cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
FKIP e-PROCEEDING
Published by Universitas Jember
ISSN : 25275917     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI MATERI MEDAN MAGNET MENGGUNAKAN THREE TIER TEST PADA SISWA KELAS XII SMA DI JEMBER Eri Setyaningsih; Alex Harijanto; Sri Handono Budi Prastowo
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi yang dialami siswa SMA kelas XII padamateri medan magnet menggunakan Three Tier Test. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif.Penentuan tempat penelitian menggunakan teknik purposive sampling area. Responden dalampenelitian ini terdiri dari satu kelas dengan jumlah subjek 35 siswa. Instrumen dalam penelitian iniadalah soal tes diagnostik Three Tier Test (tes tiga tingkat) berjumlah 12 soal. Tingkat pertama adalahsoal pilihan ganda biasa, tingkat kedua yaitu alasan tingkat ketiga yaitu keyakinan atas jawabantingkat pertama dan kedua. Data berupa jawaban siswa dianalisis berdasarkan kategori jawaban ThreeTier Test. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase siswa yang mengalamimiskonsepsi mengenai konsep gaya pada partikel bermuatan dalam medan magnet sebesar 93,94%,medan magnet pada kawat lurus berarus sebesar 45,45%, medan magnet pada pusat kawat melingkarsebesar 81,82%, medan magnet pada kawat sejajar berarus sebesar 3,03%, gaya Lorentz pada muatanyang bergerak sebesar 45,45%, medan magnet di sekitar kawat melingkar berarus sebesar 36,36%,gaya magnet pada kawat sejajar berarus sebesar 87,88%, penerapan konsep magnet sebesar 60,61%,medan magnet di ujung solenoid sebesar 18,18%, gaya Lorentz pada kawat lurus berarus sebesar42,42%, medan magnet di pusat solenoid sebesar 60,61%, medan magnet pada toroid sebesar 96,97%.Kata kunci: Miskonsepsi, Medan Magnet, Three Tier Test
ANALISIS MISKONSEPSI SISWA SMK PADA POKOK BAHASAN RANGKAIAN LISTRIK Tami Beniarti; Trapsilo Prihandono; Supeno Supeno
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Miskonsepsi adalah kesalahan penafsiran konsep yang tidak sesuai dengan apa yang dimaksudkan oleh para ilmuwan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis miskonsepsi, mengetahui letak miskonsepsi pada soal tes diagnostik dan besar persentase miskonsepsi yang dialami oleh siswa SMK pada materi listrik dinamis pokok bahasan rangkaian listrik. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Pengumpulan data observasi, tes dan dokumentasi dilakukan menggunakan teknik purposive sampling pada siswa SMK di Jember Tahun Ajaran 2017/2018 yang berjumlah tiga kelas. Wawancara ditujukan kepada guru mata pelajaran fisika dan dilakukan dengan pemilihan sampel siswa yang mengalami miskonsepsi. Instrumen tes yang digunakan adalah kumpulan soal yang diadopsi dari jurnal penelitian sebelumnya serta beberapa soal tes DIRECT yang disesuaikan dengan syarat konsep dianggap miskonsepsi dengan jumlah 15 butir soal berdasarkan tes diagnostik four tier test. Tes diagostik ini memiliki empat tingkatan yang terdiri dari tingkat pertama yaitu pilihan jawaban, tingkat kedua merupakan tingkat keyakinan jawaban pada tingkat pertama, tingkat ketiga merupakan alasan jawaban dari tingkat pertama, dan tingkat keempat merupakan tingkat keyakinan alasan jawaban pada tingkat ketiga. Dari hasil tes kemudian dapat dikelompokkan siswa yang paham, tidak paham dan miskonsepsi. Kata kunci: Miskonsepsi, rangkaian listrik, four tier test
ANALISIS KEMAMPUAN MENYELESAIKAN MASALAH PADA MATERI RANGKAIAN ARUS SEARAH BERDASARKAN POLYA PADA SISWA KELAS XII IPA 4 SMA NEGERI 4 JEMBER Anggraining Widiningtyas; Sudarti Sudarti
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis kemampuan siswa kelas XII IPA 4 SMA Negeri 4 Jember dalam menyelesaikan masalah pada materi Rangkaian Arus Searah berdasarkan Polya dan termasuk dalam penelitian deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah pada materi Rangkaian Arus Searah berdasarkan Polya. Responden yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 35 siswa kelas XII IPA 4 SMA Negeri 4 Jember. Instrumen yang digunakan ialah soal tes dari soal Ujian Nasional pada tahun sebelum penelitian yang disesuaikan dengan kebutuhan penelitian sebanyak 6 nomor. Hasil penelitian ini menunjukkan kemampuan dalam memahami soal diperoleh adalah 99,76 % yang dalam kualifikasi kemampuan pemecahan masalah sangat baik. Kemampuan dalam menggunakan rumus fisika diperoleh adalah 94,05 % yang dalam kualifikasi kemampuan pemecahan masalah sangat baik. Kemampuan dalam menyelesaikan langkah–langkah penyelesaian diperoleh adalah 96,67 % yang dalam kualifikasi kemampuan pemecahan masalah sangat baik. Kemampuan dalam menentukan kesimpulan dan perhitungan diperoleh adalah 65,83 % yang dalam kualifikasi kemampuan pemecahan masalah cukup. Kata kunci: analisis, kemampuan pemecahan masalah, rangkaian arus searah, polya
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERBASIS INKUIRI TERBIMBING DISERTAI NILAI ISLAM TEMA ANTASIDA Nurul Widya; Adi Prayitno; Ashadi Ashadi
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk 1) mengembangkan modul IPA Terpadu berbasis Inkuiri Terbimbing disertai nilai Islam, 2) mengetahui kelayakan produk, dan 3) keefektifan produk ditinjau dari hasil belajar dan ketrerampilan proses sains. Produk ini dikembangkan untuk menunjang pembelajaran IPA untuk SMP/MTs kelas VII.Model yang digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan modul IPA Terpadu adalah model pengembangan oleh Borg and Gall yang direduksi menjadi 9 tahap yang terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut : 1) analisis kebutuhan, 2) perencanaan, 3) pengembangan produk, 4) uji lapangan awal, 5) revisi produk awal, 6) uji lapangan utama, 7) revisi produk utama, 8) uji lapangan operasional, 9) revisi produksi operasionalHasil penelitian disimpulkan bahwa: 1) modul IPA terpadu berbasis inkuiri terbimbing disertai nilai Islam tema antasida berhasil dikembangkan. 2) kelayakan produk ditinjau dari aspek mateeri, kegrafikan, kebahasaan dan sintaks inkuiri terbimbing rata-rata memiliki kriteria sangat baik. 3) produk ini efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dilihat dari rerata nilai antara kelas pengguna produk lebih tinggi dari kelas kontrol yaitu 62 dan 58. Kata Kunci: Modul IPA Terpadu, Inkuiri terbimbing , Nilai Islam
BAHASA TAYANGAN BAYANG-BAYANG PERILAKU MISTERIUS Muji Muji
FKIP e-PROCEEDING 2020: SEMINAR NASIONAL #5: BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA UNTUK MEMPERSIAPKAN GENERASI EMAS 204
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pemakaian Bahasa Indonesia yang baik dan benar sudah bertahun-tahun menjadi program kerja pemerintah dan Lembaga Bahasa, tetapi sampai saat ini program itu belum kunjung tercapai diraih. Meskipun telah dibuatkan Undang-Undang nomor 24 tahun 2009, UU ini pemberlakuannya tidak ditaati. Di lapangan diketahui banyak terjadi pelanggaran pemakaian bahasa yang tidak dapat teratasi dengan baik. Yang mengejutkan, ditemukan berita yang memberitakan bahwa PEMAKAIAN BAHASA ASING SEMAKIN MENTERENG DAN PEMAKAIAN BAHASA INDONESIA SEMAKIN TERPINGGIRKAN. Berita ini menjadi petanda formal bahwa pemakaian Bahasa Indonesia yang baik dan benar tidak/kurang diminati pemakainya. Pemakai Bahasa Indonesia akhir-akhir ini justru rajin dan suka memakai Bahasa Indonesia untuk memenuhi kebutuhan komunikasi yang tercela, misalnya untuk mengekspresikan ujaran kebencian. Bagaimanakah membudayakan pemakaian Bahasa Indonesia yang mampu mewujudkan nilai karakter kesatuan dan persatuan dalam hidup berdemokrasi? Pertanyaan ini dikemukakan dengan dasar pemikiran kegiatan penelitian menemukan pemakaian Bahasa Indonesia banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi yang salah. Kesalahan ditemukan pemakai bahasa tertentu yang berbeda ide, gagasan, pendapat, niat, dan kehendak selalu melisankan, menuliskan, menyebarkan gambar/foto, isyarat/tanda, dan gestur/gerak tubuh yang membahasakan tindakan/perilaku tidak terpuji. Dalam kesempatan ini bahasa diposisikan untuk kepentingan merugikan pihak lain, mencemarkan nama baik, meraih kemenangan, dan mengekspresikan rasa benci. Bahasa ini yang dipilih, karena bahasa sarana efektif yang strategis untuk meraih prestasi perilaku/tindakan yang diperbuat. Kata kunci: bahasa, karakter, perilaku.
Conversational Analysis of Language Realizations of Dispreferred Social Acts in Intimate Relationship in the Lion King (1994) Movie Dinda Anggi Novita Sari; Musli Ariani; I Putu Sukmaantara
FKIP e-PROCEEDING 2017: Proceeding of the Workshop on Intercultural Communication
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstract: This study attempted to investigate the language realizations of dispreferred social acts from an animation movie called the Lion King (1994). The study aimed to give examples on how the English native speakers express their dispreferred social acts naturally performed by the characters with intimate relationship. It is important to know this because different culture between Indonesia and English may lead to different ways of expressing it. The realizations of dispreferred social acts by the characters that have intimate relationship in the movie are performed in mitigated and unmitigated forms. The finding suggests that these characters choose the mitigated form of the language realizations of dispreferred social acts as they want to maintain the social relationship with others. It is better to use the mitigated as those are more polite. In addition, due to their established relationship, they sometimes express their intimate expressions directly which in this case belongs to unmitigated form. Keywords: Adjacency Pairs, Dispreferred Social Acts, Language Realizations of Dispreferred Social Acts, Preference Organization, Conversational Analysis
The Effect of Using Word Wall on The Eighth Grade Students' Vocabulary Achievement at SMPN 1 Jember in 2015/2016 Academic Year Shallyntang Ditya Pradikasari; Zakiyah Tasnim; i Putu Sukmaantara
FKIP e-PROCEEDING 2017: Proceeding of the Workshop on Intercultural Communication
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstract: This experimental research was conducted to know whether or not there was a significant effect of using word wall on the eighth grade students' vocabulary achievement at SMPN 1 Jember in the 2015/2016 academic year. The research data were collected from the vocabulary pre-test and post-test. The deviation between the results of pre-test and post-test were analyzed statistically by using    t-test formula to know the mean difference between the experimental and the control groups. The value of t-test was 5.6850 that was higher than the value t-table at significant level of 5% with degree of freedom of 70, that was 1.994. It means that there was a significant difference between the experimental and the control group. In other words, there was a significant effect of using Word Wall on the eight grade students' vocabulary achievement at SMPN 1 Jember in the 2015/2016 academic year” was accepted. Hopefully, this research can help other researcher, teacher and students in English teaching and learning process. Keywords: vocabulary achievement, word wall, experimental research. 
VIDEO SEBAGAI SUPLEMEN MEDIA DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Firdaus Dyah Utami; Nuriman Nuriman; Agustiningsih Agustiningsih
FKIP e-PROCEEDING 2016: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 2016 “Pengembangan Pendidikan Karakter Bangsa Berbasis Kearifan Lo
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum 2013 menuntut guru kreatif dalam menyediakan media tambahan selain media dalam buku guru dan siswa, seperti video. Penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas IVA dan IVB SDN Jember Kidul 04. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes. Skor tes siswa berupa nilai hasil pre-test dan post-test yang dianalisis dengan menggunakan rumus uji-t. Hasil analisis data diperoleh t-hitung = 4,842 dengan keefektifan relatif 41,19% dan t-test > t-tabel (4,842 > 1,991). Kesimpulan penelitian ada pengaruh media video terhadap hasil belajar siswa sehingga media video dapat dijadikan suplemen media dalam kurikulum 2013. Kata Kunci: media video, hasil belajar, kurikulum 2013
PENGENALAN KEBUDAYAAN MELALUI DESAIN PEMBELAJARAN MENULIS PUISI DESKRIPTIF BERBANTUAN MEDIA GAMBAR Novia Sulandari
FKIP e-PROCEEDING 2016: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 2016 “Pengembangan Pendidikan Karakter Bangsa Berbasis Kearifan Lo
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebudayaan Indonesia terbentuk dari kebudayaan daerah seperti lagu, upacara adat, tarian, alat musik, dan lain-lain. Setiap daerah memiliki ciri khas budaya yang akan menjadi daya tarik orang untuk mempelajarinya. Di Sekolah Dasar perlu dikenalkan kebudayaan daerah melalui pembelajaran formal sebagai upaya menumbuhkan kecintaan sejak dini. Desain pembelajaran menulis puisi deskriptif berbantuan gambar dirancang untuk mengenalkan kebudayaan Indonesia kepada siswa dengan media gambar yang disediakan dan dibimbing oleh guru melalui tahapan menulis puisi deskriptif. Hasil puisi deskriptif akan berbeda-beda sesuai dengan kebudayaan yang ada di daerah tempat siswa belajar. Kata kunci: kebudayaan, puisi deskriptif, media gambar
TEMBAKAU DALAM PERSPEKTIF BUDAYA PADA MASYARAKAT JEMBER Yolanda Permatasari; Fajar Surya Hutama
FKIP e-PROCEEDING 2016: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 2016 “Pengembangan Pendidikan Karakter Bangsa Berbasis Kearifan Lo
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengekplorasi dan mendeskripsikan bagaimana eksistensi tembakau menjadi determinan faktor budaya masyarakat di Kabupaten Jember. Tembakau begitu lekat dengan kehidupan masyarakat Jember, karena jember adalah daearah penghasil dan pengolah tembakau dengan beraneka produknya. Oleh karena itu, eksistensi tembakau mempengaruhi budaya masyarakat jember, khusunya pada dimensi sistem ekonomi, identitas kemasyarakatan, kesenian dan pola interaksi masyrakat. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Antirogo Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara serta obeservasi. Data yang dikumpulkan diolah menggunakan teknik analisa interactive model dengan tahap reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tembakau telah mempengaruhi sistem ekonomi masyarakat Jember dan melalui penyediaan lapangan kerja dan sistem utang-piutang yang khas di lingkungan petani tembakau. Di sisi lain, tembakau juga mempengaruhi identitas kemasyarakatan di Kabupaten Jember melalui lambing maupun logo dari beberapa institusi penting di Kabupaten Jember. Tidak hanya itu, tembakau juga menjadi inspirasi kesenian masyarakat Jember melalui tari lah bako dan juga batik motif khas Jember. Tembaku juga mempengaruhi pola interaksi yang ada dalam masyarakat petani tembakau, baik iteraksi sesama petani, petani dengan tengkulak, maupun tengkulak dengan gudang. Kesimpulannya, eksistensi tembakau terbukti mempengaruhi menjadi determinan faktor unsusr-unsur budaya. Kata Kunci: Tembakau, unsur-unsur budaya, Jember