cover
Contact Name
Cecilia Soeriawidjaja
Contact Email
cecilia.soeriawidjaja@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.fkg@unpad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
ISSN : 08546002     EISSN : 25496514     DOI : -
Core Subject : Health,
Bidang cakupan Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran adalah semua bidang ilmu kedokteran gigi, yaitu biologi oral; ilmu dan teknologi material gigi; bedah mulut dan maksilofasial; pedodonsia; ilmu kesehatan gigi masyarakat, epidemiologi, dan ilmu kedokteran gigi pencegahan; konservasi gigi, endodontik, dan kedokteran gigi operatif; periodonsia; prostodonsia; ortodonsia; ilmu penyakit mulut; radiologi kedokteran gigi dan maksilofasial; serta perkembangan dan ilmu kedokteran gigi dari pendekatan ilmu lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 28, No 2 (2016): Agustus" : 10 Documents clear
Limfangiogenesis sebagai jalur alternatif metastasis kankerLymphangiogenesis as an alternative pathway for cancer metastasis Handayani, Pudji; Jasrin, Tadeus Arufan; Widyaputra, Sunardhi
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 28, No 2 (2016): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.431 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v28i2.18707

Abstract

Pendahuluan: Metastasis merupakan salah satu sifat kanker yang dapat terjadi melalui berbagai cara yaitu melalui rongga tubuh, melalui pembuluh limfatik, dan melalui pembuluh darah (1,2). Pembuluh limfatik merupakan jalur penting dalam metastasis kanker karena sel kanker yang lepas dari kanker primernya dapat berjalan melalui pembuluh limfatik dan menuju nodus limfatikus untuk memasuki pembuluh vena serta menyebabkan metastasis ke organ sekitar. Studi pustaka ini bertujuan untuk menelaah limfangiongenesis sebagai alternative metastasis kanker. Metode: Artikel ini dikumpulkan dengan memanfaatkan pencarian di database jurnal kesehatan bereputasi internasional menggunakan kata kunci metastasis, lymphangiogenesis, lymphatic vessel, VEGFR-3 dari pencarian tersebut ditemukan 27 artikel yang dapat digunakan dalam penulisan sistematik review. Simpulan: Limfangiogenesis dapat terjadi pada kanker melalui interaksi antara VEGF-C dan VEGF-D yang dihasilkan oleh kanker ataupun oleh makrofag dengan reseptornya VEGFR-3 yang terdapat pada endotel pembuluh limfatik yang ada. Limfangiogenesis pada kanker akan menambah jalur metastasis sel kanker menuju pembuluh limfatik. ABSTRACTIntroduction: Metastasis is one of the characteristics of cancer that can occur through various ways, namely through the body cavity, through lymphatic vessels, and through blood vessels (1,2). Lymphatic vessels are an important pathway in cancer metastasis because cancer cells that are released from the primary cancer can travel through the lymphatic vessels and into the lymph nodes to enter the veins and cause metastasis to the surrounding organs. This literature study aims to examine limfangiongenesis as an alternative metastatic cancer. Methods: This article was collected using a search in a database of international reputable health journals using the keyword metastasis, lymphangiogenesis, lymphatic vessel, VEGFR-3 from the search, found 27 articles that could be used in systematic review reviews. Conclusion: Lymphangiogenesis can occur in cancer through the interaction between VEGF-C and VEGF-D produced by cancer or by macrophages with its receptor VEGFR-3 found in the existing lymphatic vessel endothelium. Lymphangiogenesis in cancer will increase the metastatic pathway of cancer cells to lymphatic vessels.Keywords: Metastasis, lymphangiogenesis, lymphatic vessel, VEGFR-3.
Gambaran erupsi gigi pada anak kembarDescription of tooth eruptions in twins Amelia, Cindy Putri; Chemiawan, Eka; Hidayat, Syarief
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 28, No 2 (2016): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.687 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v28i2.18703

Abstract

Pendahuluan: Erupsi gigi meliputi perubahan posisi gigi melalui beberapa tahap secara berturut-turut dari awal pembentukan benih gigi sampai gigi muncul ke arah oklusal dan mencapai titik kontak dengan gigi antagonisnya.Erupsi gigi pada anak kembar berada dibawah kontrol dan pengaruh yang kuat dari faktor genetik. Tujuan penelitian ini untuk melihat gambaran erupsi gigi pada anak kembar. Metode: Penelitian bersifat deskriptif dan pengambilan sampel dengan menggunakan accidental sampling sebanyak 35 pasang kembar yang terdiri dari 24 pasang kembar identik dan 11 pasang kembar tidak identik. Penelitian dilakukan dengan menghitung jumlah gigi erupsi dan dilihat kesamaannya antara kembar identik maupun kembar tidak identik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa erupsi gigi pada anak kembar, baik identik ataupun tidak identik memiliki tingkat kesesuaian lebih dari 50%, yaitu 68,57%. Simpulan: Penelitian ini menunjukan bahwa erupsi gigi pada anak kembar memiliki kecenderungan sesuai, baik kembar identik ataupun tidak identik dalam tahapan gigi sulung, gigi campuran, maupun gigi permanen. ABSTRACTIntroduction: Tooth eruption involves changing the position of the tooth through several successive stages from the beginning of the formation of the tooth until the tooth appears in the occlusal direction and reaches the point of contact with its antagonistic teeth. Tooth irritation in twins is under control and strong influence of genetic factors. The purpose of this study was to look at the description of tooth eruption in twins. Methods: Descriptive research and sampling using accidental sampling as many as 35 pairs of twins consisting of 24 pairs of identical twins and 11 pairs of twins are not identical. The study was conducted by calculating the number of erupted teeth and seen the similarity between identical twins and twins is not identical. Results: The results showed that tooth eruption in twins, either identical or not identical had a suitability level of more than 50%, which was 68.57%. Conclusion: This study shows that tooth eruption in twins has an appropriate tendency, both identical or not identical twins in the stages of primary teeth, mixed teeth, or permanent teeth.Keywords: Tooth eruption, twins, tooth stage.
Perbedaan potensi antibakteri ekstrak metanol umbi sarang semut (Myrmecodia pendens Merr. & Perry) dan NaOCl terhadap Streptococcus mutans (ATCC 25175)The antibacterial potential differences between the methanolic extract of ant-plant (Myrmecodia pendens Merr. & Perry) tubers and NaOCl towards Streptococcus mutans (ATCC 25175) Apriyanti, Eria Ariningtyas; Satari, Mieke Hemiawati; Laksono, Bremmy
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 28, No 2 (2016): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.406 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v28i2.18704

Abstract

Pendahuluan: Streptococcus mutans merupakan organisme kariogenik utama. Antibakteri sintetik yang biasa digunakan adalah NaOCl. Sarang semut mengandung senyawa kimia yang dapat menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui daya hambat ekstrak metanol sarang semut (Myrmecodia pendans Merr. & Perry) dan NaOCl terhadap Streptococcus mutans serta perbedaan potensi antibakteri keduanya. Metode: Jenis penelitian adalah eksperimental laboratoris. Uji daya antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar. Media agar darah ditetesi 0,1 ml suspensi bakteri lalu dimasukkan ekstrak metanol sarang semut dengan konsentrasi 30%, 15%, 7,5%, 3,75%, 1,875% dan NaOCl dengan konsentrasi 5%, 2,5%, 1,25% diinkubasi pada suhu 37° C selama 24 jam dalam suasana fakultatif anaerob dan dilakukan replikasi tiga kali. Uji statistik menggunakan metode ANAVA dan Independent t-test. Hasil: Ekstrak metanol sarang semut konsentrasi 30% menghasilkan diameter zona hambat rata-rata 5,87 mm, sedangkan NaOCl 1,25% adalah 9,33 mm. Simpulan: Ekstrak metanol sarang semut dan NaOCl memiliki potensi daya hambat terhadap Streptococcus mutans, namun potensi antibakteri NaOCl lebih besar dibandingkan dengan ekstrak metanol sarang semut. ABSTRACTIntroduction: Streptococcus mutans is the main cariogenic organism. The synthetic antibacterial commonly used is NaOCl. Ant nests contain chemical compounds that can inhibit the growth of Streptococcus mutans. The purpose of this study was to determine the inhibitory power of methanol extracts of ant nests (Myrmecodia pendans Merr. & Perry) and NaOCl against Streptococcus mutans and the differences in antibacterial potential both. MethodS: This type of research is experimental laboratory. Antibacterial power test was carried out using agar diffusion method. Blood agar media was dripped with 0.1 ml of bacterial suspension and then inserted methanol extract of ant nests with a concentration of 30%, 15%, 7.5%, 3.75%, 1.875% and NaOCl with a concentration of 5%, 2.5%, 1, 25% was incubated at 37C for 24 hours in a facultative anaerobic atmosphere and replicated three times. Statistical test using ANAVA method and Independent t-test. Results: Methanol extract of ant nest 30% resulted in an average inhibition zone diameter of 5.87 mm, while 1.25% NaOCl was 9.33 mm. Conclusion: Methanol extract of ant nests and NaOCl has potential inhibitory power against Streptococcus mutans, but the antibacterial potency of NaOCl is greater than that of methanol extracts of ant-plants.Keywords: Antibacterial, methanolic extract, ant-plants, NaOCl, Streptococcus mutans.
Hubungan status ekonomi keluarga dengan resiko karies gigi usia 6-12 tahunRelation of family economic status and dental caries risk of children aged 6-12-years-old Setiawan, Editha Meydiana; Sasmita, Inne Suherna; Riyanti, Eriska
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 28, No 2 (2016): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.211 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v28i2.18705

Abstract

Pendahuluan: Status ekonomi keluarga yang rendah merupakan salah satu faktor prediksi status kesehatan yang buruk. Status ekonomi keluarga yang rendah dikaitkan dengan faktor risiko karies gigi tinggi. Tujuan untuk mengetahui hubungan status ekonomi keluarga dan risiko karies gigi usia 6-12 tahun. Metode: Deskriptif korelasional dengan pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling, status ekonomi diklasifikasikan berdasarkan Nielsen Media Research, dan risiko karies diukur dengan caries risk assessment tool (CAT) oleh AAPD.  Sampel penelitian berjumlah 89 anak berusia 612 tahun yang bersekolah di SDN Ujung Berung, SDN Marga Cinta, SDN Pajajaran, SDN Dadali, dan SDN Sekeloa. Hasil: Menunjukkan bahwa rata-rata responden berstatus ekonomi tinggi yang memiliki risiko karies yang tinggi (22.47%). Perhitungan secara statistik mengunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test didapatkan nilai Zhitung= -0,821, dan pvalue = 0,412. Simpulan: Tidak terdapat hubungan status ekonomi keluarga dan risiko karies usia 6-12 tahun.ABSTRACTIntroduction: Low family economic status is one of the factors predicting poor health status. Low family economic status is associated with high dental caries risk factors. The aim is to determine the relationship of family economic status and risk of dental caries aged 6-12 years. Methods: Descriptive correlation with sampling using multistage random sampling, economic status classified according to Nielsen Media Research, and caries risk measured by caries risk assessment tool (CAT) by AAPD. The study sample consisted of 89 children aged 612 years who attended SD Berung, SDN Marga Cinta, SDN Pajajaran, SDN Dadali, and SDN Sekeloa. Results: Shows that the average respondent has a high economic status who has a high caries risk (22.47%). Statistical calculations using the Wilcoxon Sign Rank Test test obtained the value of Zhitung = -0.821, and pvalue = 0.412. Conclusion: There is no relationship between family economic status and caries risk between 6-12 years of age.Keywords: CAT AAPD, caries risk, family economic status.
Kepuasan pengguna jasa pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Bahtera Mas KendariSatisfaction of health services users of Bahtera Mas General Hospital Kendari Rahma, Sitti; Zubaedah, Cucu; Setiawan, Asty Samiaty
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 28, No 2 (2016): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.113 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v28i2.18706

Abstract

Pendahuluan: Kepuasan merupakan perbandingan harapan dengan kinerja yang dirasakan pelanggan/pengguna. Tujuan penelitian ini adalah menilai kepuasan pengguna jasa pelayanan kesehatan di Rumah Sakit. Metode: Jenis penelitian deskriptif survei. Populasi adalah pengguna Rumah Sakit Umum Bahteramas Kendari. Pengambilan sampel dilakukan secara purpoisive sampling Penelitian dilakukan  dengan memberikan kuesioner kepuasan pengguna rumah sakit. Sampel  terjaring 200 orang. Variable penelitian adalah kepuasan pengguna rumah sakit dengan 14 (empat belas) indikator. Hasil: Indikator prosedur pelayanan dan indikator persyaratan pelayanan mempunyai indeks kepuasan  yang kurang sedangkan indikator kejelasan petugas, kedisiplinan petugas, tanggung jawab petugas, kemampuan petugas,kecepatan petugas, keadilan memdapatkan pelayanan,kesopanan dan keramahan petugas, kepastian jadwal pelayanan, kenyamanan lingkungan dan keamaman lingkungan masing-masing indicator mempunyai nilai  indeks kepuasan yang baik. Secara keseluruhan indeks kepuasan Rumah sakit Umum Bahteramas Kendari mempunyai indeks kepuasan katagori B yaitu baik. Simpulan:  Pengguna jasa merasakan kepuasan jasa pelayanan kesehatan Rumah Sakit Umum Bahtera Mas Kendari. ABSTRACTIntroduction: Satisfaction is a comparison of expectations with the performance perceived by the customer / user. The purpose of this study was to assess the satisfaction of users of health services in hospitals. Methods: Type of survey descriptive research. The population is the user of Bahteramas Kendari General Hospital. Sampling was done by purpoisive sampling. The research was carried out by giving satisfaction questionnaires to hospital users. Samples netted 200 people. The research variable is the satisfaction of hospital users with 14 (fourteen) indicators. Results: Service procedure indicators and service requirements indicators have a lack of satisfaction index, while indicators of clarity of officers, discipline of officers, responsibilities of officers, ability of officers, speed of officers, fairness get service, politeness and friendliness of officers, certainty of service schedules, environmental comfort and environmental security each indicator has a good satisfaction index value. Overall satisfaction index of Bahteramas Kendari General Hospital has category B satisfaction index which is good. Conclusion: Service users feel the satisfaction of the health services of the Bahtera Mas Kendari General Hospital. Keywords: User satisfaction, service dimensions, hospital.Pendahuluan: Kepuasan merupakan perbandingan harapan dengan kinerja yang dirasakan pelanggan/pengguna. Tujuan penelitian ini adalah menilai kepuasan pengguna jasa pelayanan kesehatan di Rumah Sakit.Metode: Jenis penelitian deskriptif survei. Populasi adalah pengguna Rumah Sakit Umum Bahteramas Kendari. Pengambilan sampel dilakukan secara purpoisive sampling Penelitian dilakukan  dengan memberikan kuesioner kepuasan pengguna rumah sakit. Sampel  terjaring 200 orang. Variable penelitian adalah kepuasan pengguna rumah sakit dengan 14 (empat belas) indikator. Hasil: Indikator prosedur pelayanan dan indikator persyaratan pelayanan mempunyai indeks kepuasan  yang kurang sedangkan indikator kejelasan petugas,kedisiplinan petugas, tanggung jawab petugas, kemampuan petugas,kecepatan petugas, keadilan memdapatkan pelayanan,kesopanan dan keramahan petugas, kepastian jadwal pelayanan, kenyamanan lingkungan dan keamaman lingkungan masing-masing indicator mempunyai nilai  indeks kepuasan yang baik. Secara keseluruhan indeks kepuasan Rumah sakit Umum Bahteramas Kendari mempunyai indeks kepuasan katagori B yaitu baik.Simpulan:  Pengguna jasa merasakan kepuasan jasa pelayanan kesehatan Rumah Sakit Umum Bahtera Mas Kendari.Kata kunci: Kepuasan pengguna, dimensi pelayanan, rumah sakit.
Limfangiogenesis sebagai jalur alternatif metastasis kankerLymphangiogenesis as an alternative pathway for cancer metastasis Pudji Handayani; Tadeus Arufan Jasrin; Sunardhi Widyaputra
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 28, No 2 (2016): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.431 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v28i2.18707

Abstract

Pendahuluan: Metastasis merupakan salah satu sifat kanker yang dapat terjadi melalui berbagai cara yaitu melalui rongga tubuh, melalui pembuluh limfatik, dan melalui pembuluh darah. Pembuluh limfatik merupakan jalur penting dalam metastasis kanker karena sel kanker yang lepas dari kanker primernya dapat berjalan melalui pembuluh limfatik dan menuju nodus limfatikus untuk memasuki pembuluh vena serta menyebabkan metastasis ke organ sekitar. Studi pustaka ini bertujuan untuk menelaah limfangiongenesis sebagai alternative metastasis kanker. Metode: Artikel ini dikumpulkan dengan memanfaatkan pencarian di database jurnal kesehatan bereputasi internasional menggunakan kata kunci metastasis, lymphangiogenesis, lymphatic vessel, VEGFR-3 dari pencarian tersebut ditemukan 27 artikel yang dapat digunakan dalam penulisan sistematik review. Simpulan: Limfangiogenesis dapat terjadi pada kanker melalui interaksi antara VEGF-C dan VEGF-D yang dihasilkan oleh kanker ataupun oleh makrofag dengan reseptornya VEGFR-3 yang terdapat pada endotel pembuluh limfatik yang ada. Limfangiogenesis pada kanker akan menambah jalur metastasis sel kanker menuju pembuluh limfatik.Kata kunci: Metastasis, limfangiogenesis, pembuluh limfatik, VEGFR-3. ABSTRACTIntroduction: Metastasis is one of the characteristics of cancer that can occur through various ways, namely through the body cavity, through lymphatic vessels, and through blood vessels. Lymphatic vessels are an important pathway in cancer metastasis because cancer cells that are released from the primary cancer can travel through the lymphatic vessels and into the lymph nodes to enter the veins and cause metastasis to the surrounding organs. This literature study aims to examine limfangiongenesis as an alternative metastatic cancer. Methods: This article was collected using a search in a database of international reputable health journals using the keyword metastasis, lymphangiogenesis, lymphatic vessel, VEGFR-3 from the search, found 27 articles that could be used in systematic review reviews. Conclusion: Lymphangiogenesis can occur in cancer through the interaction between VEGF-C and VEGF-D produced by cancer or by macrophages with its receptor VEGFR-3 found in the existing lymphatic vessel endothelium. Lymphangiogenesis in cancer will increase the metastatic pathway of cancer cells to lymphatic vessels.Keywords: Metastasis, lymphangiogenesis, lymphatic vessel, VEGFR-3.
Kemajuan perawatan ortodontik dengan sekrup ekspansi rahang atas pada crowding ringanOrthodontic treatment progress of mild crowding with maxillary expansion screws Ester Vania; Yuliawati Zenab; Iwa Rahmat Sunaryo
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 28, No 2 (2016): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.619 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v28i2.19796

Abstract

Pendahuluan: Perbaikan susunan gigi geligi dan oklusi dapat dilakukan dengan perawatan ortodonti. sifat kooperatif pasien sangat berpengaruh dalam kemajuan perawatan dan memerlukan waktu yang panjang. Tujuan penelitian adalah mengetahui kemajuan perawatan pasien dengan sekrup ekspansi rahang atas pada alat ortodonti lepasan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan kriteria yang ditentukan, sebanyak 20 model studi crowding ringan yang dirawat menggunakan sekrup ekspansi rahang atas pada alat ortodonti lepasan. Hasil: kemajuan perawatan dengan mengaktivasi sekrup ekspansi secara rutin menunjukan terdapat pertambahan lebar lengkung gigi (LLG) serta jarak gigi 14-24 sebesar 49,1% (bermakna) dan 16-26 sebesar 33,8% (bermakna). Simpulan: Kemajuan perawatan dapat terjadi setelah aktivasi sekrup ekspansi sejumlah 9-10 kali, dimana jumlah aktivasi dan interval hari sebesar 49,1% dan 33,8% sehingga diperoleh ruang untuk memperbaiki susunan gigi pada pasien dengan crowding ringan.Kata kunci: sekrup ekspansi rahang atas, crowding ringan. ABSTRACTIntroduction: Improvement of the tooth and occlusion arrangement can be performed with orthodontic treatment. Cooperativeness of patients will be very influential in the treatment progress which requires a long time. The study was aimed to determine the development of a treatment with maxillary expansion screws on removable orthodontic appliances at Dental Hospital of Faculty of Dentistry Universitas Padjadjaran. Methods: The research was descriptive. The sampling technique was purposive sampling with the specified criteria, as much as 20 study models of mild crowding were treated using maxillary expansion screws in the removable orthodontic appliance. Results: The treatment progress by activating expansion screws continuously showed that there was an increase in the dental arch width and a distance of tooth number 14 – 24 was 49.1% (significant), and a distance of tooth number 16 – 26 of 33.8% (significant). Conclusion: Treatment progress can occurred after activation of expansion screws 9-10 times, where the number of activations and interval days was 49.1% and 33.8% so that space was obtained to improve the tooth arrangement in patients with mild crowding.Keywords: Maxillary expansion screw, mild crowding.
Gambaran erupsi gigi pada anak kembarDescription of tooth eruptions in twins Cindy Putri Amelia; Eka Chemiawan; Syarief Hidayat
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 28, No 2 (2016): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.687 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v28i2.18703

Abstract

Pendahuluan: Erupsi gigi meliputi perubahan posisi gigi melalui beberapa tahap secara berturut-turut dari awal pembentukan benih gigi sampai gigi muncul ke arah oklusal dan mencapai titik kontak dengan gigi antagonisnya.Erupsi gigi pada anak kembar berada dibawah kontrol dan pengaruh yang kuat dari faktor genetik. Tujuan penelitian ini untuk melihat gambaran erupsi gigi pada anak kembar. Metode: Penelitian bersifat deskriptif dan pengambilan sampel dengan menggunakan accidental sampling sebanyak 35 pasang kembar yang terdiri dari 24 pasang kembar identik dan 11 pasang kembar tidak identik. Penelitian dilakukan dengan menghitung jumlah gigi erupsi dan dilihat kesamaannya antara kembar identik maupun kembar tidak identik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa erupsi gigi pada anak kembar, baik identik ataupun tidak identik memiliki tingkat kesesuaian lebih dari 50%, yaitu 68,57%. Simpulan: Penelitian ini menunjukan bahwa erupsi gigi pada anak kembar memiliki kecenderungan sesuai, baik kembar identik ataupun tidak identik dalam tahapan gigi sulung, gigi campuran, maupun gigi permanen.Kata kunci: Erupsi gigi, anak kembar, tahapan gigi.  ABSTRACTIntroduction: Tooth eruption involves changing the position of the tooth through several successive stages from the beginning of the formation of the tooth until the tooth appears in the occlusal direction and reaches the point of contact with its antagonistic teeth. Tooth irritation in twins is under control and strong influence of genetic factors. The purpose of this study was to look at the description of tooth eruption in twins. Methods: Descriptive research and sampling using accidental sampling as many as 35 pairs of twins consisting of 24 pairs of identical twins and 11 pairs of twins are not identical. The study was conducted by calculating the number of erupted teeth and seen the similarity between identical twins and twins is not identical. Results: The results showed that tooth eruption in twins, either identical or not identical had a suitability level of more than 50%, which was 68.57%. Conclusion: This study shows that tooth eruption in twins has an appropriate tendency, both identical or not identical twins in the stages of primary teeth, mixed teeth, or permanent teeth.Keywords: Tooth eruption, twins, tooth stage.
Perbedaan potensi antibakteri ekstrak metanol umbi sarang semut (Myrmecodia pendens Merr. & Perry) dan NaOCl terhadap Streptococcus mutans (ATCC 25175)The antibacterial potential differences between the methanolic extract of ant-plant (Myrmecodia pendens Merr. & Perry) tubers and NaOCl towards Streptococcus mutans (ATCC 25175) Eria Ariningtyas Apriyanti; Mieke Hemiawati Satari; Bremmy Laksono
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 28, No 2 (2016): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.406 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v28i2.18704

Abstract

Pendahuluan: Streptococcus mutans merupakan organisme kariogenik utama. Antibakteri sintetik yang biasa digunakan adalah NaOCl. Sarang semut mengandung senyawa kimia yang dapat menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui daya hambat ekstrak metanol sarang semut (Myrmecodia pendans Merr. & Perry) dan NaOCl terhadap Streptococcus mutans serta perbedaan potensi antibakteri keduanya. Metode: Jenis penelitian adalah eksperimental laboratoris. Uji daya antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar. Media agar darah ditetesi 0,1 ml suspensi bakteri lalu dimasukkan ekstrak metanol sarang semut dengan konsentrasi 30%, 15%, 7,5%, 3,75%, 1,875% dan NaOCl dengan konsentrasi 5%, 2,5%, 1,25% diinkubasi pada suhu 37° C selama 24 jam dalam suasana fakultatif anaerob dan dilakukan replikasi tiga kali. Uji statistik menggunakan metode ANAVA dan Independent t-test. Hasil: Ekstrak metanol sarang semut konsentrasi 30% menghasilkan diameter zona hambat rata-rata 5,87 mm, sedangkan NaOCl 1,25% adalah 9,33 mm. Simpulan: Ekstrak metanol sarang semut dan NaOCl memiliki potensi daya hambat terhadap Streptococcus mutans, namun potensi antibakteri NaOCl lebih besar dibandingkan dengan ekstrak metanol sarang semut.Kata kunci: Antibakteri, ekstrak metanol, sarang semut, NaOCl, Streptococcus mutans. ABSTRACTIntroduction: Streptococcus mutans is the main cariogenic organism. The synthetic antibacterial commonly used is NaOCl. Ant nests contain chemical compounds that can inhibit the growth of Streptococcus mutans. The purpose of this study was to determine the inhibitory power of methanol extracts of ant nests (Myrmecodia pendans Merr. & Perry) and NaOCl against Streptococcus mutans and the differences in antibacterial potential both. Methods: This type of research is experimental laboratory. Antibacterial power test was carried out using agar diffusion method. Blood agar media was dripped with 0.1 ml of bacterial suspension and then inserted methanol extract of ant nests with a concentration of 30%, 15%, 7.5%, 3.75%, 1.875% and NaOCl with a concentration of 5%, 2.5%, 1, 25% was incubated at 37°C for 24 hours in a facultative anaerobic atmosphere and replicated three times. Statistical test using ANAVA method and Independent t-test. Result: Methanol extract of ant nest 30% resulted in an average inhibition zone diameter of 5.87 mm, while 1.25% NaOCl was 9.33 mm. Conclusion: Methanol extract of ant nests and NaOCl has potential inhibitory power against Streptococcus mutans, but the antibacterial potency of NaOCl is greater than that of methanol extracts of ant-plants.Keywords: Antibacterial, methanolic extract, ant-plants, NaOCl, Streptococcus mutans.
Kepuasan pengguna jasa pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Bahtera Mas KendariSatisfaction of health services users of Bahtera Mas General Hospital Kendari Sitti Rahma; Cucu Zubaedah; Asty Samiaty Setiawan
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 28, No 2 (2016): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.113 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v28i2.18706

Abstract

Pendahuluan: Kepuasan merupakan perbandingan harapan dengan kinerja yang dirasakan pelanggan/pengguna. Tujuan penelitian ini adalah menilai kepuasan pengguna jasa pelayanan kesehatan di Rumah Sakit. Metode: Jenis penelitian deskriptif survei. Populasi adalah pengguna Rumah Sakit Umum Bahteramas Kendari. Pengambilan sampel dilakukan secara purpoisive sampling, penelitian dilakukan  dengan memberikan kuesioner kepuasan pengguna rumah sakit. Sampel terjaring 200 orang. Variable penelitian adalah kepuasan pengguna rumah sakit dengan 14 (empat belas) indikator. Hasil: Indikator prosedur pelayanan dan indikator persyaratan pelayanan mempunyai indeks kepuasan yang kurang sedangkan indikator kejelasan petugas, kedisiplinan petugas, tanggung jawab petugas, kemampuan petugas, kecepatan petugas, keadilan memdapatkan pelayanan, kesopanan dan keramahan petugas, kepastian jadwal pelayanan, kenyamanan lingkungan dan keamanan lingkungan masing-masing indicator mempunyai nilai indeks kepuasan yang baik. Secara keseluruhan indeks kepuasan Rumah sakit Umum Bahteramas Kendari mempunyai indeks kepuasan katagori B yaitu baik. Simpulan: Pengguna jasa merasakan kepuasan jasa pelayanan kesehatan Rumah Sakit Umum Bahtera Mas Kendari.Kata kunci: Kepuasan pengguna, dimensi pelayanan, rumah sakit. ABSTRACTIntroduction: Satisfaction is a comparison of expectations with the performance perceived by the customer / user. The purpose of this study was to assess the satisfaction of users of health services in hospitals. Methods: Type of survey descriptive research. The population is the user of Bahteramas Kendari General Hospital. Sampling was done by purpoisive sampling. The research was carried out by giving satisfaction questionnaires to hospital users. Samples netted 200 people. The research variable is the satisfaction of hospital users with 14 (fourteen) indicators. Results: Service procedure indicators and service requirements indicators have a lack of satisfaction index, while indicators of clarity of officers, discipline of officers, responsibilities of officers, ability of officers, speed of officers, fairness get service, politeness and friendliness of officers, certainty of service schedules, environmental comfort and environmental security each indicator has a good satisfaction index value. Overall satisfaction index of Bahteramas Kendari General Hospital has category B satisfaction index which is good. Conclusion: Service users feel the satisfaction of the health services of the Bahtera Mas Kendari General Hospital.Keywords: User satisfaction, service dimensions, hospital.

Page 1 of 1 | Total Record : 10