cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
FKIP e-PROCEEDING
Published by Universitas Jember
ISSN : 25275917     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
IDENTIFIKASI PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS XII PADA MATERI POKOK GELOMBANG CAHAYA DI SMA Nur Fitriah Andriyani; Trapsilo Prihandono; Maryani .
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran fisika saat ini sering mengalami kendala yang disebabkan siswa pasif pada proses pembelajaran di kelas. Kurangnya minat siswa akan sangat berpengaruh pada keberhasilan pembelajaran fisika. Selain itu, kurangnya perhatian guru terhadap keadaan kelas, yang hanya mementingkan ceramah atau hanya menerangkan materi di depan kelas tanpa memikirkan pemahaman konsep siswa membuat siswa kurang memahami konsep fisika secara utuh. Pemahaman konsep adalah kemampuan menangkap pengertian - pengertian seperti mampu mengungkapkan suatu materi yang disajikan ke dalam bentuk yang lebih dipahami (Translasi), mampu memberikan interpretasi, dan mampu mengaplikasikannya (Ekstrapolasi). Pemahaman konsep sangat diperlukan bagi siswa yang sudah mengalami proses belajar. Identifikasi pada penelitian ini merujuk pada tingkat pemahaman konsep gelombang cahaya dengan menggunakan tes diagnostik tiga tahap. Tes diagnostik digunakan untuk mengetahui seberapa jauh siswa dalam memahami konsep tertentu. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tahapan pemahaman konsep yang dikuasi oleh siswa.
ANALISIS INTENSITAS MEDAN MAGNET EXTREMELY LOW FREQUENCY (ELF) DAN MEDAN LISTRIKDI WARUNG INTERNET (WARNET) GAME ONLINE Qorifa Damarani; Sudarti .; Alex Harijanto
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu hasil dari kemajuan teknologi adalah dihasilkannya komputer dan internet. Untuk dapat dioperasikan, komputer membutuhkan listrik dan dapat menghasilkan medan magnet. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai intensitas medan listrik dan medan magnet Extremely Low Frequency (ELF) di warnet. Penelitian dilakukan dengan mengukur nilai intensitas medan listrik dan medan magnet ELF pada komputer menggunakan alat bantu EMR tester. Selanjutnya, dihitung rata-rata nilai tersebut dan dibandingkan dengan nilai batas ambang yang telah ditetapkan WHO. Hasil pengukuran diperoleh bahwa nilai rata-rata intensitas medan magnet tertinggi adalah 4,8 µT dan intensitas medan listrik adalah 501,7 V/m. Nilai tersebut masih berada di bawah syarat standart WHO yakni 100 µT untuk medan magnet dan 1000 V/m untuk medan listrik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa intensitas medan magnet dan intensitas medan listrik pada warnet masih berada dalam batas aman.
ANALISIS INTENSITAS MEDAN MAGNET EXTREMELY LOW FREQUENCY (ELF) DI SEKITAR JARINGAN DISTRIBUSI PLN 20 KV Rhika Adhika Setiyanto; Sudarti .; Alex Harijanto
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di sekitar kawat konduktor jaringan distribusi 20 kV menimbulkan medan magnet. Jaringan listrik ini mampu memancarkan radiasi gelombang elektromagnetik dengan frekuensi antara 50 Hz sampai 60 Hz. Gelombang semacam ini dikategorikan dalam Extremely Low Frequency (ELF) yang merupakan spektrum gelombang elektromagnetik yang berada pada frekuensi kurang dari 300 Hz dan tergolong non ionizing radiation. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah peningkatan antara intensitas medan magnet Extremely Low Frequency (ELF)  di sekitar jaringan distribusi PLN 20 kV dibanding dengan intensitas medan magnet alamiah. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen lapangan dengan menggunakan alat ukur Electromagnetic radiation tester GM3120. Lokasi penelitian dilaksanakan di 6 lokasi dengan total titik pengukuran sebanyak 21 titik dengan 3 posisi serta 3 ketinggian yang berbeda. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata peningkatan medan magnet disekitar jaringan distribusi PLN 20 kV menunjukkan nilai medan magnet paling tinggi yaitu mencapai 6,89 µT dan yang paling rendah yaitu mencapai 0,14 µT. Nilai medan magnet yang dihasilkan masih dibawah ambang batas rekomendasi dari WHO dan IRPA yaitu 0,5 mT. Kesimpulan dari penelitian ini, terdapat peningkatan yang signifikan antara intensitas medan magnet Extremely Low Frequency (ELF) di sekitar jaringan distribusi PLN 20 kV dibanding dengan intensitas medan magnet alamiah.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR INTERAKTIF FISIKA BERWAWASAN SETS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Roby Hidayaturrohman; Albertus Djoko Lesmono; Trapsilo Prihandono
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar interaktif fisika berwawasan SETS (Science Environment Technology Society) yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini berlatar belakang pada rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa SMA/MA di Kabupaten Jember. Serta, kurangnya bahan ajar yang mampu mengajak dan membiasakan siswa untuk berpikir kritis. Desain penelitian yang digunakan adalah model pengembangan 4-D. Hasil dari validasi ahli diperoleh bahwa bahan ajar interaktif fisika berwawasan SETS valid konstruk dan valid isi. Berdasarkan hasil uji pengembangan didapatkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa meningkat dengan kategori peningkatan sedang. Berdasarkan hasil angket, respons rata-rata siswa positif pada setiap indikator yang dimunculkan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar interaktif fisika berwawasan SETS valid logis maupun empiris dan dapat digunakan sebagai bahan ajar pendukung dalam pembelajaran fisika untuk SMA/MA.
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP GEJALA GLOBAL WARMING PADA SISWA KELAS XII SMA di KABUPATEN JEMBER Sudarti .; Virginia Mahendra Pradini; Trapsilo Prihandono
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Global warming adalah pelajaran yang banyak mengandung teori dan tergolong mudah untuk dipelajari, namun berdasarkan observasi justru banyak siswa yang secara umum tergolong rendah tingkat pemahaman teoritisnya, dikarenakan sebagian besar dari mereka mengabaikan pelajaran teori. Penelitian ini membahas analisis pemahaman konsep gejala global warming pada siswa kelas XII SMA di Kabupaten Jember. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pemahaman konsep siswa pada materi gejala global warming. Metode Penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif. Adapun data yang diambil dari penelitian ini berasal dari hasil soal tes yang diberikan pada siswa, setelah itu dianalisis tingkat pemahaman konsep siswa yang menggunakan pacuan indikator yang sudah di tentukan, kemudian dicari besar prosentase tingkat pemahaman siswanya berdasarkan indikator yang telah di tentukan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan pemahaman konsep siswa kelas XII SMA di Kabupaten Jember pada materi gejala global warming mencapai predikat sangat baik senilai 62,8%, Baik 37% baik, Cukup 0%, kurang 0% dan kateori sangat kurang mencapai 0%, Berdasarkan analisis hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rata-rata kelas XII SMA di Kabupaten Jember memiliki pemahaman konsep yang tergolong baik hingga sangat baik.
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI HUKUM-HUKUM NEWTON PADA SISWA SMA Poppy Yasvin Kusumaning Fitri; Sri Astutik; Bambang Supriadi
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa kelas XI IPA di SMAN 3 JEMBERkonsep Hukum-Hukum Newton. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif.Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik simple random sampling. Sampel dalam penelitianini terdiri dari 69 siswa. Miskonsepsi ini akan diidentifikasi dengan menggunakan Certainty ofResponse Index (CRI). Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes objektif yang disertai denganCertainty of Response Index (CRI). Berdasarkan hasil penelitian miskonsepsi secara keseluruhandidapat untuk konsep Hukum Newton pada kelas XI IPA 2 sebesar 20,6% dan pada kelas XI IPA 3sebesar 28,6%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab miskonsepsi pada siswa berasal daripemahaman siswa.Kata Kunci: Miskonsepsi, Certainty of Response Index (CRI), Konsep Hukum-Hukum Newton
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING (GUIDED INQUIRY) DISERTAI PROCESS WORKSHEETS PADA MATERI HUKUM GERAK NEWTON TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMA Ulfa Riski Aryanti; Singgih Bektiarso; Subiki Subiki
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dalam upaya meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar siswadengan menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing (Guided Inquiry) pada Materi HukumGerak Newton. Penelitian ini dilakukan pada kelas X MIA SMA Negeri di Kabupaten Bondowoso.Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 2 SMAN Tamanan tahun ajaran 2017/2018. Metodepenelitian ini menggunakan penelitian eksperimen. Instrumen yang digunakan adalah RPP, processworksheets, test tulis, lembar observasi dan lembar penilaian portofolio. Keterampilan proses sainsyang diukur adalah membuat hipotesis, merancang percobaan, mengumpulkan data, menganalisisdata, melakukan eksperimen, mengukur, membuat kesimpulan dan mengkomunikasikan. Datadianalisis dengan menggunakan uji t test. Hasil penelitian yaitu: a) model pembelajaran inkuiriterbimbing (Guided Inquiry) disertai process worksheets berpengaruh signifikan terhadapketerampilan proses sains siswa (nilai signifikan sebesar 0,000), b) model pembelajaran inkuiriterbimbing (Guided Inquiry) disertai process worksheets berpengaruh signifikan terhadap hasil belajarsiswa (nilai signifikan sebesar 0,000). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa model pembelajaraninkuiri terbimbing (Guided Inquiry) disertai process worksheets dapat meningkatkan keterampilanproses sains dan hasil belajar siswa.Kata Kunci: Inkuiri terbimbing, process worksheets
EFEKTIFITAS MODEL COLLABORATIVE CREATIVITY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA Fina Puspitasari; Sri Astutik; Sudarti Sudarti
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran Collaborative Creativity merupakan suatu model pembelajaran yang menekankanpada kreativitas dan kemampuan menyampaikan pendapat siswa. Siswa memiliki banyak kesempatanuntuk mengeksplorasi idenya berkaitan dengan permasalahan-permasalahan fisika. Pembelajaranmenggunakan model Collaborative Creativity ini menggunakan metode pembelajaran student centerlearning, sehingga dalam pembelajaran siswa lebih aktif dan guru hanya sebagai pemberi rangsangan saja.Guru memberikan pernasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan fisika sedangkan siswa menentukanhipotesis, lalu bereksperimen untuk menguji hipotesis, kemudian menjawab analisa data agar dapatmemberikan kesimpulan. Seluruh kegiatan dilakukan siswa melalui diskusi dengan temannya. Siswamelakukan diskusi dengan 2 tahap, yang pertama dengan kelompok kecil kemudian di diskusikan dengankelompok besar untuk mecapai kesepakatan. Melalui kegiatan diskusi berkali-kali dan bereksperimenlangsung siswa dapat lebih mudah memaknai dan memahami konsep, sehingga memudahkan siswa dalammenyelesaikan permasalahan-permasalahan fisika. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji peningkatanketerampilan pemecahan masalah siswa setelah mengikuti pembelajaran Collaborative Creativity.Penelitian ini dilakukan di SMKN 2 Jember. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperiman. Desainpenelitian yang digunakan adalah pre test post test control group design. Hasil penelitian menunjukan ratarata peningkatan keterampilan pemecahan masalah siswa sebesar 0,67.Kata Kunci : Collaborative Creativity, Keterampilan Pemecahan Masalah
ALAT PERAGA KARAKTERISTIK TRANSISTOR MENGGUNAKAN PAPAN ARDUINO DAN LAPTOP SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN ELEKTRONIKA DASAR Nurhasanah Nurhasanah; Alex Harijanto; Maryani Maryani
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transistor merupakan komponen penting dalam fisika. Tipe transistor yang bervariasi dengankarakteristik dan spesifikasi yang berbeda, sehingga pengaplikasiannya disesuaikan dengan kebutuhandalam perancangan. Perbedaan karakteristik tersebut terlihat pada grafik hubungan antara nilai aruskolektor-emitor dengan tegangan kolektor-emitor. Alat untuk menampilkan grafik tersebut adalahmenggunakan Curve Tracer. Alat tersebut langsung menampilkan hubungan antaran arus dantegangan luaran, namun alat tersebut sangat mahal, sehingga tidak semua peneliti atau praktikan dapatmenggunakan Curve Tracer. Pada penelitian kali ini, peneliti akan mencoba melakukan percobaanmencari karakteristik transistor dengan menggunakan sebuah papan Arduino dan bantuan Laptopuntuk tampilan grafik. Penelitian ini berfokus pada karakteristik transistor menggunakan papanarduino dan laptop. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Adapun tujuan dari penelitian ini adalahmengkaji karakteristik luaran IC-VCE transistor menggunakan arduino dan perangkat keras laptop.Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah hasil percobaan dan pustaka yang relevan.Hasil Analisis data karakteristik transistor dianalisis dengan menggunakan analisis regresi denganmenggunakan SPSS versi 22. Analisis yang dihubungkan adalah datasheet dari karakteristik buatanpabrik dengan karakteristik menggunakan papan arduino dan laptop.Kata kunci: Transistor, Curve Tracer, Arduino
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA SMA BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA MATERI SUHU, KALOR DAN PERPINDAHAN KALOR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Afif Hasbi Bustomi; Suparmi Suparmi; Sarwanto Sarwanto
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buku teks fisika SMA yang kontekstual masih kurang sehingga perlu dikembangkan bahan ajar berupa modul untuk siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, mengukur kelayakan, dan mengukur peningkatan hasil belajar siswa pada penggunaan modul Fisika berbasis contextual teaching and learning (CTL) pada materi suhu, kalor, dan perpindahan kalor. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) yang mengacu pada model Borg & Gall yang dimodifikasi menjadi lima langkah. Modul yang sudah melalui tahap validasi ahli, guru, dan teman sejawat kemudian diujicobakan secara luas kepada 29 siswa. Hasil analisis data penelitian menunjukkan: 1) karakteristik modul adalah modul dikemas dalam tampilan yang menarik dan mudah digunakan, modul dikemas dengan menyajikan materi secara utuh, kegiatan belajar dalam modul bersifat saintifik yang mendukung Kurikulum 2013, dan modul menyajikan materi yang kontekstual; 2) kelayakan modul dilihat dari penilaian ahli, guru, teman sejawat yang memiliki nilai rata-rata di atas nilai cut off score (89% > 88%) dan penilaian produk oleh siswa (84% > 83%) 3) Penggunaan modul Fisika SMA berbasis CTL dapat meningkatkan hasil belajar (n-gain kategori sedang) dan 79% siswa mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Kata kunci: kalor, pengembangan modul, modul fisika, modul CTL, hasil belajar