cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 843 Documents
Persebaran Wilayah Tertular Rabies dan Hubungan Kejadiannya pada Anjing dan Manusia di Kabupaten Jembrana, Bali Tahun 2010-2015 Indrawan, Hieronimus; Batan, I Wayan; Kardena, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (4) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.145 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan memetakan persebaran penyakit rabies di Kabupaten Jembrana, Balidan hubungannya berdasarkan kejadian rabies pada anjing dan manusia. Metode penelitian dilakukandengan survey lapangan ke Kabupaten Jembrana, Bali. Survey dilakukan terhadap kejadian rabiespada anjing dan manusia yang terjadi pada tingkat desa. Data sekunder yang diperoleh dari instansiterkait dianalisis secara deskriptif dan analisis korelasi menggunakan uji Rank Spearman. Surveypenelitian dilakukan dengan wawancara langsung kepada pihak yang terkait dan memanfaatkan datasekunder. Hasil penelitian menunjukkan total kejadian rabies tahun 2010-2015 pada anjing 124 kasusdan pada manusia dua orang. Berdasarkan hasil analisis uji Rank Spearman menyatakan tidak adakorelasi antara kejadian rabies pada anjing dengan manusia. Hasil penelitian juga menyimpulkanbahwa penyakit rabies telah menyebar di lima kecamatan di Kabupaten Jembrana, Bali yangmencangkup 38 desa dari 51 desa. Rabies dalam tempo enam tahun telah menyebar di seluruhKabupaten Jembrana, Bali dan meningkatnya kejadian rabies pada anjing didaerah ini tidak diikutidengan meningkatnya kejadian rabies pada manusia.
Studi Histopatologi Limpa dan Otak Ayam Terinfeksi Penyakit Tetelo Nofantri, Lidia; Berata, I Ketut; Adi, Anak Agung Ayu Mirah
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (5) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.898 KB)

Abstract

Lesi histopatologi organ limpa dan otak ayamterinfeksi virus penyakit Tetelo dipengaruhi oleh strain virus yang menginfeksi, jenis dan umur ayam serta status vaksinasi. Hasil gambaran lesi histopatologi sangat bermanfaat dalam mengarahkan diagnosis penyakit hewan yang bersangkutan.Penelitian dilakukan untuk mempelajari variasi lesi histopatologi limpa dan otak ayam terinfeksi virus penyakit Tetelo. Penelitian menggunakan 20 sampel limpa dan 20 data otak ayam yang terinfeksi penyakit Tetelo yang telah dikonfirmasi di Laboratorium Virologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana.. Sampel limpa dan otak ayam dibuat preparat histopatologi dengan pewarnaan hematoksilin eosin (HE). Variabel yang diperiksa pada limpa meliputi deplesi status sel-sel limfoid, nekrosis dan kongesti. Sedangkan variabel yang diperiksa pada otak meliputi adanya peradangan, degenerasi dan nekrosis.Hasil pemeriksaan lesi histopatologi pada limpa dan otak ayam terinfeksi virus penyakit Teteloditemukan lesi yang bervariasi.Dari 20 sampel, lesi yang paling banyak ditemukan pada limpa adalah deplesi sel-sel limfoid, selanjutnya proliferasi sel-sel limfoid, nekrosis, kongesti dan peningkatan jumlah sel makrofag. Pada otak ayam terinfeksi penyakit Tetelo ditemukan lesi histopatologi yang dominan berupa vaskulitis dan gliosis. Yang diikuti oleh perivascular cuffing, edema perivascular dan nekrosis sel purkinje.Dapat disimpulkan bahwa terdapat kemungkinan hubungan antara deplesi sel-sel limfoid di limpa dengan vaskulitis dan gliosis di otak.
Laporan Kasus: Anaplasmosis pada Anjing Pomeranian Erawan, I Gusti Made Krisna; Duarsa, Bima Satya Agung; Suartha, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (6) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.969 KB)

Abstract

Seekor anjing ras Pomeranian, berjenis kelamin jantan, bernama Dodo, berumur tiga tahun dengan bobot badan 8,5 kg mengalami epistaksis pada kedua lubang hidung sejak seminggu sebelum dilakukan pemeriksaan. Anjing kasus tampak lemas dan pada bagian punggung ditemukan caplak Rhipichepalus. Hasil pemeriksaan hematologi rutin menunjukkan anjing kasus mengalami anemia, eosinofilia, dan trombositopenia. Pada pemeriksaan ulas darah tipis tidak teramati agen asing secara jelas. Untuk membantu menegakkan diagnosis dilakukan pemeriksaan dengan rapid test kit yang dapat mendeteksi antobodi E. canis dan Anaplasma sp. Hasil rapid test kit menunjukan pada darah anjing kasus terdeteksi antibodi Anaplasma sp. Berdasarkan anamnesis, gejala klinis, dan hasil pemeriksaan laboratorium, anjing kasus didiagnosis menderita anaplasmosis dengan prognosis fausta. Setelah diberikan pengobatan selama 10 hari dengan antibiotik doxycicline, asam traneksamat, dan Livron B-pleks anjing kasus secara klinis tampak sehat.
Karakteristik Karang Gigi pada Anjing di Denpasar Bali Kusumawati, Nindya; Widyastuti, Sri Kayati; Utama, Iwan Harjono
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (3) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.451 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan karang gigi pada anjing yang datang ke Rumah Sakit Pendidikan Pendidikan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana Denpasar Bali. Sebanyak 50 ekor anjing ras atau lokal diperiksa keberadaan karang giginya. Penilaian dilakukan terhadap warna, ketebalan, dan predileksi karang gigi. Hasil penelitian menunjukkan semakin tua umur anjing semakin tebal karang giginya (P<0,05). Keberadaan karang gigi tampak pada caninus, premolar IV, molar I, dan molar II pada maksila. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa anjing yang berumur lebih tua memiliki karang gigi yang berwarna lebih gelap dan karang gigi yang lebih tebal dibandingkan anjing yang berumur lebih muda.
Tebal Struktur Histologis Duodenum Ayam Pedaging yang Diberi Kombinasi Tylosin dan Gentamicin Raditya, I Gede Gilang Ikra; Suastika, Putu; Ardana, Ida Bagus Komang
Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (5) 2013
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.366 KB)

Abstract

ABSTRAKUsaha ternak broiler, sejak tahun 1998 semakin menonjol perannya dalam mempersempit kesenjangan terhadap meningkatnya kebutuhan akan daging. Daging ayam broiler dipilih sebagai salah satu alternatif, karena kita tahu bahwa ayam broiler sangat efisen diproduksi. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui tebal struktur histologis duodenum ayam yang diberi kombinasi tylosin dan gentamicin. Metode yang dipakai pada penelitian ini menggunakan 32 ayam pedaging yang di bagi dalam 4 kelompok yang di mana masing masing kelompok terbagi atas 8 ayam. Hasil penelitian ini sendiri adalah ketebalan struktur histologis duodenum pada kontrol (P0) rata-rata 7,2 ?m, perlakuan P1 rata-rata 7,2 ?m, perlakuan P2 rata-rata adalah 7,6 ?m, dan perlakuan P3 rata-rata adalah 7,9 ?m. P3 lebih tebal dari P2 dan P2 lebih besar dari P1 dan P0. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kombinasi tylosin dan gentamicin ini efektif untuk menyeimbangkan flora normal yang ada di dalam duodenum sehingga membuat pertumbuhan ayam menjadi sempurna.
POLIMORFISME LOKUS MIKROSATELIT DRB3 SAPI BALI DI NUSA PENIDA MUAZIN, MUAZIN; WANDIA, I NENGAH; SUASTIKA, PUTU
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (5) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.255 KB)

Abstract

Genetik populasi menggambarkan besarnya variasi genetik dalam populasi dan mekanisme untuk mempertahankan variasi tersebut. Tingkat keragaman genetik suatu populasi dapat memberikan petunjuk mengenai keadaan populasi di masa mendatang. Keragaman genetik rendah akan membahayakan kelestarian suatu populasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui polimorfisme alel lokus mikrosatelit DRB3, yang meliputi jenis dan jumlah alel, frekuensi alel dan heterozigositas pada sapi bali di Nusa Penida. Sejumlah 21 sampel darah sapi bali dari Nusa Penida diambil sebagai sumber DNA. Darah diekstraksi mengunakan QIAamp DNA Blood Mini Kit dari QIAGEN, Amplifikasi lokus mikrosatelit DRB3 menggunakan dengan teknik PCR dengan suhu annealing 580C. Produk PCR yang merupakan suatu alel dipisahkan melalui elektroforesis pada gel acrilamid 7% dan dimuculkan dengan pewarnaan perak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sejumlah tujuh alel terdeteksi pada lokus DRB3 di populasi Nusa Penida, dengan panjang alel berkisar 140-229 pasang basa. Frekuensi alel berurutan dengan frekuensi tertinggi (0,29) untuk alel 194, disusul oleh alel 178 (0,24), alel 211 (0,21), alel 170(0,19) dan alel 140, 155, serta alel 224 masing-masing dengan frekuensi 0,02. Nilai heterozigositas sapi bali Nusa Penida menggunakan lokus mikrosatelit DRB3 sebesar 0,80. Data disimpulkan bahwa lokus mikrosatelit DRB3 bersifat polimorfik populasi sapi bali di Nusa Penida.
Karaktersitik Lokus Mikrosatelit D8S1100 pada Populasi Monyet Ekor Panjang di Gunung Pengsong Lombok Gurning, Santri Devita Sari; Wandia, I Nengah; Soma, I Gede
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (5) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.911 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.5.540

Abstract

Polimorfisme suatu lokus pada suatu populasi penting diketahui untuk dapat melihat suatu populasi dalam keadaan aman atau terancam. Penelitian ini ditujukan untuk mengkarakterisasi lokus mikrosatelit D8S1100 pada populasi monyet ekor panjang di Gunung Pengsong dan mendapatkan informasi mengenai status polimorfisme. Sejumlah 15 sampel darah dikoleksi dari populasi monyet ekor panjang di Gunung Pengsong sebagai sumber DNA. Lokus mikrosatelit D8S1100 diamplifikasi dengan teknik PCR (Polymerase Chain Reaction) dengan suhu annealing 54ºC sebanyak 30 siklus. Selanjutnya alel dipisahkan dengan elektroforesis pada gel poliakrilamid 8% selama 90 menit dan dimunculkan dengan pewarnaan perak. Penelitian menemukan tiga jenis alel pada lokus mikrosatelit D8S1100 pada populasi monyet ekor panjang di Gunung Pengsong. Masing-masing alel 183, 186, dan 189 memiliki frekuensi berurutan sebesar 0,43, 0,47, dan 0,10. Heterozigositas lokus mikrosatelit D8S1100 pada populasi monyet ekor panjang di Gunung Pengsong sebesar 0,60. Nilai X² yang didapat adalah 5,62 nilai ini lebih kecil dari X² tabel pada ? = 0,05 untuk dF = 3 sebesar 7,82 yang artinya populasi monyet di Gunung Pengsong masih melakukan perkawinan acak. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lokus mikrosatelit D8S1100 bersifat polimorfik pada populasi monyet ekor panjang di Gunung pengsong dan populasi tersebut masih melakukan perkawinan acak (berada dalam Kesetimbangan Hardy-Weinberg).
Bakteriosin Asal Streptococcus Bovis 9A sebagai Biopreservatif pada Daging Sapi Ditinjau dari Uji Eber Franciska, Juliana; Suardana, I Wayan; Suarsana, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (2) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.336 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.2.158

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman bakteriosin asal Streptococcus bovis isolat 9A sebagai biopreservatif pada daging sapi ditinjau dari uji Eber. Penelitian dimulai dari persiapan kultur isolat 9A dan dilanjutkan dengan produksi bakteriosin kasar, persiapan sampel dan aplikasi bakteriosin sebagai biopreservatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman daging dalam bakteriosin 5 menit, 10 menit dan tanpa bakteriosin berpengaruh terhadap kualitas daging berdasarkan uji Eber. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perendaman daging dalam bakteriosin asal Streptococcus bovis isolat 9A mampu memperpanjang masa simpan daging sapi.
Prevalensi Infeksi Eimeria spp. Pada Ayam Pedaging Yang Diberi Pakan Tanpa Antibiotik Growth Promoters (AGP) Di Kabupaten Tabanan, Bali Aryitahlia, Ninis; Ardana, Ida Bagus Komang; Apsari, Ida Ayu Pasti
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (2) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.105 KB)

Abstract

Koksidiosis merupakan salah satu penyakit terpenting yang menyerang industri perunggasan. Penyakit ini merupakan penyakit intestinal yang disebabkan oleh parasit protozoa dari genus Eimeria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi infeksi Eimeria spp. pada ayam pedaging berdasarkan umur di atas dua minggu dan dibawah dua minggu yang diberi pakan tanpa AGP di Kabupaten Tabanan, Bali. Sampel feses diambil secara acak menggunakan metode simple random sampling yang diambil dibeberapa peternakan di Kabupaten Tabanan, Bali. Sebanyak 350 sampel feses diperiksa di Laboratorium Parasitologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana. Sampel feses diperiksa secara kualitatif menggunakan metode natif dan secara kuantitatif menggunakan metode Mc.master. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 350 sampel feses ayam pedaging didapatkan sebanyak 109 sampel (31,1%) positif terinfeksi Eimeria spp.. Prevalensi infeksi Eimeria spp. ayam umur diatas dua minggu (30,6%) sangat nyata lebih tinggi dibandingkan umur dibawah dua minggu (0,6%). Hasil analisis Chi-Square menunjukkan bahwa umur sangat berbeda nyata (P<0.01) terdapat prevalensi infeksi Eimeria spp.. Intensitas infeksi Eimeria spp. pada penelitian ini ditemukan 1.700-739.700 ookista/gram. Analisis deskriptif kuantitatif infeksi Eimeria spp. dikelompokkan berdasarkan tingkat intensitas infeksi. Infeksi ringan (kurang dari 20.000 ookista/gram) sebesar 56,9%, infeksi sedang (lebih dari 20.000 sampai 60.000 ookista/gram) sebesar 23,9%, dan infeksi berat (lebih dari 60.000 ookista/gram) sebesar 19,2%.
Kelainan yang Dijumpai pada Kuku Kaki Depan Sapi Bali yang Dipotong di Rumah Pemotongan Hewan TINTING BUNTU, ERMITA; HARJONO UTAMA, IWAN; WIDYASTUTI, SRI KAYATI
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (2) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.1 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengamati berbagai kelainan pada kuku kaki depan sapi bali yang dipotong di Rumah Pemotongan Hewan Mambal (RPH) Kabupaten Badung. Diharapkan dari hasil penelitian ini diperoleh informasi terhadap adanya kelainan kuku kaki depan dari sapi bali yang dipotong di Rumah Pemotongan Hewan Mambal Kabupaten Badung, Penelitian ini menggunakan sampel 100 ekor sapi bali yang dipotong di Rumah Pemotongan Hewan Mambal. Parameter yang diamati adalah kuku panjang, laminitis, abses pada band koroner dan kutil. Hasil penelitian menunjukkan adanya kelainan pada kuku kaki depan yaitu kuku panjang (44 kasus). Dari 100 ekor sapi bali yang diamati tidak ada bentuk abnormalitas lain pada kuku kaki depan.