Syaiful Bahri Djamarah
UIN Antasari Banjarmasin

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

THE ROLE OF ISLAMIC EDUCATION IN ENHANCING TOLERANCE AND HARMONY AMONG RELIGIOUS COMMUNITIES Syaiful Bahri Djamarah
Indonesian Journal of Education (INJOE) Vol. 4 No. 3 (2025): Indonesian Journal of Education (INJOE)
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the role of Islamic education in improving tolerance and harmony among religious communities through a literature review. Islamic education not only instils values of faith but also teaches the importance of mutual respect and peaceful coexistence amid diversity. This study examines the concept of Islamic education related to tolerance and harmony, as well as the implementation of Islamic education in fostering these attitudes through curriculum, teaching methods, and religious social activities. The results of this study indicate that Islamic education can be an eflective medium in shaping an inclusive generation that is able to accept diflerences and actively maintain harmony in society. Thus, Islamic education has a strategic contribution in maintaining peace and harmony among religious communities in a pluralistic society.
THE TRANSFORMATION OF ISLAMIC VALUES-BASED EDUCATION MANAGEMENT: A CRITICAL ANALYSIS OF THE IMPLEMENTATION OF THE MERDEKA CURRICULUM AND THE ISLAMIC LEADERSHIP PARADIGM IN EDUCATIONAL INSTITUTIONS Syaiful Bahri Djamarah; Suhana binti Sarkawi
Review of International Journal Education and School Leadership Vol. 2 No. 1 (2025): Review of International Journal Education and School Leadership (RITEDUL)
Publisher : CV. Adiba Aisha Amira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17769329

Abstract

The transformation of Islamic values-based education management is a strategic step in strengthening the direction of national education to be in line with the spiritual and moral goals of the nation. This study aims to critically analyse how the implementation of the Merdeka Curriculum can be integrated with the principles of Islamic education management, as well as how the Islamic leadership paradigm plays a role in the transformation process. Through library research, this study examines various scientific sources in the form of books, journals, and official documents relevant to the theme of Islamic education management and the Merdeka Curriculum policy. The results of the study show that the Merdeka Curriculum, with its principles of flexibility and independence, is in line with Islamic values such as tauhid, amanah, adil, and ihsan, which emphasise a balance between intellectual and moral intelligence. Meanwhile, the Islamic leadership paradigm based on the values of shiddiq, amanah, tabligh, and fathanah is an important factor in directing the transformation of education management to be character-building, visionary, and oriented towards the benefit of the people. The synergy between the Merdeka Curriculum and Islamic leadership produces a holistic, competitive, and spirituality-based educational management model, capable of producing a generation that is knowledgeable, moral, and adaptive to the developments of the times.
ADAPTIVE TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP IN THE DIGITAL AGE: A LITERATURE REVIEW OF STRATEGIES EMPLOYED BY LEADERS OF ISLAMIC EDUCATIONAL INSTITUTIONS IN ADDRESSING CULTURAL AND TECHNOLOGICAL CHANGE Syaiful Bahri Djamarah
Review of International Journal Education and School Leadership Vol. 2 No. 2 (2026): Review of International Journal Education and School Leadership (RITEDUL)
Publisher : CV. Adiba Aisha Amira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.20005814

Abstract

The digital age presents a dual challenge for Islamic educational institutions: technological disruption and the cultural shifts of Generation Z. This literature review analyses the concept of adaptive transformational leadership as a hybrid model that integrates the four dimensions of Bass & Riggio with the adaptive principles of Heifetz et al. Key strategies include the transformation of Sharia-compliant digital infrastructure, upskilling teachers through the Google Educator Islami certification, a digital-religious literacy curriculum, Sharia-compliant gamified blended learning, and an Islamic balanced scorecard for data analytics. Findings indicate a 28–40% improvement in academic performance, strengthened digital ethics, and enhanced organisational cultural resilience within madrasahs. Strategic recommendations include digital prophetic leadership and an anti-misinformation “Islamic Cyber Patrol” to drive madrasah transformation towards Indonesia Emas 2045.
Perumusan Strategi dalam Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Kajian Konseptual dan Implementatif Mahdiyyah; H. Hilmi Mizani; Syaiful Bahri Djamarah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1987

Abstract

Strategi pembelajaran merupakan komponen esensial dalam desain pembelajaran yang berperan sebagai penghubung antara tujuan pembelajaran dan implementasi proses belajar mengajar. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), perumusan strategi pembelajaran menjadi aspek penting karena pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pembentukan sikap religius dan keterampilan praktik keagamaan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep strategi dalam desain pembelajaran PAI, mengkaji proses perumusannya secara sistematis, serta menjelaskan implementasinya dalam praktik pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber literatur berupa buku, artikel ilmiah, dan dokumen akademik yang relevan dengan desain dan strategi pembelajaran. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi konsep, prinsip, dan implementasi strategi pembelajaran dalam PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa perumusan strategi pembelajaran harus didasarkan pada analisis tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, materi pembelajaran, pendekatan, model, media, serta evaluasi yang digunakan. Berbagai model pembelajaran seperti Direct Instruction, Problem Based Learning, Cooperative Learning, dan Project Based Learning dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Dalam implementasinya, strategi pembelajaran PAI harus mampu mengintegrasikan ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik secara seimbang sehingga menghasilkan pembelajaran yang holistik, bermakna, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.
Desain Pembelajaran PAI dalam Kurikulum Berbasis Cinta (KBC): Rekonstruksi Pedagogis Menuju Pendidikan yang Humanis dan Afektif Rukayah; Hilmi Mirzani; Syaiful Bahri Djamarah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2027

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi paradigma baru dalam dunia Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui implementasi Desain Pembelajaran dalam Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Realitas pendidikan modern sering kali terjebak dalam pragmatisme pencapaian nilai akademik dan standarisasi kompetensi teknis yang kaku, sehingga mengabaikan aspek emosional dan spiritual peserta didik. KBC hadir sebagai alternatif pedagogis yang menempatkan cinta (mahabbah), empati, humanisme, dan koneksi batin religi sebagai fondasi utama interaksi instruksional. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis studi literatur, artikel ini merumuskan lima prinsip dasar KBC dalam PAI, langkah-langkah konkret perancangan pembelajaran yang humanis, serta model evaluasi hasil belajar yang menjaga martabat peserta didik.
Integrasi Pendekatan Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta dalam Pendidikan Agama Islam: Sebuah Model Struktural untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis, Pembentukan Karakter, dan Pembelajaran Bermakna Muhammad Alfi Hidayat; Hilmi Mizani; Syaiful Bahri Djamarah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2049

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji model struktural yang mengintegrasikan Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta dalam Pendidikan Agama Islam guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pembentukan karakter, dan pembelajaran bermakna peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatori. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada siswa sekolah menengah atas yang mengikuti mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Model yang diusulkan terdiri atas lima konstruk utama, yaitu Deep Learning, Kurikulum Berbasis Cinta, Kemampuan Berpikir Kritis, Pembentukan Karakter, dan Pembelajaran Bermakna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Deep Learning berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik, sedangkan Kurikulum Berbasis Cinta memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter. Selain itu, Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta secara langsung berpengaruh terhadap pembelajaran bermakna. Kemampuan berpikir kritis dan pembentukan karakter juga terbukti memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap pembelajaran bermakna serta berperan sebagai variabel mediasi dalam model yang diusulkan. Evaluasi model struktural menunjukkan nilai R² dan Q² yang memuaskan, yang mengindikasikan kemampuan penjelasan dan prediksi model yang kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta dapat mendorong pendekatan Pendidikan Agama Islam yang lebih holistik dengan memperkuat secara simultan dimensi kognitif, afektif, dan moral dalam pembelajaran. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis melalui pengajuan model konseptual baru dalam Pendidikan Agama Islam serta menawarkan implikasi praktis bagi guru, sekolah, dan pembuat kebijakan dalam merancang pengalaman belajar yang lebih humanis, reflektif, dan bermakna.
INTEGRASI KEARIFAN LOKAL BANJAR DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL : Kearifan lokal Banjar, Karakter religious, Permainan tradisional, Pendidikan karakter, Nilai-nilai agama Islam Jumrani Jumrani; Syaiful Bahri Djamarah; Hilmi Mizani
AL-ULUM | JURNAL PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN Vol. 4 No. 01 (2026): AL-ULUM | JURNAL PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN
Publisher : IAI DARUL ULUM KANDANGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63216/alulum.v4i01.533

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi kearifan lokal masyarakat Banjar dalam membentuk karakter religius anak melalui permainan tradisional. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan untuk menggali secara mendalam nilai-nilai pendidikan karakter religius yang terkandung dalam berbagai permainan tradisional Banjar, serta bagaimana orang tua dan masyarakat berperan dalam penyampaiannya. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisional Banjar, seperti asinan, balogo, dan bagasing, sarat dengan pesan moral, nilai-nilai spiritual, serta ajaran agama Islam yang tercermin dalam aturan permainan, interaksi antar pemain, dan narasi yang menyertainya. Proses permainan ini secara alami menanamkan nilai kejujuran, sportivitas, kesabaran, kerjasama, dan rasa hormat kepada sesama, yang merupakan pondasi karakter religius. Integrasi kearifan lokal ini menawarkan alternatif yang efektif dan menyenangkan dalam pendidikan karakter religius di era modern. Kesimpulan studi ini menegaskan pentingnya pelestarian dan revitalisasi permainan tradisional sebagai media strategis untuk menumbuhkembangkan generasi yang berkarakter religius kuat dan berakar pada budaya lokal.
ibnul amin putri PENERAPAN MODEL GERLACH DAN ELY DALAM PEMBELAJARAN SIRAH NABAWIYAH DI PONDOK PESANTREN IBNUL AMIN PUTRI PEMANGKIH: PENERAPAN MODEL GERLACH DAN ELY DALAM PEMBELAJARAN SIRAH NABAWIYAH DI PONDOK PESANTREN IBNUL AMIN PUTRI PEMANGKIH Ervina; Fatimah Az-Zahra; Syaiful Bahri Djamarah; Hilmi Mizani
AL-ULUM | JURNAL PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN Vol. 4 No. 01 (2026): AL-ULUM | JURNAL PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN
Publisher : IAI DARUL ULUM KANDANGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63216/alulum.v4i01.606

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Gerlach dan Ely dalam pembelajaran Sirah Nabawiyah di Pondok Pesantren Ibnul Amin Putri Pemangkih. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penggunaan model pembelajaran yang sistematis untuk meningkatkan keaktifan santri serta mengoptimalkan pemahaman dan penghayatan terhadap nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas guru pengampu mata pelajaran Sirah Nabawiyah dan santri Pondok Pesantren Ibnul Amin Putri Pemangkih. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Gerlach dan Ely dilakukan melalui perencanaan pembelajaran yang sistematis, pelaksanaan pembelajaran yang melibatkan santri secara aktif, penggunaan media pembelajaran yang mendukung pemahaman materi, serta evaluasi yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penerapan model ini mampu meningkatkan partisipasi santri dalam proses pembelajaran, mempermudah pemahaman terhadap materi Sirah Nabawiyah, serta mendorong internalisasi nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, model Gerlach dan Ely efektif diterapkan dalam pembelajaran Sirah Nabawiyah untuk mendukung pembentukan karakter santri di lingkungan pesantren.
MODEL BANATHY DALAM PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: Model Banathy, Desain Pembelajaran, Pendidikan Agama Islam, Pendekatan Sistem. fathur rabbany; Syaiful Bahri Djamarah; Hilmi Mizani
AL-ULUM | JURNAL PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN Vol. 4 No. 01 (2026): AL-ULUM | JURNAL PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN
Publisher : IAI DARUL ULUM KANDANGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63216/alulum.v4i01.609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan model desain pembelajaran Bela H. Banathy dalam pengembangan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), yang mencakup konsep dasar, tahapan, implementasi, serta kelebihan dan keterbatasannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi terhadap literatur relevan, sedangkan analisis data menerapkan teknik analisis isi yang meliputi reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis literatur menunjukkan bahwa model Banathy memiliki karakteristik sistematis, berorientasi tujuan, fleksibel, serta menerapkan evaluasi berkelanjutan dengan menempatkan peserta didik sebagai pusat sistem pembelajaran. Penerapannya dalam PAI diwujudkan melalui tahapan merumuskan tujuan spesifik, mengembangkan tes, menganalisis kegiatan belajar, mendesain sistem instruksional, serta melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran. Literatur yang dianalisis menunjukkan bahwa model ini berpotensi meningkatkan efektivitas pembelajaran PAI dan mentransformasi pembelajaran PAI konvensional menjadi lebih terstruktur dan berorientasi pada pembentukan karakter Islami serta nilai spiritual siswa, meski menuntut waktu perencanaan relatif panjang dan kompetensi pedagogik guru yang tinggi. Simpulannya, model Banathy sangat relevan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI secara holistik di era modern, asalkan guru mampu memadukan kerangka sistem terstruktur dengan pendekatan pembelajaran yang adaptif, kontekstual, dan komunikatif di kelas
Analisis Kesiapan Mental Peserta Didik SMP Terhadap Penggunaan Media Sosial Barkudin Barkudin; Helmi Qodrat Ichtiat; Syaiful Bahri Djamarah; Marzuki Marzuki; Sri Mulyeni
Indonesian Journal of Social Science Vol. 4 No. 1 (2026): Januari-IJSS
Publisher : PDPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58818/ijss.v4i1.174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapan mental peserta didik tingkat SMP dalam menggunakan media sosial, khususnya pada aspek kedewasaan berinteraksi, kesadaran terhadap risiko digital, kemampuan mengelola waktu, dan literasi digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei. Sampel penelitian berjumlah 86 siswa SMPN 3 Cisarua yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Instrumen berupa angket skala empat pilihan yang mengukur kesiapan mental peserta didik pada masing-masing indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada kategori “Siap” dan “Kurang Siap” dalam berbagai aspek penggunaan media sosial. Pada aspek kedewasaan berinteraksi, 59% siswa tergolong sangat siap, namun 17% masih kurang siap. Pada aspek kesadaran risiko digital, 48% sangat siap dan 28% kurang siap. Kemampuan mengelola waktu menunjukkan 45% sangat siap, sementara 29% kurang siap. Adapun pada literasi digital, hanya 7% sangat mampu, sedangkan 60% berada pada kategori kurang mampu. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun sebagian siswa memiliki kesiapan mental yang baik, masih diperlukan penguatan literasi digital dan pendampingan penggunaan media sosial secara sehat dan bertanggung jawab. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan sekolah dalam merancang program edukasi digital yang lebih terarah.