cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP)
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 24608173     EISSN : 25283219     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) merupakan media publikasi kegiatan pengabdian pada masyarakat di bidang agrokompleks, sains, sosial kemasyarakatan dalam bentuk penerapan IPTEKS maupun peningkatan pemberdayaan masyarakat. Jurnal ini terbit dua kali setahun di bulan Mei dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 363 Documents
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA BONTO BUNGA MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN SUSU JAGUNG DAN PENGUATAN LEGALITAS UMKM Gabryaldo, Igods; Diansari, Pipi; Ramadhani, Ariella; Imelda, Andi; Syastiawan, Andi; Syamsi, Zulfikar
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 2 JANUARI 2026
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i2.47123

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Bonto Bunga, Kabupaten Maros, dalam program INOVAGRO 3.0 dengan tema "Inovasi Vokasional untuk Agribisnis Pangan Berkelanjutan." Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah jagung menjadi produk bernilai tambah berupa susu jagung serta meningkatkan pemahaman mengenai legalitas produk. Metode partisipatif yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan, pelatihan teknis, praktik langsung, dan refleksi. Sebanyak 25 peserta, terdiri dari pelaku UMKM, anggota PKK, koperasi, dan BUMDes, mengikuti kegiatan ini. Kegiatan menghasilkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengolahan susu jagung yang lebih baik termasuk prosedur legalitasnya serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya inovasi berbasis sumber daya lokal. Program ini juga memperkuat interaksi sosial dan kapasitas ekonomi masyarakat. Pendekatan vokasional yang praktis terbukti mampu menghubungkan pengetahuan teknis dengan kebutuhan nyata masyarakat setempat.    Kata kunci: Pemberdayaan masyarakat, susu jagung, legalitas, sumber daya lokal, pelatihan vokasional.   ABSTRACT This community service was conducted in Bonto Bunga Village, Maros Regency, under the INOVAGRO 3.0 program with the theme 'Vocational Innovation for Sustainable Food Agribusiness.' The program aimed to improve community skills in processing corn into value-added corn milk products and to increase understanding of product legality. The participatory method included socialization, counseling, technical training, direct practice, and reflection. Twenty-five participants, including MSMEs, PKK members, cooperatives, and BUMDes, joined the program. The activities resulted in increased knowledge on legality procedures, better corn milk processing skills, and raised awareness of innovation using local resources. This program also strengthened social interaction and economic capacity. The practical vocational approach effectively linked technical knowledge with local community needs. Keywords: Community empowerment, corn milk, legality, local resources, vocational training.
PEMANFAATAN BIOAKTIVATOR MIKROBAT UNTUK MENDUKUNG PRODUKSI PADI ORGANIK Kuswinanti, Tutik; Patandjengi, Baharuddin; Ahmad, Ahyar; Brugman, Irene; Nurmujahidin, Nurmujahidin
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 2 JANUARI 2026
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i2.47575

Abstract

Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) dengan tema "Pemanfaatan Bioaktivator Mikrobat untuk Mendukung Produksi Padi Organik" dilaksanakan di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada bulan Mei-Desember 2025.Program ini bertujuan mengembangkan teknologi bioaktivator berbasis konsorsium lima mikroba unggul sebagai alternatif ramah lingkungan dalam sistem pertanian padi organik. Metode pelaksanaan meliputi kegiatan penyuluhan kepada 30 peserta kelompok tani, demonstration plot seluas 2 hektar dengan desain split plot, produksi bioaktivator menggunakan bioreaktor 1.000 liter, dan evaluasi pertumbuhan serta produktivitas tanaman. Bioaktivator Mikrobat mengandung bakteri penambat nitrogen (2,25 × 10⁹ cfu/ml), pelarut fosfat (5,47 × 10⁷ cfu/ml), penghasil zat pengatur tumbuh (4,67 × 10⁷ cfu/ml), pengendali hayati (3,25 × 10⁷ cfu/ml), dan pendegradasi selulosa (2,51 × 10⁴ cfu/ml). Hasil penelitian menunjukkan aplikasi Mikrobat meningkatkan produktivitas padi dari 5,6 ton/ha (kontrol) menjadi 7,68 ton/ha atau meningkat 37,1%. Selain peningkatan produktivitas, aplikasi Mikrobat juga menunjukkan efektivitas tinggi dalam pengendalian biologis dengan menurunkan intensitas serangan penyakit busuk bulir terlihat pada kontrol 11,25% serangan dan pada perlakuan hanya 3,75% serangan. Berdasarkan aspek ekonomi terdapat penghematan biaya produksi, sekaligus dapat meningkatkan pendapatan. Program ini berhasil menciptakan model bisnis berkelanjutan dengan respon positif petani untuk adopsi teknologi. Teknologi bioaktivator Mikrobat terbukti efektif meningkatkan produktivitas padi organik, mengurangi ketergantungan pada input kimia sintetis, dan mendukung keberlanjutan ekonomi petani.    Kata kunci: berkelanjutan, konsorsium, bakteri, padi organik, PPUPIK, produktivitas.   ABSTRACT The Campus Intellectual Product Business Development Program (PPUPIK) with the theme "Utilization of Mikrobat Bioactivator to Support Organic Rice Production" was carried out in Tompobulu Subdistrict, Maros Regency, South Sulawesi, from May to December 2025. This program aims to develop a bioactivator technology based on a consortium of five superior microbes as an environmentally friendly alternative in organic rice farming systems. The implementation methods included counseling activities for 30 farmer group participants, a two-hectare demonstration plot with a split plot design, bioactivator production using a 1,000-liter bioreactor, and evaluation of plant growth and productivity. Mikrobat Bioactivator contains nitrogen-fixing bacteria (2.25 × 10⁹ CFU/mL), phosphate-solubilizing bacteria (5.47 × 10⁷ CFU/mL), growth regulator-producing microorganisms (4.67 × 10⁷ CFU/mL), biocontrol agents (3.25 × 10⁷ CFU/mL), and cellulose-degrading bacteria (2.51 × 10⁴ CFU/mL). Research results showed that the application of Mikrobat increased rice productivity from 5.6 tons/ha (control) to 7.68 tons/ha, an increase of 37.1%. In addition to increased productivity, the application of Mikrobat also demonstrated high effectiveness in biological control by reducing the intensity of grain rot disease attacks, as seen in the control group with 11.25% incidence and only 3.75% incidence in the treatment group. From an economic perspective, this can reduce production costs while simultaneously increasing income. This program successfully created a sustainable business model, garnering a positive response from farmers regarding the adoption of technology. Mikrobat bioactivator technology has proven effective in increasing organic rice productivity, reducing dependence on synthetic chemical inputs, and supporting the economic sustainability of farmers. Keywords: Sustainable, consortium, bacteria, organic rice, PPUPIK, productivity.
PENYULUHAN PENGELOLAAN LANSKAP PEMUKIMAN BERBASIS KEANEKARAGAMAN HAYATI DI KELURAHAN WINANGUN DUA KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO Saroinsong, Fabiola B.; Sumakud, Maria Y. M. A.; Kalangi, Josephus I.; Nurmawan, Wawan
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 2 JANUARI 2026
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i2.48401

Abstract

Mitra Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah masyarakat Kelurahan Winangun Dua Kecamatan Malalayang Kota Manado. Masalah mitra adalah ancaman menurunnya keanekaragaman hayati dalam lanskap pemukiman akibat terbatasnya ruang terbuka hijau (RTH) dan tingginya stres lingkungan diantaranya yang disebabkan polusi. Hal ini terkait juga dengan masih rendahnya pengetahuan dan keterampilan yang memadai mengenai pemanfaatan keanekaragaman hayati dalam lanskap pemukiman.  Tujuan pelaksanaan kegiatan PKM ini yaitu memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pengelolaan lanskap pemukiman yang tepat untuk melestarikan sekaligus memanfaatkan keanekaragaman hayati. Solusi yang ingin dicapai adalah 1) meningkatkan pengetahuan beragam vegetasi dan desain lanskap pemukiman kawasan perkotaan untuk mendukung keanekaragaman hayati dan meningkatkan apresiasi dan motivasi untuk berkontribusi (luarannya adalah perbaikan tata nilai masyarakat yaitu pendidikan) dan 2) meningkatkan keterampilan pemanfaatan dan pelestarian keanekaragaman hayati di lanskap pemukiman dengan memberikan demo beberapa tindakan praktis pemilihan vegetasi dan aplikasi desain lanskap pemukiman (luarannya adalah peningkatan penerapan IPTEK di masyarakat dalam hal ini manajemen). Lebih spesifik lagi, melalui penyuluhan Tim Pengusul memperkenalkan beragam vegetasi dan desain lanskap yang cocok untuk pemukiman perkotaan. Pelaksanaan penyuluhan dalam PKM ini terdiri dari ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi dengan pelibatan peserta secara langsung. Secara lebih terperinci, tahapan pelaksanaan kegiatan penyuluhan yaitu : a) Tahap peningkatan kesadaran (awareness); b) Tahap peningkatan minat (interest); c) Tahap peningkatan kemampuan menilai (evaluation); d) Tahap stimulasi untuk mencoba (trial). Kegiatan PKM ini memberikan dampak positif berupa meningkatnya pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan lanskap pemukiman yang mendukung pelestarian keanekaragaman hayati.    Kata kunci: Keanekaragaman hayati, lanskap pemukiman, pendidikan lingkungan, pengelolaan lanskap, penyuluhan.   ABSTRACT The community partner for this Community Partnership Program (PKM) is the residents of Winangun Dua Village, Malalayang District, Manado City. The partner's issue revolves around the threat of declining biodiversity in residential landscapes due to limited green open spaces (RTH) and high environmental stress, including pollution. This is also related to the still low level of adequate knowledge and skills concerning the utilization of biodiversity in residential landscapes. The objective of this PKM activity is to provide education to the community on the proper management of residential landscapes to conserve and utilize biodiversity. The solutions aimed to be achieved are 1) increasing knowledge of various vegetations and urban residential landscape design to support biodiversity and enhance appreciation and motivation to contribute (the outcome being the improvement of societal values, namely education), and 2) enhancing skills in utilizing and conserving biodiversity in residential landscapes by providing demonstrations of practical actions in selecting vegetation and applying residential landscape design (the outcome being the increase in the application of science and technology in the community, specifically in management). More specifically, through educational outreach, the Proposing Team will introduce various vegetation and landscape designs suitable for urban residential areas. The implementation of educational outreach in this PKM involves lectures, question-and-answer sessions, and demonstrations that engage participants directly. The detailed stages of the educational outreach activities are a) Awareness-raising stage; b) Interest enhancement stage; c) Evaluation skill improvement stage; d) Trial stimulation stage. Keywords: Biodiversity, residential landscape, environmental education, landscape management, outreach.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 2 JANUARI 2026 Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 1 OKTOBER 2025 Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 4 JULI 2025 Vol. 10 No. 3 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 3 APRIL 2025 Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 2 JANUARI 2025 Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 1 OKTOBER 2024 Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 2 MEI 2024 Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 9 NO. 1 OKTOBER 2023 Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 2 MEI 2023 Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 1 OKTOBER 2022 Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 2 MEI 2022 Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 1 OKTOBER 2021 Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021 Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020 Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020 Vol. 5 No. 1 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 1 OKTOBER 2019 Vol. 4 No. 2 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 2 MEI 2019 Vol. 4 No. 1 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 1 OKTOBER 2018 Vol. 3 No. 2 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 2 MEI 2018 Vol. 4 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. (EDISI KHUSUS) NOVEMBER 2018 Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 1 OKTOBER 2017 Vol. 2 No. 2 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 2 MEI 2017 Vol 2, No 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016 Vol. 2 No. 1 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 1 OKTOBER 2016 Vol. 1 No. 2 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 2 MEI 2016 Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 1 OKTOBER 2015 More Issue