cover
Contact Name
dr. Rachmat Hidayat
Contact Email
dr.rachmat.hidayat@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
dwih.dr@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Biomedical Journal of Indonesia
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 24077097     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Biomedical Journal of Indonesia is an open access, peer-reviewed journal that focus on basic medical sciences, emphasizing on providing the molecular studies of biomedical problems and molecular mechanisms to integrate researches in all aspects of human health. BJI is dedicated to publishing original research and review articles covering all aspects of biomedical sciences.
Arjuna Subject : Kedokteran - Anatomi
Articles 392 Documents
Perubahan Berat dan Histologi Testis Tikus Putih Jantan (Rattus Norvegicus) Akibat Pemberian Fraksi Daun Jambu Biji Merah (Psidium Guajava L.) Chesy Sripratiwi
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 1 (2019): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun Jambu Biji Merah (Psidium guajava L.) merupakan tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia. Kandungankimia yang terdapat dalam daun jambu biji merah adalah alkaloid, flavonoid, tanin, minyak atsiri dan beta-sitosterol yang diduga bersifat antifertilitas. Terrjadinya peningkatan jumlah penduduk yang sangat tinggi yaitu1,49% per tahun maka perlu dikembangkan metode kontrasepsi pada pria yang aman, efektif dan reversibelitastinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan berat dan histologi testis tikus putih jantan (Rattusnorvegicus) akibat pemberian fraksi daun jambu biji merah. Metode penelitian yang digunakan adalah trueexperiment dengan rancangan post test control group design menggunakan 24 ekor tikus jantan yang dibagimenjadi 4 kelompok perlakuan yang masing-masing kelompok terdiri atas 6 tikus jantan. Setiap kelompok diberiperlakuan fraksi n-heksan, etil asetat, metanol air sebanyak 80 mg/ekor/hari selama 48 hari dan untuk kelompokkontrol diberi CMC 1% 2 ml, pemberian dilakukan dengan cara sonde oral. Hasil penelitian menunjukkan adanyapenurunan rata-rata berat testis, diameter tubulus seminiferus, tebal epitel tubulus seminiferus serta penurunanjumlah sel Leydig antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan. Berat testis dan diameter tubulusseminiferus pada hasil uji pos hoct tes antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan didapatkan nilai p<0,05artinya ada perbedaan yang sangat signifikan tebal epitel tubulus seminiferus antara kelompok kontrol dankelompok perlakuan. Begitu juga pada tebal epitel tubulus seminiferus dan jumlah sel Leydig, pada hasil uji poshoct test didapatkan nilai p<0,05. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fraksi daun jambu biji merahdapat menurunkan berat testis, diameter tubulus seminiferus, tebel epitel tubulus seminiferus dan jumlah selLeydig.
Perbandingan antara Pemberian Fraksi Daun Beluntas (Pluchea Indica Lees) dan Ketokonazol Secara Invitro Terhadap Candida Albicans Bina Marsasi; Yuwono; Salni
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 1 (2019): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun beluntas bermanfaat sebagai pengobatan flour albus dan discharge yang disebabkan oleh jamur. Penelitianini bertujuan untuk menemukan aktivitas anti-jamur fraksi pada ekstrak daun beluntas (Pluchea indica Lees)terhadap Candida albicans. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental in vitro menggunakan desain studiPosttest-only Control Group Design. Ekstrak metanol diperoleh melalui proses maserasi sedangkan fraksinyamelalui fraksinasi cair-cair. Fraksi paling aktif ditentukan oleh uji aktivitas anti jamur. Fraksi paling aktif dengankonsentrasi 10%, 5%, 2,5%, 1,25%, 0,625% dan diameter zona hambat 0,3125% diukur dengan metodepengenceran cairan padat. Kesetaraan dengan obat dinilai melalui analisis regresi, kemudian golongan senyawaaktif ditentukan melalui uji bioautografi menggunakan kromatografi lapis tipis. Hasil penelitian diperoleh metanol-fraksi-air dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans sedangkan ekstrak metanol, n-heksana dan etilasetat tidak menghambat. Fraksi metanol air yang memiliki diameter zona hambat mulai pada konsentrasi0,3125% dengan diameter rata-rata 7,34 mm dan pada konsentrasi 10% diperoleh diameter terbesar sebesar17,10 mm. Melalui cairan pengencer dan fraksi padat KHM dari fraksi metanol-air dihambat pada konsentrasi0,3125%. Uji kesetaraan menunjukkan bahwa 1 mg / ml ketokonazol setara dengan 39.561 mg / ml fraksi metanol-air daun beluntas. Senyawa yang menghambat jamur diduga adalah golongan aktif senyawa flavonoid dan alkaloid.Fraksi metanol-air daun beluntas (Pluchea indica Lees) memiliki aktivitas antijamur terhadap Candida albicanssecara in vitro.
Hubungan SNP (Rs867500) Gen STX1A Exon 10 dengan Tingkat Kecerdasan Intelektual Dalinur Qur’andini; Yuwono; Triwani
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 1 (2019): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan SNP (rs867500) pada gen STX1A Exon 10 dengantingkat kecerdasan intelektual. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitiancross sectional dengan populasi sebesar 368 dan sampel sebesar 36 yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitukelompok IQ diatas rata-rata dan kelompok IQ rata-rata. Untuk mengetahui hubungan SNP (rs867500) gen STX1AExon 10 dengan tingkat kecerdasan digunakan uji X 2 (Chi-square). Hasil menunjukkan tidak ditemukan SNPs padagen STX1A exon 10. Gen STX1A dapat dikatakan berkontribusi pada kecerdasan bersama gen lainnya, yaitu GenIGFR2 dan Gen FNBPL1 meskipun tidak terdapat polimorfisme pada gen STX1A exon 10.
Pengaruh Ekstrak Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus Rosa-Sinensis Linn.) Terhadap Jumlah, Motilitas, Morfologi, Vabilitas Spermatozoa Tikus Jantan (Rattus Norvegicus) Dina Julia; Salni; Sri Nita
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 1 (2019): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Partisipasi laki-laki dalam KB masih relatif rendah bila dibandingkan dengan keikutsertaan perempuan.Salah satu tanaman obat tradisional yang digunakan adalah Bunga kembang sepatu yang bersifatantifertilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ekstrak bunga kembang sepatu terhadapjumlah, motilitas, morfologi dan viabilitas spermatozoa tikus jantan (Rattus norvegicus). Penelitian inimerupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sampeldalam penelitian ini menggunakan 25 tikus jantan strain Sprague Dawley usia 60-70 hari dengan beratbadan 200-210 gram. Lama perlakuan 30 hari dengan dosis 200 mg/kgBB, 300 mg/kgBB, 400 mg/kgBB.Data disajikan dalam bentuk tabel dan diagram serta narasi untuk menginterpretasikan data tersebut.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya penurunan jumlah sperma pada kelompok perlakuan dibandingkelompok kontrol (p=0,000), terjadi penurunan motilitas sperma (p=0,001), terjadi peningkatan morfologiabnormal (p=0,000), dan terjadi penurunan viabilitas spermatozoa antara kelompok perlakuan dibandingkelompok kontrol (p=0,000). Dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan bermakna dari pengaruh ekstrakbunga kembang sepatu terhadap jumlah, motilitas, morfologi, viabilitas spermatozoa.
Hubungan Fungsi Paru dengan Kadar Interleukin-6 (Il-6) Pada Penduduk Yang Berada Di Sekitar Pabrik Karet Gandus Dan Tempat Pembuangan Akhir (Tpa) Sampah Sukawinatan Palembang Novita Adela; Mohammad Zulkarnain; Rostika Flora
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 1 (2019): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paparan dari polusi udara dapat mengganggu kapasitas fungsi paru dan sistem imum tubuh. Kapasitas fungsi parumerupakan penjumlahan dari dua volume paru atau lebih. Interleukin-6 (IL-6) merupakan mediator inflamasi padapatogenesis pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fungsi paru dan kadarInterleukin-6 (IL-6) pada penduduk yang berada di sekitar Pabrik Karet Gandus dan TPA Sukawinatan Palembang.Rancangan penelitian yang digunakan adalah jenis korelasi atau explanatory yaitu mengkaji hubungan antaravariabel. Sampel sebanyak 72 dan dibagi menjadi 2 kelompok : kelompok di wilayah Pabrik Karet Gandus dankelompok di wilayah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Sukawinatan Palembang. Uji fungsi paru di ukurmenggunakan spirometri dan kadar Interleukin-6 diukur menggunakan pemeriksaan ELISA. Hasil uji Chi squaremenunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna (p value = 0,001) antara fungsi paru pada pendudukyang berada di sekitar Pabrik Karet Gandus dan TPA Sampah Sukawinatan. Dan tidak terdapat hubungan yangbermakna (p value = 0,337) antara kadar Interleukin-6 (IL-6) pada penduduk yang berada di sekitar Pabrik KaretGandus dan TPA Sampah Sukawinatan. Hasil uji Chi Square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yangbermakna (p value = 0,626) antara fungsi paru dan kadar Interleukin-6 (IL-6) pada penduduk yang berada di sekitarPabrik Karet Gandus. Hasil uji Chi Square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna (p value =1,000) antara fungsi paru dan kadar Interleukin-6 (IL-6) pada penduduk yang berada di sekitar TPA SampahSukawinatan Palembang. Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa Tidak terdapat hubungan yang bermakna(p<0,05) antara kadar Interleukin-6 dan Fungsi Paru pada penduduk yang berada di sekitar Pabrik Karet Gandusdan TPA Sukawinatan Palembang.
Uji Efek Antibakteri Propolis terhadap Escherichia Coli Dan Shigella Dysenteriae Secara In Vitro Roni Ferdi; Mgs.Irsan Saleh; Theodorus; Salni
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 2 (2019): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri yang sering menjadi penyebab diare infeksi adalah Escherichia coli dan Shigella dysenteriae. Penggunaanantibiotik yang berlebihan dan kurang rasional pada kasus diare mendorong terjadinya perkembangan resistensipatogen multi obat. Propolis merupakan salah satu solusi untuk mengatasi infeksi diare. Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui kemampuan efek antibakteri ekstrak propolis terhadap bakteri Escherichia coli dan Shigelladysenteriae dalam pengujian secara in vitro dengan berbagai konsentrasi. Penelitian eksperimen laboratoriumsecara in vitro. Sampel dalam penelitian ini adalah bakteri Escherichia coli dan Shigella dysenteriae dengan tahapanpenelitian dimulai dari proses ekstraksi dilakukan dengan menggunakan metode ekstraksi bertingkat. Hasilpenelitian menunjukkan konsentrasi fraksi n-heksan terkecil yang masih menghambat pertumbuhan bakteriEscherichia coli dan Shigella dysenteriae adalah 250 µg/ml dan konsentrasi ini dinyatakan sebagai nilai KHM. Ujikesetaraan konsentrasi 250 µg/ml fraksi n-heksan propolis setara dengan 4,0 µg/ml ciprofloxacin terhadapEscherichia coli dan setara dengan 4,6 µg/ml ciprofloxacin terhadap Shigella dysenteriae, sedangkan uji kesetaraankonsentrasi 250 µg/ml fraksi etil asetat propolis setara dengan 5,2 µg/ml ciprofloxacin terhadap Escherichia colidan setara dengan 4,5 µg/ml ciprofloxacin terhadap Shigella dysenteriae. Kesimpulan penelitian ini adalah Ekstrakn-heksan dan etil asetat propolis memiliki efektifitas antibakteri terhadap Escherichia coli dan Shigella dysenteriae.Fraksi n-heksan dan etil asetat propolis memiliki aktivitas antibakteri yang lebih rendah jika dibandingkan denganciprofloxacin dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Shigella dysenteriae. Senyawaantibakteri yang terdapat dalam fraksi n-heksan dan etil asetat propolis adalah flavonoid dan fenol.
Sensitivitas dan Spesifisitas Metode Brugia Rapid Test pada Pemeriksaan Brugia MalayiFilariasis merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria yang menyerang saluran dan kelenjar getah bening. Diketahui 90% kasus filariasis penyeba Tri Novia Kumalasari
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 2 (2019): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Filariasis merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria yang menyerang saluran dankelenjar getah bening. Diketahui 90% kasus filariasis penyebabnya adalah tiga spesies cacing filarial yaitu:Wuchereria bancrofti, Brugia malayi dan Brugia timori. Pemeriksaan secara mikroskopis pada sediaan darah tebalmenggunakan darah tepi pasien pada malam hari merupakan teknik konvensional. Dalam program eliminasifilariasis global, WHO menganjurkan penggunaan metode serodiagnosis. Untuk filariasis Brugia, metodeserodiagnosis terbaik yang ada saat ini adalah deteksi antibodi IgG4 anti-filaria.Tujuan Penelitian ini adalah untukmengetahui sensitivitas dan spesifisitas metode Brugia Rapid Test dibandingkan dengan sediaan darah tepidengan pewarnaan Giemsa dalam mendeteksi Brugia malayi di Desa Sungai Rengit Murni Kecamatan TalangKelapa Kabupaten Banyuasin. Metode yang digunakan adalah uji Diagnostik. Penelitian ini dilakukan di Desa SungaiRengit Murni Kabupaten Banyuasin pada tanggal 20 Juni 2013. Jumlah sampel 80 orang yang diambil secara SimpleRandom Sampling. Metode pemeriksaan dengan cara pewarnaan Giemsa dan metode Brugia Rapid. Berdasarkanhasil penelitian dari 80 sampel yang dilakukan pemeriksaan, pemeriksaan dengan metode Giemsa 0 (0%) dandengan metode Brugia Rapid 22 Orang (27,5%) Penelitian ini menunjukkan bahwa metode Brugia rapiddibandingkan metode Giemsa Sensitivitasnya 0%, spesifisitasnya72,5%, nilai duga positif 0% dan nilai duga negatif100%.
Rasionalitas Penggunaan Antagonis Kalsium Pada Wanita Hamil Novianty; Sutomo Tanzil; Theodorus
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 2 (2019): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeklampsia adalah suatu keadaan hipertensi yang timbul setelah 20 minggu kehamilan disertai denganproteinuria. Eklampsia adalah preeklampsia yang disertai dengan kejang dan atau koma. Di Indonesiapreeklampsia dan eklampsia masih merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu dan perinatal. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui pola pemberian antagonis kalsium pada wanita hamil di Rumah Sakit MohammadHoesin Palembang. Survei penggunaan obat dilakukan di Ruang Rekam Medis pada November sampai Desember2013. Populasi penelitian adalah semua pasien hipertensi pada wanita hamil di Instalasi Rawat Inap DepartemenObstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Mohammad Hoesin. Sampel berjumlah 63 penderita yang memenuhi kriteriainkulsi. Hasil penelitian bentuk deskriptif dan dalam tabel persentase. Didapatkan 63 wanita hamil yang hipertensi.Hipertensi pada wanita hamil ditemukan pada usia 33-37 tahun (40%). Hipertensi ditemukan pada kehamilanpertama (11.3%). Jenis hipertensi terbanyak adalah derajat dua (68.2%). Antagonis kalsium yang digunakan adalahnifedipin dan amlodipin. Nifedipin diberikan peroral dengan dosis 10 mg satu kali makan dengan frekuensi tiga kalidalam satu hari (100%). Amlodipin diberikan peroral dengan dosis 10 mg satu kali makan dengan frekuensi satukali dalam satu hari (100%). Magnesium sulfat sering digunakan bersamaan dengan antagonis kalsium (89%).Penggunaan antagonis kalsium pada wanita hamil di Departemen Obstetri dan Ginekologi Rumah SakitMohammad Hoesin sudah rasional.
Hubungan Siklus Bioritme dengan Nilai Computer Based Test (CBT) pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Nurul Salmah Alia Dita; Erial Bahar; Eddy Roflin
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 2 (2019): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tubuh manusia memiliki banyak irama, salah satunya bioritme. Bioritme terdiri dari tiga siklus yaitu, siklus fisik,emosi dan intelektual. Masing-masing siklus memiliki fase positif, negatif dan kritis. Saat mengikuti ujian seseorangmemerlukan keadaan fisik, mental, dan intelektual yang baik. Dengan menggunakan siklus bioritme, seseorangdapat melihat keadaan-keadaan tersebut agar dapat mempersiapkan diri ketika ujian. Penelitian ini adalahpenelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel terdiri dari 386 mahasiswa Program StudiPendidikan Dokter Universitas Sriwijaya angkatan 2014 dan 2015 secara total sampling yang memenuhi kriteriainklusi. Data yang diambil berupa data sekunder yang terdiri dari nilai CBT, tanggal ujian, dan jalur masuk yangdiperoleh dari bagian akademik Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, sedangkan data tanggal lahir, IMT dannilai IQ diambil dari kuesioner. Data siklus bioritme diambil menggunakan biorhythm software. Pengolahan datadilakukan dengan menggunakan analisis uji Kruskal Wallis dan Regresi Linier. Dari hasil analisis bivariat dengan ujiKruskall Wallis didapatkan nilai IQ memiliki hubungan dengan nilai CBT (p=0,010), jalur masuk universitas memilikihubungan dengan nilai CBT (p=0,000), dan siklus fisik bioritme berhungan dengan nilai CBT (p=0,011), Namun,pada analisis multivariat (Regresi Linier) siklus fisik bioritme tidak memiliki hubungan dengan nilai CBT. Tidakterdapat hubungan siklus bioritme dengan nilai CBT pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter FakultasKedokteran Universitas Sriwijaya.
Korelasi Antara Kadar Feritin Serum dan Status Gizi Pasien Talasemia-β Mayor Rafika; Djoko Marwoto; Lusia Hayati
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 2 (2019): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Talasemia adalah penyakit kronik yang membutuhkan transfusi darah berulang, karena adanya gangguan sintesishemoglobin akibat mutasi dari satu atau lebih gen globin. Transfusi secara terus menerus dapat menyebabkanterjadinya penimbunan besi dalam tubuh khususnya jantung, hati, dan organ endokrin, serta dapat menyebabkanpertumbuhan yang terhambat dan gizi kurang atau gizi buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasiantara kadar feritin serum dan status gizi pasien talasemia-β mayor di RSUP Dr. Moh. Hoesin Palembang.Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian iniadalah pasien talasemia-β mayor yang menjalani rawat inap di Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUP Dr.Mohammad Hoesin pada bulan Oktober hingga November 2016 yang memenuhi kriteria keikutsertaan. Dari 43pasien, sebagian besar (60.5%) pasien memiliki badan kurus sesuai dengan indeks berat badan menurut usia(BB/U) dan berperawakan pendek sesuai indeks tinggi badan menurut usia (TB/U), namun hanya 14.0% pasienmemiliki gizi kurang menurut indeks BB/TB. Didapatkan nilai rata-rata kadar feritin serum 2837.69 μg/L, denganrentang 278.7-13867 μg/L. Hasil uji korelasi antara kadar feritin serum dan status gizi menunjukkan nilai p=0.326dan nilai r=0.153. Terdapat korelasi yang tidak bermakna antara kadar feritin serum dan status gizi pasientalasemia-β mayor.

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 3 (2025): Vol 11, No 3, 2025 Vol. 11 No. 2 (2025): Vol 11, No 2, 2025 Vol. 11 No. 1 (2025): Vol 11, No 1, 2025 Vol. 10 No. 3 (2024): Vol 10, No 3, 2024 Vol. 10 No. 2 (2024): Vol 10, No 2, 2024 Vol. 10 No. 1 (2024): Vol 10, No 1, 2024 Vol. 9 No. 3 (2023): Vol 9, No 3, 2023 Vol. 9 No. 2 (2023): Vol 9, No 2, 2023 Vol. 9 No. 1 (2023): Vol 9, No 1, 2023 Vol. 8 No. 3 (2022): Vol 8, No 3, 2022 Vol. 8 No. 2 (2022): Vol 8, No 2, 2022 Vol. 8 No. 1 (2022): Vol 8, No 1, 2022 Vol. 7 No. 3 (2021): Vol 7, No 3, 2021 Vol. 7 No. 2 (2021): Vol 7, No 2, 2021 Vol. 7 No. 1 (2021): Vol 7, No 1, 2021 Vol. 7 No. 3 (2021): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 7 No. 2 (2021): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 7 No. 1 (2021): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 3 (2020): Vol 6, No 3, 2020 Vol. 6 No. 2 (2020): Vol 6, No 2, 2020 Vol. 6 No. 1 (2020): Vol 6, No 1, 2020 Vol. 6 No. 3 (2020): Biomedical Journal of Indonesia Vol 6, No 2 (2020) Vol. 6 No. 2 (2020): Biomedical Journal of Indonesia Vol 6, No 1 (2020) Vol. 5 No. 3 (2019): Vol 5, No 3, 2019 Vol. 5 No. 2 (2019): Vol 5, No 2, 2019 Vol. 5 No. 1 (2019): Vol 5, No 1, 2019 Vol. 5 No. 3 (2019): Biomedical Journal of Indonesia Vol 5, No 3 (2019) Vol 5, No 2 (2019) Vol. 5 No. 2 (2019): Biomedical Journal of Indonesia Vol 5, No 1 (2019) Vol. 5 No. 1 (2019): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 4 No. 3 (2018): Vol 4, No 3, 2018 Vol. 4 No. 2 (2018): Vol 4, No 2, 2018 Vol. 4 No. 1 (2018): Vol 4, No 1, 2018 Vol. 4 No. 3 (2018): Biomedical Journal of Indonesia Vol 4, No 3 (2018) Vol 4, No 2 (2018) Vol. 4 No. 2 (2018): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 4 No. 1 (2018): Biomedical Journal of Indonesia Vol 4, No 1 (2018) Vol. 3 No. 3 (2017): Vol 3,No 3, 2017 Vol. 3 No. 2 (2017): Vol 3, No 2, 2017 Vol. 3 No. 1 (2017): Vol 3, No 1, 2017 Vol 3, No 3 (2017) Vol. 3 No. 3 (2017): Biomedical Journal of Indonesia Vol 3, No 2 (2017) Vol. 3 No. 2 (2017): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 3 No. 1 (2017): Biomedical Journal of Indonesia Vol 3, No 1 (2017) Vol 1, No 1 (2015) More Issue