cover
Contact Name
Fuad Noorzeha
Contact Email
journalcivis@gmail.com
Phone
+6281234515396
Journal Mail Official
journalcivis@gmail.com
Editorial Address
Universitas PGRI Semarang Alamat Redaksi dan Tata Usaha : Laboratorium PPKn FPIPSKR Universitas PGRI Semarang Kampus 4 Jl. Gajah Raya No. 40, Sambirejo, Ke. Gayamsari, Kota Semarang - Jawa Tengah Telp. 0248316377 Fax. 024 8448217 Email : journalcivis@gmail.com
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Civis: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan
ISSN : 25974408     EISSN : 25974408     DOI : https://doi.org/10.26877/civis.v13i2
The focus of CIVIS is to provide scientific articles on social science dan Pancasila that developed in attendance through article publications, research reports, and book reviews. SCOPE: CIVIS journal welcomes papers from academicians on theories, philosophy, conceptual paradigms, academic research, as well as social practices. In particular, papers that consider the following general topics are invited. - Social Phenomenology - Political Law - Social and Culture - State Constitution - Philosophy of Pancasila - Political Issues in local/nation - Civic Education Problems
Articles 198 Documents
PEMETAAN MODEL PEMBELAJARAN PANCASILA PADA PERGURUAN TINGGI DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Ilkodar, Saptopo Bambang; Budiman, Lestanta; Hastangka, Hastangka
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 9, No 1 (2020): JANUARI 2020
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v9i1.6083

Abstract

Tulisan ini bermaksud menggambarkan bagaimana para dosen pengasuh matakuliahPendidikan Pancasila pada perguruan tinggi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta melakukanpembelajaran. Maksudnya adalah untuk mengetahui apakah cara mereka melaksanakanpembelajaran sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Tujuan pendidikan Pancasila secaraumum adalah menumbuhkan pandangan, sikap, dan perilaku mahasiswa yang selaras dengannilai-nilai Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia. Tujuan tersebut termasukranah afektif. Pertanyaan yang hendak dicari jawabannya adalah apakah metode pembelajaranPancasila pada Perguruan Tinggi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta sesuai dengan tujuanmembangun ranah afektif. Penelitian ini menggunakan data primer yang dikumpulkan dengan cara wawancaratatap muka. Respondennya adalah para dosen yang mengasuh matakuliah Pendidikan Pancasila,dipilih dengan metode purposive random sampling. Responden berasal dari perguruan tinggi negeri maupun swasta serta dari perguruan tinggi berbasis keagamaan dan perguruan tinggiberbasis kebangsaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran Pancasila pada perguruan tinggidi wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta belum sepenuhnya sesuai dengan tujuan yang hendakdicapai. Kondisi yang belum sesuai itu dilakukan oleh lebih dari sepertiga dosen pengasuhmatakuliah Pendidikan Pancasila. Ketidaksesuaian terjadi sejak rancangan perkuliahan,pelaksanaan pembelajaran, penugasan, hingga evaluasinya. Dalam hal rancangan perkuliahan,sebagian dosenn tidak patuh terhadap rancangan yang dia susun sendiri. Bahkan ada sebagiankecil yang tidak membuat rancangan pembelajaran semester. Rancangan perkuliahan jugajarang diubah dan disesuaikan dengan kondisi kebutuhan mutakhir. Dalam proses pengajaran,seperempat dosen mengandalkan ceramah, dan kurang dari lima persen menerapkan metodepembelajaran inovatif. Sedangkan dalam penilaian, sebanyak tiga perempan dosenmengandalkan metode ujian tertulis, sebuah metode yang lebih cocog untuk pembelajaran ranahkognitif.Kata kunci: Pancasila, pembelajaran, perguruan tinggi
PENERAPAN BELANJA KOMPETENSI (PEMBELAJARAN KOOPERATIF DAN METODE PQ4R) SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Astuti, Cahyaning Budi
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 9, No 1 (2020): JANUARI 2020
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v9i1.6084

Abstract

Dengan melaksanakan penelitian tindakan kelas ini peneliti ingin mencapai suatu tujuan yaitu mengetahuikeefektifan pembelajaran kooperatif dan metode PQ4R dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajarpeserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan baik secara individualmaupun secara klasikal. Populasi sasaran dalam penelitian tindakan kelas ini adalah peserta didik kelasVII D SMPN 29 Semarang Tahun Pelajaran 2019/2020 dengan jumlah peserta didik sejumlah 32 orangpeserta didik . Kompetensi Daar yang digunakan adalah Perumusan dan Pengesahan Undang – UndangDasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang dilaksanakan dalam dua siklus. Penelitian inidilaksanakan karena sebagian besar peserta didik tidak mau aktif dan mengalami kesulitan untukmempelajari dan memahami beberapa materi pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yangsangat luas serta penanaman sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari – hari. Berdasarkan data-datayang telah peneliti peroleh dari kegiatan penelitian tindakan kelas ternyata keberanian dan keaktifanpeserta didik dalam proses belajar mengajar mengalami peningkatan. Dari hasil tes tertulis makadiperoleh data jumlah peserta didik yang tuntas belajar secara individual sebanyak 21 peserta didik atausebesar 66 % pada siklus yang pertama, Hasil pada siklus 2 menunjukkan bahwa tes ulangan ke 2 makajumlah peserta didik kelas VII D yang telah tuntas belajarnya ada 30 orang peserta didik atau 94 % .Sedangkan dari analisis data, diperoleh hasil aktifitas peserta didik dalam proses pembelajaran kooperatifdan metode PQ4R atau Belanja Kompetensi dalam setiap siklus mengalami peningkatan. Hal iniberdampak positif terhadap peningkatan keaktifan dan hasil belajar peserta didik yang dapat ditunjukkandengan meningkatnya nilai rata-rata peserta didik pada setiap siklus Kata kunci : pembelajaran kooperatif, PQ4R, keaktifan, hasil belajar
PENGUATAN IDENTITAS NASIONAL PADA KOMUNITAS “OMAH NGISOR” DI DESA SAMBAK KECAMATAN KAJORAN KABUPATEN MAGELANG Mulyana, Ernika Sri; Saputro, Supriyono Purwo; Sudrajat, Rahmat; Suneki, Sri
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 9, No 1 (2020): JANUARI 2020
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v9i1.6080

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah komunitas melihat kondisi nilai-nilaikeIndonesiaan mulai melemah di lingkungan sekitarnya karena terbawa oleh perkembanganzaman. Nilai-nilai seperti, gotong royong, toleransi dan kekeluargaan semakin hari semakinluntur, sekarang di lingkungan sekitar mulai menunjukan sikap individualisme. Tujuan daripenulisan ini adalah agar pembaca mengetahui Penguatan Identitas Nasional Pada KomunitasOmah Ngisor di Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dan pendekatankualitatif. Lokasi penelitian di Desa Sambak Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang. Fokuspenelitian ini adalah pemahaman identitas nasional, Strategi penguatan identitas nasional olehKomunitas Omah Ngisor, Kegiatan penguatan identitas nasional oleh Komunitas Omah Ngisor.Subyek penelitian adalah Ketua Komunitas Omah Ngisor, Bendahara, Sekertaris, PenanggungJawab, dan Anggota Komunitas Omah Ngisor. Teknik pengumpulan data penelitian inimenggunakan wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksidata, display data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan pemahaman makna identitas nasional Komunitas sudah baikkarena itu komunitas memahami identitas nasional merupakan jati diri yang melekat padanegara sebagai ciri khas dan pengenal, dimana negara lain tidak mempunyai hal yang sama.Strategi komunitas yaitu dengan terbuka pada semua orang yang ingin bergabung. Komunitas kerja sama dengan berbagai pihak yaitu Balai Bahasa Jawa Tengah, bersama komunitas lainseperti Komunitas Tlatah Bocah, tingkat internasional dengan Australia yaitu seniman Elly Kentdengan kegiatan “Bolo Dhewe”. Penguatan identitas nasional dengan menanamkan karakterbangga kebudayaan dan keunikan Indonesia, Membangun kesadaran kebhinekaan. Saran yaituBagi Komunitas Omah Ngisor dapat meningkatkan upaya menarik perhatian masyarakat dankonsisten mempertahankan identitas nasional , serta tetap menjadi inspirasi serta motivasi bagiwilayah lain. Bagi masyarakat agar lebih berpartisipasi.Kata kunci : Identitas Nasional, Komunitas
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM MENGANTISIPASI PROBLEMATIKA SOSIAL DI INDONESIA Haryono, Sri Suneki,
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 10, No 1 (2021): JANUARI 2021
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v10i1.8191

Abstract

Fenomena keberagaman masyarakat Indosesia di tengah gelombang globalisasi dan demokrasi semakin terbuka dan membuka cakrawala, yang harus di respon secara bijak, karena keberagaman memiliki dampak positif bagi kehidupan masyarakat dan bangsa tetapi bisa berdampak memicu potensi kerawanan terjadimya konflik, problematika maupun benturan antar peradaban. Menghadapi arus globalisasi diperlukan paradigma baru pola internalisasi untuk merekonstruksi dalam menjawab problematika kemajemukan. Pendidikan multikultural sebagai perspektif yang mengakui realitas social,politik,ekonomi dan beragam secara kultur dan merefleksikan, etnisitas, agama, dan status.yang memiliki tujuan untuk menciptakan persamaan peluang bagi semua masyarakat demokratik-pluralistik. Untuk itu diperlukan proses berinteraksi, negosiasi, dan komunikasi dengan warga masyarakat agar tercipta sebuah tatanan masyarakat beradab. Melalui Pendidikan multikultural memberikan kontribusi dalam mengantisipasi permasalahan masyarakat dengan cara mentransformasi penanaman nilainilai cara hidup yang saling menghargai dan bermuara terwujudnya kompetensi cultural masyarakat yang saling menghargai, apresiatif dan toleran. Kata kunci : pendidikan multikultural, problematika sosial
FILSAFAT MANUSIA SEBAGAI LANDASAN PENDIDIKAN HUMANIS Agus Sutono, Supriyono Purwosaputro,
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 10, No 1 (2021): JANUARI 2021
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v10i1.8163

Abstract

Realitas situasi eksistensial manusia berbeda dengan makhluk lain yang lahir atau “ada” (being) yang akan sekaligus bisa “menjadi” (becoming) sesuai “ada”-nya, manusia lahir tidak sekaligus bisa menjadi manusiawi. Kemanusiawian manusia harus diupayakan melalui proses pendidikan yang oleh Driyarkara dikatakan sebagai proses hominisasi dan humanisasi yang juga merupakan proses pemanusiaan manusia muda. Sifat kemanusiawian manusia merupakan ciri khas eksistensial diri manusia. Dalam kaitan itu, proses pendidikan semestinya bertolak dari konsep jati diri manusia seperti apa yang hendak dikembangkan pada diri manuia sebagai subjek didik. Pemahaman konsep manusia merupakan hal penting dalam pendidikan, karena pendidikan semestinya berpijak pada asumsi tentang manusia itu sendiri. Filsafat manusia atau antropologi metafisik menjadi penting bagi manusia dalam upaya memahami esensi dan eksistensi manusia dengan segala dimensinya, karena filasafat manusia merupakan proses refleksi rasional mengenai persoalanpersoalan mendasar manusia. Analisis dalam tulisan ini sampai pada kesimpulan:(1) Filsafat manusia merupakan upaya manusia merenungkan diri dan lingkuannya yang dilakukan secara intensif dan ekstensif, sehingga diperoleh pemahaman yang menyeluruh dan utuh tentang siapakah diri manusia itu, bagaimana posisi eksistensinya dalam dunia, bagaimana menjadi manusia, kemana arah hidupnya.(2). Pendidikan humanis didasarkan pada pemikiran filsafat manusia, senantiasa mengarahkan dan menjalankan proses komunikasi antar subjek didik (pendidik dan peserta didik) dengan mengedepankan kesama derajatan sebagai persona manusia.(3). Antropologi matafisik Pancasila memberikan gambaran “idea of man” atau manusia fundamental Pancasila, senantiasa dijadikan landasan filosofis bagi penyelenggaran pendidikan humanis yang memperko-koh jati diri manusia Indonesia. Kata kunci : filsafat manusia, dimensi manusia, eksistensi,pendidikan humanis
REVITALISASI PROSPEKTIF NILAI-NILAI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA Sutono, Agus
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 10, No 1 (2021): JANUARI 2021
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v10i1.8159

Abstract

Revitalisasi prospektif nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, harus bertolak secara langsung dari problem bangsa dan negara sebagai salah satu pemasti bahwa upaya revitalisasi nilai Pancasila menjadi jawaban atas problem yang ada, dan bukan berdasarkan persepsi subjektif semata. Upaya yang dapat ditempuh adalah pengamalan Pancasila yang objektif dan subjektif. Pengamalan Pancasila yang objektif adalah penamalan Pancasila dalam bentuk realisasinya dalam setiap aspek penyelenggaraan negara; legislatif, eksekutif dan yudikatif, maupun dalam semua bidang kenegaraan lainnya. Hal ini terutama berkaitan dengan realisasi dalam perundang-undangan negara Indonesia. Pengamalan Pancasila yang subjektif adalah pengamalan Pancasila dalam bentk pelaksanaannya dalam setiap pribadi, perseorangan, setiap warga negara, setiap individu, setiap penduduk, setiap penguasa dan setiap orang Indonesia. Kedudukan pengamalan subjektif lebih penting daripada pengamalan objektif karena yang subjektif menentukan yang objektif. Pelaksanaan Pancasila secara objektif memerlukan sifat dasar manusia yang bermoral luhur. Pengamalan objektif sangat dtentukan oleh subjeknya Kata kunci: Revitalisasi, Restrospektif, Pancasila.
PENGAMALAN NILAI-NILAI PANCASILA DAN NORMANORMA KONSTITUSI MELALUI WADAH KOMUNITAS BELAJAR “GERBANG ADIK” DI SMA NEGERI 1 LASEM Suwito, Anton
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 10, No 1 (2021): JANUARI 2021
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v10i1.8160

Abstract

Situasi dan kondisi saat ini memerlukan upaya membangun kesadaran masyarakat untuk mengerti, memahami dan melaksanakan konstitusi sebagai hukum dasar tertulis Negara Indonesia. Dalam hal ini konstitusi negara yaitu UUD NRI tahun 1945 dan peraturan perundang-undangan dibawahnya juga perlu dilaksanakan. Sehingga memunculkan manusiamanusia yang taat aturan dan taat hukum serta memiliki kesadaran terhadap konstitusi negara untuk ditegakkan. Disamping mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan Konstitusi negara juga perlu pengembangan pendidikan karakter bangsa baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat sebagai sarana dan media untuk mencitakan manusia yang berperadaban. Implementasikan nilai-nilai Pancasila dan norma- norma konstitusi dilakukan melalui: 1) keharusan untuk melaksanakan atau mengamalkan Pancasila, ketaatan untuk melaksanakan atau mengamalkan Pancasila; Pelaksanaan atau Pengamalan Pancasila; 2) Pelaksanaan pengamalan nilai-nilai Pancasila dan norma-norma konstitusi dilakukan dengan cara pengamalan secara obyektif dan pengamalan secara subyektif; 3) Perlunya mengembangkan dan membangun kesadaran, ketaatan dan kemampuan melakukan perbuatan melaksanakan atau mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan norma-norma konstitusi. Kata kunci: Pengamalan, Nilai Pancasila, Norma Konstitusi
POLA BELAJAR ANAK USIA 10-11 TAHUN PADA PEMBELAJARAN DARING Siti Masfuah, Bagas Probo Sutejo, Deka Setiawan,
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 10, No 1 (2021): JANUARI 2021
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v10i1.8164

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pola Belajar Anak Usia 10-11 Tahun RW 2 Desa Ketip Secara Pembelajaran Daring, dengan rumusan masalah pola belajar yang digunakan anak usia 10-11 tahun RW 2 Desa Ketip secara pembelajaran daring dan faktor apa sajakah yang mempengaruhi pola belajar anak usia 10-11 tahun RW 2 Desa Ketip secara pembelajaran daring. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif sebagai tahapan dalam melaksanakan penelitian. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data meliputi tahap observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan merupakan analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan pola belajar yang dilakukan oleh Siswa SDN Ketip Usia 10-11 tahun menggunakan pola belajar terbimbing. Ketika guru selesai memberikan materi dan tugas, orang tua diberikan keleluasaan untuk membimbing siswa agar tujuan dari materi bisa tersampaikan dengan baik. Pola belajar mandiri juga digunakan, dimana siswa belajar secara kelompok. Beberapa kendala yang dialami oleh guru selama pembelajaran berlangsung adalah (1) lingkungan (2) pendampingan orang tua yang dinilai kurang (3) sinyal (4) Fasilitas, beberapa siswa dikatakan belum mempunyai fasilitas yang mendukung dalam pembelajaran daring (5) kesadaran diri siswa dalam menerima pembelajaran. Sedangkan kendala yang dialami oleh orang tua adalah (1) Adaptasi orang tua yang baru mendampingi siswa dalam menerima pembelajaran dengan kesibukannya terdahulu (2) Kesibukan sehari-hari (3) Belum begitu melek teknologi. Adapun kendala yang dialami siswa adalah (1) Lingkungan, terlalu lama daring malah dianggap sebagai hari libur (2) Adaptasi mengenai pembelajaran daring, yang semula pembelajaran dilakukan secara tatap muka berganti menjadi pembelajaran secara daring (4) sistem belajar daring dianggap membosankan, karena dinilai tidak ada interaksi secara langsung. Kata Kunci : Pola pembelajaran, pembelajaran daring, anak usia 10-11 tahun.
KASUS TINDAK PIDANA PEMBUHUHAN (ABORSI): TINJAUAN YURIDIS DAN FILOSOFIS Budoyo, Sapto; Sutono, Agus; Arofah, Nilna Nur
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 12, No 1 (2023): JANUARI 2023
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v12i1.14464

Abstract

Abortion is one of the causes of death of women in childbearing years in developing countries which is done secretly and usually by personnel who are not specifically educated, including pregnant women who want action. philosophically against the crime of murder, abortion, Indonesian criminal law in the judge's decision Number 252K/Pid/2017. The method used in this research is normative juridical, namely an approach that is carried out based on the main legal material by examining theories, concepts, legal principles, and legislation related to qualitative descriptive approach research, with data collection from the study. literature. The results of this study conclude that the sanctions for the perpetrators of the crime of abortion in article 346 of the Criminal Code with a maximum imprisonment of four years in prison. The sanctions for perpetrators of the crime of abortion in the Criminal Code (KUHP) strictly prohibit abortion for any reason, while the Health Law allows abortion on medical indications or because of rape
PENERAPAN EMPAT ELEMEN KUNCI DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA PADA CAPAIAN PEMBELAJARAN DI FASE D KELAS VII Sudrajat, Rahmat; Budi Astuti, Cahyaning
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 12, No 1 (2023): JANUARI 2023
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v12i1.14579

Abstract

Pancasila education in the 2022 curriculum is a new subject that must be applied by schools from the elementary, and junior high school/MTs, SMA/MA, and SMK/SMAK levels. The application of Pancasila Education subjects is given to all Grades, from 1 and 4 for elementary schools, class VII for junior high schools /MTs, and class X for SMA / MA and SMK / SMAK. Meanwhile, the other classes still use PPKn subjects. In the curriculum from the beginning of Indonesia's independence until now, in every curriculum in schools from 1947 until now the development of Pancasila Education is schooled (currently). It began with the name Moral (Curriculum 1947), Civic (Curriculum 1952), Moral Development (Curriculum 1964), State Citizenship Education / PKN (Curriculum 1968), Pancasila Moral Education / PMP (Curriculum 1975), Pancasila Moral Education with P-4 Content (Curriculum 1984), Pancasila and Citizenship Education / PPKn (Curriculum 1994), Citizenship / Kn (Curriculum 2004), Civic Education / Civics (Curriculum 2006), Pancasila and Citizenship Education / PPKn (Curriculum 2013) and finally Pancasila Education (Curriculum 2022). The purpose of the Pancasila Education Subject in the 2022 curriculum is to realize students who can have a noble character based on faith and devotion to God, understand the food and values of Pancasila, analyze the constitution and applicable norms, understand their identity as part of the Indonesian nation and analyze the characteristics of the Indonesian nation and local wisdom. Researchers on this occasion want to explore the four key elements contained in the Pancasila Education subject issued in the 2022 curriculum in phase D of class VII by describing four key elements of Learning Outcomes, compiling core materials, and compiling learning objectives