cover
Contact Name
Slamet Santosa
Contact Email
slametsantosa@unhas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
slametsantosa@unhas.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
BIOMA : Jurnal Biologi Makassar
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 25287168     EISSN : 25486659     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bioma mempublikasikan hasil penelitian dan kajian biologi: ekologi, botani, genetika, mikrobiologi, zoologi maupun biologi terapan dibidang agrokomplek dan medikal komplek. Bioma diterbitkan Departemen Biologi, FMIPA UNHAS, dan mempublikasikan artikel dua kali setahun , setiap bulan juni dan desember
Arjuna Subject : -
Articles 219 Documents
VARIASI INOKULUM Rhizopus sp. PADA PEMBUATAN TEMPE BERBAHAN DASAR KEDELAI DAN BUNGKIL KACANG TANAH Diana Hernawati; Vita Meylani
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v4i1.6499

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi fungi yang tumbuh dan mengidentifikasi R. oligosporus pada berbagai inokulum tempe yang dijadikan sampel. Lima puluh mikrobia diisolasi dari inokulum tempe, yang terdiri dari 35 konidia coklat keabu-abuan, dan 15 isolat konidia abu-abu. Semua isolat termasuk dalam genus Rhizopus. Sepuluh di antaranya dipilih berdasarkan asal usul inokulum tempe, warna konidia, pertumbuhan miselia, dan massa konidia. Pengamatan makroskopis dan mikroskopis menunjukkan bahwa isolat yang dipilih adalah R. oligosporus.Kata Kunci : inokulum tempe, identifikasi, R.oligosporus
Keragaman Vegetasi Pada Areal Tepi Hutan Yang Berbatasan Dengan Enclave di Kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Indra ASLP Putri; Bayu Wisnu Broto; Mursidin Mursidin; Fajri Ansari
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v4i2.6694

Abstract

Masyarakat enclave umumnya memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap sumberdaya alam dari kawasan hutan yang terdapat di sekitar tempat tinggal mereka, sehingga aktivitas pemanfaatan tersebut dapat berpengaruh terhadap komunitas tumbuhan di hutan sekitar enclave. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman vegetasi pada areal tepi hutan yang berbatasan dengan enclave Minggi, yang merupakan enclave yang terdapat di Taman Nasional bantimurung Bulusaraung.  Pengamatan vegetasi dilakukan dengan menggunakan metode garis berpetak.  Analisis data dilakukan untuk mengetahui nilai kerapatan vegetasi, indeks nilai penting, indeks keragaman hayati Shannon-Weiner, indeks dominansi Simpson, indeks kemerataan Pielou, indeks kekayaan jenis Margalef dan indeks kesamaan komunitas Sorensen. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa vegetasi hutan di sekitar enclave Minggi memiliki keragaman vegetasi yang tergolong sedang. Terdapat spesies yang mendominasi, namun nilai indeks dominansinya masih tergolong rendah. Nilai indeks kemerataan jenis vegetasi tergolong rendah, sedangkan nilai indeks kekayaan jenis tergolong tinggi. Kondisi tersebut menunjukkan adanya gangguan atau tekanan oleh masyarakat terhadap hutan. Perubahan kondisi hutan tersebut memerlukan upaya pemulihan kondisi komunitas tumbuhan maupun upaya peningkatan kesadaran dan pembenahan kondisi masyarakat untuk mengurangi tingkat ketergantungan terhadap hutan.Kata kunci:    Vegetasi, Tepi hutan, Enclave, Hutan sekunder, Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung
Eksplorasi Cendawan Rhizosfer Pada Tegakan Hutan Rakyat suren Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Payangan Yanti Rina; Gusmiaty Gusmiaty; Muh Restu
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v4i2.8397

Abstract

Pertumbuhan tanaman dapat dipengaruhi oleh adanya keragaman mikroba yang yang terdapat di rhizosfer, salah satunya yaitu cendawan. Cendawan rhizosfer yang terdapat pada akar tanaman dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dan perlindungan terhadap mikroba tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi cendawan rhizosfer. Metode penelitian yang digunakan yaitu isolasi cendawan menggunakan teknik pengenceran 10-2 dan 10-3 , serta identifikasi cendawan berdasarkan karakter morfologi. Hasil isolasi cendawan rhizosfer diperoleh sebanyak 33 isolat yang terdiri atas 5 genus yaitu Aspergillus, Trichoderma, Rhizopus, Penicillium dan Fusarium.Kata Kunci : Suren, Rhizosfer, Cendawan
Kelimpahan Populasi dan Frekuensi Kunjungan serta Efektivitas Elaeidobius kamerunicus Faust pada Beberapa Varietas Kelapa Sawit Dini Yuliana Solin; Lusi Maira; Siska Efendi
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v4i2.8532

Abstract

Elaeidobius kamerunicus adalah kumbang polinator efektif pada tanaman kelapa sawit. Keberadaan kumbang penyerbuk kelapa sawit di perkebunan sangat diperlukan dalam meningkatkan pembentukan buah untuk menjamin kelangsungan penyerbukan pada kelapa sawit, sehingga diperlukan kumbang dengan jumlah optimum. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kelimpahan populasi, frekuensi kunjungan dan efektivitas E. kamerunicus serta hubungannya dengan produksi pada beberapa varietas kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan di Nagari Gunung Selasih, Sungai Dareh dan IV Koto Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya dengan menggunakan varietas DxP Simalungun dan DxP Dumpy, metode yang digunakan adalah metode survei yang terdiri dari lima tahap yaitu penentuan lokasi dan tanaman sampel, pengamatan kelimpahan E. kamerunicus, pengamatan frekuensi kunjungan E. kamerunicus, pengukuran efektivitas E. kamerunicus dan analisis data.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan populasi perhektar mencukupi untuk proses penyerbukan, dan frekuensi kunjungan tertinggi pada bulan Oktober dan terendah bulan November, kelimpahan populasi dan frekuensi kunjungan berbanding lurus dengan rata-rata efektivitas penyerbukan yaitu 75%, sehingga kondisi seperti ini harus dipertahankan.Kata kunci : Coleoptera, Dumpy, Serbuk sari, Simalungun
JENIS TUMBUHAN LIAR FAMILIA LAMIACEAE BERKHASIAT OBAT DI HUTAN KOTA UNIVERSITAS HASANUDDIN TAMALANREA MAKASSAR Elis Tambaru; Andi Masniawati; Rida Tummuk
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v4i1.6753

Abstract

Penelitian jenis tumbuhan liar indigenous  Familia  Lamiaceae berkhasiat obat di Hutan Kota  Kampus Universitas Hasanuddin Tamalanrea Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan liar Familia Lamiaceae di Hutan Kota Kampus Universitas Hasanuddin Tamalanrea Makassar, pengambilan sampel  dilakukan dengan mengumpulkan semua sampel tumbuhan, Semua sampel diawetkan ke dalam herbarium untuk keperluan identifikasi. Data dianalisis dengan mengidentifikasi dan menggambarkan hahitus tumbuhan, khasiat sebagai  obat, habitatnya, dan  membuat kunci determinasi. Hasil penelitian  menunjukkan jenis tumbuhan liar berkhasiat obat dari Familia Lamiaceae  ada 5 (lima) jenis yaitu: Lenglengan Leucas lavandulifolia J.E.Smith., Hiptis Hyptis capitata Jacq., Miana Coleus sp., Undel-undel Hyptis rhomboidea Mart. & Gal., dan  Sangketan Coleus rotundifolius Poir.Pada tumbuhana liar Familia Lamiaceae mengandung senyawa fenolik, terpenoid dan alkaloid. Organ terbanyak dimanfaatkan sebagai bahan baku obat herbal adalah daun. Kata kunci: Tumbuhan obat, indigenous, Lamiaceae.
HUBUNGAN ANTAR SIFAT-SIFAT TANAH DI BAWAH TEGAKAN LAMTORO GUNG (Leucaena leucocephala Lam De Witt.) Budirman Bachtiar
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v4i2.8504

Abstract

Tumbuhan penutup tanah (cover crops) seperti rumput-rumputan; semak-belukar; dan tanaman pelindung seperti lamtoro gung (Leucaena leucocephala L.) memiliki peran yang sangat penting di dalam mempertahankan serta meningkatkan produktivitas tanah hutan. Penelitian ini bertujuan mempelajari hubungan antar sifat-sifat tanah dan kepentingannya dengan pertumbuhan pohon-pohon hutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat-sifat tanah di bawah tegakan lamtoro gung memiliki hubungan yang signifikan.  Hubungan tersebut dibedakan atas dua bentuk hubungan (korelasi): Pertama hubungan yang sifatnya berkorelasi positif yaitu hubungan antara volume total pori tanah terhadap laju infiltrasi dan kadar air tanah; serta hubungan antara volume pori makro dengan laju infiltrasi. Kedua hubungan yang sifatnya berkorelasi negatif yaitu hubungan antara berat volume tanah terhadap volume total pori tanah, volume pori makro, laju infiltrasi, dan kadar air tanah.
POTENSI Staphylococcus hominis K1A DARI SUSU KERBAU BELANG TORAJA SULAWESI SELATAN SEBAGAI KANDIDAT PROBIOTIK Hasria Alang; Joni Kusnadi; Try Ardyati; Suharjono Suharjono
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v5i1.8806

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian mengenai potensi S. hominis K1A dari susu kerbau Belang Toraja sebagai kandidat probiotik. Tujuan : untuk menganalisis potensi Staphylococcus hominis K1A dari susu Kerbau Belang Toraja sebagai kandidat probiotik. Metode : Staphylococcus hominis K1A diuji aktivitas sebagai kandidat probitik meliputi uji hemolisa agar, uji sensitivitas terhadap antibiotic, uji ketahanan asam dan ketahanan garam empedu secara invitro serta uji aktivitas antimikrobialnya. Hasil: hasil analisa menunjukkan bahwa Staphylococcus hominis K1A bersifat non pathogen, sensitive terhadap antibiotic, mampu bertahan pada kondisi asam dan garam empedu secara invitro, efektif menghambat pertumbuhan EPEC, S. aureus dan S. typhi. Kesimpulan : Staphylococcus hominis K1A efektif digunakan sebagai kandidat probiotik secara invitroKata Kunci : Kerbau Belang, Probiotik, Staphylococcus hominis
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TENTANG KEBERADAAN KURA-KURA DI DANAU AUR Mareta Widiya
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v5i1.8779

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara pengetahuan dan sikap masyarakat kawasan danau aur kecamatan sumber harta kabupaten musi rawas tentang keberadaan kura-kura di danau aur. Metode yang digunakan adalah metode korelasi. Sampel dalam penelitian ini yaitu masyarakat yang berada di kawasan danau aur yang berjumlah 15 orang. Instrumen yang digunakan adalah tes pengetahuan tentang hewan kura-kura dan angket sikap masyarakat terhadap keberadaan kura-kura di danau aur. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hubungan pengetahuan dan sikap masyarakat tentang keberadaan kura-kura di danau aur dihitung dengan rumus korelasi Pearson Product Moment. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu rata-rata skor pengetahuan masyarakat kawasan danau aur tentang kura-kura adalah 7,267 sehingga tergolong kedalam katagori baik. Sedangkan Rata-rata skor sikap masyarakat terhadap keberadaan kura-kura adalah 49,8 (67%) dan tergolong kedalam katagori positif. Hasil analisis korelasi Pearson Product Moment diperoleh nilai -0,09395 lebih kecil dari rtabel (5%) yaitu 0,514. Artinya Ho diterima dan Ha ditolak. Tidak ada hubungan antara pengetahuan dan sikap masyarakat kawasan danau aur kecamatan sumber harta kabupaten musi rawas tentang keberadaan kura-kura di danau aur.      
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI GEN pneumcoccal surface adhesin A (psaA) SEBAGAI FAKTOR VIRULENSI Streptoccus pneumoniae Mustika Sari; Nikmatia Latief; Muh. Nasrum Massi
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v5i1.8860

Abstract

Streptococcus pneumoniae (pneumokokus) merupakan flora normal pada traktus respiratorius atas yang juga dapat menjadi bakteri patogen penyebab invasive Pneumococcal Disease (IPD) seperti pneumoniae, otitis media, dan meningitis. Namun belum banyak yang melaporkan kejadian oleh bakteri ini pada penderita IPD khususnya di Kota Makassar. Belum ada metode gold standar dalam mengidentifikasi pneumokokus menjadi salah satu faktor sulitnya menegakkan diagnosis terkait dengan bakteri ini.  Maka dari itu tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi kinerja metode pemeriksaan baik dengan menggunakan metode konvensioanl (bakteriologi kultur) dan metode molekuler dengan Polymerase Chain Reaction  (PCR) dalam mengisolasi dan identifikasi gen psaA sebagai faktor virulensi. Metode yang digunakan secara konvensional adalah  mikroskopis, kultur, dan uji biokimia dimana hasilnya mengarahkan pada spesies Streptococcus kemudin dilakukan uji susptibility dengan opthocin sedangkan untuk metode molekuler digunakan teknik PCR sebagai pembanding. Diperoleh hasil uji Opthocin 3 (12%)  sampel yang sensitive kemudian dilanjutkan dengan melakukan amplifikasi PCR gen PsaA menggunakan primer spesifik maka diperoelh juga pita dengan ukuran 834 bp yang menunjukkan bahwa pada ke-3 (100%) isolate S.pneumoniae terdeteksi  gen PsaA Kata kunci : Sputum, psaA, PCR, Streptococcus pneumoniae
IDENTIFIKASI GULMA DI LAHAN TANAMAN TALAS JEPANG Colocasia esculenta L. Schott var. antiquorum DI DESA CONGKO KECAMATAN MARIORIWAWO KABUPATEN SOPPENG Elis Tambaru; Jumatang Jumatang; Andi Masniawati
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v5i1.9309

Abstract

Identifikasi gulma di lahan tanaman talas Jepang  Colocasia esculenta L. Schott var. antiquorum di Desa Congko Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng telah dilakukan pada Bulan Maret-April 2019. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi jenis-jenis gulma pada lahan tanaman talas Jepang di Desa Congko Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng. Metode Penelitian digunakan Cruise Method. Data yang diperoleh diidentifikasi, dibuatkan kunci identifikasi jenis-jenis gulma, dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa jenis-jenis gulma ada 2 Classis: Monocotyledoneae dan Dicotyledoneae. Jumlah keseluruhan gulma yaitu: 32 Species dan 19 Familia, terdiri dari gulma berdaun lebar 27 Species dan 17 Familia, Gulma berdaun sempit: gulma  rumput 4 Species dan 1 Familia dan gulma teki   1 Species dan 1 Familia. Gulma Familia Euphorbiaceae jumlah spesies terbanyak yaitu: Phyllanthus debilis Klein. ex Willd., Phyllanthus urinaria L., Euphorbia hirta L., Euphorbia prunifolia Jacq., dan Euphorbia prostrata Aiton.Kata kunci: Gulma, Tanaman Talas Jepang, Soppeng. 

Page 6 of 22 | Total Record : 219