cover
Contact Name
Tri Wahyono
Contact Email
wahyonotri25@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
hsosiati@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur)
ISSN : 25803271     EISSN : 26565897     DOI : 10.18196/jmpm
Core Subject : Engineering,
Jurnal Material DAN Proses Manufaktur focuses on the research and research review in the field of engineering material and manufacturing processes. The journal covers various themes namely Design Engineering, Process Optimization, Process Problem Solving, Manufacturing Methods, Process Automation, Material research and investigation, Advanced Materials, Nanomaterials, Mechanical solid and fluid, Energy Harvesting and Renewable Energy.
Arjuna Subject : -
Articles 275 Documents
THERMAL CHARACTERIZATION OF MIXED VIRGIN-RECYCLE ACRYLONITRILE BUTADIENE STYRENE Budiyantoro, Cahyo; Sosiati, Harini; Nugroho, Adi; Anggariawan, Arista
JMPM : Jurnal Material dan Proses Manufaktur Vol 3, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : JMPM : Jurnal Material dan Proses Manufaktur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.3241

Abstract

Acrylonitrile butadiene styrene (ABS) adalah bahan plastik yang banyak digunakan pada pembuatan komponen otomotif. Limbah ABS dari industri injection molding berupa sisa potongan runner memiliki kualitas yang baik sebagai campuran dalam siklus proses produksi. Pencampuran ini bermanfaat secara ekonomis untuk mengurangi penggunaan bahan virgin. Salah satu parameter penting dalam proses injeksi adalah sifat thermal untuk menentukan titik lebur yang sesuai, sifat thermal dari campuran bahan daur ulang dan bahan virgin akan mengalami perubahan jika dibandingkan bahan aslinya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari sifat termal dari bahan acrilonitrile butadiene styrene (ABS) virgin yang dicampur dengan ABS daur ulang pada variasi 15%, 30%, dan 45% (% berat bahan daur ulang). Spesimen dibuat menggunakan mesin injeksi molding MEIKI 70 Ton dan dievaluasi sifat termalnya dengan menggunakan Differential Scanning Calorimetry (DSC) sesuai standard ASTM 3418-2015. Hasil uji DSC menunjukkan bahwa nilai glass transition temperature (Tg) pada variasi campuran  15%, 30% dan 45% masing-masing adalah 104.08 °C, 104.63 °C dan 105.46 °C. Sementara itu, untuk nilai melting temperature (Tm) dari ketiga variasi tersebut masing masing adalah 139,6 °C, 139,72 °C dan 132,2 °C, sehingga dapat disimpulkan bahwa penambahan kandungan daur ulang bahan ABS memberikan peningkatan pada nilai Tg dan penurunan pada nilai Tm meskipun tidak signifikan. Acrylonitrile Butadiene Styrene is a common material for automotive components. ABS industrial waste in the form of a cut off injection-molded runner is a high-quality plastic waste that can be used as additional material in the production cycles. For an economic reason, adding waste material is very beneficial because the amount of virgin material can be minimized. One of the important parameters on the injection molding process is a thermal related parameter; the thermal properties of mix waste-virgin material could be different from those of the virgin material. This research was aimed to evaluate the thermal properties of mix ABS waste-virgin material. The content of waste material was made in 3 variations: 15%, 30%, and 45% (% wt). The molding specimens were made by using a 70-ton injection molding machine, and the thermal properties were measured by using Differential Scanning Calorimetry (DSC) according to ASTM  3418-2015 standard. The results showed that the glass transition temperature (Tg) at waste content of 15%, 30%, and 45% are 104.08 °C, 104.63 °C, and 105.46 °C, respectively, whereas their respective melting temperatures were 139.6 °C, 139.72 °C dan 132.2 °C. Those results were lower than the temperature of virgin material. It can be said that the waste content gives effect on increasing of Tg and reducing of Tm. 
DEGUMMING, PERLAKUAN ALKALI, DAN KARAKTERISASI SERAT PANDAN BERDURI (PANDANUS TECTORIUS) Sudarisman, Sudarisman; Atmaja, Nanda Satria; Nur Rahman, Muhammad Budi; Purbono, Kunto
JMPM : Jurnal Material dan Proses Manufaktur Vol 3, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : JMPM : Jurnal Material dan Proses Manufaktur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.3136

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh parameter degumming terhadap sifat tarik serat pandan berduri (Pandanus Tectorius). Daun pandan berduri lokal direndam dalam waterbath pada suhu 95?C selama 1, 2, 3, atau 4 jam, kemudian dipres untuk diambil seratnya. Serat kemudian direndam dalam larutan NaOH dengan kadar 2,5 wt% atau 5 wt% selama 2 jam. Selanjutnya, proses dilanjutkan dengan menetralisasi dengan direndam dalam air bersih selama 8×6jam dan dikeringkan pada suhu kamar. Uji tarik dilakukan untuk mengetahui kuat tarik, regangan dan modulus elastisitas serat. Pemisahan serat dari daun pandan berduri berhasil dilakukan. Hasil uji tarik menunjukkan bahwa serat yang dialkalisasi dengan NaOH 5 wt% diperoleh kuat tarik yang lebih rendah dibandingkan dengan yang konsentrasi NaOH-nya 2,5 wt%. Pada kadar NaOH 2,5 wt%, naiknya lama waktu perendaman sampai dengan 3 jam juga akan menaikkan kuat tarik serat. Kuat tarik, regangan patah dan modulus elastisitas tertinggi diperoleh dengan perlakuan alkali dengan kadar NaOH 2,5 wt%. Kuat tarik, regangan patah dan modulus elastisitas tertinggi, berturut-turut 203,02 MPa, 3,733% dan 11,938 GPa, diperoleh dari lama waktu perendaman 3 jam. AbstractThe objective of this research is to determine the effect of degumming parameters on tensile properties of the resulted local (Pandanus Tectorius) fiber. Prickly pandanus leaves were soaked in a waterbath containing plain water at 95?C for either 1, 2, 3, or 4 hours, then pressed to yield their fibers. The fibers were then soaked in a solution containing either 2,5 wt% or 5 wt% of NaOH for 2 hours. Next, the fibers were neutralized by soaking them in plain water for 8×6 hours, and slowly dried at room temperature. Tensile test was carried out to obtain the tensile strength, strain-to-failure and modulus of the fibers. Fiber separation from Pandanus Tectorius leaves has successfully been carried out. It was found out that pretreatment using 2,5 wt% NaOH content solution produced higher tensile strength, strain-to-failure and elastic modulus in comparison with those using 5 wt% NaOH content  solution. Tensile properties increases with the increase of soaking time up to 3 hours. The highest tensile strength, strain-to-failure and modulus, 203.02 MPa, 3.733 % and 11.938 GPa, respectively, were obtained at 3 hours of soaking time.
MANUFAKTUR DAN UJI KINERJA PROSES VACUUM FORMING UNTUK BAHAN POLYMETHYL METHACRYLATE (PMMA) Permana, Cepi Rahmatullah; Budiyantoro, Cahyo; Prabandono, Bayu
JMPM : Jurnal Material dan Proses Manufaktur Vol 3, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : JMPM : Jurnal Material dan Proses Manufaktur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.3131

Abstract

AbstrakMesin pembuat kemasan yang sederhana dan murah dengan kinerja yang memadai diperlukan untuk meningkatkan nilai ekonomis produk industri rumah tangga (UKM). Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan menguji kinerja mesin vakum forming pada bahan Polymethylmetacrylate (PMMA).Tahapan dalam pembuatan mesin ini adalah studi rancangan, manufaktur bagian mesin, cetakan, perakitan dan uji coba kinerja. Cetakan dibuat dari bahan kayu jati berukuran 140 mm x 210 mm x 15 mm. Pengujian kinerja mesin dilakukan dengan memanaskan lembaran plastik PMMA tebal 0.25 mm pada variasi waktu pemanasan 15, 20 dan 25 detik dan waktu vakum 5, 10 dan 15 detik, menggunakan pemanas 100 watt dan tekanan vakum maksimum 12 kPa. Dimensi dan geometri produk dibandingkan dengan cetakan dan dievaluasi dengan pengukuran linier serta pengamatan visual.Hasil pengujian menunjukkan bahwa kombinasi waktu pemanasan 15 detik dan waktu vakum 5 detik menghasilkan produk dengan radius yang besar pada bagian dasar. Kombinasi waktu pemanasan 20 detik dan waktu vakum 10 detik dapat memperkecil ukuran radius. Hasil cetakan yang mendekati bentuk cetakan diperoleh dengan parameter suhu pemanasan 105 ?, waktu pemanasan 25 detik dan waktu vakum 15 detik.AbstractA simple and inexpensive packaging machine with adequate performance is needed to increase economic added value of the smal scale industries. This study aims to manufacture and to evaluate the performance of customized vacuum forming machine on Polymethylmetacrylate (PMMA)l. Manufacturing of components and molds, assembly and performance testing have been carried out to build the machine. The mold was made of teak wood with the dimension of 140 mm x 210 mm x 15 mm. Machine performance testing was done by heating a 0.25 mm thick PMMA sheet with heating time variation of 15, 20 and 25 second and vacuum time of 5, 10 and 15 second, respectively. The heating power was 100 watts and the maximum vacuum pressure was 12 kPa. Product quality were compared with mold by linear measurements and visual observations.The processing parameter of 15 second heating time and 5 second vacuum time produced a specimen with a large radius at the bottom. The combination of 20 second heating time and 10 second vacuum time reduced the size of the radius. The best product can be obtained with a heating temperature of 105 ?, heating time of 25 second and a vacuum time of 15 second. 
PENGARUH KETEBALAN TERHADAP KEKAKUAN PADA RING FIKSASI EKSTERNAL TULANG TIBIA Krisdiyanto, Krisdiyanto
JMPM : Jurnal Material dan Proses Manufaktur Vol 3, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : JMPM : Jurnal Material dan Proses Manufaktur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.3242

Abstract

Fiksasi eksternal adalah perangkat yang digunakan untuk menjaga posisi fracture pada tulang stabil. Perangkat tersebut dipasang di luar soft tissue. Komponen utama fiksasi eksternal terdiri dari pin,clamp, dan rod. Fiksasi eksternal yang menggunakan rod lebih dari dua biasanya menggunakan ring sebagai penghubung. Jumlah rod pada fiksasi eksternal mempengaruhi kekakuan perangkat tersebut. Kekakuan fiksasi eksternal perlu dipertimbangkan agar posisi fracture tetap stabil. Modifikasi kekakuan pada fiksasi eksternal dapat dilakukan dengan memodifikasi dimensi komponen-komponen fiksasi eksternal. Simulasi pemberian gaya pada fiksasi eksternal dapat dilakukan dengan perangkat lunak berbasis finite element. Gaya yang dipakai sebagai beban dan displacement yang terjadi dapat dipakai untuk menghitung kekakuan fiksasi eksternal. Hasil penelitian ini menunjukan hasil simulasi perubahan ketebalan ring fiksasi eksternal akan mempengaruhi kekakuan fiksasi eksternal. External fixation is a device that is used to keep fracture stability. External fixation is placed out of soft tissue. Pin, clamp, and rod are main components of the external fixation. External fixation that consist of two or more rods usually uses ring as connector. The number of rods affect external fixation stiffness. External fixation stiffness should be kept because healing process is affected by fracture stability. External fixation stiffness can be modified by components dimension modifications. Testing simulations of external fixation uses finite element software. Force that used as load and displacement can be used to calculate external fixation stiffness. The results of this research is external fixation ring thickness affects external fixation stiffness.
UNJUK KERJA GENERATOR LISTRIK BERBAHAN BAKAR BIOGAS Caroko, Novi; Surahmanto, Fredy; Sulistiyo, Rizki
JMPM : Jurnal Material dan Proses Manufaktur Vol 3, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : JMPM : Jurnal Material dan Proses Manufaktur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.3137

Abstract

AbstrakPengujian unjuk kerja generator berbahan bakar biogas belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unjuk kerja genset berbahan bakar biogas. Bahan baku biogas yang digunakan pada penelitian ini berasal dari kotoran sapi. Pengambilan biogas dilakukan di kelompok ternak sapi Pandan Mulyo, Bantul, Yogyakarta. Generator yang digunakan berkapasitas daya 2.200-Watt dan variasi pembebanan 660, 720, 780, 840, dan 900 Wat. Parameter yang diambil berupa tegangan, arus, putaran mesin, dan debit biogas. Hasil penelitian menunjukkan daya keluaran genset dari 5 variasi pembebanan yaitu 660, 720, 780, 840, dan 900 Watt berturut-turut adalah 599,4; 651; 681,6; 676,5; dan 668,5 Watt. Nilai konsumsi bahan bakar dari 5 variasi pembebanan yaitu 0,645; 0,652; 0,673; 0,680; dan 0,727 kg/jam. Dari 5 variasi pembebanan menunjukkan bahwa unjuk kerja paling optimal dari genset berbahan bakar biogas ini berada pada tingkat pembebanan 660 Watt dengan daya keluaran yang dihasilkan sebesar 599,4 Watt.AbstrakThe performance testing of biogas-fueled generators has not been carried out much. This study aims to determine the performance of biogas fueled generators. The biogas raw material used in this study was cow dung. Biogas extraction was carried out in the Pandan Mulyo cattle group, Bantul, Yogyakarta. The generator used is 2,200-Watt power capacity and variations in loading 660, 720, 780, 840, and 900 Watt. The parameters are taken in the form of voltage, current, engine rotation, and flow of biogas. The results showed the generator output power of 5 experiment variations, 660, 720, 780, 840, and 900 Watt, respectively, were 599.4; 651; 681.6; 676.5; and 668.5 Watt. The fuel consumption of 5 variations are 0.645; 0.652; 0.673; 0.680; and 0.727 kg / hour. From all variations, showed that the optimal performance of the biogas fueled generator is at 660 Watt with the output power of 599.4 Watt.
SIFAT TARIK, BENDING DAN IMPAK KOMPOSIT SERAT SABUT KELAPA-POLYESTER DENGAN VARIASI FRAKSI VOLUME Gundara, Gugun; Rahman, Muhammad Budi Nur
JMPM : Jurnal Material dan Proses Manufaktur Vol 3, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : JMPM : Jurnal Material dan Proses Manufaktur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.3132

Abstract

AbstrakPotensi serat sabut kelapa perlu diteliti untuk dibuat komposit. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh fraksi volume serat sabut kelapa terhadap sifat tarik, sifat bending dan ketangguhan impak komposit dengan matrik polyester, katalis MEKPO, dan NaOH. Serat sabut kelapa yang digunakan ber diameter 0.2 mm. Komposit dibuat dengan metode cetak tekan pada fraksi volume 20-35%. Pengujian sesuai standar ASTM D638 (uji tarik), ASTM D790 (uji bending) dan ASTM D5941 (uji impak) dengan metode impak izot. Pengamatan foto makro untuk menganalisis kegagalan. Kekuatan tarik dan regangan tarik semakin meningkat dengan peningkatan fraksi volume. Modulus elastisitas tertinggi pada Vf 31,4% sebesar 0,206 GPa dan menjadi 0,11 GPa pada Vf 34,88% dengan kekuatan tarik 17,48 MPa, regangan 16.64%. Kekuatan bending meningkat dengan penambahan fraksi volume. Peningkatan kekuatan bending tertinggi (tanpa perlakuan alkali) pada fraksi volume 33,7% sebesar 34.17 MPa dan modulus bending sebesar 2.10 GPa. Peningkatan fraksi volume serat sabut kelapa dapat meningkatkan ketangguhan impak, dengan nilai tertinggi sebesar 26,42 kJ/m2 pada fraksi volume 35,84%. Penampang patah pada pengujian tarik didominasi patahan tunggal sedangkan pada pengujian bending dan impak terjadi patahan banyak serta terjadi fiber pull-out. AbstractThe potential of large coir fibers needs to be investigated to make composites. The purpose of this study was to determine the effect of the volume fraction of coconut coir fiber on tensile properties, bending properties and toughness of composite impacts with a polyester matrix, MEKPO catalyst, and NaOH. Coconut coir fiber used has diameter of 0.2 mm. Composites are made by compressive with fiber volume fraction 20-35%. Tests were according to ASTM D638 standard (tensile test), ASTM D790 (bending test) and ASTM D5941 (impact test) with the izot impact method. Observation macro photo is used to analyze failure. Tensile strength and tensile strain increase with increasing volume fraction. The highest modulus of elasticity at Vf 31.4% was 0.206 GPa and it became 0.11 GPa at Vf 34.88% with a tensile strength of 17.48 MPa, strain of 16.64%. Bending strength increases with the addition of a volume fraction. The highest increase in bending strength (without alkali treatment) at 33.7% volume fraction was 34.17 MPa and bending modulus was 2.10 GPa. Increasing the volume fraction of coconut coir fiber can increase impact toughness with the highest was 26.42 kJ / m2 in the volume fraction of 35.84%. The fracture crossing in tensile testing is dominated by a single fracture while in bending and impact testing there is a lot of fracture and fiber pull-out occurs.  
Pengaruh Beda Temperatur Proses Injeksi Terhadap Sifat Mekanis Bahan Polypropylene (PP) Daur Ulang Hakim, Jamirul; Joharwan, Johanes Wawan; Heru Palmiyanto, Martinus
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 4, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v4i2.10758

Abstract

Polypropylene merupakan salah satu bahan plastik yang umum digunakan pada kemasan makanan dan peralatan rumah tangga karena sifat materialnya yang padat dan keras. Produk berbahan plastik memiliki dampak yang buruk terhadap lingkungan dalam pemakaian. Penggunaan plastik yang meningkat dapat menimbulkan dampak negatif, seperti pencemaran lingkungan dan sampah plastik, yang membutuhkan waktu yang panjang untuk bisa hancur dan terurai. Oleh karena itu, diperlukan penelitian tentang penggunaan bahan daur ulang dalam pembuatan produk plastik polypropylene dengan suhu injeksi yang bervariasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana perbedaan temperatur injeksi memengaruhi sifat mekanik dan fraktografi bahan polypropylene daur ulang.Penelitian ini dilakukan dengan membuat spesimen multipurpose yang sama dengan ISO 294-1:2012 dengan material polypropylene daur ulang 2 kali dan proses fabrikasi mesin injection molding dengan kapasitas pencekaman 70 ton dengan material polypropylene daur ulang 2 kali. Pengujian yang dilakukan menggunakan uji tarik dengan ISO 527–1 dan uji impak dengan metode Charpy ISO 179. Uji impak patahan dianalisis dengan mikroskop optik digital untuk mengetahui fraktografi patahan spesimen.Hasil dari penelitian ini mendapatkan nilai kuat tarik maksimal pada temperatur injeksi 190℃ sebesar 33,2 MPa, nilai kuat tarik terakhir pada temperatur injeksi 220℃ sebesar 32,7 MPa dan nilai kuat tarik terakhir pada temperatur injeksi 250℃ sebesar 33,1 MPa. Nilai maksimal uji impak pada temperatur injeksi 190°C sebesar 3,04 KJ/m2, nilai kuat impak pada temperatur injeksi 220°C sebesar 2,72 KJ/m2 dan nilai kuat impak pada temperatur injeksi 250°C sebesar 1,77 KJ/m2. Hasil pengamatan mikroskop optik digital menunjukkan bahwa fraktografi pada spesimen PP daur ulang variasi temperatur injeksi 190°C, 220°C, dan 250°C tidak terlalu berbeda ada void (berongga) di setiap spesimen hasil patahan uji impak. Void (berongga) pada spesimen dapat menurunkan nilai mekanisnya didukung dari hasil uji mekanis. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi temperatur dan penggunaan material yang semakin banyak di daur ulang maka akan menurun kualitas dari material tersebut.
Pengaruh Temperatur dan Arus Listrik Proses Pelapisan Krom Pada Plastik ABS Dengan Metode Elektroplating Rahman, Muhammad Budi Nur; Riyanta, Bambang; Agusman, Delvis
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 4, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v4i1.9379

Abstract

Elektroplating pada plastik berfungsi menambah sifat konduktif dan dekoratif. Plastik ABS memiliki tingkat keberhasilan untuk dilakukan elektroplating karena dapat dietsa secara kimiawi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh temperatur dan arus listrik proses elektroplating krom terhadap ketebalan lapisan dan kekasaran permukaan. Proses elektroplating pada plastik ABS diawali dengan proses etching, proses metalisasi palladium, dan electrolessplating nikel. Variasi arus proses elektroplating krom yang dilakukan adalah 11 A, 16 A, dan 22 A sedangkan variasi temperatur adalah 55oC, 65oC, dan 75oC. Pengamatan hasil pelapisan meliputi pengamatan struktur mikro menggunakan mikroskop optic dan SEM, ketebalan lapisan, kekasaran permukaan dan kekerasan permukaan. Semakin besar arus proses elektroplating dapat meningkatkan kekasaran permukaan dan ketebalan lapisan. Proses elektroplating dengan arus 22 A menghasilkan kekasaran permukaan 0,493 µm dan ketebalan lapisan sebesar 60,61 µm. Peningkatan temperatur proses elektroplating sampai temperatur 75oC akan menurunkan nilai kekasaran permukaan sebesar 0,40 μm dan ketebalan lapisan sebesar 21,53 μm. Variasi arus dan temperatur proses elektroplating tidak banyak berpengaruh terhadap nilai kekerasan yang berkisar antara 111 - 114 shore-D. Electroplating on plastic serves to add conductive and decorative properties. ABS plastic has a high degree of success for electroplating because it can be chemically etched. The purpose of this study was to determine the effect of temperature and electric current on the chrome electroplating process on the thickness of the layer and surface roughness. The electroplating process on ABS plastic begins with the etching process, the palladium metallization process, and the nickel electroless-plating. The variation of the chromium electroplating process current is 11 A, 16 A, and 22 A while the temperature variation is 55oC, 65oC, and 75oC. Observation of coating results includes observation of microstructure using optical microscopy and SEM, layer thickness, surface roughness and surface hardness. Coating research results include observations of microstructure and SEM, layer thickness, surface roughness and surface hardness. The greater the current electroplating process can increase surface roughness, thickness of the layer. Electroplating process with a current of 22 A produces a surface roughness of 0.493 µm and a layer thickness of 60.61 µm. Increasing the temperature of the electroplating process to a temperature of 75oC will reduce the surface roughness value by 0.40 μm and the thickness of the layer by 21.53 μm. The variation of current and temperature of the electroplating process does not significantly affect the hardness values ranging from 111 - 114 shore-D. 
Optimasi Keakuratan Dimensi Produk Cetak 3D Printing berbahan Plastik PP Daur Ulang dengan Menggunakan Metode Taguchi Pamasaria, Herda Agus; Saputra, Tri Hannanto; Hutama, Adhi Setya; Budiyantoro, Cahyo
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 4, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v4i1.8988

Abstract

Peningkatan jumlah sampah plastik di Indonesia disebabkan oleh meningkatnya penggunaan produk plastik. Menurut data, pada tahun 2018 sampah plastik akan diperkirakan 24.500 ton per hari. Daur ulang sampah plastik adalah salah satu cara untuk mengurangi jumlah sampah plastik di Indonesia. Pembuatan filamen 3D Printing berbahan plastik bekas daur ulang tidak hanya untuk mengurangi limbah sampah plastik, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan filamen untuk mesin 3D Printing tipe FDM (Fused Deposition Modeling). Dalam proses pembuatan produk, keakuratan dimensi menjadi faktor penting dalam mempengaruhi kualitas dan bentuk produk. Pada penelitian terkait keakuratan dimensi dilakukan dengan menggunakan metode Taguchi, dengan pengoptimalan parameter terukur seperti temperature printing, layer height and print speed. Penggunaan Signal to Noise Ratio (SNR) dengan tipe Smaller is Better untuk analisa hasil eksperimen yang memiliki tingkat perbedaan  yang sedikit, dan untuk mengetahui parameter terukur yang berpengaruh dalam proses 3D Printing.  Berdasarkan hasil analisa didapatkan parameter optimum untuk mencetak produk dengan dimensi 20x20x20 mm, berbahan dasar material plastik daur ulang PP adalah untuk parameter printing temperature adalah 260 oC, layer height 0,16 mm dan print speed 20 mm/s.The increase in the amount of plastic waste in Indonesia is due to the increasing use of plastic products. According to data, in 2018 plastic waste will be estimated at 24,500 tons per day. Recycling plastic waste is one way to reduce the amount of plastic waste in Indonesia. Making 3D Printing filament from recycled used plastic material is one of the applications of how to reduce plastic waste, but also to fulfill the needs of filament for 3D printing with FDM type printing. In the 3D printing process with the FDM technique, dimensional accuracy is an important factor in influencing the quality and shape of the product. Research related to the accuracy of these dimensions is carried out using the Taguchi method, by optimizing measured parameters such as temperature printing, layer height and print speed. Smaller is Better type Signal to Noise Ratio (SNR) is used to analyze the results of experiments that have the least difference, and to find out the measured parameters that affect the 3D printing process Based on the analysis results, the optimum parameters for printing products with dimensions of 20x20x20 mm, based on PP recycled plastic material are the printing temperature parameters 260 oC, layer height 0.16 mm and print speed 20 mm / s.
Demodulation of Vibration Signal Based on Envelope-Kurtogram for Ball Bearing Fault Detection Kamiel, Berli Paripurna
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 4, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v4i2.11271

Abstract

Rolling element bearings often suffer damage due to harsh operating and environmental conditions. The method commonly used in detecting faults in a bearing is envelope analysis. However, this method requires setting the central frequency and the correct bandwidth - which corresponds to the resonance frequency of the bearing - for signal demodulation to be effective. This study proposes a kurtogram to determine the correct central frequency and bandwidth to obtain the frequency band with the highest impulse content or the highest kurtosis value. Analysis envelope is applied to the filtered vibration signal using the central frequency and bandwidth parameters obtained from the kurtogram. The results showed that the envelope-kurtogram method is effective for faulty bearing detection as shown in the envelope spectrum where the peaks coincide with the bearing defect characteristic frequency (BPFO) with high accuracy. Likewise, it can be observed several BPFO harmonics which provide information on the level of bearing fault.

Page 5 of 28 | Total Record : 275