cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies
ISSN : 22526447     EISSN : 25274597     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies (IJCETS) publish two major themes on educational technology and curriculum studies
Arjuna Subject : -
Articles 186 Documents
The Effectiveness of Interactive e-Module for Natural Science subject at Equality Education Program Febriani, Hafiidha Ainun; Kustiyono, Kustiyono
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 10 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v10i2.59892

Abstract

This study aims to (1) develop an interactive e-module in science subjects class VII package B in SKB Kota Semarang equivalency education that is feasible and good to use, (2) know the steps for making e-modules using Adobe In design software, and (3) knowing the feasibility of developing an interactive e-module for science subjects package B for the classification of living things. The e-module development model in this study is the ADDIE model. This interactive e-module for science subjects was declared feasible to be used in learning with a feasibility score of 3.73 from material experts, 3.78 from media experts, and 3.43 from student responses. Based on material experts, media experts, and student responses, interactive e-modules for science subjects on living things classification material are very good and appropriate to be used to support learning activities for class VII learning citizens in equality education, especially for the SKB Kota Semarang. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan e-modul interaktif pada mata pelajaran IPA kelas VII paket B di pendidikan kesetaraan SKB Kota Semarang yang layak dan baik digunakan, (2) mengetahui langkah pembuatan e-modul menggunakan software Adobe In design dan (3) mengetahui kelayakan dari pengembangan e-modul interaktif mata pelajaran IPA paket B materi klasifikasi makhluk hidup. Model pengembangan e-modul pada penelitian ini adalah model ADDIE. E-modul interaktif untuk mata pelajaran IPA ini dinyatakan layak untuk digunakan dalam pembelajaran dengan skor kelayakan dari ahli materi sebanyak 3,73, ahli media sebanyak 3,78 dan respons warga belajar sebanyak 3,43. Berdasarkan ahli materi, ahli media, dan respons warga belajar, maka e-modul interaktif mata pelajaran IPA pada materi klasifikasi makhluk hidup sangat baik dan layak digunakan untuk mendukung kegiatan belajar warga belajar kelas VII di pendidikan kesetaraan khususnya SKB Kota Semarang.
Teaching Digital Citizenship for Vocational Students through “Netizen” Application: its Urgency and Effectiveness Wahyudi, Diki; Prihatin, Titi
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 10 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v10i2.61101

Abstract

This study aims to develop a mobile learning-based application, named Netizen, that supports students' independent learning. The research employs a developmental research approach, primarily utilizing the ADDIE instructional design model. The study's findings indicate a positive trend. Specifically, the validation of media and material experts at 84.67% and 96.67%, respectively, illustrates the feasibility of producing Netizen applications. The Wilcoxon test's results, with Asymp.Sig. (2-tailed) of 0.000, are less than <0.05, signifying a significant difference in the average scores of students before and after using the Netizen application. The effectiveness test results reveal a gain score of 0.7052 or 70.52%, classifying it as highly effective. In conclusion, the Netizen application can enhance students' learning processes and outcomes. Abstrak Studi ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi berbasis pembelajaran seluler, yang dinamakan Netizen, yang dapat mendukung pembelajaran mandiri siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan, dengan menggunakan model desain instruksional ADDIE sebagai pendekatan utama. Hasil penelitian menunjukkan kecenderungan positif. Secara khusus, validasi dari ahli media dan ahli materi pada tingkat 84,67% dan 96,67%, masing-masing, menggambarkan kemungkinan untuk memproduksi aplikasi Netizen. Hasil uji Wilcoxon, dengan Asymp.Sig. (2-tailed) sebesar 0,000, kurang dari <0,05, menandakan perbedaan yang signifikan dalam skor rata-rata siswa sebelum dan setelah menggunakan aplikasi Netizen. Hasil uji efektivitas mengungkapkan skor kenaikan sebesar 0,7052 atau 70,52%, yang diklasifikasikan sebagai sangat efektif. Sebagai kesimpulan, aplikasi Netizen dapat meningkatkan proses pembelajaran dan hasil belajar siswa.
Technology Integration Trends in Hybrid Learning Environments in Indonesia: A Systematic Literature Review Nugraha, Christophorus Ardi; Iskandar, Regina; Baeha, Putri Dwinatalis
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 10 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v11i1.62125

Abstract

This study aims to identify the most used technologies in face-to-face or hybrid learning environments in Indonesia and identify how these technologies are used. The collected data is processed using PRISMA Statement. The sorting process is conducted by three researchers collaboratively. The articles are then processed to know how the technology is used, what the brand is, what subjects, and the level of acceptance. From 121 selected articles, the following findings were obtained. Technology is most widely used for learning media (65). Most articles do not mention the brand(33). Most did not mention subjects (25). The acceptance of technology is positive (111). It can be concluded that technology tends to be used for learning and less to build a learning environment, professional development, or school administration. Technology is widely used for STEM lessons, Indonesian Language, and Islamic Religious Education and less for arts and social science subjects. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi teknologi yang paling sering digunakan di lingkungan belajar tatap muka atau hybrid di Indonesia dan mengidentifikasi bagaimana teknologi tersebut digunakan. Data yang terkumpul diproses menggunakan PRISMA Statement. Proses penyortiran dilakukan tiga peneliti secara kolaboratif. Artikel lalu diproses untuk memperoleh informasi bagaimana teknologi digunakan, apa mereknya, mata pelajaran apa, dan tingkat penerimaannya. Dari 121 artikel terpilih, diperoleh temuan sebagai berikut. Teknologi paling banyak digunakan untuk media pembelajaran (65). Sebagian besar artikel tidak menyebutkan merek teknologi yang digunakan (33). Sebagian besar tidak menyebutkan mata pelajaran (25). Sebagian besar penerimaan terhadap teknologi adalah positif (111). Dapat disimpulkan bahwa teknologi cenderung digunakan untuk pembelajaran dan kurang dimanfaatkan untuk membangun lingkungan belajar, pengembangan profesi, atau administrasi sekolah. Teknologi banyak digunakan untuk pelajaran STEM, Bahasa Indonesia, dan Pendidikan Agama Islam serta kurang dimanfaatkan untuk mata pelajaran seni dan ilmu pengetahuan sosial.
Exploring Teachers' Technological and Pedagogical Knowledge: A Case Study in Semarang Excellence School Kurniasih, Novi
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 11 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v11i1.39326

Abstract

This research aims to illustrate teachers' technological knowledge (TK), pedagogical knowledge (PK), and technological pedagogical knowledge (TPK) as an integral part of TPACK introduced by Koehler and Mishra (2005). The research took place in Semarang Excellence School (SES), specifically in the Olympiad class. By employing a descriptive qualitative approach, the research results indicate that teachers' technological knowledge shows an advanced level of acquisition, particularly regarding the importance of integrating and using technology in learning practices. Likewise, teachers' pedagogical knowledge demonstrates a good level of understanding and practice, mainly because teachers are familiar with a variety of learning methods and techniques and know how to use them appropriately in specific circumstances. Furthermore, teachers' technological pedagogical knowledge, which represents the intersection and accumulation of the two previous domains of teachers' skills, suggests a high level of mastery. For instance, when teachers collaboratively implement conventional and technology-based learning methods and techniques, it enhances student academic achievement in the Olympiad class. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan teknologi (TK), pengetahuan pedagogis (PK), dan pengetahuan pedagogis teknologi (TPK) guru sebagai bagian integral dari TPACK yang diperkenalkan oleh Koehler dan Mishra (2005). Penelitian ini dilakukan di Sekolah Unggulan Semarang (SES), khususnya di kelas Olimpiade. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan teknologi guru mencapai tingkat kemahiran yang tinggi, terutama dalam hal pentingnya integrasi dan penggunaan teknologi dalam praktik pembelajaran. Begitu pula, pengetahuan pedagogis guru menunjukkan tingkat pemahaman dan praktik yang baik, terutama karena guru mengenal berbagai metode dan teknik pembelajaran serta tahu cara menggunakannya dengan tepat dalam situasi tertentu. Selain itu, pengetahuan pedagogis teknologi guru, yang mewakili persimpangan dan akumulasi dari dua domain keterampilan guru sebelumnya, menunjukkan tingkat penguasaan yang tinggi. Misalnya, ketika guru secara kolaboratif menerapkan metode pembelajaran konvensional dan berbasis teknologi, hal ini dapat meningkatkan prestasi akademik siswa di kelas Olimpiade.
Assessing Agricultural Literacy Among Senior Secondary School Students in Kwara State, Nigeria: Implications for Educational Interventions Bature, Shuaib Suleiman; Olorunleke, Adesanya Emmanuel; Ibrahim, Oba Abdulkadir; Kayode, Afolabi Ojo; Bolakale, Jimoh Saidu
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 11 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v11i1.54877

Abstract

This research study aimed to asses the level of agricultural literacy among senior secondary school students in Kwara State, Nigeria, using a descriptive survey research design. The target population comprised all senior secondary school science students in Kwara State, and a sample of 1,200 students was selected using a multi-stage sampling procedure. Data were collected using an adapted standardized questionnaire with a reliability coefficient of 0.71. Both descriptive and inferential statistical analyses were conducted to analyze the data. The findings of the study revealed that there was no significant difference in agricultural literacy among senior secondary school students based on their gender or school location. However, the study did identify a significant difference in agricultural literacy among senior secondary school students based on the type of school they attended. Consequently, the study recommended that agricultural science teachers should focus on other components of agricultural literacy, particularly agricultural policy literacy, to enhance students' understanding of agricultural policy. Abstrak Studi penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat literasi pertanian di kalangan siswa sekolah menengah atas di Negara Bagian Kwara, Nigeria, menggunakan desain penelitian survei deskriptif. Populasi target terdiri dari semua siswa sekolah menengah atas jurusan sains di Negara Bagian Kwara, dan sampel sebanyak 1.200 siswa dipilih menggunakan prosedur sampel multi-tahap. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner standar yang telah diadaptasi dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,71. Analisis statistik deskriptif dan inferensial dilakukan untuk menganalisis data. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan dalam literasi pertanian di antara siswa sekolah menengah atas berdasarkan jenis kelamin atau lokasi sekolah. Namun, penelitian ini mengidentifikasi perbedaan signifikan dalam literasi pertanian di antara siswa sekolah menengah atas berdasarkan jenis sekolah yang mereka hadiri. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan agar guru ilmu pertanian memfokuskan pada komponen literasi pertanian lainnya, terutama literasi kebijakan pertanian, untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang kebijakan pertanian.
Challenges and Opportunities in Integrating ICT into Teaching and Learning: A Study of Higher Educational Institutions in Iraqi Kurdistan Awrahman, Banan Jamil; Aziz, Chya Fatah; Said, Karzan Wakil
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 11 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v11i1.67093

Abstract

The integration of ICT has transformed conventional teaching methods in universities; however, obstacles such as the digital divide hinder its usage. This study employs a survey method to examine the challenges of incorporating ICT into teaching and learning in higher educational institutions in the Kurdistan Region of Iraq. Teachers from various universities across Kurdistan participated in a survey divided into three segments: the impact of ICT on students, difficulties in using ICT tools in teaching, and positive experiences of educators using ICT. The study utilizes machine learning modules to identify relationships between the challenges and ICT tools. The results demonstrate that the use of ICT tools has a positive impact on students, but challenges such as a lack of facilities and training hinder their use. Ultimately, the study concludes that integrating ICT into teaching and learning in higher educational institutions in Iraqi Kurdistan is vital, and emphasizes the need for additional training and resources to support the process. Abstrak Integrasi TIK telah mengubah metode pengajaran konvensional di perguruan tinggi; namun, hambatan seperti kesenjangan digital menghambat penggunaannya. Penelitian ini menggunakan metode survei untuk mengkaji tantangan pengintegrasian TIK dalam pengajaran dan pembelajaran di lembaga pendidikan tinggi di Wilayah Kurdistan, Irak. Guru-guru dari berbagai perguruan tinggi di Kurdistan berpartisipasi dalam survei yang terbagi menjadi tiga segmen: dampak TIK pada mahasiswa, kesulitan penggunaan alat TIK dalam pengajaran, dan pengalaman positif pendidik dalam menggunakan TIK. Penelitian ini menggunakan modul pembelajaran mesin untuk mengidentifikasi hubungan antara tantangan dan alat TIK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alat TIK memiliki dampak positif pada mahasiswa, tetapi tantangan seperti kurangnya fasilitas dan pelatihan menghambat penggunaannya. Pada akhirnya, penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi TIK dalam pengajaran dan pembelajaran di lembaga pendidikan tinggi di Kurdistan Irak sangat penting, dan menekankan perlunya pelatihan dan sumber daya tambahan untuk mendukung proses tersebut.
Enhancing Student Motivation in Virtual Classrooms: the role of vMix technology Wahyudi, Urip Muhayat Wiji
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 11 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v11i1.67524

Abstract

Motivation plays a crucial role in the success of students' learning activities. The higher the level of individual motivation, the greater the potential for achieving learning outcomes. With the rapid advancement of technology, the field of education is adapting to meet future challenges. As educators, it is essential to innovate and create engaging virtual classrooms that captivate students' interest. Many students show disinterest in attending virtual lectures due to the perceived lack of excitement in these classes. However, there is a technology solution that can address this issue - VMix. VMix offers the capability to create visually appealing and captivating virtual class displays similar to television studios. By integrating VMix with platforms like Zoom and Google Meet, we can enhance the virtual learning experience. This research follows a Research & Development approach and focuses on the development of VMix to enhance student motivation in virtual classrooms. Abstrak Motivasi memiliki peran yang sangat penting dalam keberhasilan kegiatan belajar yang dilakukan oleh mahasiswa. Semakin tinggi motivasi belajar individu maka semakin tinggi prestasi belajarnya untuk dicapai. Perkembangan dunia teknologi yang semakin berkembang memacu dunia pendidikan mulai membentuk dirinya untuk menghadapi masa depan. Pendidikan yang berlangsung di dalam kelas kini bergeser ke dunia maya dan dunia nyata dengan blendended learning. Pendidikan memiliki tujuan untuk menumbuhkan semangat siswa dalam belajar sehingga mampu mengembangkan dirinya. Sebagai pengajar, kita harus berinovasi dalam mengembangkan kelas virtual agar mahasiswa antusias mengikuti perkuliahan. Kebanyakan mahasiswa malas untuk kuliah virtual karena kelas terlihat membosankan . Vmix dapat menghasilkan tampilan kelas virtual yang cantik dan menarik layaknya studio televisi. Hasil tampilan ini bisa kita gabungkan ke zoom, gmeet, Microsoft team, dan lainnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research & Development. Penelitian ini mendeskripsikan pengembangan kelas virtual 3D dalam meningkatkan motivasi belajar mahasiswa di kelas virtual.
Analysis of Managerial Procedures for Developing the Cambridge Curriculum in Junior High Schools Lestari, Indah Beti; Wahyudin, Dinn; Dewi, Laksmi
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 11 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v11i1.69361

Abstract

This research aims to establish the managerial practices for designing the Cambridge curriculum at SMPS Golden Christian School Palangka Raya. This is a descriptive study with a qualitative methodology. The data source in this study came from in-depth interviews conducted with teaching staff at SMPS Golden Christian School Palangka Raya. The data analysis technique used is the descriptive, evaluative technique. The research results show three curriculum management procedures at SMPS Golden Christian School (GCS): planning, implementation, and evaluation. Henceforth, it is suggested that organizational management is also carried out to manage the scope, sequence of materials, continuity, balance, and integration so that the current curriculum can be organized and patterned. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur manajerial pengembangan kurikulum Cambridge di SMPS Golden Christian School Palangka Raya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari wawancara secara mendalam yang dilakukan dengan tenaga pengajar di SMPS Golden Christian School Palangka Raya. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif evaluatif. Hasil penelitian menunjukkan ada tiga prosedur manajemen kurikulum yang dilakukan di SMPS Golden Christian School (GCS) yaitu manajemen perencanaan, manajemen pelaksanaan, dan manajemen evaluasi. Untuk selanjutnya, diberikan saran agar dilakukan pula manajemen organisasi untuk menata kelola terkait ruang lingkup, urutan bahan, kontinuitas, keseimbangan, dan keterpaduan agar kurikulum yang berjalan dapat terorganisir dan berpola.
Impact of Socio-demographic Factors on Cyber Addiction and Cyberbullying Among Adolescents in Nigeria Olubode, Henry; Akinyemi, Elizabeth; Omolayo, Benjamin; Umoru, Thaddeus; Olawa, Babatola
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 11 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v11i1.69363

Abstract

The internet was developed to foster easy access to information but has been abused in terms of addiction and bullying. The main objective of this study was to assess cyber addiction and cyberbullying among adolescents in public tertiary institutions. The sample of the study consisted of 400 adolescents from 4 public tertiary institutions in Nigeria. Using an ex-post facto research design, the results indicate that 0.7% of adolescents were severe internet addicts, 26.8% were normal users, 42.5% were mildly addicted, and 30% were moderately addicted to internet use. Regression analysis showed that socio-demographic factors such as age, biological sex, religious affiliation, the institution of study, years of using the internet, and internet device usage jointly predicted cyber addiction and cyberbullying. Religious affiliation and years of using the internet independently predicted cyber addiction, while age independently predicted cyberbullying. The research findings revealed the need for monitoring and controlling adolescents' internet activities. Abstrak Internet dikembangkan untuk memfasilitasi akses mudah terhadap informasi, namun banyak disalahgunakan dan menimbulkan kecanduan serta perundungan. Tujuan utama dari studi ini adalah untuk mengetahui kecanduan dan perundungan di dunia cyber kalangan remaja di institusi pendidikan tinggi publik. Sampel penelitian diambil dari 400 remaja dari 4 institusi pendidikan tinggi publik di Nigeria. Dengan menggunakan desain penelitian eks-post facto, hasil penelitian menunjukkan bahwa 0,7% remaja mengalami kecanduan internet yang parah, 26,8% adalah pengguna normal, 42,5% mengalami kecanduan ringan, dan 30% mengalami kecanduan sedang terhadap penggunaan internet. Analisis regresi menunjukkan bahwa faktor-faktor sosiodemografi seperti usia, jenis kelamin biologis, afiliasi agama, institusi studi, tahun penggunaan internet, dan penggunaan perangkat internet secara bersama-sama memprediksi kecanduan cyber dan perundungan cyber. Afiliasi agama dan tahun penggunaan internet secara independen memprediksi kecanduan cyber, sementara usia secara independen memprediksi perundungan cyber. Temuan penelitian ini mengungkapkan perlunya pemantauan dan pengendalian aktivitas internet remaja.
The tension between national and international interest in curriculum policymaking: an Indonesian higher education experience Subkhan, Edi; Budiyono, Budiyono; Johan, Riche Chyntia
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 10 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v10i2.74305

Abstract

This article critically examines the Indonesian higher education curriculum policymaking officially issued by the government in 2020. Employing the framework of critical policy analysis, we scrutinize the manual of curriculum policymaking and its associated influential documents that have significantly shaped Indonesian higher education. Our analysis reveals a tension between national and international interests in curriculum policymaking. This tension, and the resulting overlap of these interests, has given rise to several issues, notably the deterioration of the academic and democratic climate on campuses due to academic humiliation and intervention, overload curriculum design, a curriculum that prioritizes skills over knowledge, and strict control over curriculum. Furthermore, the inflexible and overloaded curriculum design has resulted in challenges during implementation. This suggests that the policy exhibits a limited potential to empower graduates to effectively serve both national and international interests. Abstrak Artikel ini mengkritik pembuatan kebijakan pengembangan kurikulum untuk perguruan tinggi di Indonesia yang resmi dikeluarkan oleh pemerintah pada tahun 2020. Dengan menggunakan kerangka analisis kebijakan kritis, peneliti memfokuskan mengkaji buku panduan pengembangan kurikulum untuk Pendidikan tinggi dan dokumen terkait yang secara signifikan memengaruhi arah pendidikan tinggi di Indonesia. Analisis kami mengungkap adanya tegangan antara kepentingan nasional dan internasional dalam pembuatan kebijakan kurikulum. Tegangan ini, dan juga tumpang tindih dari kedua kepentingan tersebut, telah membuahkan beberapa masalah, terutama penurunan iklim akademis dan demokratis di kampus akibat adanya perendahan akademik dan intervensi, kurikulum yang sarat materi, lebih menekankan keterampilan ketimbang pengetahuan, dan kontrol ketat terhadap kurikulum. Selain itu, desain kurikulum yang kaku dan sarat materi juga menimbulkan menyulitkan implementasinya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bahwa kebijakan kurikulum untuk perguruan tinggi dari pemerintah ini terbatas potensinya dalam memberdayakan lulusan agar dapat berkontribusi bagi kepentingan nasional dan internasional.