cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
FKIP e-PROCEEDING
Published by Universitas Jember
ISSN : 25275917     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
POLITIK SANTET: KONFLIK SOSIAL DAN PERAN PEMERINTAH KABUPATEN BANYUWANGI Dimas Imaniar; Wisnu Ardytia
FKIP e-PROCEEDING 2018: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #4 EKSPLORASI BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA JAWA TIMURAN SEBAGAI UPAYA
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This writing examines how the form of conflict in Banyuwangi society happens? How is the effort of Banyuwangi regency government in dealing with the conflict? The analysis shows that the form of conflict not only occurs because the witchcraft in Banyuwangi civilization attaches and becomes a hereditary tradition, but also the actualization of the introvert attitude of the dominant Banyuwangi society to resolve problems in their own way and no one else knows. The handling that is done by the government based on the Banyuwangi Regency under law No. 7 of 2012 on: Social Conflict, as well as other regulations that are issued by the district government of Banyuwangi. The Effort that is done is early detection as conflict prevention, conflict termination by involving the related community leaders and the post-conflict recovery through reconciliation, rehabilitation and reconstruction. Key word: Conflict mapping and Banyuwangi regency government policy
PENGEMBANGAN WAWASAN KEBUDAYAAN MELALUI TEKS CERITA RAKYAT “TA’BUTAAN” DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW Wardahtul Hidayah; Nuril Azizah
FKIP e-PROCEEDING 2018: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #4 EKSPLORASI BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA JAWA TIMURAN SEBAGAI UPAYA
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kebudayaan Indonesia sangatlah beragam. Salah satu jenis kebudayaan yang dimiliki Indonesia adalah cerita rakyat. Sebagai warga negara Indonesia, tentunya bangga akan kebudayaan tersebut. Sayangnya keberagaman kebudayaan tersebut tidak sejalan dengan wawasan kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakatnya. Banyak masyarakat Indonesia terutama generasi muda telah melupakan kebudayaan daerahnya sendiri. Kebudayaan merupakan identitas suatu bangsa. Maka dari itu pengembangan wawasan kebudayaan perlu ditingkatkan kembali. Dalam hal ini pendidikan memiliki peranan penting untuk kembali membentuk identitas suatu bangsa.Tujuan pembelajaran meliputi ranah kognitif, psikomotor dan afektif. Untuk mencapai aspek kognitif dalam pembelajaran dibutuhkan strategi pembelajaran yang tepat. Salah satu strategi yang tepat yang dapat diterapkan dalam pembelajaran adalah dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Tulisan ini memuat gagasan tentang pembelajaran bahasa Indonesia berbasis model kooperatif tipe jigsaw dengan teks cerita rakyat sebagai substansi kajiannya dan wawasan kebudayaan sebagai hasilnya. Gagasan ini dipaparkan berdasarkan hasil telaah pustaka, sumber berbasis internet, wawancara dan dokumentasi yang memuat konsep dan informasi tentang kurikulum, pembelajaran bahasa indonesia, model kooperatif tipe jigsaw dan teks cerita rakyat Ta’butaan. Pendidikan dalam hal ini berperan penting dalam meningkatkan wawasan kebudayaan yang dimiliki oleh siswa dengan menyisipkan materi-materi kebudayaan di dalamnya dan menerapkan strategi yang tepat dalam pelaksaan pembelajarannya. Kata kunci: wawasan kebudayaan, teks cerita rakyat, model kooperatif tipe jigsaw.
MENYONGSONG REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DENGAN INTEGRASI TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR Lina Kamalin
FKIP e-PROCEEDING 2018: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN KA-FKIP UNEJ
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Revolusi Industri 4.0 membawa dampak munculnya disruption di dunia industri digital dan merambah pada segmen yang lain di antaranya layanan telekomunikasi, politik, dan pendidikan.Dampaknya, akan ada disruption di dunia pendidikan. Evaluasi yang bersifat visioner perlu segera dilakukan. Idealnya, pendidikan perlu menggandeng erat teknologi. Namun, di sisi lain pemerintah telah mengeluarkan Permendikbud No. 68 Tahun 2014 tentang Penghapusan Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi. Padahal, mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi dapat menjadi alat ekslusif untuk menuju revolusi industri 4.0. Di era revolusi industri 4.0, Teknologi Informasi bukan pelajaran ekslusif, namun bagian yang wajib diintegrasikan secara inklusif. Demikian pula pada jenjang Sekolah Dasar. Di sinilah letak disruption pendidikan. Keterampilan dan minat guru serta infrastruktur kurang memadai. Keterampilan penggunaan Teknologi Informasi oleh guru perlu selalu dilakukan untuk menumbuhkan critical thingking dan creativity peserta didik. Integrasi Teknologi Informasi yang real match mampu mengatasi kesenjangan itu. Keywords: revolusi industri 4.0, integrasi teknologi informasi, pembelajaran
Table of Containt Bahasa Indonesia
FKIP e-PROCEEDING 2018: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #4 EKSPLORASI BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA JAWA TIMURAN SEBAGAI UPAYA
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

GAMBARAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT MADURADALAM NOVEL “KALOMPANG” KARYA BADRUL MUNIR CHAIR Endang Sri Widayati; Meylinda Chandra Krisna Caronika
FKIP e-PROCEEDING 2018: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #4 EKSPLORASI BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA JAWA TIMURAN SEBAGAI UPAYA
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kearifan lokal masyarakat di pesisir pantai Madura merupakan fenomina menarik yang diceritakan dalam novel “Kalompang” karya Badrul Munir Chair. Salah satu bentuk kearifan lokal yang dikemukakan adalah upacara ‘Rokat tase’. Rokat di sini memiliki dua konsep, yaitu sebagai bentuk rasa syukur dan sebagai selamatan. Rokat tase’ sebagai bentuk dari rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa atas hasil tangkapan ikan di laut yang melimpah selama setahun. Rrokat yang bermakna meruwat, atau selamatan karena terbebas dari gangguan makhluk halus. Melalui novel “Kalompang” tersebut, dapat dikaji secara lebih mendalam tentang karakter dan ritual kebudayaan yang dilakukan oleh masyarakat Madura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-analitik, yang langkah-langkahnya meliputi: reduksi data, interpretasi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil dan pembahasan penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal yang ditemukan dalam novel “Kalompang”, adalah:1 Seseorang dalam mencari rejeki harus bekerja keras, 2. Pekerjaan akan terasa lebih ringan dan cepat selesai, harus dilakukan dengan gotong-royong. 3. Pandangan masyarakat Madura terhadap tokoh masyarakat yaitu dengan cara mendatangi kiai tersebut; dan jikatersebut merupakan tokoh agama, mereka mendatangi untuk mendapatkan nasehat, atau memberi saran. Istilah populernya adalah nyabi’, 4. Rokat tase’ adalah peristiwa ritual yang dilakukan para nelayan sebagai bentuk rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa yang telah memberikan hasil tangkapan ikan di laut secara melimpah selama setahun 5. Dan hasil penelitian ini dapat dijadikan alternatif materi pembelajaran apresiasi sastra di SMA. Kata Kunci: Kearifan Lokal, Masyarakat Madura, dalam Novel “Kalompang”,.
The Use of Task-Based Language Instruction in Teaching Multigrade Elementary Students on English Private Course Rizqi Febrian Pramudita
FKIP e-PROCEEDING 2017: Proceeding of the Workshop on Intercultural Communication
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: There are some ways to broaden learner’s ability in acquiring English nowadays. In formal school, the students commonly learn English with their classmate in the same level of grade. Nevertheless, by any circumstance, studying English in formal school should be committed within various grades of students, which can be called as multigrade class. It should be underlined that those studies are applied in formal school of rural area. However, in fact, multigrade class may happen in informal educational institution such as English course. This study is conducted to know whether or not there is a significant effect of teaching multigrade primary level students in regular class of an English private course to the progres of the students’ speaking performance by using Task-based Language Instruction. Therefore, the focus of the students’ competence is the fluency of their speaking and behavior during teaching learning activities. Keywords:  Task-based language instruction, multigrade elementary students, English private course.
The Implementation of Genre Based Approach in the Teaching of Writing at SMPN 7 Jember Lailatul Hidayah; Budi Setyono; Zakiyah Tasnim[
FKIP e-PROCEEDING 2017: Proceeding of the Workshop on Intercultural Communication
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Writing is one of the English skills that should be mastered by the English as a foreign language students. It is not an easy task for the English teachers to teach writing to the EFL students, as it requires the English teachers to consider what approach they are going to apply in classroom. One of the approaches that is suggested by the Ministry of Education is genre-based approach. This article as the summary of the thesis entitled The Implementation of Genre Based Approach in the Teaching of Writing at SMPN 7 Jember discussed how the teacher implements genre-based approach in the teaching of writing. This research belongs to descriptive case study that was intended to describe in details the implementation of genre-based approach in the teaching of writing at SMPN7 Jember done by the English teacher. It included how the teacher designs the teaching of writing using genre-based approach, how the teacher implements the genre-based approach in the teaching of writing in the classroom, how the teacher delivers feedback to the students, and how the teacher gives score to the students. The data of the research were analyzed using thematic analysis and the results were reported descriptively. The research result showed that the teacher implemented the four stages of genre-based approach. Those are Building Knowledge of the Field, Modeling of the text, Joint Construction of the Text and Independent Construction of the Text. The finding was highly expected to be an evaluative finding for the teacher and she was suggested to make variation of the teaching strategy to the different types of genre.Keywords: Genre Based Approach, Teaching Writing, Feedback, Scoring System, Thematic Analysis.
PERSEPSI MASYARAKAT JAWA TERHADAP TUMBUHAN KELOR DI KECAMATAN AMBULU JEMBER Dimas Abdi Haidar; Fajar Surya Hutama
FKIP e-PROCEEDING 2016: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 2016 “Pengembangan Pendidikan Karakter Bangsa Berbasis Kearifan Lo
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya Jawa memiliki kearifan lokal yang sangat kaya. Kekayaan dan keberagaman inilah yang perlu dilestarikan. UNESCO menganjurkan untuk memperkenalkan dan menyebarluaskan kearifan lokal kepada masyarakat dunia yang dapat digunakan sebagai solusi alternatif dalam menanganipermasalahan kehidupan (Widyanto, 2011:1). Kearifan lokal merupakan kecerdasan manusia yang dimiliki oleh kelompok etnis tertentu yang diperoleh melalui pengalaman masyarakat (Rahyono, 2009:7). Ruang lingkup kearifan lokal sangat luas, tidak hanya terbatas pada tari tradisional, upacara tradisional, pakaian adat dan lain-lain. salah satu kearifan lokal yang mulai banyak ditinggalkan adalah persepsi atau cara pandang masyarakat tradisional. Persepsi masyarakat tradisional dianggap perlu dilestarikan sebagai pembelajaran alternatif untuk menangani permasalahan hidup. Salah satu persepsi masyarakat Jawa yang mulai menghilang di masa sekarang adalah Persepsi masyarakat Jawa terhadap tumbuhan kelor. Kelor merupakan tumbuhan yang banyak tumbuh di Indonesia. Tumbuhan ini banyak tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi (Kurniasih, 2013:4). Secara fisik, daun tumbuhan kelor berbentuk bulat lonjong dengan ukuran kecil tersusun rapi pada setiap tangkai, bunganya berwarna putih kekuningan dan tudung pelepah bunganya berwarna hijau, buahnya berbentuk segitiga memanjang yang biasa disebut dengan kelentang. Kelor adalah tumbuhan yang sangat dekat dengan tradisi dan kebudayaan masyarakat Jawa. Tumbuhan ini dipercaya mempunyai berbagai macam khasiat mulai dari mengobati penyakit tubuh biasa sampai dengan penyakit yang disebabkan oleh gangguan kekuatan yang bersifat immaterial atau supranatural. Masyarakat Jawa mengenal berbagai resep pengobatan tradisional dengan bahan dasar tumbuhan kelor mulai dari akar hingga bagian daunya. Selain itu, banyak masyarakat yang masih mempercayai tumbuhan kelor bermanfaat untuk menghilangkan pengaruh kekuatan negatif yang dapat mengganggu kehidupan. Kata kunci : Kelor, Persepsi
PENGEMBANGAN MODEL PERAN ORANG TUA, GURU, DAN MASYARAKAT DALAM PROSES PEMBELAJARAN UNTUK MEMBENTUK INTENSI BERPERILAKU ANAK PEDULI LINGKUNGAN Maratun Nafiah; Sri Kawuryan Hastawati
FKIP e-PROCEEDING 2016: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 2016 “Pengembangan Pendidikan Karakter Bangsa Berbasis Kearifan Lo
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nowadays, Indonesia faces many environmental problems. These problems happen due to much global warming issue. Consequently, it is necessary to do learning process continuously so that the students care about environment leading to their habits. Through teaching learning process, the sudents will have sensitivity, evaluating competences, and decision making competences suitable with environmental problems faced. Based on this situation, this research is aimed to identify parents’, school, and society roles in learning process to shape behaviour intention of the students caring of environment. Data was collected through Focus Group Discussion and questionnaires distributed. The results of instruments field trial test with 50 respondents from 52 items is that 4 items were dropped and 48 items were valid with reliability coefficient reached 0.91. Descriptive statistics used to analyze data are mean for all respondents as many as 600 students counted by determining on items less than 3.0 (found as many as 6 items). Research findings are recommended to stakeholeders used to make a policy about learning process in shaping behaviour intention of environmental caring students. Kata Kunci: parents’ roles, school roles, society roles, learning process, behaviour intention, caring of environment
IMPLEMENTASI SEKOLAH RAMAH ANAK DALAM RANGKA MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN DI SD ISLAM INTERNASIONAL AL-ABIDIN SURAKARTA Tsabita Fiki Amalia; Ika Candra Sayekti
FKIP e-PROCEEDING 2016: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 2016 “Pengembangan Pendidikan Karakter Bangsa Berbasis Kearifan Lo
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) adalah sebuah sistem yang terintegrasi dari negara-negara di Asia Tenggara yang memungkinkan dan memfasilitasi sistem perdagangan bebas. Sejak tahun 2015 MEA telah resmi dimulai, dan banyak perusahaan asing telah dibuka di Indonesia. Namun, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia masih kurang untuk menghadapi sistem MEA ini. Hal ini dapat dilihat dari tingginya tingkat pengangguran di Indonesia dan tingkat pendidikan warganegara Indonesia yang masih tergolong rendah. Hal ini menunjukkan kurangnya kualitas pendidikan. Berangkat dari masalah ini, penulis melakukan penelitian di sekolah dasar berbasis internasional, SD Islam Internasional Al Abidin Surakarta. Sekolah ini memiliki banyak program yang dapat dikembangkan dan direplikasi dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari program sekolah ramah anak yang dijalankan untuk menghadapi MEA. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sekolah ramah anak di SDII Al-Abidin sudah sangat baik. Tak hanya itu, sekolah ini juga memiliki beberapa program yang dapat digunakan sebagai senjata untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Kata Kunci : Masyarakat Ekonomi ASEAN dan Program Sekolah Ramah Anak