Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KADER DAN PAABUKI UNTUK MENINGKATKAN PRAKTIK PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN MP ASI PADA BADUTA Epti Yorita; Lela Hartini; Diah Ekanugraheni; Susilo Damarini; Elly Wahyuni; Desri Suryani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.27973

Abstract

Abstrak: Kejadian stunting di Indonesia masih tinggi dipengaruhi oleh pengetahuan, pendidikan, sikap, perilaku ibu infeksi, riwayat ASI eksklusif, budaya, akses ke pelayanan kesehatan. Oleh karena itu diperlukan partisipasi masyarakat melalui intervensi berbasis budaya seperti budaya Paabuki pada masyarakat di Pulau Enggano. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan kader dan Paabuki untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan kader dan ibu baduta tentang ASI Eksklusif Dan MP ASI. Mitra kegiatan adalah kader dan paabuki berjumlah 12 orang. Metode pelaksanaan berupa pelatihan kader, advokasi Paabuki serta edukasi tentang ASI dan MP ASI pada ibu baduta oleh kader yang dilatih. Kegiatan dilaksanakan di wilayah Kecamatan Enggano Kabupaten Bengkulu Utara pada Desa Apoho dan Meok. Evaluasi kegiatan menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan kader dan ibu baduta tentang ASI dan MP ASI serta lembar observasi untuk melihat kemampuan kader dalam memberikan edukasi pada ibu baduta. Hasil kegiatan didapatkan peningkatan skor rerata pengetahuan kader sebelum pelatihan dari 65 menjadi 85, rerata skor kemampuan kader dalam melakukan promosi ASI dan MP ASI 1,56. Terjadi peningkatan pengetahuan ibu baduta tentang ASI dan MP ASI dari rerata skor sebelum promosi 47 meningkat menjadi 80. Disarankan kepada stake holder dan mitra kegiatan agar dapat melanjutkan promosi ASI dan MP ASI di Kecamatan Enggano dengan memberdayakan kader dan paabuki untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan serta mencegah stunting pada baduta.Abstract: The incidence of stunting in Indonesia is still high influenced by knowledge, education, attitudes, behavior of infected mothers, history of exclusive breastfeeding, culture, access to health services. Therefore, community participation is needed through culture-based interventions such as Paabuki culture in the community on Enggano Island. This community service activity aims to empower cadres and Paabuki to improve the knowledge, abilities of cadres and clown mothers about Exclusive Breastfeeding and MP Breastfeeding. The activity partners are cadres and paabuki totaling 12 people. The implementation method is in the form of cadre training, Paabuki advocacy and education about breastfeeding and MP breastfeeding for clown mothers by trained cadres. The activity was carried out in the Enggano District, North Bengkulu Regency in Apoho and Meok Villages. The evaluation of activities used a questionnaire to measure the knowledge of cadres and clowns about breastfeeding and MP breastfeeding as well as observation sheets to see the ability of cadres to provide education to baduta mothers. The results of the activity were an increase in the average score of cadre knowledge before training from 65 to 85, the average score of cadres in promoting breast milk and MP ASI was 1.56. There was an increase in the knowledge of clown mothers about breastfeeding and MP breastfeeding from the average score before the promotion of 47 increased to 80. It is recommended to stakeholders and activity partners to be able to continue the promotion of breastfeeding and MP breastfeeding in Enggano District by empowering cadres and paabuki to increase growth and development and prevent stunting in baduta.
Penggunaan Media Video Tutorial Untuk Meningkatkan Keterampilan Kader Posyandu Dalam Pengukuran Antropometri Anggun Fadillah; Agung Riyadi; Lela Hartini; Mariati Mariati; Rina Rina
Jurnal Sains Kesehatan Vol 33, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.33.1.1-8

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang mempengaruhi tumbuh kembang anak. Prevalensi stunting di Indonesia tahun 2024 adalah 21,5% dan ini belum  mencapai target nasional 14% (SKI, 2023). Prevalensi stunting di Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu sebesar 0,44% pada tahun 2024 dan angka ini jauh berbeda dibandingkan prevalensi stunting nasional. Pengukuran antropometri digunakan untuk mendeteksi stunting. Ketidakterampilan kader Posyandu dalam melakukan pengukuran antropometri dapat menyebabkan kesalahan klasifikasi status gizi anak. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh penyuluhan media video terhadap keterampilan kader dalam melakukan pengukuran antropometri di wilayah kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu. Desain penelitian adalah kuantitatif menggunakan metode pre-experiment dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel berjumlah 31 kader yang dipilih secara random sampling. Intervensi berupa penyuluhan menggunakan media video berdurasi 25 menit. Data dikumpulkan menggunakan daftar tilik dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian didapatkan peningkatann keterampilan kader dalam pengukuran antropometri  dengan mean keterampilan sebelum yaitu (60,13) dan sesudah (81,97)  dengan beda mean (21,84) dan  p-value = 0,0001, yang berati ada pengaruh penyuluhan media video terhadap keteampilan kader dalam pengukuran antropometri di wilayah kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu. Penyuluhan dengan menggunakan media video terbukti efektif meningkatkan keterampilan kader Posyandu dalam melakukan pengukuran antropometri. Media ini dapat digunakan sebagai sarana edukatif yang efisien dan mudah diakses oleh kader Posyandu. Kata Kunci: antropometri,kader, keterampilan, media video, posyandu
Prevention of Early Marriage Through the Formation of Information and Counseling Center Groups (Pik R) Junior High School 7 Sidoluhur Village Sukaraja Subdistrict Seluma District Elvi Destariyani; Lela Hartini; Rialike Rialike; Afrina Mizawati
DIKDIMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): DIKDIMAS : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 
Publisher : Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/dikdimas.v2i1.57

Abstract

Women who married under the age of 16 in Seluma Regency, Bengkulu Province in 2019 with a percentage of 19.49%. The high rate of child marriage causes various health problems including mothers having a 35%-55% high risk of giving birth to babies with low birth weight (LBW).The method of implementing community service activities by forming a group of Youth Information and Counseling Centers (PIK R) SMP 7 Sidoluhur Village, Sukaraja District and continued with counseling on preventing early marriage. The activity was attended by 25 students of SMPN 7 Sidoluhur Village. The activity was carried out in collaboration with BKKBN Bengkulu Province. The results of the activity showed that students' knowledge about early marriage before the intervention was 40% poor, 52% sufficient and 8% good, and after the formation of PIK-R and counseling the level of knowledge was 72% sufficient and 28% good. It is expected that the BKKBN can foster PIK-R activities to increase students' knowledge and awareness of their reproductive health to reduce the incidence of early marriage.
Peran Kader Posyandu dalam Pemantauan Praktik MP ASI di Posyandu Untuk Pencegahan Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Samberejo Kabupaten Rejang Lebong Jumiyati Jumiyati; Lela Hartini; Ayu Pravita Sari; Risda Yulianti; Yunita Yunita; Leli Mulyati; Anang Wahyudi
Abdimas Galuh Vol 8, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i2.24146

Abstract

Stunting  merupakan  gangguan  tumbuh  kembang  pada  balita  yang  disebabkan  oleh  kekurangan  gizi jangka panjang terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pemantauan pertumbuhan anak dan pemantauan praktik pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) secara tepat dan berkualitas menjadi strategi utama pencegahan stunting. Peran kader Posyandu dalam pemantauan MP-ASI di hari buka posyandu sangat strategis sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting sejak dini. Keterlibatan aktif kader dalam pemantauan pertumbuhan anak, edukasi gizi, dan pemantauan pemberian MP-ASI menjadi keberhasilan intervensi gizi berbasis masyarakat. Kader Posyandu berperan sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan kegiatan kesehatan masyarakat di tingkat desa atau kelurahan. Metode pengabdian masyarakat dengan kegiatan pelatihan dan pendampingan fokus pada penguatan peran kader posyandu dalam pemantauan praktik MP ASI. Kegiatan dilaksanakan selama empat bulan di wilayah kerja Puskesmas Samberejo Kabupaten Rejang Lebong. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader setelah pelatihan. Kader mampu menjalankan perannya secara optimal, tidak hanya sebagai pengumpul data, tetapi juga sebagai edukator yang memberikan umpan balik perbaikan praktik pemberian makan kepada ibu atau pengasuh. Kesimpulan pelatihan dapat meningkatkan keterampilan kader dalam pemantauan praktik MP ASI di hari buka posyandu. Disarankan pemantauan praktik MP ASI tetap dilakukan dan didampingi oleh tenaga gizi.