cover
Contact Name
Slamet Santosa
Contact Email
slametsantosa@unhas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
slametsantosa@unhas.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
BIOMA : Jurnal Biologi Makassar
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 25287168     EISSN : 25486659     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bioma mempublikasikan hasil penelitian dan kajian biologi: ekologi, botani, genetika, mikrobiologi, zoologi maupun biologi terapan dibidang agrokomplek dan medikal komplek. Bioma diterbitkan Departemen Biologi, FMIPA UNHAS, dan mempublikasikan artikel dua kali setahun , setiap bulan juni dan desember
Arjuna Subject : -
Articles 219 Documents
Karakteristik Sifat Kimia Tanah di Bawah Tegakan Uru (Elmerrillia ovalis) dan Tegakan Mahoni (Swietenia macrophylla) Di Kelurahan Sa’dan Matallo Kecamatan Sa’dan Kabupaten Toraja Utara Budirman Bachtiar
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v5i1.9618

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik sifat kimia tanah di bawah uru dan tegakan mahoni. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli sampai dengan 2018 September dan berlokasi di desa Sa'dan Matallo, Kecamatan Sa'dan, Kabupaten Toraja Utara untuk memberikan beberapa informasi tentang karakteristik beberapa sifat kimia tanah pada jenis tegakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status hara di bawah tegakan mahoni (Swietenia macrophylla) lebih baik dibandingkan dengan status hara di bawah tegakan uru (Elmerrillia ovalis), kecuali kalium tanah. Kriteria sifat kimia tanah pada tegakan uru dan mahoni tergolong jenis pH tanah dengan kriteria asam, bahan organik sangat rendah-rendah, nitrogen tanah rendah-sedang, fosfor tanah rendah-sedang, dan  kalium tanah kriteria rendah 0,20 me/100 g pada tegakan mahoni dan sedang 0,45 me/100 g pada tegakan uru.Kata kunci: Sifat kimia tanah, tegakan uru dan mahoni.
POPULASI DAN KARAKTERISTIK MIKROHABITAT TARSIUS (Tarsius spectrumgurskyae) DI TWA BATUPUTIH SULAWESI UTARA Muhammad Rizki; Maryati Abiduna
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v5i2.10272

Abstract

Tarsius atau tangkasi (Tarsius spectrumgurskyae) merupakan primata terkecil di dunia dan termasuk satwa endemik yang hidup serta dilindungi di pulau Sulawesi. Taman Wisata Alam Batuputih, Bitung, Sulawesi Utara adalah salah satu habitat primata ini berada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui estimasi populasi tarsius dan karakteristik mikrohabitat tarsius yang mencakup kondisi fisik, karakteristik vegetasi dan sebaran pohon tidur. Data karakteristik vegetasi diambil dengan menggunakan metode kuadrat di sekitar pohon tidur tarsius. Data populasi tarsius diambil dengan metode eksploratif. Estimasi populasi menggunakan metode jalur dan untuk menghitung kelimpahan populasi (Overall estimate of populasi size/ abundance) menggunakan metode King. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estimasi kepadatan populasi tarsius selama penelitian di kawasan Taman Wisata Alam Batuputih adalah 230 ekor/km² atau 2,3 ekor/ha dengan kelimpahannya 1415 ekor dimana populasi tarsius terbanyak ditemukan di hutan sekunderKarakteristik mikrohabitat tarsius yang diamati selama penelitian adalah pohon beringin kuning (Ficus tinctoria), pohon coro (F. variegata), pohon seho (A. pinnata) dan pohon-pohon yang berasosisasi dengan tumbuhan tali (Araliaceae); nusu (Terminalia catappa), kayu kambing (Garuga. floribunda), kayu telor (Alstonia.scholaris), bintangar (Kleinhovia hospital), kayu bunga (S. campanulata) dan wariu (Ailanthus integrifolia)Kata kunci: Populasi, Karakteristik mikrohabitat, Tarsius, TWA Batuputih
GEN KETAHANAN PENYAKIT PADA FAMILIA ORCHIDACEAE Risma Rasmani; Endang Nurcahyani; Sri Wahyuningsih; Sumardi Sumardi
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v5i2.10570

Abstract

Familia Orchidacae memiliki banyak jenis spesies yang terdiri dari 25.000 spesies.  Beberapa contoh spesies dari Orchidaceae yaitu diantaranya adalah anggrek bulan, vanilli, anggrek tanah, Dendrobium dan lain-lainnya. Tanaman seperti anggrek dan vanilli terancam kepunahannya. Tanaman anggrek dan vanilli sering terserang oleh jamur patogen yaitu Fusarium oxysporum (Fo) yang dapat menimbulkan penyakit layu tanaman. Pengendalian penyakit yang tidak menimbulkan efek negatif bagi lingkungan sekitarnya yaitu menggunakan kultivar unggul yang resisten terhadap infeksi dari jamur patogen F. oxysporum atau melalui penambahan senyawa- senyawa atau melalui media lainnya. Tujuan review jurnal ini adalah untuk mengetahui senyawa dan gen apa saja yang tahan penyakit pada familia Orchidaceae. Berdasarkan hasil review dari beberapa jurnal dapat diketahui bahwa senyawa-senyawa seperti Asam Fusarat, Asam Salisilat dan PEG 6000 dapat menunjukkan korelasi positif antara ketahanan penyakit terhadap toksin. Gen-gen seperti gen KNAT1, POH 1, TCP, nptII, hpt dan LTP merupakan gen-gen yang tahan terhadap penyakit dan juga gen yang ditemukan dapat mempercepat proses pertumbuhan tanaman. Hasil review beberapa jurnal diperoleh kesimpulan bahwa senyawa yang tahan terhadap penyakit tanaman yaitu Asam Fusarat, Asam Salisilat dan PEG 6000. Gen yang tahan penyakit yaitu gen KNAT1, gen POH 1, gen TCP, gen nptII dan hpt dan gen LTP. Hasil yang didapat tidak hanya tahan terhadap penyakit, tetapi senyawa dan gen tersebut dapat meningkatkan baik pada pertumbuhan seperti daun, bunga dan batang. Kata Kunci : Gen, Ketahanan, Orchidaceae, Penyakit, dan Senyawa
Bioaktivitas Minyak Daun Kari (Murraya koenigii (L.) Spreng Terhadap Bakteri Enterococcus faecalis dan Salmonella Typhimurium Nurul Hidayanti; Fathul Yusro; Yeni Mariani
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v5i1.9786

Abstract

Daun kari (Murraya koenigii (L.) Spreng) adalah salah satu jenis tanaman penghasil minyak atsiri yang telah digunakan secara luas sebagai rempah penyedap masakan, serta di berbagai negara digunakan sebagai obat tradisional dan memiliki sifat antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya hambat minyak atsiri terhadap pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis dan Salmonella Typhimurium. Daya hambat pertumbuhan bakteri ditentukan dengan metode difusi dengan DMSO sebagai kontrol negatif dan ampicillin sebagai kontrol positif. Perlakuan level konsentrasi minyak atsiri daun kari yang digunakan adalah 5, 10, 15 dan 20%. One-way anova digunakan untuk menganalisa data daya hambat yang diperoleh. Hasil analisis menunjukkan bahwa hambatan pertumbuhan yang ditunjukkan oleh minyak atsiri daun kari pada kedua bakteri di konsentrasi 20% tergolong lemah (0,75 mm dan 1,17 mm).
KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA TANAH DI GUNUNG ANJASMORO, DESA CARANGWULUNG, KECAMATAN WONOSALAM, KABUPATEN JOMBANG Muhammad Muhibbuddin Abdillah; Ahmad Nauval Arroyyan; Muhammad Saiful Anwar
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v5i2.10274

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan lintasan cincin api sehingga memiliki banyak gunung yang menjadi habitat bagi flora dan fauna. Keanekaragaman flora dan fauna yang tinggi termasuk arthropoda tanah menyebabkan Indonesia dijuluki dengan negara megabiodiversitas. Gunung Anjasmoro memiliki wilayah dengan kebun, hutan produksi dan hutan heterogen yang belum diketahui keanekaragaman arthropoda tanahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman arthropoda tanah di Gunung Anjasmoro. Berdasarkan hasil, ditemukan 6 famili arthropoda tanah dengan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener tertinggi pada lokasi 4  (H’= 1,43) dan terendah pada lokasi 1 (H’=0). Famili yang ditemukan meliputi  Formicidae, Haliplidae, Entomobrydae, Gryllidae, Holopleuridae dan Staphylinidae.
Kemampuan Cendawan Entomopatogen Metarhizium anisopliae Sebagai Agens Pengendali Hayati Wereng Coklat (Nilaparvata lugens Stahl.) Sri Nur Aminah Ngatimin; Tamrin Abdullah; Syatrawati Syatrawati; Nur Indah Lestari
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v5i1.9818

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh cendawan Metarhizium anisopliae  pada beberapa perlakuan benih padi yang berpotensi menyebabkan mortalitas wereng coklat (Nilaparvata lugens Stahl). Percobaan dilakukan di Laboratorium Hama Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Makassar berlangsung mulai September sampai dengan November 2019. Percobaan menggunakan empat macam perlakuan benih padi yakni : P1 = kontrol; P2 = penyiraman (campuran air + cendawan M. anisopliae ke media tanam); P3= perendaman benih (campuran air + cendawan M. anisopliae)  dan P4 = selubung benih (menggunakan bubuk cendawan M. anisopliae). Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga kali ulangan. Hasil yang didapatkan dalam percobaan adalah : rata-rata mortalitas akumulatif  wereng coklat lebih tinggi pada perlakuan P3 di pengamatan 14 dan 21 HST masing-masing 27% dan 26.7%. Kesimpulan percobaan adalah : perlakuan P3 lebih efektif dibandingkan perlakuan P2 dan P4 dalam mengendalikan wereng  coklat yang menyerang tanaman padi.Kata kunci : Padi, Mortalitas, Metarhizium anisopliae,  Nilaparvata lugens
PENGHAMBATAN CYTHOPHATIC EFFECT (CPE) PADA SEL BHK-21 YANG TERINFEKSI VIRUS DENGUE SEROTIPE 4 (DENV-4) DENGAN PEMBERIAN EKSTRAK N-HEKSAN STREPTOMYCES SP. GMR22 Diani Mentari; Jaka Widada; Tri Wibawa; Nastiti Wijayanti
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v5i2.10292

Abstract

Negara tropis seperti Indonesia sangat berpotensi sebagai tempat berkembangnya berbagai penyakit menular berbahaya salah satunya Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh infeksi virus dengue. Variasi genetik pada serotipe virus dengue menyebabkan penyakit ini menjadi perhatian dunia medis karena menyebabkan kompleksitas respon imun yang berbeda. Vaksin Dengue (Denvaxia) diperkenalkan oleh WHO pada akhir tahun 2015, namun penggunaannya belum sepenuhnya efektif. Hal ini menyebabkan banyak peneliti berupaya untuk mencari senyawa bioaktif yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai agen antiviral. Streptomyces sp. GMR22 diketahui menghasilkan senyawa bioaktif dengan spektrum yang luas. Ekstrak n-heksane Streptomyces sp. GMR22 memiliki nilai CC50 yang tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan ekstrak Etil Asetat. Hal ini menyebabkan metabolit sekunder yang dihasilkan dapat digunakan untuk analisis lanjut seperti uji antivirus karena aman terhadap sel BHK-21 yang merupakan host virus dengue. Virus DENV-4 merupakan serotipe endemik di Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antivirus DENV-4 menggunakan ekstrak n-heksan Streptomyces sp. GMR22. Aktivitas antivirus dilakukan melalui pengamatan sel BHK-21. Hasil pengamatan morfologi sel BHK-21 terinfeksi virus DENV-4 menunjukkan bahwa pemberian ekstrak n-heksan Streptomyces sp. GMR22 mengurangi terbentuknya Cythophatic Effect (CPE). Namun penggunaan konsentrasi 40 µg/mL menyebabkan kematian pada sel BHK-21. Kata kunci:  antiviral, DENV-4, metabolit sekunder,  Streptomyces sp. GMR22, CPE
POTENSI ANTAGONIS ISOLAT BAKTERI Bacillus spp. ASAL RIZOSFER TANAMAN LADA (Piper nigrum L.) SEBAGAI AGEN PENGENDALI JAMUR Fusarium sp. JDF Florianus Flori; Mukarlina Mukarlina; Rahmawati Rahmawati
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v5i1.9923

Abstract

Jamur Fusarium merupakan salah satu jamur patogen penyebab penyakit kuning pada tanaman lada (Piper nigrum L.). Alternatif pengendalian dapat dilakukan dengan memanfaatkan bakteri Bacillus spp. yang terdapat di rizosfer tanaman lada.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan isolat bakteri Bacillus spp. dalam menghambat pertumbuhan jamur Fusarium sp. JDF melalui uji in vitro. Penelitian dilaksanakan dari bulan Oktober 2018 sampai Agustus 2019 di Laboratorium Mikrobiologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tanjungpura, Pontianak. Uji antagonis secara in vitro menggunakan metode kultur ganda pada media TSA (Tripticasein soy agar). Hasil uji antagonis secara in vitro menunjukan bahwa isolat bakteri Bacillus sp. BRF4 memiliki kemampuan daya hambat sebesar 13,92 mm dengan kategori penghambatan kuat terhadap jamur Fusarium sp. JDF.Kata kunci : Bacillus, Fusarium sp. JDF, Lada (Piper nigrum L.), Uji Antagonis
The Surroundings Medicinal Plants and its Utilization for Women Healthcare in Masbangun Village, Kayong Utara District Fathul Yusro; Rania Rania; Yeni Mariani; Evy Wardenaar; Yanieta Arbiastutie
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v5i2.10587

Abstract

The knowledge of medicinal plants possessed by traditional healers (battra) must be transmitted to the next generation, one of them by using plants that are around to overcome health problems related to feminity. This study aims to analyze the level of community knowledge on the plant species that are used to overcome some issues related to femininity, the plants most widely used by the community, and the plant species most preferred for the treatment of certain diseases to femininity. The research method was conducted by interview technique with purposive sampling. The respondents' number is 30% of the total households in the village of Masbangun (320 respondents). The interviews were conducted using a questionnaire containing several questions related to the surrounding plant species used by the community to address health problems related to femininity. The results showed that most people in Masbangun Village (90%) knew the benefits of medicinal plants in the surrounding environment. A total of 16 types of medicinal plants are used as ingredients for women's health care. The plants that have a high use value are the heart of a Musa paradisiaca, Zingiber officinale, Curcuma domestica, and Piper betle. Medicinal plants with the highest FL values are Zingiber purpureum, Centella asiatica, Zingiber officinale (pre/postpartum), Musa paradisiaca (breastfeeding), Quercus infectoria (vaginal discharge), Premna cordifolia (body odor), Vigna radiata (female fertility) and Cocos nucifera (blackening hair). The level of utilization of medicinal plants by the community in Masbangun Village is in the medium category (6-10 species). The majority of users are women between the ages of 41-60 and 21-40 years old, elementary school education, work of housewives, and farmers.
KEANEKARAGAMAN JENIS RAYAP PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DAN PERKEBUNAN KARET DI KABUPATEN BANJAR, KALIMANTAN SELATAN Manap Trianto; Fajri Marisa; Nur'aini Nur'aini; Sukmawati Sukmawati
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v5i2.10716

Abstract

Rayap merupakan salah satu serangga yang berasal dari ordo Blatodea dan kelas Heksapoda. Kondisi habitat yang berbeda dapat mempengaruhi keanekaragaman rayap pada suatu habitat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari keanekaragaman jenis rayap pada Perkebunan Kelapa Sawit dan Perkebunan Karet. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2020 di dua lokasi yaitu Perkebunan Kelapa Sawit (PKS) dan Perkebunan Karet (PK), Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kedua lokasi penelitian terdapat sebanyak 2 famili, 9 genus, dan 11 spesies rayap. Keanekaragaman rayap pada Perkebunan Karet (H’ = 2.18) lebih tinggi dibanding pada lokasi Perkebunan Kelapa Sawit (H’ = 1,81).

Page 8 of 22 | Total Record : 219