cover
Contact Name
David Setiawan
Contact Email
dsetia@unilak.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dsetia@unilak.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknik
ISSN : 18584217     EISSN : 2622710X     DOI : -
Core Subject : Art, Engineering,
Jurnal Teknik has an area of expertise consisting of : 1. Civil Engineering such as Structural Engineering, Construction Engineering & Management, Geotechnical Engineering, Water Resources Engineering, Transportation Engineering and Ocean Engineering. 2. Electronical Engineering such as Electrical Engineering Materials, Electric Power Generation, Transmission and Distribution, Power Electronics, Power Quality, Power Economic, FACTS, Renewable Energy, Electric Traction, Electromagnetic Compatibility, High Voltage Insulation Technologies, High Voltage Apparatuses, Lightning Detection and Protection, Power System Analysis, SCADA, Electrical Measurements. 3. Architectural such as Indonesian Architectural Design, Housing and Urban Design and Development, Vernacular Architecture, Islamic Architecture, Architectural Science & Technology, Interdisciplinary Architecture, and other Indonesian Architecture discourses.
Arjuna Subject : -
Articles 170 Documents
Durabilitas Beton Sekat Kanal Terpapar Air Gambut dan Air Laut Rita Yulismawati; monita olivia; Edy Saputra
JURNAL TEKNIK Vol. 15 No. 2 (2021): Edisi Oktober 2021
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v15i2.7081

Abstract

Sekat kanal (canal blocking) merupakan salah satu upaya teknik pembasahan gambut karena terjadinya penurunan muka air tanah berlebihan serta dapat mengantisipasi kebakaran di lahan gambut. Namum pada bagian hilir lahan gambut, sekat kanal juga berhubungan langsung dengan air laut disisi lainnya. Dengan mendapatkan dua serangan (dual attack) sehingga perlunya menggunakan beton berdurabilitas tinggi, salah satunya dengan memakai pozzolan berupa abu terbang (Fly Ash) untuk menhasilkan beton bermutu tinggi. Pada penelitian ini, mutu beton direncanakan yaitu fc’ = 35 Mpa, dengan menggunakan semen tipe Portland Composite Cement (PCC) dengan variasi 0% FA sebagai kontrol dan memakai 30% FA dari berat semen dan faktor air semen (fas) sebesar 0,32. Setelah mendapatkan perawatan dengan air normal selama 28 hari, kemudian disimulasikan dengan merendam pada tiga bak perendaman yang berbeda yaitu dengan air gambut, air larutan NaCl sebesar 3,5% serta pencampuran air gambut dan NaCl. Hasil menunjukan beton PCC pada umur 0 hari perendaman kuat tekan sudah mencapai pada mutu yang direncanakan tetapi mengalami kenaikan dan penurunan kuat tekan. Pada beton PCC–FA pada umur 0 hari perendaman belum mencapai pada mutu beton yang direncanakan tetapi seiring dengan lama nya perendaman dengan 3 jenis air, mutu beton masih terus mengalami kenaikan sampai pada umur 56 hari dan pada 91 hari baru mengalami penurunan kuat tekan. Hasil UPV pada beton PCC dan PCC-FA selama 56 hari disetiap rendaman masih memiliki kerapatan beton yang sangat bagus namun, di 91 hari perendaman mengalami penurunan, dan secara pengamatan visual, penetrasi asam belum terjadi pada beton tipe PCC dan tipe PCC-FA.
Sifat Fisik dan Korosi Beton Abu Terbang untuk Sekat Kanal pada Lahan Gambut Bagian Hilir Andi Darmawan; Monita Olivia; Sigit Sutikno
JURNAL TEKNIK Vol. 15 No. 2 (2021): Edisi Oktober 2021
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v15i2.7198

Abstract

Gambut adalah jenis tanah yang mudah terbakar jika kering dan terpapar suhu yang tinggi terutama dalam kondisi ekstrim seperti saat ini. Untuk menjaga air tetap membasahi gambut maka dilakukan konstruksi sekat kanal pada daerah hilir. Beton dengan campuran abu terbang diharapkan dapat menjaga kondisi beton tetap basa sehingga tulangan yang terkandung didalam beton tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan beton normal dan beton campuran fly ash 30% terhadap air gambut, air laut, dan air campuran keduanya. Hal ini disebabkan beton akan diaplikasikan pada daerah pesisir yang mengalami 2 siklus air, yaitu air air gambut dan air laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton dengan kandungan 30% abu terbang memiliki kuat tekan yang lebih baik dibandingkan beton dengan 0% abu terbang karena mengalami peningkatan seiring penambahan umur beton dan lebih tahan terhadap serangan klorida pada campuran air NaCl dan asam pada air gambut maupun campuran keduanya. Sedangkan porositas beton 30% abu terbang memiliki porositas yang kecil yaitu 1,75% namun korosi sebesar 1,33% pada air gambut. Berdasarkan hasil penelitian ini, beton dengan campuran abu terbang yang memiliki durabilitas cukup baik pada lingkungan agresif yang memiliki serangan akibat asam dan klorida yang tinggi seperti lingkungan air gambut dan air laut (NaCl).
Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Neraca Air pada KHG Pulau Tebing Tinggi Gunawan, Irvan; Sigit Sutikno; Besri Nasrul
JURNAL TEKNIK Vol. 15 No. 2 (2021): Edisi Oktober 2021
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v15i2.7327

Abstract

Perubahan tata guna lahan dapat memberikan manfaat, namun dapat juga berakibat buruk bagi lingkungan, seperti pembakaran dan penebangan terhadap vegetasi/hutan di lahan gambut, hal ini menyebabkan air di lahan gambut berkurang secara berlebihan sehingga menyebabkan lahan gambut menjadi kering dan mudah terbakar. Perhitungan neraca air lahan gambut sangat penting dilakukan untuk mengetahui kondisi distribusi air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi neraca air dan pengaruh perubahan tata guna lahan terhadap kondisi neraca air pada KHG Pulau Tebing Tinggi berdasarkan tata guna lahan tahun 2010 dan 2019. Pemodelan hidrologi dilakukan menggunakan model TMWB (Thornthwaite Mather Water Balance berdasarkan data curah hujan, klimatologi, tata guna lahan dan tekstur tanah. Hasil analisis tata guna lahan tahun 2010 dan 2019 terdapat perubahan luasan hutan menjadi lahan pertanian dan perkebunan. Perubahan tata guna lahan menjadi lahan pertanian dan perkebunan dapat menyebabkan air hujan yang seharusnya meresap ke dalam tanah, berubah menjadi limpasan aliran permukaan yang umumnya mengalir ke sungai/kanal, sehingga dapat mempengaruhi keseimbangan air dan lingkungan disekitarnya. Hasil perhitungan neraca air tiap Sub KHG Pulau Tebing Tinggi periode tahun 2010 dan 2019, menunjukkan bahwa tahun 2019 kondisi limpasan air (runoff) lebih besar dibandingkan tahun 2010, sehingga ada kecenderungan disebabkan oleh perubahan tata guna lahan.
Analisis Tingkat Kerusakan Bangunan Gedung Asrama Atlit Sport Centre Rumbai Wahyudi; Fadrizal Lubis; Widya Apriani
JURNAL TEKNIK Vol. 15 No. 2 (2021): Edisi Oktober 2021
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v15i2.7428

Abstract

Kondisi gedung asrama atlit sport centre Rumbai saat ini terdapat kerusakan kerusakan arsitektur, mekanikal, elektrikal dan plumbing karena kurangnya perawatan pada bangunan gedung. Pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung secara konsisten dan berkelanjutan sudah menjadi syarat yang harus dipenuhi, sehingga bisa mencapai persyaratan bangunan gedung yaitu pada permen 24/PRT/M/2008, khususnya bangunan gedung yang fungsinya sebagai salah satu penunjang yang dapat meningkatkan prestasi atlit yaitu fasilitas penginapan seperti asrama atlit sport centre Rumbai. Tujuan dari penelitian ini untuk mempersentase kerusakannya dan mengestimasi biaya kerusakannya serta biaya pemeliharaan pertahun dan memprediksi anggaran 10 tahun mendatang, dengan metode estimasi harga yaitu mengunakan harga satuan rata rata per-m2 bangunan bertingkat yang akurat untuk bangunan gedung. Hasil perhitungan ini didapatkan estimasi harga perkiraan kasar (approximate estimate) sebesar Rp. 866.433.671,00,- untuk kerusakan-kerusakan arsitektur, mekanikal, elektrikal, dan plumbing kriteria tingkat kerusakannya adalah kerusakan berat namun dilihat dari permen 24/PRT/M/2008 persentase kerusakan pada gedung asrama atlit sport centre Rumbai sebesar 1.56%, sehingga digolongkan dalam kerusakan ringan (<35%) dan tindakan yang akan dilakukan adalah merehabilitasi bangunan gedung, sedangkan untuk pemeliharaan per-tahunnya adalah sebesar Rp. 4.721.146.000,- ditahun 2021 yang dipekirakan meningkat setiap tahunnya. dan untuk 10 tahun berikutnya akan meningkat menjadi Rp. 6.532.067.740,-. karena pengaruh nilai inflasi berdasarkan Bank indonesia.
STABILISASI TANAH GAMBUT DENGAN CAMPURAN KARBIT PADA JALAN LINTAS SONTANG – DURI KECAMATAN BONAI DARUSSALAM KABUPATEN ROKAN HULU Amsal Manogu Sianturi Amsal; Virgo Trisep Haris; Lusi Dwi Putri
JURNAL TEKNIK Vol. 15 No. 2 (2021): Edisi Oktober 2021
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v15i2.7433

Abstract

Jalan lintas sontang-duri merupakan jalan lintas yang sering dilalui oleh kendaraan bermuatan besar. Permasalahan yang terjadi yaitu konstruksi jalan yang sudah hancur, karena tanah dasar jalan ini yaitu tanah gambut yang mempunyai daya dukung yang rendah, kadar air yang tinggi dan kompresibilitas yang tinggi. Dilakukan perbaikan pada tanah gambut tersebut untuk menghasikan daya dukung yang optimal dengan metode stabilisasi secara kimiawi dengan alasan kelestarian lingkungan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan persentase nilai California Bearing Ratio (CBR) tanah gambut yang distabilisasi menggunakan karbit dengan variasi 15%, 20%, dan 25 %. Hasil pengujian yang dilakukan didapatkan CBR tanah tanpa campuran (asli) diperoleh dengan nilai 1,42%. Penambahan karbit pada tanah gambut dengan variasi 15%, 20% dan 25% mengalami peningkatan pada nilai CBR sebanyak 1,60% pada campuran 25%. Peningkatan belum mencapai syarat untuk dijadikan sebagai subgrade jalan yaitu sebesar 3,02%. Syarat untuk dijadikan subgrade jalan berdasarkan spesifikasi bina marga ≥6%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penambahan karbit untuk stabilisasi tanah gambut dapat mempengaruhi karakteristik tanah tersebut sehingga dapat menaikkan nilai CBR
KUALITAS PAVING BLOCK DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PLASTIK POLYPROPYLENE TERHADAP KUAT TEKAN Erdin Khalid Zulfi Erdin; Zainuri; Fitridawati Soehardi
JURNAL TEKNIK Vol. 15 No. 2 (2021): Edisi Oktober 2021
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v15i2.7435

Abstract

Penggunaan plastik dikehidupan sehari-hari adalah hal yang lumrah, efek samping yang ditimbulkan oleh penggunaan plastik ini yaitu limbahnya yang akan sulit diurai oleh tanah. Disisi lain dengan berkembangnya tingkat kebutuhan manusia dan semakin minimnya sumber daya alam, maka timbul inovasi baru dengan memanfaatkan limbah plastik sebagai bahan campuran pembentuk beton. Dalam penelitian ini menggunakan limbah plastik Polypropylene sebagai perekat bahan pengganti semen. Limbah plastik jenis Polypropylene dilelehkan pada suhu 160°C - 165°C dan dicampurkan dengan agregat halus. Dalam pembuatan Paving Block polimer ini menggunakan komposisi campuran plastik jenis Polypropylene : Agregat Halus mulai dari (100%:0%), (90%:10%), (80%:20%), (70%:30%), (60%:40%), (50%:50%), (40%:60%), (30%:70%), (20%:80%), dan (10%:90%). Dari masing-masing komposisi campuran ini terdiri dari 5 sampel. Dari hasil penelitian diperoleh nilai kuat tekan maksimum pada campuran 30% plastik Polypropylene : 70% agregat halus dengan nilai kuat tekan 16,11 MPa, nilai ini dapat dimasukkan kedalam golongan mutu C yang bisa digunakan untuk pejalan kaki menurut (SNI 03-0691, 1996) yang berlaku.
Merancang Museum Sejarah Kota Seribu Sungai di Kota Banjarmasin Noor Hamidah; Ilham Akbar
JURNAL TEKNIK Vol. 15 No. 2 (2021): Edisi Oktober 2021
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v15i2.7462

Abstract

Banjarmasin City is one of the cities located in South Kalimantan Province. The Banjarmasin city area is not only surrounded by small rivers, but also by a large river, namely the Barito River in the west, and is divided by the Martapura River in the middle, so that Banjarmasin City is called the City of a Thousand Rivers. Banjarmasin City is an old city that does not yet have a representative city history museum which is expected to be one of the Indonesian Heritage Cities Network. The design of the Thousand Rivers City History Museum is a building that accommodates the historical knots of the early formation of the City of Banjarmasin and the development of the City of Banjarmasin until now, as well as storing historical objects that have been found, such as heirlooms in the form of kris, sabers, and war equipment and household furniture. before. The purpose of this paper is to publish the design of the history museum of the city of a thousand rivers in Banjarmasin City with a green architectural approach. The method uses qualitative methods to examine the function and form of the building through literature studies, comparative studies, and precedent studies as well as field observations. The design approach is green architecture by collecting and using data from literature studies. The result of the design is the application of green architectural principles by utilizing climatic conditions, minimizing solar radiation, and good environmental management in historical museum buildings.
Effect of Incorporating Super Bond Additives on Volumetric and Mechanical Characteristics of Cold Mix Asphalt Concrete using Asbuton Rosman Hidayatulloh; I Dewa Made Alit Karyawan; Ervina Ahyudanari
JURNAL TEKNIK Vol. 15 No. 2 (2021): Edisi Oktober 2021
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v15i2.7616

Abstract

Asbuton is the natural asphalt of Buton Island, Southeast Sulawesi. Asbuton has substantial reserves with deposits estimated at between 150 to 300 million tons. Asphalt mixture using Asbuton can be done with a cold mix. This mixture requires a rejuvenating agent that serves to soften and rejuvenate the asphalt properties contained in Asbuton. The rejuvenation process that is less than optimal results in the low quality of the asphalt mixture. Therefore, it is necessary to conduct a study to improve the performance of cold mixtures using Asbuton. In this study, super bond additives were used. This study aims to determine the extent to which the performance of asphalt-concrete mixtures using Asbuton with the addition of super bond additives in the rejuvenating agent is increased. The addition of additives was varied with levels of 0.0%, 0.2%, 0.3%, and 0.4%, so that the impact could be known. The best asphalt concrete mix characteristics were obtained at the addition of 0.4% additives. Where, for volumetric characteristics the values ​​obtained are: Void in the Mix (VIM) 5.08%, Void in Mineral Aggregate (VMA) 19.6% and Void Filled with Bitumen (VFB) 74.0%. While the mechanical characteristics are: Stability 609 kg, Flow 2.7 mm and Marshall Quotient 223 kg/mm. Only the Marshall Quotient value does not meet the minimum requirements, because it is < 250 kg/mm.
ANALISA LINEAR BANGUNAN GEDUNG TERHADAP BEBAN ANGIN DENGAN PENGAKU OUTRIGGER resti nur arini; Fadli Kurnia; Dwi Ariyani
JURNAL TEKNIK Vol. 15 No. 2 (2021): Edisi Oktober 2021
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v15i2.8301

Abstract

Pada bangunan tingkat tinggi sangat rentan sekali terhadap beban angin. Biasanya bangunan yang sudah mencapai ketinggian tertentu perlu dilakukan pemasangan pengaku sebagai panahan beban lateral agar menjadi sistem pengaku yang lebih efektif dan efisien. Gaya lateral yang setiap hari terjadi dan selalu manghantam sisi-sisi bangunan gedung adalah angin, karena semakin tinggi bangunan akan menjadi penghalang pergerakan angin sehingga akan menimbulkan deformasi untuk bangunan secara horizontal maupun vertikal. Pada penelitian ini pangaku yang dipilih adalah bangunan yang menggunakan outrigger karena sistem outrigger merupakan sistem struktur penahan beban horizontal. Penelitian ini akan dimodelkan 5 bangunan dengan lokasi pemasangan outrigger yang berbeda dan akan dimodelkan menggunakan SAP 2000 dalam bentuk 2D dengan jumlah lantai adalah 70 dan penggunaan outrigger dapat mereduksi deformasi sebesar 4%. Dari hasil pemodelan yang telah dilakukan bahwa deformasi yang paling kecil terletak pada ½ tinggi bangunan. sehingga penggunaan outrigger pada posisi pemasangan tersebut lebih efektif dibandingkan pada posisi pemasangan di lokasi lain.
STUDI PENEMPATAN RECLOSER PADA JARING DISTRIBUSI 20 KV DI PENYULANG 12 KUALU PT. PLN (PERSERO) RAYON PANAM Asep Rahmatul Iklas; Arlenny Arlenny; Usaha Situmeang
JURNAL TEKNIK Vol. 11 No. 1 (2017)
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Recloser pada jaring distribusi tenaga listrik memiliki peranan yang sangat penting guna keandalan dan kontinuitas serta keamanan penyaluran tenaga listrik di PT. PLN (Pesero) Rayon Panam, terutama pada bagian ujung beban dan percabangan tiga phasa. Recloser berfungsi sebagai pengaman setelah Pemutus (PMT) yang biasanya diletakkan pada zona dua atau tiga. Recloser sendiri dapat memutus arus dan menutup kembali secara otomatis dengan selang waktu yang dapat diatur. Jaring distribusi 20 kV sering mengalami gangguan baik secara eksternal maupun internal. Gangguan secara eksternal berupa surja yang diakibatkan oleh petir, sedangkan pada gangguan internal disebabkan oleh surja hubung yang disebabkan karena buka dan tutup Circuit Breaker (CB). Gangguan bersifat sementara maupun permanen. Gangguan sementara akan hilang dengan sendirinya sedangkan permanen membutuhkan operator untuk menetralkan gangguan. Dari hasi program Algoritma Genetika penempatan recloser di penyulang12 kualu bisa dihitung perbandingannya menggunakan SAIDI dan SAIFI antara pemasangan recloser sebelum dan sesudah menggunakan program GA, hasil yang didapat sesudah menggunakan program GA itu lebih kecil gangguan yang terjadi dibandingkan sebelum menggunakan program Algoritma Genetika dengan data SAIDI dan SAIFI turun sebesar 0,42 Jam/tahun/pelanggan dan 7,73 Kali/tahun/ pelanggan.

Page 8 of 17 | Total Record : 170