cover
Contact Name
Tri Wahyono
Contact Email
wahyonotri25@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
hsosiati@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur)
ISSN : 25803271     EISSN : 26565897     DOI : 10.18196/jmpm
Core Subject : Engineering,
Jurnal Material DAN Proses Manufaktur focuses on the research and research review in the field of engineering material and manufacturing processes. The journal covers various themes namely Design Engineering, Process Optimization, Process Problem Solving, Manufacturing Methods, Process Automation, Material research and investigation, Advanced Materials, Nanomaterials, Mechanical solid and fluid, Energy Harvesting and Renewable Energy.
Arjuna Subject : -
Articles 275 Documents
Optimasi Pembuatan Scaffold dengan Struktur Pori-Pori Beraturan Menggunakan Metode Response Surface Method Hutama, Adhi Setya; Nugroho, Adi
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 4, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v4i1.8819

Abstract

 Cedera yang diakibatkan kecelakaan lalu lintas dapat menyebabkan korban menderita patah tulang, cacat tubuh, hingga kematian. Korban yang mengalami kerusakan tulang dapat disembuhkan dengan restorasi tulang, yaitu dengan menanamkan tulang buatan pada jaringan tulang yang rusak. Salah satu contoh metode implan adalah dengan membuat scaffold yang terbuat dari biomaterial hidroksiapatit (HA). scaffold dirancang bersarkan pada ukuran kerusakan tulang, dan dicetak dengan mesin cetak 3D ABEF (Aqueous-based extraction fabrication). Penelitian terkait pengoptimalan pembuatan scaffold dilakukan menggunakan Response Surface Method, dengan menggunakan grafik kontur plot dan response optimizer. Parameter pembuatan scaffold yang dioptimasikan adalah kecepatan gerak sumbu, kecepatan ekstrusi, dan diameter nozzle. Analisis ini bertujuan untuk menemukan nilai kesalahan terkecil dari pembuatan scaffold, sehingga didapatkan bentuk scaffold yang optimal dari dimensi scaffold dan ukuran rongga. Berdasarkan hasil penelitian, optimasi pembuatan scaffold menggunakan Response Surface Method menghasilkan kombinasi parameter pembentuk scaffold, dengan kecepatan ekstrusi 30 mm / s, kecepatan sumbu 30 mm / s, dan diameter nozzle 0,8 mm. Injuries caused by traffic accidents can cause victims to suffer broken bones, disability, and even death. Victims who have bone damage can be cured by bone restoration, which is by implanting artificial bone in damaged bone tissue. One example of an implant method is to make a scaffold made from hydroxyapatite (HA) biomaterials. The scaffold is designed based on the size of the bone damage, and is printed with a 3D ABEF (Aqueous-based extraction fabrication) printing machine.Research related to optimizing scaffold making is done using the Response Surface Method, using plot contour graphs and response optimizers. Optimized scaffold manufacturing parameters are the axis of movement speed, extrusion speed, and nozzle diameter. This analysis aims to find the smallest error value from making scaffold, so we get the optimal form of scaffold from scaffold dimensions and cavity size. Based on the research results, optimization of scaffold making using the Response Surface Method produces a combination of scaffold forming parameters, with an extrusion speed of 30 mm / s, an axis speed of 30 mm / s, anda nozzle diameter of 0.8 mm
Penerapan Sistem Persamaan Diferensial Linier pada Simulasi Debit Air pada Pipa Rustam Efendi; Diang Sagita
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 5, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v5i1.12081

Abstract

Salah satu permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang cukup rumit untuk diselesaikan adalah sistem aliran fluida (air) dalam bejana bertingkat. Pada penelitian ini, telah dilakukan pembuatan model sistem persamaan diferensial linear (SPDL) yang menggambarkan aliran air dari sistem instalasi air dengan tangki bertingkat serta membandingkan hasil simulasi numerik dari model dengan hasil eksperimen. Model SPDL dibangun dengan melibatkan observasi lapang secara langsung untuk menentukan nilai konstanta model (C1, C2 dan C3). Model yang telah dibangun disimulasikan secara numerik menggunakan metode Euler dengan 4 skenario nilaikonstanta. Hasil menunjukkan bahwa volume tangki A dan B serta laju perubahan volume airnya telah berhasil digambarkan oleh model SPDL yang telah dibangun dengan hasil yang paling mendekati hasil eksperimen adalah nilai C1 sebesar 0.01323 dan C2 sebesar 0.01091 dengan nilai RMSE 0.2599.
Pirolisis Campuran PET dan LDPE Menggunakan Oven Microwave Novi Caroko
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 5, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v5i1.11947

Abstract

Meningkatnya kebutuhan manusia terhadap produk plastik khususnya yang berbahan PET dan LDPE berdampak pada sampah yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh daya keluaran microwave (600 W dan 800 W) pada proses microwave-assisted pyrolysis sampah PET dan LDPE. Penelitian ini mencakup tiga langkah: preparasi sampel, analisis termogravimetri, dan analisis studi kinetik. Hasil studi kinetik menunjukan bahwa peningkatan daya keluaran microwave mengakibatkan peningkatan temperatur maksimum, laju kenaikan temperatur, laju kehilangan massa, dan nilai kalor. Energi aktivasi pirolisis LDPE lebih rendah dibandingkan PET. Hasil uji GC-MS menunjukan pyrolytic oil PET didominasi oleh senyawa asetaldehid, sedangkan pada LDPE didominasi senyawa fenol. Daya keluaran microwave paling efektif yang digunakan untuk memperoleh pyrolytic oil dari PET adalah 800 W, sedangkan LDPE adalah 600 W.
Studi Perbandingan tentang Sifat Mekanik dan Struktur Mikro Material Radiator Impor dan Material Radiator Lokal Rahmad Rahmad; Usman Sudjadi
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 5, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v5i1.12040

Abstract

Pengujian pada studi ini menggunakan sampel core radiator impor dan core radiator lokal. Metode pengujian dilakukan dengan tiga tahapan yaitu sebelum heat treatment, sesudah heat treatment, dan uji korosi dengan direndam cairan yang berbeda yaitu H2SO4, NAOH, dan cairan radiator selama 15 hari. Sebelum heat treatment, dilakukan uji komposisi kimia semua sampel radiator dengan alat XRF, uji struktur mikro dengan mikroskop optik pembesaran 500x, dan uji kekerasan micro-vickers dengan beban 100gf dalam waktu 10 detik. Heat treatment dilakukan dengan suhu 850oc dalam waktu 3 jam, kemudian direndam dengan cairan kimia selama 15 hari. Dari pengujian tersebut didapat hasil uji struktur mikro baik sebelum maupun sesudah heat treatment pada kedua sampel radiator tidak terlihat kumpulan atom, matrix dan batas butirnya. Uji kekerasan pada sampel core radiator Mercedez sebelum dipanaskan sebesar 43,4 HV dan 39,2 HV sesudah heat treatment. Pada core radiator lokal, sebelum dipanaskan sebesar43,5 HV dan 38,2 HV sesudah dipanaskan. Hasil uji komposisi kimia menunjukan pada sampel core Mercedez didominasi unsur Ca, Mn, dan Fe dan pada sampel core radiator lokal didominasi unsur Ca, Cu dan Zn. Hasil pengamatan dan analisa setelah direndam cairan H2S04, NAOH, dan cairan radiator pada kedua sampel menunjukkan terjadinya perubahan warna karena adanya perubahan unsur akibat peningkatan konsentrasi atom.
Stress Analysis on Tubesheet Referring to TEMA Standard Krisdiyanto Krisdiyanto; Muhamad Naufal Fikri; Rahmad Kuncoro Adi; Ahmad Restian Adi Nugroho
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 5, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v5i1.12340

Abstract

A heat exchanger is a device used to transfer heat without mass transfer. The equipment must be designed according to established standards. The standard that is widely used is the standardissued by TEMA (Tubular Exchanger Manufacturer Association). The results of the design of theheat exchanger with these standards are considered less efficient in terms of the material. Theefficiency of the material used can be analyzed by stress analysis on the components that withstand the force, and one of these components is the tube sheet. Stress analysis on tube sheets can use finite element-based software. The results of the research show that the tube sheet design that refers to the TEMA standard is relatively safe because the maximum von Mises stress is below the yield strength of the material used, while the overdesign value is rather significant because the average von Mises stress is also far below the yield strength of the material used.
Analisis Uji Kemampuan Komposit Berbahan Dasar Limbah Dalam Fungsi Penyerapan Suara Nur Yulianti Hidayah; Dino Rimantho; Anggina Sandy Sundari; Ayu Herzanita
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 5, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v5i1.12140

Abstract

Peningkatan permasalahan lingkungan baik berupa masalah kebisingan maupun limbah padat organik dan anorganik memunculkan berbagai upaya untuk menanganinya. Di sisi lain terjadi peningkatan penggunaan komposit di segala bidang merupakan rekayasa bahan yang banyak dilakukan peneliti untuk mendapatkan bahan alternatif yang baru. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kemampuan papan komposit akustik berbahan dasar limbah organik dan anorganik memiliki kemampuan menyerap suara yang sama baik ditinjau dari parameter ketebalan. Pengujian dilakukan dengan mengukur tingkat kebisingan suara pada chamber sebelum dan setelah dipasang papan komposit. Nilai Loss diperoleh dengan mengurangkan tingkat suara yang masuk ke chamber sebelum media akustik dipasang dan suara yang diterima/dipantulkan setelah dipasang media akustik (papan komposit). Dari hasil pengujian diperoleh nilai koefisien penyerapan bunyi di semua variasi ketebalan spesimen komposit menghasilkan nilai yang baik pada frekuensi 125 Hz dan 500 Hz.
Pengaruh Variasi Temperatur Tuang pada Pengecoran Daur Ulang Al-Si terhadap Struktur Mikro dan Kekerasan dengan Pola Styrofoam Purwanto, Helmy; Darmanto, Darmanto; Kholis, Nur; Mufidin, Wahid
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 5, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v5i1.12441

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh temperatur tuang pada pengecoran daur ulang Al-Si terhadap struktur mikro dan kekerasan dengan menggunakan pola Styrofoam. Material aluminium dari velg bekas diplih sebagai bahan utama dalam penelitian ini. Parameter yang digunakan dalam pengecoran adalah temperatur tuang dengan variasi 660, 710, dan 760oC. Pengamatan struktur mikro dan pengukuran SDAS menggunakan mikroskop optic dan image analysis software. Pengujian kekerasan dilakukan untuk mengetahui sifat mekanis material. Hasil pengujian menunjukkan SDAS semakin kasar atau meningkat 56 % pada temperatur tuang 760o C sehingga mengalami peningkatan kekuatan mekanik sebesar 2.59%.
Design and Manufacture an Automatic Mushroom Sprinkler based Internet of Things to Increase Oyster Mushroom Productivity Setiawan, Rizal Justian; Tarnadi, Adi; Surfani, Ilham
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 5, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v5i1.12043

Abstract

Oyster mushroom is one of the non-cholesterol food ingredients that have high nutrition and high demand by the public. In addition, oyster mushroom has a much cheaper price than chicken and beef. In the cultivation of oyster mushrooms, temperature and humidity are important factors in the success of cultivation, the optimum temperature for the growth of oyster mushrooms is 16-25°C and the ideal humidity required is 80%-90%. To maintain the temperature and humidity is to do watering or misting. Currently, there are still many farmers who use conventional watering systems that are not practical. Therefore, during the dry season, the productivity of oyster mushrooms tends to decrease due to hot weather conditions and intense watering needs to be done. Based on this, it is necessary to develop an automatic and efficient mushroom watering tool. The research method used is Research and Development (RD). The result achieved is the design of an automatic mushroom sprinkler based on temperature and humidity control. This automatic mushroom sprinkler has a blower component, piezoelectric, ATMega 16 microcontroller, DHT11 temperature sensor, and internet of things (IoT) features. The conclusion of this research is the creation of an automatic mushroom sprinkler that is efficient and easy to use. In addition, the results of the implementation of this tool in the cultivation area can increase the productivity of oyster mushrooms by 34.51%.
PENGARUH DIAMETER STEEL BALL SHOT PEENING TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN, WETTABILITY DAN LAJU KOROSI PADA STAINLESS STEEL AISI 304 Sunardi Sunardi; Aris Widyo Nugroho; Achmad Zamhari Julianto
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 1, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v1i2.4178

Abstract

Stainless steel (SS) 304 is material commonly used in biomedical applications, because this material is corrosion resistant, easyly obtained, relatively light, easyly formed and low price. However, its corrosion rate tend to be higher compared to the biomedical materials. Thus, it needs surface treatment to overcome its weakness. The purpose of this research is to determine the effect of shot peening on surface roughness, wettability and corrosion rate in Synthetic Body Fluid (SBF) of SS-304 material. The samples are circular shapes of 14 mm diameter and 4 mm thickness of SS-304 materials. The shot peening was conducted with nozzle distance of 100 mm, spraying pressure of 6 bar, spraying time of 10 minutes, and and shooting angle of 90º. Steel ball diameter being used are 0.4 mm, 0.6 mm, 0.7 mm, and the properties being characterized are surface rougness, wettability and corrosion resistance. The results shows that the shot peening can increase the surface roughness from 0.868 μm ± 0.056 μm for the raw material up to 2.248 μm ± 0.481 μm for shoot-peenned material using steel ball diameter of 0.7 mm. The corrosion resistance decreases from 55.83 ± 2.44 mpy for the raw material to 113.15 ± 7.51 mpy for the shoot-peenned material using steel ball diameter of 0.4 mm, and the increase surface hardness was found being 276 %, . In addition, wettability test indicates that sample surface after being shot peenned treatment to be hydrophilic.
Pengaruh Ukuran Butir, Fraksi Volume dan Penambahan Aseton terhadap Kekuatan Flexural Komposit Papan Partikel Serbuk Gergaji Kayu Sengon-Matrik Polyester Muhammad Budi Nur Rahman; Sudarisman Sudarisman; Eko Nugroho
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 2, No 2 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.2227

Abstract

AbstrakPapan partikel dapat digunakan sebagai bahan konstruksi pengganti kayu. Pengaruh ukuran partikel, fraksi volume, dan penambahan aseton pada matrik polyester perlu diketahui kekuatan, regangan, dan modulus/ sifat flexural (bending), serta moda patahannya. Spesimen dibuat dengan cetak tekan dari partikel kayu sengon sebagai penguat dan polyester sebagai matrik. Partikel yang digunakan dengan ukuran mesh 10 dan 20, variasi fraksi volume partikel 30, 32.5, 35, 37.5, dan 40% dengan matrik campuran polyester-aseton dengan variasi penambahan aseton  0, 10, 20, dan 30 ml. Pengujian flexural menggunakan standar ASTM D 1037-99 dan analisa patahan dengan foto makro serta foto mikro untuk analisa struktur partikel komposit. Semakin kecil partikel yang digunakan, dapat meningkatkan sifat flexural karena luas rekatan antara partikel dan matrik semakin besar. Penambahan fraksi volume partikel mesh 20 meningkatkan sifat flexural sampai fraksi volume 37,5% namun pada fraksi volume 40% sifat flexural turun. Peningkatan fraksi volume partikel mesh 10 menurunkan sifat flexural papan partikel. Penambahan aseton menurunkan sifat flexural karena matrik semakin encer sehingga daya rekat polyester semakin berkurang. Patahan komposit papan partikel kayu sengon yaitu patah tunggal yang terjadi pada semua specimen.AbstractParticle boards  commonly used as wood replacement construction materials. The investigation of the influence of particle size, volume fraction and addition of acetone on the polyester matrix on their flexural properties and failure modes  has been carried out. Specimens were fabricated by cold press from sengon wood particles as a reinforcement and the polyester as a matrix.  The particles  with mesh sizes of  10 and 20 were used, The composite boards were fabricated with particle volume fraction of 30, 32.5, 35, 37.5, and 40%. Polyester as a matrix was prepared by adding acceton (0, 10, 20, 30 ml) into polyester . The flexural properties was examined in accordance to  ASTM D 1037-99 standard. The microstructure and failure of mode of the the composite were determined by image analysis. The result show that the smaller particles  increase flexural properties because the area of bond between particles and matrix is largerr. The addition of the volume fraction of 20 mesh particles increased the flexural properties to a volume fraction of 37.5% but at a volume fraction of 40% the flexural properties decreased. Increasing the volume fraction of 10 mesh particles decreases the flexural properties of the particle board. The addition of acetone decreases flexural properties because the matrix is more thiner so that the adhesive power of polyester decreases. Single fracture mode was occurred in all specimens being examined.

Page 7 of 28 | Total Record : 275