cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
FKIP e-PROCEEDING
Published by Universitas Jember
ISSN : 25275917     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
ANALISIS PENGUASAAN KONSEP TEORI KINETIK GAS MENGGUNAKAN TAKSONOMI SOLO PADA SISWA SMAN 1 JEMBER Khosida Afkarina Rachman; Sri Handono Budi Prastowo; Albertus Djoko Lesmono
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguasaan konsep adalah kemampuan siswa dalam memahami makna secara ilmiah baik teorimaupun penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penguasankonsep teori kinetik gas menggunakan taksonomi SOLO. Jenis penelitian ini adalah penelitiandeskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes tertulis dengan instrumen soal uraianyang terdiri dari 8 butir soal dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan persentase penguasaankonsep teori kinetik gas menggunakan taksonomi SOLO pada siswa SMAN 1 Jember adalah 24%siswa berada pada level prastruktural, 8% siswa berada pada level unistruktural, 14% siswa beradapada level multistruktural, 32% siswa berada pada level relasional, dan 22% siswa berada pada levelabstrak diperluas. Hasil tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu faktor dari dalam, prosespembelajaran, pengalaman dan latihan siswa. Hasil penelitian tersebut memberikan dampak terhadapperencanaan, proses, dan evaluasi pembelajaran fisika.Kata kunci: kalor Penguasaan konsep, teori kinetik gas, dan taksonomi SOLO
ANALISIS BILANGAN REYNOLD (Re) UNTUK MENENTUKAN JENIS ALIRAN FLUIDA MENGGUNAKAN CFD (COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC) SEBAGAI RANCANGAN BAHAN AJAR DI SMA Deny Darmawan; Alex Harijanto; Sri Astutik
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari nilai bilangan Reynold (Re) dalam menentukan jenis aliran fluida dengan cara melakukan simulasi aliran fluida menggunakan program CFD (Computational Fluid Dynamic) paket simufluida (beta). Analisa jenis aliran fluida mengguanakan pipa silinder dengan cara membandingkan diameter dalam pipa 0,3 m, 0,5 m, 0,7 m, dan 1 m, serta kecepatan aliran fluida 0,05 m/s, 0,1 m/s, 0,15 m/s, dan 0,2 m/s. Hal ini untuk mengetahui sejauh mana efek perubahan diameter dalam pipa dan kecepatan aliran fluida didalam pipa silinder. Pembuatan model pipa silinder dilakukan dengan asumsi penyederhanaan model yang digunakan dengan mengabaikan ketebalan pipa. Dalam pembuatan model menggunakan microsoft paint yang di simpan dalam format hitam putih .bmp 256 colors. Dalam hal ini model yang dibuat adalah model volume. Pada penelitian ini nilai densitas fluida sebesar 1000 kg/m3 dan viskositas fluida sebesar 0,022 kg/m.s. Pada diameter 0,3 m merupakan aliran laminer, diameter 0,5 m dan 0,7 m merupakan aliran transisi, dan diameter 1 m merupakan aliran turbulen. Pada kecepatan 0,05 m/s merupakan aliran laminer, kecepatan 0,1 m/s dan 0,15 m/s merupakan aliran transisi, dan kecepatan 0,2 m/s merupakan aliran turbulen. Hasil simulasi berupa gambar dengan variasi diameter dalam pipa dan kecepatan aliran fluida. Hasil simulasi aliran fluida menggunakan program CFD (Computational Fluid Dynamic) paket simufluida (beta) akan digunakan sebagai acuan dalam pembuatan rancangan bahan ajar. Kata kunci: Bilangan Reynold (Re), Jenis Aliran Fluida, CFD software simufluida (beta), dan Bahan Ajar Kontekstual
PENINGKATAN HASIL BELAJAR FISIKA SMA MENGGUNAKAN LKS HUKUM NEWTON TENTANG GRAVITASI BERBASIS MULTIREPRESENTASI TERINTEGRASI PhET SIMULATION Ferdy Sugianto; I Ketut Mahardika; Alex Harijanto
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fisika merupakan mata pelajaran yang menekankan pada penguasaan konsep, dengan menguasai konsep fisika hasil belajar fisika siswa akan meningkat. Hasil belalajar dapat ditingkatkan dengan melatihkan kemampuan multirepresentasi siswa, sehingga perlu adanya upaya untuk melatihkan kemampuan multirepresentasi siswa. Fisika merupakan mata pelajaran yang dapat disajikan dalam berbagai bentuk format multirepresentasi yaitu verbal, matematis, gambar, dan grafik.. Maka dari itu dikembangkan LKS hukum Newton gravitasi berbasis multirepresentasi terintegrasi Phet Simulation. tujuan penelitian ini, untuk meningkatkan hasil belajar fisika siswa SMA. metode penelitisn ini merupakan pengembangan menggunakan model Plomp yang terdiri atas (1) investigasi awal, (2) desain, (3) realisasi/kontruksi, (4) tes, evaluasi, dan revisi, (5) implementasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, untuk melihat peningkatan hasil belajar menggunakan pre-test dan post-test sebelum dan sesudah pembelajaran menggunakan LKS hukum Newton gravitasi berbasis multirepresentasi terintegrasi Phet Simulation. kemudian, di uji menggunakan N-Gain dan menghasilkan peningkatan hasil belajar dengan kriteria sedang yaitu 0,67. Maka, dapat disimpulkan LKS hukum Newton gravitasi berbasis multirepresentasi terintegrasi Phet Simulation dapat meningkatkan hasil belajar Fisika siswa di SMA. Kata Kunci: LKS, Multirepresentasi, Phet Simulation,Hasil Belajar
UJI SIFAT MAGNETIK PASIR BESI PANTAI DI KABUPATEN LUMAJANG MELALUI INDUKSI ELEKTROMAGNETIK Alfi Firman Syah; Sudarti Sudarti; Alex Harijanto
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasir besi merupakan salah satu sumber daya alam yang melimpah di Provinsi Jawa Timur, khususnya di daerah pantai selatan. Salah satu lokasi yang memiliki potensi besar sebagai sumber pasir besi yaitu daerah di sekitar Kabupaten Lumajang. Namun hingga saat ini sumber daya pasir besi masih belum dieksplor dan dimanfaatkan secara maksimal, padahal pasir besi dapat dimanfaatkan sebagai bahan industri yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Selain itu, hal yang juga menjadi latarbelakang adalah masih minimnya riset terkait sifat magnetik pasir besi di daerah Jawa Timur yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai data ilmiah pendukung eksplorasi terhadap pasir besi. Bahan uji pasir besi yang digunakan diambil dari pantai Bambang dan pantai Watu Pecak, Lumajang. Bahan uji akan diuji sifat magnetiknya pada sebuah alat induksi elektromagnetik, untuk mengetahui kandungan besi pada bahan uji secara kualitatif. Bahan uji yang memiliki sifat megnetik lebih besar berarti memiliki kandungan besi yang lebih tinggi. Dari hasil uji dengan alat induksi elektromagnetik dihasilkan data ggl induksi. Besarnya ggl induksi yang dihasilkan bergantung pada masing-masing bahan uji. Nilai ggl induksi yang dihasilkan sebanding dengan nilai sifat magnetik (permeabilitas) bahan uji, karena pada alat induksi elektromagnetik ini memberikan arus dan tegangan yang tetap. Diperoleh hasil penelitian bahwa bahan uji pasir besi dari pantai Bambang memberikan nilai ggl induksi yang lebih besar (permeabilitas lebih besar) dibandingkan dengan nilai ggl induksi (permeabilitas lebih kecil) dari bahan uji pasir pantai Watu Pecak, menunjukkan bahwa kandungan besi pada bahan uji pasir besi pantai Bambang lebih tinggi dibandingkan dengan bahan uji pasir pantai Watu Pecak. Hasil yang diperoleh dapat digunakan sebagai informasi ilmiah dalam eksplorasi pasir besi serta menghasilkan metode yang murah dan mudah bagi masyarakat untuk mengetahui potensi pasir besi. Kata Kunci: Pasir besi, sifat magnetik, permeabilitas, kumparan induksi elektromagnetik, ggl induksi
PENGEMBANGAN E-LEARNING IPA TERPADU BERBASIS SETS PADA TEMA GUNUNG BERAPI DAN GEMPA BUMI Risma Fembriyanti; Sarwanto Sarwanto; Suparmi Suparmi
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengembangkan e-learning IPA berbasis SETS dengan tema Gunung Merapi dan Gempa Bumi; 2) mengetahui kelayakan e-learning IPA berbasis SETS dengan tema Gunung Merapi dan Gempa Bumi. Pengembangan e-learning IPA terpadu berbasis SETS menggunakan model pengembangan Borg and Gall yang dimodifikasi sampai pada tahap kelima: 1) Penelitian pendahuluan (prasurvai); 2) Melakukan perencanaan (identifikasi dan definisi keterampilan, perumusan tujuan, penentuan urutan pembelajaran); 3) Mengembangan rancangan awal produk (draft I); 4) Uji coba lapangan awal berupa uji validasi ahli atau expert judgement; 5) Revisi produk tahap pertama berdasarkan masukan dan saran-saran ahli. Analisis data yang digunakan pada penelitian pengembangan adalah analisis deskriptif kualitatif untuk data pendapat dan saran serta deskriptif kuantitatif (persentase) untuk analisis skor penilaian dari masing-masing ahli. Hasil penelitian disimpulkan bahwa: 1) e-learning IPA terpadu berbasis SETS dengan tema gunung berapi dan gempa bumi telah berhasil dikembangkan dengan metode pengembangan Borg and Gall tahap satu sampai lima dengan pendekatan pembelajaran SETS dengan karakteristik e-learning yang interaktif; 2) e-learning IPA terpadu berbasis SETS dengan tema gunung berapi dan gempa bumi masuk dalam kategori sangat baik ditinjau dari kelayakan materi, RPP, kisi-kisi soal, dan media dengan rata-rata persentase penilaian 88.34 %. Kata Kunci: e-learning, IPA Terpadu, SETS, Gunung Berapi, Gempa Bumi
KUMPULAN ABSTRAK Indonesia, Bahasa
FKIP e-PROCEEDING 2020: SEMINAR NASIONAL #5: BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA UNTUK MEMPERSIAPKAN GENERASI EMAS 204
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Materi diskusi pada sidang komisi di seminar kelas. silakan download!
The Effect of Using Word Detective Strategy on the Eleventh Grade Students’ Vocabulary Achievement at SMAN Pakusari in the 2016/2107 Academic Year Shabrina Anindya Puteri; Bambang Suharjito; I Putu Sukmaantara
FKIP e-PROCEEDING 2017: Proceeding of the Workshop on Intercultural Communication
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract:  The aim of this research was to investigate whether or not there was a significant effect of using word detective strategy on the eleventh grade students’ vocabulary achievement at SMAN Pakusari in the 2016/2017 academic year. Word detective strategy is one of the interesting strategies. It is a strategy in teaching vocabulary that makes the students become a detective to look for the meaning of the word by using context clues and word part clues. This research was conducted in SMAN Pakusari. The population of the research was the eleventh grade students of SMAN Pakusari in the 2016/2017 academic year. The researcher used cluster random sampling to choose the research respondents. The researcher applied Homogeneity test to know whether or not the condition of the population was homogeneous. Then, the result of the homogeneity test was analyzed by using ANOVA. Based on the homogeneity test, the population was homogeneous. Thus, the researcher used lottery to choose the experimental class and control class. The primary data were taken from the students’ vocabulary test and the supporting data were taken from the interview with the English teacher and the school documentation. The result of this research showed that there was a significant effect of using Word Detective Strategy on the eleventh grade students’ vocabulary achievement at SMAN Pakusari in the 2016/2017 academic year. Keywords: Word Detective, Teaching Vocabulary, Experimental Research.
The Cultural Condition of Speech Community and Linguistic Signs in What a Girls Movie Areta Puspa
FKIP e-PROCEEDING 2017: Proceeding of the Workshop on Intercultural Communication
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstract: Language definitely portrays its communal or societal features of the community from which it emerges. This robust relation is evident both in the deep structure and in the surface structure of certain language, which at last incurs language particularities. Those language particularities robustly stipulate the communal or societal bonding by which someone is deliberately demanded to forge his personal conscience with the shared appropriateness of the community he wishes to mingle with. As a result, a single language speaker may possess a number of socio-linguistic repertoires, each of which is coloured by different communities. These linguistic repertoires apparently go beyond the societal or communal demands in as much as educational, political, economic, and professional motives also have bearing impact on the repertoires to rely on. This paper is intended to unearth the speech community and linguistic signs embedded in the movie entitled What A Girl Wants. Specifically, it emphasizes on analyzing the social differences in terms of linguistic repertoires and shared appropriateness. As a further analysis on communal bonding, it was also revealed that individuals have the liberty to either procure or repudiate particular social identity attributed to them regardless the fact that there are some situational demands in particular social context. Key words: language, identity, communities, appropriateness, and bonding
FIKSI LOTUS SEBAGAI LANGKAH AWAL MENGENAL FIKSI DUNIA Rifqi Risnadyatul Hudha; Chalifatus Sahliyah
FKIP e-PROCEEDING 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penulisan artikel ini, yaitu (1) mengenalkan Fiksi Lotus, (2) mengenalkan konteks Fiksi Lotus, (3) memaparkan manfaat Fiksi Lotus, (4) mendeskripsikan Fiksi Lotus Vol 1, (5) mendeskripsikan Lotus Audio, (6) mendeskripsikan kelas menulis kreatif, (7) mendeskripsikan menulis kreatif, (8) mendeskripsikan workshop gratis, dan (9) mendeskripsikan Fiksi Lotus sebagai penunjang pembelajran sastra. Melalui Fiksi Lotus, dapat mengenal fiksi dunia. Fiksi Lotus mengenalkan karya sastra terjemahan dalam bentuk cerpen klasik dunia serta mengajarkan menulis kreatif kepada pembaca. Karya terjemahan memberikan nilai tambah untuk mengasah kemampuan menulis karena satu kunci penting agar selalu bisa produktif, yaitu dengan menambah bahan bacaan secara konstan. Mengenal sastra terjemahan akan mendapatkan wawasan dan pengetahuan yang lebih luas serta berimplikasi terhadap kesadaran dan pemahaman kita sebagai bagian dari masyarakat dunia. Melalui Fiksi Lotus, dapat mengenal budaya, sejarah, nilai rasa bahasa, nilai-nilai budaya, politik, dan sosial manca negara. Hal ini akan dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca sehingga Fiksi Lotus bermanfaat dalam pembelajaran sastra. Kata Kunci: sastra terjemahan, fiksi dunia, fiksi lotus
PENGIMPLEMENTASIAN PENDIDIKAN KARAKTER TERHADAP BUDAYA DAERAH UNTUK MELESTARIKAN KERAFIRAN LOKAL DALAM MENGHADAPI MEA Ari Susandi; Nurul Ipmawati
FKIP e-PROCEEDING 2016: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 2016 “Pengembangan Pendidikan Karakter Bangsa Berbasis Kearifan Lo
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia pendidikan berbasis pendidikan karakter, Indonesia dikenal sebagai negara yang masih dalam tahap proses berkembang. Pendidikan di Indonesia dinilai kurang berstandart dan berkualitas, hal ini disebabkan oleh sering bergantinya kurikulum di Indonesia yang menyebabkan kurang maksimalnya tingkat pendidikan di Indonesi, oleh karena itu pendidikan di Indonesia perlu dikembangkan dan ditingkatkan kualitas sumber daya manusianya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga menjadi pemicu faktor-faktor yang menghambat tercapainya suatu negara yang memiliki kualitas dan produktivitas output dan outcome yang mampu bersaing di dunia global. Persaingan dunia secara global khususnya wilayah Asia Tenggara sudah dimulai sejak 31 Desember 2015 yang disebut dengan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), merupakan persaingan antara tenaga-tenaga kerja se-Asia Tenggara dalam bidang ekonomi, termasuk Indonesia. Sumber daya manusai di Indonesia masih sangat terbatas dan kurang memiliki kualitas yang unggul dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. Memiliki kualitas yang unggul, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tinggi, berdedikasi unggul, serta memiliki karakter yang baik, merupaka tujuan atau target yang selama ini direncanakan oleh masyarakat Indonesia. Menghadapi era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) tidaklah mudah, banyak sekali strategi-strategi yang perlu dipersiapan untuk mampu bersaing dengan negara-negara lain. Salah satu alat yang dapat digunakan dalam dunia MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) yaitu dengan memperbaiki pendidikan karakter yang ada di Indonesia. Pendidikan karakter hingga saat ini masih menjadi topik perbincangan hangat dalam dunia internasional karena dengan adanya pendidikan karakter mampu meningkatkan eksistensi pendidikan khususnya memajukan dan mencetak individu-individu yang memiliki etika, moral, sikap, dan perilaku yang baik. Adanya pendidikan karakter mampu membawa dampak positif yang sangat besar demi majunya sebuah negara. Negara yang di dalamnya mempunyai warga yang memliki pendidikan karakter yang baik maka negara tersebut sudah pasti negara yang memiliki kualitas sumber daya manusia yang unggul. Sumber daya manusia yang berkualitas ini, diharapkan nantinya dapat membawa perubahan Indonesia dalam kancah internasional dan mampu bersaing di dunia, secara global dan umum, baik itu dengan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) atau dengan negara-negara lain di seluruh benua. Dalam menghadapi era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) ini, menggali aneka ragam kebudayaan, kesenian, adat-istiadat, dan moral serta etika bangsa Indonesia sangat penting sekali. Dari beberapa budaya daerah Indoneisa jika dikombinasikan pasti akan menajadi perpaduan budaya yang unik, yang didalamnya terdapat kekayaan alam yang berlimpah. Budaya daerah merupakan akar dari budaya nasional, oleh karena itu budaya daerah harus tetap berjalan dan berkembang dengan baik. Pelestarian budaya daerah ini sangat sulit sekali diterpakan jika warganya sendiri belum mampu mengatur diri sendiri, dan sadar diri bahwa pendidikan karakter sangat bagus dan penting sekali. Dengan melalui budaya daerah, kearifan lokal daerah juga dapat dikembangkan, dilestarikan dan diolah melalui proses-proses tertentu untuk melindungi kearifan lokal budaya daerah. Dalam menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) kualitas sumber saya manusia masih rendah sehingga akan mudah terpengaruh oleh orang lain dan perlu adanya suatu tindakan nyata yaitu dengan pengimplementasian pendidikan karakter melalui budaya daerah untuk melestarikan kearifan lokal, agar kualitas masyarakat mampu untuk bersaing dengan bijaksana di era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Kata kunci: Budaya Daerah, MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), Pendidikan Karakter, dan Kearifan Lokal