cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP)
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 24608173     EISSN : 25283219     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) merupakan media publikasi kegiatan pengabdian pada masyarakat di bidang agrokompleks, sains, sosial kemasyarakatan dalam bentuk penerapan IPTEKS maupun peningkatan pemberdayaan masyarakat. Jurnal ini terbit dua kali setahun di bulan Mei dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 383 Documents
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA BONTO BUNGA MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN SUSU JAGUNG DAN PENGUATAN LEGALITAS UMKM Igods Gabryaldo; Pipi Diansari; Ariella Ramadhani; Andi Imelda; Andi Syastiawan; Zulfikar Syamsi
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 2 JANUARI 2026
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i2.47123

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Bonto Bunga, Kabupaten Maros, dalam program INOVAGRO 3.0 dengan tema "Inovasi Vokasional untuk Agribisnis Pangan Berkelanjutan." Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah jagung menjadi produk bernilai tambah berupa susu jagung serta meningkatkan pemahaman mengenai legalitas produk. Metode partisipatif yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan, pelatihan teknis, praktik langsung, dan refleksi. Sebanyak 25 peserta, terdiri dari pelaku UMKM, anggota PKK, koperasi, dan BUMDes, mengikuti kegiatan ini. Kegiatan menghasilkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengolahan susu jagung yang lebih baik termasuk prosedur legalitasnya serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya inovasi berbasis sumber daya lokal. Program ini juga memperkuat interaksi sosial dan kapasitas ekonomi masyarakat. Pendekatan vokasional yang praktis terbukti mampu menghubungkan pengetahuan teknis dengan kebutuhan nyata masyarakat setempat.    Kata kunci: Pemberdayaan masyarakat, susu jagung, legalitas, sumber daya lokal, pelatihan vokasional.   ABSTRACT This community service was conducted in Bonto Bunga Village, Maros Regency, under the INOVAGRO 3.0 program with the theme 'Vocational Innovation for Sustainable Food Agribusiness.' The program aimed to improve community skills in processing corn into value-added corn milk products and to increase understanding of product legality. The participatory method included socialization, counseling, technical training, direct practice, and reflection. Twenty-five participants, including MSMEs, PKK members, cooperatives, and BUMDes, joined the program. The activities resulted in increased knowledge on legality procedures, better corn milk processing skills, and raised awareness of innovation using local resources. This program also strengthened social interaction and economic capacity. The practical vocational approach effectively linked technical knowledge with local community needs. Keywords: Community empowerment, corn milk, legality, local resources, vocational training.
PEMANFAATAN BIOAKTIVATOR MIKROBAT UNTUK MENDUKUNG PRODUKSI PADI ORGANIK Tutik Kuswinanti; Baharuddin Patandjengi; Ahyar Ahmad; Irene Brugman; Nurmujahidin Nurmujahidin
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 2 JANUARI 2026
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i2.47575

Abstract

Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) dengan tema "Pemanfaatan Bioaktivator Mikrobat untuk Mendukung Produksi Padi Organik" dilaksanakan di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada bulan Mei-Desember 2025.Program ini bertujuan mengembangkan teknologi bioaktivator berbasis konsorsium lima mikroba unggul sebagai alternatif ramah lingkungan dalam sistem pertanian padi organik. Metode pelaksanaan meliputi kegiatan penyuluhan kepada 30 peserta kelompok tani, demonstration plot seluas 2 hektar dengan desain split plot, produksi bioaktivator menggunakan bioreaktor 1.000 liter, dan evaluasi pertumbuhan serta produktivitas tanaman. Bioaktivator Mikrobat mengandung bakteri penambat nitrogen (2,25 × 10⁹ cfu/ml), pelarut fosfat (5,47 × 10⁷ cfu/ml), penghasil zat pengatur tumbuh (4,67 × 10⁷ cfu/ml), pengendali hayati (3,25 × 10⁷ cfu/ml), dan pendegradasi selulosa (2,51 × 10⁴ cfu/ml). Hasil penelitian menunjukkan aplikasi Mikrobat meningkatkan produktivitas padi dari 5,6 ton/ha (kontrol) menjadi 7,68 ton/ha atau meningkat 37,1%. Selain peningkatan produktivitas, aplikasi Mikrobat juga menunjukkan efektivitas tinggi dalam pengendalian biologis dengan menurunkan intensitas serangan penyakit busuk bulir terlihat pada kontrol 11,25% serangan dan pada perlakuan hanya 3,75% serangan. Berdasarkan aspek ekonomi terdapat penghematan biaya produksi, sekaligus dapat meningkatkan pendapatan. Program ini berhasil menciptakan model bisnis berkelanjutan dengan respon positif petani untuk adopsi teknologi. Teknologi bioaktivator Mikrobat terbukti efektif meningkatkan produktivitas padi organik, mengurangi ketergantungan pada input kimia sintetis, dan mendukung keberlanjutan ekonomi petani.    Kata kunci: berkelanjutan, konsorsium, bakteri, padi organik, PPUPIK, produktivitas.   ABSTRACT The Campus Intellectual Product Business Development Program (PPUPIK) with the theme "Utilization of Mikrobat Bioactivator to Support Organic Rice Production" was carried out in Tompobulu Subdistrict, Maros Regency, South Sulawesi, from May to December 2025. This program aims to develop a bioactivator technology based on a consortium of five superior microbes as an environmentally friendly alternative in organic rice farming systems. The implementation methods included counseling activities for 30 farmer group participants, a two-hectare demonstration plot with a split plot design, bioactivator production using a 1,000-liter bioreactor, and evaluation of plant growth and productivity. Mikrobat Bioactivator contains nitrogen-fixing bacteria (2.25 × 10⁹ CFU/mL), phosphate-solubilizing bacteria (5.47 × 10⁷ CFU/mL), growth regulator-producing microorganisms (4.67 × 10⁷ CFU/mL), biocontrol agents (3.25 × 10⁷ CFU/mL), and cellulose-degrading bacteria (2.51 × 10⁴ CFU/mL). Research results showed that the application of Mikrobat increased rice productivity from 5.6 tons/ha (control) to 7.68 tons/ha, an increase of 37.1%. In addition to increased productivity, the application of Mikrobat also demonstrated high effectiveness in biological control by reducing the intensity of grain rot disease attacks, as seen in the control group with 11.25% incidence and only 3.75% incidence in the treatment group. From an economic perspective, this can reduce production costs while simultaneously increasing income. This program successfully created a sustainable business model, garnering a positive response from farmers regarding the adoption of technology. Mikrobat bioactivator technology has proven effective in increasing organic rice productivity, reducing dependence on synthetic chemical inputs, and supporting the economic sustainability of farmers. Keywords: Sustainable, consortium, bacteria, organic rice, PPUPIK, productivity.
PENYULUHAN PENGELOLAAN LANSKAP PEMUKIMAN BERBASIS KEANEKARAGAMAN HAYATI DI KELURAHAN WINANGUN DUA KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO Fabiola B. Saroinsong; Maria Y. M. A. Sumakud; Josephus I. Kalangi; Wawan Nurmawan
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 2 JANUARI 2026
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i2.48401

Abstract

Mitra Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah masyarakat Kelurahan Winangun Dua Kecamatan Malalayang Kota Manado. Masalah mitra adalah ancaman menurunnya keanekaragaman hayati dalam lanskap pemukiman akibat terbatasnya ruang terbuka hijau (RTH) dan tingginya stres lingkungan diantaranya yang disebabkan polusi. Hal ini terkait juga dengan masih rendahnya pengetahuan dan keterampilan yang memadai mengenai pemanfaatan keanekaragaman hayati dalam lanskap pemukiman.  Tujuan pelaksanaan kegiatan PKM ini yaitu memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pengelolaan lanskap pemukiman yang tepat untuk melestarikan sekaligus memanfaatkan keanekaragaman hayati. Solusi yang ingin dicapai adalah 1) meningkatkan pengetahuan beragam vegetasi dan desain lanskap pemukiman kawasan perkotaan untuk mendukung keanekaragaman hayati dan meningkatkan apresiasi dan motivasi untuk berkontribusi (luarannya adalah perbaikan tata nilai masyarakat yaitu pendidikan) dan 2) meningkatkan keterampilan pemanfaatan dan pelestarian keanekaragaman hayati di lanskap pemukiman dengan memberikan demo beberapa tindakan praktis pemilihan vegetasi dan aplikasi desain lanskap pemukiman (luarannya adalah peningkatan penerapan IPTEK di masyarakat dalam hal ini manajemen). Lebih spesifik lagi, melalui penyuluhan Tim Pengusul memperkenalkan beragam vegetasi dan desain lanskap yang cocok untuk pemukiman perkotaan. Pelaksanaan penyuluhan dalam PKM ini terdiri dari ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi dengan pelibatan peserta secara langsung. Secara lebih terperinci, tahapan pelaksanaan kegiatan penyuluhan yaitu : a) Tahap peningkatan kesadaran (awareness); b) Tahap peningkatan minat (interest); c) Tahap peningkatan kemampuan menilai (evaluation); d) Tahap stimulasi untuk mencoba (trial). Kegiatan PKM ini memberikan dampak positif berupa meningkatnya pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan lanskap pemukiman yang mendukung pelestarian keanekaragaman hayati.    Kata kunci: Keanekaragaman hayati, lanskap pemukiman, pendidikan lingkungan, pengelolaan lanskap, penyuluhan.   ABSTRACT The community partner for this Community Partnership Program (PKM) is the residents of Winangun Dua Village, Malalayang District, Manado City. The partner's issue revolves around the threat of declining biodiversity in residential landscapes due to limited green open spaces (RTH) and high environmental stress, including pollution. This is also related to the still low level of adequate knowledge and skills concerning the utilization of biodiversity in residential landscapes. The objective of this PKM activity is to provide education to the community on the proper management of residential landscapes to conserve and utilize biodiversity. The solutions aimed to be achieved are 1) increasing knowledge of various vegetations and urban residential landscape design to support biodiversity and enhance appreciation and motivation to contribute (the outcome being the improvement of societal values, namely education), and 2) enhancing skills in utilizing and conserving biodiversity in residential landscapes by providing demonstrations of practical actions in selecting vegetation and applying residential landscape design (the outcome being the increase in the application of science and technology in the community, specifically in management). More specifically, through educational outreach, the Proposing Team will introduce various vegetation and landscape designs suitable for urban residential areas. The implementation of educational outreach in this PKM involves lectures, question-and-answer sessions, and demonstrations that engage participants directly. The detailed stages of the educational outreach activities are a) Awareness-raising stage; b) Interest enhancement stage; c) Evaluation skill improvement stage; d) Trial stimulation stage. Keywords: Biodiversity, residential landscape, environmental education, landscape management, outreach.
PELAJAR HIJAU: KADER LINGKUNGAN UNTUK MASA DEPAN BERKELANJUTAN DI LAMPUNG BARAT Fery Triatmojo; Eko Budi Sulistio; Kholifatul Munawaroh; Apandi Sulistio; M. Irsyad Fadoli
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 3 APRIL 2026
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i3.47096

Abstract

Kabupaten Lampung Barat menghadapi berbagai permasalahan lingkungan yang serius, seperti deforestasi, pencemaran air, dan pengelolaan sampah yang belum optimal. Meskipun indeks kualitas lingkungan hidup Kabupaten Lampung Barat menunjukkan tren perbaikan, masih banyak tantangan yang perlu diatasi, terutama dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat, khususnya kalangan pelajar, dalam menjaga kelestarian lingkungan. Data dari Dinas Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa tingkat kerusakan lingkungan masih cukup tinggi, yang membutuhkan keterlibatan aktif dari generasi muda untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Program Pelajar Hijau: Kader Lingkungan untuk Masa Depan Berkelanjutan bertujuan untuk memberdayakan pelajar di Kabupaten Lampung Barat sebagai agen perubahan lingkungan. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi pelatihan berbasis sekolah, kampanye kesadaran lingkungan, serta aksi nyata berupa penghijauan dan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa sekolah yang berada di wilayah rawan kerusakan lingkungan, dengan melibatkan guru, siswa, dan masyarakat sekitar dalam setiap tahap program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai konsep dan praktik pengelolaan lingkungan, meskipun perubahan kesadaran ekologis masyarakat secara menyeluruh belum dapat dicapai dalam waktu singkat. Hal ini disebabkan oleh perlunya keterlibatan aktor utama seperti pemerintah dan pihak terkait lainnya yang secara konsisten melakukan pembinaan berkelanjutan. PKM ini diharapkan menjadi pemicu awal yang mendorong kolaborasi multipihak untuk menciptakan perubahan perilaku dan budaya ramah lingkungan di masyarakat.    Kata kunci: Pelajar hijau, pemberdayaan pelajar, edukasi, kesadaran lingkungan. ABSTRACT West Lampung Regency faces various serious environmental problems, such as deforestation, water pollution, and suboptimal waste management. Although the environmental quality index of West Lampung Regency shows an improving trend, there are still many challenges that need to be overcome, especially in increasing public awareness and participation, particularly among students, in preserving the environment. Data from the Environmental Agency indicates that the level of environmental damage remains quite high, requiring the active involvement of the younger generation to create sustainable change. The Green Student Program: Environmental Cadres for a Sustainable Future aims to empower students in West Lampung Regency as agents of environmental change. The methods used in this program include school-based training, environmental awareness campaigns, and concrete actions such as reforestation and waste management in school environments. These activities are carried out in several schools located in areas prone to environmental damage, involving teachers, students, and the surrounding community in every stage of the program. The results of the activities show an increase in participants' knowledge of environmental management concepts and practices, although a comprehensive change in public ecological awareness cannot be achieved in a short period of time. This is due to the need for the involvement of key actors such as the government and other relevant parties who consistently provide ongoing guidance. This community service program is expected to be an initial trigger that encourages multi-stakeholder collaboration to create environmentally friendly behavioral and cultural changes in the community. Keywords: Green students, student empowerment, education, environmental awareness.
PELATIHAN DIVERSIFIKASI PRODUK JERUK BESAR (PAMELO) MENJADI KOSMETIK DAN OLAHAN PANGAN DI DESA PADANG LAMPE, PANGKAJENE DAN KEPULAUAN (PANGKEP) Arfiani Arifin; Arfina Sukmawati Arifin; Dian Asri Unga Mega
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 3 APRIL 2026
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i3.47379

Abstract

Desa Padang Lampe di Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), merupakan salah satu sentra jeruk besar (Citrus maxima) di Sulawesi Selatan yang memiliki peluang besar untuk pengembangan produk bernilai tambah. Namun, pemanfaatannya masih terbatas pada konsumsi segar dan penjualan langsung, sehingga potensi diversifikasi belum dimaksimalkan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam mengolah jeruk besar menjadi produk kosmetik dan pangan sehingga tercipta berbagai bentuk diversifikasi produk. Pelaksanaan kegiatan mencakup sosialisasi, diskusi interaktif, demonstrasi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Materi yang diberikan meliputi pemanfaatan jeruk besar, praktik pembuatan lulur krim dari kulit jeruk, kerupuk dari pulp buah, dan minuman segar berbahan jeruk besar. Peserta juga mendapatkan pelatihan mengenai teknik pengemasan serta strategi pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang nyata pada aspek pengetahuan dan keterampilan. Sebanyak 64% peserta sebelumnya belum pernah melakukan diversifikasi jeruk, namun setelah mengikuti pelatihan mereka mampu menghasilkan tiga jenis produk, yaitu lulur krim kulit jeruk besar, kerupuk pulp jeruk besar, dan minuman segar jeruk besar. Meskipun sebagian besar peserta memahami fungsi media sosial sebagai sarana pemasaran, pemanfaatannya masih belum optimal. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil mendorong pengembangan diversifikasi produk jeruk besar yang berpotensi mendukung peningkatan ekonomi keluarga berbasis sumber daya lokal.    Kata kunci: Jeruk Besar, lulur, kerupuk, minuman, pengabdian kepada masyarakat. ABSTRACT Padang Lampe Village in Ma'rang Subdistrict, Pangkajene and Islands Regency (Pangkep), is one of the centers of pomelo (Citrus maxima) in South Sulawesi that has great potential for the development of value-added products. However, its utilization is still limited to fresh consumption and direct sales, so the potential for diversification has not been maximized. This community service activity aims to increase the knowledge and skills of PKK women in processing pomelos into cosmetic and food products, thereby creating various forms of product diversification. The activity includes socialization, interactive discussions, demonstrations, and evaluation through pre-tests and post-tests. The material provided included the utilization of pamelo, the practice of making cream scrubs from pamelo peel, crackers from fruit pulp, and fresh drinks made from pamelo. Participants also received training on packaging techniques and marketing strategies. The results of the activity showed a significant increase in knowledge and skills. A total of 64% of participants had never diversified pamelo before, but after attending the training, they were able to produce three types of products, namely pamelo peel cream scrub, pamelo pulp crackers, and fresh pamelo drinks. Although most participants understood the function of social media as a marketing tool, its use was still not optimal. Overall, this activity successfully encouraged the development of pamelo product diversification, which has the potential to support the improvement of family-based local resource economies. Keywords: Pamelo, body scrub, crackers, beverages, community service.
HILIRISASI INOVASI PANGAN: PROGRAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA MELALUI PRODUKSI OTAK-OTAK BERBASIS SURIMI IKAN Meta Mahendradatta; Muhpidah Muhpidah; Mahfud Palo; Arfina Sukmawati Arifin; Nur Fiqih Hijriani
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 3 APRIL 2026
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i3.47470

Abstract

Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) telah dilaksanakan melalui kegiatan pemberdayaan mahasiswa dan alumni Universitas Hasanuddin dalam wirausaha berbasis pengolahan pangan, khususnya produksi otak-otak dengan bahan dasar surimi ikan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan kewirausahaan mahasiswa dan alumni melalui hilirisasi produk hasil riset menjadi produk unggulan kampus. Metode pelaksanaan mencakup persiapan sarana, pelatihan teknis pembuatan surimi dan otak-otak, pelatihan manajemen usaha, pendampingan produksi, serta evaluasi pengetahuan dan analisis data penjualan (atau analisis laba rugi awal). Hasil post-test menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dengan skor rata-rata 85, menandakan mayoritas telah menguasai alur produksi surimi dan otak-otak. Produksi dilakukan secara rutin, yaitu surimi sebulan sekali dan otak-otak setiap minggu, dengan total penjualan 135 box selama enam minggu dan laba kotor kumulatif sebesar Rp.863.000,-. Tren penjualan dan laba kotor menunjukkan penerimaan pasar yang baik meskipun terdapat fluktuasi akibat variasi biaya produksi. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan wirausaha mahasiswa dan alumni serta mendorong hilirisasi inovasi produk pangan menjadi unit usaha kampus yang berkelanjutan.    Kata kunci: Otak-otak, surimi, pemberdayaan mahasiswa. ABSTRACT Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) was implemented to empower students and alumni of Hasanuddin University in food-based entrepreneurship through the production of fish surimi-based otak-otak. The program aimed to strengthen entrepreneurial competence while promoting research-based products as the university’s advanced innovations. Activities included facility preparation, technical training on surimi and otak-otak processing, business management training, production mentoring, and evaluation of knowledge and market acceptance. Post-test assessments showed a significant improvement, with an average score of 85, indicating that participants had adequately mastered the production process. Regular production was established, with surimi prepared monthly and otak-otak produced weekly, resulting in 135 boxes sold over six weeks. Sales performance and gross profit indicated positive market reception with a cumulative gross profit of IDR.863,000. These findings demonstrate that the program effectively enhanced entrepreneurial skills and fostered the downstreaming of food innovation into a sustainable campus-based business unit. Keywords: Otak-otak, surimi, student empowerment.
PEMBERDAYAAN DESA BINAAN: PENINGKATAN NILAI TAMBAH GULA AREN MELALUI TRANSFER TEKNOLOGI PASCA PANEN NIRA DAN DIVERSIFIKASI PRODUK DI DESA BONTO MANURUNG, KABUPATEN MAROS, SULAWESI SELATAN Abu Bakar Tawali; Arfina Sukmawati Arifin; Meta Mahendradatta; Andi Nur Fajri Suloi; Azzahra Nabila; Bohari Bohari
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 3 APRIL 2026
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i3.48028

Abstract

Desa Bonto Manurung merupakan salah satu desa di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, dengan luas wilayah mencapai 40,55 km². Wilayah ini memiliki potensi sumber daya hutan bukan kayu (HBK), khususnya tanaman aren, yang menjadi komoditas unggulan masyarakat setempat. Program Bina Desa Tahun I (2025) di Desa Bonto Manurung difokuskan pada peningkatan nilai tambah produk gula aren melalui perbaikan teknologi penyadapan dan pascapanen nira aren, serta diversifikasi produk olahan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat desa, khususnya kelompok penyadap, pengrajin, dan pelaku usaha gula aren, dalam aspek teknologi produksi, manajemen usaha, serta strategi pemasaran. Kegiatan dilaksanakan dengan dukungan penuh dari Pemerintah Desa dan kelompok mitra. Kegiatan awal berupa benchmarking dan sosialisasi bersama perangkat desa, tokoh masyarakat, serta mitra dilakukan untuk memperkenalkan rencana program Bina Desa selama tiga tahun. Kemudian Transfer Teknologi dilaksanakan melalui pelatihan, praktik langsung dan pendampingan terhadap 20 anggota Kelompok Aren Jaya dan 20 anggota Kelompok Aren Tompobulu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi masyarakat dalam mengembangkan produk gula aren bernilai tambah tinggi. Program ini diharapkan menjadi landasan bagi keberlanjutan kegiatan pada tahun-tahun berikutnya melalui penguatan kapasitas produksi, manajemen usaha, serta strategi pemasaran berbasis komunitas desa yang berdaya saing dan berkelanjutan.    Kata kunci: Diversifikasi pengolahan, gula aren, manajemen pemasaran. ABSTRACT Bonto Manurung Village is one of the villages in Tompobulu District, Maros Regency, with an area of up to 40.55 km². This area has the potential for non-timber forest products (NTFPs), specifically the sugar palm plant, which is a leading commodity for the local community. The Year I (2025) Desa Binaan Program in Bonto Manurung Village is focused on increasing the added value of palm sugar products through improvements in tapping technology and post-harvest handling of palm sap, as well as product diversification. In addition, this activity aims to enhance the capacity of the village community, particularly the tapper groups, artisans, and palm sugar business actors, in terms of production technology, business management, and marketing strategies. The activities were carried out with the full support of the Village Government and partner groups. Initial activities, including benchmarking and socialization with village officials, community leaders, and partners, were conducted to introduce the three-year Desa Binaan Program plan. Subsequently, Technology Transfer was carried out through training, hands-on practice, and mentoring for 20 members of the Aren Jaya Group and 20 members of the Aren Tompobulu Group. The results of the activities show an increase in the community's knowledge, skills, and motivation in developing high value-added palm sugar products. This program is expected to serve as a foundation for the sustainability of activities in the years to come through the strengthening of production capacity, business management, and community-based marketing strategies that are competitive and sustainable. Keywords: Product diversification, palm sugar, marketing strategies.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK HAYATI PADA KELOMPOK TANI JAGUNG DI DESA BINJAI KECAMATAN TAYAN HULU KABUPATEN SANGGAU Rita Hayati; Sutarman Gafur; Junaidi Junaidi; Abdulmujib Alhaddad
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 3 APRIL 2026
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i3.48139

Abstract

Jagung merupakan komoditi andalan untuk Desa Binjai yang merupakan salah satu desa di Kecamatan Tayan Hulu Kabupaten Sanggau yang berjarak 166 km dari Kota Pontianak. Jagung dikembangkan pada tanah Inceptisol, karena rendahnya kesuburan tanah maka budidayanya masih secara konvensional dengan ketergantungan pada pupuk anorganik sangat tinggi. Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) adalah memberikan pelatihan pembuatan pupuk hayati dan pemanfaatannya secara kombinasi dengan pupuk kimia dan biochar kepada petani di Desa Binjai. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, pembimbingan, pendampingan, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan memperlihatkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembuatan pupuk hayati dan biochar sebanyak 80%. Selain itu terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani sebesar 80% dalam pengaplikasian pupuk hayati pada tanaman jagung 80%. Kata kunci: Inceptisol, pupuk hayati, jagung, desa Binjai, pupuk anorganik.   ABSTRACT Binjai Village is one of the villages in Tayan Hulu Subdistrict, Sanggau Regency. The distance from Pontianak to Binjai Village is 166 km. Most of the residents work as farmers. The crops cultivated are cassava, cayenne pepper, bananas, rubber, and palm oil. Corn is also cultivated. Corn is a staple commodity for Binjai Village. Corn is grown on Inceptisol soil. Due to the low fertility of the soil, cultivation is still conventional, with a high dependence on inorganic fertilizers. The objective of the PKM activity is to provide training on the production of biofertilizers and their use in combination with chemical fertilizers and biochar. The methods used were: counseling, guidance, assistance, and evaluation of activities. The results of the activities were: an 80% increase in farmers' knowledge and skills in making biofertilizers and biochar, and an 80% increase in farmers' knowledge and skills in applying biofertilizers to corn crops. Keywords: Inceptisol, biofertilizer, corn, Binjai village, inorganic fertilizer.
IMPLEMENTASI EDUKASI AGROTEKNOLOGI BERBASIS PRODUK TANAMAN: SAINS DAN KREATIVITAS SANTRI DI PESANTREN Siti Azizah Ardiningtyas; Qaanitatul Hakim Ipaulle; Lutfy Ditya Cahyanti; Niken Trisnaningrum; Umi Isnatin; Mahmudah Hamawi
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 3 APRIL 2026
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i3.48233

Abstract

Pesantren merupakan lembaga Pendidikan Islam di Indonesia yang memiliki peran dalam membentuk karakter dan keilmuan santri. Salah satu Pesantren Modern yang ada di Indonesia yaitu Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 3 merupakan pengembangan dari PMDG Putri Kampus 1 yang berdiri untuk menampung jumlah santri yang meningkat. Kampus ini memiliki sistem Kulliyatul Mu’allimat Al-Islamiyyah (KMI) yang dibina dan dididik untuk menjadi wanita muslimah dan sholihah. Dalam upaya untuk mendukung pengembangan intelektual santri, PMDG Putri Kampus 3 menyediakan wadah kegiatan pengembangan seperti Exact Club dan praktek sains di kelas oleh pengajar. Namun, pemberdayaannya kurang optimal karena beberapa faktor, seperti keilmuan pengajar dan kegiatan yang kurang bervariasi. Oleh karena itu, program pengabdian masyarakat mengusung tema SDGs 4 yaitu pendidikan berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan pengajar dan santri dalam bidang sains melalui praktik biologi, kimia, hidroponik, dan ecoprinting. Pengabdian dilaksanakan menggunakan  pendekatan sosialisasi, pelatihan, pembuatan modul, dan monitoring serta evaluasi.  Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam penggunaan alat laboratorium serta pelaksanaan praktik ilmiah sederhana di lingkungan pesantren. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mengintegrasikan sains dan nilai-nilai Islam guna mendukung pendidikan yang berkelanjutan di PMDG Putri Kampus 3.    Kata kunci: Agroteknologi, pendidikan, pertanian, pesantren. ABSTRACT Islamic boarding schools are Islamic educational institutions in Indonesia that play a role in shaping the character and knowledge of students. One of the modern Islamic boarding schools in Indonesia, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Campus 3, is a development of PMDG Putri Campus 1, which was established to accommodate the increasing number of students. This campus has a Kulliyatul Mu’allimat Al-Islamiyyah (KMI) system that is fostered and educated to become Muslim women and pious. In an effort to support the intellectual development of students, PMDG Putri Campus 3 provides a forum for development activities such as Exact Club and science practices in class by teachers. However, the empowerment is less than optimal due to several factors, such as the knowledge of teachers, activities that are not varied enough. Therefore, this community service program carries the theme of SDGs 4, namely Sustainable Education, with an approach of socialization, training, module creation, and monitoring and evaluation. This activity aims to improve the abilities of teachers and students in the field of science through practices in biology, chemistry, hydroponics, and ecoprinting. The results of the activity show an increase in participants' knowledge and skills in the use of laboratory equipment and the implementation of simple scientific practices in the Islamic boarding school environment. This activity is expected to be the first step in integrating science and Islamic values to support sustainable education at PMDG Putri Campus 3. Keywords: Agriculture, agrotechnology, education, islamic boarding school.
OPTIMALISASI TARGET PASAR DAN DIVERSIFIKASI PRODUK UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING IKAN BANDENG DI KABUPATEN BARRU Nur Dwiana Sari Saudi; Fitriwati Djam`an; Kasmiati Thamrin
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 3 APRIL 2026
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i3.48278

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk ikan bandeng di Kabupaten Barru melalui strategi optimalisasi target pasar dan diversifikasi produk. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah terbatasnya akses pasar, rendahnya inovasi produk olahan, dan kurangnya keterampilan manajerial serta pemasaran. Solusi yang ditawarkan meliputi pelatihan pengolahan ikan bandeng menjadi produk bernilai tambah seperti bandeng presto, bandeng tanpa tulang, abon tulang, dan nugget, serta pelatihan digital marketing dan pengemasan produk. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan mitra, diversifikasi produk yang siap dipasarkan, serta peningkatan pendapatan. Program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian usaha dan keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir.    Kata kunci: Ikan Bandeng, diversifikasi produk, pemasaran, pemberdayaan masyarakat. ABSTRACT This community service program aims to enhance the competitiveness of milkfish products in Barru Regency through market targeting optimization strategies and product diversification. The main challenges faced by the partners include limited market access, low innovation in processed products, and a lack of managerial and marketing skills. The proposed solutions consist of training in processing milkfish into value-added products such as bandeng presto (pressure-cooked milkfish), boneless milkfish, bone floss, and nuggets, as well as training in digital marketing and product packaging. The results of the program show improved skills among partners, diversified products ready for market, and increased income. This program is expected to foster business independence and support the sustainable economy of coastal communities. Keywords: Milkfish (Chanos chanos), product diversification, marketing, coastal community empowerment.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 4 JULI 2026 Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 3 APRIL 2026 Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 2 JANUARI 2026 Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 1 OKTOBER 2025 Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 4 JULI 2025 Vol. 10 No. 3 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 3 APRIL 2025 Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 2 JANUARI 2025 Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 1 OKTOBER 2024 Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 2 MEI 2024 Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 1 OKTOBER 2023 Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 2 MEI 2023 Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 1 OKTOBER 2022 Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 2 MEI 2022 Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 1 OKTOBER 2021 Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021 Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020 Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020 Vol. 5 No. 1 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 1 OKTOBER 2019 Vol. 4 No. 2 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 2 MEI 2019 Vol. 4 No. 1 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 1 OKTOBER 2018 Vol. 3 No. 2 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 2 MEI 2018 Vol. 4 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. (EDISI KHUSUS) NOVEMBER 2018 Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 1 OKTOBER 2017 Vol. 2 No. 2 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 2 MEI 2017 Vol 2, No 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016 Vol. 2 No. 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016 Vol. 1 No. 2 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 2 MEI 2016 Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 1 OKTOBER 2015 More Issue