cover
Contact Name
Sigit Hariyadi
Contact Email
sigit.hariyadi@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijgc@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application
ISSN : 22526374     EISSN : 25976133     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Indonesian journal of guidance and counceling publishes research articles and conceptual analysis of guidance and counseling both in schools and out of school education that includes the study of guidance counseling, management, and counseling application approaches, innovation, media / information technology and assessment.
Arjuna Subject : -
Articles 667 Documents
Hubungan Antara Kemandirian dengan Kematangan Karir pada Siswa Lisani, Afina Fityah; Saraswati, Sinta; Nusantoro, Eko
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 9 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v9i2.34415

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemandirian dengan kematangan karir pada siswa sekolah menengah atas. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sejumlah 55 dari populasi siswa berjumlah 65 siswa dengan teknik pengambilan saampel purposive sampling. Alat pengumpulan data menggunakan skala kemandirian dan skala kematangan karir. Adapun analisis data menggunakan product moment. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kemandirian dengan kematangan karir ( R=0,605, p=0,00<0,005). Jadi dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kemandirian dengan kematangan karir. Semakin tinggi kemandirian maka semakin tinggi kematangan karir. Kata Kunci : Kemandirian, Kematangan Karir Abstract This research has a purpose to know the relationship between the independence with career maturity in high school student. This research used descriptive correlational. There are 55 sample of student taken from 65 population. The sampling technique used in study was purposive sampling. While the data collected using independence scale and career maturity scale. The data were analyzed using product moment. The results showed that there was a significant relationship between the independence and career maturity (R=0,605, p=0,00<0,005). It can be concluded that there is a significant relationship between independence and career maturity. Keyword: Independence, Career Maturity
Hubungan Antara Task-Approach Skills dengan Career Decision Making pada Siswa SMK Fauziah, Nur Sifa; Saraswati, Sinta
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 9 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v9i2.35253

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian yaitu mengetahui dan menganalisis hubungan antara aspek-aspek task-approach skills dengan aspek-aspek career decision making siswa. Pendekatan penelitian adalah kuantitatif korelasional dengan 142 sampel dari 240 siswa, diambil menggunakan simple random sampling. Analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan uji hipotesis korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis deskriptif kuantitatif menunjukan tingkat task-approach skills dan career decision making termasuk dalam kategori sedang. Hasil analisis stiatistik inferensial menunjukan ada hubungan positif dan signifikan antara task-approach skills aspek standar dan nilai kinerja dengan rational career decision making (r=0,145; p=<0,05). Ada hubungan negatif antara task-approach skills aspek proses persepsi dan kognitif dengan impulsive career decision making(r=-0,155; p=<0,05). Ada hubungan positif dan signifikan antara task approach skills aspek standar dan nilai kinerja dengan dependent career decision making (r=0,200; p=<0,01), proses persepsi dan kognitif dengan dependent career decision making (r=0,177; p=<0,05), set mental dengan dependent career decision making (r=0,215; p=<0,01), dan respon emosional dengan dependent career decision making (r=0,173; p=<0,05). Dapat disimpulkan hubungan paling erat ditunjukkan oleh task-approach skills aspek set mental dengan dependent career decision making. Berdasarkan hasil tersebut maka disarankan guru BK dapat memberikan pelayanan bidang karir secara sistematis dan berkesinambungan dimulai dari kelas X, lalu kelas XI, dan XII. Abstract The purpose of the research is to knowing and analyzing the relationship between aspects of task-approach skills with aspects of career decision making. This research used quantitative method with correlational approach. The samples were 142 out of 240 students taken by simple random sampling. The data analysis used descriptive quantitative analysis and hypothesis test with Person Product Moment correlation. The result of the descriptive analysis showed that the task-approach skills and the career decision making were included in the medium category. The result of the inferential statistical analysis showed that there was positive and significant correlation between the standard aspects of task-approach skills with performance value of career decision making (r=0,145; p=<0,05). There was negative correlation between the perception and cognitive process aspect of task-approach skills with impulsive career decision making (r=-0,155; p=<0,05). There was positive and significant correlation between standard aspect of task-approach skills with performance value of career decision making (r=0,200; p=<0,01), perception and cognitive process of dependent career decision making (r=0,177; p=<0,05), mental set with dependent career decision making (r=0,215; p=<0,01), emotional responses with dependent career decision making(r=0,173; p=<0,05). It can be concluded that the closest relation shown by mental set aspect of task-approach skills with dependent career decision making. Based on the result above, it is suggested to the BK teacher to provide a systematic and continuous career counseling services started from grade X, XI, and XII.
Penerapan Konseling REBT Untuk Mengurangi Kecemasan Sosial Remaja sari, widya kartika; ade ariani, winda
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 10 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v10i1.40149

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengungkap efektifitas upaya menurunkan tingkat kecemasan sosial remaja dengan menggunakan konseling REBT (Rational Emotive Behavior Therapy) yang bersifat active-directive. Metode penelitian ini adalah penelitian action research atau penelitian tindakan layanan. Subjek penelitian ini adalah sepuluh orang remaja panti asuhan tunas harapan bangsa yang berusia antara 13 sampai 17 tahun. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Peneliti sebagai konselor yang memberikan layanan bimbingan kelompok dan rekan sejawat sebagai observer. Adapun hasil temuan penelitian setelah dilakukan analisis hasil dengan pelaksanaan konseling bimbingan kelompok dua siklus menggunakan teknik REBT terbukti adanya penurunan tingkat kecemasan sosial remaja.
The Effectiveness of Reality Cybercounseling in Improving Senior High School Students’ Academic Honesty Prabawa, Abi Fa'izzarahman; Antika, Eni Rindi
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 10 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v10i2.47504

Abstract

Munculnya plagiarisme, mencontek saat ujian, mengopi tugas, dan semua tindakan yang tidak jujur dalam akademik menjadi perhatian khusus. Perilaku tidak jujur tersebut membawa dampak yang tidak baik bagi diri siswa bahkan menjadi kepribadian yang dibawa sampai dewasa. Menyikapi kondisi tersebut dan memperhatikan perkembangan IPTEK, maka aplikasi andorid cybercounseling dikembangkan sebagai alternatif bantuan. Tujuan penelitian ini untuk menguji efektivitas cybercounseling realita dalam meningkatkan kejujuran akademik siswa SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Uji efektifitas menggunakan Single Subject Design (SSD). Subjek penelitian adalah enam siswa SMA di tiga sekolah kota malang yang memiliki kejujuran akademik rendah. Skala kejujuran akademik digunakan untuk mengukur tingkat kejujuran akademik siswa. Skala kejujuran akademik menggunakan modifikasi skala HEXACO (Asthon, et al. 2014) yang dielaborasi dengan pendapat Tomey (2013) dan Stevenson et al. (2006). Subjek penelitian diberikan intervensi berupa cybercounseling realita dengan empat langkah kerja, yaitu: want, do, evaluation, dan plan (WDEP). Instrumen yang digunakan dalam penelitian, di antaranya: pedoman wawancara dan skala psikologis. Hasil analisis dalam kondisi pada enam grafik SSD menunjukkan kecenderungan stabilitas dalam kategori stabil. Analisis antar kondisi menunjukkan persentase overlap 0%, yang artinya bahwa intervensi berpengaruh pada kejujuran akademik.
Model Supervisi Bimbingan dan Konseling Berbasis Structured Reflecting Teams Untuk Guru BK SMA sofyan, afriyadi; sugiyo, sugiyo; kurniawan, kusnarto
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 10 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v10i2.48722

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pelaksanaan supervisi bimbingan dan konseling (BK) saat ini; menganalisis model hipotetis supervisi BK berdasarkan Structured Reflecting Team (SRT); menganalisis model akhir; dan menganalisis seberapa efektif supervisi BK berbasis tim refleksi terstruktur. Metode penelitian ini menggunakan tahapan penelitian dan pengembangan, mengacu pada model penelitian dari Borg & Gall (1996) yang disederhanakan menjadi 3 tahapan, yaitu: 1) studi pendahuluan, 2) pengembangan dan validasi, 3) evaluasi produk. Subyek penelitian ini terdiri dari 1 orang pengawas satuan pendidikan, dan 6 orang guru BK SMA. Pengumpulan data menggunakan: wawancara mendalam, observasi, angket terbuka, format catatan diskusi terfokus. Teknik analisis data melalui instrumen kemudian dilakukan sesuai dengan prosedur penelitian dan pengembangan. Uji keefektifan model menggunakan aplikasi Winstep dan JASP, melalui uji Wilcoxon Signed Rank Test non parametrik. Hasil menunjukkan bahwa model supervisi oleh pengawas cenderung menggunakan model individual dan belum sepenuhnya berjalan efektif. Model SRTS efektif bagi pengawas guna melaksanakan supervisi program BK di SMA. Pengembangan model supervisi melahirkan model supervisi yang lebih sesuai dengan kebutuhan, sistematis, terstruktur, dan terencana yang dikenal dengan structured reflecting team in group supervision (SRTS). Hasil analisis uji efektifitas model menunjukkan bahwa model ini efektif bagi pengawas dalam melaksanakan supervisi BK di SMA.
Regulasi Emosi Cognitive Reapprisal Remaja Broken Home Ditinjau Dari Pola Asuh Otoriter dan Kualitas Persahabatan Josefanny, Josefanny; Sanjaya, Ersa Lanang
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 10 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v10i2.49845

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh antara pola asuh otoriter dan kualitas persahabatan dengan terhadap regulasi emosi cognitive reappraisal pada remaja broken home. Penulisan ini difokuskan kepada regulasi emosi cognitive reappraisal karena regulasi emosi tersebut mengubah situasi menjadi positif sehingga sesuai dengan remaja dengan kondisi broken home. Instrumen penelitian menggunakan skala Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) oleh Gross & John (2003), skala Parental Authority Questionnaire (PAQ) oleh John R. Buri (1991), dan Friendship Quality Questionnaire (FQQ) oleh Jeffrey G, Parker & Steven R. Asher (1993). Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif desain korelasional menggunakan linear berganda kepada 100 subjek remaja broken home berusia 12-24 tahun di Indonesia. Data diambil dengan menyebarkan kuesioner online dalam bentuk google form melalui teknik accidental sampling pada sosial media seperti tiktok dan instagram. Hasil menunjukkan variabel pola asuh otoriter dan variabel kualitas persahabatan secara bersama-sama mempengaruhi regulasi emosi cognitive reappraisal pada remaja broken home. Abstract The study was conducted to determine the influence between authoritarian parenting and friendship quality on cognitive reappraisal emotion regulation in broken home adolescents. This writing is focused on the cognitive reappraisal emotion regulation because the emotion regulation tend to changes the situation into a positive ways so that it suits adolescents with broken home conditions. The research instrument used the Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) scale by Gross & John (2003), the Parental Authority Questionnaire (PAQ) scale by John R. Buri (1991), and the Friendship Quality Questionnaire (FQQ) by Jeffrey G, Parker & Steven R. Asher (1993). The study was conducted with quantitative methods of correlational design with multiple linear to 100 broken home adolescents subjects at the age between 12-24 years in Indonesia. Data was taken by distributing online questionnaires (google form) through accidental sampling technique on social media such as tiktok and instagram. The results showed authoritarian parenting variables and friendship quality variables simultaneously affected the cognitive reappraisal emotion regulation in broken home adolescents
Analisis Isu Etis dalam Konseling Online dan Rekomendasi untuk Perbaikan Praktik di Masa Depan munawaroh, eem -; folastri, sisca; Nugraheni, Edwindha Prafitra; isrofin, binti
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 10 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v10i2.53233

Abstract

Peningkatan signifikan pelaksanaan konseling online sejak terjadinya pandemi Covid-19 memunculkan berbagai isu terutama terkait implementasi kode etik dalam pelaksanaan konseling online. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menganalisis secara mendalam isu-isu etis dalam konseling online serta rekomendasi sebagai alternatif solusi bagi perbaikan praktik di masa depan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode literature riview melalui lima tahapan investigasi yakni perancangan, pelaksanaan, analisis, strukturisasi, dan penulisan review. Hasil analisis terhadap isu -isu etis dalam konseling online menunjukkan isu kerahasiaan, komunikasi non-verbal, pengakhiran konseling online yang prematur, kompetensi lintas budaya, dan jaringan internet menjadi isu-isu etis yang paling problematis untuk menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan konseling online. Rekomendasi untuk perbaikan praktik konseling online di masa depan adalah konselor diharapkan mampu mengidentifikasi jenis konseling online yang paling sesuai dengan kenyamanan dan masalah konseli, mampu mengidentifikasi kemungkinan kesalahpahaman, memelihara batasan professional, menjaga kerahasiaan alat elektronik, antisipasi time delay, kemampuan membentuk hubungan secara online dan mengikuti pelatihan tersupervisi praktik konseling online. Asosiasi profesi juga dapat mendukung keberhasilan konseling online dengan menyusun dan menetapkan kode etik konseling online.
Hubungan antara Moral Disengagement dengan Perilaku Menyontek Siswa
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 11 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v11i1.35642

Abstract

Banyaknya perilaku menyontek dikalangan siswa menjadikan perilaku menyontek penting untuk dieksplorasi lebih lanjut. Penelitian ini dilakukan untuk menelaah perilaku menyontek dilihat dari moral disengagement siswa. Sampel yang terlibat 320 siswa (59% laki-laki dan 41% perempuan) yang dipilih menggunakan Cluster area dan stratified random sampling dari SMK Negeri Se-Wilayah Semarang Timur. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif bersifat deskriptif korelasional menggunakan skala psikologi yang diadaptasi yaitu Patterns of Adaptive Learning Scales (PALS) yang diadaptasi Midgley et al (2000) dan Moral Disengagement scale (MDS) yang diadaptasi dari Bandura (1998). Temuan penelitian ini menunjukan beberapa jenis mekanisme moral disengagement yang memprediksi secara positif perilaku menyontek yaitu, penghalusan istilah, mengaburkan tanggung jawab, dan dehumanisasi, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara moral disengagement dengan perilaku meyontek. High frequency of cheating behavior among students makes cheating behavior important to be explored further. This research was conducted to examine cheating behavior seen from the moral disengagement of students. The sample involved 320 students (59% male and 41% female) selected using the Cluster area and stratified random sampling from Vocational Schools in East Semarang Region. This research uses quantitative descriptive correlational method using an adapted psychological scale that is Patterns of Adaptive Learning Scales (PALS) adapted by Midgley et al (2000) and Moral Disengagement scale (MDS) adapted from Bandura (1998). The findings of this study indicate several types of moral disengagement mechanisms that positively predict cheating behavior, namely, refinement of terms, obscuring responsibility, and dehumanization, it can be concluded that there is a significant relationship between moral disengagement and cheating behavior.
Pengaruh Kelekatan Teman Sebaya Terhadap Perencanaan Karier Siswa
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 11 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v11i1.43317

Abstract

Yang melatar belakangi penelitian ini yaitu masih ditemukan siswa yang belum serius mempersiapkan perencanaan karier. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelekatan teman sebaya yang dapat mempengaruhi perencanaan karier. Metode penelitian deskriptif kualitatif, menggunakan pendekatan natural setting yaitu secara alamiah. Informan dalam penelitian ini siswa-siswi SMA Kelas XI SMA Negeri 9 Kota Bengkulu. Kegiatan analisis data dilakukan bersamaan pada waktu pengumpulan data. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil temuan penelitian kelekatan teman sebaya dapat mempengaruhi perencanaan karier yaitu kualitas kelekatan teman sebaya meliputi kepercayaan, komunikasi, dan pengalaman. The background of this research is that there are still students who have not seriously prepared career planning. This study aims to determine the attachment of peers that can affect career planning. Qualitative descriptive research method, using a natural setting approach that is naturally. Informants in this study were high school students Class XI SMA Negeri 9 Bengkulu City. Data analysis activities were carried out simultaneously at the time of data collection. Data analysis used the Miles and Huberman model, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing/verification. The research findings of peer attachment can affect career planning, namely the quality of peer attachment includes trust, communication, and experience.
Perspektif Waktu Karir Ditinjau Secara Filsafiah dan Ilmiah
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 11 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v11i1.53220

Abstract

Artikel ini betujuan untuk mendeskripsikan perspektif waktu karir secara filsafiah dan ilmiah. Ruang lingkup yang dibahas pada artikel ini adalah: a) tinjauan filsafiah tentang perspektif waktu karir yang poinya berisi; hakikat perspektif waktu karir, keberadaan manusia dalam lingkup perspektif waktu karir. b) tinjauan teoritik tentang perspektif waktu karir yang poinnya akan berisi; riwayat singkat teori perspektif waktu karir, analisis konseptual perspektif waktu karir, dinamika/struktur teoretik perspektif waktu karir serta kegunaan teoretis dan praktis untuk BK. c) analisis perkembangan riset perspektif waktu karir. Prosedur metodologis artikel ini adalah kajian literatur dengan menemukan sumber-sumber materi tulisan yang sesuai dengan variabel dan permasalahan yang dikaji. Jenis data yang dipakai penulis dalam kajian ini adalah data yang didapat dari studi literatur. Data-data yang sudah didapatkan selanjutnya dianalisis dengan metode analisis deskriptif. Artikel ini nantinya akan berguna dalam pengembangan penelitian selanjutnya, juga sebagai bahan referensi terkait tentang perspektif waktu karir. Hasil kajian ini berupa konsep perspektif waktu karir yang menjadi dasar riset dalam bimbingan dan konseling karir. This article aims to describe the perspective of career time philosophically and scientifically. The scopes discussed in this article are a) a philosophical review of the career time perspective which contains; the nature of the career time perspective, human existence within the scope of the career time perspective. b) a theoretical review of the career time perspective the points will contain; brief history of career time perspective theory, conceptual analysis of career time perspective, dynamics/theoretical structure of career time perspective as well as theoretical and practical uses for BK. c) analysis of the development of career time perspective research. The methodological procedure of this article is a literature review by finding sources of written material that are in accordance with the variables and problems studied. The type of data used by the author in this study is data obtained from a literature study. The data that has been obtained is then analyzed by descriptive analysis method. This article will later be useful in the development of further research, as well as related reference material regarding career time perspectives. The results of this study are in the form of a career time perspective concept which is the basis for research in career guidance and counseling.

Filter by Year

2012 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 2 (2023): Desember 2023 Vol 12 No 1 (2023): Juni 2023 Vol 11 No 2 (2022): Desember 2022 Vol 11 No 1 (2022): Juni 2022 Vol 11 No Special Ed (2022): Edisi Khusus Annual Guidance and Counseling Academic Forum Vol 10 No 2 (2021): Desember 2021 Vol 10 No 1 (2021): Juni 2021 Vol 9 No 2 (2020): Desember 2020 Vol 9 No 1 (2020): Juni 2020 Vol 8 No 2 (2019): Desember 2019 Vol 8 No 1 (2019): Juni 2019 Vol 8 No 1 (2019): Juni 2019 Vol 7 No 4 (2018): Desember 2018 Vol 7 No 4 (2018): Desember 2018 Vol 7 No 3 (2018): September 2018 Vol 7 No 3 (2018): September 2018 Vol 7 No 2 (2018): Juni 2018 Vol 7 No 2 (2018): Juni 2018 Vol 7 No 1 (2018): Maret 2018 Vol 7 No 1 (2018): Maret 2018 Vol 6 No 4 (2017): Desember 2017 Vol 6 No 4 (2017): Desember 2017 Vol 6 No 3 (2017): September 2017 Vol 6 No 3 (2017): September 2017 Vol 6 No 2 (2017): Juni 2017 Vol 6 No 2 (2017): Juni 2017 Vol 6 No 1 (2017): Maret 2017 Vol 6 No 1 (2017): Maret 2017 Vol 5 No 4 (2016): Desember 2016 Vol 5 No 4 (2016): Desember 2016 Vol 5 No 3 (2016): September 2016 Vol 5 No 3 (2016): September 2016 Vol 5 No 2 (2016): Juni 2016 Vol 5 No 2 (2016): Juni 2016 Vol 5 No 1 (2016): Maret 2016 Vol 5 No 1 (2016): Maret 2016 Vol 4 No 4 (2015): Desember 2015 Vol 4 No 4 (2015): Desember 2015 Vol 4 No 3 (2015): September 2015 Vol 4 No 3 (2015): September 2015 Vol 4 No 2 (2015): Juni 2015 Vol 4 No 2 (2015): Juni 2015 Vol 4 No 1 (2015): Maret 2015 Vol 4 No 1 (2015): Maret 2015 Vol 3 No 4 (2014): Desember 2014 Vol 3 No 4 (2014): Desember 2014 Vol 3 No 3 (2014): September 2014 Vol 3 No 3 (2014): September 2014 Vol 3 No 2 (2014): Juni 2014 Vol 3 No 2 (2014): Juni 2014 Vol 3 No 1 (2014): Maret 2014 Vol 3 No 1 (2014): Maret 2014 Vol 2 No 4 (2013): Desember 2013 Vol 2 No 4 (2013): Desember 2013 Vol 2 No 3 (2013): September 2013 Vol 2 No 3 (2013): September 2013 Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013 Vol 2 No 2 (2013): Juni 2013 Vol 2 No 1 (2013): Maret 2013 Vol 2 No 1 (2013): Maret 2013 Vol 1 No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1 No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1 No 1 (2012): September 2012 Vol 1 No 1 (2012): September 2012 More Issue