cover
Contact Name
David Setiawan
Contact Email
dsetia@unilak.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dsetia@unilak.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknik
ISSN : 18584217     EISSN : 2622710X     DOI : -
Core Subject : Art, Engineering,
Jurnal Teknik has an area of expertise consisting of : 1. Civil Engineering such as Structural Engineering, Construction Engineering & Management, Geotechnical Engineering, Water Resources Engineering, Transportation Engineering and Ocean Engineering. 2. Electronical Engineering such as Electrical Engineering Materials, Electric Power Generation, Transmission and Distribution, Power Electronics, Power Quality, Power Economic, FACTS, Renewable Energy, Electric Traction, Electromagnetic Compatibility, High Voltage Insulation Technologies, High Voltage Apparatuses, Lightning Detection and Protection, Power System Analysis, SCADA, Electrical Measurements. 3. Architectural such as Indonesian Architectural Design, Housing and Urban Design and Development, Vernacular Architecture, Islamic Architecture, Architectural Science & Technology, Interdisciplinary Architecture, and other Indonesian Architecture discourses.
Arjuna Subject : -
Articles 170 Documents
PERENCANAAN ULANG PONDASI BORE PILE DITINJAU DARI SEGI BIAYA PADA PROYEK TRANSMISI 500 KV SUMATERA PAKET 2, PERANAP – PERAWANG PROVINSI RIAU Mario Pratama; Virgo Trisep; Fadriza Lubis
JURNAL TEKNIK Vol. 11 No. 1 (2017)
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Waskita Karya (Persero) Tbk, mengerjakan proyek pembanguanan transmisi 500 kV Sumatera paket 2, Peranap – Perawang di Provinsi Riau. Yang akan direncanakan di 3 (tiga) Kabupaten dengan panjang 160 Kilometer, dan terdiri dari 377 tower. Namun dalam tahap pekerjaannya di temui kendala dilapangan yaitu seperti tanah yang berawa, berair, lembah, bukit dan pegunungan. Sehingga dilakukan perubahan desain dari pondasi dangkal ke pondasi bore pile dibeberapa titik lokasi pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perubahan penggunaan model pondasi dangkal konvensional dengan system bore pile apakah lebih efisien jika ditinjau dari segi biaya. Dengan berpedoman pada SNI tahun 2016, untuk perhitungan RAB pondasi bore pile dengan luas bangunan 23.04 m² dibutuhkan dana sebesar Rp. 273.233.682,00. Bila ditambah profit PPn 10 %, biaya yang dibutuhkan menjadi Rp. 300.580.000,00. Setelah disusun time schedule dari perhitungan RAB dan bobot, waktu pelaksanaan pembuatan pondasi Bore pile adalah 13 minggu untuk satu titik pondasi bore pile
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN JALAN SUDIRMAN KM 2 KOTA PEKANBARU Marlita Sari RD; Zainuri Zainuri; Winayati Winayati
JURNAL TEKNIK Vol. 11 No. 1 (2017)
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Sudirman Km 2 kota Pekanbaru adalah jalan yang memiliki peranan penting terhadap aktifitas masyarakat terutama dalam hal urusan pemerintahan, pendidikan maupun ekonomi. Volume kendaraan yang melintasi jalan ini cukup padat, berbagai jenis kendaraan yang melewati jalan ini mulai dari, sepeda motor, kendaraan ringan, dan kendaraan berat serta hambatan samping disepanjang jalan ini turut menyebabkan kepadatan arus lalu lintas terutama pada jam puncak, sehingga tingkat pelayanan jalan Sudirman Km 2 kota Pekanbaru tidak sebanding lagi melayani volume lalu lintas yang ada. Adapun rumusan dan tujuan dari penelitian ini untuk menghitung tingkat pelayanan jalan Sudirman Km 2 kota Pekanbaru saat ini. Jalan Sudirman Km 2 kota Pekanbaru merupakan tipe jalan enam lajur dua arah terbagi (6/2 D). Dengan melakukan penelitian untuk mengetahui kondisi tingkat pelayanan jalan Sudirman Km 2 pada saat ini. Analisis yang digunakan pada penelitian ini sesuai dengan analisis yang ada pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Sebelum melakukan analisis terlebih dahulu dilakukan survei lapangan dengan mengambil data diantaranya data geometri jalan, data lalu lintas, hambatan samping, dan kecepatan. Dari hasil analisis yang dilakukan, didapat DS sebesar 1,203, Kecepatan arus bebas sebesar 52,470 km/jam dan Kapasitas jalan sebesar 1.487,64 smp/jam perjalur. Maka tingkat pelayanan jalan Sudirman Km 2 kota Pekanbaru termasuk tingkat pelayanan F dengan karakteristik yaitu kondisi arus tertahan, kecepatan lalu lintas berkisar < 50 km/jam dengan volume dibawah 2000 smp/jam dan DS ≥ 1,00 arus tidak stabil dan kendaraan kadang mulai terhenti akibat padatnya lalu lintas dengan volume mencapai kapasitas yaitu 2000 smp perjam 2 arah.
TINJAUAN SALURAN DRAINASE JALAN RIAU UJUNG KOTA PEKANBARU Rizki Rizki; Virgo Trisep; Fadrizal Lubis
JURNAL TEKNIK Vol. 11 No. 1 (2017)
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan sumber daya alam yang memiliki peran yang penting dalam kehidupan. Air yang melimpah dapat digunakan dengan baik bila tidak ada masalah pada saat pengaliran. Sebaliknya apabila pada saat pengaliran terdapat masalah maka air dapat menjadi bencana bagi lingkungan sekitarnya. Pada tahun 2017 saluran drainase Jalan Riau Ujung mengalami permasalahan drainase yakni terjadinya genangan. Genangan yang terjadi menjadi sebuah permasalahan tersendiri yang perlu dianalisis. Berdasarkan dari permasalahan tersebut, dilakukan penelitian untuk meninjau ulang saluran drainase dengan melakukan survei dilokasi terjadinya banjir untuk memperoleh data-data seperti data kontur, data pengukuran saluran drainase, data curah hujan, data jumlah penduduk dan data-data penunjang lainnya. Dari data-data yang terkumpul maka dilakukan analisis data yang bertujuan untuk mengetahui dimensi eksisting saluran drainase yang sudah ada apakah mampu menampung debit air hujan dan limbah buangan rumah tangga. Penelitian dilakukan di Jalan Riau Ujung, dimana kondisi eksisting drainase berbentuk trapesium dan persegi panjang dengan dimensi lebar yang beragam, 17 tipe dan ukuran saluran disebelah kiri jalan dan 10 tipe dan ukuran saluran disebelah kanan. Perhitungan frekuensi curah hujan dengan menggunakan metode Distribusi Gumbel, perhitungan intensitas curah hujan menggunakan metode SNI 03-3424 1994 dan kecepatan aliran menggunakan metode Manning. Dari hasil analisis diperoleh debit eksisting lebih besar dari debit hujan dan limbah buangan jadi dimensi dan kapasitas drainase masih dapat menampung debit yang ditimbulkan dari hujan dan limbah buangan, hal ini dibuktikan dengan hasil analisis yang dilakukan. Sehingga diperoleh kesimpulan penyebab genangan air pada jalan yang di tinjau bukan disebabkan oleh besarnya limbah buangan dan debit hujan.
Analisis Daya Dukung Pondasi Bored Pile pada Proyek Pembangunan Menara Listrik Transmisi 500 KV Peranap-Perawang Chandra, Andre; Yanti, Gusneli; Wahyuni Megasari, Shanti
JURNAL TEKNIK Vol. 12 No. 2 (2018)
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v12i2.1732

Abstract

Pondasi bored pile berinteraksi dengan tanah untuk menghasilkan daya dukung yang mampu memikul dan memberikan keamanan pada struktur atas, dimana terjadi perubahan jenis pondasi dalam proyek pembangunan menara transmisi 500 kV. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya dukung pondasi bored pile menara transmisi 500 kV. Metode yang digunakan adalah metode Aoki dan de Alencar, metode Schmertmann dan Nottingham, metode Meyerhoff, dan metode Guy Sangrelatt. Selanjutnya, dikarenakan bored pile-nya adalah kelompok tiang, maka digunakan pula dua jenis metode efisiensi kelompok tiang, yaitu metode Converse-Labarre dan metode Los Angeles Group. Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa untuk pondasi bored pile dengan jumlah 16 tiang, kedalaman 6 meter dan diameter tiang sebesar 40 cm, diperoleh nilai daya dukung pondasi ultimit bored pile yang paling minimum adalah sebesar 1487,845 kN untuk menahan beban compression terfaktor menara sebesar 644,072 kN kondisi normal. Sementara untuk daya dukung ijin tarik pondasi bored pile, diperoleh nilai sebesar 240,562 kN, tidak mencukupi untuk menahan beban uplift terfaktor menara sebesar 479,497 kN. Untuk mengatasinya, maka diperlukan penambahan jumlah tiang menjadi 25 buah dan menambah kedalaman menjadi 7,6 meter, sehingga diperoleh nilai daya dukung ijin tarik sebesar 490,399 kN, yang dapat menambah daya dukung pondasi bored pile.
PERENCANAAN JARINGAN AIR BERSIH DAN AIR KOTOR PADA PERUMAHAN RESTU DELIMA JALAN RANTAU VII KELURAHAN SIMPANG TIGA KOTA PEKANBARU Rendi Fahreza; Virgo Trisep Haris; Shanti Wahyuni Megasari
JURNAL TEKNIK Vol. 11 No. 2 (2017)
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perumahan Restu Delima merupakan perumahan siap huni yang memiliki beberapa tipe, yaitu 126 unit RSH STD Type 36 dengan luas tanah 108 m2, 72 unit RSH PLUS Type 36 dengan luas tanah 114 m2 dan 18 unit RSH Type 45 dengan luas tanah 120 m2. Dengan lahan yang tidak begitu luas menyebabkan penentuan titik tangki septik dan sumur air bersih tidak sesuai dengan SNI 03- 2398-2002. Pada kondisi exsisting yang ada dilapangan jarak antara tangki septik dan sumur air bersih yaitu kurang dari 10 m serta sistem pembuangan air bekas dari floor drain kamar mandi dan sink langsung terbuang ke drainase. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan jaringan instalasi air bersih dan air kotor agar terhindar dari pencemaran sumber air bersih dan lingkungan tidak sehat. Untuk air bersih direncanakan membuat 1 unit sumur dalam (deep well). Air dari sumur dialirkan menggunakan pompa menuju tangki atas (roof tank) kemudian air dialirkan keseluruh perumahan menggunakan sistem gravitasi. Untuk air kotor direncanakan membuat 1 unit tangki septik menggunakan sistem terpusat.
PERENCANAAN STRUKTUR BANGUNAN ATAS GEDUNG RUSUNAWA UNIVERSITAS LANCANG KUNING M. Ridwan Syahputra; Gusneli Yanti; Shanti Wahyuni Megasari
JURNAL TEKNIK Vol. 11 No. 2 (2017)
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian terdahulu mahasiswa arsitektur Yerni (2015) untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa perlu adanya dilakukan perencanaan rusunawa baru dan sebagai penunjang keberhasilan visi Universitas Lancang Kuning 2030, namun perencanaannya hanya sebatas perencanaan ruang, tampak dan konsep-konsep arsitektur, oleh karena itu perlu dilakukan perencanaan Detail Engineering Design (DED). Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan Stuktur Bangunan Atas Gedung Rusunawa Universitas Lancang Kuning. Perencanaan struktur terdiri dari elemen struktur balok, pelat dan kolom dimodelkan dengan program SAP2000 v14.2.2 secara tiga dimensi (3D) agar sesuai dengan kondisi aslinya. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh perencanaan elemen struktur balok dengan dimensi 30/40 pada balok induk, dengan penulangan pada kondisi tumpuan dan lapangan dengan tulangan D22 pada balok induk. Pada elemen pelat direncanakan tebal pelat 120 mm pada lantai dan 100 mm dengan penulangan pelat dua arah dengan penulangan P10 setiap lantainya. Pada elemen kolom direncanakan dimensi 50/50 pada kolom lantai dasar, dimensi 45/45 pada kolom lantai 1, 2 dan 3 dengan penulangan D22 untuk lantai dasar, 1 dan 2 dan D19 untuk lantai 3.
PERENCANAAN STRUKTUR JEMBATAN BETON BERTULANG DI SUNGAI SAIL KECAMATAN LIMAPULUH KOTA PEKANBARU Hesekiel Tamba; Gusneli Yanti; Shanti Wahyuni Megasari
JURNAL TEKNIK Vol. 11 No. 2 (2017)
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan yang terletak di perumahan Jondul Kecamatan Limapuluh Kota Pekanbaru ini dibangun pada tahun 1993 merupakan akses penghubung bagi pejalan kaki maupun alat transportasi. Jembatan ini terbuat dari material kayu. Kondisi struktur jembatan kini telah rubuh dan membutuhkan pembangunan kembali. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk merencanakan struktur atas jembatan dengan metode beton bertulangan, bentang jembatan 20 meter dengan lebar 7 meter. Perencanaan struktur terdiri dari tiang sandaran, trotoar, pelat lantai kendaraan, gelagar dan balok diafragma. Perhitungan struktur jembatan mengacu pada RSNI T-12-2004 (Standar Perencanaan Struktur Beton Untuk Jembatan) dan RSNI T-02-2005 (Standar Perencanaan Pembebanan Jembatan). Perhitungan gaya dalam dihitung secara manual menggunakan analisa struktur. Berdasarkan analisa dan perhitungan pada struktur atas jembatan diperoleh hasil perencanaan tiang sandaran direncanakan dengan dimensi 10 cm x 15 cm menggunakan tulangan 2D10, trotoar direncanakan tebal 20 cm menggunakan tulangan D13–140, pelat lantai kendaraan direncanakan tebal 20 cm menggunakan tulangan D13–130, gelagar direncanakan dengan dimensi 60 cm x 125 cm menggunakan tulangan 12D40, balok diafragma direncanakan dengan dimensi 30 cm x 50 cm menggunakan tulangan 4D16.
ANALISIS BEBAN KENDARAAN TERHADAP DERAJAT KERUSAKAN DAN UMUR SISA PERKERASAN (STUDI KASU : JALAN LINTAS SUMATERA KECAMATAN PAYUNG SEKAKI) Randi Anggista; Virgo Trisep Haris; Winayati Winayati
JURNAL TEKNIK Vol. 11 No. 2 (2017)
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diruas jalan Lintas Sumatera atau jalan arengka II adalah jalur yang sering dilewati oleh berbagai macam kendaraan seperti kendaraan bermotor, sedan, bus, truk, tronton, dan sebagainya. Dari banyak nya lalu lintas dan beban kendaraan yang melintasi jalan ini setiap hari nya bisa saja tidak sesuai dengan beban kendaraan yang diizinkan. Oleh sebab itu menyebabkan pembebanan yang secara langsung mempengaruhi umur sisa dan derajat kerusakan di ruas jalan tersebut. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis dampak beban kendaraan terhadap derajat kerusakan pada struktrur perkerasannya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pendekatan dari bina marga, data-data pendukung seperti data lalu lintas harian rata-rata (LHR) dari Dinas Bina Marga Provinsi Riau dan data berat kendaraan dari Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru. Dari hasil perhitungan umur sisa diketahui bahwa n selama 10 tahun yaitu 7,94%, yang artinya bahwa diruas jalan tersebut sudah tidak aman atau tidak layak dalam waktu 10 tahun tersebut. Sedangkan dari hasil perhitungan nilai derajat kerusakan jalan pada kendaraan dengan beban normal didapat bahwa untuk truck colt diesel 2 as dengan beban 5,15 ton untuk roda bagian depan 0,0009 dan roda bagian belakang 0,0133, truck fuso 2 as dengan beban 7 ton untuk roda bagian depan 0,0032 dan roda bagian belakang 0,0456, dump truck (tronton) 3 as dengan beban 24 ton untuk roda bagian depan 0,1296 dan roda bagian belakang 0,9028, yang artinya untuk beban normal tidak terlalu berpengaruh pada derajat kerusakannya.
STUDI PERENCANAAN SETTING RELE PROTEKSI PADA SALURAN TRANSMISI 150 KV PADA GARDU INDUK (GI) PASIR PUTIH PT. PLN (PERSERO) UNIT PELAYANAN TRANSMISI PEKANBARU Adjie Pradonggo; Atmam Atmam; Usaha Situmeang
JURNAL TEKNIK Vol. 11 No. 2 (2017)
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dikarenakan adanya pembangunan Gardu Induk (GI) baru di Pangkalan Kerinci Kab. Pelalawan Riau. Dimana di dalam perencanaannya, sistem kelistrikan GI Pangkalalan Kerinci akan dihubungkan dengan GI Pasir Putih melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV dengan panjang saluran transmisi 37,26 km. dan untuk melindungi saluran transmisi dari gangguan hubung singkat maka digunakan rele jarak (distance relay) sebagai proteksi utama dan rele arus lebih (Over Current Relay) sebagai proteksi cadangan. Oleh karena itu di dalam penelitian tugas akhir ini penulis melakukan perencanaan setting rele jarak dan koordinasi dengan rele arus lebih sebagai cadangan (backup) dan kemudian hasil setting disimulasikan dengan software PSCAD dan DIgSILENT pada saluran transmisi 150 kV Pasir Putih-Pangkalan Kerinci. Pada penelitian ini hasil setting rele jarak GI Pasir Putih arah Pangkalan Kerinci pada Zona 1= 7,69849 74,74 Ohm, t = 0 detik, Zona 2 =11,54774 74,74 Ohm, t = 0,4 detik dan GI Pangkalan Kerinci arah Pasir Putih pada Zona 1 = 7,69849 74,74 Ohm, t = 0 detik, Zona 2 = 11,54774 74,74 Ohm, t = 0,4 detik. Dan hasil setting rele arus lebih pada GI Pasir Putih disisi sekunder Isek = 0,59 Amper dan arus primer Iprimer= 952,62 Amper dan di GI Pangkalan Kerinci di sisi sekunder ISekunder = 0,59 Amper dan disisi primer Iprimer = 952,62 Amper. Dan kemudian hasil perhitungan disimulasikan melalui software PSCAD dan didapatkan semua gelombang impedansi gangguan berada dalam lingkaran zona yang menandakan rele jarak akan bekerja saat terjadi gangguan. Untuk koordinasi antara rele utama dan rele cadangan disimulasikan dengan software digsilent. dari hasil simulasi terlihat koordinasi waktu antara rele jarak dan arus lebih sudah tepat, rele jarak bekerja sesuai setting tanpa ada kesalahan pembacaan saat terjadinya gangguan dan rele arus lebih bekerja setelah rele jarak gagal bekerja.
ANALISIS PRODUKTIVITAS DAN MUTU HASIL TENAGA KERJA KONSTRUKSI PADA PEKERJAAN PENGECATAN GEDUNG RUMAH SAKIT BUDHI MULIA PEKANBARU Wahyudi Wahyudi; Gusneli Yanti; Fadrizal Lubis
JURNAL TEKNIK Vol. 11 No. 2 (2017)
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan gedung Rumah Sakit Budhi Mulia yang baru melibatkan tenaga kerja dengan berbagai bidang keahlian. Produktivitas tenaga kerja perlu dicermati oleh tim manajemen kontraktor untuk menghindari kerugian dan menyusun strategi pembangunan agar dapat berjalan lancar. Produktivitas tenaga kerja berhubungan dengan mutu hasil pekerjaan sehingga pada perhitungan nilai produktivitas tenaga kerja harus dimasukkan nilai mutu pekerjaan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengukur produktivitas masing-masing tukang cat pada pekerjaan pengecatan dinding gedung Rumah Sakit Budhi Mulia dengan memperhitungkan nilai mutu hasil pekerjaan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey langsung di lapangan. Pengamatan dilakukan terhadap 5 (lima) orang tukang cat ketika melakukan pekerjaannya mengecat dinding gedung Rumah Sakit Budhi Mulia, Pekanbaru. Penelitian dilakukan selama 6 (enam) hari kerja untuk setiap tukang cat yang dijadikan objek penelitian. Produktivitas dari 5 (lima) tukang cat yang memperhitungkan luasan hasil yang diperoleh dibandingkan dengan waktu efektif tenaga kerja berturut-turut dari peringkat teratas adalah Tukang 1 dengan nilai 0,0755 m2/menit, Tukang 4 dengan nilai 0,0754 m2/menit, Tukang 5 dengan nilai 0,0747 m2/menit, Tukang 3 dengan nilai 0,0734 m2/menit, dan terakhir Tukang 2 dengan nilai produktivitas terendah sebesar 0,0732 m2/menit. Nilai produktivitas para tukang cat setelah memperhitungkan mutu hasil pekerjaan mengalami penurunan dari penilaian produktivitas standar disebabkan tidak ada nilai sempurna untuk mutu hasil pekerjaan. Urutan produktivitas tukang cat dari yang terbaik berturut-turut adalah Tukang 1 dengan nilai 0,0618 m2/menit, Tukang 4 dengan nilai 0,0617 m2/menit, Tukang 5 dengan nilai 0,0543 m2/menit, Tukang 3 dengan nilai 0,0467 m2/menit, dan terakhir Tukang 2 dengan nilai produktivitas terendah sebesar 0,0399 m2/menit.

Page 9 of 17 | Total Record : 170