Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Percepatan Getaran Tanah Maksimum Akibat Gempabumi Di Wilayah Nusa Tenggara Dengan Metode Probablistic Seismic Hazard Analysis (PSHA) Azmiyati, Uzlifatul
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 5, No 1 (2021): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v5i1.1709

Abstract

Wilayah kepulauan Nusa Tenggara berada pada zona pertemuan lempeng tektonik dan memiliki sesar-sesar aktif. Kondisi ini menyebabkan wilayah ini sering dilanda bencana gempabumi. Oleh karena itu penelitian mengenai percepatan maksimum tanah  (peak  ground  acceleration  (PGA))  yang  menggambarkan tingkat bahaya akibat gempa menjadi penting sebagai langkah mitigasi awal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode probabilistic seismic hazard analysis (PSHA) dengan bantuan perangkat lunak USGS PSHA 2007. Metode  PSHA  memperhitungkan  dan  menggabungkan  ketidakpastian  dari mekanisme   kejadian  gempa,  lokasi,  dan  kejadian   frekuensi   gempa  untuk mendapatkan gambaran tingkat bahaya suatu lokasi. Tingkat bahaya tersebut ditunjukkan dalam bentuk  nilai PGA. Penelitian ini menggunakan data dari katalog gempa NEIC-USGS dan BMKG untuk daerah wilayah  Kepulauan Nusa Tenggara antara 40-120LS dan 1100-1250BT dari tahun 1973 sampai tahun 2011. Analisis yang telah dilakukan menghasilkan variasi nilai PGA antara 0g-0,50g. Dari peta PGA diketahui bahwa daerah Pulau Sumbawa, Sumba, Timor, Flores dan Kupang memiliki tingkat bahaya gempabumi tinggi dengan nilai PGA antara 0,25g - 0,50g. Daerah Pulau Bali dan Lombok bagian Selatan memiliki tingkat bahaya gempa rendah dengan nilai PGA antara 0,1g - 0,25g.
Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Anorganik Uzlifatul Azmiyati; Wardatul Jannah
Indonesian Journal of Engineering (IJE) Vol. 1 No. 2 (2021): Edisi Maret
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Sampah anorganik adalah sampah kering yang tidak mudah membusuk. Memilki sifat unbiodegradable sehingga tidak dapat dilepaskan dengan bebas ke lingkungan karena dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Oleh sebab itu, pengolahan sampah anorganik harus dilakukan dengan tepat tidak terkecuali di lingkungan Kampus UNU NTB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan dalam pengelolaan sampah anorganik dan merumuskan strategi pengelolaannya di Kampus UNU (Universitas Nahdlatul Ulama) NTB. Metode yang digunakan adalah gabungan metode kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif berupa analisis statistik data kuisioner (metode pengambilan data), sedangkan metode kualitatif digunakan untuk merumuskan startegi dalam pengelolaan sampah rumah tangga anorganik dengan menerapkan analisis SWOT. Rumusan strategi dilakukan dengan memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan peluang (Oppurtunities), sekaligus meminimalkan kelemahan (Weakness) dan ancaman (Threats). Analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa strategi yang dapat dijadikan prioritas dalam pengelolaan sampah rumah tangga anorganik yaitu dengan meminimalisir jumlah sampah anorganik yang dihasilkan, pemanfaatan teknologi, penyediaan sarana dan prasarana, serta memaksimalkan fungsi bank sampah kampus. Abstract: Inorganic waste is dry waste that does not rot easily. It has unbiodegradable properties so that it cannot be released freely into the environment because it can disturb the environmental balance. Therefore, inorganic waste processing must be carried out appropriately, including in the campus environment of UNU NTB. This study aims to determine problems in inorganic waste management and formulate management strategies at the UNU Campus (Nahdlatul Ulama University) NTB. The method used are combination of quantitative and qualitative methods. The quantitative method is in the form of statistical analysis of questionnaire data (data collection method), while the qualitative method is used to formulate strategies for inorganic household waste management by applying SWOT analysis. Strategy formulation is done by maximizing strengths and opportunities, while minimizing weaknesses and threats. The analysis that has been carried out shows that the strategies that can be prioritized in the management of inorganic household waste are minimizing the amount of inorganic waste produced, utilizing technology, providing facilities and infrastructure, and maximizing the function of campus waste banks.
Rain Water Harvesting Sebagai Alternatif Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih Auliya Akraboelittaqwa; Gagassage Nanaluih De Side; Uzlifatul Azmiyati
Indonesian Journal of Engineering (IJE) Vol. 2 No. 1 (2021): Edisi September
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini merencanakan sistem pemanenan air hujan alternatif kebutuhan air bersih, menganalisis efisiensi dan penghematan dari penerapan sistem pemanenan air hujan di UNU NTB. Analisis yang digunakan adalah analisis kualitas air hujan, data curah hujan, intensitas hujan, dan daerah tangkapan. Hasil dari pengamatan, 8 blok gedung di Kampus UNU NTB menghasilkan jumlah tangkapan air hujan sebesar 6.265,41 m3, dan jumlah air yang digunakan hasil dari wawancara yaitu 4.051,55 m3. Dengan sistem penampungan air hujan berada di bawah permukaan melihat rencana kampus dalam peningkatan gedung serta jumlah mahasiswa kedepannya. Air yang digunakan untuk kegiatan kampus sudah tercover bila adanya penampungan air hujan. Proyeksi tahun 2030, kenaikan mahasiswa hingga 73% berbanding lurus juga dengan kebutuhan air yang meningkat. Penampungan air hujan menjadi solusi dalam efisiensi penggunaan air serta penghematan biaya air yang dikeluarkan. Abstract: The aim of this research is to plan an alternative rainwater harvesting system for clean water needs, to analyze the efficiency and savings from the application of the rainwater harvesting system at UNU NTB. The analysis used is the analysis of rainwater quality, rainfall data, rain intensity, and catchment area. The results of the observations, 8 building blocks on the campus of UNU NTB resulted in the amount of rainwater catchment of 6,265.41 m3, and the amount of water used as a result of the interviews was 4,051.55 m3. With the rainwater storage system under the surface, we can see the campus plans in increasing the building and the number of students going forward. The water used for campus activities is covered if there is rainwater storage. Projected by 2030, the increase in students to 127% is directly proportional to the increasing demand for water. Rainwater storage is a solution in efficient use of water and savings in water costs incurred.
Analisis Tempat Pembuangan Sampah Ilegal Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) Ahmad Efendi; Lalu Auliya Akraboe Littaqwa; Uzlifatul Azmiyati
Indonesian Journal of Engineering (IJE) Vol. 4 No. 1 (2023): Edisi September
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lokasi yang tepat untuk dijadikan rekomendasi tempat penampungan sampah sementara di Desa Gerisak Semanggeleng Kecamatan Sakra Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Pada penelitian ini digunakan dua sumber data yaitu data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dan survey lapangan dengan mengelilingi daerah yang menjadi objek penelitian. Sedangkan data sekunder diperoleh dari hasil studi literatur, dan data konkrit dari instansi terkait seperti data shapefile. Hasil Analisis Data Uji Korelasi Spearman yang telah dilakukan menunjukkan bahwa titik lokasi 1 Lahan tersebut terletak didusun Pongkor dengan titik koordinat X: -8.735472 Y: 116.518487 berada 37 m dari pinggir jalan dan mudah diakses oleh masyarakat dari berbagai arah. Titik Lokasi 2 Lahan tersebut berada di dusun Gerisak dengan titik koordinat X: -8.738932 Y: 116.514395 kondisi jalan yang mudah diakses sekitar 33 m. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor lingkungan yang telah memenuhi kriteria, pemilihan lokasi yang tepat untuk TPS sementara akan membantu dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan pengelolaan sampah yang efisien. Abstract: This research aims to determine the appropriate location for recommending temporary waste disposal sites in Gerisak Semanggeleng Village, Sakra Barat District. The method used in this study is descriptive quantitative. Two data sources were utilized: primary data obtained from interviews and field surveys by surrounding the area under study, and secondary data obtained from literature reviews, as well as concrete data from relevant agencies such as shapefile data. The results of the Spearman Correlation Test Analysis conducted indicate that the location point 1, the land is located in Pongkor hamlet with coordinates X: -8.735472, Y: 116.518487, situated 37 m from the roadside and easily accessible by the community from various directions. Location point 2, the land is situated in Gerisak hamlet with coordinates X: -8.738932, Y: 116.514395, with a road condition easily accessible around 33 m. Considering the environmental factors that meet the criteria, the selection of the appropriate location for temporary waste disposal sites will help maintain environmental cleanliness and ensure efficient waste management.
Upaya Pengelolaan Sampah Berdasarkan Komposisi Sampah Di Kota Mataram Uzlifatul Azmiyati; Gendewa Tunas Rancak; Wardatul Jannah
Lambda: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya Vol. 2 No. 2 (2022): Lambda
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/lambda.v2i2.194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga yang ada di Kota Mataram, lalu menghitung potensi daur ulang sampahnya serta memberikan rekomendasi upaya peningkatan pengelolaan sampah di Kota Mataram. Metode yang digunakan adalah menganalisis komposisi sampah rumah tangga dengan pengambilan sampel yang dilakukan selama delapan hari berturut turut. Sedangkan untuk menghitung potensi daur ulang sampah menggunakan persamaan (1). Rekomendasi upaya peningkatan pengelolaan sampah dilakukan berdasarkan hasil analisis komposisi dan potensi daur ulang sampah. Dihasilkan bahwa komposisi sampah Kota Mataram terdiri dari 13 komponen sampah dan didominasi oleh sampah organik sebesar 64% dan diurutan kedua ada komponen sampah lain lain sebesar 9%. Sedangkan komponen sampah yang paling sedikit persentasenya adalah sampah logam dan sampah B3 medis yaitu sebesar 1%. Potensi daur ulang yang paling besar adalah sampah sisa makanan sebesar 64,35 % kedua terbesar adalah sampah plastik yaitu 8,43%, ketiga adalah sampah halaman sebesar 6,47%, di posisi keempat ada sampah Kertas sebesar 2,88%. Peningkatan pengelolaan sampah yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan sampah organik hasil untuk dijadikan kompos, biogas dan pakan ternak. Selanjutnya melakukan recycle atau daur ulang terhadap sampah anorganik.
ANALISIS SPASIAL-TEMPORAL PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP KENAIKAN SUHU BERBASIS GOOGLE EARTH ENGINE DI KABUPATEN LOMBOK BARAT (Studi Kasus: Kecamatan Labuapi, Kediri, dan Gerung) Irma Yuliani; Uzlifatul Azmiyati; Lalu Auliya Aqraboe Littaqwa
JURNAL TECHLINK Vol 10 No 1 (2026): Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Satya Negara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59134/jtnk.v10i1.771

Abstract

Land use changes have occurred in many areas, including West Lombok Regency, particularly in the districts of Labuapi, Kediri, and Gerung, where many rice fields have been converted into residential areas due to increasing human activity. This research aims to analyze the temperature increase resulting from these land use changes in the region. The methods used are a combination of quantitative and qualitative approaches, including land classification analysis (supervised classification) and Land Surface Temperature (LST) analysis. Data processing was carried out using Google Earth Engine, ArcGIS, and QGIS, with Landsat 8 imagery data used to classify land cover types. The analysis results indicate a temperature increase over the past 10 years. Based on the Pearson correlation test between land use and temperature increase, the significance value is 0.663 > 0.05. However, other factors such as heat production from vehicles, machinery, household activities, topography, wind circulation, and reduced vegetation also contribute to the temperature increase.
Analisis Risiko Bencana Dan Jalur Evakuasi Desa Mantar Sebagai Upaya Mitigasi Bencana Sektor Pariwisata Uzlifatul Azmiyati; M Said Ramdlan; Gendewa Tunas Rancak; Wardatul Jannah; Taufikul Hadi; Lalu Auliya Aqraboe Littaqwa; Aria Dirawan; Fitri Syilvia Hatifah
Indonesian Journal of Engineering (IJE) Vol. 5 No. 1 (2024): Edisi September
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/ije.v5i1.980

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko bencana di Desa Mantar dan merancang jalur evakuasi yang efektif sebagai upaya mitigasi bencana untuk mendukung keberlanjutan pariwisata. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi lapangan, analisis spasial dengan Sistem Informasi Geografis (SIG), wawancara dengan masyarakat dan perangkat desa, serta studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa area di Desa Mantar memiliki kerentanan tinggi terhadap tanah longsor dan gempabumi. Jalur evakuasi yang dirancang mengarah ke titik kumpul aman. Penelitian ini merekomendasikan penguatan infrastruktur evakuasi, pengembangan sistem peringatan dini berbasis masyarakat, serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam penanggulangan bencana.Abstract: This research aims to analyze the level of disaster risk in Mantar Village and design effective evacuation routes as a disaster mitigation effort to support tourism sustainability. The research methods used include field observations, spatial analysis using Geographic Information Systems (GIS), interviews with the community and village officials, as well as literature studies. The results of this research show that several areas in Mantar Village have a high vulnerability to landslides and earthquakes. The designed evacuation route leads to a safe gathering point. This research recommends strengthening evacuation infrastructure, developing a community-based early warning system, and increasing community capacity in disaster management.