cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Fashion and Fashion Education Journal
ISSN : 22526803     EISSN : 28280237     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 203 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA POLA BUSANA ZERO WASTE MENGGUNAKAN APLIKASI CLO VIRTUAL FASHION 3D DI SMK NEGERI 1 PRINGAPUS Meitri Widya; erna setyowati
Fashion and Fashion Education Journal Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v12i2.74805

Abstract

Media pembelajaran merupakan alat yang dapat memperjelas materi sehingga pembelajaran dapat lebih efektif. Hasil observasi awal di SMK Negeri 1 Pringapus penggunaan media pembelajaran masih belum optimal dengan penggunaan media yang tepat sesuai capaian pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk media pembelajaran pola busana zero waste menggunakan aplikasi clo virtual fashion 3D dengan pendekatan RnD yang menerapkan 8 tahapan. Subjek penelitian yaitu 60 peserta didik kelas XI Busana Butik dengan pemilihan sampel menggunakan teknik sampling sistematis. Hasil penelitian ini yaitu: 1) menghasilkan produk media pembelajaran dari penggunaan media papan tulis, jobsheet, dan modul menjadi powerpoint dan video tutorial. 2) Kelayakan media yang dianalisis menggunakan teknik deskriptif persentase dari hasil validasi ahli materi, media, dan teknologi pada aspek pembelajaran, isi/materi, tampilan dan teknologi mendapatkan rata-rata 96,60% dengan kriteria valid. Hasil uji coba produk pada kelompok kecil mendapatkan hasil 87,76% dan uji coba kelompok besar mendapatkan rata-rata 89,01% dengan kategori sangat layak.
INSPIRASI 'THE LEGEND OF THE BLUE SEA' DALAM PENERAPAN PADA TEKNIK TEKSTIL MANIPULATION Rafaela Pasca Hariyanto; Christabel Annora Paramita Parung; Siti Zahro
Fashion and Fashion Education Journal Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v12i2.74856

Abstract

The Covid-19 pandemic is a problem occured throughout the world and has an impact, especially on Indonesia. One of the consequences is the cultural change that occurred during before the pandemic, during the pandemic, and after the pandemic. Seeing the drastic cultural changes, it reminds of the Korean drama "The Legend of the Blue Sea" which tells the story of drastic cultural changes from the Joseon dynasty to modern times. Through cultural changes, there give new inspiration for the fashion sector. The aim of this study is to describe the stylization of the results of visual analysis inspired by the Korean drama "The Legend of the Blue Sea" which is a depiction of drastic cultural changes in the field of fashion. The method used in this research is practice-based research for the textile stylization process. The results of this research showed that the stylization process of visual analysis of "The Legend of the Blue Sea" can be processed into techniques applied to cloth for ready-to-wear collections. These techniques were pleats, flounce, layering, and ruffle. In addition, the colors contained in the image can also be applied to the appropriate material color.
Eksplorasi Teknik Shibori dan Sashiko pada Kebaya Amaranggana, Ayoedya; Wahyuningsih, Sri Endah
Fashion and Fashion Education Journal Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Kebaya is widely worn by all kinds of people to attend certain occasions. The prestige of kebaya today has made a lot of progress on several kebaya models that make a lot of Indonesian designers compete – a competition to create new interesting innovations. Kebaya, which has been found in the community so far, has no one innovated Kebaya by combining shibori techniques and sashiko techniques in their manufacture. The purpose of this study is to determine the results of the exploration of shibori and sashiko techniques on kebaya. This research is a Research and Development (R&D) research using the ADDIE development model which is simplified into four stages which include: (1) analysis, (2) design, (3) development, (4) implementation. Data collection using product observation sheet questionnaire by Expert Judgment, Data analysis technique using percentage descriptive analysis technique. The results of the study, Kebaya A made from linen using the kanoko shibori technique and the Shippo-Tsunagi pattern got an average overall percentage of 80.73% slightly higher than the kebaya B made from mori primissima using the itajime shibori technique and the Seigaiha pattern produced a percentage of 80.21%. This study concludes that the assessment results of the three expert panelists have an average overall percentage of 80.47% with very high criteria. The suggestion for this study is that in the next study, you can use natural dyes because this study still uses commercial synthetic dyes that are not good for the environment. Keywords: Shibori, Sashiko, Kebaya Abstrak. Kebaya banyak dikenakan oleh semua kalangan untuk menghadiri acara-acara tertentu. Pamor kebaya pada jaman sekarang banyak mengalami kemajuan pada beberapa model kebaya yang membuat para desainer indonesia berlomba – lomba menciptakan inovasi baru yang menarik. Kebaya yang dijumpai di masyarakat sejauh ini, belum ada yang melakukan inovasi dengan menggabungkan teknik shibori dan teknik sashiko pada pembuatannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hasil eksplorasi teknik shibori dan sashiko pada kebaya.Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) menggunakan model pengembangan ADDIE yang disederhanakan menjadi empat tahapan yang meliputi : (1) analisis, (2) desain, (3) pengembangan, (4) implementasi. Pengumpulan data menggunakan Angket lembar observasi pengamatan produk oleh Expert Jugdment, Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif persentase. Hasil Penelitian, Kebaya A berbahan linen menggunakan teknik kanoko shibori dan pola Shippo-Tsunagi mendapatkan rata-rata persentase keseluruhan 80,73% sedikit lebih tinggi dari pada kebaya B berbahan mori primissima menggunakan teknik itajime shibori dan pola Seigaiha menghasilkan persentase 80,21%. Simpulan dari penelitian ini yaitu hasil penilaian dari tiga panelis ahli memiliki hasil rata – rata persentase keseluruhan sebesar 80,47% dengan kriteria sangat tinggi. Saran untuk penelitian ini yaitu pada penelitian selanjutnya dapat menggunakan pewarna yang alami dikarenakan penelitian ini masih menggunakan pewarna sintetis komersial yang kurang baik untuk lingkungan. Kata Kunci : Shibori, Sashiko, Kebaya
Efektivitas Pembelajaran Hybrid pada Mata Kuliah Produksi Adibusana Mahasiswa Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Semarang Novitasari, Siska; Rachmawati, Rina
Fashion and Fashion Education Journal Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v13i1.65512

Abstract

Adanya pandemi covid-19 menyebabkan semua bidang menjalankan kegiatan secara online termasuk juga pada bidang pendidikan. Universitas Negeri Semarang merupakan salah satu universitas yang menjalankan pembelajaran secara hybrid dimana mahasiswa yang mengikuti pembelajaran ialah 50% dari jumlah kelas. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui efektivitas pembelajaran hybrid mahasiswa Pendidikan Tata Busana dalam Mata Kuliah Produksi Adibusana. Populasi dalam peneliian ini ialah mahasiswa yang telah menempuh Mata Kuliah Produksi Adibusana secara hybrid, yaitu mahasiswa Pendidikan Tata Busana Angkatan 2020 Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang yang berjumlah 73 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan ialah proportional random sampling dengan nilai kritis 10% menghasilkan 42 responden. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis faktor. Hasil dari penelitian ini ialah motivasi belajar merupakan faktor paling tinggi dalam efektivitas pembelajaran hybrid, sebesar 28,78%, selanjutnya metode mengajar sebesar 26,57%, kerjasama sebesar 15,55%, sarana dan prasarana sebesar 5,88%, dan waktu belajar sebesar 5,33%.
Quality of Tie Dye Using Papaya Leaves Extract (Carica papaya L.) Nahdiyah, Ayu; Kusumastuti, Adhi
Fashion and Fashion Education Journal Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v13i1.66269

Abstract

The Papaya plant is one type of plant that is widely cultivated in Indonesia. Papaya leaves contain chlorophyll, tannins, flavonoids, alkaloids, steroids, saponins, and triterpenoids which can be used as basic ingredients for the manufacture of natural dyes for textiles. Utilization of papaya leaves as natural dyes can reduce the impact of environmental damage caused by synthetic dyes. This study aims to determine the quality of color strength, color fastness to detergent washing, and motive sharpness on primissima mori fabric using tie-dyeing technique with variations in the pH of papaya leaf extract and the mordant used is mordant alum, quicklime, and tunjung. This research is a type of experimental research. The data collection technique used was a laboratory test. The data analysis technique used is descriptive analysis. The results of the descriptive analysis showed that the darkest color strength test results were produced by mordant tunjung pH 6 with a reflectance value of 3.51% and a transmittance value of 96.49% including very dark criteria. The best test values ​​for color fastness to detergent washing were alum mordant at pH 2 and pH 12 and quicklime mordant at pH 2 with an average gray scale value of 4-5 in the good category. The test value for the sharpest tie dye motive is the mordant tunjung pH 6 with a reflectance value of 3.51% and a transmittance value of 103% including very sharp criteria. The conclusion from several test results shows that the use of different pH variations and types of mordant can affect the results of the quality of dyeing on fabrics.
Pengembangan E-Modul Pola Busana Cad dengan Software Richpeace pada Mata Kuliah Pembuatan Pola dengan Komputer Ramadhani, Yashinta; Sholikhah, Roudlotus; Wahyuningsih, Sri Endah; Atika, Atika
Fashion and Fashion Education Journal Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Media is an important component in achieving learning objectives, as well as in the Computer Aided Pattern Making which studies CAD clothing pattern making using Richpeace software. This is a Research and Development (R&D) of analyzing the procedures and feasibility results of e-module development by testing the product results to expert judgment in the form of material experts and media experts. Methods of data collection using documentation and observation techniques. The development method takes the 5 Steps of Using the Research and Development Method from Sugiyono which consists of potentials and problems, data collection, product design, validation and revision. Based on the research that has been developed according to the procedure, the results are obtained in the form of an e-module as a way out of the problems that exist in the Computer Pattern Making Course. Assessment by material experts obtains an average proportion of 97.02% and is classified in the "Very Feasible" interpretation. The results of the assessment by media experts obtained an average proportion of 93.63% and classified in the interpretation of "Very Eligible". So it can be concluded that the E-Module for Making CAD Patterns Using Richpeace Software is very suitable for use as an alternative learning media in Pattern Making with Computer Courses Keyword: Instructional Media, e-modul development, CAD clothing pattern making, Richpeace Abstrak: Media menjadi salah satu komponen penting dalam tercapainya tujuan pembelajaran, begitu pula pada Mata Kuliah Pembuatan Pola dengan Komputer yang mempelajari pembuatan pola busana CAD menggunakan software Richpeace. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) dengan tujuan untuk menganalisis prosedur dan hasil kelayakan pengembangan e-modul dengan mengujikan hasil produk kepada expert judgment berupa ahli materi dan ahli media. Metode pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan observasi. Metode pengembangan mengambil 5 Langkah Penggunaan Metode Penelitian dan Pengembangan dari Sugiyono yang terdiri dari potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi dan revisi. Berdasarkan penelitian yang telah dikembangkan sesuai prosedur diperoleh hasil berupa e-modul sebagai jalan keluar dari masalah yang ada pada Mata Kuliah Pembuatan Pola dengan Komputer. Penilaian oleh ahli materi diperoleh persentase rata-rata sebesar 97,02% dan tergolong dalam interpretasi “Sangat Layak”. Hasil penilaian oleh ahli media diperoleh persentase rata-rata sebesar 93,63% dan tergolong dalam interpretasi “Sangat Layak”. Sehingga dapat disimpulkan E-Modul Pembuatan Pola Busana CAD Menggunakan Software Richpeace sangat layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran pada Mata Kuliah Pembuatan Pola dengan Komputer. Kata Kunci : Media Pembelajaran, Pengembangan E-Modul, Pola busana CAD, Richpeace
Pengaruh Jenis Kain terhadap Hasil Jadi Rok Lingkar Amilia, Widya; Prasetyaningtyas, Wulansari
Fashion and Fashion Education Journal Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v13i1.73855

Abstract

Rok lingkaran adalah rok yang memiliki flare atau pengembangan pada bagian bawah rok dengan pola 1/6 dikurangi 1 dari lingkar pinggang. Pembuatan rok lingkaran bergantung pada penggunaan bahan yang digunakan, oleh karena itu pemilihan bahan tekstil dalam pembuatan rok lingkaran berpengaruh ditinjau dari jenis bahan dan desain yang digunakan setiap model pakaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil jadi rok lingkaran dan pengaruh jenis bahan terhadap hasil jadi rok lingkaran terbaik berdasarkan kriteria. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan membandingkan dua macam kain pada tok lingkaran menggunakan bahan satin dan taffeta yang dibuat dengan konstruksi pola ukuran S dan ukuran L. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dengan instrument berupa check list, dengan banyaknya observasi 30 orang. Teknik analisis data menggunakan … hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan kain rok lingkaran pada model ukuran S dan ukuran L ditinjau dari aspek, ketepatan pinggang, letak jatuhnya gelombang, balance dan hasil kelim bawah rok. Ada pengaruh penggunaan bahan terhadap hasil jadi rok lingkar pada pinggang, jatuhnya gelombang, balance(imbang) lingkar bawah rok, dan hasil kelim bagian bawah rok memiliki perbedaan yang signifikan, dengan nilai rata-rata tertinggi pada penggunaan kain satin bridal. Kata kunci : rok lingkaran, satin, taffeta
The Perbedaan Hasil jadi Shibori dengan Pewarna Dispersi pada Kain Satin Velvet dan Satin Maxmara Vauziah, Putri Risqi; Musdalifah, Musdalifah
Fashion and Fashion Education Journal Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v13i1.74173

Abstract

Shibori merupakan teknik pencelupan kain yang meliputi jahitan, lilitan, ikatan, dijepit dan dibungkus. Meskipun semua bahan dapat dibuat shibori, tetapi proses pewarnaan shibori disesuaikan dengan bahan yang digunakan, misalnya serat selulosa seperti katun, linen, dan rayon menggunakan pewarna reaktif, dan serat protein seperti sutra dan wool diwarnai dengan acid. Sedangkan untuk serat sintetis seperti poliester diwarnai dengan pewarna dispersi. Pewarna dispersi adalah zat warna organik yang dibuat secara sintetis, yang tidak larut dalam air tetapi mudah didispersikan atau disuspensikan dalam air. Pencelupan dengan pewarna dispersi harus menggunakan suhu tinggi dengan proses thermosol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan hasil jadi shibori dengan pewarna dispersi pada kain satin velvet dan satin maxmara ditinjau dari kejelasan motif dan ketajaman warna. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen. Variabel bebas : kain satin velvet dan satin maxmara. Variabel terikat : kejelasan motif shibori dan ketajaman warna. Variabel kontrol : Warna zat dispersi yaitu warna merah, teknik kumo shibori, jarak ikatan benang sama, jumlah kuasan tiga kali, ukuran kain 115cm x 115cm, dan waktu pengerjaan sama. Metode pengumpulan data adalah metode observasi dengan 25 responden. Teknik analisis data adalah analisis deskriptif dan analisis data menggunakan uji t dengan program SPSS 25 dengan α > 0,05. Berdasarkan uji t menunjukkan tidak ada perbedaan hasil jadi shibori dengan pewarna dispersi peda kain satin velvet dan satin maxmara ditinjau dari dua aspek, yaitu kejelasa motif dan ketajaman warna. Hasil deskriptif menunjukkan satin velvet memiliki mean lebih tinggi dibanding satin maxmara. Kata kunci: shibori, satin velvet, satin maxmara, pewarna dispersi
Kualitas Hasil Ecoprint Motif Daun Jenitri dengan ZWA Daun Ketapang menggunakan Mordan Tawas, Tunjung dan Kapur Tohor Sholikhah, Anggun Prawati Maratu; Widowati, Widowati
Fashion and Fashion Education Journal Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v13i1.76046

Abstract

Permasalahan limbah tekstil mendorong pelaku industri menerapkan eco-fashion, langkah untuk mendukung eco-fashion dengan menerapkan ecoprint. Ecoprint yaitu teknik pemindahan warna dan motif daun diatas permukaan kain. Penelitian ini menggunakan teknik ecoprint steam medium print dengan mordan tawas, tunjung dan kapur tohor. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunakan mordan terhadap kualitas ecoprint pada aspek warna dan motif. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Adapun populasinya yaitu mahasiswa Pendidikan Tata Busana Angkatan 2019. Pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh dengan kriteria mahasiswa yang telah mengikuti mata kuliah Pewarnaan Tekstil. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif presentase. Analisis hasil ketahanan luntur pada uji grey scale dan staining scale terbaik diperoleh ecoprint dengan mordan kapur tohor dengan hasil rata – rata 4 (Baik) pada uji grey scale dan rata – rata 4.55 (Baik) pada uji staining scale. Pengujian ketuaan warna (R%) nilai tertinggi ecoprint mordan tunjung dengan rata – rata 3.795. Analisis hasil pada estetika motif, hasil terbaik ecoprint mordan tunjung dengan rata – rata 3.4 (Cukup Baik) hasil arah warna menunjukkan mordan tawas menghasilkan warna Oyster-Wood, mordan tunjung menghasilkan warna Smoke-Shadow, dan mordan kapur tohor menghasilkan Hazel Wood-Carob. Berdasarkan dengan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa mordan memiliki pengaruh terhadap ketahanan luntur, ketuaan warna dan estetika motif. Saran dari penelitian ini yaitu penambahan waktu perendaman zat warna alam khususnya pada mordan tawas. Pemilihan daun baik sebagai motif maupun sebagai zat warna alam sangat berpengaruh terhadap kualitas ecoprint.
Penciptaan Batik Inspirasi Tradisi Boyong Grobog KINAYAH, ARUM; Krisnawati, Maria
Fashion and Fashion Education Journal Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ffej.v13i1.76509

Abstract

Abstract. The Boyong Grobog Carnival is one of the original traditions of Grobogan which commemorates the anniversary of Grobogan Regency and is always celebrated by the people every year. With the symbolic icons of Grobog, keris, and gunungan, the Boyong Groog tradition can be used as a source of ideas for making batik motifs. The aim of this research is to create a written batik motif inspired by the Boyong Grobog tradition. Making batik is a means of preserving and introducing regional traditions so that they are known to the wider community. The research method used is a creation method consisting of exploration, improvisation and embodiment. Data collection techniques are through observation with research instruments in the form of observation sheets. Data collection is carried out by experts (judgment experts) to assess batik designs and products. The experts used in this assessment are batik design experts and batik craftsmen. Data is presented using descriptive analysis. The results of this research were visualized in the form of a batik panel measuring 50 x 70 cm and a jarik cloth measuring 2.25 x 1.10 m. Batik uses the written batik technique with remasol dab coloring. The batik panel received a feasibility percentage of 97.14% for design and a result of 90.3% for the finished product. Meanwhile, for Jarik fabric, the percentage of results was 100% for the design and 93.9% for the product results. Keywords : Creation, batik, Grobogan, Boyong Grobog tradition Abstrak. Kirab Boyong Grobog merupakan salah satu tradisi asli dari Grobogan yang merupakan peringatan hari jadi Kabupaten Grobogan dan selalu dirayakan oleh masyarakatnya tiap tahun. Dengan ikon simbolik Grobog, keris, dan gunungan, tradisi Boyong Groog dapat diangkat menjadi sumber ide pembuatan motif batik. Tujuan penelitian ini adalah menciptakan motif batik tulis dengan inspirasi tradisi Boyong Grobog. Pembuatan batik ini merupakan sarana pelestarian dan pengenalan tradisi daerah agar di kenal oleh masyarakat luas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penciptaan yang terdiri dari eksplorasi, improvisasi, dan perwujudan. Teknik pengumpulan data melalui observasi dengan instrumen penelitian berupa lembar observasi. Pengumpulan data dilakukan oleh ahli (judgment expert) untuk menilai desain dan produk batik. Ahli yang digunakan dalam penilaian ini adalah ahli desain batik dan perajin batik. Data disajikan menggunakan analisis deskriptif. Hasil karya dari penelitian ini divisualisasikan dalam bentuk panel batik berukuran 50 x 70 cm dan kain jarik berukuran 2.25 x 1,10 m. Batik menggunakan teknik batik tulis dengan pewarnaan colet remasol. Panel batik mendapatkan prosentase kelayakan sebesar 97.14% untuk desain dan hasil 90.3% uttuk hasil jadi produk. Sedangkan untuk kain jarik mendapatkan prosentase hasil 100% untuk desain dan 93.9% untuk hasil produknya. Kata kunci : Penciptaan, batik, Grobogan, tradisi Boyong Grobog