cover
Contact Name
Slamet Santosa
Contact Email
slametsantosa@unhas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
slametsantosa@unhas.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
BIOMA : Jurnal Biologi Makassar
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 25287168     EISSN : 25486659     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bioma mempublikasikan hasil penelitian dan kajian biologi: ekologi, botani, genetika, mikrobiologi, zoologi maupun biologi terapan dibidang agrokomplek dan medikal komplek. Bioma diterbitkan Departemen Biologi, FMIPA UNHAS, dan mempublikasikan artikel dua kali setahun , setiap bulan juni dan desember
Arjuna Subject : -
Articles 219 Documents
DETEKSI GEN GLUKOKINASE PADA REMAJA DI PESISIR KOTA KENDARI SULAWESI TENGGARA Tiara Mayang Pratiwi Lio; Sugireng Sugireng
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v4i2.7276

Abstract

Gen glukokinase (GCK) mengkode enzim glukoinase yang berfungsi dalam metabolism glukosa. Di pankreas, enzim ini berperan dalam sekresi insulin yang distimulasi glukosa dan di hati, enzim ini penting dalam pengambilan glukosa dan konversi menjadi glikogen. Mutasi pada gen ini dapat meyebabkan perubahan aktivitas enzim yang telah dikaitkan dengan beberapa tipe diabetes. Penelitian deteksi gen GCK pada remaja di pesisir Kota Kendari Sulawesi Tenggara merupakan penelitian deskriptif analitik untuk melihat apakah gen GCK exon 7 dapat dideteksi pada remaja di Kota kendari dengan metode PCR. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini merupakan 10 orang siswa SMAN 8 kendari berusia 15-18 tahun. Analisis genetik dilakukan dengan mengisolasi DNA dari darah sampel menggunakan prosedur rutin. Daerah pengkodean serta batas intron-ekson diamplifikasi oleh PCR menggunakan prosedur standar. Berdasarkan hasil penelitian 8 dari 10 sampel menunjukkan pita DNA pada panjang 300bp, sehingga dapat disimpulkan metode PCR dapat digunakan mendeteksi gen GCK exon 7 pada remaja di Kota Kendari. 
KAJIAN KUALITAS AIR PADA SUNGAI-SUNGAI DI KECAMATAN PASRUJAMBE KABUPATEN LUMAJANG MENGGUNAKAN INDIKATOR BIOLOGI BERUPA KERAGAMAN ODONATA Muhammad Muhibbuddin Abdillah
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v5i1.8464

Abstract

Kecamatan Pasrujambe Kabupaten Lumajang memiliki sungai-sungai kecil yang dimanfaatkan oleh manusia dalam berbagai bentuk. Beberapa aktivitas manusia seperti mandi, mencuci dan membuang limbah menimbulkan pencemaran pada air. Pencemaran air dapat dikaji secara biologi menggunakan parameter keragaman odonata. Kajian kualitas air secara biologi menggunakan parameter keragaman odonata mudah dan murah. Kajian dilakukan dengan mencatat jumlah dan jenis odonata kemudian dianalisis menggunakan indeks Keragaman Shannon – Wiener dan Indeks Biotik. Hasil keragaman odonata menunjukkan adanya 9 spesies dari 5 famili. Analisis Indeks Keragaman menunjukkan bahwa ST1 memiliki keragaman tertinggi dengan tingkat pencemaran dengan kategori cukup buruk. Analisis Indeks Biotik menunjukkan bahwa ST5 memiliki tingkat pencemaran air dengan kategori sangat buruk.
KORELASI FAKTOR CURAH HUJAN TRRHADAP DISTRIBUSI NYAMUK VEKTOR DEMAM BERDARAH AE. AEGYPTI DAN AE.ALBOPICTUS DI KOTA BANDUNG Rahmad Arya Fitra; Intan Ahmad
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v5i1.8802

Abstract

Kota Bandung adalah salah satu daerah yang dinyatakan DBD sebagai KLB dari tuhuh kota dan kabupaten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi  vektor  nyamuk demam berdarah, Ae. aegypti  yang dikumpulkan dengan menggunakan metode survei ovitrap di lima Kecamatan endemis demam berdarah di Kota Bandung dan menganalisa hubungan faktor faktor curah hujan terhadap distribusi nyamuk Ae. aegypti di Kota Bandung. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode stratified random sampling .Sampel  berjumlah  400, disebar  di lima Kecamatan endemis di kota Bandung pada bulan September 2014 hingga Januari 2015. Hasil analisis korelasi pearson curah hujan berpengaruh signifikant terhadap perolehan rerata larva  Ae. aegypti (p: 0,025) p<0.05. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa nyamuk  Ae. aegypti  sangat tinggi distribusinya dibanding dengan nyamuk Ae.albopictus  di Kecamatan endemis di Kota Bandung. Curah hujan berpengaruh terhadap distribusi nyamuk  Ae. aegypti di Kota Bandung Kata Kunci :  Dengue,Curah hujan, Aedes aegypti, Aedes Albopictus
Keanekaragaman Serangga Pengunjung Bunga Pada Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Aksesi Angola Siska Efendi; Syahbanuari Sitompul; Yusniwati Yusniwati
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v5i1.8670

Abstract

Aksesi Angola merupakan kelapa sawit yang diintroduksi dari Negara Angola pada tahun 2012. Aksesi tersebut memiliki karakteristik bunga yang berbeda dengan varietas kelapa sawit yang umum ditanam pada saat ini seperti ukuran tandan, panjang tandan, jumlah spikelet, kuncup, serta warna bunga. Kondisi tersebut diduga akan mempengaruhi keanekaragaman serangga pengunjung bunga, ditambah aksesi tersebut adalah jenis introduksi yang baru ditanam di Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis keanekaragaman serangga pengunjung dan mengkarakterisasi bunga jantan dan betina pada kelapa sawit aksesi Angola. Penelitian ini dilakukan pada kebun plasma nutfah Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat, di Kecamatan Sitiung. Serangga pengunjung bunga dikoleksi secara langsung, menggunakan nampan kuning dan jaring ayun. Serangga pengunjung bunga yang dikoleksi diidentifikasi sampai tingkat famili. Keanekaragaman dan kemerataan dihitung menggunakan indeks keanekaragaman Shannon dan kemerataan simpsons. Jumlah serangga pengunjung bunga kelapa sawit aksesi Angola sebanyak 1629 individu yang terdiri dari 16 morfospesies, 7 ordo dan 12 famili. Pada bunga jantan ditemukan sebanyak 1238 individu yang terdiri dari 6 ordo dan 8 famili. Serangga pengunjung bunga betina sebanyak 391 individu yang terdiri dari 7 ordo dan 9 famili. Indeks keanekaragaman dan kemerataan pada bunga betina lebih tinggi jika dibandingkan bunga jantan yakni 0,95; 0,48 dan 0,53; 0,25
POTENSI LIMBAH CAIR TAHU SEBAGAI SUMBER NITROGEN PADA PRODUKSI SELULOSA BAKTERI Nur Arfa Yanti; Sri Ambardini; Wa Ode Isra; Vidya Nur Riska Parakkasi
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v5i1.8804

Abstract

Produksi selulosa bakteri (nata) pada umumnya menggunakan pupuk ZA (Amonium sulfat) atau urea sebagai sumber nitrogen. Penggunaan sumber nitrogen alami seperti limbah cair tahu dalam produksi selulosa bakteri, merupakan alternatif pengganti pupuk ZA yang  lebih aman untuk dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi limbah cair tahu sebagai sumber nitrogen pada produksi selulosa bakteri. Produksi selulosa bakteri dilakukan menggunakan substrat air kelapa yang ditambahkan limbah cair tahu dengan perlakuan perbandingan antara air kelapa dan limbah cair tahu adalah 1 : 1; 1 : 3 dan 3: 1. Fermentasi selulosa bakteri dilakukan dengan metode statis (diam) selama 14 hari menggunakan bakteri Acetobacter xylinum. Parameter yang diukur meliputi ketebalan, rendemen, kadar serat kasar dan kadar air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selulosa bakteri dapat diproduksi pada perlakuan  perbandingan air kelapa dan limbah cair tahu 1 :1 dan 3 : 1, namun perlakuan substrat dengan perbandingan air kelapa dan limbah cair tahu 1 : 3 tidak menghasilkan selulosa bakteri. Selulosa bakteri yang diproduksi menggunakan subtrat air kelapa dan limbah cair tahu sebagai sumber nitrogen dengan  perbandingan 1 : 1 memiliki ketebalan 15,03 mm, rendemen 13,25%, kadar serat 0,29% dan kadar air 86,76%, sedangkan selulosa bakteri dari substrat dengan perbandingan air kelapa  dan limbah cair tahu 3 : 1 memiliki ketebalan 16,69 mm, rendemen  12,89%, kadar serat 0,28%, dan kadar air 87,11%. Dengan demikian, limbah cair tahu berpotensi digunakan sebagai sumber nitrogen untuk memproduksi selulosa bakteri. Kata kunci :Selulosa bakteri, Limbah cair tahu, sumber nitrogen, nata.
SKRINING BAKTERI PENGHASIL SENYAWA METABOLIT ANTI- MRSA YANG BERSIMBIOSIS DENGAN Holothuria scabra ASAL PERAIRAN TANJUNG TIRAM Sugireng Sugireng; Tiara Mayang Pratiwi Lio
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v5i1.8906

Abstract

MRSA (Methicilin-resistant Stapylococcus aureus) merupakan bakteri Stapylococcus aureus yang mengalami mutasi sehingga menjadi resisten terhadap antibiotik methisilin dan beberapa jenis antibiotik turunan β-lactam lainnya sehingga dibutuhkan alternatif antibiotik baru untuk mengatasi infeksi patogen MRSA. Bakteri Simbion Teripang merupakan salah satu kandidat mikroorganisme penghasil senyawa antibiotik yang dapat dijadikan sebagai anti MRSA terbaru karna bakteri simbion tersebut memiliki senyawa bioaktif seperti pada inangnya yang telah banyak digunakan sebagai antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi bakteri yang bersimbiosis dengan Teripang laut (Holothuria scabra) yang berasal dari perairan Tanjung Tiram untuk dijadikan sebagai anti-MRSA terbaru. Pada penelitian ini akan dilakukan isolasi bakteri simbion Teripang yang berasal dari Perairan Tanjung Tiram untuk mendapatkan isolat murni. Isolat murni yang telah didapatkan diproduksi metabolit sekundernya (free cell) untuk diuji potensinya dalam menghambat pertumbuhan bakteri patogen MRSA. Uji potensi dilakukan secara kualitatif yaitu dengan menggunakan paper disc untuk mengetahui aktivitas daya hambat. Berdasarkan hasil isolasi bakteri dari Holothuria scabra diperoleh sebanyak 9 isolat bakteri (HS1, HS2, HS3, HS4, HS5, HS6, HS7, HS8 dan HS9) dengan karakteristik dan kemampuan daya hambat yang berbeda dalam menghambat bakteri MRSA dan berdasarkan uji daya hambat secara kualitatif diperoleh bahwa isolat bakteri HS2 dan HS3 memiliki potensi untuk dijadikan sebagai agen anti-MRSA dengan zona hambat sebesar 35 mm dan 36 mm. Kata kunci: Bakteri Simbion Holothuria scabra, Anti-MRSA, Tanjung Tiram 
Fluktuasi Populasi Wereng Coklat (Nilaparvata lugens Stal.) pada Tiga Macam Varietas Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Sri Nur Aminah Ngatimin; Fatahuddin Fatahuddin; Rosi Widarawati; Nurfadila Nurfadila
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v5i2.10280

Abstract

Tujuan penelitian adalah mempelajari fluktuasi populasi wereng coklat (Nilaparvata lugens Stal) yang dibiakkan pada tanaman padi Inpari 2, Inpari 31 dan Taichung Native 1 (TN 1). Percobaan berupa perbanyakan serangga dan pengujian tiga varietas padi dilaksanakan di Biringkanaya kota Makassar mulai bulan Februari sampai dengan Juni 2019. Percobaan menggunakan tiga macam varietas padi yakni : Inpari 2, Inpari 31 dan TN 1. Sebanyak 30 benih setiap varietas padi disebarkan dalam ember berlabel (diameter = 24 cm, tinggi = 15 cm) berisi tanah basah dan pupuk urea (2:1). Di atas ember dibuat sungkup dari plastik mika (diameter = 28 cm, tinggi = 45 cm) yang bagian atasnya ditutup dengan kain tile. Wereng coklat sebagai serangga uji diambil dari  Kebun Percobaan Loka Balai Penelitian Penyakit Tungro, Kabupaten Sidrap. Wereng coklat dibiakkan dalam kurungan segi empat berkerangka kayu bertutup kain tile (60 cm x 60 cm x 60 cm) berisi tanaman padi sebagai sumber pakan dan tempat meletakkan telur. Ketiga varietas padi masing-masing diinfestasikan dengan 3 pasang wereng coklat berumur 2 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi wereng coklat mulai ditemukan pada tanaman padi varietas Inpari 2 dan TN 1 saat 9 hari setelah infestasi (HSI), sedangkan TN 1 saat 10 HSI. Penurunan populasi wereng coklat mulai terlihat pada tanaman padi Inpari 31 dan TN 1 saat 12 sampai 19 HSI, sedangkan Inpari 2 menurun populasi wereng coklatnya saat 11 sampai 19 HSI. Kesimpulan dari percobaan adalah : fluktuasi populasi wereng coklat tertinggi masing-masing terdapat pada tanaman padi varietas TN 1 (saat 11 HSI) dengan jumlah 122 ekor, Inpari 2  saat 10 HSI dengan jumlah 80 ekor dan Inpari 31 saat 11 HSI dengan jumlah 55 ekor.Kata Kunci : Inpari 2, Inpari 31, TN 1, wereng coklat, padi
KEMAMPUAN ANTIBAKTERI DARI ISOLAT BAKTERI PADA TUBUH LALAT HIJAU (Chrysomya megacephala) ASAL TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH AKHIR (TPA) KEBON KONGOK, LOMBOK BARAT Aurira Thrisna Dwi Aprianti
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v5i1.9506

Abstract

Lalat hijau merupakan serangga yang sering ditemukan di tempat sampah. Sampah mengandung berbagai jenis bakteri, termasuk bakteri penyebab penyakit, dan bakteri penghasil antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakter isolat bakteri yang diisolasi dari tubuh lalat dan untuk mempelajari kemampuan antibakteri yang dihasilkan oleh isolat tersebut. Pada penelitian ini digunakan sampel berupa lalat hijau (Chrysomya megacephala). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik agar sebar. Koloni yang tumbuh pada media Nutrient Agar selanjutnya dimurnikan lalu diamati karakter morfologi dan selnya. Isolat yang diperoleh kemudian diuji tantang antar isolat bakteri dengan menggunakan metode uji antagonistik dan metode spot. Diperoleh sebanyak empat isolat bakteri yaitu isolat AT1, isolat AT2, isolat AT3, dan isolat AT4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat AT3 mempunyai kemampuan menghambat pertumbuhan isolat lainnya. Isolat AT3 dapat menghambat pertumbuhan isolat AT2 dan isolat AT4 dengan rerata sebesar 6,17 mm dan 7,67 mm. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa isolat AT1 adalah Pediococcus pentosaceus, isolat AT2 adalah Staphylococcus cohnii ssp cohnii, isolat AT3 adalah Aerococcus viridans, dan isolat AT4 adalah Streptococcus pneumoniae.Kata kunci : lalat hijau, Chrysomya megacephala, antibakteri, sampah
Budidaya Jaringan Tanaman Teh di Indonesia Ratna Dewi Eskundari
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v5i2.9791

Abstract

Teh (Camellia sinensis L.) merupakan salah satu bahan baku untuk minuman teh. Usaha peningkatan produksi teh akhir-akhir ini gencar dilakukan mengingat meningkatnya populasi penduduk dunia. Perbanyakan tanaman teh dapat dilakukan secara konvensional menggunakan biji ataupun stek daun (stek batang). Selain dua cara tersebut, teh juga dapat diperbanyak melalui budidaya jaringan baik menggunakan jalur embriogenesis somatik ataupun organogenesis. Perbanyakan melalui cara ini mulai dikembangkan di Indonesia walaupun belum sebanyak yang dilakukan dengan stek batang. 
UJI PEMANGSAAN BERBAGAI SPESIES SEMUT (Solenopsis sp ; Oecophylla sp; Dolichoderus sp) TERHADAP HAMA PUTIH PALSU (Cnaphalocrocis medinalis) PADA TANAMAN PADI TAMRIN ABDULLAH; ITJI DIANA DAUD; KARTINI KARTINI
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v5i2.10529

Abstract

AbstractAnts are important predators and are predicted to protect plants from pests if they are understood and researched properly. Ants belong to predatory insects because they are active and strong and prey on smaller, weaker insects. This study aims to determine the ant population approaching prey (pests in rice plants) and determine the time it takes for ants to find prey first. This research was conducted from September to November 2019 in the Labuangpatu Environment, Mappadaelo Village, Tanasitolo District, Wajo Regency. The results of this study indicate that the population size affects the speed of the ant species that can find prey where sooner or later the more population the faster the ant can find prey. Ant species Solenopsis sp is the most common ant species found in rice fields so it is easier to find prey. The speed at which ants find prey has no effect on the speed at which ants paralyze prey. The ant species Oecophylla sp is the ant species that most quickly paralyzes prey because its body is bigger than the prey and its behavior is very aggressive.Keywords: rice, predators, ants, Cnaphalocrocis medinalis Abstrak Semut adalah predator yang penting dan diprediksikan dapat melindungi tanaman dari hama jika dapat dimengerti dan diteliti dengan benar.  Semut termasuk kedalam serangga predator karena sifatnya aktif dan kuat serta memangsa serangga yang lebih kecil dan lemah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui populasi semut yang mendekati mangsa (hama pada tanaman padi) dan mengetahui waktu yang dibutuhkan semut untuk menemukan mangsa pertama kali. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari September-November 2019 di Lingkungan Labuangpatu, Kelurahan Mappadaelo, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah populasi berpengaruh terhadap cepat atau lambatnya suatu spesies semut dapat menemukan mangsa dimana semakin banyak populasi maka semakin cepat pula semut dapat menemukan mangsa. Spesies semut Solenopsis sp adalah spesies semut yang paling banyak dijumpai di persawahan sehingga lebih mudah menemukan mangsa. Cepatnya semut menemukan mangsa tidak berpengaruh terhadap cepatnya semut melumpuhkan mangsa. Spesies semut Oecophylla sp adalah spesies semut yang paling cepat melumpuhkan mangsa dikarenakan tubuhnya yang lebih besar dari mangsa dan perilakunya yang sangat agresif.Kata kunci: padi, predator, semut, Cnaphalocrocis medinalis

Page 7 of 22 | Total Record : 219