Linguistika
The linguistic journal as a vehicle for the development of the linguistic horizon is published by the Linguistics Master Program (S2) Linguistics and Doctoral Program of Udayana University Graduate Program. The publication of this journal in 1994, led by the Chairman and Secretary of Master Program (S2) and S3 Postgraduate Program of Udayana University, Prof. Dr. I Wayan Bawa and Prof. Dr. Aron Meko Mbete. In its development, there are various changes in linguistic journals, such as cover colors, style selingkung, and the number of articles published.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 25 No 1 (2018): Maret"
:
10 Documents
clear
Types of Indonesian Reduplication as The Translation Equivalence of English Lexicons
Muhammad Rafi’ie;
I Wayan Pastika;
Ni Luh Nyoman Seri Malini
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 25 No 1 (2018): Maret
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (446.589 KB)
|
DOI: 10.24843/ling.2018.v25.i01.p03
This journal entitled Types of IndonesianReduplication as the Translation Equivalence of English Lexiconsinvestigates the types of Indonesian reduplications and how the English lexicons are translated in Indonesian reduplications. The data of the research is drawn from an English narrative textbook “The Magic” (Byrne, 2012) and its translation version in Indonesian “The Magic” (Purwoko, 2012). This study reveals three types of reduplications with their own distinctive forms and varieties on meaning implications, namely: full reduplication, partial reduplication, and imitative reduplication. Full reduplication consists of four sub-categories, namely: reduplication of simple words, reduplication of complex words, reduplication of bases within a complex word, and reduplication without corresponding single bases. The results of the research show that meaning is structured and therefore, it can be analyzed and represented into another language. English inflectional and derivational morphology can correspond productively to Indonesian reduplications. A menu of affixes of both English and Indonesian are the corresponding features of the morphological processes and the meaning components involvedin the translation equivalence analysis. The translation equivalence is then established by textual equivalence and formal correspondence or by contextual relations of the contextual meaning and relatable situational features of grammatical functions of the English lexicons into Indonesian reduplications.
Nomina Berelasi Air yang Dihasilkan Entitas Dalam Bahasa Bali
Dewa Ayu Carma Citrawati;
I Nengah Sudipa;
Ni Made Suryati
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 25 No 1 (2018): Maret
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (478.917 KB)
|
DOI: 10.24843/ling.2018.v25.i01.p08
This Research aim at finding nouns related to water in Balinese langage, particulary lexicon that belong to entity of human, flora, and fauna. Lexicon with noun category are analyzed using Natural Semantics Metalanguage (NSM). The data in form of oral speech spoken by native speaker of Balinese were collected from two regency, Buleleng and Klungkung. The method used to collect data is the observing method and skill method. Data analyzed by identity and distributional method. The result of data analysis is presented by using formal and informal method. The result shows that the semantic structure of noun related to water portray various structure. There are 13 nouns related to the water from three entity of human, flora, and fauna, i.e peluh, enceh, téngés, yéh cunguh, poos, tétéh, yéh mata, yéh nyonyo and banyeh. these nouns are compared to semantic prime of SOMETHING-THING which has polysemy meaning with semantic prime of PEOPLE. These nouns affect their entities positively and negatively.
Perubahan Makna Adjektiva Berimbuhan Sufiks: Kajian Morfosemantiks
Dini Siamika Tito Prayogi;
Ni Luh Sutjiati Beratha;
Ni Wayan Sukarini
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 25 No 1 (2018): Maret
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (426.343 KB)
|
DOI: 10.24843/ling.2018.v25.i01.p04
Proses pembentukan kata yang memengaruhi perubahan makna yaitu saat afiks melekat pada kata dasar. Dalam bahasa Inggris, afiks yang memiliki pengaruh besar dalam perubahan kategori dan juga makna kata adalah sufiks yang melekat pada akhir kata dasar. Perubahan kategori dan makna kata terjadi karena sufiks memiliki makna sendiri dan saat melekat pada kata dasar mengalami perubahan makna. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini difokuskan pada perubahan makna adjektiva yang dibentuk dari sufiks yang melekat pada kata dasar yang berbeda namun tetap membentuk adjektiva. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode dokumentasi karena data diperoleh dari novel. Selanjutnya, metode deskriptif digunakan untuk menggambarkan atau menguraikan berbagai data yang dianalisis berdasarkan teori morfosemantiks. Analisis penelitian ini lebih rinci menguraikan perubahan makna yang terjadi pada proses makna leksikal dan makna gramatikal adjektiva dalam tataran kalimat. Hasil penelitian ini ditemukan delapan adjektiva yang mengalami perubahan makna kata karena dibentuk dari sufiks yang melekat pada kata dasar yang berbeda dari yang telah dikategorikan oleh Bauer (1983) dan Plag (2002). Meskipun demikian, sufiks pembentuk adjektiva yang melekat pada kata dasar yang berbeda dari kategori Bauer dan Plag tetap membentuk adjektiva dan mengalami perubahan makna kata.
Fungsi dan Makna Doa Pemujaan dalam Gendintg Sang Hyang Jaran
Ni Nyoman Yuliawati;
I Made Suastika;
Ida Bagus Rai Putra
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 25 No 1 (2018): Maret
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (425.467 KB)
|
DOI: 10.24843/ling.2018.v25.i01.p09
Gending Sang Hyang Jaran merupakan lagu yang mengiringi Tari Sang Hyang Jaran. Pemujaan di dalam Gending Sang Hyang Jaran menarik untuk diteliti, karena berkaitan dengan ritual penolak bala yang dilakukan oleh masyarakat Banjar Bun. Tulisan ini menggunakan teori fungsi milik Bascom untuk mengungkapkan fungsi pemujaan dan teori semiotika Barthes untuk mengungkapkan makna pemujaan. Fungsi pemujaan dalam gending terdiri atas fungsi religi, fungsi estetika, fungsi pendidikan, fungsi sosial, dan fungsi penetralisasi. Makna diungkapkan melalui konotasi yang ada di dalam gending. Konotasi mengacu kepada makna harmoni, yang berkaitan dengan konsep Tri Hita Karana di dalam ajaran Agama Hindu.
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Pemilihan Ungkapan Perintah Bahasa Jepang dalam Teks Percakapan : Kajian Kesantunan Berbahasa
Wahyuning Diah
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 25 No 1 (2018): Maret
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (423.996 KB)
|
DOI: 10.24843/ling.2018.v25.i01.p05
Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan ungkapan perintah bahasa Jepang dalam teks percakapan Yan-san to Nihon no Hitobito (1994), Minna no Nihon-go (1999), dan Erin (2009). Penelitian ini menerapkan teori tindak tutur tentang tindak tutur dalam praktik penggunaan bahasa dan teori kesantunan berbahasa. Sementara itu, analisis penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa ada beberapa faktor yang memengaruhi penutur dalam pemakaian ungkapan perintah bahasa Jepang (UPBJ). Pengkajian faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan UPBJ mengacu pada apa yang dikemukakan Mizutani dan Nobuko (1987), Hirabayashi dan Hama (1988:15-25), dan Makino dan Tsutsui (1986). Faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan UPBJ, yaitu: (1) hubungan keakraban dengan mitra tutur, (2) usia, (3) hubungan sosial, (4) status sosial, (5) gender, (6) keanggotaan dalam grup, dan (6) situasi tutur. Pada faktor keanggotaan dalam grup, hanya ada satu data yang menunjukkan bahwa penutur menggunakan UPBJ berdasarkan faktor tersebut. Keanggotaan dalam grup tersebut bukan menunjuk antar perusahaan, tetapi antarkeluarga.
Fungsi dan Makna Yoga Dalam Ganapati Tattwa
Ni Luh Gede Eni Laksmi;
I Nyoman Darma Putra;
Ida Bagus Rai Putra
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 25 No 1 (2018): Maret
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (402.207 KB)
|
DOI: 10.24843/ling.2018.v25.i01.p10
Ganapati Tattwa merupakan teks yang bersifat Siwaistik dengan tokoh utama Dewa Siwa dan Gana. Teks Ganapati Tattwa terdiri atas 60 bait sloka Sanskerta disertai dengan ulasan bahasa Kawi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi dan makna yoga dalam Ganapati Tattwa. Teori yang digunakan adalah teori semiotik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa yoga berguna untuk latihan pernapasan, pengendalian diri dan meditasi. Sebagai suatu cara untuk mendekatkan diri dengan Tuhan, maka yoga merupakan wujud konkret cinta kasih, jalan karma dan jalan untuk mencapai moksa
Teks Naratif dari Mitos Keris Ki Baru Gajah dalam Tradisi Ngrebeg
Anak Agung Ayu Meitridwiastiti
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 25 No 1 (2018): Maret
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (279.008 KB)
|
DOI: 10.24843/ling.2018.v25.i01.p01
Myth of Kris Ki New Elephant: Textual Sources in Ngrebeg Tradition in the District Kediri, Tabanan is the research conducted to analyzing textual structure of the myth in the District of Kediri, Tabanan. The purpose of this study were: (a) to examine and describe the narrative structure of myth dagger Ki New Elephant in the Pura Luhur Pakendungan Purana, Theory used in this study is the theory of functions and semiotics. Data collection methods used are literature studies, interviews and recording. Methods of data analysis used is hermeneutics and desciptive analitic. Presentation of the results of data analysis method used is informal methods. Analysis of narrative structure associated with narrative elements that build a new myth of Kris Ki New Elephant in the Purana Pura Luhur Pakendungan the specifically related to the myth Kris Ki New Elephant and literary convention that includes genealogis,mythological then conventions of language in this case the use of the language used in the Pura Luhur Pakendungan Purana.
Fungsi dan Makna Éling Dalam Geguritan Jaé Cekuh
Putu Eka Maharani;
I Nyoman Suarka;
Ida Bagus Jelantik
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 25 No 1 (2018): Maret
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (405.396 KB)
|
DOI: 10.24843/ling.2018.v25.i01.p06
Gaguritan Jaé Cekuh sebuah geguritan bermotif panji merupakan karya menggunakan nama tokoh yang unik, dengan nama-nama bumbu yang berganti di pertengahan cerita. Isi dari geguritan menarik untuk dibahas karena mengandung penyadaran yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Tulisan ini menerapkan teori semiotika yang membantu mengungkapkan fungsi dan makna éling dalam geguritan. Fungsi dalam Geguritan Jaé Cekuh diungkapkan melalui model yang terdapat dalam geguritan, sedangkan makna diungkapkan melalui varian yang terkandung dalam geguritan. Dengan melihat tingkat kehadiran fungsi dan makna Gaguritan Jaé Cekuh adalah penyadaran dalam melakukan kewajiban, penyadaran bertingkah laku serta pengendalian diri yang berguna di masyarakat.
Translation Shift From Balinese Into English in the Puppet Shadow Script Lubdaka
Sayani Sayani
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 25 No 1 (2018): Maret
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (349.703 KB)
|
DOI: 10.24843/ling.2018.v25.i01.p02
Balinese and English have different grammatical structure and English does not have speech level like Balinese. The condition may cause both linguistic and cultural shifts to make the translation equivalent. This difference becomes a challenge for translators in finding the closest natural equivalent of Balinese terms of address in English or vice versa. This study analyzed types of shifts in translation occurred in the translation of the terms of address from Balinese into English in puppet shadow script ‘Lubdaka’. This study belonged to qualitative study approach and used descriptive method. The primary data is the translation of terms of address from Balinese into English directly taken from puppet shadow script and its translation into English of the Lubdaka story in the book The Invisible Mirror of Siwaratri Kalpa (2008). Shifts in translation in the data occurred in grammatical (transposition) and in point of view (modulation). There are four types of shifts that belong to the grammatical: structure shift, class shift, unit shift, and intra-system shift. Meanwhile, there are three types of shifts found that belongs to the shift in point of view: lexical dense shift, lexical loose shift, and emphasizing on 2nd person.
Variasi Pelafalan Bunyi Afrikat Bahasa Jepang oleh Penutur Berlatar Belakang Bahasa Bali
Ni Putu Candra Lestari;
I Nyoman Suparwa;
I Wayan Simpen
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 25 No 1 (2018): Maret
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (427.842 KB)
|
DOI: 10.24843/ling.2018.v25.i01.p07
This study aims to analyze Japanese affricates sound variation pronunced by Japanese speaking of Balinese. Variation of pronunciation were analyzed by using theory of generative phonology with accoustic phonetic. Kind of affricates sound variation by Japanese speaker of Balinese are alveolar affricates [ts] and [dz]. Voiceless alveolar affricates [ts] is variated in three varians, such as voiceless alveolar fricative [s] and voiceless palatal affricates [ç], and voiceless alveolar affricates [ts] i.e. words tsuki ‘moon’, atsui ‘hot’, dan matsu ‘wait’. Voiced alveolar affricate [dz] is variated in three varians, such as voiceless alveolar fricative [s] and voiced palatal-alveolar affricate [?], and voiced alveolar fricative [z] i.e. words zannen ‘a pity, zenzen ‘nothing at all’, douzo ‘please’.This variation are caused by the characteristic changed in place of articulation and manner of articulation by Japanese speaker of Balinese. Manner of articulation of alveolar affricate [ts, dz] was approached by fricative manner [s] of articulation in Balinese. Place of alveolar affricate articulation changing to palatal [ç] and alveopalatal [?] approached to sound in Balinese. The variation on alveolar fricative level is reached by basic learner, affricate level is reached by intermediate learner, and advanced learner pronounced approximately similar with the native speaker has