cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP)
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 24608173     EISSN : 25283219     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) merupakan media publikasi kegiatan pengabdian pada masyarakat di bidang agrokompleks, sains, sosial kemasyarakatan dalam bentuk penerapan IPTEKS maupun peningkatan pemberdayaan masyarakat. Jurnal ini terbit dua kali setahun di bulan Mei dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 363 Documents
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN IKAN LURE DAN IKAN CAKALANG MENJADI PRODUK BERNILAI TINGGI DI KAMPUNG BAJO, KELURAHAN ANAIWOI, KABUPATEN KOLAKA Nurfadila Nurfadila; Ferawati Ferawati; Campina Illa Prihantini; Masitah Masitah; Erik Hardianti; Yuli Purbaningsih; Ramlah Saleh; Dini Solihah
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 1 OKTOBER 2022
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v8i1.23578

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pengolahan bahan ikan cakalang dan ikan lure yang dapat memberdayakan warga perempuan kampung bajo, Kelurahan Anaiwoi, Kecamatan Tanggetada. Selain itu, pengabdian ini bertujuan untuk menambah pengetahuan tentang pengolahan ikan cakalang dan ikan lure agar mendapat nilai tambah lebih tinggi dibandingkan yang tanpa diolah. Objek pengabdian terdiri dari warga perempuan yang terdiri atas nelayan wanita dan istri nelayan Suku Bajo yang berjumlah 45 orang Dusun V Kelurahan Anaiwoi, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka. Kegiatan pengabdian diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya pengolahan ikan hasil tangkapan nelayan agar lebih memiliki nilai ekonomi, dilanjutkan dengan praktik langsung dan diakhiri dengan diskusi dengan masyarakat mengenai keberlanjutan program. Hasil dari kegiatan pengabdian ini di antaranya adalah bertambahnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat nelayan Kampung Bajo, serta diperolehnya pendapatan hasil usaha penjualan produksi ikan cakalang dan ikan lure. Keberlanjutan program pemberdayaan perempuan ditunjukkan dengan telah adanya pengembangan produk atau variasi produk dan terbentuknya kemandirian tim. Kata kunci: Pemberdayaan perempuan, Pelatihan, Bahan pangan ikan. ABSTRACT This service aims to provide training on the processing of skipjack and lure fish ingredients that can empower the women of Bajo Village, Anaiwoi Village, Tanggetada District. In addition, this service aims to increase knowledge about the processing of skipjack and lure fish so that they get higher added value than those without processing. The object of service consists of female residents consisting of female fishermen and the wives of fishermen from the Bajo Tribe, totaling 45 people from Hamlet V, Anaiwoi Village, Tanggetada District, Kolaka Regency. The service activity begins with socialization about the importance of processing fish caught by fishermen to have more economic value, followed by direct practice and ending with discussions with the community about the sustainability of the program. The results of this service activity include increasing the knowledge and skills of the fishing community of Kampung Bajo, as well as obtaining income from the sale of skipjack and lure fish production. The sustainability of the women's empowerment program is indicated by the development of products or product variations and the formation of team independence. Keywords: Women empowerment, Training, Fish food.
PENDAMPINGAN PEMANFATAN LAHAN MARGINAL UNTUK PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays Saccharata) PADA MITRA KELOMPOK TANI KELURAHAN GAMBESI Sofyan Samad; Hayun Abdullah
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 1 OKTOBER 2022
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v8i1.23699

Abstract

Permintaan Masyarakat Kota Ternate Propinsi Maluku Utara akan jagung manis sangat tinggi, sementara penyedian jagung di pasar – pasar Kota Ternate tidak terlihat. Tujuan PKM adalah memanfatkan lahan marginal dengan pupuk organik cair formula baru untuk meningkatkan produksi jagung manis sebagai sumber pangan dan pendapatan keluarga. Kegiatan PKM pendampingan dilakukan bersama masyarakat mitra dan mahasiswa untuk memanfatkan lahan marginal dengan potensi kesuburan kimia, fisik dan biologi tanah rendah. Mengantisipasi hal tersebut mencari salah salah pupuk organik cair yang mampu menyiapkan kesuburan tanah sehingga pertumbuhan tanaman lebih cepat produksi yaitu dengan penggunaan pupuk organik cair formula baru (POCFB), pupuk ini adalah pupuk ramah lingkungan dan mampu menambah kesuburan lahan marginal dan mampu meningkatkan produksi jagung manis. Manfaatnya serta capaian kegiatan PKM adalah pertumbuhan tanaman subur, menghasilkan kegiatan dan menunjukan bahwa dengan menggunakan pupuk organik cair dapat menghasilkan pertumbuhan tanaman dengan subur, daun besar, batang besar dan buah besar, rasa enak dan jagung manis seperti ini yang disukai oleh masyarakat. Demikian masyarakat mitra dapat melakukan budidaya jagung manis secara terus menerus dan berkelanjutan. Kata kunci: Tanah marginal, Pupuk organik, Produksi jagung manis. ABSTRACT The demand of the people of Ternate City, North Maluku Province for sweet corn is very high, while the supply of corn in the markets of Ternate City is not visible. The aim of PKM is to utilize marginal land with a new formula liquid organic fertilizer to increase sweet corn production as a source of food and family income. PKM mentoring activities are carried out with partner communities and students to take advantage of marginal lands with low chemical, physical and biological potential for soil fertility. Anticipating this, look for one of the liquid organic fertilizers that are able to prepare soil fertility so that plant growth is faster in production, namely by using a new formula liquid organic fertilizer (POCFB), this fertilizer is an environmentally friendly fertilizer and is able to increase marginal land fertility and is able to increase sweet corn production. . The benefits and achievements of PKM activities are the growth of fertile plants, produce activities and show that using liquid organic fertilizer can produce fertile plant growth, large leaves, large stems and large fruit, delicious taste and sweet corn like this that is liked by the community, thus the partner community can carry out sweet corn cultivation continuously and sustainably. Keywords: Marginal soil, Organic fertilizer, Sweet corn production
DIVERSIFIKASI OLAHAN GULA AREN MENJADI GULA SEMUT DAN GULA AREN CAIR MELALUI PROGRAM PENGEMBANGAN PRODUK UNGGULAN DAERAH Mariam Mariam; Sriwati Malle; Arnida Mustafa
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 1 OKTOBER 2022
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v8i1.23700

Abstract

Tujuan pelaksanaan Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) adalah penerapan ilmu dan alih teknologi sehingga dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas produk gula semut unggulan daerah yang telah dihasilkan oleh mitra terpilih yaitu mama garden. Target lainnya adalah ikut mendampingi para pengrajin gula cetak dalam berbagai aspek produksi, manajemen usaha dan pemasaran produk agar dapat menghasilkan produk gula semut terstandar dan mampu bersaing dengan green innovations berbasis produk lokal. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah pemberdayaan masyarakat partisipatif dengan pertimbangan bahwa yang mempunyai masalah adalah UKM mitra, sehingga dibutuhkan keterlibatan mitra terpilih dalam penyelesaian masalahnya. Pendampingan ini dimulai dari proses penyiapan bahan baku, proses pengolahan, pengemasan, dan distribusi pemasaran. Tahun ini merupakan tahun ketiga pelaksanaan kegiatan PPPUD, Adapun hasil yang telah dicapai adalah adanya peningkatan secara signifikan terhadap kapasitas dan kualitas produk yang dihasilkan. Selain itu luaran yang dihasilkan adalah diversifikasi produk dari gula aren yaitu gula semut dan gula aren cair. Program ini dilaksanakan di Kabupaten Bulukumba oleh tim dosen Politeknik Pertanian Negeri Pangkep yang terdiri dari 3 bidang keahlian yaitu manajemen keuangan, teknologi budidaya perikanan, dan teknologi industri pertanian. Kata kunci: Gula aren cair, Gula semut, Kristalisasi, Pangan lokal. ABSTRACT The purpose of implementing the PPPUD program is the application of science and technology transfer so as to increase the quantity and quality of regional superior products palm sugar crystallized that have been produced by selected partners, namely Mama Garden. Another target is to assist molded sugar craftsmen in various aspects of production, business management and product marketing in order to produce standardized palm sugar products and be able to compete with green innovations based on local products. The method used to achieve this goal is participatory community empowerment with the consideration that it is partner that have problems, so the involvement of selected partners is needed in solving the problem. This assistance starts from the process of preparing raw materials, processing, packaging, and marketing distribution. This year is the third year of the implementation of PPPUD activities. The results that have been achieved are a significant increase in the capacity and quality of the products produced. In addition, the output produced is product diversification from palm sugar, namely palm sugar crystallized and liquid palm sugar. The PPPUD program is implemented in Bulukumba district by a team of lecturers from the Pangkep State Agricultural Polytechnic which consists of 3 areas of expertise, namely financial management, aquaculture technology and agricultural industry technology. Keywords: Liquid palm sugar, Crystallized palm sugar, Crystallization, Local food
PRODUKSI PERMEN KURMA-ASAM JAWA UNTUK PENDERITA DIABETES MELLITUS TYPE-2 PADA IBU RUMAH TANGGA NON PRODUKTIF DI KECAMATAN MANGGALA, KELURAHAN ANTANG, MAKASSAR Sukmawati Sukmawati; Fatmah Afrianty Gobel; Bayu Putra; A. Maulana Petta Lolo
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 1 OKTOBER 2022
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v8i1.23857

Abstract

Penyakit tidak menular kronis (PTM) telah muncul sebagai masalah kesehatan global yang besar di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah termasuk Indonesia. Indonesia merupakan salah satu negara ASEAN dengan angka kematian yang didominasi oleh PTM. Berdasarkan data dari Indonesia’s Sample Registration System tahun 2016, penyebab kematian akibat PTM seperti DM ada pada angka (7,9%). Diabetes adalah penyakit kronis yang kompleks yang membutuhkan perawatan medis berkelanjutan dengan strategi pengurangan risiko multifaktorial di luar kendali glikemik. Kombinasi ekstrak daun asam jawa dan kurma ajwa telah terbukti efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah dengan dosis sebesar 210 mg/kgBB dan 98 mg/kgBB. Salah satu upaya agar lebih komprehensif untuk mengakselerasi proses hilirisasi hasil penelitian maka kami merancang dan mengembangkan potensi tanaman lokal yaitu daun asam jawa dikombinasikan dengan kurma sebagai pemanis alami menjadi sebuah produk kesehatan herbal dalam bentuk permen untuk pasien diabetes mellitus tipe-2. Target khusus yang telah tercapai dari pelaksanaan kegiatan ini adalah penerapan ipteks melalui pelatihan yakni terjadinya peningkatan pemahaman, pengetahuan dan keterampilan mitra kelompok ibu rumah tangga (IRT) non produktif dalam pengolahan tanaman asam jawa dan kurma terkhusus dalam menghasilkan dan menerapkan PPKM (produksi permen kurma asam jawa) yang lebih berkualitas, sehat dan higienis dengan kemasan yang baik dan ekonomis serta bermanfaat untuk penderita Diabetes Mellitus (DM) Type-2. Mitra mampu menciptakan self medication dan swamedikasi untuk diri sendiri, keluarga dan lingkungan serta adanya peningkatan kualitas hidup yang lebih baik. Kata kunci: Asam Jawa, Diabetes mellitus, Kurma, Permen. ABSTRACT Chronic non-communicable diseases (NCDs) have emerged as a major global health problem in low- and middle-income countries including Indonesia. Indonesia is one of the ASEAN countries with a mortality rate that is dominated by PTM. Based on data from Indonesia's Sample Registration System in 2016, the cause of death due to NCDs such as DM is at 7,9%. Diabetes is a complex chronic disease that requires ongoing medical care with multifactorial risk reduction strategies beyond glycemic control. The combination of tamarind leaf extract and ajwa dates has been proven effective in lowering blood glucose levels at doses of 210 mg/kgBW and 98 mg/kgBW. One of the efforts to be more comprehensive to accelerate the downstream process of research results, we design and develop the potential of local plants, namely tamarind leaves combined with dates as natural sweeteners into a herbal health product in the form of candy for patients with type-2 diabetes mellitus.The specific target that has been achieved from the implementation of this activity is the application of science and technology through training, namely the increase in understanding, knowledge and skills of non-productive housewives (IRT) partners in processing tamarind and dates, especially in producing and implementing PPKM (production of sour date candy). java) which is better quality, healthy and hygienic with good and economical packaging as well as beneficial for people with Diabetes Mellitus (DM) Type-2. Partners are able to create self-medication and self-medication for themselves, their families and the environment as well as to improve the quality of life. Keywords: Tamarind, Diabetes Mellitus, Dates, Sweets.
UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA: Efforts to Improve Adolescent Reproductive Health Knowledge Elizabet Catherine Jusuf; Abadi Aman; Syahruni Syahrir; Ajardiana Idrus; Nasrudin A. Mappaware; Maisuri T. Chalid; Nur Azizah; Asmuliadi Asmuliadi; Waode Radmila
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 2 MEI 2023
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v8i2.19735

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai kondisi sehat dari sistem, fungsi dan proses organ reproduksi yang dimiliki oleh remaja, yaitu laki-laki dan perempuan usia 10-19 tahun dan belum menikah. Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi tentunya akan berdampak pada sikap yang tidak peduli terhadap kesehatan reproduksnya. khususnya terkait kesehatan reproduksi. Remaja baik laki-laki maupun perempuan mengalami berbagai masalah terkait kesehatan reproduksi seperti kehamilan yang tidak diinginkan (KTD), penyakit menular seksual (PMS) termasuk infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV), hal ini disebabkan salah satunya karena kurangnya pengetahuan dan sikap peduli terhadap kesehatan reproduksinya. Tujuan dalam intervensi kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi pada remaja kemudian mengevaluasi tingkat pengetahuannya sebelum dan setelah dilakukannya penyuluhan. Tahapan berupa pre-test, dilanjutkan dengan penyampain materi dengan metode ceramah, kemudian sesi tanya jawab dan diakhir dengan post-test oleh peserta. Hasil menunjukkan tingkat pengetahuan tentang kesehatan remaja adalah 5,68 sebelum diberikan penyuluhan dan meningkat signifikan menjadi 9,52 (67,61%) setelah mengikuti program penyuluhan (p<0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan tentang kesehatan reproduksi efektif dalam meningkatkan tingkat pengetahuan pada remaja. Dampak dari kegiatan ini diharapkan dengan terjadinya peningkatan pengetahuan pada remaja juga mampu meningkatkan sikap kepedulian dalam menjaga kesehatan reproduksinya. Kata kunci: Pengetahuan, reproduksi, remaja. ABSTRACT Adolescent reproductive health is defined as a healthy condition of the reproductive organ systems, functions and processes possessed by adolescent boys and girls aged 10-19 years and not yet married. The low level of knowledge about reproductive health will certainly have an impact on attitudes that do not care about their reproductive health, especially those related to reproductive health. Adolescents, both male and female, experience various problems related to reproductive health such as unwanted pregnancies, sexually transmitted diseases (STDs) including infection with Human Immunodeficiency Virus (HIV), this is due to a lack of knowledge and caring attitude towards reproductive health. This community aims to provide counseling about reproductive health to adolescents and then evaluate their level of knowledge before and after counseling. The stages are in the form of a pre-test, followed by presenting the material using the lecture method, then a question and answer session and ending with a post-test by the participants. The results show the level of knowledge of adolescents about Adolescent health was 5.68 before being given counseling and significantly increased to 9.52 (67.61%) after attending the counseling program (p<0.05). These results indicate that counseling on reproductive health is effective in increasing the level of knowledge warning in adolescents. It is hoped that the impact of this activity will increase the knowledge of adolescents and will also be able to increase their caring attitude in maintaining their reproductive health. Keywords: Knowledge, reproduction, adolescent.
PENDAMPINGAN DESA BERKELANJUTAN DAN EDUKASI POLA HIDUP SEHAT ERA NEW NORMAL DI SERANG BANTEN Sigit Surahman; Annisarizki Annisarizki; Budi Hasanah; Siska Mardiana
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 2 MEI 2023
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v8i2.20260

Abstract

Program pendampingan berkelanjutan ini melibatkan dosen, mahasiswa dan masyarakat di lingkungan Tamiang Kelurahan Tegalsari Kecamatan Walantaka Kota Serang Banten. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi merdeka belajar pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan selama 40 hari. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan lahan dan potensi yang ada menjadi pijakan untuk program pendampingan ini. Program meliputi pembekalan materi dari dosen, penentuan daerah pelaksaan program pengabdian, pengumpulan dana, persiapan perlengkapan, sosialisasi kepada masyarakat, dan pelaksanaan program pendampingan edukasi dan pola hidup sehat di era New Normal. Program pengabdian terlaksana meliputi, membuat apotek hidup, membuat tempat sampah dari bambu, seminar lokal untuk memotivasi warga dalam berinovasi, gotong royong, belajar membuat kerajinan tangan di lingkungan Tamiang, membuat tempat cuci tangan, senam minggu pagi, penanaman 150 bibit tanaman, mengajar anak-anak di Tamiang serta edukasi pola hidup sehat.Target dari program ini adalah meningkatkan kualitas potensi wilayah dan masyarakat di lingkungan Tamiang di masa era New Normal. Berjalannya program ini membantu masyarakat di lingkungan sekitar untuk dapat berinovasi kegiatan usaha kerajinan tangan bambu serta pentingnya pemanfaatan lahan untuk membuat apotek hidup yang dapat bermanfaat bagi masyarakat. Kata kunci: Pendampingan, edukasi, New Normal, berkelanjutan. ABSTRACT      This ongoing mentoring program involves lecturers, students and the community in Tamiang, Tegalsari Village, Walantaka District, Serang City, Banten. This activity is one form of the implementation of independent learning to serve the community, which is carried out for 40 days. The lack of community knowledge about land use and the existing potential is the basis for this mentoring program. The program includes providing material from lecturers, determining the implementation area for the service program, collecting funds, preparing equipment, outreach to the community, and implementing educational assistance programs and a healthy lifestyle in the New Normal era. The service programs implemented include, making a living pharmacy, making bamboo trash cans, local seminars to motivate residents to innovate, mutual cooperation, learning to make handicrafts in the Tamiang environment, making hand washing stations, Sunday morning gymnastics, planting 150 plant seeds, teaching children -children in Tamiang as well as education on healthy lifestyles. The target of this program is to improve the quality of the potential of the region and the community in Tamiang's environment during the New Normal era. The running of this program helps communities in the surrounding environment to be able to innovate bamboo handicraft business activities and the importance of land use to make a living pharmacy that can benefit the community. Keywords: Mentoring, education, New Normal, ongoing.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN SISTEM BUDIDAYA AQUAPONIK TANAMAN KANGKUNG DAN IKAN AIR TAWAR DI DESA BANGGAE KABUPATEN TAKALAR Anisa Riadhul Jannah; Andi Haris Muhammad
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 2 MEI 2023
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v8i2.21056

Abstract

Kecamatan Mangarabombang di Kabupaten Takalar merupakan salah satu kecamatan yang memiliki kawasan peruntukan pertanian tanaman hortikultura dan budidaya ikan air tawar. Akan tetapi, produktivitas tanaman hortikultura khususnya kangkung mengalami penurunan pada tahun 2020. Upaya peningkatan produktivitas kangkung dapat dilakukan dengan menggunakan inovasi sistem budidaya aquaponik sehingga dapat meningkatkan potensi perekonomian wilayah di bidang pertanian dan perikanan. Oleh karena itu, dilakukan kegiatan pengabdian dengan tujuan untuk memperkenalkan dan melatih masyarakat dalam pengembangan sistem budidaya aquaponik. Kegiatan ini dilakukan menggunakan metode sosialisasi dan pelatihan sistem budidaya aquaponik. Khalayak sasaran khusus kegiatan ini adalah masyarakat kelompok budidaya air tawar di Desa Banggae. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan diketahui bahwa sebanyak 12 peserta mengikuti kegiatan sosialisasi dan pelatihan. Hasil menunjukkan hampir seluruh peserta sangat paham terhadap pemaparan materi sosialisasi dan tertarik dalam pengembangan sistem budidaya aquaponik di daerah tersebut. Rakitan sistem budidaya aquaponik percontohan yang diserahkan menunjukkan pertumbuhan yang baik. Hal tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan implementasi pemahaman masyarakat. Kata kunci: Sosialisasi, pelatihan, sistem budidaya aquaponik, pengabdian masyarakat.   ABSTRACT Mangarabombang in Takalar is a subdistrict that has a designated area for horticultural crop farming and freshwater fish cultivation. The productivity of horticultural crops, especially kale, has decreased in 2020. Efforts to increase the productivity of kale can be done by using an aquaponic cultivation system that it can increase the regional economic potential in agriculture and fisheries. Therefore, service activities are carried out in the form of work programs with the aim of introducing and training the community in developing aquaponic cultivation systems. The method of activities are socialization and training on aquaponic cultivation systems. The target audience are members of the freshwater aquaculture group in Banggae Village. Based on the implementation of the activity, there are 12 participants join the socialization. The result is most of the participants were understanding of the socialization and were interested in developing aquaponic cultivation systems in the area. The aquaponic cultivation system assembly showed good growth. This is an indicator of the success of socialization, training, and implementation of community understanding activities. Keywords: Socialization, training, aquaponic cultivation system, community service.
PRODUKSI DAN KOMERSIALISASI SURABI DENGAN CAMPURAN IKAN UNTUK MENINGKATKAN NILAI GIZI PRODUK JAJANAN ANAK-ANAK DI PULAU SAMATELLU PANGKAJENE KEPULAUAN Meta Mahendradatta; Andi Rahmayanti; Abu Bakar Tawali; Fadhil Rizki Clausthaldi; Nurul Fathanah; Lisa Angriani
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 2 MEI 2023
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v8i2.22293

Abstract

Kasus stunting sudah menjadi permasalahan nasional, hampir seluruh wilayah Indonesia mengalami permasalahan yang sama, tak terkecuali di Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) menyentuh angka 17 %. Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus pemerintah Kabupaten Pangkep untuk menekan kasus stunting. Oleh karena itu perlu upaya untuk menekan kasus tersebut melalui pemanfaatan potensi sumber daya perikanan yang dimiliki Kabupaten Pangkep.Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendiseminasikan hasil penelitian produk berupa surabi ikan yang memiliki kandungan nutrisi tinggi untuk mengatasi kasus stunting di Kabupaten Pangkep. Kegiatan ini meliputi survei dan persiapan lokasi, persiapan teknologi yang akan didifusikan pada masyarakat, sosialisasi dalam bentuk ceramah, pelatihan dan praktek pembuatan surabi ikan serta pendampingan dan evaluasi program. Melalui kegiatan ini, diharapkan adanya peningkatan mutu produk pangan, dan peningkatan status gizi melalui produk berupa surabi ikan. Hasil pengabdian dikatakan berhasil yang ditandai dengan adanya peningkatan pengetahuan berdasarkan nilai pre-post test dan produk yang dihasikan pada saat pelatihan pembuatan produk surabi dengan campuran ikan. Kata kunci: Ikan, pangkep, stunting, surabi. ABSTRACT Stunting case has become a national problem, almost all parts of Indonesia have experienced the same problem include Pangkajene Islands Regency (Pangkep) which reaches 17%. This condition is a special concern for the Pangkep Regency government to suppress stunting cases. Therefore, efforts are needed to suppress the case through the utilization of the potential of fishery resources owned by Pangkep Regency. The purpose of this activity is to disseminate the results of product research in the form of fish surabi which contains high nutritional to overcome stunting cases in Pangkep Regency. These activities include surveys and site preparation, preparation of technology that will be diffused to the community, socialization in the form of lectures, training and practice of making fish surabi as well as mentoring and program evaluation. Through this activity, it is expected hat there will be an increase in the quality of food products, and an increase in nutritional status through products in the form of fish surabi. The dedication is stated successful if there is a raising in knowledge based on the value of the pre-post test and the products produced during training on making Surabi products with a mixture of fish. Keywords: Fish, pangkep, stunting, surabi.
PRODUK INOVASI KEPITING “KAMBU” PULAU SALEMO-SPERMONDE, PANGKAJENE KEPULAUAN Abu Bakar Tawali; Muhammad Yusri Karim; Meta Mahendradatta; Nurul Fathanah; Desak Nyoman Riastutik
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 2 MEI 2023
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v8i2.22708

Abstract

Pulau Salemo merupakan daerah penghasil rajungan yang berada di Kabupaten Pangkep. Potensi rajungan yang melimpah dimanfaatkan oleh pengumpul untuk dijual ke unit pengolahan rajungan dan diambil daging rajungannya sedangkan cangkang rajungan terbuang tanpa pemanfaatan lebih lanjut. Oleh sebab itu perlu upaya untuk mengatasi penumpukan cangkang rajungan menjadi produk bernilai ekonomi, salah satunya diolah menjadi Kepiting Kambu. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendifusikan teknologi surimi sebagai pengganti daging rajungan dalam pembuatan Kepiting Kambu dan teknik pemasaran yang tepat pada kelompok usaha bersama (KUB) pulau Salemo sehingga produk yang dihasilkan bisa dipasarkan. Kegiatan ini dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu melakukan survey lokasi, persiapan teknologi yang akan didifusikan kepada masyarakat serta sosialisasi dan pelatihan pembuatan Kepiting Kambu hingga pendampingan dan evaluasi program. Hasil pengabdian dikatakan berhasil berdasarkan nilai pre-post test masyarakat karena ada peningkatan pengetahuan setelah sosialisasi dan pelatihan yang dilakukan. Kata kunci: Pangkep, rajungan, kepiting kambu, surimi. ABSTRACT Salemo Island is a crab-producing region in Pangkep Regency, South Sulawesi Province. Collectors take the benefit of the abundance of crabs by selling them to a processing unit that processes the crab meat and leaving the crab shells to be wasted. Therefore, it is necessary to make efforts to prevent the accumulation of crab shells by processing them into products which have economic value. Crabs can be processed into Kambu Crab. The objective of this project is to disseminate surimi technology as a substitute for crab meat in the production of Kambu Crab at Kelompok Usaha Bersama (KUB) Salemo Island and to identify appropriate marketing strategies so that Kambu Crab may be commercialized. This activity is carried out in several stages, namely conducting site surveys, preparing technology to be fused to the community as well as socialization and training on making Kambu Crab to mentoring and program evaluation. Based on the value of the community's pre-posttest, the outcomes of the service are considered effective because there is an improvement in knowledge following socializing and training. Keywords: Pangkep, crab, kambu crab, surimi.
PENINGKATAN PRODUK PERTANIAN KAMPUNG BOKEM MELALUI PEMBERDAYAAN KELOMPOK MASYARAKAT DALAM MENGEMBANGKAN PERTANIAN ORGANIK Andri Prasetia; Jefri Sembiring; Rangga Kusumah; Dandi Saleky
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 2 MEI 2023
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v8i2.22714

Abstract

Perkembangan dan penerapan pendekatan pertanian organik terus meningkat seiring dengan semakin jelasnya dampak negatif dan bertambahnya kesadaran penduduk tentang bahaya penggunaan bahan-bahan kimia. Sistem pertanian organik yang bertujuan untuk tetap menjaga keselarasan  dengan sistem alami, dengan memanfaatkan dan mengembangkan semaksimal mungkin proses-proses alami dalam pengelolaan usaha tani. Secara umum para petani kampung Bokem belum memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk bercocok tanam organik. Untuk itu sangat perlu dilakukan pelatihan keterampilan bercocok tanam organik sehingga dari awal konsep ini sudah diterapkan oleh masyarakat Bokem. Hal ini diharapkan kedepan bahwa petani Kampung Bokem dapat menghasilkan produk sayuran yang bebas pestisida dan pupuk kimia. Selain itu dengan adanya pelatihan bercocok tanam sayur-sayuran secara organik akan meningkatkan perekonomian masyarakat dan membuat masyarakat mengkonsumsi sayuran sehat. Jenis luaran yang akan dihasilkan dari kegiatan ini adalah petani kampung Bokem dapat membuat Pupuk Organik Cair sehingga tidak bergantung pada pupuk kimia atau bahkan bebas pupuk kimia. Selain itu penggunaan bahan alam disekitar kampung dapat digunakan sebagai pestisida nabati. Lebih lanjut hasil yang diharapkan dari pengabdian ini adalah agar petani kampung Bokem menghasilkan sayuran organik dan kedepannya menjadi sentra produksi pertanian organik. Kata kunci: Usaha tani, Organik, Kampung Bokem. ABSTRACT The development and application of organic farming approaches continue to increase along with the clearer negative impact and increasing awareness of the population about the dangers of using chemicals. An organic farming system that aims to maintain harmony with natural systems, by utilizing and developing as many as possible natural processes in farming management. In general, Bokem village farmers do not have the knowledge and skills to grow organic crops. For this reason, it is very necessary to conduct training in organic farming skills so that from the beginning this concept has been applied by the Bokem community. It is hoped that in the future the farmers of Kampung Bokem can produce vegetable products that are free of pesticides and chemical fertilizers. In addition, training in organically grown vegetables, will improve the community's economy and make people consume healthy vegetables. The type of output that will be produced from this activity is that Bokem village farmers can make liquid organic fertilizer so they don't depend on chemical fertilizers or are even free of chemical fertilizers. In addition, the use of natural materials around the village can be used as vegetable pesticides. Furthermore, the expected result of this service is that Bokem village farmers produce organic vegetables and in the future become centers of organic agricultural production. Keywords: Farming, Organic, Bokem Village.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 2 JANUARI 2026 Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 1 OKTOBER 2025 Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 4 JULI 2025 Vol. 10 No. 3 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 3 APRIL 2025 Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 2 JANUARI 2025 Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 1 OKTOBER 2024 Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 2 MEI 2024 Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 1 OKTOBER 2023 Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 2 MEI 2023 Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 1 OKTOBER 2022 Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 2 MEI 2022 Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 1 OKTOBER 2021 Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021 Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020 Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020 Vol. 5 No. 1 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 1 OKTOBER 2019 Vol. 4 No. 2 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 2 MEI 2019 Vol. 4 No. 1 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 1 OKTOBER 2018 Vol. 3 No. 2 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 2 MEI 2018 Vol. 4 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. (EDISI KHUSUS) NOVEMBER 2018 Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 1 OKTOBER 2017 Vol. 2 No. 2 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 2 MEI 2017 Vol 2, No 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016 Vol. 2 No. 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016 Vol. 1 No. 2 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 2 MEI 2016 Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 1 OKTOBER 2015 More Issue