cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Department of Foreign language and literature, Faculty of Language and Art, Semarang State University, Sekaran Campus, Gunungpati, Semarang, Central Java, Indonesia, 50229.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Chi`e: Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang
ISSN : 22526250     EISSN : 26856662     DOI : https://doi.org/10.15294/chie
Core Subject : Education,
CHI’E: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA JEPANG, (E-ISSN: 2685-6662, P-ISSN:2252-6250) is an OPEN-ACCESS, Peer-reviewed, International DOAJ Indexed Journal has the perspectives of Japanese languages, literature and language teachings. This journal has the Focus and Scope of presenting and discussing some outstanding contemporary issues dealing with Japanese Language Teaching, Japanese Literature & Japanese Linguistics. This journal is published every March and October by Prodi Pendidikan Bahasa Jepang, Universitas Negeri Semarang, Indonesia, and accredited by the Indonesian Ministry of Research, Technology and Higher Education (RistekDikti) of the Republic of Indonesia in SINTA (Achieving Sinta 4) since November 11, 2019. The recognition was published in Director Decree (SK No. 30/E/KPT/2019), effective until 2023.
Arjuna Subject : -
Articles 272 Documents
Komparatif Makna Idiom ‘Ki’ dengan Idiom dalam Bahasa Indonesia ‘Hati’ Ditinjau dari Makna Leksikal – Kajian Linguistik Kognitif- Dany Buyung Yudha Prasetya
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 8 No 2 (2020): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v8i2.37876

Abstract

This study trying to describe the relationship between lexical meaning and the idiomatical meaning of ‘ki’ in the Japanese language idioms and ‘hati’in Indonesian language Idiom by using perspective of cognitive linguistic. This study classified as a basic research category, because this research was conducted to find new theories about how idioms get to motivated from the relationship between lexical meaning and idiomatic meaning in the cognitive linguistics point of view, finds differences and similarities between Japanese and Indonesian idioms. Then contrasted the idioms using the matching techniques of linguistics. From the analysis result, it can be seen that there are idioms from both languages that have different lexical meanings, but have similar idiomatic meanings. That happens because there are similarities between the point of view in looking at the ki and hati, even though there are cultural differences. It was also found that between ki idioms and hati, ki idioms have a more variants, in one category of idioms which has the same idiomatic meaning than hati idioms. Then from both ki idioms and hati idioms, some idioms show an extension of idiomatic meanings that are more broader than the basic idiomatic meanings, where it shows the emergence of polysemic meanings of some ki idioms and hati idioms.
Cover Chi'e Vol 8 (1) Lisda Nurjaleka
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 8 No 1 (2020): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v8i1.38089

Abstract

File cover dan daftar isi Jurnal Chie volume 8 edisi 1
Analisis Gaya Bahasa pada Debat Akademik Berbahasa Jepang (Kyouiku Dibeeto) Anjasuma Putri, Andriani; Setiawati, Ai Sumirah
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 9 No 1 (2021): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v9i1.38118

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis gaya bahasa yang digunakan dalam debat akademik berbahasa Jepang atau kyouiku dibeeto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Sumber data yang digunakan berupa video kompetisi debat mahasiswa Jepang yang berjudul “dibeeto nyumon jissenhen”. Objek data dalam penelitian ini berupa gaya bahasa debat akademik berbahasa Jepang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak catat dengan kartu data sebagai instrumen penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 50 data yang menunjukkan penggunaan gaya bahasa. Gaya bahasa tersebut adalah metafora, simile, personifikasi, metonimian, pertanyaan retoris, impilaksi, repetisi, ellipsis, reticence, antithesis, klimaks, ironi dan pastice.
Peningkatan Kemampuan Menulis Huruf Kanji Dasar Melalui Penggunaan Aplikasi Kamus Digital Akebi Bagi Pembelajar Tingkat SMA/MA Renni Anggraini; Didik Nurhadi; Bambang Yulianto
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 8 No 2 (2020): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v8i2.38895

Abstract

Pelaksanaan pengajaran bahasa diera seperti ini telah memanfaatkan kemajuan teknologi. Namun. pemanfaatan teknologi untuk pendidikan hanya dilakukan oleh beberapa pembelajar saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan hasil belajar dalam kemampuan menulis huruf kanji sesuai dengan urutan penulisan huruf yang tepat, dan (2) mengetahui respon pembelajar terhadap penggunaan kamus digital Akebi dalam meningkatkan kemampuan menulis huruf kanji sesuai dengan urutan penulisan huruf yang tepat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain penelitian One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 28 pembelajar kelas XI Lintas Minat II SMA Negeri 4 Malang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa tes dan angket. Kamus digital Akebi sebagai panduan untuk menulis huruf kanji dasar menunjukkan adanya peningkatan pada hasil belajar dari pretest ke postest dengan rata-rata nilai posttest adalah 74,8. Tanggapan yang diberikan oleh pembelajar terkait penggunaan kamus digital Akebi sebagai panduan untuk meningkatkan kemampuan menulis kanji berada pada kriteria tinggi. The implementation of language teaching in this era has taken advantage of technological advances. However. the use of technology for education is only done by a few students. This study aims to determine the improvement of learning outcomes in the ability to write kanji in accordance with the proper letter writing sequence, and (2) determine the learner's response to the use of the Akebi digital dictionary in improving the ability to write kanji letters according to the proper letter writing sequence. The method used in this study is a quantitative method with a One-Group Pretest-Posttest Design research design. The sample used in this study was 28 students of Class XI Cross-Interest II of SMA Negeri 4 Malang. Data collection techniques in this study in the form of tests and questionnaires. Akebi's digital dictionary as a guide for writing basic kanji shows an increase in learning outcomes from pretest to posttest with an average posttest score of 74.8. The response given by the learners regarding the use of the Akebi digital dictionary as a guide to improve the ability to write kanji is at high criteria. Keywords: Digital Dictionary, Media, Writing Kanji.
Kemampuan Mengajar Mahasiswa PPL Pendidikan Bahasa Jepang Angkatan 2016 UNNES Ditinjau dari Penilaian Guru Pamong dan Penilaian Diri Diner, Lispridona; Rohmatulloh, Fajar
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 9 No 1 (2021): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v9i1.39049

Abstract

The author conduct this research with the goal to find out the teaching ability of PPL's college students of Japanese language education 2016 UNNES based on self and tutor's assessment. Teaching practice experienced (PPL) is a course with the goal to train college students of educational studies programs to apply they knowledge during lectures in their practice places (school partner) for one and a half months.The approach methode in this research is quantitative descriptive. The sample of this research was 25% of PPL's college students of Japanese language education 2016. The data collection technique used the PPL's assessment scale and questionnaire. The results of data obtained were analyzed used the descriptive percentage techniques.
Kegandaan Makna Verba Kakeru かける dalam Novel Batsugeemu バツゲーム: Analisis Sintaksis dan Semantik Irzam Sarif S; Wagiati Wagiati
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 8 No 2 (2020): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v8i2.39081

Abstract

Polisemi (tagigo) adalah kata yang memiliki makna lebih dari satu. Dalam bahasa Jepang, terdapat banyak kata yang berpolisemi, seperti pada verba kakeru かける. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna yang terdapat pada verba kakeru かける serta hubungan antara makna dasar verba kakeru かける dengan makna perluasannya. Pengumpulan data dilakukan dengan mengambil kalimat yang mengandung verba kakeru かける yang diambil dari sumber data berupa novel berbahasa Jepang yang berjudul batsugeemu バツゲーム. Data dianalisis dengan menentukan klasifikasi makna verba kakeru かける. Kemudian, hubungan antara makna yang dimiliki verba kakeru かける dideskripsikan dengan menganalisis gaya bahasa yang menentukan perluasan maknanya. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa terdapat 6 perluasan makna pada verba kakeru かける yaitu 1) memanggil; 2) memakai; 3) Menelepon; 4) berbicara; 5) menghabiskan/melakukan; 6) meletakkan; 7) perasaan. Adapun makna perluasannya terjadi secara metafora, metonimi, dan sinekdoke.
Enkranisasi Manga dan Anime: Kajian Sastra Bandingan Terhadap Unsur Intrinsik dalam Nurarihyon No Mago: Shikoku Arc Karya Hiroshi Shiibashi dan Junji Nishimura Zahrotunnisa, Fathimah; Firmansyah, Dian Bayu; Haryono, Haryono
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 9 No 1 (2021): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v9i1.39929

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti unsur intrinsik manga Nurarihyon No Mago: Shikoku Arc oleh Hiroshi Shiibashi yang diadaptasi menjadi sebuah anime oleh Sutradara Junji Nishimura". Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif, dengan menggunakan metode simak-catat, dengan membandingkan unsur-unsur yang ada pada manga dan anime. Total data dari penelitian ini adalah 51 buah potongan adegan yang diambil dari manga Nurarihyon No Mago: Shikoku Arc dan juga versi anime-nya. Dari penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa meskipun plot utama dan alur serita pada keduanya memiliki kesamaan, terdapat beberapa perbedaan yang muncul dan diketahui juga ada beberapa tambahan latar yang hanya terjadi pada versi anime. Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan tersebut dapat terjadi karena danya keterbatasan yang diakibatkan oleh perubahan media. Sehingga dapat dipastikan bahwa tidak mungkin jalan ceritanya sama persis dengan sumber asli-nya. The research aims to seek the intrinsic elements of Manga Nurarihyon No Mago: Shikoku Arc by Hiroshi Shiibashi, which is adapted to anime by Director Junji Nishimura”. This research is a descriptive-qualitative study, using the note-taking method, comparing the elements of the manga and anime. Total data from this study was 51 pieces of scenes taken from the manga Nurarihyon No Mago: Shikoku ARC and also the anime version. From the research that has been done, it is known that although the main plot and the Seryte groove on both of them have similarities, there are some differences that arise and there are also known some additional settings that only occur in the anime version. This suggests that these differences can occur due to the limitations caused by media changes. Therefore, it can be ensured that the storyline is unlikely to be exactly the same as its original source.
Analisis Penggunaan Ungkapan Mengingatkan oleh Pembelajar Bahasa Jepang Berdasarkan Gender (Studi Terhadap Mahasiswa Bahasa Jepang di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta) Sonda Sanjaya; Rio Minanda
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 8 No 2 (2020): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v8i2.40498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti penggunaan ungkapan mengingatkan (salah satu bentuk ungkapan permohonan) dalam bahasa Jepang yang digunakan oleh pembelajar bahasa Jepang berdasarkan gender. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan data diperoleh melalui teknik simak bebas libat cakap dan catat melalui role play. Sampel dalam penelitian ini adalah sembilan mahasiswa tingkat III Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 16 mahasiswa tingkat III Program Studi Sastra Jepang Universitas Gadjah Mada, dan delapan mahasiswa tingkat II Program Studi Bahasa Jepang Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (Vokasi UGM) Tahun Ajaran 2018/2019. Data penelitian ini terbagi menjadi empat kategori yaitu ungkapan mengingatkan yang diujarkan penutur laki-laki kepada mitra tutur laki-laki, ungkapan mengingatkan yang diujarkan penutur laki-laki kepada mitra tutur perempuan, ungkapan mengingatkan yang diujarkan penutur perempuan kepada mitra tutur perempuan, dan ungkapan mengingatkan yang diujarkan penutur perempuan kepada mitra tutur laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan semantik formula Xu pada ungkapan mengingatkan yang diujarkan oleh pembelajar bahasa Jepang terdapat dua komponen yang digunakan yaitu komponen utama dan komponen pembantu. Dari seluruh data yang terkumpul dan dibagi ke dalam empat kategori di atas dapat disimpulkan bahwa tidak begitu ada perbedaan pengungkapan ungkapan mengingatkan yang dilakukan penutur laki-laki kepada mitra tutur yang bergender sama dan beda begitu pula yang dilakukan penutur perempuan kepada mitra tutur yang bergender sama maupun beda. Dari keempat kategori yang ada, semuanya memiliki komponen utama utama berupa pengingat permohonan dan komponen pembantu berupa penguat ingatan. Adapun komponen utama seperti penguat permohonan hanya terjadi pada dua percakapan yang dilakukan penutur laki-laki kepada mitra tutur perempuan. Dengan demikian, dapat disimpulkan gender tidak memengaruhi cara pengungkapan mengingatkan pada penutur kepada mitra tutur.
Tezukuri dan Percaya Diri: Representasi Perempuan dalam Iklan Cokelat Lotte Ghana Edisi Valentine Rouli Esther Pasaribu; Arnaisya Rachyu Putri
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 8 No 2 (2020): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v8i2.40821

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana perempuan direpresentasikan pada iklan cokelat Lotte Ghana di hari Valentine yang ditayangkan oleh televisi Jepang selama satu dekade terakhir (2010-2019). Penelitian ini menggunakan metode analisis teks dengan teori representasi dari Stuart Hall dan konsep stereotip sifat dan peran gender dari Mary E. Kite. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan cokelat Lotte Ghana mendukung wacana perempuan ideal yang sesuai dengan standar norma patriarki. Sekalipun perempuan dalam iklan ini memiliki karakteristik maskulin seperti aktif, percaya diri, berani, tetapi semua karakteristik itu tetap dibatasi dalam peran femininnya yang aktif di dapur dan membuat cokelat buatan tangan sendiri untuk laki-laki yang disukai. Hal ini menunjukkan bahwa pada hari Valentine perempuan di Jepang memiliki kuasa serta peran aktif untuk berekspresi, tetapi kuasa yang ditampilkan tetap ada kaitannya dengan menyenangkan hati laki-laki, terbatas hanya pada hubungan laki-laki dan perempuan dan tidak berfokus pada perempuan itu sendiri serta tetap berada di ranah domestik. Selain itu, perempuan dalam iklan juga digunakan sebagai alat untuk menarik pembeli cokelat demi meraup keuntungan besar, sehingga dapat disimpulkan pada pembacaan di level yang lebih dalam, iklan Lotte Ghana merupakan wujud kelindan antara wacana patriarki dan kapitalisme.
Analisis Akustik Bunyi Sibilant Bahasa Jepang pada Pembelajar Bahasa Jepang di Indonesia yang Berbahasa Ibu Bahasa Jawa Heni Hernawati
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 8 No 2 (2020): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v8i2.40903

Abstract

Abstract This study aims to analyze the characteristics of Japanese sibilant sound observed from the acoustic analysis. The data of this study were in the form of sound samples from 16 respondents who spoke Javanese in Japanese language learners at the university and 8 Japanese native speakers. The respondents were asked to pronounce vocabulary containing Japanese sibilant sounds at the beginning and middle of a total of 72 words which have meaning. Then, the sample of Indonesian and Japanese respondent's sound was measured using Praat software to find their duration, intensity and Center of Gravity (CoG) of the sibilant sound. The measurement results are carried out an analysis of 2 factors, namely consonant type and sound position, using anova statistics. The duration, intensity and Center of Gravity measurement results show that the two factors (consonant type and sound position) are statistically significant. The distribution of sibilant sound duration is from 68 ms to 144 ms, and the distribution of sibilant sound intensity is from 50 dB to 60 dB. The results of the Center of Gravity (CoG) measurements show that among the learners, the CoG values ​​are in the average range of /s/ = 7 kHz, /z/ = 6 kHz, /ɕ/ = 5 kHz, and /ʑ/ = 4 kHz, while among the native speakers, the CoG values ​​are in the average range of /s/ = 8 kHz, /z/ = 8 kHz, /ɕ/ = 6 kHz, and /ʑ/ = 6 kHz. Key words: (a) acoustic analysis, (b) Japanese sibilant, (c) duration, (d) Center of Gravity (CoG)

Filter by Year

2012 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 2 (2023): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 11 No 1 (2023): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 10 No 2 (2022): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 10 No 1 (2022): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 9 No 2 (2021): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching) Vol 9 No 1 (2021): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching) Vol 8 No 2 (2020): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching) Vol 8 No 1 (2020): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching) Vol 7 No 2 (2019): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching) Vol 7 No 1 (2019): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 7 No 1 (2019): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching) Vol 6 No 2 (2018): CHI'E: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 6 No 2 (2018): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 6 No 2 (2018): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching) Vol 6 No 1 (2018): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching) Vol 6 No 1 (2018): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 5 No 2 (2017): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching) Vol 5 No 2 (2017): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 5 No 1 (2017): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 5 No 1 (2017): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching) Vol 4 No 1 (2015) Vol 4 No 1 (2015) Vol 3 No 1 (2014) Vol 3 No 1 (2014) Vol 2 No 1 (2013) Vol 2 No 1 (2013) Vol 1 No 1 (2012) Vol 1 No 1 (2012) More Issue