Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

ANALISIS PENERAPAN HIGIENE SANITASI PANGAN DI CAFÉ PUAN KOPI CABANG GUNUNG MALANG BALIKPAPAN Al Qalam, Hanifah; Zainal, Isradi; Setyawati, Nur Falah
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.823

Abstract

Higiene dan sanitasi makanan merupakan bagian dari pemyelenggaraan keamanan pangan guna mengupayakan pengendalian terhadap faktor risiko terjadinya kontaminasi makanan, baik yang berasal dari bahan makanan, orang, tempat dan peralatan agar aman di konsumsi. Praktik hygiene sanitasi makanan mencakup lokasi dan bangunan, fasilitas sanitasi, dapur, ruang makan, dan gudang bahan makanan, bahan makanan dan makanan jadi, pengolahan makanan, tempat peyimpanan bahan makanan dan makanan jadi, penyajian makanan, peralatan makanan, dan tenaga kerja. Pengelolaan hygiene sanitasi makanan yang sehat menjadi prinsip dasar penyelenggaraan institusi. Makanan yang belum diolah dengan baik oleh penjamah makanan akan menimbulkan dampak buruk seperti penyakit dan keracunan oleh bahan kimia, mikroba tumbuhan atau hewan serta dapat menyebabkan alergi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pada saat menghandling bahan baku terdapat risiko terkontaminasinya sebuah bahan baku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis kondisi higiene sanitasi dalam meningkatkan kualitas kebersihan dan penyajian produk.
EFEKTIFITAS KESELAMATAN PEKERJAAN INSPEKSI BOILER PADA PT. XYZ DI BALIKPAPAN Sanggalangi, Alfrida; Zainal, Isradi; Liku, James Evert Adolf
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.857

Abstract

Pada zaman sekarang ini penggunaan uap air sangat luas dalam kehidupan sehari-hari baik dalam rumah tangga maupun dalam industri. Salah satu alat yang mampu menghasilkan uap air adalah ketel uap atau boiler. Produksi uap harus dapat memenuhi kebutuhan pabrik, maka setiap komponen ketel uap harus berada dalam kondisi baik, untuk itu evaluasi terhadap prestasi kerja ketel uap perlu dilakukan, terutama untuk mengetahui efisiensi dari ketel uap tersebut. Inspeksi (pemeriksaan) dapat dilakukan terhadap unit ketel uap (boiler), untuk menyatakan atau meyakinkan apakah unit boiler tersebut berada pada kondisi siap berkerja sesuai dengan unjuk kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas keselamatan kerja inspeksi boiler pada PT XYZ Balikpapan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, sumber data diperoleh dari data primer dan data sekunder, teknik pengambilan data dengan cara wawancara dan observasi, kemudian data dianalisis dengan deskriptif presentase, yang kemudian hasil dari perbandingan objek penelitian tersebut dibandingkan dengan standar acuan yang ada, kemudian data diolah dengan cara membandingkan kondisi actual di lapangan dengan standar kesesuaian dikali 100%. Hasil penelitian menunjukkan dari 8 langkah inspeksi, 7 langkah inspeksi yang efektif dan 1 langkah yang tidak efektif. Dari hasil tersebut membuktikan bahwa keselamatan inspeksi boiler telah efektif 87,5%. Namun dalam hal ini perlu selalu memiliki kesadaran berapa pentingnya untuk selalu menyadari bahaya-bahaya dari pekerjaan yang dilakukan dan memiliki kesadaran untuk selalu bekerja dengan aman baik untuk diri sendiri, orang lain bahkan masyarakat sekitar.
EVALUATION OF THE TOTAL QUALITY MANAGEMENT OF SOLAR POWER PLANTS AT IBU KOTA NUSANTARA, INDONESIA Surayya Mappangile, Andi; Zainal, Isradi; Zain, Abdul; Radhiansyah, Radhiansyah
Jurnal GeoEkonomi Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/geoekonomi.v16i1.607

Abstract

The construction of a Solar Power Plant or PLTS in the new capital city of Indonesia or IKN Nusantara need quality management to meets expectations of the government, societies and stake holders. In order for achieve this expectation, the quality of the solar power plant must be guaranteed, safe, secure and not damage the environment. The aim of this research is to evaluate the implementation of Quality Management in IKN. The analytical method used in this research is descriptive qualitative. Evaluation is based on the main elements of Quality Management Practices such as obsession with quality, scientific approach, long-term commitment, teamwork, education and training, controlled freedom, unity of purpose, employee involvement and empowerment The result of the research indicates that the construction of Solar Power Plant (PLTS) in the new capital city of Indonesia or IKN Nusantara fulfil the requirements of Quality Management
Pelatihan dan Evaluasi Pelaksanaan Tanggap Darurat LB3 Berdasarkan Permen LHK No. 74 Tahun 2019 Di PT XYZ Pratiwi, Ayunda Nurul; Zulfikar, Iwan; Gunarso, Wikan; Zainal, Isradi
EUNOIA Vol 5 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/eunoia.v5i2.1082

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi pelaksanaan tanggap darurat Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3) di PT XYZ berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) No. 74 Tahun 2019 tentang Program Kedaruratan Pengelolaan B3 dan Limbah B3. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui telaah dokumen, observasi lapangan, dan penilaian menggunakan checklist selama kegiatan praktik kerja industri pada bulan November 2025. Indikator evaluasi disusun mengacu pada ketentuan Permen LHK No. 74 Tahun 2019, meliputi identifikasi risiko dan potensi keadaan darurat, organisasi tanggap darurat, sarana dan peralatan kedaruratan, prosedur penanggulangan, pelatihan dan simulasi, pelaksanaan penanggulangan insiden, komunikasi dan koordinasi, serta pemulihan lingkungan pasca kejadian. Data dianalisis dengan metode gap analysis dengan membandingkan kondisi aktual di perusahaan terhadap persyaratan regulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT XYZ telah memiliki sistem tanggap darurat LB3 yang relatif lengkap, ditandai dengan tersusunnya dokumen program kedaruratan, struktur organisasi khusus, ketersediaan sarana tanggap darurat tumpahan, serta pelaksanaan pelatihan secara berkala. Sebagian besar persyaratan regulasi telah dipenuhi, khususnya pada aspek identifikasi risiko, struktur organisasi, dan penyediaan fasilitas dasar kedaruratan. Namun masih terdapat beberapa kesenjangan, antara lain perlunya evaluasi sistematis pasca simulasi, pembaruan berkala identifikasi risiko, pendokumentasian tindak korektif pasca insiden, serta penyesuaian kapasitas fasilitas dengan potensi timbulan LB3. Perbaikan berkelanjutan diperlukan untuk memperkuat kepatuhan terhadap regulasi dan kesiapsiagaan tanggap darurat secara menyeluruh
Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 Sebagai Upaya Peningkatan Keselamatan Mekanis Pada Mesin Cnc Lathe (MC-L11) Di PT. Mulia Jaya Mandiri Putri, Fadilla Dyen; Zulfikar, Iwan; Simanungkalit, Rifka Mahdalena; Zainal, Isradi
EUNOIA Vol 5 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/eunoia.v5i2.1107

Abstract

Keselamatan mekanis merupakan aspek penting dalam operasional industri manufaktur karena berkaitan langsung dengan perlindungan pekerja terhadap bahaya dari mesin berputar, benda kerja bergerak, dan potensi kegagalan teknis. PT Mulia Jaya Mandiri sebagai perusahaan manufaktur dan jasa teknik industri migas mengoperasikan mesin CNC Lathe (MC-L11) sebagai salah satu alat utama pemesinan presisi. Pengabdian/analisis ini bertujuan mengevaluasi implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 sebagai upaya peningkatan keselamatan mekanis melalui observasi lapangan, telaah SOP, Work Instruction, dan penerapan Job Safety Analysis (JSA). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa penerapan ISO 9001 mendukung keteraturan proses kerja melalui dokumentasi mutu, inspeksi berkala, dan penerapan prinsip risk-based thinking. Tahap kerja CNC meliputi persiapan material, setting benda kerja, machining, pembersihan chip, dan inspeksi dimensi—dan dua tahap terakhir memiliki risiko bahaya tertinggi, yaitu jepitan chuck, serpihan logam terlempar, serta paparan panas. Walaupun pengendalian teknis seperti emergency stop dan machine guarding telah tersedia, disiplin operator dalam pemenuhan SOP dan penggunaan APD masih perlu diperkuat. Secara keseluruhan, implementasi ISO 9001 telah memberikan dampak positif terhadap pengendalian risiko mekanis, namun peningkatan konsistensi pelaksanaan, pengawasan, dan penguatan budaya K3 diperlukan untuk menciptakan operasi mesin CNC yang lebih aman dan berkelanjutan.
Penguatan Keselamatan Kerja Operator Alat Mekanik Jenis Forklift melalui Analisis Potensi Bahaya pada Area Warehouse di Pelabuhan Semayang PT Pelindo Multi Terminal Balikpapan Arruan, Miranda Sappe; Noeryanto, Noeryanto; Zainal, Isradi; Husada, Samami
EUNOIA Vol 5 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/eunoia.v5i2.1128

Abstract

Aktivitas pengoperasian forklift di area warehouse Pelabuhan Semayang PT Pelindo Multi Terminal Balikpapan merupakan bagian penting dalam mendukung kelancaran proses bongkar muat serta mobilisasi barang. Namun, lingkungan kerja pelabuhan yang dinamis, padat aktivitas, dan memiliki interaksi langsung antara operator, alat mekanik, dan pekerja lainnya menyebabkan potensi bahaya yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya operasional forklift, menilai tingkat risikonya menggunakan metode HIRARC, serta menyusun rekomendasi pengendalian berdasarkan hirarki pengendalian risiko. Pengamatan dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan operator dan petugas HSSE, serta peninjauan SOP perusahaan sebagai dasar analisis. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa risiko tertinggi terdapat pada aktivitas reversing yang dipengaruhi blind spot, pengangkutan material panjang, interaksi forklift–pejalan kaki, serta risiko forklift terguling akibat stabilitas yang berubah. Selain itu, faktor lingkungan seperti permukaan lantai tidak rata, pencahayaan kurang optimal, dan tata letak warehouse yang berubah turut meningkatkan risiko kerja. Pada tahap penilaian risiko, beberapa aktivitas masuk kategori risiko ekstrem dengan potensi fatality apabila tidak dikendalikan secara efektif. Evaluasi terhadap pengendalian yang sudah ada menunjukkan bahwa perusahaan telah menerapkan SOP, inspeksi harian, dan penggunaan APD, namun implementasinya masih kurang konsisten. Rekomendasi pengendalian yang disusun meliputi rekayasa teknik, penguatan prosedur administratif, peningkatan kompetensi operator, serta penguatan budaya keselamatan. Melalui penerapan langkah-langkah tersebut, potensi kecelakaan pada pengoperasian forklift dapat dikurangi sehingga keselamatan operator dan pekerja di area warehouse dapat terjamin secara optimal.