Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

KEBIJAKAN OTONOMI DAERAH DAN PILIHAN PENGEMBANGAN KARIER PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM KONTEKS HAK ASASI MANUSIA Muhamamd Rifai; Ahmad Nafhani; Ibnu Avena; Ilal Ilham; Aldri Oktanedi; Maulida Masyitoh
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 4: September 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan otonomi daerah telah memberikan keleluasaan bagi pemerintah daerah dalam mengelola administrasi, termasuk dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia Aparatur Sipil Negara (ASN). Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kebijakan otonomi daerah berpengaruh terhadap pilihan karier PNS serta bagaimana kebijakan ini dapat dikaji dalam perspektif hak asasi manusia (HAM). Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah studi literatur. Data dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk peraturan perundang-undangan (UU ASN, UU Pemerintahan Daerah, PP Manajemen PNS, Peraturan Menteri Dalam Negeri terkait, dan peraturan daerah yang relevan), jurnal ilmiah, buku, laporan pemerintah (pusat dan daerah), laporan Komnas HAM, putusan pengadilan, dan dokumen-dokumen kebijakan publik lainnya, serta berita dan artikel terkini dari berbagai sumber online terpercaya. Dengan menggunakan pendekatan normatif dan analisis kebijakan, penelitian ini menemukan bahwa otonomi daerah dapat berkontribusi pada penguatan hak-hak PNS, tetapi juga dapat menciptakan kendala dalam mobilitas dan pengembangan profesional mereka. Kebijakan otonomi daerah memberikan peluang yang signifikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pengelolaan sumber daya manusia lokal yang lebih responsif dan adaptif. Meskipun memberikan fleksibilitas bagi daerah dalam mengelola ASN, kebijakan ini juga berpotensi membatasi pilihan karier dan hak mobilitas PNS.
Pengorganisasian Anggota Aiesec: Proses Pembentukan Agen Perubahan Melalui Program Sosial Adiguna sugiharto; Novita Hasanah, Aulia Salma; Safitri, Maharani; Ananda Putri, Reza; Kalima, Nurul; Delima, Aisyah; Okta Fitri, Anisa; Robi, Mustar; Kurniawan, Rudy; Rifai, Muhammad; Tresno
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 1 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i1.3120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pengorganisasian anggota AIESEC dalam program sosial serta memahami bagaimana proses tersebut membentuk transformasi peran anggota dari relawan menjadi individu yang memiliki kesadaran sebagai agen perubahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara mendalam, dokumentasi, serta kajian literatur. Informan penelitian merupakan Ketua Umum AIESEC Universitas Sriwijaya yang dipilih secara purposive karena memiliki pengalaman dan pemahaman terhadap dinamika organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan anggota pada tahap awal umumnya didorong oleh motivasi personal seperti pengembangan diri dan ketertarikan terhadap identitas internasional organisasi. Namun, melalui proses pengorganisasian yang terstruktur seperti onboarding, capacity building, pembagian departemen, serta koordinasi rutin organisasi, terjadi pergeseran orientasi anggota menuju kesadaran sosial yang lebih reflektif. Pengalaman langsung dalam pelaksanaan program sosial, interaksi lintas budaya, serta evaluasi dampak program turut memperkuat internalisasi nilai organisasi dan pembentukan identitas kolektif anggota. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengorganisasian yang sistematis tidak hanya memastikan keberlangsungan program sosial, tetapi juga berperan penting dalam membentuk relawan yang memiliki kepedulian sosial dan kapasitas untuk berkontribusi sebagai agen perubahan di masyarakat.
Ruang Yakin Cerdas Satu Amal Indonesia sebagai Strategi Pengorganisasian Masyarakat melalui Pendidikan Non-Formal bagi Anak-anak Yatim dan Dhuafa di Kota Palembang Sabrina; Abil Al Husain; Leo Jonada; M. Rifqi Fahjri; Anisa Zalika; Ernia Syah Putri; Devia Tri Wahyuni; Ahmad Zaki Al-Fadhil; Rudy Kurniawan; Muhammad Rifai; Tresno
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5122

Abstract

Pendidikan non-formal memainkan peran penting dalam mengatasi keterbatasan akses dan kualitas pendidikan di kalangan masyarakat perkotaan. Program Ruang Yakin Cerdas (RYC) muncul sebagai intervensi sosial berbasis komunitas yang menggabungkan pendidikan dengan pengorganisasian masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran RYC sebagai strategi pengorganisasian masyarakat melalui pendidikan non-formal di Kota Palembang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RYC mengalami perkembangan dari gerakan sosial yang spontan menjadi lembaga komunitas yang terstruktur. Pola interaksi dialogis dan partisipatif antara relawan dan anak didik berhasil membangun ikatan emosional serta meningkatkan semangat belajar. Selain itu, RYC memperkuat modal sosial melalui pembentukan kepercayaan, solidaritas, dan keterlibatan bersama masyarakat. Program ini juga memberdayakan anak-anak dengan mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan sosial. Oleh karena itu, RYC tidak hanya berfungsi sebagai wadah pendidikan, tetapi juga sebagai strategi efektif untuk memperkokoh struktur sosial dan mendorong perubahan sosial berbasis komunitas.
Dinamika Organisasi Karang Taruna dalam Pengorganisasian Masyarakat di Desa Talang Aur Yeyen Polar; Najwa Dinda Putri; Meva Husniyati; Ratu Zakia Salsabilla; Vibri Rizki Meiliayani; Julyanti Katerina Saragih; Rudy Kurniawan; Muhammad Rifai; Tresno Kurniawan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5850

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran Karang Taruna sebagai wadah pengorganisasian masyarakat di tingkat desa yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika organisasi Karang Taruna dalam proses pengorganisasian masyarakat di Desa Talang Aur. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan kegiatan dilakukan melalui musyawarah bersama yang melibatkan pengurus, anggota, dan Kepala Desa, pengorganisasian dan pembagian tugas bersifat fleksibel dengan mengedepankan gotong royong, kepemimpinan berjalan secara partisipatif dengan komunikasi terbuka, serta pelaksanaan program didominasi kegiatan rutin seperti 17 Agustus dan malam tahun baru yang melibatkan masyarakat. Evaluasi dilakukan langsung setelah kegiatan, meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan anggota dan dana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa interaksi sosial, partisipasi, dan kebersamaan menjadi faktor utama dalam keberlangsungan organisasi Karang Taruna.
Strategi Pengorganisasian Masyarakat Berbasis Sinergi Kolektif dalam Pengembangan UMKM untuk Penguatan Ekonomi Lokal Rika Maryam; Sisy Viola Gendis Nasution; Oktaviana Br Ginting; Azizah Azzahro; Umi Khasanah; Tiara Resta Lapina; Steven Ronaldi; Ricky safriyanto; Rudy Kurniawan; Muhammad Rifai; Tresno
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2477

Abstract

UMKM di Indonesia sering terkendala tata kelola individualistis. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengorganisasian masyarakat kolektif untuk memperkuat kapasitas UMKM. Menggunakan metode Systematic Literature Review terhadap 10 artikel (2019-2024), ditemukan bahwa model Asset Based Community Development (ABCD), merek kolektif, dan integrasi BUMDes efektif meningkatkan daya saing. Strategi ini mentransformasi pola usaha atomistik menjadi sinergis, meningkatkan efisiensi rantai pasok hingga 30%, dan mempercepat adaptasi digital. Kesimpulannya, pengorganisasian masyarakat membangun modal sosial yang menciptakan resiliensi ekonomi lokal. Diperlukan regulasi yang mendukung asosiasi UMKM perdesaan untuk keberlanjutan ekonomi.
Peran Satu Amal Indonesia dalam Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Pendidikan Non Formal Cerita Kolong Langit di Kota Palembang Nada Nisrina Nazhifah; Anggra Para Diva; M.Bagas Pratama Putra; Rigina Aliza; Tasya Astridianisa; Izzaty Nagita Putri; Dwi Haryanti; Retno Pengesti; Rudy Kurniawan; Muhammad Rifai; Tresno
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran organisasi Satu Amal Indonesia dalam penguatan masyarakat melalui program pendidikan nonformal Cerita Kolong Langit yang berlangsung di Kota Palembang. Program Cerita Kolong Langit muncul sebagai sebuah wadah pembelajaran alternatif yang tidak hanya menyajikan pendidikan akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter serta sosial kepada anak-anak. Studi ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data yang meliputi observasi dan wawancara mendalam bersama pihak dari organisasi Satu Amal Indonesia, yaitu Kepala Bidang Riset dan Data sebagai sumber informasi utama. Hasil studi menunjukkan bahwa program Kolong Langit berperan dalam pemberdayaan masyarakat dengan menyediakan kesempatan belajar untuk anak- anak yang menghadapi kendala dalam mengakses pendidikan. Program ini tidak hanya mendukung anak-anak dalam meningkatkan kemampuan akademis, tetapi juga menanamkan prinsip-prinsip moral serta karakter yang baik.Keberhasilan program ini bergantung pada partisipasi sukarelawan, kontribusi dari para donatur, dan penerimaan baik dari masyarakat serta semangat tinggi anak-anak. Meski demikian, program ini juga menemui berbagai tantangan, seperti jumlah sukarelawan yang terbatas, waktu yang dimiliki peserta yang tidak mencukupi, serta kurangnya dukungan dari pihak pemerintah.
Rasionalitas Orang Tua dalam Konteks Ekonomi Informal Perkotaan: Studi Kasus Pekerja Anak di Pasar 16 Ilir Kota Palembang Sri Wulandari; Diana Dewi Sartika; Aldri Oktanedi; Hayana Muslimah; Muhammad Fakhri Aziz; Maulida Masyitoh; Muhammad Rifai; Ilal Ilham
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiis.v12i1.110145

Abstract

Penelitian ini mengkaji rasionalitas orang tua dalam melibatkan anak sebagai penjual kantong plastik di Pasar 16 Ilir, Kota Palembang, melalui lensa Rasional Choice Theory James S. Coleman. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian menganalisis keputusan orang tua melalui tiga dimensi yang saling berkelindan: sosial, ekonomi, dan kultural. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil kalkulasi rasional dalam konteks sumber daya dan tekanan struktural. Pasar dipandang sebagai ruang belajar (sosial), kontribusi anak-anak terhadap penghasilan merupakan strategi bertahan hidup (ekonomi), dan nilai-nilai budaya Melayu tentang kerja keras juga membentuk keputusan tersebut. Secara teoretis, studi ini memperluas diskursus child labor yang cenderung didominasi perspektif normatif-legal atau eksploitasi struktural dengan menunjukkan bahwa praktik kerja anak juga dapat dipahami sebagai tindakan rasional dalam kerangka pilihan terbatas (bounded choice) di tingkat keluarga. Dengan demikian, fenomena ini tidak semata-mata merepresentasikan eksploitasi, tetapi juga respons adaptif terhadap kondisi sosial-ekonomi yang membatasi. Meski demikian, potensi dampak terhadap pendidikan dan perkembangan anak tetap menjadi isu krusial. Implikasi kebijakan yang diusulkan adalah pendekatan multidimensional yang tidak hanya menekankan pelarangan, tetapi juga intervensi ekonomi keluarga, peningkatan akses pendidikan yang kontekstual, serta penguatan perlindungan hak anak secara berkelanjutan.