cover
Contact Name
Tri Wahyono
Contact Email
wahyonotri25@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
hsosiati@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur)
ISSN : 25803271     EISSN : 26565897     DOI : 10.18196/jmpm
Core Subject : Engineering,
Jurnal Material DAN Proses Manufaktur focuses on the research and research review in the field of engineering material and manufacturing processes. The journal covers various themes namely Design Engineering, Process Optimization, Process Problem Solving, Manufacturing Methods, Process Automation, Material research and investigation, Advanced Materials, Nanomaterials, Mechanical solid and fluid, Energy Harvesting and Renewable Energy.
Arjuna Subject : -
Articles 275 Documents
Pengembangan Konsep Desain dan Fabrikasi Mesin Penyortir Buah Duku (Lansium Parasiticum) Hariyanto, Satriawan Dini; Adi Himarosa, Rela; Brian Aditya, Andreas; Hidayat, Sandy; Sulistyo Wibowo, Eko; Nandy Krisnansia, Disa
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 4, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v4i2.11433

Abstract

Pengembangan konsep desain mesin penyortir buah duku (Lansium Parasiticum) dilakukan menggunakan metode Five Step Method. Diperoleh tiga konsep mesin yang kemudian dipilih satu dari tiga konsep terbaik menggunakan metode product champion dilanjutkan dengan pembuatan desain 3D dan Finite Element Analysis (FEA) menggunakan software autodesk inventor 2017. Analisis FEA menunjukkan nilai von Misses stress sebesar 18 MPa bernilai lebih kecil dibanding yield strength material penyusun rangka sebesar 207 MPa, displacement yang terjadi sebesar 0,99 mm dengan nilai safety factor 15. Fabrikasi dan pengujian mesin menunjukkan nilai persentase keberhasilan proses penyortiran pada mesin lebih dari 85% dengan kapasitas sortir 400 kg/jam.
Effect of Rotational Speed on The Production Capacity of Bamboo Charcoal Particle Sieving Machine Joharwan, Johanes Wawan; Palmiyanto, Martinus Heru
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 4, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v4i1.9162

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh kecepatan rotasi pada mesin pengayak untuk kapasitas produksi ayakan partikel arang bambu. Mekanisme pengayakan sedang dikembangkan. Ayakan menggunakan 100 dan 200 mesh dengan kecepatan rotasi digunakan 120 rpm, 150 rpm dan 180 rpm selama 15 menit untuk mengayak 50 gr partikel arang bambu. Dalam penelitian ini, proses pengayakan dapat menghasilkan kapasitas produksi ayakan partikel arang bambu 18,78 gr pada 200 mesh dengan kecepatan rotasi 180 rpm.The aim of this research is to study the effect of rotational speed on the sieving machine for the production capacity of bamboo charcoal particle sieve. A new sieving mechanism is developed. The sieves used 100 and 200 mesh with rotational speed used 120 rpm, 150 rpm and 180 rpm for 15 minutes to sieve 50 gr of bamboo charcoal particle. In this research, the sieving process can produce production capacity sieve of bamboo charcoal particle of 18.78 gr at 200 mesh with rotational speed of 180 rpm  
Perancangan dan Simulasi Trainer Human Machine Interface (HMI) untuk media pembelajaran berbasis CX Designer PLC Yudha, Fitroh Anugrah Kusuma; Riyanta, Bambang
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 4, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v4i2.10607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan media pembelajaran pada mata kuliah Programmable Logic Controller (PLC) berupa trainer Human Machine Interface (HMI) berbasis CX Designer yang terintergrasi dengan CX-Programmer. Desain HMI yang tepat akan membuat pengujian program lebih mudah dan efisien. Sebagai media pembelajaran HMI memberikan efektifitas informasi yang dibutuhkan, sehingga perencanaan dapat dilakukan dengan efisiensi yang maksimal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dan pembuatan rancangan produk berupa trainer untuk penguji program oleh mahasiswa atau operator. Dapat disimpulkan hasil dari penelitian ini bahwa penggunaan simulasi HMI berbasis CX Disigner dapat digunakan untuk memahami logika rangkaian suatu program dengan sangat mudah dan cepat untuk melatih ketrampilan pemograman PLC.
Studi Simulasi Numerik dan Eksperimental Perpindahan Panas Konduksi 2 Dimensi di Permukaan Pahat Bubut Karbida Pada Proses Pembubutan Muka Kurniawan, Perwita; Hutama, Adhi Setya; Budiantoro, Cahyo
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 4, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v4i2.10303

Abstract

Proses pembubutan menimbulkan sebaran panas pada permukaan alat potong atau pahat. Sebaran panas pada permukaan pahat dapat dianalisa dengan penentuan persamaan perpindahan panas di awal. Dalam penelitian ini, persamaan perpindahan panas 2 dimensi diselesaikan dengan metode beda hingga. Metode komputasi digunakan untuk menyelesaikan model perpindahan panas secara dua dimensi, sebab sangat sulit untuk diselesaikan dengan analisis secara matematis. Metode Alternating Direct Implicit digunakan untuk mendiskritisasi persamaan perpindahan panas 2 dimensi. Temperatur hasil komputasi dapat diilustrasikan dengan tampilan Matlab. Luaran penelitian ini adalah data sebaran temperatur hasil eksperimen dan komputasi. Temperatur maksimal hasil komputasi sebesar 309,99 Kelvin di titik 1, dan mulai stabil pada detik ke-110. Temperatur terendah hasil komputasi berada pada titik 3 dan 4 sebesar 309,60 Kelvin, dan mulai stabil pada detik ke-110. Temperatur maksimal hasil pengujian sebesar 388,00 Kelvin di titik 1 pada detik ke-120, saat akhir pengujian. Temperatur terendah hasil komputasi berada pada titik 3 sebesar 310,44 Kelvin pada detik ke-120, saat akhir pengujian. Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata perbedaan temperatur antara kondisi nyata dengan hasil komputasi adalah sebesar 1,03 Kelvin.
Pengukuran Laju Pelepasan Kalor pada Tangki SWH dengan Pipa Berisi Campuran Paraffin Wax dan Serbuk Tembaga 10% Berat Santosa, Tito Hadji Agung; Yustianto, Sri Hannadhitya Farhan
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 4, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v4i1.9306

Abstract

Penggunaan air panas banyak digunakan pada hotel, homestay, dan lain-lain. Pemanas air masih banyak menggunakan bahan bakar gas LPG yang semakin berkurang sehingga diperlukan sumber energi alternatif. Solar Water Heater (SWH) adalah aplikasi pemanas air yang menggunakan energi panas matahari untuk memanaskan air. Pada SWH konvensional, air sebagai media penyimpan panas di tangki. Air memiliki densitas yang besar sehingga konstruksi akan berat dan memerlukan penguatan pada rangka atap untuk pemasangan SWH. Paraffin wax adalah jenis phase change material (PCM) yang memiliki densitas yang rendah sehingga ringan dan memiliki densitas energi yang besar sehingga dapat menampung energi yang besar untuk volume yang kecil. Namun, paraffin wax memiliki konduktivitas termal yang rendah sehingga perlu ditambahkan serbuk Cu untuk meningkatkan konduktivitas termalnya. Pada penelitian ini, digunakan campuran paraffin wax dengan serbuk Cu 10% berat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui laju pelepasan kalor air dan laju pelepasan kalor campuran PCM. Penelitian ini menggunakan empat variasi debit air, yaitu 1; 1,5; 2; dan 2,5 LPM. Penelitian ini dilakukan dengan cara discharging bertahap pada setiap lima menit, air keran dibuka kemudian setelah lima menit ditutup. Pengambilan data dilakukan mulai pada suhu tangki 70 ̊C dan berakhir ketika suhu bak air penampung mencapai 35 ̊C. Data yang diambil saat proses discharging adalah suhu air pada tangki dan suhu PCM di dalam kapsul di tangki. Laju pelepasan kalor ditentukan dengan perhitungan kalor kumulatif yang dilepaskan oleh air dan campuran PCM serta waktunya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar debit air, semakin besar pula laju pelepasan kalornya. Laju pelepasan kalor air terbesar sebesar 790 J/s, sedangkan laju pelepasan kalor oleh campuran PCM dan serbuk Cu sebesar 101,44 J/s. Dari hasil ini, masih diperlukan penelitian lanjutan dengan persentase serbuk Cu yang lebih besar sehingga laju pelepasan kalor campuran PCM dapat mendekati laju pelepasan kalor air. Hot water is widely used in hotels, homestays, and others. Water heaters still use a lot of LPG gas fuel, decreasing so that alternative energy sources are needed. Solar Water Heater (SWH) is a water heater application that uses solar thermal energy to heat water. In conventional SWH, water is used as a heat storage medium in the tank. Water has a large density, so the construction will be heavy and requires reinforcement on the roof frame for SWH installation. Paraffin wax is a type of phase change material (PCM) with a low density so that it is light and has a large energy density to accommodate large amounts of energy for a small volume. However, paraffin wax has low thermal conductivity, so it is necessary to add Cu powder to increase its thermal conductivity. In this study, a mixture of paraffin wax and 10% Cu powder was used. This study aimed to determine the rate of heat release of water and the rate of heat release of the PCM mixture.This study uses four water discharge variations, namely 1; 1.5; 2; and 2.5 LPM. This research was conducted through gradual discharging where tap water was opened every five minutes and then closed for five minutes. Data collection was carried out starting at a tank temperature of 70 ̊C and ending when the reservoir water temperature reached 35 ̊C. During the discharging process, the data taken are the water temperature in the tank and the PCM temperature in the capsule in the tank. Rate of heat released is determined by calculating cumulative heat released by the water dan the mixture of PCM and the total time. The results showed that the greater the water discharge, the greater the rate of heat release. The largest water heat release rate was 790 J / s, while the heat release rate by a mixture of PCM and Cu powder was 101.44 J / s. From these results, further research is needed with a larger percentage of Cu powder so that the rate of heat release of the PCM mixture can approach the rate of water heat release 
An Analysis of Product Dimensions Out of Specification as Quality Claim Improvement Activity : Application of 8D Method in the Injection Plastic Industry Lubas Wahyudi, Pongky; Wulandari, Anita
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 4, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v4i2.11358

Abstract

Every company tries to find ways to maintain its market position in an increasingly competitive business environment. In order to be successful, companies need to achieve their objectives and goals to make their vision a reality while adhering to their mission. Company claims report in the few years still hasn’t solved yet. Such complaints are significant because customersatisfaction can only be improved if the root causes of the problem is clearly identified. In the plastic industry that produces parts for the automotive industry, a systematic method named 8D is used to analyze product conformity to specifications. The 8D method consists of nine disciplines problem-solving. The original purpose of 8D method was to eliminate the defect causing the problem, thus restoring customer satisfaction and level up the quality level of the company. This research established the suitability of the 8D for complaint settlement. 8D involves teamwork to solve the problem and using a 9-step structural approach. This case study resulted that the 8D is effective. The total customer claims at the end of last year until this year in Dec 2020 totaled zero (0) and process rejection for incorrect dimensions were reduced from 0.07 % to 0.01%.
Penggunaan Pencekam Tiga Aksis untuk Alat Bantu Pengelasan Rangka Furnitur Himarosa, Rela Adi; Darmawan, Muhammad Arif; Nur Rahman, Muhammad Budi
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 4, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v4i1.9328

Abstract

Distorsi logam terjadi akibat kontraksi logam yang terpapar suhu tinggi sehingga menimbulkan tarikan atau dorongan pada benda kerja. Alat bantu berupa pencekam banyak digunakan pada proses pengelasan untuk mencegah distorsi pada logam. Pencekam tiga aksis mampu melakukan proses pencekaman ketiga aksis sekaligus. Proses penggunaan pencekam jenis ini sangat bermanfaat untuk proses pengelasan rangka furnitur. Pencekam ini digunakan untuk meningkatkan efisiensi produksi rangka kursi. Penelitian ini untuk mengkaji pemanfaatan pencekam tiga sumbu untuk menahan fenomena distorsi akibat kenaikan suhu proses pengelasan, dan peningkatan produktifitas waktu proses penyambungan dengan variasi arus pengelasan 50 Ampere dan 60 Ampere. Kinerja pencekam mampu mempercepat waktu proses 19% dan menekan biaya pembuatan produk rangka sebesar 43,74%. Metal distortion occurs due to contractions of metal exposed to high temperatures that cause pulling or pushing on the work piece. Three-axis fixtures are widely used in welding process to minimize metal distortion. Three-axis fixture is capable of holding the three axis simultaneously, so it is very useful for the welding furniture frames, and can improve the efficiency of chair frame production. This study is to examine the use of three-axis fixture to withstand the phenomenon of distortion due to the increase in temperature of welding process at welding current of 50 Amperes and 60 Amperes, and decrease production time of the joining process. The fixture performance was able to speed up processing time by 19% and reduced the cost of frame production by 43.74%. 
Rancang Bangun Mesin Aqueous Cleaning Spray untuk Otomatisasi Proses Pencucian Produk High Speed Stamping di PT. ATMI IGI Prasetyo, Hoedi; Yuwono, Nurhadi Kusumo; Prabowo, Aloysius Avid; Prasetya, Valentino Arlis; Laurentinus, Yehuda
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 4, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v4i1.9123

Abstract

Produkhasil permesinan high speed stamping masih mengandung kotoran dan pelumas sehingga perlu dicuci terlebih dulu sebelum diproses lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan melakukan otomatisasi proses pencucian produk high speed stamping di PT. ATMI IGI melalui rancang bangun mesin cuci berteknologi aqueous cleaning spray. Mesin memiliki dari 5 tahap proses yaitu Feeder, Pre-Wash, Wash, Rinse dan Spinning. Produk stamping dicuci secara otomatis melalui mekanisme konveyor, semprotan larutan deterjen, dan pengayak. Berdasar hasil uji coba, diketahui mesin memerlukan waktu rata-rata sebesar 34,5 detik untuk mencuci satu keranjang produk stamping. Mesin mampu mencuci 25 kali lebih cepat dibandingkan dengan proses pencucian secara manual. Penggunaan mesin berpotensi meningkatkan produktivitas dan efisiensi tenaga kerja. Mesin pada penelitian ini masih perlu dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi proses pencucian dan masa pakai penggunaan cairan pembersih.Washing process in order to remove dirt and lubricants from the products before further processing is required in high speed stamping. This research aims to automate the high speed stamping washing process in PT. ATMI IGI by designing aqueous cleaning spray machine. The machine consists of five stages namely Feeder, Pre-Wash, Wash, Rinse and Spinning. The machine washes the stamping products automatically by mechanism of spraying cleaning solution, conveying, and sifting. Based on the trial results, the machine takes an average of 34.5 seconds to wash a basket of stamping products. The machine is able to wash 25 times faster than the manual wash. The machine potentially increase the productivity and labor efficiency. The machine being designed in this research still needs to be developed to improve the efficiency of the washing process and to prolong the cleaning solution lifetime.
Pengaruh Arus dan Tegangan Pengelasan SMAW Baja Karbon Rendah Grade A dan Baja Karbon Rendah Grade B terhadap Sifat Mekanik Waaddulloh, Muizzaddin; Sulardjaka, Sulardjaka; Dwi Haryadi, Gunawan
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 4, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v4i2.11450

Abstract

Penelitian ini bertujuan meneliti pengaruh arus dan tegangan terhadap kekuatan tarik, kekuatan impak, kekerasan dan struktur mikro pada hasil pengelasan baja A242 dan baja A588. Pengelasan SMAW menggunakan elektrode E7016 DC+ polaritas terbalik dan elektrode AWS A5.1 tipe RD 260 diameter 3.2 mm dengan variasi arus pengelasan: 60A, 120A, dan 180A, serta variasi tegangan pengelasan: 20,30 dan 40 dengan kecepatan 50 [mm/min]. Jenis kampuh sambungan yang digunakan yaitu single “V” Groove sudut 60º. Pengujian tarik dilakukan berdasarkan standar ASTM E 8M-04, standar pengujian impak berdasarkan ASTM E23, standar pengujian struktur mikro berdasarkan ASTM E407, dan untuk standar pengujian kekerasan mikro vikers berdasarkan ASTM E92. Setelah melakukan pengujian dan pembahasan diketahui bahwa menggunakan variabel arus dan tegangan yang besar sangat memengaruhi dari hasil nilai kekuatan Tarik dan pengujian impak. Hal tersebut disebabkan oleh faktor adanya perbedaan dalam metode pengelasan dan panas yang diterima (heat input), sehingga memiliki struktur mikro yang berbeda pula. Hasil pengujian struktur mikro juga menghasilkan struktur ferit, pearlit dan juga memperlebar butiran las pada daerah weld metal.
Analisis Desain Tie Rod Alat Penukar Kalor Shell dan Tube Berdasarkan TEMA Standard Krisdiyanto, Krisdiyanto; Adi, Rahmad Kuncoro
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 4, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v4i1.9348

Abstract

Heat exchanger adalah peralatan yang digunakan untuk memindahkan energi kalor tanpa disertai perpindahan massa. Perancangan heat exchanger harus memenuhi standar yang telah ditentukan. Salah satu standard yang digunakan yaitu dokumen yang dikeluarkan oleh TEMA. Standar tersebut masih belum optimal sehingga perlu dilakukan optimasi pada komponennya. Salah satu komponen heat exchanger yaitu tie rod. Komponen tersebut dianalisis menggunakan metode finite element. Simulasi pemberian tekanan pada geometri dapat dilakukan menggunakan platform SimScale. Tekanan yang dipakai sebagai beban dapat dipakai untuk menghitung von mises pada shell. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai overdesign pada komponen tie rod yaitu 475,19%. Heat exchanger is an equipment that is used to transfer heat energy without mass transfer. The design of the heat exchanger must meet predetermined standards. One of the standards used is the document issued by TEMA. The standard is still not optimal so it needs to be optimized for its components. One component of the heat exchanger is tie rod. The components were analyzed using the finite element method. Simulations of applying stress to the geometry can be done using the SimScale platform. Pressure used as a load can be used to calculate von mises on the shell. The results of this study indicate the value of overdesign on the tie rod component is 475.19%.

Page 6 of 28 | Total Record : 275