cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sistem Kesehatan
ISSN : 24608831     EISSN : 2460819X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sistem Kesehatan dibawah Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, merupakan sarana publikasi ilmiah yang terbit setiap empat bulan yang sudah memiliki nomor ISSN yang cetak maupun yang elektronik dengan nomor pISSN 2460-8831 dan eISSN 2460-819X. Terbitan pertama Jurnal Sistem kesehatan yaitu pada bulan September 2015. Jurnal Sistem Kesehatan menggunakan sistem peer review untuk seleksi artikel. Jurnal Sistem Kesehatan (JSK) dapat menerima artikel penelitian asli yang relevan pada bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat, Kedokteran Komunitas, Ilmu Kedokteran Keluarga/Kedokteran Layanan Primer (DLP), Manajemen Kesehatan dan berbagai artikel yang terkait dengan penguatan sistem kesehatan. Format artikel penelitian terdiri atas halaman judul, abstrak (Indonesia dan Inggris), pendahuluan (memuat latar belakang penelitian dan tujuan penelitian) metode, hasil, pembahasan (pembahasan, keterbatasan penelitian simpulan dan saran), dan daftar pustaka.
Arjuna Subject : -
Articles 277 Documents
Efek Pemberian Meloxicam Yang Diberikan Selama Fase Inflamasi Terhadap Proses Penyembuhan Tulang Tikus Paska Open Reduction Internal Fixation K-Wire Dinilai Secara Radiologis Tody Pinandita; Darmadji Ismono; Yoyos Dias Ismiarto; M Rizal Chaidir
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3 Maret 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.044 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v3i3.16989

Abstract

Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya delayed union atau nonunion  pada kasus fraktur adalah pemberian OAINS seperti Meloxicam, namun Meloxicam tetap harus diberikan selama fase inflamasi untuk mengurangi rasa nyeri dan reaksi inflamasi. Tujuan penelitian   untuk menganalisis efek Meloxicam terhadap pembentukan kalus paha tikus yang diberikan selama fase inflamasi paska open reduction internal fixation K-wire dinilai secara radiologis. Penelitian merupakan uji eksperimental laboratorium pada 33 tikus jantan dengan metode pengambilan sampel rancang acak sederhana. Penelitian dilakukan di Bagian Farmakologi Klinik FK-Unpad, Departemen/SMF Orthopaedi dan Traumatologi FK Unpad/RSHS Bandung dan Departemen/SMF Radiologi FK Unpad/RSHS Bandung, mulai dari 25 Juli 2017 hingga 7 September 2017. Penelitian menunjukkan kelompok kontrol dan perlakuan I (Meloxicam 7 hari) memiliki skor Tiedeman  lebih baik dibandingkan kelompok perlakuan II (Meloxicam 30 hari) pada hari ke-30 (p < 0.05) dan ke-45 (p < 0.05), diameter kalus kelompok kontrol dan perlakuan I lebih baik dibandingkan perlakuan II pada hari ke-30 (p <0.05) dan hari ke-45 (p < 0.05), volume kalus kelompok kontrol dan perlakuan I lebih baik pada hari ke-30 (p < 0.05) dan hari ke-45 (p < 0.05). Kesimpulan penelitian adalah pemberian Meloxicam selama fase inflamasi paska ORIF intramedullary K-wire setelah terjadi fraktur, tidak mempengaruhi proses penyembuhan fraktur.Kata kunci : Meloxicam, paska ORIF,  fase inflamasi, penyembuhan fraktur
Pelayanan Preventif Terhadap Pasien Anak Yang Diberikan Oleh Dokter Praktek Umum Mandiri Di Kecamatan Soreang Abdullah Mushlih; Nita Arisanti; Kuswandewi Mutyara
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3 Maret 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.414 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v2i3.11959

Abstract

Pelayanan preventif dapat menghemat biaya kesehatan dan sesuai dengan masalah kesehatan yang banyak terjadi pada anak, namun pelaksanaan pelayanan ini masih rendah. Pelayanan preventif yang menjadi kompetensi dokter umum antara lain imunisasi, skrining dan pengurangan risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi jenis dan faktor yang memengaruhi perilaku pemberian pelayanan preventif pada pasien anak. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dilakukan terhadap dokter praktik umum mandiri di Kecamatan Soreang. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam kepada dokter mengenai pelayanan preventif yang diberikan kepada pasien anak dan faktor yang memengaruhinya sampai didapat jawaban pertanyaan yang jenuh. Analisis data dilakukan dengan transkripsi, reduksi dan kategorisasi. Penelitian ini dilakukan dari September sampai Desember 2015. Penelitian ini telah mendapat persetujuan etik dari Komisi Etik Penelitian Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Hasil wawancara mendalam dilakukan kepada 5 orang informan. Dua dari lima informan melakukan pelayanan imunisasi, namun hanya jenis imunisasi dasar. Seluruh informan tidak melaksanakan skrining, identifikasi risiko, dan pengurangan risiko secara rutin hanya yang menjadi bagian dari proses pengobatan pasien yang dilakukan. Perilaku pemberian pelayanan preventif dipengaruhi oleh, motivasi dan pengetahuan dokter, sosial ekonomi pasien, waktu pelayanan, fasilitas, permintaan pasien, pedoman dan peraturan. Kesimpulan perilaku pemberian pelayanan preventif terhadap pasien anak yang diberikan oleh dokter umum praktek mandiri belum menjadi kegiatan yang rutin diberikan. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhinya antara lain motivasi dan pengetahuan dokter, waktu pelayanan, fasilitas, sosial ekonomi pasien, permintaan pasien, pedoman, dan peraturan.Kata Kunci: Anak, dokter umum, pelayanan preventif
Korelasi Nilai Komunikasi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran pada OSCE Tahap Akademik dengan OSCE UKMPPD qori lestari; Sari Puspa Dewi; Insi Farisa Desy
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 1, No 3 (2016): Volume 1 Nomor 3 Maret 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.689 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v1i3.10363

Abstract

Kurangnya kemampuan komunikasi dokter dalam menyampaikan informasi kepada pasien masih menjadi masalah yang sering dikeluhkan. Objective Stuctured Clinical Examination (OSCE) merupakan salah satu alat evaluasi kemampuan komunikasi. OSCE diterapkan mulai tahap akademik dan berlanjut sampai tahap Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD). Penelitian ini bermaksud melihat korelasi nilai komunikasi mahasiswa pada tahap akademik dengan UKMPPD untuk mengevaluasi kurikulum komunikasi yang dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FKUP). Metode Studi potong lintang dilakukan pada nilai OSCE tahap akademik dan UKMPPD dari 264 data mahasiswa FK Unpad angkatan 2009 dan 2010 pada September – November 2015. Rerata nilai OSCE untuk komunikasi maupun nilai komponen anamnesis dan komunikasi (communication skills, drug education, breaking bad news, informed concent) dianalisis dengan uji korelasi Spearman. Hasil Rerata nilai OSCE komunikasi tahap akademik dan UKMPPD secara berurutan  adalah  88,77 (+2,21)  dan  86,33 (+6,74)  dengan  koefisien  korelasi r=0,158 (p< 0,05). Untuk komponen anamnesis dan komunikasi diperoleh koefisien korelasi secara berurutan adalah r=0,131 (p<0,05) dan r= 0,181 (p>0,05). Simpulan Terdapat korelasi positif lemah antara nilai komunikasi OSCE tahap akademik dengan OSCE UKMPPD. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pendidikan dan penilaian komunikasi yang berlangsung selama proses pendidikan profesi dokter.Kata kunci : komunikasi, OSCE
Perbandingan Kualitas Tidur Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran yang Menggunakan dan Tidak Menggunakan Cahaya Lampu saat Tidur Riska Sutrisno; Faisal Faisal; Fathul Huda
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Desember 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.734 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v3i2.15006

Abstract

Irama sirkadian dipengaruhi oleh cahaya lampu dapat menghambat pembentukan hormon melatonin. Baik dan buruknya tidur dilihat dari kualitas tidur. Kualitas tidur buruk memengaruhi keseimbangan fisiologis dan psikologis. Khususnya pada mahasiswa menyebabkan penurunan konsentrasi dan disfungsi aktivitas di siang hari. Penelitian dilakukan pada bulan Juli−November 2016 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Jatinangor dan bertujuan untuk mengetahui perbandingan kualitas tidur mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran yang menggunakan dan tidak menggunakan cahaya lampu saat tidur.  Penelitian dengan pendekatan potong lintang ini dilakukan pada populasi yaitu mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Besar sampel berdasarkan rumus analitik komparatif kategorik-kategorik tidak berpasangan sejumlah 80 responden berjenis kelamin laki-laki untuk setiap kategorinya. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dengan analisis statistik yang digunakan adalah uji Chi-Square. Dari 160 subjek penelitian didapatkan sejumlah 80 orang yang menggunakan lampu dan 80 orang tidak menggunakan lampu saat tidur. Perbandingan kualitas tidur antara kelompok subjek yang menggunakan lampu dan tidak menggunakan lampu dengan uji chi-square didapatkan perbedaan yang tidak bermakna dengan mayoritas subjek memiliki kualitas tidur buruk (p=0,191). Hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kualitas tidur mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran yang menggunakan dan tidak menggunakan cahaya lampu saat tidur.Kata Kunci: Cahaya lampu, kualitas tidur, mahasiswa
Luaran Maternal Dan Neonatal Pada Ibu Bersalin dengan Riwayat Kekurangan Energi Kronik di Wilayah Kecamatan Jatinangor Tahun 2015 Desti Ratna Wulan; Ari indra Susanti; Puspa Sari
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Desember 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.982 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v2i2.11246

Abstract

Salah satu masalah gizi pada ibu hamil di Indonesia yaitu kekurangan energi kronik (KEK). Ibu hamil dengan KEK dapat berpengaruh terhadap ibu dan janin. Cara untuk mengetahui kondisi ibu dan bayi pada ibu bersalin dengan riwayat KEKdengan melihat luaran maternal dan neonatal. Tujuan penelitian untuk mengetahui luaran maternal dan neonatal pada ibu bersalin dengan riwayat KEK di wilayah Kecamatan Jatinangor.Metode penelitian adalah survey dengan pendekatan deskriptif. Populasi dan sampel adalah seluruh ibu bersalin dengan riwayat KEK. Teknik sampel adalah total sampling dengan jumlah sampel 84 orang menggunakan data kohort periode dari 01 Januari 2015 sampai 31 Desember 2015.Pengambilan data dilakukan tanggal 02 Agustus 2016 sampai 20 Agustus 2016 di wilayah kecamatan Jatinangor. Analisis data secara univariat.Hasil penelitian luaran maternal pada ibu bersalin dengan riwayat KEK dengan anemia 1,20%, dan persalinan premature 4,76%. Luaran neonatal pada ibu bersalin dengan riwayat KEK dengan bayi lahir mati 3,57%, asfiksia 4,76%, dan bayi berat lahir rendah 13,09%.  Simpulan penelitian ini, luaran maternal pada ibu bersalin dengan riwayat KEKadalah anemia, dan persalinan premature. Luaran neonatal pada ibu bersalin dengan riwayat KEKadalahbayi berat lahir rendah.Kata Kunci :Ibu bersalin dengan riwayat KEK, luaran maternal, luaran neonatal
Perspektif Mahasiswa: Evaluasi Program Pendidikan Profesi Dokter Rotasi Kedokteran Keluarga di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung Indonesia nita arisanti; Elsa Pudji Setiawati
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Desember 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.336 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v1i2.10348

Abstract

Berbagai inovasi dalam pendidikan kedokteran harus selalu dilakukan. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah pengembangan Kurikulum PSPD Kedokteran Keluarga. Evaluasi program sangat diperlukan agar dapat diterapkan dengan baik. Evaluasi merupakan bagian integral pelaksanaan dan pengembangan kegiatan pendidikan, Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran evaluasi Program PSPD dari perspektif mahasiswa yang telah melakukan rotasi. Disain penelitian adalah deskriptif kuantitatif terhadap seluruh mahasiswa FK Unpad yang telah melakukan rotasi di PSPD Kedokteran Keluarga selama 6 bulan program diterapkan yaitu Januari – Agustus 2011. Tehnik pengambilan sampling secara total sampling terhadap 68 mahasiswa yang telah melakukan rotasi. Pengambilan data dengan kuesioner dan dianalisis dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menggambarkan penilaian peserta didik terhadap tujuan, metode pembelajaran, modul, lembar kerja, metode asesmen, wahana pendidikan, pembimbing dan pendukung program. Gambaran tentang tujuan pendidikan didapatkan sebagian besar (96%) responden menyatakan program sudah sesuai kompetensi dan dapat dicapai melalui metode pembelajaran yang diberikan. Kompetensi juga dapat dicapai melalui alokasi waktu yang tersedia. Sebanyak 57% mahasiswa memberikan penilaian positif terhadap bahan ajar, terutama penilaian mengenai referensi dan tugas yang diberikan. Penilaian untuk lembar kerja mahasiswa, didapatkan ketidaksesuaian antara tugas pada lembar kerja dan pembekalan. Perlu evaluasi berkala untuk menilai pelaksanaan program dan beberapa hal perlu diperbaiki sesuai dengan umpan balik peserta didik.Kata kunci: evaluasi, profesi dokter, program pendidikan
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP DIMENSI KUALITAS PELAYANAN TENAGA PELAKSANA ELIMINASI MENGGUNAKAN PEMODELAN RASCH dini riyantini sari; Nanan Sekarwana; Zahrotur Rusyda Hinduan; Bambang Sumintono
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 September 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.047 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v2i1.10419

Abstract

Jenis penyakit filariasis limfatik telah lama menjadi masalah kesehatan khususnya daerah endemis filariasis di Indonesia. Tahun 2014 angka mikrofilaria rate (Mf rate) di Kelurahan Nibung Putih sebesar 2,08%. Tingginya prevalensi penyakit filariasis limfatik berhubungan dengan kualitas pelayanan Tenaga Pelaksana Eliminasi (TPE). Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kepuasan masyarakat terhadap dimensi kualitas pelayanan TPE di Kelurahan Nibung Putih Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner berupa formulir pengumpulan data hasil modifikasi dari penelitian yang dilakukan oleh Valarei dan Nasution D.C. Pemodelan Rasch digunakan untuk analisis data kuesioner, desain penelitian ini adalah observasional analitik kuantitatif dengan metode survei, pendekatan waktu cross sectional studies pada bulan April 2016 dengan subjek warga Kelurahan Nibung Putih yang berjumlah 103 orang. Item pada masing-masing konstruk didapati mempunyai daya diskriminasi yang beragam, yang menunjukkan instrumen mempunyai kemampuan mengukur. Hasil analisis keseluruhan responden bahwa sebanyak 103 berada di atas rata-rata logit item (+0,00 logit) yang menunjukkan persetujuan responden pada kualitas pelayanan. Hasil analisis univariat berdasarkan karakteristik responden dapat disimpulkan bahwa umur masa remaja akhir (42,9%), jenis kelamin laki-laki (55,2%), pendidikan tidak tamat SD (66,7%), pekerjaan buruh dan karyawan swasta (100%), memberikan penilaian sangat puas terhadap dimensi kualitas pelayanan TPE di Kelurahan Nibung Putih.Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Pemodelan Rasch, Tenaga Pelaksana Eliminasi
Gambaran Rencana Masa Depan Pemilihan Bidang Profesi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Angkatan 2007 Dani Fedrian; Sharon Gondodiputro; Sari Puspa Dewi
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 September 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.521 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v1i1.10303

Abstract

Salah satu komponen menjalankan sistem kesehatan nasional secara optimal adalah ketersediaan sumber daya manusia antara lain adalah dokter. Dengan banyaknya pilihan lapangan pekerjaan, menyebabkan tidak semua dokter mau bekerja di sarana pelayanan kesehatan primer. Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran rencana masa depan pemilihan bidang profesi mahasiswa FK Unpad Angkatan 2007 beserta faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Suatu survey deskriptif dilakukan terhadap 182 mahasiswa Program Pendidikan Sarjana Kedokteran FK Unpad Angkatan 2007 dengan menggunakan self-administered questionnaire. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (70,3%) responden berencana langsung bekerja setelah lulus dokter, untuk selanjutnya akan melanjutkan pendidikan (96,9%). Mayoritas responden memilih sarana pelayanan kesehatan primer & sekunder (praktik sendiri dan rumah sakit pemerintah) sebagai rencana kerja. Selanjutnya responden yang berencana langsung melanjutkan pendidikan setelah lulus dokter ialah sebanyak 29,7%. Setelah lulus, mayoritas responden memilih sarana pelayanan kesehatan sekunder yaitu praktik sendiri dan rumah sakit swasta. Dosen/Akademisi  menjadi rencana kerja yang paling banyak dipilih pada bidang kerja non klinisi. Karakteristik pribadi yaitu minat, antusias, dan harapan pada bidang profesi merupakan faktor dominan yang melatarbelakangi rencana masa depan dalam pemilihan bidang profesi. Simpulan penelitian ini adalah sebagian besar responden memilih bekerja di sarana pelayanan primer hanya untuk sementara, sehingga akan berdampak terhadap kesinambungan pelaksanaan sistem kesehatan nasional. Untuk itu, sosialisasi akan pentingnya bekerja di sarana pelayanan primer menjadi kewajiban FK.Kata kunci: Klinisi, non klinisi, pemilihan profesi, pendidikan dokter, SDM kesehatan
Perbandingan Pengaruh Inhalasi Aromaterapi Lemon dan Vitamin B6 Terhadap Penurunan Frekuensi Emesis Gravidarum Pada Ibu Primigravida Trimester I Selvi Puspan Sari; Udin Sabarudin; Siti Sugih Hartiningsih; Hidayat Wijayanegara; Herri Sastramihardja; Ma&#039;mun Sutisna
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 September 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.282 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v5i1.23919

Abstract

Emesis gravidarum disebabkan oleh meningkatnya kadar hormon estrogen dan Human Chorionic Gonadotropin (HCG). Penanganan emesis gravidarum selama ini dengan menggunakan vitamin B6. Lemon minyak esensial adalah salah satu yang dapat digunakan untuk mengatasi emesis gravidarum. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pengaruh inhalasi aromaterapi lemon dan vitamin B6 terhadap penurunan frekuensi emesis gravidarum ibu primigravida trimester I. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi experimental dengan metode pretest posttest control group design. Pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling secara consecutive sampling dengan jumlah sampel 80 ibu primigravida trimester I. Penelitian dilaksanakan di Wilayah kerja Puskesmas Babelan I Kabupaten Bekasi pada bulan Desember 2018 – Februari 2019. Pengukuran frekuensi mual muntah dengan menggunakan skala Pregnancy Unique Quantification of Emesis Scale (PUQE), analisis statistik menggunakan Paired Sample T-Test, Independent T-Test dan normalized gain (N-Gain). Nilai SD posttest pada kelompok intervensi 1,19, nilai SD posttest pada kelompok kontrol 1,61. Hasil uji Independent T-Test didapatkan nilai p 0,004 < 0,05 artinya terdapat perbedaan antara kedua kelompok. Hasil uji N-Gain pada penggunaan vitamin B6 didapatkan nilai rerata adalah 0,59 dalam kategori sedang, sedangkan pada penggunaan inhalasi aromaterapi lemon didapatkan hasil nilai rerata adalah 0,71 dalam kategori tinggi. Simpulan bahwa inhalasi aromaterapi lemon dapat menurunkan frekuensi emesis gravidarum lebih baik dibanding vitamin B6.Kata Kunci : Emesis gravidarum, inhalasi aromaterapi lemon, vitamin B6
Hubungan Fungsi Keluarga Dengan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Kronis Degeneratif di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Susi Oktowaty; Elsa Pudji Setiawati; Nita Arisanti
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 September 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.172 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v4i1.19180

Abstract

Fungsi keluarga merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung peningkatan kualitas hidup pasien penyakit kronis. Memiliki kualitas hidup yang baik akan mengurangi risiko terjadinya komplikasi yang dapat memperburuk keadaan. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan fungsi keluarga dengan kualitas hidup pasien penyakit kronis degeneratif yang tergabung dalam komunitas Program Pengelolaan Penyakit Kronis Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan atau Prolanis BPJS Kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang ini dilakukan pada bulan Januari hingga Februari 2017 dengan menggunakan kuesioner dari WHO Quality of Life - BREF (WHOQOL-BREF) dan APGAR Keluarga. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling sebanyak 128 peserta Prolanis di Klinik Pratama Mitra Sehati yang kontrol rutin dalam 3 bulan terakhir. Pada penilaian APGAR keluarga didapatkan 52,3% peserta memiliki keluarga disfungsional sedang dan 43,8% sangat fungsional. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara fungsi keluarga dengan kualitas hidup peserta Prolanis (p value=0,014) sedangkan pengaruh fungsi keluarga terhadap kualitas hidup peserta Prolanis sebesar 8,8% (R2=0,088). Hal ini menjadi salah satu aspek penting bagi dokter di layanan primer agar lebih melibatkan peran fungsi keluarga dalam mengelola pasien penyakit kronis.Kata kunci: fungsi keluarga, kualitas hidup, pasien penyakit kronis degeneratif

Filter by Year

2015 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2021): Volume 6 Nomor 2 Desember 2021 Vol 6, No 1 (2021): Volume 6 Nomor 1 September 2021 Vol 5, No 4 (2020): Volume 5 Nomor 4 Juni 2020 Vol 5, No 3 (2020): Volume 5 Nomor 3 Maret 2020 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 Desember 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 September 2019 Vol 4, No 4 (2019): Volume 4 Nomor 4 Juni 2019 Vol 4, No 3 (2019): Volume 4 Nomor 3 Maret 2019 Vol 4, No 2 (2018): Volume 4 Nomor 2 Desember 2018 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 September 2018 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 September 2018 Vol 3, No 4 (2018): Volume 3 Nomor 4 Juni 2018 Vol 3, No 4 (2018): Volume 3 Nomor 4 Juni 2018 Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3 Maret 2018 Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3 Maret 2018 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Desember 2017 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Desember 2017 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 September 2017 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 September 2017 Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4 Juni 2017 Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4 Juni 2017 Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3 Maret 2017 Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3 Maret 2017 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Desember 2016 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Desember 2016 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 September 2016 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 September 2016 Vol 1, No 4 (2016): Volume 1 Nomor 4 Juni 2016 Vol 1, No 4 (2016): Volume 1 Nomor 4 Juni 2016 Vol 1, No 3 (2016): Volume 1 Nomor 3 Maret 2016 Vol 1, No 3 (2016): Volume 1 Nomor 3 Maret 2016 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Desember 2015 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Desember 2015 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 September 2015 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 September 2015 More Issue