cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
FKIP e-PROCEEDING
Published by Universitas Jember
ISSN : 25275917     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP SPEKTRUM GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK PADA SISWA SMA KELAS XII DI KABUPATEN BONDOWOSO Nurul Fitriyah; Alex Harijanto; Sudarti Sudarti
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pemahaman konsep siswa kelas XII di Kabupaten Bondowoso. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui pemahaman konsep siswa kelas XII di Kabupaten Bondowoso denganmateri sub bab pokok bahasan spektrum gelombang elektromagnetik. Penelitian ini dilakukan di tigaSMA Negeri yang berada di Kabupaten Bondowoso pada siswa kelas XII semester ganjil tahun ajaran2017/1018. Pemahaman konsep pada penelitian ini menggunakan tiga indikator berdasarkantaksonomi Bloom yang terdiri dari translasi, interpretasi dan ekstrapolasi. Nilai rata-rata pemahamankonsep siswa di SMA Negeri Bondowoso untuk indikator translasi 23,4 %, indikator interpretasi 53,9% dan indikator ekstrapolasi 78 %. Sedangkan nilai rata-rata pemahaman konsep siswa berdasarkanpredikanya 9,2 % memiliki pemahaman konsep tinggi dengan jumlah siswa sebanyak 7 orang, siswayang memiliki pemahaman konsep sedang senilai 89,4% dengan jumlah siswa sebanyak 68 orang dansiswa yang memiliki pemahaman konsep rendah senilai 1,3% dengan jumlah siswa 1 orang.Kata kunci: Pemahaman konsep, translasi, interpretasi, ekstrapolasi
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERBASIS DISCOVERY DENGAN TEMA ES TELER UNTUK MEMBERDAYAKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA Budi Sriyanto; Mohammad Masykuri; Sarwanto Sarwanto
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Mengembangkan modul IPA terpadu berbasis discovery tema es teler; (2) Mengetahui kelayakan modul Pembelajaran IPA terpadu discovery pada tema es teler kelas VII; (3) Mengetahui efektivitas dari modul pembelajaran IPA terpadu berbasis discovery pada tema es teler terhadap keterampilan proses sains siswa kelas VII SMP Negeri 3 Satu Atap Sumberlawang.Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang mengacu pada model Thiagarajan. Penilaian modul dilaksanakan 6 tahap yaitu validasi ahli materi dan kegrafikan, validasi guru, validasi sejawat, uji coba kecil dilaksanakan pada 8 siswa, uji coba diperluas dilaksanakan 31 siswa SMP N 3 Satu Atap Sumberlawang dan penyebaran modul pada guru IPA SMP. Data hasil penelitian berupa nilai validasi modul oleh ahli, guru dan sejawat, respon keterbacaan siswa, nilai tes prestasi, respon siswa, dan respon guru.Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan: (1) prosedur pengembangan modul IPA berbasis discovery menggunakan model 4-D dari Thiagarajan mencakup define, design, develop dan disseminate; dengan modifikasi pada tahap disseminate dilakukan dengan cara sosialisasi modul kepada guru; (2) modul IPA terpadu SMP berbasis discoverypada tema es teler yang dikembangkan memiliki kelayakan dengan kategori sangat baik yang mencakup aspek isi, bahasa, penyajian, kegrafikan dan kesesuaian dengan discovery. Hasil validasi yaitu validasi ahli rata-rata 3,43, validasi guru rata-rata 3,52, validasi teman sejawat rata-rata 3,48, uji coba skala kecil rata-rata 3,50, uji coba besar rata-rata 3,60, respon guru SMP rata-rata 3,58; (3) modul produk pengembangan efektif untuk menaikkan rerata hasil belajar dari skor rata-rata pretest 50,66 menjadi postest 71,90 serta ketuntasan belajar siswa mencapai 77%. Kata kunci: modul, discovery, es teler
ANALISIS PENGUASAAN KONSEP – KONSEP FISIKA POKOK BAHASAN GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK PADA SISWA KELAS XII SMA Safirah Salsabillah; Sudarti Sudarti; Supeno Supeno
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguasaan konsep adalah kemampuan dalam memahami makna secara ilmiah baik teori maupun penerapannya dalam kehidupan sehari – hari. Penguasaan konsep diperlukan agar siswa dapat menguasai materi sebelum melanjutkan ke materi selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguasaan konsep gelombang elektromagnetik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan tempat penelitian ditentukan menggunakan purporsive sampling area yang diambil satu kelas pada kelas XII SMA semester genap pada tahun ajaran 2017/2018. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes. Berdasarkan analisis data diperoleh kesimpulan bahwa: (1) penguasaan konsep berdasarkan materi gelombang elektromagnetik 17,72% siswa dapat menguasai konsep fisika pada materi gelombang elektromagnetik, 37,59% siswa cukup menguasai konsep fisika pada materi gelombang elektromagnetik, dan 44,69% siswa kurang menguasai konsep fisika pada materi gelombang elektromagnetik ; penguasaan konsep berdasarkan indikator penguasaan konsep mengingat (C1), memahami (C2),mengaplikasikan (C3), dan menaganalisis (C4) lebih unggul daripada indikator penguasaan konsep mengevaluasi (C5), dan membuat (C6) yang dapat dikatakan masih dalam kategori rendah atau siswa tidak menguasai konsep pada indikator tersebut . Keywords: Penguasaan Konsep, Gelombang Elektromagnetik, Taksonomi Bloom.
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING DENGAN TEMA YOGHURT UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMP KELAS VII Prihantomo Prihantomo; Sarwanto Sarwanto; Puguh Puguh
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) karakteristik modul IPA terpadu berbasis PBL tema yoghurt, (2) kelayakan modul IPA terpadu berbasis PBL tema yoghurt, (3) efektivitas modul IPA terpadu berbasis PBL tema yoghurt, terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan Borg dan Gall yang terdiri dari 10 tahapan, meliputi: (1) penelitian dan pengumpulan informasi awal, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) uji coba awal, (5) revisi hasil uji coba awal, (6) uji lapangan utama, (7) revisi hasil uji lapangan utama, (8) uji lapangan operasional, (9) revisi produk akhir, dan (10) penyebaran produk. Prosedur penelitian pengembangan Borg dan Gall dengan 10 tahapan tersebut dimodifikasi pada jumlah subjek ujicoba. Uji efektivitas kelas eksperimen dan kelas kontrol menggunakan desain non-equivalent control group, yang di analisis menggunakan software SPSS dengan jenis uji Mann Whitney Test untuk keterampilan proses sains dan hasil belajar sikap, sedangkan hasil belajar kognitif menggunakan Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Karakteristik modul yang dikembangkan adalah konten IPA dipadukan dengan tipe connected, adanya tahapan problem based learning pada modul yang disusun sesuai Kurikulum 2013. (2) Modul dinyatakan layak digunakan ditinjau dari aspek isi, aspek penyajian, aspek kebahasaan, dan aspek kegrafikan, dengan perolehan skor modul siswa 3,50 (sangat baik) dan skor modul guru adalah 3,51 (sangat baik). (3) Pengembangan Modul IPA Terpadu Berbasis Problem Based Learning dengan Tema Yoghurt efektif digunakan Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa SMP Kelas VII SMPN 1 Miri. Kata Kunci: modul, problem based learning, yoghurt, hasil belajar
BERBAHASA (INDONESIA) DENGAN TAMPAN DAN BERANI: MENUJU JALAN LITERASI KRITIS DALAM PRAGMATISME PEMBELAJARAN Erisy Syawiril Ammah; Sudarsri Lestari
FKIP e-PROCEEDING 2020: SEMINAR NASIONAL #5: BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA UNTUK MEMPERSIAPKAN GENERASI EMAS 204
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tulisan ini secara ringkas-konseptual membeberkan jalan literasi kritis yang harus ditempuh dalam pragmatisme pembelajaran bahasa (Indonesia). Bagaimana seharusnya berbahasa Indonesia dengan tampan (estetis) dan berani (logis). Terkait dengan hal itu, tulisan ini juga mewedar pelbagai masalah pembelajaran bahasa Indonesia yang belum berkembang secara multidemensional dan masih mengalami ketaksaan (proses) selama ini. Tidak bisa dipungkiri hal tersebut mengakibatkan tercerabutnya fungsi bahasa sebagai sebagai alat berpikir. Maka ditawarkan formula dan solusi dalam pembelajaran bahasa Indonesia guna menyiapkan generasi emas 2045. Kata kunci: literasi kritis, pembelajaran bahasa Indonesia, pragmatisme.
Motivating EFL Students by Using Tangible Reinforcers Fiska Nurrahma Oktavia
FKIP e-PROCEEDING 2017: Proceeding of the Workshop on Intercultural Communication
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Motivation plays a fundamental role in the process of learning a foreign language. It connects students’ willingness to engage in lesson and learning activities and the reasons for doing so. Students motivation can come from the inside (intrinsic motivation) and or from the outside (extrinsic motivation). Those students who own intrinsic motivation feel that learning is enjoyable. However, in fact, many EFL students do not have motivation towards learning. Moreover, they think that English is difficult to be learnt. Students feel depresseed when they are not able to do such task, therefore teachers need to give them such stimulus to engage them towards learning (extrinsic motivation). Such stimulus can be in the form of tangible reinforces which are effective to attract students motivation. Moreover, due to the tangible reinforcees, the students behavior slowly changes to be more active in participating the teaching. This paper will be divided into sub topics dealing with introduction, the related literature review, the procedures of the activity and the expected results. Keywords: motivation, EFL students, tangible reinforces
The Use of Sociodrama to Improve Class XI Bahasa Students' Active Participation and Speaking Achievement at Madrasah Aliyah Negeri 1 Jember in the 2016/ 2017 Academic Year Moh. Fauzan; Zakiyah Tasnim; Sugeng Ariyanto
FKIP e-PROCEEDING 2017: Proceeding of the Workshop on Intercultural Communication
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstract: This research was classroom action research. The aim of this research was to improve class XI Bahasa students' active participation and speaking achievement at Madrasah Aliyah Negeri 1 Jember. The subject of the research was class XI Bahasa students of Madrasah Aliyah Negeri 1 Jember, the total number of the subject was 36 students. The data collection methods in this research used test, observation, interview, and documentation. Then, the obtained data (students' active participation and speaking achievement) from each cycle was analyzed quantitatively. The result of observation Cycle 1 showed that the average percentage was 78.84%. This result achieved the minimum requirement of the students' active participation (75%). The speaking test results Cycle 1 showed 77.8% students could achieve score of passing grade that was 75. Then, Cycle 2 was still conducted to check the consistency of the results in Cycle 1. The result of observation Cycle 2 showed that the average percentage was 88.56%. This result also achieved the minimum requirement of the students' active participation (75%). The speaking test results Cycle 2 showed 85.29% students also could achieve score of passing grade that was 75. It can be concluded that the Use of Sociodrama Improved Class XI Bahasa students' active participation and speaking achievement at Madrasah Aliyah Negeri 1 Jember in the 2016/ 2017 Academic Year. Keywords: Sociodrama, Speaking, Speaking Achievement
NILAI-NILAI YANG TERKANDUNG DALAM PERTUNJUKAN WAYANG TOPENG SRI KRESNA (STUDI KASUS: DESA LUMUTAN, KECAMATAN BOTOLINGGO, KABUPATEN BONDOWOSO) Firda Ilan Nuri; Fajar Surya Hutama
FKIP e-PROCEEDING 2016: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 2016 “Pengembangan Pendidikan Karakter Bangsa Berbasis Kearifan Lo
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang asal usul dan nilai-nilai yang terkandung dalam kebudayaan wayang topeng “Sri Kresna. Kebudayaan wayang ini merupakan salah satu pertunjukan wayang yang cukup terkenal di daerah Kabupaten Bondowoso dan sama halnya dengan kesenian tradisional Latar belakang penulis memilih penelitian tentang Wayang Topeng “Sri Kresna” ini supaya penulis dapat memperkenalkan salah satu kebudayaan yang ada di Bondowoso. Selain itu, seperti yang kita tahu, generasi muda saat ini banyak yang beranggapan bahwa pertunjukan wayang topeng hanyalah untuk hiburan semata. Mereka tidak memahami bahwa ternyata di dalam pertunjukan wayang topeng tersebut mengandung banyak nilai-nilai positif yang dapat kita pelajari dan kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. ”. Contoh dari nilai-nilai tersebut misalnya, nilai kebenaran, kepahlawanan, solidaritas , nilai moral, nilai kejujuran dan lain sebagainya. Berdasarkan nilai-nilai tersebut, maka wayang topeng ini dapat dijadikan sebagai media pendidikan. Oleh karena itu, Wayang Topeng ini harus kita jaga dan kita kembangkan sebagai salah satu bentuk kebudayaan Indonesia. Jenis penelitiannya menggunakan deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang dan perilaku yang dapat diamati.. Wayang Topeng ini dinamakan Wayang topeng “Sri Kresna” karena Ki Dalang dari wayang ini sangat menyukai tokoh pewayangan yang bernama “Prabu Sri Kresna”. Kata Kunci: Nilai-nilai, Pertunjukan Wayang Topeng Sri Kresna
NILAI-NILAI YANG TERKANDUNG DALAM TARI HADRAH KUNTULAN BANYUWANGI Mira Ariyani Safitri; Fajar Surya Hutama
FKIP e-PROCEEDING 2016: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 2016 “Pengembangan Pendidikan Karakter Bangsa Berbasis Kearifan Lo
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang ragam gerak dan nilai-nilai yang terkandung dalam Tari Hadrah Kuntulan Banyuwangi. Tari adalah gerakan anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik dari musik gamelan atau instrumen musik lainnya yang di ungkapkan sang pencipta tarian sebagai simbol untuk mengunggakapkan maksud dan tujuan tertentu. Suatu tarian tentunya memiliki gerakan yang terstruktur guna menyimbolkan maksud dari sang pencipta tarian. Selain itu, dalam suatu tarian juga mengandung nilai-nilai yang akan disampaikan. Tari Hadrah Kuntulan merupakan suatu tarian yang mengandung nilai-nilai di dalamnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan ragam gerak dan nilai-nilai yang terkandung dalam Tari Hadrah Kuntulan Banyuwangi. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah tari kuntulan banyuwuangi terdiri dari IV ragam gerak, didalam tarian tersebut mengandung nilai-nilai antara lain nilai religius, disiplin, kreatif, kerja keras, mandiri, tanggung jawab, toleransi, dan cinta tanah air. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Tari Hadrah Banyuwangi memiliki IV ragam gerak dan terdapat nilai-nilai yang terkandung dalam Tari Hadrah Kuntulan Banyuwangi. Kata kunci: gerak, nilai, Tari Hadrah Kuntulan
ANALISIS NILAI-NILAI DALAM TRADISI BARITAN SEBAGAI PERINGATAN MALAM SATU SYURO DI DESA WATES KABUPATEN BLITAR Wahyuningtias Wahyuningtias; Nia Dwi Astuti
FKIP e-PROCEEDING 2016: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 2016 “Pengembangan Pendidikan Karakter Bangsa Berbasis Kearifan Lo
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini membahas dan mengkaji tentang prosesi dan nilai-nilai tradisi Baritan sebagai peringatan malam 1 Syuro yang dilaksanakan di Desa Wates Kabupaten Blitar. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 29 September 2016. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif, dengan pendekatan etnografi. Penelitian kualitatif secara umum dapat digunakan untuk penelitian tentang kehidupan masyarakat, sejarah, tingkah laku, fungsionalisasi organisasi, aktivitas sosial, dan lain-lain (Rahmat, 2009: 2). Etnografi adalah salah satu metode kualitatif yang tertua dari riset sosial. Metode ini sangat tepat untuk meneliti masalah budaya dan biasanya selalu terpilih sebagai metode penelitian antropologi (Setyowati, 2006: 35). Teknik yang digunakan untuk memperoleh sumber data dalam penelitian ini yaitu melalui kajian dokumen. Kajian dokumen dilakukan dengan cara menyelidiki data yang didapat dari dokumen, catatan, file, dan hal-hal lain yang sudah didokumentasikan (Djaelani, 2013: 88). Adapun sumber dokumen dalam penelitian ini diambil dari data berupa jurnal-jurnal penelitian yang terkait dengan tradisi Baritan dan nilai-nilai yang terdapat pada tradisi Baritan. Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini yaitu laptop untuk mencari jurnal secara online dan alat tulis untuk mencatat hal-hal penting yang ditemukan dalam proses pengumpulan data. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Baritan adalah salah satu bentuk tradisi selamatan yang biasanya diadakan di perempatan jalan dengan tujuan untuk memohon petunjuk, kesejahteraan, dan wujud rasa syukur kepada Tuhan. Prosesi tradisi Baritan dibagi menjadi tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan penutup. Pertama adalah tahap persiapan. Tahap ini dimulai dengan mengumpulkan seluruh masyarakat pada setiap RT di Mushola sekitar dan kemudian dilaksanakan rapat. Tahap kedua adalah pelaksanaan. Tahap ini dimulai dengan berkumpulnya semua masyarakat mulai dari anak-anak, remaja, dan orang dewasa di perempatan jalan pada pukul 16.00 WIB. Tahap terakhir yaitu penutup yang ditandai dengan doa bersama kepada Tuhan. Adapun nilai-nilai yang dapat dipetik dari tradisi Baritan yaitu nilai kebudayaan, kebersamaan, kesederhanaan, religi, gotongroyong, kekeluargaan, keberagaman, kerja keras, kerukunan, toleransi, dan kegembiraan. Kata kunci: Baritan, Prosesi, Nilai-nilai.