cover
Contact Name
Sigit Hariyadi
Contact Email
sigit.hariyadi@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijgc@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application
ISSN : 22526374     EISSN : 25976133     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Indonesian journal of guidance and counceling publishes research articles and conceptual analysis of guidance and counseling both in schools and out of school education that includes the study of guidance counseling, management, and counseling application approaches, innovation, media / information technology and assessment.
Arjuna Subject : -
Articles 667 Documents
Instrumen Akuntabilitas Guru BK dalam Menyelenggarakan Layanan Dasar rosyidin, Aip Badrujaman; Suherman, Suherman
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 7 No 3 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v7i3.21783

Abstract

Pengukuran terhadap akuntabilitas merupakan isu penting, dan menjadi kajian yang mendukung profesionalitas profesi BK. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen akuntabilitas guru BK dalam menyelenggarakan layanan dasar menggunakan skala kombinasi mixed standard scale for evaluating student behavior dan skala direct behavior rating. Pengembangan instrumen dilakukan melalui kegiatan penelitian yang bersifat research and development melalui 6 tahapan, yaitu; preliminary study, konstruksi instrumen, validasi pakar, perbaikan berdasarkan masukan pakar, validasi empirik, administrasi instrumen akhir. Konstruk instrumen akuntabilitas terdiri dari 5 indikator yaitu; mampu menerima tanggungjawab, melakukan komunikasi, menjelaskan layanan, menetapkan mekanisme umpan balik, serta melakukan perbaikan layanan. Luaran Penelitian ini adalah instrumen akuntabilitas yang terdiri dari 3 bagian, meliputi; instrumen siswa, wali kelas, dan kepala sekolah. Proses validasi dilakukan baik secara konseptual melalui penilaian ahli, serta empirik melalui ujicoba pada subjek ukur yang terdiri dari: 1008 siswa, 33 wali kelas, dan 33 kepala sekolah. Validasi ahli dilakukan pada ahli manajemen pendidikan, manajemen, dan bimbingan dan konseling. Instrumen akuntabilitas yang diisi oleh kepala sekolah terdiri dari 38 butir dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,96. Instrumen akuntabilitas yang diisi oleh wali kelas berjumlah12 butir dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,90. Instrumen akuntabilitas yang diisi oleh siswa berjumlah 28 butir dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,85. Accountability is an important issue in the guidance and counseling profession. This study aims to develop an instrument for measuring accountability of guidance and counseling teachers in conducting guidance curriculum. A mixed standard scale for evaluating student behavior and direct behavior rating are used as a scale. The instrument is developed through research and development study which is consists of six phases: preliminary study, instrument construction, expert judgement, improvement, empirical validation, improvement and instrument administration. The construct of accountability instrument consist of five components: take responsibilities, communicate the services, explain the services, have a feedback mechanism, and conduct improvement for the stakeholder. Accountability scale of school counselor in conducting guidance curriculum consist of three sub-scales, fill by students, teachers, and school principals. Three experts have reviewed the instrument construct. Empirical validation is also conducted to 1008 students, 33 teachers, and 33 principals. The instrument of accountability that is filled by the head teachers consists of 38 items with reliability coefficient of 0.96. The instrument of accountability that is filled by the teachers consists of 12 items with reliability coefficient of 0.90. Accountability instrument which is filled by students totalls 28 items with reliability coefficient of 0.85. Keywords: accountability; curriculum;guidance;instrument
Penerapan Layanan Bimbingan Kelompok dengan Pendekatan Experiential Learning untuk Meningkatkan Self-Esteem Puspita, Diah Ayu; Mugiarso, Heru; Mulawarman, Mulawarman
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 8 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v8i1.22056

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan fenomena disekolah yang dirujuk dari fenomena global yang terjadi berupa krisis menurunan self-esteem pada usia remaja. Tujuan penelitian ini untuk menguji keefektifan layanan bimbingan kelompok dengan pendekatan experiential learning untuk meningkatkan self-esteem siswa kelas VIII MTs Al Asror Semarang. Penelitian ini menggunakan metode one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan sampel penelitian sebanyak 8 siswa. Alat pengumpul data menggunakan skala self-esteem dengan reliabilitas alpha cronbach (r=0,7;p<0,05). Teknik analisis data menggunakan analisis data deskriptif, self-esteem siswa sebelum diberikan layanan bimbingan kelompok dengan pendekatan experiential learning memiliki nilai rata-rata dalam kategori rendah (M=2,4,SD=0,1). Self-esteem siswa sesudah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan pendekatan experiential learning memiliki nilai rata-rata dalam kategori tinggi (M=3,1,SD=0,1). Selain itu juga dilakukan uji hipotesis menggunakan uji wilcoxon (Z= 4,00, p<0,05). Berdasarkan hasil analisis data deskriptif serta uji hipotesis maka dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan pendekatan experiential learning efektif untuk meningkatkan self-esteem siswa kelas VIII MTs Al Asror Semarang. This research was conducted based on school phenomenon that was referenced from global phenomenon that happened in the form of crisis of decreasing self-esteem in adolescent age. The purpose of this research is to test the effectiveness of group guidance service with experiential learning approach to improve self-esteem of class VIII student MTs Al Asror Semarang. This research uses one group pretest-posttest design method. Sampling technique using purposive sampling, with sample of research as many as 8 students. The data collection tool uses a self-esteem scale with alpha cronbach reliability (r = 0.7; p <0.05). Data analysis technique using descriptive data analysis, self-esteem before the students given group guidance service with experiential learning approach has the average value in the low category (M = 2.4, SD = 0.1). Student self-esteem after being given group counseling services with experiential learning approach has an average value in the high category (M = 3.1, SD = 0.1). Also tested hypothesis using wilcoxon test (Z = 4.00, p <0,05). Based on the results of descriptive data analysis and hypothesis testing it can be concluded that the guidance services group with experiential learning approach is effective to improve self-esteem students of class VIII MTs Al Asror Semarang.
Layanan Informasi dengan Media Audiovisual untuk Meningkatkan Pemahaman tentang Motif Menikah dikalangan Siswa Novitasari, Eka
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 8 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v8i2.22387

Abstract

Media audiovisual dapat digunakan sebagai media layanan informasi yang dapat dimanfaatkan oleh konselor dan siswa untuk membantu siswa dalam memahami materi layanan. Tujuan penelitian adalah untuk membuktikan apakah layanan informasi dengan media audiovisual efektif untuk meningkatkan pemahaman tentang motif menikah dikalangan siswa kelas XII SMK Muhammadyah Sayung Demak. Rancangan penelitian ini adalah termasuk dalam jenis eksperimental design, dengan metode the one group pre test – post test design. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII SMK Muhammadyah Sayung Demak tahun ajaran 2017/2018 sebanyak 18 siswa. Instrument yang digunakan dalam pengumpulan data adalah instrument tes pemahaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman tentang motif menikah dikalangan siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan informasi dengan media audiovisual (z= 3.732, P<0.05). Jadi layanan informasi dengan media audiovisual efektif untuk meningkatkan pemahaman tentang motif menikah dikalangan siswa. Penelitian ini mempunyai implikasi bahwa guru bimbingan konseling disekolah perlu memberikan layanan informasi dengan media audiovisual untuk meningkatkan pemahaman tentang motif menikah dikalangan siswa. Audiovisual media can be used as an information service medium that can be used by counselors and students to help students understand the service materials. The aim of the research is to prove whether information service with audiovisual media is effective to improve understanding about married motives among class XII students of SMK Muhammadyah Sayung Demak. The design of this study is included in the type of experimental design, with the method of the one group pre test - post test design. Subjects in this study were students of class XII SMK Muhammadyah Sayung Demak academic year 2017/2018 as many as 18 students. The instrument used in data collection is the comprehension test instrument. The results showed that there was an increased understanding of the motives of marriage among students before and after being given information services with audiovisual media (z = 3.732, P <0.05). this study has implications that information services with audiovisual media are effective to improve understanding of the motives of marriage among students.
Peningkatan Kepercayaan Diri Berbicara Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Permainan Simulasi Asmara, Tejo
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 7 No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v7i1.22526

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya dan keberhasilan dalam meningkatkan kepercayaan diri berbicara di depan umum melalui layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan teknik permainan simulasi pada siswa kelas VIII E di SMP Negeri 3 Suruh pada tahun pelajaran 2015/ 2016.Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling (PTBK). Metode penelitian menggunakan penelitian tindakan dengan prosedur perencanaan, melakukan tindakan, observasi dan refleksi yang terdiri dari dua siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: angket siswa, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan simulasi dapat meningkatkan kepercayaan diri berbicara di depan umum dari perolehan skor rata-rata 4,0 (rendah) menjadi 5,8 (sedang). Siswa menjadi lebih percaya diri ketika berbicara di depan umum baik pada saat kegiatan kelompok di luar kelas maupun pada saat pelajaran di dalam kelas. Jadi dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan simulasi dapat meningkatkan kepercayaan diri berbicara di depan umum. The research aims to know the effort and success in improving public speaking self-confidence through group guidance services by using simulation game techniques on the students of class VIII E SMP Negeri 3 Suruh, school year 2015/ 2016. The type of the research is Counseling and Guidance Action Research. The procedures being used in the research are planning, acting, observing and reflecting. It consits of two cyles. Collecting data technique being used are: students’ questionnaire, observation and documentation. The result of the research shows that group guidance services by using simulation game techniques improving public speaking confidence, from average score 4.0 (low) to score 5.8 (middle). Students more confident in public speaking during group activities outside the classroom and during the lessons. It can be concluded that group guidance services by using simulation game techniques improving public speaking confidence.
Kemandirian Siswa dalam Merencanakan Karir Ditinjau dari Persepsi Siswa Tentang Pelaksanaan Layanan Bimbingan Karir Rohmawati, Novia
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 8 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v8i2.22762

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi siswa tentang layanan bimbingan karir dengan kemandirian siswa dalam merencanakan karir. Jenis penelitian menggunakan desain korelasional dengan sampel 37 siswa yang diambil menggunakan teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan skala kemandirian siswa dalam merencanakan karir dan skala persepsi siswa tentang layanan bimbingan karir yang dianalisis dengan menggunakan teknik statistik deskriptif dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian siswa dalam merencanakan karir berkategori tinggi (M= 188,14) dan persepsi siswa tentang layanan bimbingan karir berkategori sangat tinggi (M=194,32). Koefisien korelasi memperoleh hasil (R=0,620) dalam kategori kuat/tinggi, kontribusi besarnya pengaruh persepsi siswa tentang layanan bimbingan karir dengan kemandirian siswa dalam merencanakan karir sebesar (R²=0,385), dan nilai signifikansi (p=0,000). Jadi, apabila persepsi siswa tentang layanan bimbingan karir baik/positif maka kemandirian siswa dalam merencanakan karir juga akan tinggi. Implikasi bagi guru bimbingan dan konseling perlu memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan siswa untuk membantu meningkatkan kemandirian siswa dalam merencanakan karir The study aims to discover the relationship between students’ perception about career guidance services and students’ independency in planning career. This research used correlational design with 37 samples of students taken using Simple Random Sampling method. The data collection method uses the scale of students’ independency in career planning and students’ perception scale about career guidance services which analyzed using descriptive statistical and regression analysis method. The results show that students’ independency in planning career is high category (M= 188,14) and students’ perception about career guidance services is very high category (M=194,32). The correlation coefficient obtained results (R = 0.620) in the strong / high category, the contribution to the influence of students’ perception on the career guidance services with students’ independency in career planning is (R² = 0,385), and the significance value is (p = 0,000). Therefore, when the students' perceptions about career guidance services is good/positive then the independency of students in career planning will also be high. The Guidance and counseling teachers need to provide services that approppriate to the needs of students to improve students' independency in planning career.
Layanan Bimbingan Belajar Bagi Anak Retardasi Mental di Kelas III SLB Catur Bina Bangsa Jazim, Jazim; Agustina, Rina; Farida, Nurul; Nurlaila, Siti
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 7 No 3 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v7i3.25434

Abstract

Retardasi mental merupakan suatu ketidakmampuan yang ditandai dengan fungsi intelektual di bawah rata-rata dan rendahnya kemampuan untuk menyesuaikan diri (perilaku adaptif). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan layanan bimbingan belajar bagi anak retardasi mental di SLB Catur Bina Bangsa Metro. Penelitian merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian meliputi guru di kelas III dan siswa retardasi mental. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data diketahui dengan reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru di SLB Catur Bina Bangsa Metro Barat melaksanakan layanan bimbingan belajar menggunakan prinsip pembelajaran untuk siswa retardasi mental, tiga prinsip telah dilakukan, dan tiga prinsip pembelajaran kurang optimal dilakukan. Penelitian ini menghasilkan deskripsi program bimbingan layanan belajar bagi anak retardasi mental dan secara teoritis berguna sebagai sumbangan ilmu pengetahuan dalam melaksanakan atau membuat bimbingan layanan belajar bagi siswa retardasi mental. Mental retardation is an inability characterized by intellectual function below average and low ability to adjust (adaptive behavior). This study aims to describe the tutoring services for mental retardation children in Catur Bina Bangsa Metro SLB. Research is a qualitative descriptive study. Research subjects included teachers in class III and mental retardation students. Data collection techniques use observation, interviews and documentation. Data analysis is known by reduction, presentation and drawing conclusions. The validity of the data using triangulation of sources and techniques. The results showed that the teachers in the Catur Bina Bangsa Metro Barat SLB carried out tutoring services using the principles of learning for mental retardation students, three principles had been carried out, and three principles of less optimal learning were carried out. This study produces a description of the learning service guidance program for children with mental retardation and is theoretically useful as a contribution to science in implementing or making learning service guidance for students of mental retardation Keynote: guidance learn service; child with mentally retarded.
Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Siswa Melalui Layanan Penguasaan Konten Teknik Homeroom Lailani, Terra; Wibowo, Mungin Eddy
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 8 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v8i1.25961

Abstract

Penelitian ini hendak mengetahui keefektifan layanan penguasaan konten teknik homeroom untuk meningkatkan kemampuan komunikasi siswa sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre-eksperimen one group pretest and posttest design kepada siswa kelas VII A SMP Negeri 22 Semarang dengan tingkat kemampuan komunikasi sedang. Hasil penelitian dengan menggunakan analisis deskriptif presentase dan uji beda (T-Test) menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi siswa menengah pertama (SMP) meningkat secara signifikan (t(35)= -9,721, p<0,05) melalui layanan penguasaan konten teknik homeroom. Dengan ditandai siswa lebih terbuka terhadap temannya, siswa memiliki empati, peka dengan situasi kelas, tidak memilih-milih teman, memberikan dukungan kepada teman-teman. Dengan demikian layanan penguasaan konten teknik homeroom efektif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi siswa menengah pertama. This research is about to find out the effectiveness of the service content mastery techniques to improve communication capability homeroom students junior high school. This research use the pre-built design research experiments using one group pretest and posttest design. The subject of research is the grade VII A SMP Negeri Semarang 22 with the level of communication skills. The results of research using the descriptive analysis and test different percentage (T-Test) shows that the ability of communication first intermediate students (JUNIOR HIGH SCHOOL) increased significantly (t (35) = 9.721 >, p 0.05) through the services content mastery techniques homeroom. With marked students more open to his friend, students have empathy, sensitive situation with class, not choosing their friends, provide support to friends. Thus the services content mastery techniques to improve effective homeroom communication junior high students.
Pengaruh Kompetensi Pedagogik dan Motivasi Guru Bk terhadap Kualitas Pelaksanaan Konseling Kelompok Agustianingsih, Siwi
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 7 No 3 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v7i3.26687

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan fenomena yang terjadi di SMP Negeri di Kota Semarang yang menunjukan adanya perbedaan terkait pelaksanaan layanan konseling kelompok (KKp). Adanya sekolah yang telah melaksanakan konseling kelompok dengan baik sesuai dengan teori dan tahapan yang ada, tetapi ada pula sekolah yang tidak melaksanakan salah satu tahapan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh positif dan signifikan kompetensi pedagogik dan motivasi guru bimbingan dan konseling baik masing-masing maupun secara bersama-sama terhadap kualitas pelaksanaan layanan konseling kelompok di SMP Negeri Se-Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah ex-post facto. Populasinya adalah 141 guru. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologis dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana dan analisis regresi ganda. Hasil penelitian menyebutkan adanya pengaruh positif dan signifikan kompetensi pedagogik terhadap kualitas pelaksanaan KKp sebesar 46,60%. Terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi guru bimbingan dan konseling terhadap kualitas pelaksanaan KKp sebesar, 4390%. Terdapat pengaruh positif dan signiikan kompetensi pedagogik dan motivasi guru BK secara bersama-sama terhadap kualitas pelaksanaan layanan KKp sebesar 51,60%. Kata kunci: kompetensi pedagogik; kualitas layanan konseling kelompok; motivasi guru BK Abstract This research is applied based on the phenomena in Junior High Schools Semarang showing there is a difference in group counseling services. There are schools which have done it well based on the theory and its steps. But, there are schools do not apply it. The purpose of this research is to know the positive effect and significant of pedagogical competence and guidance and counseling teachers motivation, as well for each other and altogether to the group counselling services quality in Junior High Schools Semarang. The research is ex-post facto. The population is 141 teachers. The data collection technique uses a psychological scale and questionnaires. The data analysis technique uses the simple linear and multiple regression analysis. The result of the study states there is a positive effect and significant of pedagogical competence to group counselling quality which is 46,60%. There is a positive effect and significant of guidance and counselling teachers motivation to group counselling quality which is 43.90%. There is a positive effect and significant of pedagogical competence and guidance and counselling teachers motivation to group counselling quality which is 51,60%. Keywords: Pedagogical competence, group counselling service quality, the motivation of guidance and counselling teachers
Meningkatkan Kemampuan Manajemen Waktu Melalui Layanan Penguasaan Konten Silmiyati, Nur Aini
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 7 No 3 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v7i3.26728

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan fenomena diterapkannya kebijakan lima hari sekolah di SMA Negeri 1 Muntilan yang mengakibatkan siswa kelas XI IPA 6 memiliki kemampuan manajemen waktu yang paling rendah, berdasarkan hasil analisis angket yang disebarkan pada siswa kelas XI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan manajemen waktu yang ditingkatkan melalui layanan penguasaan konten. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre eksperimental dengan desain one group pre test-post test. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 6 yang berjumlah 36 siswa yang diambil dengan teknik pupossive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner kemampuan manajemen waktu dengan analisis data berupa deskriptif persentase dan uji t (t-test). Kemampuan manajemen waktu sebelum pemberian layanan diperoleh rata-rata 55,19% (sedang), dan setelah pemberian layanan naik menjadi 69,72% (tinggi) artinya setelah pemberian layanan terjadi peningkatan sebesar 14,53%. Hasil uji t menunjukkan bahwa nilai thitung = 21.464 dengan ttabel = 2.024, maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima. Simpulan dari penelitian ini yaitu kemampuan manajemen waktu pada siswa kelas XI IPA 6 SMA N 1 Muntilan dapat ditingkatkan melalui layanan penguasaan konten. Kata Kunci: layanan penguasaan konten; manajemen waktu; siswa ABSTRACT This study was conducted based on the phenomenon implementation of a five-day school in SMA Negeri 1 Muntilan resulting class XI IPA 6 have time management skills are the lowest, based on the results of the analysis of a questionnaire distributed to the XI students. This study aims to determine time management skills are enhanced through the mastery of content services. This type of research is pre-experimental with one group pre test-post test design. Subjects in this study were students of class XI IPA 6 of the 36 students with pupossive sampling techniques. Methods of data collection using questionnaires time management skills with descriptive data analysis in the form of percentage and t test (t-test). Time management skills before delivery of service showed an average of 55,19% (medium) and after delivery of services increased to 69,72% (high), this means an increase of 14,53%. T-test results showed that the value tvalue = 34.233 with ttable = 2.024, it can be concluded that Ha is accepted. The conclusion of this research is the time management skills in class XI SMA N 1 Muntilan can be promoted through the mastery of content services. Keywords: content mastery service; time management; student
Manajemen Waktu, Dukungan Sosial, dan Prokrastinasi Akademik Siswa Kelas XI SMA Kristy, Dije Zaraska
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 8 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v8i1.27736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara manajemen waktu dan dukungan sosial dengan prokrastinasi akademik pada siswa kelas XI baik secara parsial maupun secara bersama-sama. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional. Sampel yang digunakan berjumlah 195 dari 421 siswa dengan teknik pengambilan sampel cluster sampling. Alat pengumpul data yang digunakan adalah PASS (Procrastination Assesment Scale of Students), TMBS (Time Management Behavior Scale, dan CASSS (Child and Adolescent Social Support Scale). Koefisien skala tersebut adalah 0,266-0,660; 0,273-0,767; dan 0,277-0,726 dengan nilai alpha 0,781; 0,876; dan 0,933. Adapun teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara manajemen waktu dengan prokrastinasi akademik (R= 0,420, F(4,190) = 10,192, p = <0,01). Kemudian antara dukungan sosial dengan prokrastinasi akademik juga terdapat hubungan yang signifikan (R = 0,062, F(4,186) = 3,346, p = <0,05). Begitu pula antara manajemen waktu dan dukungan sosial secara bersama-sama juga memiliki hubungan yang signifikan dengan prokrastinasi akademik (R = 0,482, F(8,186) = 7,021, p = <0,01). Disarankan agar guru BK dapat memberikan layanan yang dapat menurunkan prokrastinasi akademik. Saran untuk penelitian lanjutan, bisa melihat seberapa besar pengaruh penetapan tujuan dan prioritas, mekanisme perencanaan dan penjadwalan, dan persepsi kontrol atas waktu terhadap prokrastinasi akademik dalam studi eksperimen. This research aims to identify the relationship between the time management and the social support to the academic procrastination of grade XI students in partially as well as communally. This research used a correlational quantitative design. The samples of this research were taken using cluster sampling which consisted of 195 selected students from 421 students. Data were collected using the instrument of Procrastination Assessment Scale of Students (PASS), Time Management Behavior Scale (TMBS), and Child and Adolescent Social Support Scale (CASSS). The coefficients of those scales are 0.266-0.660, 0.273-0.767, and 0.277-0.726 with the alpha value of 0.781, 0.876, and 0.933. Furthermore, the data of this research were analyzed using multiple regression analysis. According to the result analysis, it showed that there is a significant relationship between the time management and the academic procrastination—where R = 0.420, F(4.190) = 10.192, and p =<0.01—and the significant relationship also occur between the social support and the academic procrastination—where R = 0.062, F(4.186) = 3.346, and p =<0.05. Communally, it was showed a similar result where both the time management and the social support have a significant relationship to the academic procrastination—with the value R = 0.482, F(8.186) = 7.021, and p =<0.01. Therefore, it is suggested for the counseling teachers to be able to give a valuable service in order to decrease the students’ academic procrastination. Suggested for further research, can research effect of setting goals and priorities, mechanics planning and scheduling, perceived control of time on academic procrastination in experimental studies.

Filter by Year

2012 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 2 (2023): Desember 2023 Vol 12 No 1 (2023): Juni 2023 Vol 11 No 2 (2022): Desember 2022 Vol 11 No 1 (2022): Juni 2022 Vol 11 No Special Ed (2022): Edisi Khusus Annual Guidance and Counseling Academic Forum Vol 10 No 2 (2021): Desember 2021 Vol 10 No 1 (2021): Juni 2021 Vol 9 No 2 (2020): Desember 2020 Vol 9 No 1 (2020): Juni 2020 Vol 8 No 2 (2019): Desember 2019 Vol 8 No 1 (2019): Juni 2019 Vol 8 No 1 (2019): Juni 2019 Vol 7 No 4 (2018): Desember 2018 Vol 7 No 4 (2018): Desember 2018 Vol 7 No 3 (2018): September 2018 Vol 7 No 3 (2018): September 2018 Vol 7 No 2 (2018): Juni 2018 Vol 7 No 2 (2018): Juni 2018 Vol 7 No 1 (2018): Maret 2018 Vol 7 No 1 (2018): Maret 2018 Vol 6 No 4 (2017): Desember 2017 Vol 6 No 4 (2017): Desember 2017 Vol 6 No 3 (2017): September 2017 Vol 6 No 3 (2017): September 2017 Vol 6 No 2 (2017): Juni 2017 Vol 6 No 2 (2017): Juni 2017 Vol 6 No 1 (2017): Maret 2017 Vol 6 No 1 (2017): Maret 2017 Vol 5 No 4 (2016): Desember 2016 Vol 5 No 4 (2016): Desember 2016 Vol 5 No 3 (2016): September 2016 Vol 5 No 3 (2016): September 2016 Vol 5 No 2 (2016): Juni 2016 Vol 5 No 2 (2016): Juni 2016 Vol 5 No 1 (2016): Maret 2016 Vol 5 No 1 (2016): Maret 2016 Vol 4 No 4 (2015): Desember 2015 Vol 4 No 4 (2015): Desember 2015 Vol 4 No 3 (2015): September 2015 Vol 4 No 3 (2015): September 2015 Vol 4 No 2 (2015): Juni 2015 Vol 4 No 2 (2015): Juni 2015 Vol 4 No 1 (2015): Maret 2015 Vol 4 No 1 (2015): Maret 2015 Vol 3 No 4 (2014): Desember 2014 Vol 3 No 4 (2014): Desember 2014 Vol 3 No 3 (2014): September 2014 Vol 3 No 3 (2014): September 2014 Vol 3 No 2 (2014): Juni 2014 Vol 3 No 2 (2014): Juni 2014 Vol 3 No 1 (2014): Maret 2014 Vol 3 No 1 (2014): Maret 2014 Vol 2 No 4 (2013): Desember 2013 Vol 2 No 4 (2013): Desember 2013 Vol 2 No 3 (2013): September 2013 Vol 2 No 3 (2013): September 2013 Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013 Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013 Vol 2 No 1 (2013): Maret 2013 Vol 2 No 1 (2013): Maret 2013 Vol 1 No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1 No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1 No 1 (2012): September 2012 Vol 1 No 1 (2012): September 2012 More Issue