cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
FKIP e-PROCEEDING
Published by Universitas Jember
ISSN : 25275917     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
IDENTIFIKASI PENGUASAAN KONSEP ELASTISITAS DALAM PEMBELAJARAN FISIKA KELAS XI Brillianti Asfiyani Romadhona; Sri Handono Prastowo; Maryani Maryani
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belajar merupakan suatu aktivitas yang menimbulkan perubahan yang relatif permanen sebagai akibat dari upaya-upaya yang dilakukannya. Fisika merupakan mata pelajaran yang tidak hanya menghafal, tetapi konsep-konsep fisika yang ada dalam fisika juga perlu pemahaman yang lebih. Salah satu aktivitas belajar yang sering dilakukan adalah menemukan konsep-konsep materi elastisitas yang ditemukan dalam kehidupan sehari hari. Identifikasi penguasaan konsep siswa perlu dilakukan karena dapat mengetahui sejauh mana penguasaan konsep elastisitas siswa. Taksonomi SOLO dapat dijadikan acuan untuk mengetahui seberapa jauh penguasaan konsep siswa. Tingkat penguasaan konsep siswa menurut Taksonomi SOLO dikategorikan menjadi (1) prestructural., (2) unistructural ., (3) multistructural., (4) relasional., (5) extended abstract. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu mengetahui tingkat penguasaan konsep elastisitas siswa menggunakan Taksonomi SOLO. Kata Kunci: Penguasaan Konsep, Taksonomi SOLO
KAJIAN DINAMIKA FLUIDA PADA ALIRAN AIR TERJUN TUJUH BIDADARI KABUPATEN JEMBER BERBASIS SENSOR WATERFLOW M Anis Fuadi; Sri Astutik; Alex Harijanto
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika fluida pada aliran air terjun tujuh bidadari yang terletak di kabupaten Jember. Penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan mikrokrontoller Atmega328 pada Arduino UNO yang dirancang dengan menambahkan sensor waterflow. Sensor Waterflow terdiri dari bodi katup plastik, rotor air dan sensor hall effect. Ketika air mengalir melalui rotor, maka rotor akan berputar sesuai dengan kecepatan aliran air yang mengalir melalui rotor tersebut. Langkah penelitian ini adalah dengan mengukur luas penampang aliran sungai air terjun tujuh bidadari dengan menggunakan pendekatan luas trapesium, kemudian mengukur besar debit menggunakan sensor waterflow, selanjutnya melakukan perhitungan matematis dengan menggunakan persamaan kontinuitas untuk mendapatkan besar kecepatan aliran sungai air terjun tujuh bidadari. Dari hasil penelitian ini didapatkan hubungan bahwa debit air pada setiap titik aliran sungai air terjun tujuh bidadari adalah relatif sama. Semakin besar luas penampang aliran sungai maka semakin kecil nilai kecepatan aliran sungai, begitupun sebaliknya semakin kecil luas penampang aliran sungai maka semakin besar nilai kecepatan aliran sungai air terjun tujuh bidadari. Kata Kunci: Dinamika Fluida, Air Terjun, Tujuh Bidadari, Sensor Waterflow
GERAKAN SAMA SASA DALAM PERKULIAHAN BAHASA INDONESIA UNTUK MEMPERSIAPKAN GENERASI EMAS SADAR SASTRA 2045 Ahmad Rifa’i; Siti Mutmainah
FKIP e-PROCEEDING 2020: SEMINAR NASIONAL #5: BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA UNTUK MEMPERSIAPKAN GENERASI EMAS 204
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Gerakan SAMA SASA (Gerakan Satu Mahasiswa Satu Karya Sastra) adalah terobosan yang ditawarkan untuk menambah wawasan, pemahaman, serta kecintaan generasi penerus pada ilmu bahasa dan sastra guna mempersiapkan generasi emas sadar sastra 2045. Dengan mengoptimalkan peran unsur-unsur terkait, yaitu pertama unsur pimpinan Perguruan Tinggi sebagai penyedia fasilitas dan kebijakan, kedua unusur dosen pengajar Mata Kuliah sebagai pelaksana Gerakan SAMA SASA, dan ketiga adalah unsur mahasiswa sebagai penerima kebijakan serta objek aplikasi dari Gerakan SAMA SASA. Dengan mensinergikan ketiga unsur tersebut gerakan yang digagas akan berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Dalam makalah ini akan dipaparkan mengenai konsep-konsep dari Gerakan SAMA SASA serta manfaat apa saja yang dapat diambil setelah gerakan tersebut diaplikasikan untuk mencetak generasi emas sadar sastra 2045. Kata kunci: Gerakan SAMA SASA, Generasi sadar sastra 2045
An Analysis of Lexical Error in the Descriptive Text Writing Produced by the Eighth Grade Students of MTs. Wahid Hasyim Kunir Ilma Atisyatur Rochmaniyah; Bambang Suharjito; Made Adi Andayani T
FKIP e-PROCEEDING 2017: Proceeding of the Workshop on Intercultural Communication
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstract: This research was intended to investigate the lexical errors types, to calculate the percentage and to analyze the causes of each lexical error type found in the descriptive text writing produced by the eighth grade students of MTs. Wahid Hasyim Kunir. The area determination method of this research was conducted by using purposive method. The subjects were the eighth grade students at MTs. Wahid Hasyim Kunir in the 2015/2016 academic year. The data of this research were obtained from 30 students' descriptive writing test. The analysis of the data was based on Llach’s lexical errors taxonomy (2011) which divides lexical error types based on the sources of errors and major types of error. The study found a total of 86 lexical errors in five types of lexical error. Misspelling was the most common lexical error with a total of 26 errors and the percentage is 30.23%. It happened because the students were influenced by intralingual transfer. The results of this study confirm that almost all of the students have a serious problem in determining the correct spelling of lexical items in the target language. Hence, this study suggests that vocabulary teaching and learning in English as a Second Language (ESL) or English as a Foreign Language (EFL) contexts and error correction during the teaching-learning process may become alternative ways to help in minimalizing the number of lexical errors in students’ writing.Keywords: lexical errors, writing, descriptive text. 
Developing ESP Reading Materials by using Authentic Materials for Automotive Students at SMKN 2 Jember Frieda Puspita K.D; I Putu Sukmaantara; Asih Santihastuti
FKIP e-PROCEEDING 2017: Proceeding of the Workshop on Intercultural Communication
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research and development was intended to develop ESP reading materials for automotive students by using authentic materials at SMKN 2 Jember. This research used Research and Development (R&D) as the research design which consisted of conducting needs analysis, developing ESP Reading materials, conducting validation, doing revision, administering try out, and finalising the materials adapted by Gall et al., The research subject of this research were automotive students at SMK Negeri 2 Jember. The data was collected by interviewing the English Teacher and giving questionnaires to the students. Based on the result of interviewing the English teacher, it was found that the teacher taught general English like in Senior High School for Vocational students. Actually the vocational students needs English in specific purpose. ESP reading materials can help the students to face their future job. They can understand about their manual books written in English.  .  After the students learnt about ESP Reading Materials, they felt happy because they learnt English related to their major. The result of this research was the ESP Reading materials for automotive students in the form of booklet. Keywords: ESP, Material Development, Research and Development, Reding Materials, Authentic Materials
PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL PEMBENTUK KARAKTER BANGSA Dian Eka Wahyuni; Sitti Aliffatul Hasanah
FKIP e-PROCEEDING 2016: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 2016 “Pengembangan Pendidikan Karakter Bangsa Berbasis Kearifan Lo
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama pendidikan dan pengajaran adalah untuk membentuk manusia susila yang cakap dan warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab tentang kesejahteraan masyarakat dan tanah air. Artikel ini akan menjelaskan bagaimana membentuk manusia susila yang cakap yang mencerminkankarakter bangsa. Upaya untuk menanamkan nilai-nilai karakter bangsa salah satunya adalah melalui pendidikan, khususnya pendidikan di Sekolah Dasar yang merupakan tempat awal pembentukan karakter anak selain di rumah. Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dapat menjadi strategi dalammenanamkan nilai-nilai karakter melalui situasi kongkrit yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak. Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di Sekolah Dasar sangatlah penting diterapkan karena manusia susila yang cakap tidak akan terbentuk dengan mudah, diperlukan proses yang panjang dan menyeluruh. Oleh karena itu, nilai-nilai karakter ini harus di tanamkan pada siswa Sekolah Dasar untuk memudahkan terwujudnya tujuan utama pendidikan yaitu membentuk manusia susila yang cakap, sesuai dengan karakter bangsa. Kata kunci : Pendidikan karakter, Kearifan lokal, Karakter bangsa
ANALISIS MATERI BERBASIS POTENSI LOKAL PADA KOMPETENSI DASAR MATA PELAJARAN IPA SD KELAS IV KURIKULUM 2013 Laras Mahmudah; Sri Sudariyah; Moh Salimi
FKIP e-PROCEEDING 2016: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 2016 “Pengembangan Pendidikan Karakter Bangsa Berbasis Kearifan Lo
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru membutuhkan bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dan sesuai pontensi lokal pada setiap pembelajaran, termasuk pembelajaran Ilmu Pengatahuan Alam (IPA). Ciri-ciri umum potensi lokal antara lain: a) ada pada lingkungan suatu masyarakat, b) masyarakat merasa memiliki, c) bersatu dengan alam, d) memiliki sifat universal, e) bersifat praktis, f) mudah dipahami dengan menggunakan common sense, dang) merupakan warisan turun temurun. Tujuan kajian ini adalah mendeskripsikan materi berbasis potensi lokal pelajaran IPA SD Kelas IV. Kajian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui tahapan: a) mengidentifikasi materi pelajaran IPA SD Kelas IV pada kompetensi kurikulum 2013, b) memilih dan memilah materi yang berbasis potensi lokal, c) membuat rincian materi pokok, dan d) menyajikan hasil analisis potensi lokal. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa hampir seluruh materi pembelajaran IPA SD Kelas IV merupakan materi berbasis potensi lokal. Kata kunci: materi potensi lokal, kurikulum 2013
PENGARUH KONSENTRASI DAN SUHU LARUTAN NaCl TERHADAP TRANSMITANSI CAHAYA DALAM LARUTAN NaCl MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER Shoenal Gufron; Agus Abdul Gani; Yushardi Yushardi
FKIP e-PROCEEDING 2016: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 2016 “Pengembangan Pendidikan Karakter Bangsa Berbasis Kearifan Lo
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi NaCl dan suhu larutan NaCl terhadap transmitansi cahaya. Metode yang digunakan adalah metode spektrofotometri dengan variasi konsentrasi larutan NaCl 20%, 10%, 5%, 2.5%, 1.25%, dan variasi suhu larutan NaCl yang digunakan adalah 400C, 450C, 500C, 550C, 600C. Pengukuran nilai transmitansi menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan panjang gelombang 270x10-9m. Berdasarkan analisis diperoleh nilai transmitansi pada larutan NaCl dengan konstrasi 1.25% memiliki nilai transmitansi tertinggi dari pada larutan lain pada suhu yang sama, sedangkan larutan NaCl dengan suhu 600C memiliki nilai transmitansi tertinggi dari pada larutan NaCl yang lain pada konsentrasi yang sama. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah semakin rendah konsentrasi NaCl dalam larutan maka nilai transmitansinya semakin besar dan semakin tinggi suhu larutan NaCl maka nilai transmitansinya semakin besar pula. Kata kunci :konsentrasi, suhu, dan transmitansi.
IDENTIFIKASI PEMAMAHAN KONSEP FISIKA TERHADAP POKOK BAHASAN TERMODINAMIKA PADA SISWA SMA Mohammad Khairul Yaqin; Alex Harijanto; Sri Handono Budi Prastowo
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemahaman konsep siswa di SMA pada pokok bahasan Termodinamika. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes diagnostik pilihan ganda (multiple coice) yang dilengkapi CRI (Certainty of Response Index). Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XII MIPA 4 di SMAN Pakusari, kelas XII MIPA 1 Kalisat, dan kelas XII MIPA 1 di SMAN Arjasa yang dipilih berdasarkan pertimbangan telah mempelajari materi pokok bahasan Termodinamika. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan persentase pemahaman konsep paling tinggi yaitu siswa SMAN Arjasa yakni sebesar 47,78% dengan Miskonsepsi sebesar 15,74%, Paham Konsep tetapi Kurang Yakin sebesar 5,56%, dan Tidak Tahu Konsep sebesar 30,93%. Berdasarkan aspek pemahaman konsep, siswa SMAN Arjasa berada pada aspek interpretasi yakni sebesar 72,97%. Tertinggi kedua yaitu SMAN Kalisat yakni sebesar 11,17% dengan Miskonsepsi sebesar 22,88%, Paham Konsep tetapi Kurang Yakin sebesar 1,98%, dan Tidak Tahu Konsep sebesar 63,96%. Berdasarkan aspek pemahaman konsep, siswa SMAN Kalisat berada pada aspek ekstrapolasi yakni sebesar 25,16%. Sedangkan SMAN Pakusari memiliki tingkat pemahaman konsep terendah yakni sebesar 9,03%, dengan Miskonsepsi sebesar 32,90%, Paham Konsep tetapi Kurang Yakin sebesar 2,58%, dan Tidak Tahu Konsep sebesar 55,48%. Berdasarkan aspek pemahaman konsep, siswa SMAN Pakusari berada pada aspek ekstrapolasi yakni sebesar 25,41%.
PENGARUH PAPARAN MEDAN MAGNET ELF (EXTREMELY LOW FREQUENCY) PADA PROSES PERTUMBUHAN JAMUR TIRAM Sudarti .; Ainur Rosyidah; Alex Harijanto
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Medan magnet ELF (Extremely Low Frequency) tergolong radiasi tidak mengion dan memiliki frekuensi sangat rendah, yaitu kurang dari 300 Hz. Penggunaan medan magnet ELF saat ini banyak digunakan pada berbagai bidang, seperti bidang sterilisasi bahan pangan dan pertanian. Penelitian yang dilakukan oleh Sudarti, 2015, menunjukkan bahwa radiasi medan magnet ELF dapat digunakan sebagai alternatif dari makanan gado-gado untuk menunrunkan bakteri Salmonella. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh paparan medan magnet ELF pada proses pertumbuhan jamur tiram (Pleurotus ostreatus) berdasarkan indikator berat basah jamur tiram dan jumlah pin head jamur tiram. Penelitian ini melibatkan sampel sebanyak 35 baglog bibit jamur tiram siap panen, dengan pemilihan kelas kontrol dan eksperimen dilakukan secara acak. Baglog jamur tiram kelas eksperimen diberi paparan medan magnet ELF dengan intensitas sebesar 300 µT dan 500 µT dengan lama paparan selama 30 menit, 50 menit, dan 70 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamur tiram yang diberi paparan medan magnet ELF sebesar 500 µT selama 50 menit mempengaruhi berat basah dan jumlah pin head jamur tiram. Paparan medan magnet ELF mampu mempengaruhi pembukaan kanal-kanal ion Ca2+. Akibat adanya pembukaan kanal-kanal ion Ca2+ proliferasi sel tubuh jamur akan meningkat, sehingga mampu mempercepat dan meningkatkan pertumnbuhan jamur tiram. Kesimpulan dari penelitian ini, paparan medan magnet ELF sebesar 500 µT selama 50 menit mampu mempengaruhi pertumbuhan jamur tiram.