cover
Contact Name
dr. Rachmat Hidayat
Contact Email
dr.rachmat.hidayat@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
dwih.dr@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Biomedical Journal of Indonesia
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 24077097     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Biomedical Journal of Indonesia is an open access, peer-reviewed journal that focus on basic medical sciences, emphasizing on providing the molecular studies of biomedical problems and molecular mechanisms to integrate researches in all aspects of human health. BJI is dedicated to publishing original research and review articles covering all aspects of biomedical sciences.
Arjuna Subject : Kedokteran - Anatomi
Articles 392 Documents
Profil Hormon Penderita Disorder of Sex Development (DSD) di RSUP. Dr. Mohammad Hoesin Palembang Ziske Maritska; Bintang Arroyantri Prananjaya; Nita Parisa; Rovania Yantinez Quardetta
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 2 (2019): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selain berdasarkan temuan klinis, penentuan diagnosis Disorders of sex development (DSD) juga didukung olehragam pemeriksaan penunjang seperti analisis kromosom, radiologi, dan pemeriksaan laboratorium yang salahsatunya berupa pemeriksaan kadar hormon. Pemeriksaan kadar hormon dapat memberikan gambaran fungsigonadal dan adrenal, yang bermanfaat baik untuk penapisan dan juga penentuan diagnosis DSD. Studi yangbertujuan untuk mengidentifikasi profil hormon pasien DSD di Indonesia masih sangat minim, dan studi inimerupakan studi pertama yang meninjau profil hormon DSD di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Studi inimerupakan studi deskriptif menggunakan data sekunder dari rekam medik pasien DSD yang menjalanipemeriksaan hormon selama periode 2013-2017. Dari total 173 pasien DSD yang datang berobat ke RSUP Dr.Mohammad Hoesin Palembang selama lima tahun terakhir, hanya 22 (12.72%) pasien yang menjalani pemeriksaanhormon. Ada 13 profil hormon yang diperiksa pada pasien DSD di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang denganhormon testosteron (54.54%) sebagai hormon yang paling sering diperiksa. Pemeriksaan profil hormon sebagaisalah satu alat bantu penapisan dan penegakkan diagnosa DSD belum menjadi salah satu pemeriksaan penunjangyang umum dilakukan di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang.
Pemanfaatan Isoflavon Dengan Bahan Dasar Kulit Kopi Robusta Dengan Penanda BMD (Bone Marrow Density) Pada Wanita Peri/Post Menopause Ratna Dewi Puspita Sari; Samsul Bakrie
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 3 (2019): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan usia harapan hidup perempuan di Indonesia yang mencapai usia 72 tahun menyebabkan hampir sepertigamasa hidupnya dijalani pada saat menopause. Populasi perempuan menopause di Indonesia akan meningkat dengansegala dampak akibat penurunan hormon estrogen berupa keluhan klimaterik dan peningkatan risiko terjadinyakekeroposan tulang/osteoporosis. Pilihan yang terbaik dan merupakan pengobatan standar untuk keluhan klimaterik danosteoporosis adalah terapi hormonal (Estrogen+Progesteron/Estrogen). WHO tahun 2004 menyatakan bahwa terapihormon pada perempuan menopause meningkatkan risiko kanker payudara. Di Indonesia, Fitoestrogen banyak beredardi pasaran dengan kategori sebagai suplemen dan telah digunakan oleh masyarakat untuk mengatasi keluhan klimaterikdan osteoporosis. Fitoestrogen ini belum terbukti secara ilmiah bermanfaat untuk mengatasi keluhan-keluhan klimaterikmaupun osteoporosis pada perempuan menopause. Fitoestrogen di pasaran yang digunakan sebagai pil Permi IIImengandung Red Clover, Black Cohosh dan kalsium. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa fitoestrogen untuk terapiosteoporosis dapat diperoleh dari isoflavon yang berasal dari kulit kopi robusta. Isoflavon ini dapat mempengaruhidensitas mineral tulang pada wanita peri/post menopause. Penggunaan fitoestrogen (isoflavon) dari kulit biji kopiberpengaruh terhadap wanita peri/post menopause serta membantu pemeliharaan dan pembentukan massa tulang.
Sekresi IFN-γ dan IL-10 Setelah Stimulasi Antigen Fusi ESAT-6-CFP-10 (EC610) pada Penderita TB Aktif dan TB Laten Sabrina Prihantika; Nova Kurniati; Kemas Ya’kub Rahadiyanto; M. Irsan Saleh; Zen Hafy; Francisca Srioetami Tanoerahardjo; Jusak Nugraha; Eddy Mart Salim
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 3 (2019): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem imunitas seluler sangat berperan dalam melawan infeksi TB yaitu peran sel limfosit T yang berdiferensiasimenjadi sel Th1 mensekresikan sitokin pro inflamasi IFN-γ dan sel Th2 yang mensekresi sitokin anti inflamasi IL-10.Antigen fusi EC610 bersifat spesifik dan memiliki antigenitas yang kuat terhadap stimulasi sel T. Tujuan penelitian untukmengetahui perbedaan rerata kadar IFN-γ dan IL-10 setelah stimulasi antigen EC610 pada penderita TB aktif dan TBlaten. Desain penelitian ini adalah eksperimen semu secara in vitro dengan kultur PBMC yang distimulasi oleh antigenEC610 pada kelompok TB aktif dan TB laten. Penelitian dan pemeriksaan dilakukan di RSK Paru Provinsi Sumsel danLaboratorium Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Jakarta Pusat. Terdapat 21 subjek penderita TB aktif dan28 subjek penderita TB laten yang sesuai dengan kriteria inklusi. Pengukuran kadar IFN-γ dan IL-10 dilakukanmenggunakan ELISA-Reader. Hasil penelitian menunjukkan kadar IFN-γ dan IL-10 setelah stimulasi antigen EC610lebih tinggi pada TB aktif daripada TB laten. Tingginya kadar IFN-γ pada penderita TB aktif menunjukkan adanyarespon imun protektif terhadap kuman M.tb sedangkan tingginya kadar IL-10 menunjukkan perannya sebagai antiinflamasi . Tidak terdapat perbedaan bermakna rerata kadar IFN-γ pada penderita TB aktif dan TB laten (p=0,769) danterdapat perbedaan bermakna reata kadar IL-10 setelah stimulasi antigen EC610 lebih tinggi pada TB aktif daripada TBlaten (p=0,000).
Efek Ekstrak Daun Jati Belanda terhadap Kadar Myeloperoxidase Jaringan Paru Tikus Putih Wistar Model Kontusio Pulmonum Nia Savitri Tamzil; Evi Lusiana; Desi Oktariana
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 3 (2019): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kontusio pulmonum adalah cedera pada parenkim paru yang sering terjadi akibat trauma tumpul pada dinding dada.Cedera ini akan mengaktivasi respon inflamasi yang dapat menghasilkan efek stres oksidatif sehingga akhirnya terjadikerusakan jaringan paru. Beberapa studi mengindentifikasi efek ekstrak daun jati belanda terkait proses inflamasi danefeknya sebagai antioksidan. Penelitian ini merupakan studi eksperimental secara in vivo dengan pendekatan prepost-test with control group design yang bertujuan mengetahui efektivitas ekstrak daun jati belanda (Guazuma ulmifolia)dalam proteksinya terhadap sel alveolar paru dengan praperlakuan kontusio pulmonum. Subyek penelitian ini ialah tikusputih (Rattus norvegicus) galur Wistar yang terbagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol positif, kontrol negatif, ekstrakdaun jati belanda 125 mg/kgBB, 250 mg/kgBB dan 500 mg/kgBB. Tikus diinduksi dengan menjatuhkan beban seberat400 gram setinggi 50 cm. Hasil penelitian Ekstrak Daun jati belanda (EDJB) semua dosis dan kontrol positif dapatmenurunkan kadar ekspresi myeloperoksidase secara signifikan (p<0.05). Oleh karena itu, dapat disimpulkan ekstrakdaun jati belanda (Guazuma ulmifolia) semua dosis efektif dalam menurunkan ekspresi myeloperoxidase pada jaringanpulmo tikus putih Wistar yang diinduksi kontusio pulmonum.
Efek Ekstrak Buah Ciplukan (Physallis peruvenia) Pada Kadar T4 Tikus Putih Nita Parisa
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 3 (2019): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertiroid adalah suatu kondisi dimana terjadi peningkatan sintesis dan sekresi hormon tiroid sehingga kadar hormontiroid dalam darah meningkat. Pada tahun 2013 didapatkan data 0,4% penduduk Indonesia mengalami hipertiroid. Buahciplukan (Physalis peruviana) merupakan herba Indonesia yang diduga memiliki efek terhadap hormon tiroid. Jenispenelitian adalah eksperimental in vivo dengan subyek penelitian berupa tikus putih galur Wistar berjumlah 30 ekoryang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol negatif (Akuades), kontrol positif (PTU 100 mg/kgBB), kelompok 3, 4,dan 5 ekstrak buah Ciplukan dengan dosis 250 mg, 500 mg, dan 1000 mg per kilogram berat badan. Hasil pemeriksaanmenunjukkan terjadi penurunan kadar T4 pada perlakuan dengan kontrol positif dan pemberian eksrak buah ciplukan.Terdapat perbedaan penurunan kadar T4 untuk kelompok pemberian ekstrak buah ciplukan dosis 1, 2, dan 3 (p<0,05).Dapat disimpulkan bahwa ekstrak buah Ciplukan dengan dosis 250 mg/kgBB, 500 mg/kgBB, dan 1000 mg/kgBBmemiliki potensi sebagai anti hipertiroid.
Hubungan Pola Asuh Dengan Delinkuensi Siswa SMP Syarifah Aini; Khairina Rina; Margarita M. Maramis
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 3 (2019): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Delinkuensi atau kenakalan remaja merupakan masalah serius di semua negara. Remaja yang terlibat kenakalanberpotensi terlibat tindak kriminalitas yang lebih serius. Banyak faktor yang diduga merupakan penyebab kenakalanremaja, salah satunya adalah keluarga. Pola asuh merupakan cara orang tua dalam mendidik anak, terutama dalammemberikan nilai dan norma yang berpengaruh pada tahap perkembangan anak selanjutnya, termasuk perilakuantisosial yang kerap dihubungkan dengan kenakalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara polaasuh dengan kenakalan remaja siswa sebuah SMP swasta di Surabaya. Penelitian ini merupakan studi analitikobservasional bersifat cross-sectional yang menghubungkan antara pola asuh dengan kenakalan remaja siswa sebuahSMP di Surabaya. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Untuk mengetahui pola asuhorangtua digunakan kuisioner pola asuh Alabama (Parental Authoritory Questionaire). Kenakalan remaja dinilaidengan kuisioner Self-Report Delinquincy. Didapatkan 70% subyek penelitian yang terlibat kenakalan dengan 52,63%mengalami pengasuhan ibu yang otoritatif dan 66,18% mengalami pengasuhan ayah yang otoritatif. Tidak didapatkanhubungan bermakna antara pola asuh ibu dengan kenakalan remaja. Didapatkan hubungan bermakna antara pola asuhayah, terutama otoritatif dengan kenakalan remaja sedang dan pola asuh otoriter dengan kenakalan remaja ringan.
EVOLUSI KARDIOLOGI SEBAGAI ILMU PENGETAHUAN: TINJAUAN PUSTAKA Alexander Edo Tondas; Chairil Anwar; Rolando Agustian Halim
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 3 (2019): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu pengetahuan adalah usaha-usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusiadari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Jumlah ilmu spesialisasi kedokteran pun masih terus bertambahhingga membentuk cabang-cabang lebih kecil lagi yang dikenal sebagai sub-spesialisasi. Salah satu jenis spesialisasidalam ilmu kedokteran adalah spesialisasi ilmu kardiologi, yaitu ilmu yang memfokuskan diri untuk mempelajari organjantung. Perkembangan ilmu kardiologi tidak dapat dilepaskan dari sejarah yang melatarbelakanginya. Kemajuan ilmukardiologi sampai ke titik ini adalah sebuah perjalanan kontinu yang saling berkait. Setiap pelajaran di masa lalu akanmenjadi modal untuk pengalaman di masa depan, begitu pula dengan ilmu kardiologi, di mana tiap-tiap fase nyamenjadi fondasi untuk perkembangan di waktu mendatang.
mRNA NFATC1 Expression in Genu Osteoarthritis with Effusion Muhammad Reagan; Hermansyah; Rachmat Hidayat; Surya Darma; Putri Muthia
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 2 (2020): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on a study conducted by the WHO Global Burden of Disease in 2010 stated, OA ranks11th, the cause of disability in the world, and ranks 6th in East Asia and the Asia-Pacificcountries, ranked 10th in North America, ranked 7th in Eastern Europe , and ranked 13th inWestern Europe. Pathogenesis of osteoarthritis (OA) as degenerative joint disease that was oncethought caused by a mechanical process. The prevalence, etiology, pathogenesis and progressionof OA are still not understood until now, mainly because of the many influencing factors. Thistype of research is a analytic study. It was conducted in Rheumatology Polyclinic Dr.Mohammad Hoesin Palembang from February to December 2019. Affordable researchpopulation is all genu osteoarthritis sufferers with effusion who go to Dr. RSUP MohammadHoesin Palembang as 80 samples. Comparison of NFATC1 mRNA levels in genu osteoarthritispatients with effusion shows that there is no difference in gender and history of diabetes, whereashypertension history and degree of osteoarthritis based on Lawrence Kalgren shows significantlydifferent expression of NFATC1 mRNA. Age with NFATC1 mRNA expression showed nosignificant correlation, in contrast to BMI, Stroke Test and joint effusion volume showed a weaksignificant correlation, even though the direction of the correlation was negative on Stroke Testand joint effusion volume.
IFN-γ and IL-2 Secretion after ESAT-6-CFP-10 (EC-610) Fusion Antigen Stimulation from Patients with Active Lung Tuberculosis and Latent Lung Tuberculosis Bastian; Nova Kurniati; Kemas Ya’kub Rahadiyanto; M. Irsan Saleh; Zen Hafy; Francisca Srioetami Tanoerahardjo; Jusak Nugraha; Eddy Mart Salim
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 2 (2020): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Secretion of IFN-γ and IL-2 After ESAT-6-CFP-10 Fusion Antigen Stimulation in Activeand Latent TB Patients. This study held to discover how immune responses work and to know thepathogenesis of active TB and latent TB patients. This study used PBMC to stimulate T Cells withESAT-6 and CFP-10 antigen fusion, and measure the level of IFN-γ and IL-2 with ELISA antibodysandwich (U-Cytech). 16 ml of blood were drawn to 5 tubes. ESAT-6 CFP-20 inducted one tube withQuantiFERON for IFN-γ assay. The other four tubes were PBMC isolated using Ficoll-Paque, andpre-incubated with stimulation of ESAT-6 CFP-10 fusion antigen for 24-72 hours at 370 C andmeasured using T-Spot and ELISA reader. We got from this study that there are no significantdifferences in IFN-γ levels for both groups with active TB and latent TB. Measurement of IL-2 levelsshowed significant differences between the two group.
Dry Needling Can Be an Alternative Treatment for Hemifacial Spasm Marisdina S.; Sugiharto H.; Pradian A.
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 2 (2020): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Treatment with botulinum toxin injections is preferred to microvascular decompressionsurgery therapy, but this injection is only effective in a few months and quite expensive. This studyis the first study to assess the effectiveness of dry needling on clinical improvement of hemifacialspasm compared to standard therapy of botulinum toxin injection. The study design was quasiexperimental. Total of 24 subjects were divided into two groups. The first group underwent dryneedling intervention while the other had botulinum injection. Clinical severity before and aftertreatment in both groups was assessed using Jankovic and HFS7 scores. In dry needling groupthere were significant differences between Jankovic and HFS7 score at baseline and at week 1, 2,3 and 4. While in botox group significant differences were also Jankovic and HFS7 score atbaseline and at weeks 2 and 4. There were also a significant difference of Jankovic and HFS7 scorewhen we compared dry needling group to botulinum toxin group. Dry needling can be analternative treatment for hemifacial spasm, although clinical improvements based on Jankovic andHFS7 scores in dry needling group were not as effective as those with botulinum toxin injections.

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 3 (2025): Vol 11, No 3, 2025 Vol. 11 No. 2 (2025): Vol 11, No 2, 2025 Vol. 11 No. 1 (2025): Vol 11, No 1, 2025 Vol. 10 No. 3 (2024): Vol 10, No 3, 2024 Vol. 10 No. 2 (2024): Vol 10, No 2, 2024 Vol. 10 No. 1 (2024): Vol 10, No 1, 2024 Vol. 9 No. 3 (2023): Vol 9, No 3, 2023 Vol. 9 No. 2 (2023): Vol 9, No 2, 2023 Vol. 9 No. 1 (2023): Vol 9, No 1, 2023 Vol. 8 No. 3 (2022): Vol 8, No 3, 2022 Vol. 8 No. 2 (2022): Vol 8, No 2, 2022 Vol. 8 No. 1 (2022): Vol 8, No 1, 2022 Vol. 7 No. 3 (2021): Vol 7, No 3, 2021 Vol. 7 No. 2 (2021): Vol 7, No 2, 2021 Vol. 7 No. 1 (2021): Vol 7, No 1, 2021 Vol. 7 No. 3 (2021): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 7 No. 2 (2021): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 7 No. 1 (2021): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 3 (2020): Vol 6, No 3, 2020 Vol. 6 No. 2 (2020): Vol 6, No 2, 2020 Vol. 6 No. 1 (2020): Vol 6, No 1, 2020 Vol. 6 No. 3 (2020): Biomedical Journal of Indonesia Vol 6, No 2 (2020) Vol. 6 No. 2 (2020): Biomedical Journal of Indonesia Vol 6, No 1 (2020) Vol. 5 No. 3 (2019): Vol 5, No 3, 2019 Vol. 5 No. 2 (2019): Vol 5, No 2, 2019 Vol. 5 No. 1 (2019): Vol 5, No 1, 2019 Vol. 5 No. 3 (2019): Biomedical Journal of Indonesia Vol 5, No 3 (2019) Vol 5, No 2 (2019) Vol. 5 No. 2 (2019): Biomedical Journal of Indonesia Vol 5, No 1 (2019) Vol. 5 No. 1 (2019): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 4 No. 3 (2018): Vol 4, No 3, 2018 Vol. 4 No. 2 (2018): Vol 4, No 2, 2018 Vol. 4 No. 1 (2018): Vol 4, No 1, 2018 Vol. 4 No. 3 (2018): Biomedical Journal of Indonesia Vol 4, No 3 (2018) Vol 4, No 2 (2018) Vol. 4 No. 2 (2018): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 4 No. 1 (2018): Biomedical Journal of Indonesia Vol 4, No 1 (2018) Vol. 3 No. 3 (2017): Vol 3,No 3, 2017 Vol. 3 No. 2 (2017): Vol 3, No 2, 2017 Vol. 3 No. 1 (2017): Vol 3, No 1, 2017 Vol 3, No 3 (2017) Vol. 3 No. 3 (2017): Biomedical Journal of Indonesia Vol 3, No 2 (2017) Vol. 3 No. 2 (2017): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 3 No. 1 (2017): Biomedical Journal of Indonesia Vol 3, No 1 (2017) Vol 1, No 1 (2015) More Issue