Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

SemetonBug: A Machine Learning Model for Automatic Bug Detection in Python Code Based on Syntactic Analysis Bahtiar Imran; Selamet Riadi; Emi Suryadi; M. Zulpahmi; Zaeniah Zaeniah; Erfan Wahyudi
Jurnal Informatika Vol. 12 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/

Abstract

Bug detection in Python programming is a crucial aspect of software development. This study develops an automated bug detection system using feature extraction based on Abstract Syntax Tree (AST) and a Random Forest Classifier model. The dataset consists of 100 manually classified bugged files and 100 non-bugged files. The model is trained using structural code features such as the number of functions, classes, variables, conditions, and exception handling. Evaluation results indicate an accuracy of 86.67%, with balanced precision and recall across both classes. Confusion matrix analysis identifies the presence of false positives and false negatives, albeit in relatively low numbers. The accuracy curve suggests a potential overfitting issue, as training accuracy is higher than testing accuracy. This study demonstrates that the combination of AST-based feature extraction and Random Forest can be an effective approach for automated bug detection, with potential improvements through model optimization and a larger dataset.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS USAHA MELALUI DIGITALISASI PEMASARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI Lalu Darmawan; Muhamad Ahyat; Juhartini Juhartini; Zaeniah Zaeniah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.57065

Abstract

Tujuan  kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakanpada  Kelompok Pengrajin Anyaman Tas Dari Rotan Khas Lombok yaitu “Kelompok Bilalbleke-art”. Kelompok ini memiliki anggota sebanyak 8 orang. Seluruh anggota kelompok pengrajin anyaman tas dari rotan khas lombok merupakan warga desa setempat yang terdiri dari enam (6) orang perempuan dan dua (2) orang laki - laki.  Dalam menjalankan kegiatan usahanya kelompok pengrajin sering mengalami permasalahan terutama permasalahan pemasaran yaitu ketidakmampuan memasarkan hasil produk dengan menggunakan teknologi informasi. Sehingga kegiatan ini menjadi penting dilaksanakan dengan tujuan untuk mengatasi permasalahan mitra dan memberdayakan mitra melalui peningkatan produktivitas usaha. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pelatihan ini menggunakan pendekatan partisipatif dan difusi ilmu pengetahuan, yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan peserta dan memastikan transfer pengetahuan yang efektif. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini dapat meningkatkan   kompetensi   kelompok usaha pengrajin dalam menggunakan digitalisasi pemasaran berbasis teknologi informasi.
PELATIHAN MANAJEMEN PENGELOLAAN USAHA BENGKEL LAS DI DESA PAOKMOTONG KECAMATAN MASBAGIK KABUPATEN LOMBOK TIMUR Muhammad Ahyat; Zaenudin Zaenudin; Zulkarnaen Zulkarnaen; Zaeniah Zaeniah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.47841

Abstract

Pelatihan manajemen pengelolaan usaha bagi kelompok usaha bengkel las di Desa Pakmotong Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat ini bertujuan untuk   meningkatkan  pengetahuan,  keterampilan dan kecakapan sehingga kelompok usaha bengkel las ini memiliki kompetensi dalam memecahkan  masalah manajemen pengelolaan usaha. Pelatihan  ini diikuti sebanyak 10 orang anggota kelompok usaha bengkel las ini, dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan meliputi : 1) Pelatihan Manajemen Produksi, 2) Pelatihan Administrasi Keuangan dan 3) Pelatihan pemasarn dengan menggunakan teknologi informasi.Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pelatihan ini menggunakan pendekatan partisipatif dan difusi ilmu pengetahuan, yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan peserta dan memastikan transfer pengetahuan yang efektif. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini dapat meningkatkan   kompetensi   kelompok usaha usaha bengkel las di Desa Pakmotong Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur terutama dalam hal peningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kecakapan pengrajin dalam hal pemahaman tentang manajemen produksi, administrasi keuangan dan manajemen pemasaran dengan menggunakan teknologi informasi.
PENINGKATAN DAYA SAING PRODUK LOKAL MELALUI DIGITALISASI MANAJEMEN PENGELOLAAN USAHA Lalu Muh. Kabul; Okky Afriwan; Zaenudin Zaenudin; M. Ahyat; Zaeniah Zaeniah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i5.51889

Abstract

Tujuan kegiatan Peningkatan Daya Saing Produk Lokal Melalui Digitalisasi Manajemen Pengelolaan Usaha Kelompok Pengerajin Anyaman Ketak Khas Lombok “Linda Art Shop”. di Desa Karang Bayan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Kegiatan ini diikuti sebanyak anggota kelompok sebanyak 10 orang (8 orang sebagai menganyam ketak (produksi) dan 2 orang sebagai tenaga pemasran) dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan meliputi : a. Pelatihan produksi sekaligus pemberian bahan dan peralatan produksi, b. Pelatihan manajemen, yang meliputi: manajemen keuangan dan manajemen pemasaran, c. Pelatihan perencanaan bisnis (business plan) dan d. Pelatihan menggunakan teknologi informasi dan pembuatan website pemasaran. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pelatihan ini menggunakan pendekatan partisipatif dan difusi ilmu pengetahuan, yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan peserta dan memastikan transfer pengetahuan yang efektif. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi kelompok usaha terutama dalam hal peningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengrajin dalam hal pemahaman tentang manajemen produksi, pengelolaan keuangan, perencanaan bisnis dan manajemen pemasaran dengan menggunakan teknologi informasi.