cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
FKIP e-PROCEEDING
Published by Universitas Jember
ISSN : 25275917     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
Reinforce Students’ Motivation in Learning Recount Text through Subtitled Animation Video Imroati Istibsyaroh Ar Ruhimat
FKIP e-PROCEEDING 2017: Proceeding of the Workshop on Intercultural Communication
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstract: The use of interesting media seems promising in reinforcing the students’ motivation in participating the learning activity in the classroom. Subtitled animation video as one of media which is often considered to be used in learning activity because it provides a realistic representation of the material in the classroom. Hence, a sequence of learning activity was conducted in learning recount text in which subtitled animation video was used as the teaching and learning media. This paper presents some sub topics deal with the introduction, related literatures review including students’ motivation in learning process and the use of subtitled animation video in learning recount text, discussion which covers how the activity was done and resulted and the last is conclusion. Key words: recount text, subtitled animation video, students’ motivation
Enhancing the Tenth Grade Students' Vocabulary Achievement by Using Bingo Game at SMA NU Genteng Triska Dayu Damayanti; Bambang Suharjito; Made Adi Andayani T
FKIP e-PROCEEDING 2017: Proceeding of the Workshop on Intercultural Communication
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstract: The purpose of this classroom action research was to improve the tenth grade students' vocabulary achievement and their active participation by using Bingo game at SMA NU Genteng. The method used in determining the research area and the research subjects was purposive method. The primary data were obtained from vocabulary test and observation checklist. Interview and documentation were used as  supporting data. The result of the vocabulary test and observation were analyzed quantitatively by using Ali's formula. The results of the students' active participation in meeting 1 was 63% and 81% in meeting 2. Meanwhile, the result of the students' vocabulary achievement improved from 26% (the test given by the teacher) to 75% (the test given by the researcher) in cycle 1. Therefore, it can be concluded that the use of Bingo game could imrpove the tenth grade students' vocabulary achievement and their active participation in the vocabulary teaching and learning process. Keywords: Bingo game, Students' Active Participation, Vocabulary Achievement
The Effect of Using Animation Video on the Eight Grade Students’ Vocabulary Achievement at SMPN 5 Jember Ahsin Fahmi Mubarok; Siti Sundari; Eka Wahjuningsih
FKIP e-PROCEEDING 2017: Proceeding of the Workshop on Intercultural Communication
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstract: Vocabulary which plays an important role in mastering all English skills must be taken into account so that students are able to master all language skills properly. Animation video is regarded as the appropriate teaching media to facilitate the students to enhance their vocabulary achievement since it stimulates students’ autonomy and proactivity and motivates students’ passion for learning English. Besides, it portraits the realistic situations in life and provides the students with direct access to learn the culture of English. This research was intended to know whether or not there is a significant effect of using animation video on students’ vocabulary achievement at SMPN 5 Jember in the 2016/2017 academic year. The respondents were VIII-A (experimental class) and VIII-B (control class) that were determined after analyzing the result of homogeneity test which showed that the population was homogeneous. The output of independent sample t-test by using SPSS showed that the value of sig column in the first row was 0.000 and this value was less than 0.05 (p < 0.05). Consequently, the alternative hypothesis: “There is a significant effect of using animation video on the eighth grade students’ vocabulary achievement at SMPN 5 Jember” was accepted. Considering the results of the vocabulary test, it was concluded that the use of animation video had a significant effect on the eighth grade students’ vocabulary achievement at SMPN 5 Jember in the 2016/2017 academic year. As a result, animation video is strongly suggested to be used as an effective media to teach vocabulary. Key words: Teaching media, animation video, vocabulary achievement
BAB 1 METODE DAN TEKNIK PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Bahasa Indonesia
FKIP e-PROCEEDING 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL #3: BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM KONTEKS GLOBAL
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BAB 1 METODE DAN TEKNIK PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
ANALISIS KEBUDAYAAN WAYANG TIMPLONG DAN TARI MUNGDHE SEBAGAI POTENSI DAN IDENTITAS BUDAYA MASYARAKAT KABUPATEN NGANJUK Bellanida Wahyu Cahyorini; Fajar Surya Hutama
FKIP e-PROCEEDING 2016: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 2016 “Pengembangan Pendidikan Karakter Bangsa Berbasis Kearifan Lo
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenian tradisional menjadi salah satu identitas bangsa Indonesia. Kesenian tradisional yang hingga saat ini masih mengalami perkembangan diantaranya wayang dan tari. Tujuan penulisan paper ini adalah untuk menganalisis nilai-nilai budaya wayang timplong dan tari mungdhe sebagai potensi dan identitas budaya dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Metode yang digunakan yakni documentary risset dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Wayang timplong dan tari mungdhe merupakan kesenian asli yang berasal dari Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Wayang timplong dan tari mungdhe memiliki nilai-nilai budaya yang dapat dijadikan pedoman dalam bermasyarakat agar tercipta kedamaian dan kesejahteraan. Nilai-nilai budaya yang dapat dijadikan teladan diantaranya nilai etika, pendidikan, kepatuhan, estetika, dan religius. Nilai pendidikan karakter dalam wayang dan tari menjadi salah satu identitas masyarakat Indonesia. Seiring terjadinya perkembangan global, tentu banyak kendala dalam perkembangan kesenian tradisional wayang timplong dan tari mungdhe. Kurangnya kepedulian dari generasi muda menjadi salah satu tantangan keberadaan kesenian yang sebenarnya dapat dijadikan penguat persatuan di tengah MEA. Kata kunci: Wayang timplong, tari mungdhe, nilai budaya, potensi, dan identitas.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS NILAINILAI TARIAN LAHBAKO PADA MATA PELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR NURUL HIKMAH PATRANGJEMBER UNTUK MELESTARIKAN BUDAYA LOKAL Imam Muchtar; Chumi Zahroul Fitriyah
FKIP e-PROCEEDING 2016: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 2016 “Pengembangan Pendidikan Karakter Bangsa Berbasis Kearifan Lo
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu Pengetahuan Sosial memiliki tujuan membekali peserta didik mempunyai kompetensi turut serta dalam peran sosial masyarakat untuk mengembangakan budaya lokal. Budaya lokal daerah Jember salah satunya tarian Lahbako, pada tarian tersebut terkandung nilai-nilai luhur budaya. Pengenalan nilai-nilai tari lahbako sebagai bagian dalam pembelajaran IPS sangat dibutuhkan guna melestarikan kebudayaan yang dimiliki. Tujuan penelitian ini untuk melestarikan budaya lokal melalui implementasi nilai-nilai luhur pada tarian lahbako. Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SD Nurul Hikmah. menggunakan metode penelitian tindakan kelas terdiri dari dua siklus yaitu siklus 1 dan siklus 2. Masing-masing siklus terdiri dari empat langkah yaitu perencanaan, tindakan, mengamati dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap peserta didik kelas IV SD Nurul Hikmah Patrang Jember untuk melestarikan budaya lokal mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan kenaikan pada Hasil belajar afektif pada indikator melestarikan budaya lokal, pra siklus 64,12%, siklus I 75,22%, dan siklus II 84,02%. Kesimpulan dalam Penelitian ini adalah implementasi pembelajaran IPS berbasis nilai-nilai tari tarian lahbako dapat meningkatkan sikap siswa dalam melestarikan budaya lokal kabupaten Jember. Saran yang diberikan perlu di perkenalkan budaya local daerah jember pada proses pembelajaran Kata Kunci: Pembelajaran IPS, Budaya Lokal, dan Tarian Lah bako
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) IPA BERBASIS POTENSI LOKAL Rudi Danang Widodo; Mega Meilina Priyanti; Moh Salimi
FKIP e-PROCEEDING 2016: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 2016 “Pengembangan Pendidikan Karakter Bangsa Berbasis Kearifan Lo
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IPA merupakan mata pelajaran yang berkaitan dengan alam, sehingga banyak melibatkan lingkungan sekitar siswa dalam pembelajarannya. Agar pengetahuan dapat dibangun oleh siswa, guru biasa menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS). LKS biasanya berisi petunjuk dan langkah-langkah untuk menyelesaikan tugas, baik yang bersifat perorangan maupun kelompok. Saat ini, pembelajaran IPA hanya mengenal lingkungan, tanpa ditindaklanjuti dengan memperhatikan potensi lokal yang ada di daerahnya. Oleh karena itu, kami tertarik untuk melakukan penelitian tentang LKS yang berbasis potensi lokal agar pengetahuan dibangun oleh siswa dan potensi lokal dapat dikenal oleh siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode design-based research melalui langkahlangkah sebagai berikut: (1) analisis masalah praktik melalui kolaborasi peneliti dan praktisi; (2) pengembangan solusi sesuai dengan masalah; (3) pengujian dan penyempurnaan solusi dalam praktik; (4) refleksi solusi yang dihasilkan. Hasil penelitian ini bahwa pengembangan LKS IPA berbasis potensi lokal dapat dilakukan dengan melalui langkah-langkah sebagai berikut: (1) menetapkan standar kompetensi; (2) menetapkan kompetensi dasar; (3) menganalisis potensi lokal berdasarkan SK, KD dan materi yang sesuai; (4) menyusun tujuan yang akan dicapai; (5) menyusun petunjuk kerja; (6) mendata alat dan bahan (bila diperlukan); (7) menyusun langkah kerja (menghubungkan objek dengan potensi lokal); (8) menyediakan ruang bagi siswa untuk membuat kesimpulan; (9) menyusun keterampilan proses yang dikembangkan. Kata kunci : Lembar Kerja Siswa (LKS), Potensi Lokal, IPA
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP SPEKTRUM CAHAYA PADA SISWA SMA KELAS XII Sri Handono Budi Prastowo; Yeri Suhartin; Trapsilo Prihandono
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fisika merupakan salah satu mata pelajaran yang bertujuan untuk mengantarkan siswa menguasai konsep-konsep fisika dan keterkaitannya dengan pemecahan suatu permasalahan yang terkait dalam kehidupan sehari-hari. Banyak persepsi siswa terhadap mata pelajaran fisika sebagai mata pelajaran yang sulit untuk dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman konsep siswa SMA kelas XII pada materi spektrum cahaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian deskriptif dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada, yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII MIPA 3 di SMA Negeri 2 Jember sebanyak 34 siswa. Tingkat pemahaman konsep siswa yang terbagi menjadi tiga indikator menurut W.Gulo yaitu translasi, interpretasi dan ekstrapolasi. Berdasarkan hasil analisis pemahaman konsep siswa melalui intrumen tes berupa 12 butir soal essai didapatkan bahwa tingkat pemahaman konsep siswa pada materi spektrum cahaya tergolong baik termasuk dalam kategori paham dengan persentase rata-rata 77.17 %. Persentase untuk tiap indikatornya antara lain indikator translasi didapatkan persentase 72.47% termasuk dalam kategori sangat paham, indikator interpretasi didapatkan persentase 78.44% termasuk dalam kategori cukup paham, sedangkan indikator ekstrapolasi pada materi spektrum cahaya didapatkan persentase sebesar 80.73% termasuk dalam kriteria cukup paham.
PENGARUH PAPARAN MEDAN MAGNET EXTREMELY LOW FREQUENCY (ELF) TERHADAP pH SUSU FERMENTASI Sudarti .; Safda Ridawati; Yushardi .
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Medan magnet ELF merupakan spektrum gelombang elektromagnetik yang berada pada frekuensi kurang dari 300 Hz dan tergolong sebagai non ionizing radiation. Medan magnet ELF dimanfaatkan dalam berbagai bidang salah satunya dalam bidang pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paparan medan magnet ELF pada susu fermentasi berdasarkan nilai pH sebelum dan saat masa kadaluarsa susu fermentasi. Penelitian ini melibatkan 7 sampel susu fermentasi, dengan pemilihan kelas kontrol dan eksperimen. Sampel eksperimen diberi paparan medan magnet ELF dengan intensitas sebesar 100 µT dan 300 µT dengan lama paparan selama 5’, 15’ dan 25’. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sampel sebelum kadaluarsa untuk kelas kontrol mempunyai pH 3,87, saat kadaluarsa mempunyai pH 3,8. Sampel sebelum kadaluarsa untuk kelas eksperimen 100 µT selama 5’ mempunyai pH 4,03, selama 15’ mempunyai pH 4,02, selama 25’ mempunyai pH 4,01. Paparan medan magnet ELF sebesar 300 µT 5’ mempunyai pH 4,03, selama 15’ mempunyai pH 4, selama 25’ mempunyai pH 4,02. Untuk sampel saat kadaluarsa untuk kelas eksperimen 100 µT selama 5’ mempunyai pH 3,77, selama 15’ mempunyai pH 3,84, selama 25’ mempunyai pH 3,93. Paparan medan magnet ELF sebesar 300 µT selama 5’ mempunyai pH 3,97, 15’ mempunyai pH 3,95, selama 25’ mempunyai pH 3,91.
STUDI LITERATUR PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS PERMAINAN EDUKATIF TEKA-TEKI SILANG (TTS) DI SMA Debi Devianti; Sudarti .; Sri Handono Budi Prastowo
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran adalah suatu proses interaksi antara guru dengan siswa, baik interaksi secara langsung seperti kegiatan tatap muka maupun secara tidak langsung, yaitu dengan menggunakan berbagai media pembelajaran. Salah satu media pembelajaran yaitu Modul yang dapat digunakan sebagai inovasi dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Modul merupakan sebuah bahan ajar yang disusun secara sistematis dengan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa sesuai tingkat pengatahuan dan usia siswa. Permainan edukatif merupakan permainan yang khusus dirancang untuk mengajarkan pemain suatu pembelajaran tertentu, pengembangan konsep dan pemahaman dan membimbing mereka dalam melatih kemampuan mereka, serta memotivasi mereka untuk memainkannya. Permaian edukatif yang ada pada modul yaitu teka-teki silang yang sudah banyak diketahui oleh siswa. Pengembangan modul pembelajaran fisika menggunakan desain Borg and Gall yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kevalidan, efektivitas dan kepraktisan modul. Validitas modul pembelajaran fisika berbasis permainan edukatif teka-teki silang (TTS) memperoleh persentasi 84% rata-rata dengan kriteria sangat valid. Efektivitas modul dapat lihat dari perhitungan skor pretest dan postest yang memperoleh nilai rata- rata 86% dan untuk kepraktisan dapat diperoleh dari respon siswa dalam menggunakan bahan ajar dengan memperoleh persentasi rata-rata 2,85. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa studi literatur pengembangan modul pembelajaran fisika berbasis permainan edukatif teka-teki silang (TTS) di SMA dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran.