cover
Contact Name
Fuad Noorzeha
Contact Email
journalcivis@gmail.com
Phone
+6281234515396
Journal Mail Official
journalcivis@gmail.com
Editorial Address
Universitas PGRI Semarang Alamat Redaksi dan Tata Usaha : Laboratorium PPKn FPIPSKR Universitas PGRI Semarang Kampus 4 Jl. Gajah Raya No. 40, Sambirejo, Ke. Gayamsari, Kota Semarang - Jawa Tengah Telp. 0248316377 Fax. 024 8448217 Email : journalcivis@gmail.com
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Civis: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan
ISSN : 25974408     EISSN : 25974408     DOI : https://doi.org/10.26877/civis.v13i2
The focus of CIVIS is to provide scientific articles on social science dan Pancasila that developed in attendance through article publications, research reports, and book reviews. SCOPE: CIVIS journal welcomes papers from academicians on theories, philosophy, conceptual paradigms, academic research, as well as social practices. In particular, papers that consider the following general topics are invited. - Social Phenomenology - Political Law - Social and Culture - State Constitution - Philosophy of Pancasila - Political Issues in local/nation - Civic Education Problems
Articles 198 Documents
MULTIKULTURALISME DALAM PERSPEKTIF EMPAT PILAR KEBANGSAAN Sudharto, Sudharto
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2, No 1 (2012): JANUARI 2012
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v2i1.593

Abstract

Pluralisme dan utamanya multikulturalisme mensyaratkan adanya keterlibatan atau peran serta antar pihak dalam sebuah komunitas besar bernama bangsa. Multikulturalisme mensyaratkan persemaian dalam ruang publik dimana masing-masing saling memberdayaan, tidak sekedar toleransi, tetapi mempersyaratkan usaha untuk saling memahami antara yang satu dengan yang lain. Dalam masyarakat multikultur haruslah terjadi komitmen antara masyarakat budaya yang satu terhadap masyarakat budaya lain dengan segala karakteristiknya. Kaitannya dengan multikulturalisme, empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesataun Republik Indonesia , maka keempat-empatnya memberikan pemahaman bersama bahawa multikuluralisme adalah sebuah keniscayaan di dalam hidup bangsa Indonesia. Namun perbedaan entitas di dalam bangsa Indonesia harus di pahami secara positif bahwa perbedaan dalam hal suku, agama, ras, bahsa , adat , dan lain-lain harus diarahkan sebagai sebuah sinergi yang saling memiliki ketergantungan, saling membutuhkan dan justru menjadi daya tarik kearah kerja sama, kearah resultante yang lebih harmonis sebagai sebuah bangsa yang beradab. Kata-kata kunci : multikulturalisme , Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI
MEMBANGUN INTEGRITAS BANGSA DI KALANGAN PEMUDA UNTUK MENANGKAL RADIKALISME Suwito, Anton
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 4, No 2 (2014): JULI 2014
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v4i2.610

Abstract

Integritas bangsa dikalangan pemuda penting dan perlu ditanamkan pada diri generasi muda atau pemuda saat ini. Banyak tindakan radikalisme yang terjadi di Negara Indonesia ini tidak lepas dari peran serta aktif para pemuda. Integritas bangsa dikalangan pemuda perlu dibangun karena pemuda merupakan ujung tombak Negara, untuk menangkal tindakan yang bersifat anarkis dan radikal. Nilai-Nilai nasionalisme dan patriotisme perlu digali kembali dan ditumbuh kembangkan pada diri pemuda. Integritas bangsa dimaknai sebagai suatu mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan. Integritas pun sering diidentikkan dengan sikap jujur atau Kejujuran. Dengan demikian, di dalam integritas terhimpun berbagai sifat pendukung yang bisa membuat orang menjadi berwibawa, jujur, dan konsisten terhadap kebenaran.Pemuda merupakan aset bangsa, bangsa yang kuat dapat diukur dari kekuatan nasionalisme generasi mudanya. Sebagai bagian yang tidak bisa dilepaskan dari perjalanan sejarah perjuangan bangsa Indonesia, Pemuda mempunyai peran dan posisi yang sangat strategis. Pemuda adalah generasi yang memiliki potensi untuk menangkal radikalisme di Indonesia dengan semangat nasionalisme dan patriotisme, karena pemuda memiliki jumlah paling besar di Negara Indonesia.Radikalisme berarti paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaruan sosial dan politik dengan cara yang keras atau drastis. Membangun integritas bangsa dikalangan pemuda untuk menangkal radikalisme perlu dilakukan dengan cara 1. Menanamkan semangat kebangsaan (Nasionalisme) dikalangan pemuda melalui 4 pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika), 2. Menanamkan semangat dan jiwa yang dimiliki, untuk rela berkorban demi kepentingan bangsa dan Negara (Patriotisme) melalui lingkungan keluarga dan masyarakat, lingkungan sekolah, lingkungan instansi pemerintah atau swasta, pewarisan dan pelaksanaan kewajiban. 3. Menanamkan pada diri pemuda jiwa, semangat dan nilai-nilai juang 1945. 4. Menanamkan pendidikan karakter bangsa pada diri pemuda melalui jalur pendidikan formal, informal maupun nonformal. 5. Meningkatkan peran dan kiprah pemuda yang bersifat positif dengan melakukan berbagai kegiatan pemberdayaan pemuda dan pengembangan sumber daya manusia pada diri pemuda. 6. Memberikan pemahaman kepada para pemuda atau generasi muda bahwa bangsa Indonesia ini bisa Merdeka dan lahir menjadi sebuah Negara Kasatuan Republik Indonesia karena perasaan senasib dan sepenanggungan, semangat Persatuan dan Kesatuan Bangsa yang diilhami oleh Kebangkitan Nasional dan Sumpah Pemuda. 7. Membangkitkan kesadaran para pemuda atau generasi muda melalui falsafah Menumbuhkan kesadaran rasa mawas diri dan berani mengambil sikap yang tegas (Mulat sarira hangrasa wani), menumbuhkakan sikap rasa saling memiliki (rumangsa melu handarbeni) dan menumbuhkan sikap kesadaran untuk saling menjaga dan saling melindungi (rumangsa wajib hangrukebi) sehingga terwujud integritas bangsa. 8. Membentuk sikap dan mental pada diri pemuda tentang Bhinneka Tunggal Ika (berbeda-beda tetapi tetap satu juga). 9. Menggali nilai-nilai nasionalisme dan karakter bangsa untuk diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara guna menuju Pendidikan generasi muda atau pemuda yang berperadaban. 10. Memupuk ikatan rasa persaudaraan dikalangan generasi muda atau pemuda melalui organisasi pemuda. Kata Kunci : Integritas Bangsa , Pemuda dan Radikalisme
MULTIKULTURALISME DALAM PERSPEKTIF EMPAT PILAR KEBANGSAAN ikip pgri semarang, Sudharto
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 5, No 1 (2015): JANUARI 2015
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v5i1.14

Abstract

Pluralisme dan utamanya multikulturalisme?é?á mensyaratkan adanya keterlibatan?é?á atau peran serta antar pihak dalam sebuah komunitas besar bernama bangsa. Multikulturalisme?é?á mensyaratkan?é?á persemaian dalam ruang?é?á publik dimana masing-masing saling memberdayaan,?é?á tidak sekedar toleransi, tetapi mempersyaratkan usaha untuk saling memahami antara yang satu dengan yang lain. Dalam?é?á masyarakat multikultur haruslah terjadi komitmen antara masyarakat?é?á budaya yang satu terhadap masyarakat budaya lain dengan segala karakteristiknya. Kaitannya dengan multikulturalisme, empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesataun Republik Indonesia , maka keempat-empatnya memberikan pemahaman bersama bahawa multikuluralisme adalah sebuah keniscayaan di dalam hidup bangsa Indonesia.?é?á Namun perbedaan entitas di dalam bangsa Indonesia harus di pahami?é?á secara positif bahwa perbedaan dalam hal suku, agama, ras, bahsa , adat , dan lain-lain harus diarahkan sebagai sebuah sinergi yang ?é?ásaling memiliki ?é?áketergantungan, saling membutuhkan dan justru menjadi?é?á daya tarik kearah kerja sama, kearah resultante yang lebih harmonis sebagai sebuah bangsa yang beradab. ?é?á Kata : multikulturalisme , Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI ?é?á
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM BINGKAI PEMBELAJARAN DI SEKOLAH Wiyono, Hadi
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2, No 2 (2012): JULI 2012
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v2i2.458

Abstract

Melihat dan merasakan fenomena dan gejala sosial yang terjadi di Indonesia akhir-akhirini semakin dirasakan memprihatinkan dan sekaligus membahayakan kelestarian kehidupanberbangsa dan bernegara. Tindakan anarkis semakin marak, bebasnya mengakses situs-situs dimedia elektronika yang merusak moral generasi muda, penyalahgunaan narkoba, korupsimerajalela, munculnya gerakan-gerakan yang berbau SARA, semakin tipisnya kepercayaanmasyarakat kepada pemerintah, dan lain sebagainya.Kondisi seperti ini merupakan bentuk konkrit menurunnya nilai-nilai luhur yang telahdimiliki bangsa Indonesia, dan bahkan sejak jaman dahulu menjadi kebanggaan bangsa-bangsa didunia akan kebesaran dan keluhuran bangsa Indonesia. Hal ini tidak lain adalah karena semakinditinggalkannya nilai-nilai yang ada di dalam Pancasila sebagai jatidiri bangsa Indonesia.Karena terancamnya kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara bagi Bangsa Indonesiaakibat semakin meninggalkan nilai-nilai karakter bangsa, dengan masih tersisanya kesadaranakan kelemahan dan kekurangan akibat mengabaikannya nilai-nilai tersebut, maka penanaman,peningkatan, dan pelaksanaan nilai-nilai karakter melalui pendidikan formal maupun non formal,oleh seluruh komponen bangsa secara serentak segera melaksanakan, dan menempatkan sebagaiprioritas utama.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Nilai-nilai Karakter, Substansi Pendidikan, Revitalisasi nilaikarakter, Implementasi Karakter
REFORMASI BIROKRASI PUBLIK DI INDONESIA Ginting, Rosalina; Haryati, Titik
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1, No 2 (2011): JULI 2011
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v1i2.588

Abstract

Birokrasi yang telah dibangun oleh pemerintah sebelum era reformasi telah membangun budaya demokrasi yang kental dengan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Akan tetapi, pemerintahan pascareformasi pun tidak menjamin keberlangsungan reformasi birokrasi terealisasi dengan baik. Kurangnya komitmen pemerintah pascareformasi terhadap reformasi birokrasi cenderung berbanding lurus dengan kurangnya komitmen pemerintah terhadap pemberantasan KKN yang sudah menjadi penyakit akut dalam birokrasi pemerintahan Indonesia selama ini. Sebagian masyarakat memberikan cap negatif terhadap komitmen pemerintah pascareformasi terhadap reformasi birokrasi. Ironisnya, sebagian masyarakat Indonesia saat ini, justru merindukan pemerintahan Orde Baru yang dianggap dapat memberikan kemapanan kepada masyarakat, walaupun hanya kemapanan yang bersifat semu. Untuk itu reformasi birokrasi merupakan solusi yang sangat mendasar dengan melakukan perubahan, baik mind set, maupun culture set penyelenggara negara dari mental yang bersifat mengawasi, mengontrol dan menguasai masyarakat (colonial paradigm), menjadikan penyelenggaraan negara (birokrasi) yang pro kepada good public service serta tata kelola pemerintahan yang dapat meminalisir terjadinya tindakan KKN baik pada tingkat suprastruktur dan infrastruktur penyelenggara Negara, dan penegakan supremasi hukum. Kata kunci : Reformasi, Birokrasi, Publik.
STRATEGI PEMBELAJARAN PKn BERBASIS MULTIKULTURAL (STUDI KASUS DI SMA MATARAM KOTA SEMARANG) Rondli, Wawan Shokib
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 4, No 2 (2014): JULI 2014
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v4i2.604

Abstract

Realitas Indonesia yang beragam digambarkan oleh kondisi siswa SMA Mataram Semarang. Berdasarkan ilustrasi tersebut, pendidikan multikultural diperlukan. Masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana menerapkan pendidikan multikultural berbasis pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMA? Kemudian diturunkan ke dalam sub masalah, yaitu: 1) Bagaimana Strategi pembelajaran PKn berbasis multikultural? 2) Apa masalah yang dihadapi dalam pembelajaran PKn berbasis multikultural ?. 3) Bagaimana solusi dalam strategi pembelajaran PKn berbasis multikultural.Tujuan penelitian ini adalah adalah untuk menguji dan menganalisis strategi, hambatan, dan solusi oleh SMA Mataram Semarang dalam strategi PKn berbasis multikultural. Penelitian ini merupakan penelitian analitik pada strategi pembelajaran PKn berbasis multikultural: studi kasus di SMA Mataram Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Data dan sumber data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pengumpulan data kualitatif, yang meliputi observasi partisipan, wawancara, dan dokumenter catatan triangulasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tiga peristiwa aliran yang terjadi secara bersamaan reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan / verifikasi. Strategi pembelajaran PKn berbasis multikultural di SMA Mataram Semarang ,dimulai dengan aktifitas guru mengatur strategi pembelajaran PKn berbasis multikultural yang kemudian diimplementasikan dalam proses belajar mengajar l untuk mencapai hasil yang diinginkan. Pembelajaran PKn berbasis multikultural terdiri dari 5 (lima) tahap: menentukan materi pembelajaran, belajar untuk menetapkan tujuan, menentukan metode pembelajaran, penentuan media pembelajaran, dan melakukan evaluasi. Hambatan yang ditemukan antara lain, yaitu: (a) Kualifikasi guru yang tidak linier dengan tugas mengajar. (b) makna yang berbeda dari multikultural, (c) Kemampuan rendah guru untuk menguasai seluruh budaya siswa. Solusinya adalah: (a) kepala sekolah sebagai pengambil keputusan dalam menentukan pembagian tugas guru dan karyawan harus melihat pada kualifikasi guru. (b) Penetapan kebijakan sekolah pada operasi pembelajaran pembelajaran PKn berbasis multikultural harus memiliki pemahaman yang sama tentang multikultural untuk mencapai tujuan pembelajaran. ( Kata kuci: Startegi pembelajaran, PKn, Multikultural
SPORTIFITAS DALAM KEOLAHRAGAAN SEBAGAI BAGIAN PEMBENTUKAN GENERASI MUDA DAN NASIONALISME Pradipta, Galih Dwi
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 5, No 1 (2015): JANUARI 2015
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v5i1.632

Abstract

Olahraga pada hakikatnya adalah miniatur kehidupan. Pernyataan ini mengandung maksud bahwa esensi-esensi dasar dari kehidupan manusia dalam keseharian dapat dijumpai pula dalam olahraga. Olahraga mengajarkan kedisiplinan, jiwa sportif, tidak mudah menyerah, jiwa kompetitif yang tinggi, semangat bekerjasama. Olahraga merupakan instrumen yang efektif untuk mendidik generasi muda terutama dalam nilai-nilai dalam kehidupan. Nilai-nilai dalam olahraga meliputi: kerjasama, komunikasi, menghargai peraturan, memecahkan masalah, pengertian, menjalin hubungan dengan orang lain, kepemimpinan, menghargai orang lain, kerja keras, strategi untuk menang, strategi jika kalah, cara mengatur pertandingan, bermain jujur, berbagi, penghargaan diri, kepercayaan, toleransi, kegembiraan dan keuletan, kerjasama sekelompok, disiplin dan sportif. Nilai nilai luhur yang terkandung dalam olahraga yang sejatinya juga merupakan nilai-nilai yang ada dalam kehidupan sehari hari, tidak akan mempunyai makna apa pun jika tidak diaktualisasikan dan diimplementasikan dalam kehidupan nyata. Olahraga sangat mengedepankan sportifitas, memiliki jiwa sportif bagi generasi muda sangat penting karena jiwa sportif merupakan nilai-nilai dalam membangun bangsa yang bermartabat. Sportif merupakan kesadaran yang selalu melekat, bahwa lawan bertanding adalah kawan bertanding yang diikat oleh pesaudaraan olahraga. Sportif merupakan sikap mental yang menunjukkan martabat ksatria pada olahraga. Nilai sportif melandasi pembentukan sikap, dan selanjutnya sikap menjadi landasan perilaku. Sebagai konsep moral, sportif berisi penghargaan terhadap lawan serta harga diri yang berkaitan antara kedua belah pihak memandang lawannya sebagai mitranya. Keseluruhan dan upaya dan perjuangan itu dilaksanakan dengan bertumpu pada standar moral yang di hayati oleh masing-masing belah pihak. Sportifitas menyatu dengan konsep persahabatan dan menghormati lawan pada waktu bermain. Jiwa sportif akan terwujud apabila terpenuhi perilaku tersebut di atas, dan sangat dibutuhkan kesungguhan keberanian moral dan keberanian untuk menanggung resiko. Nilai sportif merupakan rujukan perilaku, sesuatu yang dianggap ?óÔé¼?ôluhur?óÔé¼?Ø dan menjadi pedoman hidup manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Penerapan fair play atau sportifitas sebagai nilai inti dalam bidang olahraga dalam upaya pembentukan generasi muda sekaligus nasionalisme.Kata Kunci: Olahraga, Sportifitas, Generasi Muda dan nasionalisme.
FUNGSI DAN PENGARUH HUKUM INTERNASIONAL BAGI PEMBANGUNAN HUKUM INDONESIA Haryono, Haryono
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2, No 2 (2012): JULI 2012
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v2i2.453

Abstract

Dalam melaksanakan pembangunan Indonesia memerlukan bantuan dari negara lain terutama dari negara maju.Untuk memperoleh bantuan harus mengikuti ketentuan organisasi internasional seperti IMF, Word Bank, AsianDevelopment Bank atau organisasi lainnya. Hukum internasional mempunyai manfaat yang penting salah satunyamengenalkan konsep baru, konsep negara kepulauan (archipelagic state). Sedangkan manfaat bagi negara lainantara lain sebagai : pengubah konsep, sarana intervensi domistik, alat penekan negara berkembang sepertiIndonesia. Mengikuti ketentuan internasional mempunyai dua pengaruh yaitu positif bahwa hukum internasionaldapat digunakan sebagi sarana penyelesaian sengketa antar negara. Dengan hukum internasional suatu sengketadapat diselesaikan melalui jalur diplomatik. Sedang pengaruh negatifnya adalah negara berkembang sepertiIndonesia akan ditekan oleh negara-negara maju. Banyak produk hukum yang dintervensi oleh negara maju sepertiUU Kepailitan, UU Perusahaan, UU Investasi, UU, Kelautan, UU Kehutanan dan sebagainya. Pengaruh hukuminternasional terhadap Indonesia sebenarnya membawa dampak yang tidak baik bagi pemerintah Indonesia. Denganmengikuti ketentuan hukum internasional Negara Indonesia dapat ditekan oleh negara-negara maju dalammelaksanakan pembangunan.Kata Kunci : Fungsi, Pengaruh, Hukum Internasional, Pembangunan Indonesia
MEMBANGUN KEPEMIMPINAN PROFETIK KADER IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH Sari, Nika; Arif, Dikdik Baehaqi
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 9, No 1 (2020): JANUARI 2020
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v9i1.6081

Abstract

Artikel ini membahas upaya pimpinan cabang IMM dalam membangun kepemimpinan profetikkader IMM. Kepemimpinan profetik yang merujuk pada sifat-sifat Rasululla SAW perludikembangkan karena beberapa fenomena kepemimpinan yang jauh dari nilai-nilai sidiq, amanah,tabligh, dan fathonah, sehingga memanfaatkan kepemimpinan itu untuk kepentingan sendiri.Melalui kepemimpinan profetik, kader IMM akan mampu menyelesaikan persoalan-persoalankehidupan yang dihadapi baik sosial, politik, ekonomi dan budaya dengan sistem yang lebihberkeadilan dan berlandaskan iman. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus di IMMCabang Djazman Al-Kindi Kota Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upayapimpinan cabang dalam membangun kepemimpinan profetik dilakukan melalui tahappenyusunan perencanaan konsep, program kerja, pelaksanaan program kerja hingga pada tahaptindak lanjut pasca pelaksanaan program kerja. Program kerja yang dipandang dapat membangunkepemimpinan profetik kader antara lain: Darul Arqam Dasar, galang dana, sekolah rakyat, desabinaan, diskusi, perisai merah, pembinaan Korps Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah, danrapat rutin yang diawali dengan pembacaan kalam Illahi dan kuliah tujuh menit. Program kerjatersebut diturunkan untuk membangun kepemimpinan profetik kader yang ditandai olehkarakteristik hidup berdasarkan iman, berorientasi ibadah sebagai visi dan misi, sifat-sifatketeladanan Rasulullah dan humanis. Kata kunci: IMM, kepemimpinan profetik, kader, humanisasi, liberasi, transendensi
PEMANFAATAN MEDIA ICT PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI KEWARGANEGARAAN DI SMA 2 MRANGGEN Sudrajat, Rahmat
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 9, No 1 (2020): JANUARI 2020
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v9i1.6082

Abstract

Tujuan jangka panjang yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah Adanyapeningkatan Pemanfatan media pembelajaran berbasis ICT oleh guru dalam pengajaranPendidikan Kewarganegaraan di SMA Negeri 2 Mranggen. Masalah yang dihadapi saatini diantaranya adalah kemampuan guru dalam pemanfaatan media pembelajaran berbasisTIK, ketersediaan media pembelajaran berbasis ICT, dan dampak pemanfatan mediapembelajaran berbasis ICT serta penerapan pemanfaatan media dalam pembelajaran.Kemudian akan dicari hambatan-hambatan yang dihadapi dalam pemanfaatan mediapembelajaran berbasis ICT yang dilihat dari unsur: murid, guru, dan fasilitas. MetodePengumpulan Data dengan menggunakan: Tes, metode dokumentasi, observasi, danwawancara. Sedangkan metodenya menggunakan mix Methods. Hasil penelitianmenunjukan pemanfaatan media ICT pembelajaran Pendidikan Pancasila danKewarganegaraan dapat meningkatkan kompetensi kewarganegaraan di SMA 2Mranggen.Kata kunci: Media ICT, pembelajaran PPKn, kompetensi kewarganegaraan.