cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
BIOMA
ISSN : 20865481     EISSN : 25499890     DOI : 10.26877
Arjuna Subject : -
Articles 246 Documents
PENERAPAN MODEL SEARCH, SOLVE, CREATE, SHARE (SSCS) PADA MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS SISWA DI SM Maulidya Rizqa Fatiya; Partaya Partaya; Nur Kusuma Dewi
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 8, No 1 (2019): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v8i1.4685

Abstract

Kualitas pembelajaran dipengaruhi oleh model pembelajaran yang digunakan. Model pembelajaran berbasis masalah salah satunya adalah Search, Solve, Create, Share (SSCS) dengan melibatkan siswa untuk belajar dari objek nyata di lingkungan sekitar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan model pembelajaran SSCS pada materi perubahan lingkungan dalam meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa. Desain penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Kota Tegal. Sampel penelitian yaitu kelas X MIA 6 dan X MIA 7 yang ditentukan secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, angket dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen memiliki hasil belajar dan aktivitas siswa yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Ketuntasan klasikal untuk hasil belajar serta aktivitas siswa semuanya mencapai indikator keberhasilan pembelajaran yaitu sebesar ≥75% dari jumlah siswa mendapatkan nilai ≥75. Hasil uji N-Gain menunjukkan peningkatan dalam kriteria sedang yaitu kelas eksperimen sebesar 0,69 dan kelas kontrol sebesar 0,60. Tanggapan siswa dengan kriteria sangat baik sebesar 93,93% dan baik sebesar 6,06%. Guru juga memberikan tanggapan positif terhadap pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model SSCS pada materi perubahan lingkungan berpengaruh terhadap hasil belajar dan aktivitas siswa di SMA. Kata kunci: hasil belajar, model Search, Solve, Create, Share (SSCS), aktivitas siswa
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MIND MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR MATERI SISTEM GERAK PADA MANUSIA Ani Julita Br Sipayung; R Susanti; Nur Kusuma Dewi
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 8, No 1 (2019): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v8i1.4680

Abstract

Problem Based Learning dengan Mind Mapping merupakan alternatif pembelajaran biologi yang menarik, membantu siswa berpikir kritis dan mampu memecahkan masalah, meningkatkan kreatifitas dan aktivitas siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Problem Based Learning dengan Mind Mapping terhadap hasil belajar siswa pada materi sistem gerak manusia kelas VIIIdi SMP Negeri 01 Ungaran. Jenis Penelitian ini eksperimen kuasi dengan rancangan penelitian Post-test only design. Sampel penelitian ditentukan secara Purposive Sampling, yaitu kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol. Data utama penelitian adalah hasil belajar kognitif melalui post-test dan lembar diskusi siswa dianalisis menggunakan t-test. Data pendukung berupa data hasil belajar keterlaksanaan pembelajaran, tanggapan siswa dan tanggapan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan Problem Based Learning dengan Mind Mapping pada kelas eksperimen berbeda terhadap kelas kontrol dengan analisis hasil posttest, t-test menunjukkan thitung 3,474> ttabel 2,042. Rata-rata nilai hasil belajar afektif siswa kelas eksperimen 86 sedangkan pada kelas kontrol 81,43. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dengan Mind Mappingberpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada materi sistem gerak pada manusia kelas VIII. Kata kunci:, mind mapping, Problem Based Learning, hasil belajar
STUDI EKSPLORASI KEANEKARAGAMAN SERANGGA DI CAGAR ALAM SEBAGAI SUMBER BELAJAR MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI Siti Khalimah; Niken Subekti; Siti Alimah
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 8, No 1 (2019): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v8i1.4687

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies serangga yang terdapat di Cagar Alam Ulolanang Kecubung, mengetahui indeks keragaman jenis serangga yang ditemukan dan mengetahui kualitas booklet yang dikembangkan berdasarkan hasil identifikasi serangga di Cagar Alam Ulolanang Kecubung. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan melakukan dua tahap penelitian, yaitu tahap eksplorasi keanekaragaman serangga dan tahap pengembangan booklet hasil eksplorasi. Analisis data hasil eksplorasi meliputi indeks keragaman jenis Shannon-Wiener, indeks kemerataan, dan indeks dominansi Simpson. Sedangkan pengembangan booklet dianalisis menggunakan analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian ini adalah keanekaragaman serangga yang ditemukan di CA Ulolanang berjumlah 221 individu dari 25 spesies terdiri dari 18 spesies dari Lepidoptera, 6 spesies dari Odonata dan 1 spesies dari Coleoptera. Keanekaragaman jenis (H’) di CA Ulolanang terhitung tinggi dengan nilai 3,083. Rata-rata dominansi spesies menghasilkan nilai 0,05 dan kemerataan jenis bernilai 0,958. Kelayakan booklet oleh dosen ahli mendapat kualitas layak. Sedangkan berdasarkan tanggapan siswa sangat baik. Kata kunci: keanekaragaman hayati, booklet, serangga
AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MODEL LEARNING CYCLE 5E MATERI EKOSISTEM DI SMA N 4 PEKALONGAN Ayuk Amalia; Margareta Rahayuningsih; Krispinus Kedati Pukan
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 8, No 1 (2019): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v8i1.4681

Abstract

Berdasarkan observasi dan wawancara diperoleh hasil bahwa pembelajaran materi ekosistem selama ini lebih banyak dilakukan di dalam kelas dan tidak melakukan pengamatan, sehingga membuat pembelajaran kurang bermakna serta menjadikan siswa kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran. Hasil observasi menunjukkan rendahnya ketuntasan klasikal yaitu hanya mencapai 47%. Materi ekosistem erat kaitannya dengan lingkungan serta proses yang terjadi didalamnya. Salah satu cara untuk mempelajari materi ekosistem yaitu dengan model learning cycle 5E. Model learning cycle 5E mewadahi siswa untuk aktif membangun konsepnya sendiri dengan cara berinteraksi dengan lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran model learning cycle 5E materi ekosistem. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi experimental. Desain yang digunakan adalah nonequivalent control group desain. Sampel yang digunakan adalah X MIPA 2 dan X MIPA 5.Hasil uji t diperoleh thitung(3,897) hasil ini > dari ttabel(2,001), sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran di kelas eksperimen berpengaruh meningkatkan hasil belajar secara signifikan. Hasil uji n-gain menunjukkan peningkatan hasil belajar kelas eksperimen termasuk dalam kategori sedang, sedangkan pada kelas kontrol termasuk dalam kategori rendah. Hasil rekapitulasi aktivitas siswa menunjukkan bahwa aktivitas siswa di kelas eksperimen termasuk dalam kriteria sangat aktif sedangkan kelas kontrol termasuk dalam kriteria cukup aktif. Guru serta siswa memberikan tanggapan bahwa pembelajaran tersebut menjadikan siswa lebih mudah memahami materi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan pembelajaran model learning cycle5E berpengaruh terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa. Kata kunci: aktivitas belajar, hasil belajar, learning cycle 5E
UJI KUANTITATIF KANDUNGAN FORMALIN PADA BAHAN PANGAN MENTAH DI PASAR TRADISIONAL KOTA YOGYAKART Sri Wijayanti Wulandari; Nina Sakina Lessy; Eka Supriyatin
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 8, No 1 (2019): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v8i1.4696

Abstract

Bahan tambahan pangan (BTP) adalah bahan yang ditambahkan ke dalam pangan untuk mempengaruhi sifat dan atau bentuk pangan. Formaldehid merupakan salah satu substansi yang sering digunakan sebagai BTP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar formaldehid dalam bahan pangan mentah yang dijual di pasar tradisional Kota Yogyakarta. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah tahu putih, mie basah, ikan pindang, dan ikan asin. Teknik sampling yang digunakan adalah stratified random sampling. Analisis kualitatif dan kuantitatif dilakukan di Laboratorium Biologi UAD menggunakan formalin test-kit dan spektrofotometer. Sampel positif formaldehid dengan pengujian test-kit dianalisis lebih lanjut dengan SPSS. Persamaan regresi linier yang digunakan adalah linier y = 5E-06x – 0,0028 dengan R2 sebesar 0,9977. Data menunjukkan bahwa terdapat 10 sampel dari total 92 sampel yang positif mengandung formaldehid dengan konsentrasi 4358, 8441, 30310, 11436, 9348, 16154, 7624, dan 9348 ppm. Konsentrasi ini kemudian diuji secara statistic menggunakan One-sample T Test dan didapatkan hasil p value < 0,05. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa konsentrasi formaldehid pada sampel ikan asin secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan kadar formaldehid yang dapat ditolerir oleh tubuh, yaitu 108 mg/kg berat badan. Kata kunci: formaldehid, bahan pangan mentah, pasar tradisional, analisis kuantitatif
PERBANDINGAN KUALITAS TEMPE IKAN NILA SEGAR DAN TEMPE IKAN NILA SIMPAN BEK Brigitta Erlien Mutiara Yuliastuti; Lusiawati Dewi; Sucahyo Sucahyo
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 8, No 1 (2019): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v8i1.4682

Abstract

Inovasi pembuatan tempe dengan penambahan tepung ikan nila dilakukan untuk meningkatkan mutu gizi tempe.  Teknik penyimpanan beku pada freezer mampu memperpanjang masa simpan tempe dengan menjaga kesegaran,  mutu sensorik, kandungan gizi, dan menghambat bakteri pembusuk. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan dalam pengaruh lama simpan beku pada tempe ikan nila dengan tempe biasa terhadap kualitas kadar air, kadar abu, protein dan total bakteri serta kualitas sensorisnya melalui uji organoleptik. Pengujian kualitas kandungan gizi pada tempe meliputi uji kadar air dengan pengovenan, kadar abu dengan furnace, protein terlarut dengan metodebiuret, dan total bakteri dengan metode pour plate. Hasil uji kualitas kandungan gizi tempe di analisis menggunakan stastika dan deskripsi sederhana. Sedangkan mutu sensoris di uji dengan uji organoleptik dan hasil dianalisis dengan SPSS uji Friedman. Peyimpanan beku pada tempe sampai hari ke 14, kualitas tempe masih terjaga dengan baik, yaitu kadar air dan kadar abu sesuai dengan SNI syarat mutu untuk tempe, kandungan protein meningkat serta jumlah total bakteri menurun, dimana pembusukan pada tempe dapat dihambat. Kualitas sensoris dari uji organoleptik, tempe ikan nila lebih diminati, khusunya tempe ikan nila pada penyimpanan beku selama 7 hari.   Kata Kunci: tempe ikan nila, beku (freezer),lama simpan
KEANEKARAGAMAN JENIS CAPUNG ANGGOTA ORDO ODONATA DI AREA PERSAWAHAN KECAMATAN SUMBERSARI KABUPATEN JEMBE Talitha Azza Meidyna Putri; Retno Wimbaningrum; Rendy Setiawan
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 8, No 1 (2019): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v8i1.4697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi dan keanekaragaman jenis capung di area persawahan Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Penangkapan capung menggunakan jaring serangga pada sawah seluas 10.000 m2. Capung yang telah dikoleksi disimpan di dalam kertas papilop. Di lokasi penelitian juga diukur kondisi faktor lingkungan abiotik yang meliputi suhu, kelembaban udara serta intensitas cahaya. Di laboratorium, capung dipinning, dioven pada suhu 37°C selama 3 hari, dan diidentifikasi. Hasil identifikasi capung divalidasi di Laboratorium Entomologi Pusat Penelitian Biologi LIPI, Cibinong. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tujuh jenis capung yang terbagi dalam lima jenis merupakan anggota Anisoptera dan dua jenis anggota Zygoptera yaitu Orthetrum sabina, Potamarcha congener, Pantala flavescents,; Trithemis festiva, Orthetrum chrysis, Ichnura senegalensis, Agriocnemis femina. Capung subordo yang anggota spesiesnya paling banyak adalah Anisoptera. Hasil pengukuran faktor lingkungan abiotik menunjukkan kondisi lingkungan lokasi penelitian mendukung keberdaan capung. Berdasarkan nilai indeks keanekaragaman Shannon - Wiener (H’), keanekaragaman capung di area persawahan Kecamatan Sumbersari tergolong sedang. Key words: keanekaragaman jenis, capung, odonata, persawahan
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING DENGAN MEDIA STOP MOTION VIDEO SISTEM KOORDINASI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMA Elin Rahmawati; Yustinus Ulung Anggraito; Nugrahaningsih Wahyu Harini
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 8, No 1 (2019): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v8i1.4683

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keefektifan model pembelajaran Project Based Learning dengan media Stop Motion Video sistem koordinasi terhadap hasil belajar siswa SMA. Penelitian ini merupakan penelitian Quasy Experimental menggunakan Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Ngadirojo yang terdaftar pada Semester Genap Tahun Ajaran 2017/2018 yang terdiri dari empat kelas dengan teknik sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling, yaitu  kelas XI IPA 3 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 4 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes, observasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan klasikal pada kelas eksperimen 84,38% sedangkan kelas kontrol sebesar 53,12%. Hasil uji t menunjukkan rata-rata nilai posttest siswa kelas eksperimen berbeda dan lebih baik dibandingkan kelas kontrol. Uji N-Gain kelas eksperimen lebih baik (100%) dibandingkan dengan kelas kontrol (87,51%). Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Project Based Learning dengan media Stop Motion Video sistem koordinasi efektif diterapkan pada pembelajaran materi sistem koordinasi. Kata kunci: sistem koordinasi manusia, stop motion video, Project Based Learning, hasil belajar
PENGARUH MICROCLIMATE DAN MICROCLIMATIC AMMONIA CLOSED HOUSE TERHADAP PROFIL SEL DARAH MERAH AYAM BROILER Bil Mustaqim; Teysar Adi Sarjana; Hanny Indrat Wahyuni
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 8, No 2 (2019): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v8i2.4586

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji zona penempatan berbeda dalam kandang closed house dan dampaknya terhadap microclimatic ammonia dan profil darah merah ayam broiler. Materi yang digunakan adalah ayam broiler sebanyak 360 ekor dengan bobot awal 44,8 ± 1,66 g dari kandang closed house berpopulasi 11.000 ekor. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 6 kelompok, setiap kelompok percobaan terdiri dari 15 ekor ayam. Perlakuannya adalah penempatan ayam pada posisi tertentu dari panjang kandang yang diukur dari inlet, yaitu: zona 1 = sejajar dengan inlet, zona 2 = 15 meter, zona 3 = 30 meter dan zona 4 = 45 meter. Parameter yang diukur yaitu total eritrosit, kadar hemoglobin, dan persentase hematokrit. Data yang diperoleh dianalisis ragam dan jika terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji beda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zona yang semakin jauh dari inlet nyata (P<0,05) meningkatkan persentase hematokrit, namun tidak berpengaruh terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin (p>0,05). Simpulan penelitian yaitu zona penempatan ayam pada posisi lebih jauh dari inlet menyebabkan peningkatan microclimatic ammonia sehingga berpengaruh terhadap penambahan persentase hematokrit ayam broiler.
PENGARUH MODEL AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI MELALUI LESSON STUDY FOR LEARNING COMMUNITY Ulvi Atika Suri; Eko Retno Mulyaningrum
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 8, No 2 (2019): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v8i2.4545

Abstract

ABTRACTThe development of the 21st century skills requires educators to prepare students for global economic competition by having special skills, one of which is problem solving. Achievement of the 21st skills century is done by improving the teaching profession, one of which is through lesson study for learning community. The purpose of this study is to determine whether there is an influence on the application of the auditory intellectually repetition (AIR) learning model through lesson study for learning community on the problem solving abilities of students. This study uses a quasi experimental design method through the randomized posttest-only control group design using matched subjects. The study was conducted at Semarang 11 Public High School in the 2018/2019 school year. Based on the research, the results of statistical tests on the problem solving ability variable have a significance value (2-tailed) of 0.000 <0.05 so that it can be concluded that there are significant differences in students' problem solving abilities between the experimental class and the control class. The experimental class scored better than the control class, with the acquisition of the experimental class number of 76.96 and the control class of 65.94. Based on these results it can be concluded that the application of auditory intellectually repetition (AIR) learning models through lesson study for learning community can improve students' problem solving abilitiesKeywords: Auditory Intellectually Repetition (AIR) Learning Model, Lesson Study for Learning Community, Problem Solving