cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP)
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 24608173     EISSN : 25283219     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) merupakan media publikasi kegiatan pengabdian pada masyarakat di bidang agrokompleks, sains, sosial kemasyarakatan dalam bentuk penerapan IPTEKS maupun peningkatan pemberdayaan masyarakat. Jurnal ini terbit dua kali setahun di bulan Mei dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 363 Documents
PENINGKATAN KINERJA PRODUKSI DAN PEMASARAN MAKANAN BEKU SEHAT DAN HALAL BERBASIS IT UKM GOMBARA KOTA MAKASSAR Fatmah Afrianty Gobel; Dedy Atmajaya; Sukmawati Sukmawati
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 1 OKTOBER 2022
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v8i1.19768

Abstract

Usaha Produksi makan beku milik pesantren Darul Aman Gombara mulai beroperasi tahun 2019 menggunakan bahan produksi yang Halal dan Thayyib dan menjadi supplier Nugget serta Bakso beku pada beberapa tempat seperti koperasi kantor. Namun selama pandemi Covid-19 mengalami berbagai permasalahan diantaranya: kurangnya bahan baku, kurangnya pengetahuan tentang cara membuat laporan keuangan, omset penjualan yang menurun akibat permintaan yang berkurang, pemasaran produk yang masih didominasi oleh sistem konvensional, akibat Pandemi pemasaran model konvensional terhambat, kurangnya pemanfaatan pemasaran secara online disebabkan karena kurangnya keahlian dalam membuat konten yang dapat menarik pelanggan, hambatan legalitas seperti pengurusan perizinan BPOM, sertifikasi Halal, SNI, HaKI, ISO, dan Nutrition Fact label. Pengabdian kepada Masyarakat skema Program Kemitraan Masyarakat (PkM) bertujuan untuk melakukan standarisasi dan sertifikasi makanan olahan yang diproduksi oleh UKM Gombara  Food oleh BPOM, BPMPP, LP-POM MUI, meningkatkan kemampuan dalam membuat laporan keuangan berbasis IT. Metode yang digunakan dengan melakukan pelatihan penyelia halal, melakukan pendampingan sertifikasi produk serta membangun sistem laporan keuangan dan promosi berbasis IT, dan melakukan demplot agar pimpinan dan karyawan dapat menjalankan sistem IT yang telah dibuat. Dampak sosial dapat dilihat dari perubahan pengetahuan pimpinan dan karyawan setelah diberikan pelatihan sistem jaminan halal. Dampak ekonomi dapat dilihat dari perbedaan keuntungan (laba) setelah terbitnya sertifikat halal pada bulan September terjadi peningkatan keuntungan yang signifikan. Dampak terhadap kesehatan dengan dipersyaratkan oleh BPOM dan LPPOM pemeriksaan laboratorium terhadap air yang dipergunakan dalam proses produksi, menyebabkan pada lebih diperhatikannya sumber air dan bahan baku yang digunakan dalam proses produksi sehingga benar-benar dipastikan aman dan memenuhi standar kesehatan. Kata kunci: Makanan sehat, Laporan keuangan, Informasi teknologi, Sertifikasi halal.   ABSTRACT The frozen food production business belonging to the Darul Aman Gombara Islamic boarding school began operating in 2019 using Halal and Thayyib production materials and became a supplier of frozen nuggets and meatballs in several places such as office cooperatives. However, during the Covid-19 pandemic, there were various problems including: lack of raw materials, lack of knowledge on how to make financial reports, decreased sales turnover due to reduced demand, product marketing which was still dominated by conventional systems, as a result the conventional marketing pandemic was hampered, lack of utilization online marketing is caused by a lack of expertise in creating content that can attract customers, legal barriers such as obtaining BPOM licensing, Halal certification, SNI, Intellectual Property Rights, ISO, and Nutrition Fact labels. The Community Service Scheme of the Community Partnership Program (PkM) aims to standardize and certify processed foods produced by Gombara Food SMEs by BPOM, BPMPP, LP-POM MUI, improve the ability to make IT-based financial reports. The method used is by conducting halal supervisor training, providing product certification assistance and building an IT-based financial reporting and promotion system and conducting demonstration plots so that leaders and employees can run the IT system that has been created. The social impact can be seen from changes in knowledge of leaders and employees after being given training on the halal assurance system. The economic impact can be seen from the difference in profit (profit) after the issuance of the halal certificate in September there was a significant increase in profits. The impact on health is required by BPOM and LPPOM for laboratory examination of water used in the production process, causing more attention to water sources and raw materials used in the production process so that they are absolutely safe and meet health standards. Keywords: Healthy food, Financial reports, Information technology, Halal certification.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KEMAMPUAN KONSELING KONTRASEPSI JANGKA PANJANG PASCA SALIN PADA KONSELOR DI RSKDIA FATIMAH: IMPROVEMENT OF LONG-TERM POST DELIVERY CONTRACEPTION COUNSELING KNOWLEDGE AND ABILITY COUNSELOR AT FATIMAH MOTHER AND CHILDREN HOSPITAL Irnawati Bahar; Nurbani Bangsawan; Eddy Hartono; Eddy Tiro; Elizabet Catherine Jusuf; Livy Leonard Lieswan; Gressella K. Mamangkey
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 1 OKTOBER 2022
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v8i1.20110

Abstract

Angka kematian ibu dan anak di Indonesia terutama di Sulawesi Selatan masih tinggi. Salah satu cara menurunkan angka kematian ibu adalah menjarangkan kehamilan dengan penggunaan kontrasepsi. Ibu pasca salin yang tidak menggunakan kontrasepsi berpotensi mengalami kehamilan dengan jarak sangat dekat, berkaitan dengan kehamilan berisiko dan kehamilan yang tidak diinginkan yang akan berkontribusi terhadap kematian ibu. Namun, sampai saat ini penggunaan kontrasepsi pasca salin masih rendah terutama untuk metode kontrasepsi jangka panjang. Berdasarkan Riskesdas tahun 2018, cakupan pemakaian IUD sebesar 6,6% dan susuk sebesar 4,7%. Faktor yang menurunkan minat untuk memakai kontrasepsi adalah kurangnya pengetahuan akseptor mengenai kelebihan, efek samping, efektivitas dan efisiensi. Pelaksanaan konseling yang baik dengan penjelasan yang optimal dari konselor dapat mempengaruhi keputusan klien dalam menggunakan kontrasepsi. Tujuan dalam intervensi kegiatan in-house training ini adalah untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan dan kemampuan konselor mengenai konseling kontrasepsi jangka panjang pasca salin sebelum dan setelah dilakukannya in-house training. Tahapan berupa pretest, dilanjutkan dengan pemberian materi kemudian sesi tanya jawab, demonstrasi dan praktik pada model dan diakhir dengan posttest. Hasil menunjukkan tingkat pengetahuan tentang konseling kontrasepsi jangka panjang pasca salin adalah 3,51(0,51)  dan tingkat kemampuan adalah 3,41(0,57) sebelum diberikan in-house training dan meningkat signifikan menjadi tingkat pengetahuan peserta adalah 4,70(0,47) dan untuk tingkat kemampuan adalah 4,59(0,50).setelah diberikan in-house training (p<0,05). Hasil ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan dan kemampuan secara signifikan sebelum dan setelah dilakukan in-house training. Dampak dari kegiatan ini diharapkan dengan meningkatnya pengetahuan dan kemampuan tenaga kesehatan sebagai konselor maka akan meningkatkan minat penggunaan kontrasepsi pasca salin. Kata kunci: Pengetahuan, Konseling, Kontrasepsi. ABSTRACT Maternal and child mortality rates in Indonesia, particularly in South Sulawesi, still high. Using contraception to space out pregnancies is one method of lowering maternal mortality. Post delivery mothers who do not use contraception are at risk of having very close pregnancies, which can lead to risky pregnancies and unwanted pregnancies, both of which contribute to maternal mortality. However, the use of postpartum contraception is still low, particularly for long-term contraceptive methods. According to Riskesdas 2018, IUD usage is covered at 6.6 percent and implants at 4.7 percent. Acceptors’s lack of knowledge about the benefits, side effects, effectiveness, and efficiency of contraception is one factor that reduces their interest in using it. A good counseling implementation with optimal explanation from the counselor can influence the client's decision to use contraception. The goal of this intervention was to assess counselors' knowledge and ability regarding long-term post delivery contraception counseling before and after the in-house training. The stages consist of a pretest, material distribution, a question and answer session, demonstration and practice on the model, and a posttest. The results showed that the level of knowledge about long-term postpartum contraceptive counseling was 3.51(0.51) and the level of ability was 3.41(0.57) before being given in-house training and a significant increase to the level of knowledge of participants was 4.70(0.47) and the ability level is 4.59(0.50) after being given in-house training (p0.05). These findings indicate that there is a significant increase in knowledge and skills before and after in-house training. The impact of this activity is expected to increase health workers' knowledge and ability as counselors, as well as interest in the use of postpartum contraception. Keywords: Knowledge, Counseling, Contraception.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MASYARAKAT DESA LAUT DENDANG MELALUI URBAN FARMING Sakiah Sakiah; Hari Gunawan; Tuty Ningsih
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 1 OKTOBER 2022
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v8i1.21754

Abstract

Pekarangan rumah di wilayah perkotaan dan atau pinggir kota memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber penghasil pangan yang sehat dan bahkan berpeluang sebagai sumber pendapatan bagi keluarga. Melakukan budidaya tanaman di pekarangan rumah dihadapkan pada keterbatasan ruang, dengan keterbatasan tersebut perlu inovasi maupun teknologi tepat guna agar tercapai produksi yang diharapkan. Berdasarkan isian angket anggota Karang Taruna dan PKK Desa Laut Dendang, praktik budidaya tanaman di pekarangan rumah jenis tanaman bunga-bungaan telah dilakukan dan tidak memilih jenis tanaman sayuran, buah maupun tanaman herbal karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki warga. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan keterampilan Karang Taruna Tunas Muda dan PKK Desa Laut Dendang dalam praktik urban farming menanam tanaman sayuran daun dan sayuran buah  dengan memanfaatkan potensi yang ada di pekarangan rumah. Pada kegiatan ini dilakukan beberapa tahapan yaitu konsolidasi dengan Perangkat Desa dan Penggerak PKK, sosialisasi sasaran kegiatan kepada peserta, pengisian angket/kuisioner, penyuluhan, praktik bercocok tanam dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, pemahaman dan ketertarikan peserta melakukan budidaya tanaman sayuran daun dan sayuran buah di pekarangan rumah.. Kata kunci: Urban farming, Pekarangan, Pangan, Sayur, Sehat. ABSTRACT Home yards in urban and/or suburban areas have the potential to be used as a source of healthy food production and even have the opportunity as a source of income for families. Carrying out plant cultivation in the yard of the house is faced with limited space, with these limitations it is necessary to innovate and appropriate technology in order to achieve the expected production. Based on the questionnaires filled by members of the Karang Taruna and PKK Laut Dendang Village, the practice of cultivating plants in the yard of the house with flower types has been carried out and did not choose the types of vegetables, fruit or herbal plants due to the lack of knowledge and skills possessed by the residents. The purpose of this activity is to improve the skills of the Karang Taruna Tunas Muda and PKK Laut Dendang Village in the practice of urban farming to plant leaf vegetables and fruit vegetables by utilizing the potential that exists in the yard of the house. In this activity, several stages were carried out, namely consolidation with Village Apparatus and PKK Activators, socialization of activity targets to participants, filling out questionnaires/questionnaires, counseling, farming practices and evaluation. The results of the activity showed an increase in the knowledge, understanding and interest of participants in cultivating leaf vegetables and fruit vegetables in the yard of the house. Keywords: Urban farming, Yard, Food, Vegetables, Healthy.
PENGUATAN KEMAMPUAN MANAJERIAL KELOMPOK WANITA TANI MELALUI PELATIHAN LAPORAN KEUANGAN USAHATANI DI KABUPATEN KOLAKA Kabul Budiman; Masitah Masitah; Campina Illa Prihantini; Nursalam Nursalam; Hasbiadi Hasbiadi
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 2 MEI 2022
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v7i2.22269

Abstract

Kelompok wanita tani merupakan salah satu kelompok masyarakat yang memiliki potensi yang besar untuk diberdayakan. Terlebih kelompok wanita tani yang berada di daerah pedesaan dengan kawasan yang memiliki lahan pekarangan yang cukup luas. Lahan pekarangan dapat menjadi sumberdaya produksi yang jika dikelola dengan baik akan menjadi salah satu sumber penerimaan bagi wanita tani. Kelompok wanita tani di Desa Lamondape pada umumnya adalah ibu rumahtangga yang memiliki aktivitas bertani di lahan perkebunan atau sawah milik mereka. Jika tidak sedang berproduksi, mereka memanfaatkan lahan pekarangan dengan menanam tanaman hortikultura seperti sayur mayur. Pelatihan laporan keuangan usahatani sayur mayur diberikan kepada kelompok wanita tani agar mereka mampu mengelola keuangan usahatani sampingan dengan baik sehingga usahatani sayur mayur dari lahan pekarangan dapat menjadi sumber penghasilan alternatif bagi rumahtangga mereka. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa mereka sangat antusias dan adanya perubahan pola pikir dalam memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber penerimaan alternatif mereka. Kata kunci: Keuangan, Laporan, Manajerial, Wanita, Tani. ABSTRACT Women farmer group is one of the community groups that has great potential to be empowered. Moreover, the group of women farmers who are in rural areas with areas that have a fairly large yard. Yards can be a production resource which, if managed properly, will be a source of income for women farmers. Women farmer in Lamondape village are generally housewives who have farming activities on their plantations or rice fields. If they are not in production, they use their yards by planting horticultural crops such as vegetables. Vegetable farming financial report training is given to women farmer group so that they are able to manage sideline farming finances well so that vegetable farming from their yards can be an alternative source of income for their households. The results of the service program show that they are very enthusiastic and there is a change in their mindset in utilizing their yard as an alternative source of income. Keywords: Report, Finance, Managerial, Woman, Farmer.
STRATEGI PENINGKATAN KESADARAN DAN KEPEDULIAN TERHADAP EKOSISTEM MANGROVE PADA MURID SDN 54 DAN SDN 206 DI KELURAHAN PALLAMEANG, KECAMATAN MATTIRO SOMPE, KABUPATEN PINRANG: Strategy to Increase Awareness and Concern on Mangrove Ecosystem to the Students of SDN 54 and SDN 206 in Pallameang Village, Mattiro Sompe District, Pinrang Regency Sharifuddin Bin Andy Omar; Dewi Yanuarita Satari; Moh. Tauhid Umar; Basse Siang Parawangsa; Budiman Yunus; Sri Wahyuni Rahim; Suwarni Suwarni; Wilma J.C. Moka; Rita Yustianti; Muhammad Yusuf; Nurlaela Abdullah B.
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 1 OKTOBER 2022
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v8i1.22605

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem yang memiliki fungsi ekologis dan ekonomis yang penting bagi masyarakat. Kelurahan Pallameang, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang, saat ini mengalami abrasi secara terus menerus pada daerah pesisir pantai. Hal ini dikarenakan kawasan tersebut telah kehilangan mangrove yang merupakan salah satu pelindung alami pesisir pantai. Kesadaran untuk menjaga lingkungan sebagai tempat bermukim dan sumber kehidupan masyarakat membutuhkan proses yang harus dimulai sejak usia muda. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan pada murid Kelas V SDN 54 dan SDN 206 di Kelurahan Pallameang dengan menggunakan metode pengajaran aktif-demonstratif. Tahapan kegiatan yang dilakukan meliputi penyampaian materi tentang ekosistem mangrove, jenis-jenis mangrove, biota yang berasosiasi dengan mangrove, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pengenalan beberapa jenis mangrove. Selain itu, juga dilakukan pre-test dan post-test, lomba membaca, dan lomba menggambar jenis-jenis mangrove. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa anak usia dini di Kelurahan Pallameang membutuhkan bentuk pembelajaran muatan lokal mengenai pengenalan lingkungan ekosistem mangrove. Hal ini terlihat dari kurangnya pengetahuan siswa tentang peran ekosistem mangrove bagi lingkungan, namun minat dan antusias siswa sangat tinggi dalam mengikuti kegiatan pengenalan ekosistem mangrove ini. Kata kunci: Murid kelas V SD, Mangrove, Kelurahan Pallameang, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang.                                                                  ABSTRACT Mangrove ecosystem is an ecosystem with an ecology and economic benefit for coastal livelihood. The Pallameang Village of Mattiro Sompe District in Pinrang Regency, is currently experiencing continuous abrasion of its coastal area. This is because the area has lost mangroves as the natural protectors of the coast. The awareness to protect the mangrove ecosystem as resources where this coastal community depends on for their livelihood requires a process that must be started at a young age. Our community services were carried out for the 5th grade class students at SDN 54 and SDN 206 in Pallameang Village by active-demonstrative teaching method. The activities carried out through: 1) slides presentation on mangrove ecosystem, mangrove species, associated biota of mangrove, 2) introducing mangroves species found in the area, and 3) competitions on reading and drawing related to mangrove. In addition, we conduct pre-test and post-test. The results of the test indicate that children in Pallameang Village require a form of local content learning in regard to mangrove ecosystem in their area. These students have no knowledge on the role of mangrove ecosystems for the environment Nevertheless, the interest and enthusiasm of students were very high in participating in all activities of our community service in the introduction of mangrove ecosystem. Keywords: Fifth grade elementary school students, Mangroves, Pallameang Village, Mattiro Sompe District, Pinrang Regency.
PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN ALUMNI DAN MAHASISWA FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA Asmidar Asmidar; Danial Danial; Mustamin Mustamin; Beddu Beddu; Agustina Agustina
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 1 OKTOBER 2022
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v8i1.23319

Abstract

Tingginya tingkat pengangguran dan pencari kerja dimasa pandemi sekarang, menuntut pemerintah untuk berperan dalam mengurangi tingkat pengangguran. Tingginya tingkat pengangguran dan pencari kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti rendahnya jiwa kewirausahaan dikalangan mahasiswa dan alumni, kepercayaan diri dan motivasi, kedisiplinan mengenai waktu serta keterampilan manajerial dibidang bisnis masih kurang. Salah satu solusi untuk mengurangi tingkat pengangguran dan pencari kerja dimasa pandemi yaitu melalui pembinaan terkait program kewirausahaan. PPK merupakan program pengembangan kewirausahaan yang telah berjalan sejak tahun 2019, 2020 dan berlanjut sampai sekarang. Program PPK ini memasuki tahun ke III, dengan jumlah tenant 20 orang yang berasal dari 5 alumni dan 15 orang mahasiswa aktif yang sedang merintis usaha. Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) UMI bertujan untuk membangun unit layanan kewirausahaan yang professional, mandiri dan berkelanjutan, berwawasan knowledge based economy. Bidang usaha yang sedang berjalan saat ini adalah sektor jasa (jasa pengantaran wisatawan kebeberapa pulau di Sulawesi Selatan) dan sektor barang (usaha: aquaponikzizu, jajanan massipa, macakka, fresto bandeng dan bandeng tanpa duri serta usaha bakso daengku). Program Pengembangan Kewirausahaan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia Tahun 2021 (tahun ketiga) telah terlaksana, dan berhasil membina empat (4) wirausaha baru mandiri dan tiga (3) usaha yang sudah dirintis sejak tahun 2020 yang siap beraktivitas dimasyarakat baik individu maupun kelompok dari tujuh jenis usaha yang dibina dengan jumlah keseluruhan tenant sebanyak 20 orang. Kata kunci: Kewirausahaan, Mahasiswa, Alumni. ABSTRACT The high rate of unemployment and job seekers during the current pandemic, requires the government to play a role in reducing the unemployment rate. The high rate of unemployment and job seekers is influenced by several factors such as low entrepreneurial spirit among students and alumni, self-confidence and motivation, discipline regarding time and lack of managerial skills in the business sector. One solution to reduce the unemployment rate and job seekers during the pandemic is through coaching related to entrepreneurship programs. KDP is an entrepreneurship development program that has been running since 2019, 2020 and continues until now. This KDP program is entering its third year, with 20 tenants from 5 alumni and 15 active students who are starting a business. The UMI Entrepreneurship Development Program (PPK) aims to build a professional, independent and sustainable entrepreneurship service unit with knowledge-based economy insight. Current business sectors are the service sector (tourist delivery services to several islands in South Sulawesi) and the goods sector (business: aquaponikzizu, massipa snacks, macakka, fresto milkfish and milkfish without thorns and meatball business daengku. The Entrepreneurship Development Program of the Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Universitas Muslim Indonesia in 2021 (third year) has been carried out, and has succeeded in fostering four (4) new independent entrepreneurs and three (3) businesses that have been initiated since 2020 that are ready to carry out activities in the community, both individually and in groups. of the seven types of businesses that are fostered with a total of 20 tenants. Keywords: Entrepreneurship, College students, Alumny.
PENGOLAHAN LIMBAH TERNAK SAPI MENJADI BIORETENSI DAN BIOURIN BERBASIS CARBONTECH PADA KELOMPOK TANI TERNAK PADAIDI DI KABUPATEN SIDRAP Sukmawati Sukmawati; Rasbawati Rasbawati; Rahmawati Rahmawati
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 1 OKTOBER 2022
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v8i1.23323

Abstract

Permasalahan prioritas yang dihadapi oleh Kelompok tani ternak Padaidi adalah pengolahan limbah ternak dan sanitasi kandang sapi. Tujuan kegiatan ini adalah mengolah limbah ternak sapi menjadi produk yang bernilai ekonomi. Solusi yang ditawarkan adalah adalah pengolahan limbah ternak melalui implementasi teknologi carbontech dan fermentasi urin serta pengelolaan kandang untuk meningkatkan sanitasi. Selain itu juga dilakukan transfer teknologi terkait teknik pengemasan dan cara membangun jejaring pemasaran produk untuk mendapatkan informasi dan meningkatkan pengetahuan, keterampilan kerja dan kompetensi mitra agar mampu mengadopsi teknologi yang ditawarkan. Metode yang dilakukan terdiri dari penyuluhan, pelatihan dan implementasi redisain lantai kandang, perancangan alat karbonisasi, dan perakitan instalasi fermentasi biourin. Analisis kimia dilakukan pada sampel produk biochar dan biourin. Selain itu juga dilakukan pelatihan pengemasan produk biochar dan biourin. Produk yang dihasilkan pada kegiatan ini adalah biochar sebagai bioretensi dari feses sapi dengan persentase fraksi kelembaban 8.78%, kadar abu 39.89%, zat volatil 27.61%, dan karbon tetap 23,72%. Produk lain yang dihasilkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pupuk cair berupa biourin dari urin sapi. Kata kunci: Karbonisasi, Fermentasi,  Biochar, Biourin, Pemasaran. ABSTRACT The main problems faced by the Padaidi cattle farmer group are the processing of livestock waste and the sanitation of the cow drum. The purpose of this activity is to process cattle waste into products that have economic value. The solutions offered are livestock waste treatment through the implementation of carbontech technology and urine fermentation as well as cage management to improve sanitation. In addition, technology transfers related to packaging techniques and how to build product marketing networks are also carried out to obtain information and improve the knowledge, work skills and competencies of partners so that they are able to adopt the technology offered. The method used consisted of counseling, training and implementation of cage floor redesign, design of carbonization equipment, and assembly of biourin fermentation installations. Chemical analysis was carried out on samples of biochar and biourin products. In addition, training on packaging of biochar and biourin products was also conducted. The product produced in this activity is biochar as bioretention from cow feces with a percentage of moisture fraction 8.78%, ash content 39.89%, volatile substances 27.61%, and fixed carbon 23.72%. Other products produced in this community service activity are liquid fertilizer in the form of biourin and cow urine.
IMPLEMENTASI PERTANIAN ORGANIK PADA PRODUKSI BENIH DAN BERAS HITAM FUNGSIONAL DI KELOMPOK TANI WANUE Ifayanti Ridwan; Muh. Farid BDR; Muhammad Fuad Anshori
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 1 OKTOBER 2022
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v8i1.23324

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini didasari oleh pemasalahan yang dihadapi Mitra Kelompok Tani yaitu rendahnya produktivitas padi, harga gabah rendah saat panen, dan kelangkaan pupuk. Sementara itu, bahan baku untuk pembuatan pupuk kompos/biochar dan pupuk cair/biopestisida tersedia dalam jumlah yang besar, namun cara memproduksi dan manajemen produksinya belum diketahui dengan baik. Solusi yang ditawarkan adalah pembinaan kelompok tani melalui pelatihan pertanian organik dan demplot benih dan beras hitam fungsional, baik dari aspek teknik budidaya maupun manajemen pemasaran dari pengemasan, pelabelan dan pemasaran. Selama kegiatan pengabdian dilaksanakan pendampingan kelompok tani dalam memproduksi benih padi hitam, beras hitam, produksi kompos dan pupuk cair organic (POC)/biopestisida, sehingga produktivitas dan pendapatan petani meningkat. Metode dan tahapan pelaksanaan dilakukan melalui sosialisasi program dalam bentuk FGD, dilanjutkan dengan pelatihan tatap muka tentang teknologi yang akan diterapkan. Hasil pelatihan berupa produk pupuk kompos dan POC/biopestisida yang dipraktekkan oleh kelompok tani digunakan pada demplot perbenihan dan produksi benih padi hitam. Total produksi yang dihasilkan dalam kegiatan ini sebesar 2 ton pupuk kompos, 100 liter POC/Biopestisida dan padi hitam dengan produktifitas sekitar 7 ton/ha. Produk yang dihasilkan diproses dan dikemas sebagai usaha agrobisnis padi hitam dan pupuk organik untuk dijual di pasaran dibawah binaan UNHAS dan PEMDA setempat. Target khusus yang ingin dicapai pada program ini adalah terbentuknya Desa Mandiri benih padi hitam berkualitas dan pupuk organik secara lokal sebagai suatu unit usaha kelompok tani yang dapat mensuplai benih dan pupuk kepada petani di Kabupaten Bone. Kata kunci: Padi hitam, Jeliteng, Kompos, POC, Biopestisida. ABSTRACT This community service activity is based on the problems faced by farmer group partner, namely low rice productivity, low grain prices at harvest, and scarcity of fertilizers. Meanwhile, raw materials for the manufacture of compost and liquid fertilizer/biopesticides are available in large quantities, but the method of production and production management are not well known. The solution offered is the development of farmer groups through organic farming training and demonstration plots of seeds and functional black rice, both from the aspect of cultivation techniques and marketing management from packaging, labeling and marketing. During the service activities, assistance was carried out by farmer groups in producing black rice seeds, black rice, compost production and organic liquid fertilizer (POC)/biopesticides, so that the productivity and income of farmers increased. The method and stages of implementation are carried out through program socialization in the form of FGDs, followed by face-to-face training on the technology to be applied. The results of the training in the form of compost and POC/biopesticide products practiced by farmer groups were used in demonstration plots of black rice seed and seed production. The total production produced in this activity is 2 tons of compost, 100 liters of POC/Biopesticide and black rice with a productivity of 7 tons/ha. The resulting product is processed and packaged as an agribusiness business for black rice and organic fertilizer to be sold in the market under the guidance of UNHAS and the local government. The specific target to be achieved in this program is the establishment of an Independent Village of quality black rice seeds and organic fertilizers locally as a business unit of farmer groups that can supply seeds and fertilizers to farmers in Bone Regency. Keywords: Black rice, Jeliteng, Compost, Liquid Organic Fertilizer, biopesticide.
PELATIHAN PEMBUATAN BAHAN PENGAYA KOMPOS PADA KELOMPOK TANI HUTAN MEGA BUANA 3 DESA LIPUKASI KECAMATAN TANETE RILAU KABUPATEN BARRU Andi Rahayu Anwar; Syamsia Syamsia; Husna Latifah; Asriyanti Syarif; Burhanuddin Burhanuddin
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 1 OKTOBER 2022
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v8i1.23525

Abstract

Kompos merupakan bahan organik yang telah mengalami proses dekomposi oleh mikroba. Kompos mengandung unsur hara makro dan mikro yang lengkap namun kadarnya kecil. Penambahan bahan pengaya dalam kompos dapat meningkatkan kualitas kompos. KTH Mega Buana 3 merupakan salah satu kelompok tani hutan yang memproduksi kompos dengan memanfaatkan daun-daun kering, rerumputan dan limbah organik lainnya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada anggota KTH Mega Buana 3 tentang limbah pertanian yang dapat digunakan sebagai bahan pengaya kompos. Metode pelaksanaan kegiatan adalah penyuluhan dan pelatihan. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan dilaksanakan di tempat pembuatan kompos KTH Mega Buana 3. Hasil dari kegiatan ini adalah: 1) anggota KTH mengetahui limbah pertanian yang dapat digunakan sebagai bahan pengaya kompos; 2) mengetahui peralatan yang dibutuhkan untuk pembuatan bahan pengaya kompos; 3) terampil menggunakan tungku pengarangan dan mesin penggiling arang. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan limbah pertanian seperti batang pisang, kulit kapok dan sabut kelapa sebagai bahan pengaya kompos dan menjadi produk unggulan KTH Mega Buana 3. Kata kunci: Arang, Batang pisang, Kulit kapok, Sabut kelapa. ABSTRACT Compost is organic material that has undergone a microbial decomposition process. Compost contains complete macro and micro nutrients but the levels are small. The addition of additives in the compost can improve the quality of the compost. KTH Mega Buana 3 is a forest farmer group that produces compost by utilizing dry leaves, grass and other organic waste. The purpose of this activity is to provide knowledge and skills to members of KTH Mega Buana 3 about agricultural waste that can be used as compost add-on. The method of implementing the activities is counseling and training. Extension and training activities were carried out at the composting site of KTH Mega Buana 3. The results of this activity were: 1) KTH members knew agricultural waste that could be used as compost add-on; 2) knowing the equipment needed for the manufacture of compost additives; 3) Skilled in using charcoal kilns and grinding machines. This activity is expected to increase the utilization of agricultural waste such as banana stems, kapok skin and coconut fiber as compost additives and become the flagship product of KTH Mega Buana 3. Keywords: Charcoal, Banana stem, Kapok skin, Coconut fiber
PENDAMPINGAN PENERAPAN HALAL PADA PELAKU USAHA UMKM DI KAWASAN WISATA KOTA PAREPARE Muhammad Kurnia; Nahariah Nahariah; Kasmiati Kasmiati
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 1 OKTOBER 2022
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v8i1.23527

Abstract

Produk makanan halal yang bersertifikasi sudah menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat, tidak hanya bagi masyarakat muslim tetapi juga bagi non-muslim. Hal ini disebabkan produk-produk makanan yang sudah memiliki sertifikat halal, memiliki jaminan kesehatan dan kualitas produk. Hal ini mendorong beberapa pemerintah daerah semakin menggenjot para pelaku usaha untuk mengurus sertifikat halal bagi produk yang dihasilkan. Pemerintah Kota Parepare salah satu yang tidak mau ketinggalan dalam menggenjot terwujudnya program kota destinasi wisata kuliner halal. Selain itu, tingkat pengetahuan terkait produk halal di kalangan pelaku usaha, restoran, café dan lainnya saat ini masih kurang dan umumnya menganggap makanan halal itu hanya dari bahannya saja. Masalah-masalah ini menjadi dasar pelaksanaan pengabdian masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan dan Pembelajaran Masyarakat (PPM) melalui program: (1) Sosialisasi penerapan halal dan Pemetaan pelaku UMKM; (2) Identifikasi bahan-bahan Produk Olahan dan Proses Pembuatan Produk; (3) Penyuluhan Keamanan Pangan; (4) Sosialisasi Penyelia; (5) Sosialisasi Hukum Sertifikasi Halal. Program dilaksanakan melalui kemitraan KKN PPM Universitas Hasanuddin Pemerintah Kota dengan metode Participatory Rural Appraisal yang melibatkan masyarakat. Hasil yang diperoleh berupa peta sebaran pelaku UMKM. Selain itu, bahan-bahan produk olahan dan proses pembuatan dapat diidentifikasi melalui Manual Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) yang dihasilkan. Jaminan produk dan proses produksi memacu pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing kualitas produk, peningkatan penerapan iptek, peningkatan pengetahuan manajemen neraca keuangan usaha, nilai keamanan dan kesehatan produk serta peningkatan partisipasi mahasiswa dengan berbagai luaran yang dihasilkan. Kata kunci: Sertifikasi, Penerapan halal, UMKM. ABSTRACT Certified halal food products have become an urgent need for the community, not only for the Muslim community but also for non-Muslims. This is due to food products that already have a halal certificate, have health and quality guarantees for a product. This has encouraged several local governments to encourage business actors to take care of halal certificates for their products. The Parepare City Government is one that does not want to be left behind in boosting the realization of the city program for halal culinary tourism destinations. In addition, the level of knowledge related to halal products among business actors, restaurants, cafes and others is currently still lacking. Generally, they consider halal food only from the ingredients. These problems become the basis for implementing community service through the Community Empowerment and Learning (KKN PPM) program through the following programs: (1) Socialization of halal application and Mapping of MSME actors; (2) Socialization of the Halal Supervisor; (3) Food Safety Counseling; (4) Identification of Processed Product ingredients and Product Manufacturing Process; (5) Socialization of Halal Certification Law. The program is implemented through a partnership with the Parepare City Government using the Participatory Rural Appraisal method that involves the community. The results obtained are in the form of a map of the distribution of MSME actors. In addition, processed product ingredients and manufacturing processes can be identified through the resulting Halal Product Assurance System Manual (SJPH). Product assurance and production processes encourage business actors to improve product quality competitiveness, increase the application of science and technology, increase knowledge of business balance sheet management, value product safety and health as well as increase student participation with various outputs produced. Keywords: Certification, Halal application, MSME.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 2 JANUARI 2026 Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 1 OKTOBER 2025 Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 4 JULI 2025 Vol. 10 No. 3 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 3 APRIL 2025 Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 2 JANUARI 2025 Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 1 OKTOBER 2024 Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 2 MEI 2024 Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 1 OKTOBER 2023 Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 2 MEI 2023 Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 1 OKTOBER 2022 Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 2 MEI 2022 Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 1 OKTOBER 2021 Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021 Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020 Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020 Vol. 5 No. 1 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 1 OKTOBER 2019 Vol. 4 No. 2 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 2 MEI 2019 Vol. 4 No. 1 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 1 OKTOBER 2018 Vol. 3 No. 2 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 2 MEI 2018 Vol. 4 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. (EDISI KHUSUS) NOVEMBER 2018 Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 1 OKTOBER 2017 Vol. 2 No. 2 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 2 MEI 2017 Vol. 2 No. 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016 Vol 2, No 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016 Vol. 1 No. 2 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 2 MEI 2016 Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 1 OKTOBER 2015 More Issue