cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
BIOMA
ISSN : 20865481     EISSN : 25499890     DOI : 10.26877
Arjuna Subject : -
Articles 246 Documents
ANALISIS MORFOLOGI DAN ANATOMI AKAR KAYU APU (Pistia stratiotes L.) AKIBAT PEMBERIAN BERBAGAI KONSENTRASI KADMIUM (CD) Anita Munawwaroh; Ardian Anjar Pangestuti
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 7, No 2 (2018): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v7i2.2759

Abstract

Logam berat merupakan unsur logam yang berbahaya dan dapat menimbulkan pencemaran. Salah satu logam berat yang berbahaya yaitu kadmium (Cd). Pencemaran logam berat dalam perairan dapat diatasi dengan menggunakan tumbuhan air. Kayu Apu (Pistia stratiotes L.) merupakan tumbuhan air yang efektif menyerap dan menurunkan berbagai logam berat seperti Hg, Cd, Mn, Ag, Pb, Zn. Sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui dampak berbagai konsentrasi Cd terhadap morfologi dan anatomi akar Pistia stratiotes L. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor yaitu konsentrasi Cd (0 ppm, 4 ppm, 8 ppm, dan 12 ppm). Masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan 3 kali. Perlakuan dilaksanakan selama 14 hari dengan parameter morfologi dan anatomi akar (jumlah trakea akar). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara morfologi, akar tumbuhan yang terpapar logam Cd mempunyai tekstur akar yang lunak dan rambut akar sebagian besar terputus. Secara anatomi, menunjukkan perbedaan yang nyata tiap perlakuan terhadap jumlah trakea akar. Dimana semakin tinggi logam Cd maka jumlah trakea semakin sedikit. Adanya perbedaan jumlah trakea tersebut berkaitan dengan kerja enzim dan hormon pada pembentukan sel-sel trakea akar Pistia stratiotes L. Kata Kunci : Morfologi, Anatomi, Akar, Pistia stratiotes L. logam Cd
ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA DI KECAMATAN KALIDONI DAN ILIR TIMUR II Tanti Anggia Sari; Saleh Hidayat; Binar Azwar Anas Harfian
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 7, No 2 (2018): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v7i2.2859

Abstract

Keterampilan berpikir kritis peserta didik sangat diperlukan karena peserta dituntut untuk lebih tanggap dalam memecahkan masalah dan menyelesaikan masalah yang terdapat di dalam pembelajaran, terutama dalam pembelajaran Biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase tingkat penguasaan keterampilan berpikir kritis siswa di Kecamatan Kalidoni dan Ilir Timur II. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian yaitu 4 SMA yang Negeri dan Swasta yang terakreditasi A dan B. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling. Teknik Pengumpulan data dengan kuesioner, wawancara, observasi, soal keterampilan berpikir kritis dan dokumentasi. Analisis data menggukan Ms. Excel dengan menghitung tingkat penguasaan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Hasil Penelitian  menunjukan persentase keterampilan berpikir kritis siswa SMA di kecamatan Kalidoni sebesar 50,95% dengan kategori sedang dan di Kecamatan Ilir Timur II sebesar 50,43% dikategorikan sedang. Indikator tertinggi di Kecamatan Kalidoni ditunjukan pada indikator pengaturan diri sebesar 64,29% dan terendah pada indikator mengevaluasi 41,27% dan indikator tertinggi di Kecamatan Ilir Timur II ditunjukan pada indikator pengaturan diri sebesar 65,81% dan terendah pada indikator menjelaskan 46,83%.
IDENTIFIKASI NYAMUK DEWASA PADA BUAH KELAPA DI KELURAHAN KEMELAK KABUPATEN OGAN KOMERING ULU I Gede Wempi Surya Permadi; Lasbudi Pertama Ambarita; Yahya Yahya
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 7, No 2 (2018): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v7i2.2797

Abstract

ABSTRAKPenyakit tular vektor seperti Demam Berdarah Dengue  (DBD) dan malaria merupakan penyakit yang memiliki angka morbiditas dan  mortalitas yang cukup tinggi.  Lingkungan menjadi salah satu indikator penting bagi penularan penyakit tular vektor. Disain penelitian ini adalah observasional.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies nyamuk yang hidup di buah kelapa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan maret sampai desember 2015.  Cara pengambilan sampel diambil dari larva yang diperoleh di wilayah kelurahan Kemelak kabupaten OKU, berupa vegetasi kebun, sawah dan dekat pemukiman penduduk.  Identifikasi spesies nyamuk di laboratorium parasitologi dan entomologi Loka Litbang P2B2 Baturaja, Sumatera Selatan.  Survei Lapangan dilakukan di kelurahan Kemelak Bindung Langit kabupaten OKU.  Pada penelitian ini ditemukan tiga spesies jentik yang berapa pada kontainer kelapa yaitu Aedes aegypti, Culex vishnui dan Culex quinquifasciatus.  Saran penelitian ini adalah sebaiknya kelapa dan cangkang kelapa bekas dibakar apabila tidak digunakan oleh masyarakat dan melaksanakan program 3M plus secara terpadu serta berkisinambungan.Kata kunci : Buah  Kelapa, Nyamuk, Kabupaten  Ogan Komering Ulu ABSTRACTVector contangious disease as Dengue Hemoraghic Fever (DHF)and malaria is disease having high rate morbidity and mortality. The environment which one be an important indicator for the transmission of the vector contangious disease. This research is a design by observational.  This study attempts to know the species of mosquito that live in coconut container.  This study was conducted in march and december 2015 . Methods of this research was taking the sample collection  of the larvæ obtained in urban villages kemelak kabupaten oku , in the form of vegetation garden , rice and near residential area .Methods for identificating species mosquitoes was doing at the parasitologi and entomology labolatory,  p2b2 Baturaja  , South Sumatra. The field survey was healding in Kemelak village,  Ogan Komering Ulu regency.  The research showed that  species larve who hatch in coconut container was identificated Aedes aegypti , Culex vishnui and Culex quinquifasciatus. The household should burned the coconut if not used and doing 3M health programe continuously.Keyword : Coconut shell, Mosquitoes, Ogan Komering Ulu Regency
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA KONSEP PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KELAS VII SMP NEGERI 2 KOTA TASIKMALAYA Erlynda Praninda; Endang Surahman; Rinaldi Rizal Putra
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 7, No 2 (2018): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v7i2.2800

Abstract

ABSTRAKKegiatan belajar-mengajar di kelas merupakan salah satu unsur penting yang dilakukan oleh pendidik dalam melatih kemampuan peserta didik untuk dapat memahami dan memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, kegiatan belajar peserta didik harus senantiasa diarahkan tidak hanya dalam penguasaan konsep-konsep semata, namun juga pada peningkatan kemampuan berpikir peserta didik, khususnya kemampuan berpikir kritis. Hakikatnya, berpikir kritis merupakan kemampuan untuk mempertimbangkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, kemudian mengolahnya secara kreatif dan logis, menilai kebenarannya, menganalisis, dan menarik kesimpulan akhir, sehingga informasi tersebut dapat dipertahankan kebenarannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Learning Cycle 7E terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik pada konsep pencemaran lingkungan di kelas VII SMP Negeri 2 Kota Tasikmalaya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April Mei 2018 di SMP Negeri 2 Kota Tasikmalaya. Metode eksperimen yang digunakan adalah true experimental dengan populasi seluruh kelas VII SMP Negeri 2 Kota Tasikmalaya sebanyak 11 kelas dengan jumlah siswa 352 orang. Sampel diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling sebanyak 2 kelas, yaitu kelas VII-J sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-I sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis berupa soal uraian dengan jumlah 17 butir soal. Teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan uji ANOVA dengan taraf signifikansi (α) 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Learning Cycle 7E berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik dengan skor rata-rata 38,03, dibandingkan dengan kelas kontrol dengan skor rata-rata 34,80. Hal ini menunjukkan bhawa penggunaan Learning Cycle 7E mampu berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. Kata Kunci : learning cycle 7E, kemampuan berpikir kritis, konsep pencemaran lingkungan.
HUBUNGAN KEBIASAAN MEMBACA DENGAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA SMA DI JAKARTA TIMUR Nurul Azizah Ayu P; Ade Suryanda; Ratna Dewi W
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 7, No 2 (2018): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v7i2.2804

Abstract

Berdasarkan penilaian PISA, kemampuan literasi Sains Indonesia tahun 2006 berada pada peringkat 50 dari 57 negara, tahun 2009 berada pada peringkat 60 dari 65 negara, dan tahun 2012 berada pada peringkat 64 dari 65 negara, kemudian menjadi 66 dari 72 Negara pada tahun 2015. Hal ini diduga karena rendahnya kebiasaan membaca pada siswa. Kebiasaan membaca pada siswa akan menjadi dasar dalam mendapatkan, mengolah, dan mengelola pengetahuan sains sehingga siswa dapat memanfaatkannya untuk mengembangkan literasi sains yang penting bagi kehidupan di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan tentang kebiasaan membaca dan literasi sains pada siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 54 Jakarta, SMAN 22 Jakarta, SMAN 59 Jakarta dan SMAN 81 Jakarta pada bulan Mei semester genap tahun ajaran 2017/2018. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan studi korelasional. Jumlah sampel sebanyak 165 siswa SMA kelas X MIPA yang dipilih dengan teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan instrumen berupa paper and pencil testkebiasaan membaca dan literasi sains. Uji prasyarat menunjukkan data berdistribusi normal dan homogen. Pada pengujian hipotesis didapatkan koefisien korelasi sebesar 0,720 yang berarti terdapat hubungan positif yang kuat antara kebiasaan membaca dan literasi sains pada siswa SMA dengan kontribusi kebiasaan membaca sebesar 51,8% terhadap literasi sains.
EKSPLORASI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER PADA KULIT BATANG TANAMAN DUWET (Syzygium cumini L.) DENGAN METODE LIQUID CHROMATOGRAPH MASS SPECTROMETRY (LCMS) Titik Wijayanti; Dwi Candra Setiawan
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 7, No 2 (2018): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v7i2.2757

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menganalisis kandungan senyawa metabolit sekunder pada kulit batang tanaman Duwet (Syzygium cumini L) dengan metode Liquid Chromatograph Mass Spectrometry. Terdapat 63 senyawa metabolit sekunder. Lima senyawa dengan komposisi terbesar, adalah gallic acid, cuminiresinol, epiafzelechin, dan syzygiresinol A. Senyawa metabolit sekunder dalam kulit batang tanaman Duwet tergolong dalam 13 golongan senyawa, diantaranya adalah: fenolat, flavonoid, lignan, triterpenoid, gula, dan lain lain. Senyawa metabolit sekunder yang terkandung mempunyai aktivitas fitokimia penting, diantaranya sebagai antidiabetes, antibakteri, antioksidan, antihepatotoksik, antiinflamasi, dan lain sebagainya.
STUDI KETERLAKSANAAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA PROSES PEMBELAJARAN BIOLOGI DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SMA NEGERI KOTA PALEMBANG Binar Azwar Anas Harfian; Etty Nurmala Fadillah
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 7, No 2 (2018): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v7i2.2822

Abstract

Learning in the 2013 curriculum in schools is carried out using a scientific approach. The scientific approach is closely related to the scientific method. The scientific method is the root of the scientific approach which in practice is not separate from each other. The purpose of this study was to find out the feasibility of a scientific approach through observing, asking, trying or collecting information, associating, and communicating in the learning process of biology in Palembang City State High School. This research is included in survey research with quantitative and qualitative approaches. The study was carried out in 18 state high schools in the city of Palembang which have implemented the 2013 Curriculum. The research subjects consisted of 18 representatives of the school principal in the curriculum, 18 biology teachers who taught in class XI, and 1200 students in the XI class majoring in science. Teacher sampling was carried out by purposive sampling technique. Data collection instruments in this study include questionnaire sheets, observation sheets, interview sheets, and documentation. The results of this study are the implementation of a scientific approach to the learning process in the 2013 curriculum implementation in the Palembang category of Very Good City High School with the percentage for components observing as much as 76.84%, the asking component of 73.03%, the component trying / collecting information of 76.43 %, the associating component is 75.76%, and the component communicates as much as 79.45%.
KEMELIMPAHAN CAPUNG (Odonata) DI DAS BRANTAS KOTA KEDIRI: SEBAGAI STUDI PENDAHULUAN BIOMONITORING PERAIRAN Tutut Indah Sulistiyowati; Ida Rahmawati; Inggit Tria Prameswari
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 7, No 2 (2018): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v7i2.2787

Abstract

Capung dan kupu-kupu merupakan contoh invertebrata yang digunakan sebagai indikator kualitas lingkungan. Capung akan meletakkan telurnya pada perairan tenang yang jernih, sedangkan kupu-kupu lebih dapat bertahan lama pada lingkungan yang bersih. Penelitian ini merupakan penelitian tahap awal biomonitoring perairan, yang bertujuan untuk mengetahui keragaman capung di DAS Brantas Kota Kediri. Pengamatan di lapangan dilaksanakan selama bulan Maret hingga pertengahan April 2017. Identifikasi hingga level spesies dilakukan di laboratorium Zoologi Universitas Nusantara PGRI Kediri dan divalidasi oleh tim ahli. Sebanyak lima spesies dari tiga famili telah teridentifikasi. Brachytemis contaminate merupakan spesies yang paling banyak dijumpai dengan rata-rata 40 kali perjumpaan. Orthetrum Sabina merupakan jenis yang paling jarang dijumpai, dengan jumlah individu sebanyak enam individu selama pengamatan. Kata kunci: kemelimpahan, capung, DAS Brantas
PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING BERPENDEKATAN SAINTIFIK DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN Yogi Priyani; Nana Kariada Tri Martuti; Ely Rudyatmi
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 8, No 1 (2019): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v8i1.4698

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif merupakan salah satu bagian dari kemampuan berpikir tingkat tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampun berpikir kreatif siswa melalui penerapan problem based learning (PBL) berpendekatan saintifik pada materi perubahan lingkungan. Penelitian dilakukan di SMA N 2 Magelang. Jenis penelitian pre experimental design dengan desain penelitian one-group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah kelas X SMA N 2 Magelang semester 2 tahun ajaran 2017/2018, sample penelitian kelas X IPA 2 dan 4 yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Variabel bebas berupa model PBL dan variabel terikat berupa kemampuan berpikir kreatif siswa. Data dianalisis dengan uji paired sample t test dan uji n-gain. Hasil uji paired sample t test menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kemampuan berpikir kreatif siswa sebelum dan sesudah penerapan PBL. Berdasarkan uji n-gain diketahui bahwa 76% siswa peningkatan kemampuan berpikir kreatifnya termasuk pada kategori sedang, dan 24% siswa berada pada kategori rendah. Hasil observasi menunjukkan bahwa jumlah siswa kreatif dan sangat kreatif dari pertemuan 1 sampai 3 semakin meningkat dan 98% siswa menunjukkan sikap kreatif dan sangat kreatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan PBL berpendekatan saintifik mampu meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi perubahan lingkungan.   Kata kunci: kemampuan berpikir kreatif, problem based learning, pendekatan saintifik
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI MELALUI PROGRAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH KELAS XI MIP Izza Nafisa Indriyanti; Margareta Rahayuningtyas; Aditya Marianti
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 8, No 1 (2019): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v8i1.4684

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil studi The Programe for International Student Assesment (PISA) yang menyatakan bahwa minat literasi sains peserta didik Indonesia masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) menggunakan buku ilmiah popular terhadap kemampuan peserta didik memecahkan masalah  dalam pembelajaran Biologi kelas XI MIPA. Rancangan penelitian yang digunakan Pre-Experimental Design dengan pola One-Shot Case Study. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive yang diperoleh kelas XI MIPA 2 SMA Negeri 1 Juwana dan XI MIPA 8 SMA Negeri 1 Jakenan. Metode pengambilan data yang digunakan berupa soal tes evaluasi akhir, angket tanggapan peserta didik dan lembar wawancara guru. Analisis terhadap hasil tes evaluasi akhir peserta didik pada kelima aspek menunjukkan rerata ketercapaian pada kriteria baik. data tersebut didukung dengan hasil angket tanggapan dan wawancara yang secara umum menyatakan kegiatan GLS mampu meningkatkan kecakapan menyelesaikan permasalahan pada pembelajaran biologi kelas XI khususnya materi sistem gerak dan sistem koordinasi. Kata kunci: Gerakan Literasi Sekolah, kemampuan pemecahan masalah, buku ilmiah popular