cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
FKIP e-PROCEEDING
Published by Universitas Jember
ISSN : 25275917     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
ANALISIS DAMPAK PAPARAN MEDAN MAGNET Extremely Low Frequency (ELF) TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN Fatholla Fuad; Sudarti Sudarti; Alex Harijanto
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Medan magnet Extremely Low Frequency ELF merupakan medan magnet dengan spektrumgelombang elektromagnetik yang memiliki frekuensi rendah antara 0–300Hz. Medan magnet ELFtelah mulai digunakan manusia untuk mempermudah pekerjaannya, salah satunya dalam bidangpertanian. Penelitian ini merupakan kajian literatur yang bertujuan untuk mendeskripsikan danmengintrepetasikan informasi yang relevan tentang pemanfaatan paparan medan magnet ExtremelyLow Frequency ELF terhadap pertumbuhan tanaman. Penelitian ini merupakan studi literatur, yaitudengan merangkum dan mereview beberapa penelitian yang pernah dilakukan untuk lebih memahamidampak pengaruh paparan medan magnet Extremely Low Frequency ELF terhadap prosespertumbuhan tanaman. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan Extremely LowFrequency ELF dengan intesitas 500 μT selama 50 menit berpengaruh terhadap pertumbuhan jamurtiram. Paparan medan magnet Extremely Low Frequency (ELF) 300µT selama 60 dan 90 menitberpengaruh positif terhadap tinggi tanaman cabai merah besar (Capsicum annum L.). Intesitas medanmagnet Extremely Low Frequency ELF 300μT dengan lama paparan 60 menit merupakan dosis yangefektif untuk mempercepat laju pertumbuhan tanaman tomat ranti. Medan magnet ELF dapatmemaksimalkan pertumbuhan dan produksi jamur kuping apabila berada pada dosis yang tepat, yaitu600 μT dengan lama paparan 70 menit. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa paparanmedan magnet Extremely Low Frequency ELF memberi dampak yang signifikan terhadappertumbuhan tanaman.Kata Kunci: Extremely Low Frequency, Pertumbuhan Tanaman, Lama Paparan
MODEL INKUIRI TERBIMBING PADA POKOK BAHASAN HUKUM NEWTON DALAM PEMBELAJARAN FISIKA SMA Nurlia Fitasari; Singgih Bektiarso; Subiki Subiki
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujan: (1) mengkaji pengaruh model inkuiri terbimbing pada pokok bahasan hukumnewton terhadap hasil belajar siswa SMA, dan (2) mengkaji tingkat kemampuan keterampilan proses sainssiswa SMA dalam pembelajaran fisika melalui model inkuiri terbimbing pada pokok bahasan hukumnewton. Model penelitian yang digunakan adalah true eksperimen dengan desain penelitian pretestposttest control group design. Sampel penelitian yang digunakan yaitu kelas X MIPA 4 (kelaseksperimen) dan X MIPA 2 (kelas kontrol) SMA Muhammadiyah 3 Jember. Data yang diperoleh antaralain hasil pretest, posttest dan skor keterampilan proses sains. Selanjutnya data tersebut dianalisis denganstatistik yang terdiri dari uji homogenitas, uji normalitas, dan uji t. Dari analisis uji-t diperoleh signifikan(sig 2-tailed) sebesar 0,000 0,05, maka hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima bahwa ada perbedaan nilaiskor rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Hal ini dapat dilihatdari hasil posttest nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 72,23 sedangkan kelas kontrol hanya memilikirata-rata 58,41. Berdasarkan hasil analisis keterampilan proses sains siswa melalui tiga percobaanmemperoleh nilai berturut-turut 85,58;88,61;95,18 dalam kriteria sangat baik. Dengan demikian modelpembelajaran inkuiri menggunakan alat percobaan sederhana berpengaruh terhadap hasil belajar danketerampilan proses sains siswa di SMA.Kata Kunci: Inkuiri Terbimbing, Pembelajaran Fisika, Hukum Newton
ANALISIS KEMAMPUAN REPRESENTASI VERBAL, MATEMATIKA, GAMBAR DAN GRAFIK (R-VMGG) SISWA SMAN PASIRIAN PADA MATERI TERMODINAMIKA Selamet Selamet; I Ketut Mahardika; Bambang Supriadi
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fisika merupakan ilmu yang mempelajari tentang fenomena yang terjadi di alam semesta. Kurikulum2013 adalah kurikulum yang berintegrasi, maksud dari kurikulum berintegrasi yaitu terdapat prosesyang harus dikuasai siswa antara lain skill, themes, concept dan topic Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis kemampuan representasi verbal, matematika, gambar dan grafik siswa. Respondendalam penelitian ini adalah menggunakkan 1 sekolah yaitu siswa kelas XI SMAN PASIRIAN. Subjekdari penelitian menggunakan purposive sampling area . Metode pengumpulan data yang digunakanpada penelitian ini adalah tes, observasi, dokumentasi dan wawancara. Instrumen tes yang digunakanadalah soal-soal Ujian Nasional dan soal SBMPTN pada tahun-tahun sebelumnya yang berjumlah 5soal dimana 1 soal mengandung 4 pertanyaan yang mengandung 4 representasi yaitu verbal,matematik, gambar, dan grafik. Hasil dari test tersebut adalah berupa data kemampuan representasiverbal , matematik, gambar dan grafik dan pengklasifikasian kategori kemampuan siswa dalam bentukpersentase. Kategori kemampuan representasi terbagi 4 kelompok yaitu sangat baik, baik, cukup,kurang dan sangat kurang. Dari data yang di diperoleh bahwa kemampuan representasi baikrepresentasi verbal, matematik, gambar dan grafik masih dibawah 22 persen. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan representasi siswa baik representasi verbal, matematika, gambar dangrafik kurang bahkan sangat kurangKata kunci: Konsep Fisika, Kemampuan multirepresentasi, Termodinamika
IDENTIFIKASI KEMAMPUAN PENALARAN ILMIAH SISWA SMK TENTANG RANGKAIAN LISTRIK PADA PEMBELAJARAN FISIKA Putri Okta Wardani; Supeno Supeno; Subiki Subiki
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pembelajaran yang mengacu pada kurikulum 2013 dalam pembelajaran fisika mengenai fakta, konsep, dan prinsip dapat berjalan efektif bila diajarkan secara prosedural dengan pemahaman dan penalaran. Penalaran ilmiah merupakan suatu proses atau aktivitas berpikir yang digunakan untuk menyelesaikan masalah berdasarkan fakta atau bukti yang kongkrit sehingga siswa mampu menarik kesimpulan. Siswa yang dapat menggunakan kemampuan penalaran ilmiah dalam menjawab permasalahan dengan baik, cenderung mempunyai pemahaman yang baik terhadap konsep materi yang dipelajari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kemampuan penalaran ilmiah SMK dalam pembelajaran fisika materi rangkaian listrik sederhana. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes berupa soal uraian. Data berupa jawaban dari siswa dianalisis berdasarkan kategori penalaran sehingga diketahui jenis penalaran yang sukar bagi siswa. Dari hasil penalaran ilmiah pada 34 siswa, didapatkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa kemampuan penalaran proporsional siswa paling banyak berkategori aditive sebanyak 20 siswa, pada penalaran korelasi paling banyak berkategori intuitive sebanyak 25 siswa, pada penalaran konservasi paling banyak berkategori intuitive sebanyak 24 siswa, dan pada kemampuan penalaran hipotesis deduktif paling banyak siswa hanya bisa memenuhi indikator observer result yaitu 18 siswa dan sebagian besar siswa tidak dapat memenuhi indikator lain. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan penalaran ilmiah siswa masih tergolong rendah karena masih berada pada level-level terendah dalam tiap pola penalaran ilmiah. Kata Kunci: Fisika, Penalaran Ilmiah, Rangkaian Listrik Sederhana
KEFEKTIFAN MODUL IPA TERPADU BERBASIS INQUIRY TERBIMBING DENGAN PENEKANAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS Tutik Handayaningsih; Sukarmin Sukarmin; Sugiyarto Sugiyarto
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keefektifan penggunaan modul IPA berbasis inquiry terbimbing dengan penekanan berpikir kritis pada tema sifat dan perubahan fisika zat. Penelitian pengembangan ini menggunakan Model R & D model siklus 4-D yang dikemukakan oleh Thiagarajan. Sampel penelitian yaitu kelas VII SMP. Teknik Analisis penelitian yaitu analisis digunakan adalah deskriptif, analisis kelayakan modul berdasarkan skor kriteria, dan analisis tes kemampuan berpikir dengan uji t-paired sampel dan pretes-postest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul IPA Terpadu berbasis Inquiry Terbimbing efektif digunakan sebagai bahan ajar baru, keefektifan modul didasarkan atas hasil perhitungan N-gain yang ditinjau dari kenaikan hasil tes kognitif dan kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 0,73 yang dikategorikan "Tinggi". Kata kunci: Modul IPA Terpadu, Inquiri Terbimbing, Kemampuan Berpikir Kritis.
PENGARUH SPS WORKSHEET TERHADAP KPS DASAR PADA MATERI HUKUM NEWTON DI SMAN 3 JEMBER Dewi Yuliatin; Rayendra Wahyu Bachtiar; Trapsilo Prihandono
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fisika merupakan ilmu pengetahuan yang terdiri dari proses dan produk. Untuk memperoleh pengetahuan tersebut dibutuhkan suatu keterampilan yang disebut keterampilan proses sains (KPS). Berbagai media, metode serta model pembelajaran digunakan untuk meningkatan KPS siswa, khususnya KPS dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan KPS dasar antara kelas eksperimen (inkuiri terbimbing disertai science process skills/SPS worksheet) dengan kelas kontrol (inkuiri terbimbing dengan LKS percobaan). Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain eksperimen berupa test only control group design. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, sedangkan analisis data yang digunakan adalah independent sample t-test untuk mengetahui perbandingan KPS dasar kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Dalam eksperimen terdapat tiga kali percobaan pada masing-masing kelas, yakni percobaan Hukum I Newton, Hukum 2 Newton dan Hukum 3 Newton. Kemudian diakhir pembelajaran dilakukan tes keterampilan proses sains (KPS) dasar siswa. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbandingan KPS dasar yang signifikan antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol dengan nilai signifikansi sebesar 0,018 < 0,05. Kata Kunci: KPS dasar, SPS worksheet, inkuiri terbimbing
KAJIAN PEMBELAJARAN IPA DENGAN MODEL PENGINTEGRASIAN Siti Nurjannah; Iwan Wicaksono; Aris Singgih Budiarso
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran merupakan sebuah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar, dimana pendidik memberikan bantuan kepada peserta didik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembetukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. IPA adalah kumpulan pengetahuan yang diperoleh dengan metode yang sistematis (metode ilmiah), serta dengan menerapkan sikap ilmiah. Belajar IPA adalah cara ideal untuk mendapatkan kompetensi. Ketrampilan – ketrampilan Fisik,berpikir,sosial, matematika dan berbahasa, sikap – sikap maupun konsep satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan dan saling berkaitan. Pembelajaran terpadu merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran yang secara sengaja mengaitkan beberapa aspek baik dalam mata pelajaran maupun antar mata pelajaran. Standards for Science Teacher Preparation merekomendasikan agar guru IPA sekolah dasar dan menengah pertama harus memiliki kecenderungan interdisipliner pada IPA. Untuk merealisasikan pembelajaran IPA yang sesuai pada hakikat IPA salah satunya dengan pendekatan ketrampilan proses dan pendekatan ketrampilan terpadu proses IPA. Pembelajaran IPA disajikan berbasis pendekatan pemecahan dan langsung menempatkan salah satu ide pokok yang mengandung pemecahan masalah dalam penyajiannya, Pembelajaran disajikan dengan kesatuan konsep. Kata Kunci : Pembelaajaran IPA, Pembelajran Integrated, Sains Terintegrasi
PENDEKATAN CONTENT AND LANGUAGE INTEGRATED LEARNING (CLIL) DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK): BELAJAR BERBAHASA MELALUI MATERI PEMINATAN Arju Muti’ah
FKIP e-PROCEEDING 2020: SEMINAR NASIONAL #5: BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA UNTUK MEMPERSIAPKAN GENERASI EMAS 204
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bertujuan membekali peserta didik dengan sikap menghargai bahasa Indonesia serta kemampuan dalam menggunakannya, terutama berkaitan dengan bidang peminatan dan pekerjaan. Berdasarkan hal tersebut, pembelajaran bahasa Indonesia perlu dirancang dengan memperhatikan kebutuhan bidang vokasi yang dipilih peserta didik . Paparan ini menawarkan gagasan inovatif tentang perancangan pembelajaran bahasa Indonesia dengan pendekatan Content and Language Integrated Learning (CLIL) yang memanfaatkan materi pelajaran peminatan sebagai sumber belajar. Paduan pikiran dan konsep dari kedua paradigma tersebut dinilai dapat memberikan kontribusi bagi terwujudnya pembelajaran bahasa Indonesia di SMK yang lebih bermakna. Melalui telaah isi berbagai sumber yang relevan dan pemikiran kritis dengan berlandaskan konteks, gagasan ini dipaparkan dengan tujuan memberikan wawasan tentang pendekatan CLIL dan kemungkinan penerapannya dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMK dengan mengguakan materi peminatan sebagai sumber belajar. Dengan mengacu kepada Kerangka Konseptual CLIL,yakni content, communication, cognitive, dan culture (C4), dilakukan perancangan pembelajaran bahasa Indonesia yang akan menghasilkan materi dan prosedur pembelajaran sesuai dengan peminatan dan bidang kejuruan pesrta didik. Kata kunci: pembelajaran bahasa Indonesia, pendekatan CLIL, SMK, materi pelajaran peminatan
The Use of Video to Improve the Eighth Grade Students’ Achievement in Writing Descriptive Text at SMP Negeri 5 Bondowoso Rizky Kurnia R. P; Budi Setyono; Eka Wahjuningsih
FKIP e-PROCEEDING 2017: Proceeding of the Workshop on Intercultural Communication
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research was intended to describe how the use of photo montage video can improve the eighth grade students’ achievement in writing descriptive text at SMP Negeri 5 Bondowoso. This research used Classroom Action Research (CAR) as the research design which consisted of planning, action, observing, and reflecting. The research subject were 23 students of class VIII D at SMP Negeri 5 Bondowoso. The data was collected by observation and writing test. Based on the result of observation, it was found that the use of photo montage video helped the students in planning descriptive text through vocabulary, content, and organization. The use of photo montage video also had contribution in helping students to draft a descriptive text through content and organization. Moreover, the use of photo montage video also helped the students in revising descriptive text.  Meanwhile, there were 66.66 % of the students got at least 75 or higher in writing test in cycle 1. Based on the writing test in cycle 2, there were 80.95% of the students got at least 75 or higher. According to the result of the research, it was concluded that the use of photo montage video improved the students’ achievement in writing descriptive text. Keywords: Photo Montage Video, Classroom Action Research, Descriptive Text, Writing Achievement
Improving VIII-D Students' Active Participation and Vocabulary Achievement by Using Flash Cards at SMP Negeri 1 Rambipuji Retno Andari Safitri; Zakiyah Tasnim; Sugeng Ariyanto
FKIP e-PROCEEDING 2017: Proceeding of the Workshop on Intercultural Communication
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstract: This research was conducted to solve the problems dealing with the students' active participation and vocabulary achievement process. The design of this research was Classroom Action Research. The research subjects were chosen by using purposive sampling. The data of this research were taken from the students' vocabulary test, observation checklist, interview, and documentation. From the result of the research, it was found that there were improvement from Cycle 1 and Cycle 2. In Cycle 1 the average of the students' active participation was 78,58% of the students who active participated in the teaching and learning process. The students' vocabulary test result showed that there were 77,14 of the students could achieve the minimum standard score, that was 75. In Cycle 2 85,71% of the students were categorized as active students. The students' vocabulary test result showed that there were 82,85% of the students were achieved the minimum standard score. It proved that the use of Flash Cardscould improve the students' vocabulary achievement. Key Words: Classroom Action Research, Flash Cards, Vocabulary Achievement.