Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA USIA PEKERJA DAN MASA KERJA DENGAN STRES KERJA PADA KARYAWAN PT. SINGLURUS PRATAMA SITE ARGOSARI Antul, Rafli Norzaki; Zainal, Isradi; Mappangile, Andi Surayya
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.763

Abstract

Latar belakang : Lingkungan kerja yang padat tuntutan, tekanan waktu, dan risiko pekerjaan tinggi seperti di sektor pertambangan dapat memicu stres kerja pada karyawan. Jika tidak ditangani dengan baik, stres kerja dapat berdampak pada keselamatan kerja, produktivitas, dan kesehatan mental pekerja. Tujuan penelitian : untuk mengetahui hubungan antara usia dan masa kerja dengan stres kerja pada karyawan PT. Singlurus Pratama Site Argosari. Metode : Penelitian menggunakan kuantitatif korelasional dengan desain Cross-Sectional. Sampel berjumlah 95 orang dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner DASS-42 dari Lovibond dan Lovibond (1995) untuk mengukur tingkat stres kerja. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori usia paling dominan adalah ≥ 25 tahun sebanyak 86 orang (90,5%) dan masa kerja ≥ 5 tahun sebanyak 87 orang (91,6%). Tingkat stres kerja paling banyak berada pada kategori sedang sebanyak 31 responden (32,6%). Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara usia (p = 0,037) dan masa kerja (p = 0,014) dengan stres kerja. Regresi logistik menunjukkan bahwa usia ≥ 25 tahun berisiko 7 kali dan masa kerja ≥ 5 tahun berisiko 3,6 kali mengalami stres kerja berat. Kesimpulan : Ada hubungan antara usia dan masa kerja dengan tingkat stres kerja pada karyawan PT. Singlurus Pratama Site Argosari.
ANALISIS PENERAPAN HIGIENE SANITASI PANGAN DI CAFÉ PUAN KOPI CABANG GUNUNG MALANG BALIKPAPAN Al Qalam, Hanifah; Zainal, Isradi; Setyawati, Nur Falah
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.823

Abstract

Higiene dan sanitasi makanan merupakan bagian dari pemyelenggaraan keamanan pangan guna mengupayakan pengendalian terhadap faktor risiko terjadinya kontaminasi makanan, baik yang berasal dari bahan makanan, orang, tempat dan peralatan agar aman di konsumsi. Praktik hygiene sanitasi makanan mencakup lokasi dan bangunan, fasilitas sanitasi, dapur, ruang makan, dan gudang bahan makanan, bahan makanan dan makanan jadi, pengolahan makanan, tempat peyimpanan bahan makanan dan makanan jadi, penyajian makanan, peralatan makanan, dan tenaga kerja. Pengelolaan hygiene sanitasi makanan yang sehat menjadi prinsip dasar penyelenggaraan institusi. Makanan yang belum diolah dengan baik oleh penjamah makanan akan menimbulkan dampak buruk seperti penyakit dan keracunan oleh bahan kimia, mikroba tumbuhan atau hewan serta dapat menyebabkan alergi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pada saat menghandling bahan baku terdapat risiko terkontaminasinya sebuah bahan baku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis kondisi higiene sanitasi dalam meningkatkan kualitas kebersihan dan penyajian produk.
EFEKTIFITAS KESELAMATAN PEKERJAAN INSPEKSI BOILER PADA PT. XYZ DI BALIKPAPAN Sanggalangi, Alfrida; Zainal, Isradi; Liku, James Evert Adolf
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.857

Abstract

Pada zaman sekarang ini penggunaan uap air sangat luas dalam kehidupan sehari-hari baik dalam rumah tangga maupun dalam industri. Salah satu alat yang mampu menghasilkan uap air adalah ketel uap atau boiler. Produksi uap harus dapat memenuhi kebutuhan pabrik, maka setiap komponen ketel uap harus berada dalam kondisi baik, untuk itu evaluasi terhadap prestasi kerja ketel uap perlu dilakukan, terutama untuk mengetahui efisiensi dari ketel uap tersebut. Inspeksi (pemeriksaan) dapat dilakukan terhadap unit ketel uap (boiler), untuk menyatakan atau meyakinkan apakah unit boiler tersebut berada pada kondisi siap berkerja sesuai dengan unjuk kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas keselamatan kerja inspeksi boiler pada PT XYZ Balikpapan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, sumber data diperoleh dari data primer dan data sekunder, teknik pengambilan data dengan cara wawancara dan observasi, kemudian data dianalisis dengan deskriptif presentase, yang kemudian hasil dari perbandingan objek penelitian tersebut dibandingkan dengan standar acuan yang ada, kemudian data diolah dengan cara membandingkan kondisi actual di lapangan dengan standar kesesuaian dikali 100%. Hasil penelitian menunjukkan dari 8 langkah inspeksi, 7 langkah inspeksi yang efektif dan 1 langkah yang tidak efektif. Dari hasil tersebut membuktikan bahwa keselamatan inspeksi boiler telah efektif 87,5%. Namun dalam hal ini perlu selalu memiliki kesadaran berapa pentingnya untuk selalu menyadari bahaya-bahaya dari pekerjaan yang dilakukan dan memiliki kesadaran untuk selalu bekerja dengan aman baik untuk diri sendiri, orang lain bahkan masyarakat sekitar.