, dan P3 dengan pemberian tepung cacing tanah sebanyak 4 g, 8 g, dan 16 g/kg pakan, masing-masing kelompok terdiri dari 6 ekor. Pengamatan dan pencatatan terhadap berat badan dilakukan pada sebelum dan setelah perlakuan, sedangkan pengamatan morbiditas dan mortalitas dilakukan selama penelitian berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung cacing tanah dalam pakan dosis 4 g, 8 g, dan 16 g/kg pakan, pada anak babi landrace jantan lepas sapih tampak berpengaruh nyata (P<0,05) dengan kontrol dan mampu meningkatkan persentase laju pertumbuhan relatif, menekan morbiditas dan mortalitas.
Studi Kasus: Miasis pada Anjing Ras Shih-Tzu Wulandari, Alfitri; Pemayun, I Gusti Agung Gde Putra
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (2) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.371 KB)

Abstract

Miasis adalah infestasi larva lalat ke dalam jaringan hidup hewan maupun manusia. Infestasi larva miasis tidak menimbulkan tanda klinis yang spesifik dan sangat bervariasi tergantung pada lokasi luka. Miasis bisa menyerang semua ras anjing baik jantan maupun betina, berumur tua atau muda. Seekor anjing ras Shih-Tzu berumur 4 tahun, bobot badan 3,50 kg dan berjenis kelamin betina diperiksa di Rumah Sakit Hewan Pendidikan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana dengan keluhan adanya luka terbuka disertai adanya belatung pada daerah kepala dekat dengan mata kiri. Secara klinis anjing nampak lesu dengan nafsu makan dan minum menurun, namun defekasi dan urinasi masih normal. Hasil pemeriksaan fisik anjing didiagnosis menderita miasis dengan prognosis fausta. Anjing ditangani dengan melakukan pembersihan luka dan mengambil belatung setiap hari menggunakan larutan NaCl 0.9%. Anjing diobati dengan antibiotika amoksisilin (R/Betamox) dan amoksisilin sirup. Deksametason, asam mefenamat diberikan sebagai anti radang dan analgesik, disamping itu juga diberikan ivermectin untuk pengobatan belatungnya jika masih ada yang tertinggal. Hari kelima setelah pengobatan luka sudah menutup dan pada hari kesepuluh luka sudah sembuh dan menutup dengan baik.
Survei Infestasi Lalat Hippobosca Sp. Pada Sapi Bali di Kabupaten Badung Septianingsih, Ni Luh Putu Diah; Dwinata, I Made; Oka, Ida Bagus Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (2) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.317 KB)

Abstract

Lalat Hippobosca sp. merupakan ektoparasit pengisap darah yang berperan sebagai vektor penyakit. Keberadaan lalat Hippobosca sp. sangat mempengaruhi kesehatan sapi bali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi serta hubungan antara faktor jenis kelamin, umur, cara pemeliharaan dan kondisi wilayah terhadap infestasi lalat Hipposbosca sp. pada sapi bali di Kabupaten Badung. Hasil pemeriksaan terhadap 300 sampel didapatkan prevalensi infestasi lalat Hippobosca sp. pada sapi bali di Kabupaten Badung sebesar 11,3%. Berdasarkan jenis kelamin, prevalensi sapi bali jantan 11,8% dan betina 11,1%. Prevalensi sapi bali pada umur muda 10,5%, dewasa 12,0% dan tua 9,1%. Jenis kelamin dan umur tidak berpengaruh terhadap prevalensi infestasi lalat Hipposbosca sp. pada sapi bali di Kabupaten Badung. Berdasarkan cara pemeliharaan, prevalensi sapi bali yang dikandangkan 0%, sedangkan yang diikat 34%. Berdasarkan kondisi wilayah, sapi bali yang dipelihara di wilayah lahan basah 0% dan di wilayah lahan kering 34%. Cara pemeliharaan dan kondisi wilayah berpengaruh terhadap prevalensi infestasi lalat Hipposbosca sp. pada sapi bali di Kabupaten Badung.
Studi Kasus: Hemangioma Kutaneus pada Anjing Lokal Naomi, Carene; Gorda, I Wayan; Warditha, Anak Agung Gde Jaya
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (2) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.103 KB)

Abstract

Hemangioma kutaneus adalah neoplasma jinak pada pembuluh darah yang sering ditemukan pada kulit. Seekor anjing lokal jantan berumur 11 tahun dengan bobot 18 kg diperiksa dengan keluhan adanya massa menggantung di kaki belakang bagian kanan. Pemeriksaan histopatologi menunjukkan hewan didiagnosis menderita hemangioma kutaneus, karena adanya proliferasi pada endotelnya. Banyak pembuluh darah yang menjadi besar dan rapuh. Hewan ditangani dengan pengangkatan tumor secara menyeluruh. Penanganan pascaoperasi hewan kasus diberikan antibiotik Amoxicilin dan analgesik Asam mefenamat. Hari ke-7 pasca operasi luka sudah mengering dan menyatu secara sempurna.
Total Leukosit Dan Trombosit pada Anjing Penderita Transmissible Venereal Tumor yang Diobati dengan Vincristine Mandara, Ikhsan; Jayawardhita, Anak Agung Gde; Kendran, Anak Agung Sagung
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (2) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1443.588 KB)

Abstract

Vincristine merupakan agen kemoterapi tunggal yang efisien untuk pengobatan transmissible venereal tumor (TVT). Selain sel kanker yang dihancurkan, sel normal yang bersifat aktif membelah seperti sel sumsum tulang juga ikut terkena pengaruhnya. Gangguan perkembangan sel progenitor sumsum tulang akan mempengaruhi produksi leukosit dan trombosit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui total leukosit dan trombosit pada anjing penderita TVT yang diobati dengan vincristine. Penelitian ini menggunakan lima ekor anjing penderita TVT dengan perlakuan yaitu pemberian vincristine hingga sembuh dengan interval pemberian tujuh hari sekali. Pengamatan dilakukan pada nilai total leukosit dan trombosit sebelum pemberian vincristine dan setelah kesembuhan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian vincristine pada anjing penderita TVT tidak berpengaruh nyata terhadap total leukosit dan trombosit, sehingga aman digunakan sebagai agen kemoterapi tunggal.
Prevalensi Infeksi Eimeria spp. Pada Ayam Pedaging Yang Diberi Pakan Tanpa Antibiotik Growth Promoters (AGP) Di Kabupaten Tabanan, Bali Aryitahlia, Ninis; Ardana, Ida Bagus Komang; Apsari, Ida Ayu Pasti
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (2) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.105 KB)

Abstract

Koksidiosis merupakan salah satu penyakit terpenting yang menyerang industri perunggasan. Penyakit ini merupakan penyakit intestinal yang disebabkan oleh parasit protozoa dari genus Eimeria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi infeksi Eimeria spp. pada ayam pedaging berdasarkan umur di atas dua minggu dan dibawah dua minggu yang diberi pakan tanpa AGP di Kabupaten Tabanan, Bali. Sampel feses diambil secara acak menggunakan metode simple random sampling yang diambil dibeberapa peternakan di Kabupaten Tabanan, Bali. Sebanyak 350 sampel feses diperiksa di Laboratorium Parasitologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana. Sampel feses diperiksa secara kualitatif menggunakan metode natif dan secara kuantitatif menggunakan metode Mc.master. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 350 sampel feses ayam pedaging didapatkan sebanyak 109 sampel (31,1%) positif terinfeksi Eimeria spp.. Prevalensi infeksi Eimeria spp. ayam umur diatas dua minggu (30,6%) sangat nyata lebih tinggi dibandingkan umur dibawah dua minggu (0,6%). Hasil analisis Chi-Square menunjukkan bahwa umur sangat berbeda nyata (P<0.01) terdapat prevalensi infeksi Eimeria spp.. Intensitas infeksi Eimeria spp. pada penelitian ini ditemukan 1.700-739.700 ookista/gram. Analisis deskriptif kuantitatif infeksi Eimeria spp. dikelompokkan berdasarkan tingkat intensitas infeksi. Infeksi ringan (kurang dari 20.000 ookista/gram) sebesar 56,9%, infeksi sedang (lebih dari 20.000 sampai 60.000 ookista/gram) sebesar 23,9%, dan infeksi berat (lebih dari 60.000 ookista/gram) sebesar 19,2%.
Laporan Kasus: Penanganan Enteritis pada Kambing Peranakan Ettawa Akibat Nematodiasis dan Koksidiosis Fangidae, Petra Yudha; Nururrozi, Alfarisa; Yanuartono, Yanuartono; Indarjulianto, Soedarmanto
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (2) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1444.818 KB)

Abstract

Nematodiasis dan koksidiosis merupakan penyakit pada kambing yang dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang besar bagi peternak. Seekor kambing Peranakan Ettawa (PE) betina berumur 1 tahun dan berat badan 35 kg, dianamnesis mengalami diare, lemas, dan nafsu makan menurun. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan rambut yang kasar, konjungtiva dan gingiva hiperemis, limfaglandula mandibularis dekster bengkak, pada hidung terdapat leleran mukopurulen, peristaltik usus meningkat, dan konsistensi feses yang lembek. Hasil pemeriksaan sampel feses ditemukan adanya ookista Eimeria spp., larva nematoda jenis strongyle dan telur cacing strongyle. Pemeriksaan hematologi didapatkan polisitemia, anemia mikrositik-hipokromik, leukositosis dengan disertai neutrofilia dan eosinofilia. Berdasarkan anamnesis, gejala klinis, pemeriksaan fisik dan laboratorium maka kambing didiagnosis mengalami enteritis akibat nematodiasis dan koksidiosis dengan prognosis fausta. Pengobatan yang diberikan adalah Albendazole 8,5 mg/kg BB (PO), Oxytetracycline 17 mg/kg BB (IM), Diphenhydramine HCL 1 mg/kg BB (IM), dan injeksi multivitamin 3 mL (IM). Tujuh hari setelah pengobatan telah ada perbaikan klinis berupa keadaan kambing yang sudah aktif, tidak diare, feses yang mulai padat, jumlah larva nematoda dalam feses sudah berkurang.
Prevalensi dan Faktor Risiko Infeksi Strongyloides Ransomi pada Babi yang Dipelihara di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Denpasar Muliani, Ni Kadek; Dwinata, I Made; Apsari, Ida Ayu Pasti
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (2) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.392 KB)

Abstract

Strongyloides ransomi merupakan cacing nematoda yang predileksinya pada usus halus babi. Cacing ini umumnya menginfeksi babi muda dengan dampak yang ditimbulkan anemia, diare, dehidrasi, anoreksia, penurunan berat badan dengan cepat, pertumbuhan terhambat dan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prevalensi infeksi Strongyloides ransomi dan faktor risiko (umur, jenis kelamin dan jumlah babi per kandang) terhadap prevalensi infeksi Strongyloides ransomi pada babi yang dipelihara di tempat pembuangan akhir (TPA) Suwung, Denpasar. Penelitian ini menggunakan 100 sampel feses babi. Pemeriksaan feses menggunakan metode apung dan identifikasi jenis telur cacing Strongyloides ransomi berdasarkan morfologi. Data yang diproleh disajikan secara deskriptif dan faktor risikonya dianalisis dengan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi infeksi Strongyloides ransomi pada babi yang dipelihara di TPA Suwung, Denpasar sebesar 15%. Hasil analisis statistik menunjukan prevalensi infeksi Strongyloides ransomi pada babi betina (26,3%) nyata lebih tinggi dari pada babi jantan (8,1%). Sedangkan umur dan jumlah babi perkandang tidak memiliki hubungan dengan prevalensi.
Pemanfaatan Dedak Padi Terfermentasi untuk Meningkatkan Laju Pertumbuhan Dimensi Panjang Itik Bali Fauzi, Achmad Ali; Sampurna, I Putu; Suharsono, Hamong
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (2) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.997 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penggunaan kultur EM4 dan BeKa Dekomposer sebagai inokulan fermentasi dedak padi terhadap laju pertumbuhan dimensi panjang itik bali. Rancangan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 macam perlakuan selama 8 minggu. Kedua perlakuan yang dicobakan, yaitu dedak padi dengan fermentasi EM4 sebagai P1 dan dedak padi dengan fermentasi BeKa Dekomposer sebagai P2. Pada persamaan regresi model power, terdapat korelasi sangat nyata antara berat badan dengan ukuran dimensi panjang, sehingga menghasilkan koefisien korelasi 0,700 sampai dengan 0,964. Hasil analisis laju pertumbuhan dimensi panjang itik bali menunjukkan koefisien korelasi yang sangat nyata antara berat badan itik bali secara keseluruhan. Pakan terfermentasi dengan jenis fermentor yang berbeda berpengaruh terhadap laju pertumbuhan dimensi pajang itik bali umur 4 - 10 minggu.

Page 1 of 2 | Total Record : 15