cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP)
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 24608173     EISSN : 25283219     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) merupakan media publikasi kegiatan pengabdian pada masyarakat di bidang agrokompleks, sains, sosial kemasyarakatan dalam bentuk penerapan IPTEKS maupun peningkatan pemberdayaan masyarakat. Jurnal ini terbit dua kali setahun di bulan Mei dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 363 Documents
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR TERINTEGRASI PENGEMBANGAN BUDIDAYA TERNAK ITIK DALAM MENDUKUNG KESEJAHTERAAN EKONOMI BERKELANJUTAN DI DESA LAWULO KECAMATAN SAMATURU KABUPATEN KOLAKA H. Hastuti; Ramlah Saleh; Yolanda Fitria Syahri
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 2 MEI 2023
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v8i2.23103

Abstract

Pemberdayaan masyarakat pesisir di Desa Lawulo memiliki potensi yang cukup besar untuk mengintegrasikan antara budidaya hasil laut berupa ikan dan rumput laut dengan bidang pertanian dan peternakan. Berbagai permasalahan yang ada, pertama produk hasil laut seperti ikan dan rumput laut yang diperoleh tidak memiliki value added, hal ini  dikarenakan masyarakat pesisir hanya menjual dalam bentuk bahan mentah dengan harga yang lebih  murah, dan lahan pemukiman yang tidak termanfaatkan untuk mendukung pengembangan ekonomi masyarakat melalui budidaya rumput laut dan ternak. Solusinya adalah pertama melakukan pengolahan bersama mitra dari hasil laut menjadi produk yang bernilai tambah (value added). Kedua, memanfaatkan lahan sekitar pemukiman secara maksimal yang tidak produktif secara ekonomi, sehingga terbentuk peta potensi usaha baru dengan mengintegrasikan pengembangan budidaya ternak itik yang bertujuan agar mitra tidak hanya terfokus dengan hasil laut yang kadang sangat terpengaruh cuaca dan iklim. Ketiga, melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pelatihan kepada kelompok masyarakat guna mengasah kemampuan berkreasi yang inovatif terhadap potensi sumberdaya lokal, sehingga tercipta kreatifitas baru pada mitra masyarakat yang telah dibekali dengan skill dan terbentuknya karakter wirausaha baru pada mitra sebagai Start up usaha. Keempat, melakukan coaching clinic pada mitra secara berkesinambungan, tidak terbatas hanya selama kegiatn PKM berlangsung, namun pasca kegiatan pun tetap dapat terjalin kerjasama. Metode pelaksaan kegiatan terdiri dari survei, penyuluhan partisipatif, pelatihan, pendampingan dan monitoring. Capain kegiatan keseluruhan mencapai 100% dengan menghasilkan luaran berupa terbentuk kelompok wirausaha baru dan atau desa binaan yang dimonitori dan dibina secara langsung oleh Perguruan Tinggi Universitas Sembilanbelas November Kolaka. Kata kunci: Masyarakat pesisir, pemberdayaan masyarakat, budidaya ternak itik, desa Lawulo. ABSTRACT Empowerment of coastal communities in Lawulo Village has considerable potential to integrate marine aquaculture products in the form of fish and seaweed with agriculture and storage. Various problems exist, firstly marine products such as fish and seaweed obtained do not have added value, this is because coastal communities only sell raw materials at lower prices, and residential land is not utilized to support community economic development through seaweed cultivation and livestock. The solution is first to carry out processing with partners from marine products into value added products. Second, to make maximum use of the land around settlements that is not economically productive, so that a map of new business potential is formed by integrating the development of duck farming which aims to make partners not only focused on marine products which are sometimes very affected by weather and climate. Third, carry out outreach and training activities for community groups to hone innovative creative abilities on local resource potential, so that new creativity is created for community partners who have been equipped with skills and the formation of new entrepreneurial characters for partners as business start-ups. Fourth, conducting coaching clinics with partners on an ongoing basis, not only during PKM activities but after the activity’s collaboration can still be established. The method of implementing the activity consists of supervision, participatory counseling, training, g, and monitoring. The overall achievement of the activities reached 100% by producing the output in the form of forming new entrepreneurial groups and/or assisted villages which were monitored and fostered directly by the College of Universitas Sembilanbelas November Kolaka. Keywords: Coastal communities, community empowerment, duck farming, Lawulo village.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK PADA KELOMPOK TANI HUTAN (KTH) LAMPERANGAN KABUPATEN PANGKEP Syamsia Syamsia; Asriyanti Syarif; Rohana Rohana
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 2 MEI 2023
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v8i2.23240

Abstract

Limbah pertanian seperti sekam, jerami dan pupuk kandang di lokasi mitra Kelompok Tani Hutan (KTH) Lamperangan tersedia dalam jumlah banyak dan belum dimanfaatkan. Seksi pupuk organik salah satu divisi dari KTH Lamperangan berkeinginan untuk mengembangkan usaha pupuk organik, namun belum mengetahui teknik pembuatan pupuk organik. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan pada anggota KTH Lamperangan dalam memanfaatkan limbah pertanian yang ada di lokasi KTH menjadi pupuk organik yang dapat digunakan sendiri dan untuk kegiatan usaha anggota KTH. Metode pelaksanaan kegiatan dibagi dalam 4 tahapan yaitu: 1) Penyiapan bahan dan alat; 2) Penyuluhan tentang pupuk organik; 3) Pelatihan/praktek pembuatan pupuk organik; dan 4) Pendampingan pembuatan pupuk organik. Hasil kegiatan ini adalah anggota KTH Lamperangan mendapatkan pengetahuan tentang bahan dan peralatan untuk pembuatan pupuk organik dan anggota KTH Lamperangan mampu membuat pupuk organik menggunakan bahan dan peralatan yang dimiliki oleh KTH. Dampak yang diharapkan dari kegiatan ini adalah anggota KTH mampu mengolah limbah menjadi pupuk organik dan menjadi salah satu unit usaha dari KTH Lamperangan serta lingkungan menjadi bersih dari tumpukan limbah pertanian. Kata kunci: Jerami, sekam, unit usaha.   ABSTRACT Agricultural waste such as husks, straw and mature at the location the KTH Lamperangan is available in large quantities and has not been utilized. The organic fertilizer Section, one of the divisions of KTH Lamperangan wants to develop an organic fertilizer business, but does not yet know the technique of making organic fertilizer. This activity aims to provide knowledge and skills to members of KTH Lamperangan in utilizing agricultural waste ant the KTH location into organic fertilizer that can be used alone and for the business activities of KTH members. The method of implementing the activities is divided into 4 stages; 1) preparation of materials and tools; 2) counseling on organic fertilizers; 3) training/practice for making organic fertilizers; 4) Assistance in the manufacture of organic fertilizers. The results of this activity are members of KTH Lamperangan gain knowledge about materials and equipment for making organic fertilizers and members of KTH Lamperangan are able to make organic fertilizer using materials dan equipment owned by KTH. The expected impact of this activity is that KTH members are able to process waste into organic fertilizer and become one of the business units of the KTH Lamperangan and the environment becomes clean from piles of waste. Keywords: Straw, husk, business unit.
APLIKASI DAN PENDAMPINGAN USAHA GREENHOUSE MELON DAN PAPRIKA HIDROPONIK SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN KORBAN BENCANA LETUSAN GUNUNG SEMERU Hery Toiba; Jaisy Aghniarahim Putritamara; Suyadi Suyadi; Moh. Shadiqur Rahman; Raushanfikr Bushron; Aulia Luqman Aziz; Muhammad Fattah
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 2 MEI 2023
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v8i2.24088

Abstract

Persoalan pemulihan ekonomi pasca bencana erupsi Gunung Semeru menjadi perhatian para pemangku kepentingan dalam hal ini pemerintah untuk mendapatkan solusi cepat dan tepat agar berdampak secara langsung untuk masyarakat. Masyarakat di Candipuro Kabupaten Lumajang yang terkena dampak signifikan letusan semeru terhadap lahan pertanian. Berdasarkan citra data satelit yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana pada tahun 2021 bahwa lebih dari 161,5 hektar lahan pertanian hancur di Lumajang. Akibat keterbatasan lahan pertanian tersebut, sangat efektif dalam aplikasi greenhouse di area sekitar warga yang tidak produktif sebagai potensi baru. Keunggulan dari greenhouse adalah tanaman dapat tumbuh dan produksi sepanjang tahun secara kesinambungan tanpa banyak dipengaruhi oleh musim, kualitas hasil tanam yang lebih terjamin, penggunaan pupuk dan pengairan yang lebih efisien, resiko serangan hama dan ancaman penyakit tanaman yang lebih rendah. Berdasarkan latar belakang tersebut maka kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui budidaya tanaman unggul dengan membangun unit greenhouse, pelatihan instalasi dan budidaya sampai pendampingan pemasaran hasil panen. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi tiga metode yakni Sosialisasi, Penyuluhan dengan Teknik Participatory Rural Appraisal dan Pendampingan. Hasil pelaksanaan program pengabdian menunjukkan bahwa antusiasme kelompok tani sangat tinggi, bahkan sampai dengan proses pemanenan masyarakat proaktif terhadap program yang diinisiasi oleh ketua melalui kegiatan Doktor Mengabdi yakni pembuatan greenhouse dengan sistem irigasi tetes pada tanaman melon dan paprika. Bahkan kegiatan pemberdayaan ini berhasil menjadi pelopor bagi kelompok tani lain untuk membangun greenhouse melon dan paprika hidroponik. Kata kunci: Bencana, greenhouse, hidroponik, melon, paprika, pemberdayaan masyarakat. ABSTRACT The issue of economic recovery after the eruption of Mount Semeru has become a concern for stakeholders, in this case the government wants to get a quick and appropriate solution so that it has a direct impact on the community. Communities in Candipuro, Lumajang district, were significantly affected by the Semeru eruption on agricultural land. Based on satellite data released by the National Disaster Management Agency in 2021, more than 161.5 hectares of agricultural land were destroyed in Lumajang. Due to the limited agricultural land, it is very effective in greenhouse applications as a new potential in unproductive areas. The advantages of the greenhouse are that plants can grow and produce throughout the year in a sustainable manner without being much influenced by the season, the quality of crop yields is more guaranteed, the use of fertilizers and irrigation is more efficient, the risk of pest attacks and the threat of plant diseases is lower. Based on this background, this community service activity aims to recover the economy through optimization of superior plant cultivation by building greenhouse units, installation and cultivation training to marketing assistance for crops. The implementation method used in this activity includes three methods, namely Socialization, Counseling with Participatory Rural Appraisal Techniques and Mentoring. The results showed that the enthusiasm of the farmer groups is very high, even up to the proactive community harvesting process for the program initiated by the chairman through Community service for doctoral degrees activities, namely making greenhouses with drip irrigation systems on melon and peppers plants. In fact, this empowerment activity has succeeded in becoming a pioneer for other farmer groups to build hydroponic melon and peppers greenhouses. Keywords: Disaster, greenhouse, hydroponics, melon, peppers, community empowerment.
DISEMINASI TEKNIK PEMBIBITAN KOPI DAN PENGOMPOSAN LIMBAH KULIT KOPI DI DESA MELABUN KABUPATEN BANGKA TENGAH Maera Zasari; Kartika Kartika; Ropalia Ropalia
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 2 MEI 2023
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v8i2.24142

Abstract

Pengembangan kopi robusta lokal Bangka Belitung ditentukan oleh ketersediaan bahan tanam unggul. Ketersediaan bahan tanam bermanfaat dalam perbaikan daya hasil dan mutu kopi. Pertumbuhan bibit kopi salah satunya dapat dibenahi dengan penambahan bahan organik asal kulit kopi. Pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan mitra kelompok tani kopi Bejunjung di Desa Melabun Kecamatan Sungai Selan Kabupaten Bangka melalui Diseminasi Teknologi Pembibitan Kopi dan Pengomposan Limbah Kulit Kopi. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok tani dalam memproduksi bibit dan bahan organik asal kulit kopi. Program pengabdian kepada masyarakat meliputi kegiatan: 1) Penyiapan sarana pendukung antara lain rumah persemaian, biji kopi, limbah kulit kopi, kompos, EM-4, pupuk daun, dan zat pengatur tumbuh; 2) Sosialisasi teknik pembibitan-pengomposan limbah kulit kopi dengan metode demonstrasi dan praktek, serta 3) Pembesaran  bibit kopi antara lain pemeliharaan, pemupukan dan pengendalian organisme pengganggu. Pengabdian masyarakat berhasil meningkatkan pengetahuan petani tentang cara pembibitan dan pengomposan limbah kulit kopi; dan meningkatkan kemampuan petani membibitkan kopi lokal dan pengomposan limbah kulit kopi dengan hasil kompos kering maupun basah. Kata kunci: Diseminasi, bibit, kompos, limbah, robusta, Melabun, Bangka. ABSTRACT The development of local Bangka Belitung robusta coffee is determined by the availability of superior planting materials. The availability of planting material is useful in improving the yield and quality of coffee. The growth of coffee seedlings can be improved by adding organic matter from coffee husks. Community service was carried out with Bejunjung coffee farmer group partners in Melabun Village, Sungai Selan District, Bangka Regency through Dissemination of Coffee Seeding Technology and Composting of Coffee Husk Waste. The community service program includes the following activities: 1) preparing supporting facilities including nursery houses, coffee beans, coffee husk waste, compost, EM-4, foliar fertilizers, and plant growth regulators; 2) dissemination of seedling techniques-composting of coffee husk waste using demonstration and practice methods, and 3) growing coffee seedlings including maintenance, fertilization and control of pest organisms. The activity aims to increase the knowledge and skills of farmer groups in producing seeds and organic materials from coffee husk waste. Community service has succeeded in increasing farmers' knowledge about seeding and composting coffee husk waste; and increasing the ability of farmers to breed local coffee and to compost coffee husk waste using both dry and wet compost. Keywords: Dissemination, seedlings, compost, waste, robusta, Melabun, Bangka.
KEBERLANJUTAN PRODUK DAN INTERVENSI PASAR BIOSTIMULAN ORGANIK PADA KELOMPOK TANI DI KABUPATEN PINRANG DAN KABUPATEN SOPPENG MENUJU KOMERSIALISASI PRODUK Iradhatullah Rahim; Sukmawati Sukmawati; Irninthya Nanda Pratami Irwan; Bahruddin Bahruddin; Wahyu Rasyid
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 2 MEI 2023
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v8i2.24190

Abstract

Kulit buah kakao merupakan salah satu limbah pertanian yang jumlahnya cukup besar di Sulawesi Selatan, padahal dapat dimanfaatkan sebagai kompos karena mengandung sejumlah unsur hara, hormon tumbuh, dan asam organik yang dibutuhkan tanaman. Kegiatan bertujuan untuk menjamin keberlanjutan produk dengan memastikan ketersediaan kulit buah kakao sebagai bahan baku pembuatan kompos dengan melibatkan Kelompok Tani Mallongi-Longi Kabupaten Pinrang. Selain itu, kegiatan juga bertujuan untuk melakukan intervensi pasar pada Kelompok Tani Mamminasa Deceng, Kabupaten Soppeng dengan melakukan survey dan pengenalan produk biostimulan organik dari lombah kulit buah kakao. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya kepastian penyediaan bahan baku untuk biostimulan. Ditemukan pula bahwa 73% anggota kelompok tani Kabupaten Soppeng tidak mengetahui bahwa limbah kulit buah kakao dapat dijadikan kompos. Kata kunci: Asam organik, keberlanjutan, intervensi pasar, pendapatan. ABSTRACT Cacao pod husk is quite a large amount of agricultural waste in South Sulawesi, even though it can be used as compost because it contains several nutrients, growth hormones, and organic acids needed by plants. The activity aims to ensure product sustainability by providing the availability of cocoa pod husks as raw material for making compost by involving the Mallongi-Longi Farmer Group, Pinrang Regency. In addition, the activity also aims to intervene in the market for the Mamminasa Deceng Farmer Group, Soppeng Regency, by conducting a survey and introducing organic biostimulant products from cacao pod shells. The results of this activity indicate certainty in the supply of raw materials for biostimulants. It was also found that 73% of the Soppeng Regency farmer groups members did not know that cocoa pod shell waste could be composted. Keywords: Organic acids, sustainability, market intervention, income.
SOSIALISASI SISTEM PRODUKSI KAKAO BERBASIS BIOCHAR UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS LAHAN DAN PENDAPATAN KELOMPOK TANI MAMMINASA DECENG DI KABUPATEN SOPPENG Sukmawati Sukmawati; Iradhatullah Rahim; Yadi Arodhiskara; Ahmad Selao; Harsani Harsani; Aswar Aswar
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 2 MEI 2023
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v8i2.24207

Abstract

Faktor pembatas dari pengembangan kakao di Kabupaten Soppeng adalah serangan penyakit busuk buah, kekeringan pada saat penanaman bibit dan ketersediaan pupuk yang tidak memadai. Sistem produksi kakao berbasis biochar merupakan suatu teknologi budidaya kakao yang memanfaatkan limbah perkebunan kakao dan sekitarnya untuk diolah menjadi biochar yang akan digunakan sebagai sumber bahan organik tanah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan petani terhadap teknologi sistem produksi kakao berbasis biochar ditinjau dari sudut pandang, pemerintah, peneliti lokal dan internasional serta praktisi. Luaran dari kegiatan ini adalah 6 orang dosen dari Universitas Muhammadiyah Parepare melakukan kegiatan di luar kampus dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini juga melibatkan 15 orang mahasiswa agroteknologi dan 5 mahasiwa ekonomi dan bisnis untuk berkegiatan diluar kampus yang dapat mengkonversi CPMK 3 matakuliah: 1)budidaya tanamana pangan dan perkebunan; 2) kesuburan tanah dan pemupukan; dan 3) penyuluhan. Selain itu penerima manfaat yang lebih utama adalah kelompok tani Mamminasa Deceng sebanyak 25 orang. Dalam kegiatan ini diperoleh komitmen dari 25 orang kelompok tani untuk melakukan pengolahan bahan organik melalui pembakaran tanpa asap. Kata kunci: Biochar, karbon kredit, lokakarya, perkebunan, kelompok tani. ABSTRACT The limiting factors for cocoa development in Soppeng Regency are black pod disease, drought during seed planting and inadequate availability of fertilizers. The biochar-based cocoa production system is a cocoa cultivation technology that utilizes cocoa plantation waste and its surroundings to be processed into biochar which will be used as a source of soil organic matter. This activity aims to increase farmers' insight and knowledge of the technology of biochar-based cocoa production systems from the point of view of the government, local and international researchers and practitioners. The output of this activity was that 6 lecturers from Muhammadiyah Parepare University carried out activities outside the campus in the form of community service. This activity also involved 15 agrotechnology students and 5 economics and business students for activities outside the campus that could convert CPMK 3 courses: 1) food crop and plantation cultivation; 2) soil fertility and fertilization; and 3) counseling. In addition, the more important beneficiaries are the Mamminasa Deceng farmer group of 25 people. In this activity a commitment was obtained from 25 farmer groups to process organic matter through smokeless combustion. Keywords: Biochar, carbon credit, workshops, plantations, farmer groups.
PENYULUHAN BAGI UMKM PEMULA UNTUK MEMBANGUN BISNIS YANG TEPAT SASARAN Yunita Christy; Yuliana Gunawan; Debbianita Debbianita; Nunik Lestari Dewi
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 2 MEI 2023
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v8i2.24475

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang kami lakukan diperuntukkan bagi jemaat Gereja Bethel Indonesia Bandung Stairway from Heaven yang hendak memulai usaha atau sudah menjalankan usaha namun belum berkembang, dalam hal ini yang masih termasuk kategori UMKM. Tujuan dari PKM ini adalah memberikan serta membekali  anggota yang akan memulai usaha atau sudah memiliki usaha namun belum berkembang dalam hal ini termasuk kategori UMKM dan mengindentifikasi apa yang menjadi kesalahan dalam pebisnis pemula, sehingga mereka dapat mengantisipasinya pada tahap awal. Abdimas ini dengan menggunakan teknik penyuluhan dan konsultasi mengenai apa yang harus dilakukan pebisnis pada saat awal, cara menyelesaikan tantangan dan persoalan dan komunikasi yang baik dalam berbisnis. Manfaat penyuluhan ini terlihat dari post test yang menunjukkan bahwa peserta menjadi memiliki pemikiran yang lebih luas mengenai apa saja yang harus disiapkan dalam memulai bisnis  mulai dari produk yang disiapkan, pasar yang akan dikuasai, perlunya riset pasar dan modal apa yang disiapkan dan dibutuhkan dalam melakukan bisnis. Kata kunci: UMKM, membangun bisnis, bisnis tepat sasaran. ABSTRACT The Community Service Activities (PKM) that we carry out are intended for Bethel Indonesia Bandung Stairway from Heaven Church congregations who want to start a business or are already running a business but have not yet developed, in this case those who are still in the MSME category. The purpose of this PKM is to provide and equip members who are about to start a business or already have a business but have not yet developed, in this case including the MSME category and identify what is wrong with novice businessmen, so they can anticipate it at an early stage. This Abdimas uses counseling and consulting techniques regarding what a businessman should do at the start, how to solve challenges and problems and good communication in doing business. The benefits of this counseling can be seen from the post test which shows that participants have broader thoughts about what must be prepared in starting a business starting from the products prepared, the market to be controlled, the need for market research and what capital is prepared and needed in doing business. Keywords: MSME, building a business, business right on target.
PELATIHAN PEMBUATAN SABUN ANTIBAKTERIAL DARI RUMPUT LAUT DAN BUAH NIPAH DI PESISIR PANTAI AMAL TARAKAN Imra Imra; Burhanuddin Ihsan; Andika Andika
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 2 MEI 2023
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v8i2.25123

Abstract

Rumput laut dan buah nipah diketahui memiliki sifat antibakteri sehingga dapat menghentikan pertumbuhan bakteri dan dapat dijadikan bahan alami dalam pembuatan sabun. Tarakan khususnya pesisir pantai Amal telah memproduksi rumput laut yang sangat melimpah melalui kegiatan budidaya rumput laut E. cottoni. Produksi rumput laut Tarakan sebesar 450 ton/bulan pada tahun 2012. Tanaman nipah juga banyak ditemukan di pesisir pantai  Amal Kota Tarakan yang belum termanfaatkan secara optimal. Tujuan kegiatan pelatihan ini adalah untuk mengetahui proses pembuatan sabun yang dibuat dengan penambahan rumput laut. Metode pembuatan sabun rumput E. cottoni terdiri dari 3 proses, proses pertama pencampuran tiga bahan utama yakni NaOH, minyak, dan air. Proses kedua penambahan bahan tambahan yakni rumput laut dan pewarna pada saat trace, dan proses terakhir pencetakan dan pengemasan. Kegiatan pelatihan diharapkan menjadi pengetahuan tambahan untuk menciptakan peluang usaha untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir Kota Tarakan. Kegiatan pengabdian telah dilaksanakan di rumah produksi UMKM Ar Raihan Pesisir Pantai Amal Kota Tarakan dengan jumlah peserta 26 orang yang terdiri dari ibu-ibu pembudidaya rumput laut dan UMKM. Kegiatan dilaksanakan pada hari Senin 18 Juli 2022 selama 1 hari. Kegiatan meliputi penyuluhan terkait potensi nipah dan rumput laut serta praktek pembuatan sabun antibakterial dari buah nipah dan rumput laut. Kata kunci: Buah nipah, E. cottoni, Pantai Amal, sabun. ABSTRACT Seaweed and nipa fruit are known to have antibacterial properties so they can stop the growth of bacteria which can be used as natural ingredients in soap making. Tarakan, especially the Amal coast, has produced abundant seaweed through E.cottoni seaweed cultivation. Tarakan seaweed production was 450 tonnes/month in 2012. Nipah plants are also found along the Amal coast of Tarakan City which have not been utilized optimally. The purpose of this training activity is to find out the process of making coir made with the addition of seaweed. The method of making E.cottoni grass soap consists of 3 processes, the first process is mixing the three main ingredients namely NaOH, oil and water. The second process is adding additional ingredients, namely seaweed and dyes during the trace, and the final process is printing and packaging. The training activities are expected to become additional knowledge to create business opportunities to improve the coastal communities of Tarakan City. Community service activities have been carried out at the UMKM production house Ar Raihan Coastal Amal Beach, Tarakan City with 26 participants consisting of seaweed cultivators and UMKM. The activity was carried out on Monday 18 July 2022 for 1 day. Activities include counseling related to the potency of nipa and seaweed as well as the practice of making antibacterial soap from nipa fruit and seaweed Keywords: Nipah fruit, E. cottoni, Amal Beach, soap.
VIDEO PEMBELAJARAN LITERASI SEBAGAI MEDIA UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN LITERASI DI SEKOLAH DASAR NEGERI 2 PENATAHAN Komang Sri Widiantari; Kadek Satya Yudistira
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 2 MEI 2023
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v8i2.25467

Abstract

Sekolah Dasar Negeri 2 Penatahan merupakan salah satu sekolah yang terletak di Desa Sangketan. Keberhasilan Pendidikan pada suatu sekolah bisa dilihat berdasarkan kemampuan siswa pada hal literasi atau minat baca. Minat literasi yang rendah menunjukkan kualitas dari seorang siswa. Sehingga muncullah permasalahan yang sedang terjadi dalam dunia pendidikan khususnya di sekolah adalah rendahnya tingkat kemampuan berpikir kritis siswa saat pembelajaran kegiatan membaca yang ada di sekolah. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan ketertarikan dalam hal literasi terutama untuk anak-anak sekolah dasar. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pemahaman literasi ini yaitu dengan cara mengajar dengan memberikan materi melalui video animasi pembelajaran literasi kepada siswa/siswi Sekolah Dasar Negeri 2 Penatahan. Setelah pengabdian ini dilakukan, ternyata adanya peningkatan pemahaman mengenai literasi pada siswa sekolah dasar. Kata kunci: Sekolah Dasar Negeri 2 Penatahan, literasi, video pembelajaran. ABSTRACT Penatahan 2 Public Elementary School is one of the schools located in Sangketan Village. The success of education in a school can be seen based on students' abilities in terms of literacy or interest in reading. Low literacy interest shows the quality of a student. So that a problem that is happening in the world of education, especially in schools, arises, namely the low level of students' critical thinking skills when learning reading activities in schools. This service aims to increase interest in literacy, especially for elementary school children. Efforts are being made to improve literacy understanding by teaching by providing material through animation learning literacy videos to students of Penatahan 2 Public Elementary School. After this service was carried out, it turned out that there was an increased understanding of literacy in elementary school students. Keywords: Penatahan 2 Public Elementary School, literacy, learning videos.
MARKETING DESA JEHEM MEMPROMOSIKAN DESA YANG NANTINYA AKAN MENINGKATKAN DAYA TARIK WISATAWAN DAN INVESTOR I G. N Oka Ariwangsa; Komang Satria Wibawa Putra; I Gede Yoga Bayu Priatama
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 2 MEI 2023
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v8i2.25473

Abstract

Perkembangan teknologi informasi pada masa kini khususnya dalam social media sekarang telah berkembang dengan pesat dan sangat dibutuhkan, karena sangat membantu dalam kehidupan manusia dijaman sekarang. Social media merupakan hal yang berperan sangat penting dalam membantu atau menunjang penyedia informasi secara pesat dan mudah dalam menghasilkan sesuatu yang menarik. Program kerja yang di tawarkan berupa marketing video branding desa. Video branding bertujuan untuk memberikan informasi atau mempromosikan desa yang nantinya akan meningkatkan daya tarik wisatawan dan investor untuk membantu mengembangkan desa. Pembuatan video branding desa dimulai dengan pengambilan video pada minggu pertama dan minggu kedua. Strategi marketing yang dilakukan pertama pastinya membuat video branding dari objek wisata air terjun goa raja lalu UMKM Herbalets (ekstrak temu sari), UMKM Dubali 1 (dupa), dan UMKM anyaman keben, lalu mementukan platform media sosial mana yang dituju untuk mengunggah video dan menarik konsumen. Diharapkan Desa Jehem kedepannya selalu menambahkan konten untuk marketing media sosialnya untuk menarik audience yang lebih luas serta selalu memberikan bantuan untuk UMKM yang lain agar wisatawan yang tertarik melalui media sosial merasa mendapat kepuasan nyata jika berkunjung langsung. Kata kunci: Sosial media, marketing. ABSTRACT In the development of information technology today, especially in social media, it has developed rapidly and is much needed, because it is very helpful in human life today. Social media is something that plays a very important role in helping or supporting information providers quickly and easily in producing something interesting. The work program offered is in the form of village branding video marketing. Video branding aims to provide information or promote the village which will later increase the attractiveness of tourists and investors to help develop the village. Making village branding videos begins with taking videos in the first week and second week.  The first marketing strategy is of course to make video branding from the Goa Raja Waterfall tourist attraction, then MSMEs Herbalates (Indigo Extract), MSMESs Dubali 1 (Incense), and MSMEs Woven Keben, then determine which social media platform to go for uploading videos and attracting attention consumer. It is hoped that in the future Jehem Village will always add content for its social media marketing to attract a wider audience and always provide assistance to other MSMEs so that tourists who are interested through social media feel real satisfaction when visiting in person. Keywords: Social media, marketing.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 2 JANUARI 2026 Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 1 OKTOBER 2025 Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 4 JULI 2025 Vol. 10 No. 3 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 3 APRIL 2025 Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 2 JANUARI 2025 Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 1 OKTOBER 2024 Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 2 MEI 2024 Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 1 OKTOBER 2023 Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 2 MEI 2023 Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 1 OKTOBER 2022 Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 2 MEI 2022 Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 1 OKTOBER 2021 Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021 Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020 Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020 Vol. 5 No. 1 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 1 OKTOBER 2019 Vol. 4 No. 2 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 2 MEI 2019 Vol. 4 No. 1 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 1 OKTOBER 2018 Vol. 3 No. 2 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 2 MEI 2018 Vol. 4 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. (EDISI KHUSUS) NOVEMBER 2018 Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 1 OKTOBER 2017 Vol. 2 No. 2 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 2 MEI 2017 Vol 2, No 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016 Vol. 2 No. 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016 Vol. 1 No. 2 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 2 MEI 2016 Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 1 OKTOBER 2015 More Issue