cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
FKIP e-PROCEEDING
Published by Universitas Jember
ISSN : 25275917     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
PENGEMBANGAN HANDOUT FISIKA BERBASIS CONCEPT MAPPING PADA MATERI USAHA DAN ENERGI UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISWA SMA MUHAMMADIYAH 3 JEMBER Siti Afiqah Raziqiyah; Trapsilo Prihandono; Maryani Maryani
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang akan menghasilkan suatu produk bahan ajar yang valid berupa handout fisika berbasis concept mapping, yaitu suatu bahan ajar cetak yang sangat ringkas, tersusun secara sistematis dan memuat pemetaan-pemetaan konsep yang saling berhubungan dan dihubungkan dalam bentuk peta konsep (concept mapping). Penelitian pengembangan ini mengacu pada desain pengembangan Tjeerd Plomp yang terbagi dalam lima fase, yaitu: fase investigasi awal; fase desain; fase realisasi/konstruksi; fase tes, evaluasi, dan revisi; dan fase implementasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji validitas handout fisika berbasis concept mapping pada materi usaha dan energi yang diharapkan dapat meningkatkan penguasaan konsep siswa. Validitas yang digunakan adalah validitas logis dengan dua validator ahli. Terdapat 6 aspek yang akan dinilai dalam lembar validitas yaitu, aspek pendekatan penulisan, aspek kebenaran konsep, aspek kedalaman materi, aspek keluasan konsep, aspek keterlaksanaan, aspek kebahasaan, dan aspek tampilan menyeluruh. Kata Kunci: Bahan ajar, handout fisika berbasis concept mapping, penguasaan konsep
PENGEMBANGAN HANDOUT KIMIA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING DILENGKAPI MEDIA GRAFIS PADA MATERI IKATAN KIMIA MA Dyah Pujiastuti; Ashadi Ashadi; Sri Mulyani
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Proses pengembangan handout kimia berbasis inkuiri terbimbing dilengkapi media grafis pada materi ikatan kimia, (2) Kelayakan handout kimia berbasis inkuiri terbimbing dilengkapi media grafis yang dikembangkan pada materi ikatan kimia berdasarkan validasi ahli, penilaian praktisi pembelajaran serta respon siswa, dan (3) Efektivitas penggunaan handout kimia berbasis inkuiri terbimbing dilengkapi media grafis yang dikembangkan pada materi ikatan kimia untuk meningkatkan prestasi belajar siswa . Penelitian dan pengembangan handout menggunakan model prosedur Borg & Gall yang telah direduksi menjadi sembilan tahapan. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan: (1) proses setiap langkah pengembangan handout kimia berbasis inkuiri terbimbing dilengkapi media grafis berdasarankan saran dari para ahli dan telah diujicobakan kepada calon pengguna, (2) Kelayakan handout berbasis inkuiri terbimbing pada materi ikatan kimia menurut para ahli berkualifikasi baik, praktisi pendidikan diperoleh CV ≥ 0,87 yang menunjukkan handout layak digunakan; rata-rata angket respon siswa dan guru diperoleh penilaian dengan kategori “sangat baik” (3) Handout kimia berbasis inkuiri terbimbing efektif meningkatkan hasil belajar pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa. Kata Kunci: Handout kimia, Inkuiri Terbimbing, Media Grafis, Ikatan Kimia, Prestasi Belajar Siswa
PEMBELAJARAN MENULIS TEKS CERITA FANTASI BERBASIS TRIKOSI (TRISULA KOMPETENSI LITERASI) Mohammad Hairul
FKIP e-PROCEEDING 2020: SEMINAR NASIONAL #5: BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA UNTUK MEMPERSIAPKAN GENERASI EMAS 204
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pemberian kesempatan siswa untuk mengalami proses imajinatif merupakan hal penting. Siswa akan belajar kecakapan berpikir, berbahasa, dan berbudaya. Suatu proses berbahasa melibatkan aspek karakter dan keterampilan. Hal itu sesuai perubahan paradigma pembelajaran bahasa dalam kurikulum 2013.Teks cerita fantasi sesuai dengan karakteristik umum siswa SMP yang masuk kategori usia remaja. Di usia demikian mereka gemar terhadap sesuatu yang fantastis walaupun sekadar fiktif-imajinatif. Kegemaran tersebut perlu dioptimalkan menjadi kemampuan literasi produktif berupa menulis teks cerita fantasi.Inovasi pembelajaran dalam karya inovasi ini adalah pembelajaran menulis teks cerita fantasi berbasis trikosi. Trikosi adalah trisula kompetensi literasi terdiri atas kompetensi logikal, lingual, dan sosiokultural.Ide dasar karya inovasi pembelajaran menulis teks cerita fantasi berbasis trikosi adalah ingin memadukan dua hal yakni pembelajaran berbasis teks dengan pembelajaran berbasis literasi. Rancangan karya inovasi pembelajaran adalah pembelajaran dengan berdasarkan pada tahapan berbahasa dan berlitersi. Tahapan terdiri atas logikal, lingual, dan sosiokultural. Pada pembelajaran teks cerita fantasi trisula kompetensi literasi (trikosi) berupa logis-temporal, lingual anatomis-onotatif, dan sosiokuluran empati-atensi.Data hasil aplikasi praktis inovasi pembelajaranmenulis teks cerita fantasi berbasis trikosi membuat siswa antusias secara mandiri maupun berdiskusi kelompok, Kemampuan motorik-ginestetik siswa juga terlatih. Kemampuan berbahasa lisan dan tulisan siswa sama-sama berkembang. Kata kunci: Pembelajaran menulis, teks cerita fantasi, kompetensi literasi
PEACE (PROSPEK IMPLEMENTASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE) DALAM NATURAL SCIENCE LEARNING (NSL) BERBASIS AUGMENTED REALITY (AR) DI SEKOLAH M. Nur; Arina Zulfa; Kholida Nailil Muna
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artificial Intelligence merupakan terobosan suatu teknologi yang berkembang pesat di era revolusi industri 4.0. AI mengacu pada simulasi kecerdasan manusia dalam mesin yang diprogram untuk berfikir seperti manusia dan meniru tindakannya. Salah satu kebermanfaatan AI adalah di bidang pendidikan seperti penggunaan teknologi untuk kegiatan pembelajaran di sekolah. Teknologi computer vision merupakan cabang dari artificial intelligence dengan memanfaatkan komputer agar menghasilkan produk berbasis teknologi. Salah satu bentuk produk yang dihasilkan dari perkembangan tersebut ialah Augmented Reality (AR). AR adalah salah satu upaya teknologi yang dapat menggabungkan dunia nyata dan dunia virtual seolah-olah tidak ada batas antar keduanya. Dengan kemampuan tersebut, AR memiliki potensi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Tujuan dari kajian ini adalah menentukan potensi augmented reality dalam natural science learning di sekolah, ditinjau dari tingkat validasi oleh ahli materi dan ahli media, mengidentifikasi penerapannya di berbagai materi dalam IPA, serta menentukan dampaknya. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan meta-analisis. Kajian awal yang dilakukan yaitu pengumpulan berbagai data dari peneliti sebelumnya, menganilis potensinya dengan perhitungan persentase sesuai hasil kajian pustaka kemudian dituangkan dalam bentuk tabel dan diagram. Kesimpulan yang dihasilkan ialah tingkat kelayakan teknologi augmented reality berturut-turut dibidang Fisika, Biologi, Kimia, dan IPA adalah 85,92%, 86,64%, 90,23%, dan 88,83%. Sehingga rata-rata secara keseluruhan 87,90%. Implementasi AR dalam natural science learning memberikan dampak yang positif dan layak digunakan di sekolah.Kata Kunci: Artificial Intelligence, Natural Science Learning, Augmented Reality.
PENGARUH SUHU DAN WAKTU TERHADAP FERMENTASI BIJI KOPI Dini Febrianti; Sri Handono Budi Prastowo; Bambang Supriadi
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara umum jenis kopi dibagi menjadi dua bagian yakni arabica dan robusta. Tingkat keasaman kopi robusta nilai pH berkisar 6,9, dipengarui oleh waktu fermentasi, sedangkan tingkat keasaman kopi arabica nilai pH berkisar 5,15. Proses fermentasi yakni tahap yang sangat penting dimana proses ini kopi tetap berwarna hijau, dengan kandungan senyawa kimia yang sangat tinggi terutama pada tingkat keasamannya dan berpengaruh pada kelunakan kopi. Pada biji kopi hijau yang diolah dengan metode Wet Process biji lebih lunak dihancurkan atau digiling dibandingkan dengan Dry Process, namun proses ini masih kurang efisiensi waktu dan biaya. Penelitian ini bertujuan sebagai upaya peningkatan senyawa asam klorogenat pada kopi hijau dengan menguji cobakan pengaruh suhu dan waktu fermentasi terhadap kualitas kopi hijau menggunakan metode murni eksperimen tahap fermentasi. Penelitian ini dirancang dengan mnggunakan 2 tahap penelitian secara faktorial suhu fermentasi, terdiri dari 7 tingkat yaitu 260 C - 310 C dengan waktu ditetapkan 4 jam untk penelitian 1. Sedangkan penelitian 2 memakai suhu hasil dari penelitian 1 dimana suhu yang paling baik untuk pH yang tepat pada kopi hijau menggunakan 5 tingkat waktu, yakni 1jam - 5 jam. Hasil penelitian ini ternyata suhu dan waktu mempengaruhi fermentasi.Kata Kunci: suhu, waktu fermentasi, keasaman kopi hijau
PENGEMBANGAN INSTRUMEN DIAGNOSTIK UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN MATEMATIKA MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA Hari Anggit Cahyo Wibowo; Ahmad Iqbal Majid; Faiz Hasyim
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan instrumen diagnostik kemampuan matematika mahasiswa pendidikan fisika bertujuan untuk mengetahui tingkat keberagaman bekal kemampuan matematika mahasiswa. Selanjutnya berdasarkan hasil diagnostik tersebut pengajar dapat memberikan matrikulasi maupuan desain pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan mahasiswa. Pengembangan instrumen tes diagnostik ini menggunakan metode pengembangan Four-D dengan empat tahapan utama Pendefinisian (define), Perancangan (design), Pengembangan (develop), dan Penyebaran luasan (disseminate). Hasil validasi konstruk dari pengembangan instrumen ini dapat dikatakan valid, sehingga instrumen dapat digunakan untuk mengukur kemampuan matematika mahasiswa pendidikan fisika.Kata Kunci: pengembangan, instrumen, diagnostik, fisika
LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS INKUIRI DENGAN BANTUAN SCAFFOLDING KONSEPTUAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PENALARAN ILMIAH FISIKA SISWA SMA Puji Utami; Supeno Supeno; Singgih Bektiarso
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Scientific reasoning atau penalaran ilmiah merupakan suatu kemampuan untuk dapat membantu siswa menyelesaikan persoalan kognitif, mengenalkan kepada siswa mengenai ide yang berubah, serta alasan untuk perubahan ide tersebut. Penalaran ilmiah merupakan suatu keterampilan abad 21 yang sangat penting diajarkan di kelas sains sebagai upaya untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan dunia yang berubah. Pembelajaran fisika di sekolah diharapkan dapat mengembangkan kemampuan bernalar siswa melalui hasil pengamatan terhadap fenomena alam yang ada serta dapat menunjukkan alasan yang tepat tentang mengapa dan bagaimana fenomena tersebut dapat terjadi. Data dari penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kemampuan penalaran ilmiah yang dimiliki oleh siswa masih rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan penalaran ilmiah adalah dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Namun, penerapan penalaran ilmiah yang kompleks dengan model pembelajaran inkuiri masih mengalami kesulitan terutama dalam hal melibatkan siswa dalam proses inkuiri. Sehingga peneliti menawarkan solusi dengan membuat LKS berbasis inkuiri dengan bantuan scaffloding konseptual. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif dan dilaksanakan di kelas XI MIPA di SMA. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa LKS berbasis inkuiri disertai scaffolding konseptual dapat digunakan untuk pembelajaran berbasis inkuiri sehingga diharapkan dapat meningkatkan keterampilan penalaran ilmiah fisika siswa SMA. Kata Kunci : scientific reasoning; scaffolding konseptual; inkuiri
PENGARUH KEMAMPUAN ENERGI PANAS BAHAN CAMPURAN AMPAS TEBU DAN SERBUK KAYU SENGON TERHADAP KAPASITANSI BAHAN Klyana Ainun Prastika; Sri Handono Budi Prastowo; Alex Harijanto
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan ampas tebu dan serbuk kayu sengon yang dihasilkan oleh pabrik masih belum optimal. Kedua bahan tersebut akan dicampur dengan prosentase yang berbeda menjadi briket arang. Prosentase ampas tebu dan serbuk kayu sengon yang digunakan pada penelitian ini adalah 75%:25%, 50%:50%, dan 25%:75%. Kemampuan energi panas dari briket arang berpengaruh pada nilai kapasitansi bahan. Tujuan dan manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah bahan campuran ampas tebu dan serbuk kayu sengon dapat dijadikan sebagai bahan bakar alternatif. Selain itu, bertujuan untuk mengetahui kemampuan energi panas dengan menggunakan nilai kapasitansi bahan. Pada penelitian ini akan menggunakan dua metode yaitu metode pendidihan air dan metode kapasitansi. Metode pendidihan air digunakan untuk mengetahui kemampuan energi panas bahan campuran ampas tebu dan serbuk kayu sengon dalam bentuk briket arang. Metode kapasitansi dilakukan dengan mengubah bahan campuran menjadi briket arang lalu di jadikan sebagai kapasitor untuk mencari nilai kapasitansi. Hasil dari penelitian ini adalah besar energi panas briket berbanding terbalik dengan nilai kapasitansi. Semakin besar nilai energi panas suatu briket maka nilai kapasitansi semakin kecil dan juga sebaliknya. Bahan campuran yang memiliki prosentase ampas tebu lebih besar dari pada serbuk kayu sengon nilai energi panasnya kecil sedangkan untuk nilai kapasitansinya besar.Kata Kunci : Bahan Campuran, Energi Panas, Kapasitansi Bahan
MODEL GUIDED INQUIRY DISERTAI TEKNIK PETA KONSEP DALAM PEMBELAJARAN FISIKA Ayu Wulansari; Singgih Bektiarso; Supeno Supeno
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran guided inquiry merupakan suatu kegiatan belajar mengajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, dan analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri. Fakta dilapangan dalam pembelajaran guided inquiry siswa masih merasa kesulitan dalam proses pembelajaran. Untuk mempermudah siswa dalam proses pembelajarannya maka disertai teknik peta konsep. Dimana teknik peta konsep dapat digunakan untuk mengungkapkan konsepsi, menyelidiki apa yang telah diketahui, menolong siswa mempelajari cara belajar, dan sebagai alat evaluasi. Adapun langkah-langkah pembelajaran guided inquiry yaitu mendapatkan perhatian dan menjelaskan proses inquiry, menyajikan permasalahan inquiry atau kejadian yang tidak sesuai, Meminta siswa merumuskan hipotesis untuk menjelaskan permasalahan atau kejadian, mendorong siswa untuk mengumpulkan data untuk menguji hipotesis, merumuskan penjelasan dan/atau kesimpulan, merefleksikan situasi bermasalah dan proses berpikir yang digunakan untuk menyelidiki. Dengan demikian, siswa dapat dengan memudah memahami materi kaitan konsep-konsep yang telah dipelajarinya.Kata kunci: model guided inquiry, pembelajaran fisika, peta konsep
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERSTRUKTUR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SCIENTIFIC EXPLANATION SISWA SMA Teguh Wijayanto; Supeno Supeno; Singgih Bektiarso
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan penjelasan ilmiah (scientific explanation) adalah suatu kemampuan dalam bernalar yang dapat membantu siswa dalam memahami ilmu pengetahuan dalam hal penyelidikan ilmiah. Terdapat tiga komponen penting yang harus ada dalam penjelasan ilmiah. Komponen tersebut diantaranya klaim, bukti, dan penalaran. Fakta di lapangan membuktikan bahwa siswa memiliki tingkat scientific explanation rendah, dibuktikan dalam menjawab soal penjelasan dimana siswa masih belum bisa memberikan suatu bukti nyata dalam fenomena alam yang memperkuat penjelasan. Siswa cenderung tidak jelas dalam menyampaikan kesimpulan yang telah didapatkan melalui proses penyelidikan. Sehingga perlu adanya suatu pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan scientific explanation siswa. Kemampuan scientific explanation ini dapat diterapkan melalui pembelajaran berbasis penyelidikan yakni Inkuiri. Pembelajaran inkuiri secara terstruktur adalah suatu model pembelajaran inkuiri dengan level terendah sehingga dapat mudah diterapkan terhadap siswa yang belum pernah diberikan model pembelajaran inkuiri. Model pembelajaran inkuiri terstruktur dapat melatih siswa untuk berpikir secara kritis dengan menemukan atau memecahkan sendiri tentang suatu permasalahan yang telah didapatkan dengan panduan guru. Pada penerapannya diperlukan suatu stimulus berupa LKPD sebagai sarana berlatih siswa dalam kegiatan pembelajaran, hal tersebut diterapkan untuk meningkatkan kemampuan scientific explanation siswa. Implementasi model pembelajaran inkuiri terstruktur dapat meningkatkan kemampuan scientific explanation siswa.Kata Kunci: scientific explanation, inkuiri terstruktur, LKPD